bioteknologi 1

  



GLOSARIUM

 Antibiotik :  Senyawa yang dihasilkan oleh suatu 

mikrorganisme untuk menghambat pertumbuhan 

mikrorganisme lain

Antibodi  :  zat yg dibentuk dl darah untuk memusnahkan 

 bakteri  virus atau untuk melawan toksin yg 

dihasilkan oleh  bakteri

Asam amino :   asam organik yg mengandung paling sedikit satu 

gugusan amino (NH2) dan paling sedikit satu 

gugusan karboksil (COOH) atau turunannya, 

merupakan  molekul  dasar yg diikat satu sama lain 

melalui ikatan peptida dl pembentukan  molekul 

 protein yg lebih besar;

Asam  nukleat :   senyawa antara  gula pentosa,  asam fosfat, dan 

basa  nitrogen (ciri khas  makhluk  hidup)

Aseton  : zat cair tanpa  warna yg mudah terbakar dan 

memiliki  bau serta rasa yg khas (dipakai sbg 

pelarut dl  industri dan dl percobaan laboratorium); 

CH3COCH3

 Bakteri  :  makhluk  hidup terkecil bersel tunggal, ada  

di mana-mana, dapat berkembang biak dng 

 kecepatan luar biasa dng jalan membelah diri, ada 

yg berbahaya dan ada yg tidak, dapat menyebabkan 

peragian, pembusukan, dan  penyakit;

98 BIOTEKNOLOGI

Biokimia  :  senyawa  kimia dan  proses  kimia yg ada  dl sel 

atau  tubuh  makhluk  hidup

 Bioteknologi :  teknologi yg menyangkut jasad  hidup:--  rekayasa 

 genetik dan  biologi  molekul yg mendasarinya 

tidak cuma bergerak seputar  manusia

Bir  :  minuman mengandung  alkohol yg dibuat dng 

peragian lambat

Enzim  :  molekul  protein yg  kompleks yg dihasilkan oleh 

sel  hidup dan bekerja sbg katalisator dl berbagai 

 proses  kimia di dl  tubuh  makhluk  hidup

 Fermentasi : penguraian metabolik  senyawa organik oleh 

 mikroorganisme yg menghasilkan  energi yg pd 

umumnya berlangsung dng kondisi  anaerobik dan 

dng pembebasan  gas

Genetika : cabang  biologi yg menerangkan sifat turun-

temurun

Gliserol  : cairan kental tidak berwarna dan tidak berbau, 

rasanya  manis dapat bercampur dng  air dan 

 alkohol yg diperoleh dr lemak hewani atau nabati 

atau dr  fermentasi  glukosa, digunakan sbg bahan 

kosmetik, pengawet obat-obatan, pelembap buah-

buahan atau tembakau

Gula  : bahan pemanis biasanya berbentuk kristal (butir-

butir kecil) yg dibuat dr  air tebu, aren

Hama :  hewan yg mengganggu  produksi  pertanian spt 

babi hutan, tupai, tikus, dan terutama  serangga

Hepatitis  : radang hati

99BIOTEKNOLOGI

Hidroponik  : cara bercocok tanam tanpa memakai  

 tanah, biasanya dikerjakan dl kamar kaca dng 

memakai  medium  air yg berisi zat har

Industri  : kegiatan memproses atau mengolah  barang dng 

memakai  sarana dan peralatan, msl mesin;

 Insulin :  hormon yg dibentuk dl pankreas yg mengen-

dalikan  kadar  gula dl darah

Imobilisasi : pengubahan bentuk inorganik unsur hara menjadi 

bentuk organiknya sbg hasil asimilasi unsur tsb

  Interferon  : peristiwa terjadinya  proses rep-likasi jenis  virus 

tertentu pd sel atau jaringan, yg sebagian atau 

seluruhnya tercegah sbg akibat adanya interaksi 

antara sel atau jaringan itu dan  virus lainnya

Jamur  : j  tumbuhan yg tidak berdaun dan tidak berbuah, 

berkembang biak dng  spora, biasanya berbentuk 

payung, tumbuh di daerah berair atau lembap atau 

batang busuk; cendawan; kulat;

Kultur : pemeliharaan; pembudidayaan;

Kanker  :  penyakit yg disebabkan oleh ketidakteraturan 

perjalanan  hormon yg mengakibatkan tumbuhnya 

 daging pd jaringan  tubuh yg normal; tumor ganas

Karbohidrat  :  senyawa organik karbon,  hidrogen, dan  oksigen, 

terdiri atas satu  molekul  gula sederhana atau lebih 

yg merupakan bahan  makanan penting dan sumber 

tenaga (banyak ada  dl  tumbuhan dan  hewan)

Keju :bahan  makanan yg dibuat dr sari  air  susu melalui  proses 

peragian yg dikeraskan (dikentalkan)

100 BIOTEKNOLOGI

Kimia  : ilmu tt susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat;

Limbah  : sisa  proses  produksi

Lipid : zat lemak yg tidak larut dl  air, namun  umumnya larut 

dl  alkohol dan eter dan yg memberi rasa lemah

Materi : bahan yg akan dipakai untuk membuat  barang lain;

Mikroba  :  organisme yg sangat kecil ukurannya sehingga 

untuk mengamatinya secara jelas diperlukan 

mikroskop

Mikroorganisme:  makhluk  hidup sederhana yg terbentuk dr satu 

atau beberapa sel yg hanya dapat dilihat dng 

mikroskop, berupa  tumbuhan atau  hewan yg 

biasanya  hidup secara parasit atau saprofi t, msl 

 bakteri, kapang, ameba

Minyak  : zat cair berlemak, biasanya kental, tidak larut 

dl  air, larut dl eter dan  alkohol, mudah terbakar, 

bergantung pd asalnya, dikelompokkan sbg minyak 

nabati, hewani, atau mineral dan bergantung pd 

sifatnya pd pemanasan dapat dikelompokkan sbg 

asiri atau tetap

Modern : sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai 

dng tuntutan zaman

Monomer  : kelompok kecil  molekul yg dapat dirangkaikan 

dan disebut polimer

Mikrobiologi : ilmu tt seluk-beluk mikrobe ( bakteri,  virus, 

protozoa, dsb) secara umum, baik yg bersifat 

parasit maupun yg penting bagi  industri,  pertanian, 

 kesehatan, dsb

101BIOTEKNOLOGI

Polimer : zat yg dihasilkan dng cara polimerisasi dr 

 molekul yg sangat banyak dng satuan struktur 

berantai panjang, baik lurus, bercabang, maupun 

menyilang yg berulang, msl plastik,  serat, karet, 

dan jaringan  tubuh  manusia;

Prinsip  : asas (kebenaran yg menjadi pokok  dasar berpikir, 

bertindak, dsb);  dasar;

Protein  : kelompok  senyawa organik bernitrogen yg rumit 

dng bobot  molekul tinggi yg sangat penting bagi 

 kehidupan; bahan organik yg susunannya sangat 

majemuk, yg terdiri atas beratus-ratus atau beribu-

ribu  asam amino, dan merupakan bahan utama 

pembentukan sel dan inti sel; zat putih telur

Riset : penyelidikan (Riset) suatu masalah secara 

bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan 

pengetahuan dan pengertian, mendapatkan  fakta 

baru, atau melakukan penafsiran yang lebih baik;

Sains : pengetahuan sistematis tt alam dan dunia fi sik, 

termasuk di dalamnya, botani, fi sika,  kimia, 

geologi, zoologi, dsb; ilmu pengetahuan alam;

Sake  : arak Jepang, dibuat dari beras yg beragi, biasanya 

disajikan  panas- panas;

Sistem : perangkat unsur yg secara teratur saling berkaitan 

sehingga membentuk suatu totalitas

Struktur  : disusun dengan pola tertentu

Substrat :  senyawa yg mengalami perubahan oleh hasil kerja 

 enzim; zat yang diubah oleh  enzim

102 BIOTEKNOLOGI

Plasmid :  DNA lain yang ingin dikembangkan di dalam 

 bakteri yang dapat digabung dan dilepaskan 

dengan  proses tertentu.

Rekayasa Genetik:Mengambil  gen dari suatu  organisme dan 

menyisisip-kan  gen ini  pada  organisme lain

Stabilisasi : usaha atau upaya membuat stabil; penstabilan

Tanah  : permukaan bumi atau lapisan bumi yg di atas 

sekali:

Teh  : pohon kecil, tumbuh di alam bebas, daunnya 

berbentuk jorong atau bulat telur, pucuknya 

dilayukan dan dikeringkan untuk dibuat  minuman 

(di pabrik dsb); Camellia sinensis;-

Teknologi : metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; 

ilmu pengetahuan terapan;

Tembaga  : logam yg berwarna kemerah-merahan sbg bahan 

 baku spt kawat, periuk, atau uang

Tembakau  :  tumbuhan berdaun lebar, daunnya diracik halus 

dan dikeringkan untuk bahan rokok, cerutu, dsb; 

Nicotiana tabacum;


“Dunia harus memanfaatkan potensi 

besar dari  bioteknologi untuk 

mengakhiri kelaparan” 

 Bioteknologi merupakan pemanfaatan 

 organisme untuk menghasilkan  barang 

atau  jasa yang bermanfaat sebagai 

upaya memecahkan permasalahan yang 

dihadapi umat  manusia di  abad 21 di 

antaranya melalui  rekayasa  genetika 

atau bioengineering. Dengan demikian 

penting dilakukan ekserimen atau  riset 

untuk mengatasi permasalahan  pangan 

dimana salah satunya di visualisasikan 

pada ambar 1.1.


A. Pengertian  Bioteknologi

 Bioteknologi telah digunakan untuk meningkatkan nutrisi dalam 

berbagai  makanan untuk mengatasi kekurangan  gizi di seluruh dunia .  Bioteknologi seringkali juga dikaitkan dengan 

penyelamatan  lingkungan, sumber  energi yang bersih, metode-

metode untuk membersihkan kontaminasi  lingkungan, begitu pula 

produk dan  proses yang berwawasan  lingkungan lebih menonjol 

dilakukan daripada sebelumnya. Namun tidak semua orang sepakat 

dengan defi nisi ini , beberapa pihak mencoba mengembangkan 

defi nisi sendiri-sendiri.

 Bioteknologi didefi nisikan sebagai pemakaian   organisme 

 hidup, atau zat yang diperoleh dari  organisme  hidup untuk 

menghasilkan produk atau  proses nilai ( jasa) untuk  manusia 

. Pendapat sejenis menyatakan,  Bioteknologi 

yaitu  penerapan  teknologi yang memakai  sistem-sistem hayati, 

 makhluk  hidup atau derivatifnya, untuk membuat atau memodifi kasi 

produk-produk atau  proses- proses untuk pemakaian  khusus  Sejalan dengan pandangan,  Bioteknologi yaitu  

 teknologi yang berdasar  pada  biologi , Ungkapan sejenis dinyatakan oleh Thieman & Palladino yang 

menyatakan  Bioteknologi yaitu  ilmu memakai   organisme 

 hidup atau produk  organisme  hidup untuk manfaat  manusia untuk 

membuat produk atau memecahkan masalah . Defi nisi lain,  bioteknologi ialah penerapan  teknologi 

yang memakai  sistem-sistem hayati,  makhluk  hidup atau 

derivatifnya, untuk membuat atau memodifi kasi produk-produk atau 

 proses- proses untuk pemakaian  khusus  Defi nisi 


lain, menurut menyatakan  bioteknologi merupakan 

penerapan asas-asas  sains dan  rekayasa untuk pengolahan suatu 

bahan dengan melibatkan aktivitas jasad  hidup untuk menghasilkan 

 barang dan atau  jasa. Selaras defi nisi ini , 

mendefi nisikan  bioteknologi sebagai bidang penerapan biosains 

dan  teknologi yang menyangkut penerapan praktis  organisme  hidup 

atau komponen pada  industri  jasa dan manufaktur serta pengelolaan 

 lingkungan. Merujuk dari beberapa defi nisi di atas,  Bioteknologi 

yaitu  pemakaian   organisme  hidup atau komponen subsellulernya 

untuk menghasilkan  barang dan  jasa ( proses nilai) yang berguna 

untuk  kesejahteraan  manusia.

 Bioteknologi mengalami perkembangan secara bertahap. 

Semenjak awal diterapkan atau disebut  era  bioteknologi nonmik-

robiol, di mana pada masa itu belum diketahui bahwa  makanan 

 fermentasi merupakan hasil kerja  makhluk  hidup.  Bioteknologi 

dimensi baru ( bioteknologi mikrobiol) dimulai sejak 1957 sesudah  

Louis Pasteur menemukan bahwa  fermentasi merupakan akibat 

kerja  mikroorganisme. Secara lebih rinci, garis waktu penemuan 

dan kemajuan ilmiah dalam  bioteknologi disajikan pada tabel 1.1

Tabel 1.1 Garis Waktu Penemuan dan Kemajuan Ilmiah dalam 

 Bioteknologi

Sebelum  Era Umum (SM)

7000 SM Orang Cina menemukan  fermentasi melalui pembuatan  bir.

6000 SM Yogurt dan  keju dibuat dengan  bakteri penghasil  asam laktat 

oleh berbagai orang.

4000 SM Orang Mesir memanggang  roti beragi memakai   ragi.

500 SM Dadih (moldy)  kedelai yang berjamur digunakan sebagai 

 antibiotik.

250 SM Orang Yunani mempraktikkan rotasi  tanaman untuk kesuburan 

 tanah maksimum.

4 BIOTEKNOLOGI

100 SM Orang Cina memakai  krisan (chrysanthemum) sebagai 

insektisida alami.

Sebelum Abad Ke 20

1663 Deskripsi rekaman pertama dari sel-sel yang sekarat oleh 

Robert Hooke.

1862 Louis Pasteur menemukan asal  bakteri  fermentasi.

1869 Friedrich Miescher mengidentifi kasi  DNA dalam  sperma ikan.

1878 Walther Flemming menemukan kromatin yang mengarah 

pada penemuan kromosom.

Abad ke-20 

1919 Károly Ereky (Hongaria), pertama kali memakai  kata 

 bioteknologi.

1950 Sintetis  Antibiotik pertama dibuat.

1983 Teknik Polymerase Chain Reaction (PCR).

2000 Penyelesaian Proyek Genom Manusia.

Abad ke-21

2001 Genomics Celera dan Human Genome Project menciptakan 

rancangan urutan  genom  manusia.

2002 Padi menjadi  tanaman pertama yang genomnya diterjemahkan.

2013 Para peneliti mempublikasikan hasil antarmuka otak  manusia-

ke- manusia pertama yang berhasil.

2017 Sel induk darah tumbuh di laboratorium untuk pertama 

kalinya.

2017 Komunikasi dua arah dalam antarmuka mesin otak dicapai 

untuk pertama kalinya.


B.  Bioteknologi Konvensional dan Modern

 Bioteknologi  tradisional atau  bioteknologi konvensional 

yaitu   bioteknologi yang memanfaatkan  mikrobia ( organisme) 

untuk memodifi kasi bahan dan dan  lingkungan untuk memperoleh 

produk optimal  Pendapat lain menyatakan, 

 bioteknologi konvensional yaitu   bioteknologi yang memakai  

 mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk dan  jasa 

Dari defi nisi ini , dapat dikatakan bahwa 

 Bioteknologi konvensional yaitu   bioteknologi yang mengandalkan 

 jasa dari  mikrobia untuk menghasilkan produk baru lain melalui 

 proses  fermentasi untuk pemenuhan kebutuhan  manusia. Sebagai 

contoh, nenek moyang kita juga mengambil keuntungan dari 

 mikroorganisme dan digunakan  fermentasi untuk membuat  tempe, 

tapai, kecap,  keju, yogurt. Selama  proses  fermentasi, keturunan 

(strains) dari  yeast ( Saccharomyces cerevisiae) melakukan dekom -

posisi  gula untuk mendapatkan  energi, dan  proses ini  meng-

hasilkan  etanol. Uraian lebih rinci dibahas pada  bioteknologi 

 fermentasi (Bab 2).

 Bioteknologi modern yaitu  pemakaian   teknologi dengan 

memanipulasi  DNA dan kode  genetik  makhluk  hidup  Bioteknologi modern berkembang pesat sesudah  

 genetika  molekuler berkembang dengan baik 

 Bioteknologi bertumpu pada  teknik molelular, sehingga aspek- aspek 

yang diakukan dapat dilaksanakan dengan  efi sien di semua bidang 

ilmu  biologi (Amin, 2015). Sebagai contoh produk  Bioteknologi 

modern yaitu   protein yang dibuat melalui  kloning  gen (gene 

cloning) yang disebut  recombinant  DNA (Thieman & Palladino, 

2013).  Bioteknologi modern dilakukan melalui pemanfaatan 

 keterampilan  manusia dalam melakukan manipulasi  makhluk  hidup 

agar dapat digunakan untuk menghasilkan produk sesuai yang 

diinginkan  manusia. Perkembangan ini memungkinkan bagi kita 

untuk mengidentifi kasi, mengisolasi, mengalihkan, dan mengguna-

kan  gen- gen spesifi k yang mengendalikan sifat-sifat individu 

pada suatu  organisme. Sebagai contoh di bidang  pertanian, terjadi 

kemampuan yang meningkat untuk memperbaiki dan mengendalikan 

sifat  tanaman, pohon,  hewan, ikan, dan  mikroorganisme yang 

membantu perbaikan  genetik melalui  teknik  rekayasa  genetik.

Teknologi  DNA rekombinan merupakan penyebab utama 

ketenaran  bioteknologi   DNA rekombinan merupakan 

 teknik untuk menghasilkan  molekul  DNA yang berisi  gen baru 

yang diinginkan atau kombinasi  gen- gen baru atau dapat dikatakan 

sebagai manipulasi  organisme. Biologi modern berkembang pesat 

sesudah   genetika  molekuler berkembang dengan baik. Dimulai 

dengan pemahaman tentang struktur  DNA pada tahun 1960an dan 

hingga berkembangnya berbagai  teknik  molekuler telah menjadikan 

pemahaman tentang  gen menjadi semakin baik. Gen atau yang 

sering dikenal dengan istilah  DNA, merupakan materi  genetik yang 

bertanggung jawab terhadap semua sifat yang dimiliki oleh  makhluk 

 hidup , Beberapa contoh produk  Bioteknologi dari 

hasil  rekayasa  genetik, antara lain nya dapat dilihat pada Tabel 1.2 

sebagai berikut.

Tabel 1.2 Contoh Produk  Bioteknologi Modern

Produk Kegunaan

 Insulin Mengobati  diabetes.

 Interferon Mengobati  kanker dan infeksi  virus.

 Interleukin

Merangsang  produksi antibodi pada pasien 

dengan gangguan sistem kekebalan  tubuh.

Antibodi 

monoklonal

Mengobati  kanker dan merangsang  produksi 

antibodi.

Jaringan activator 

plasminogen

Mendiagnosis dan mengobati  penyakit 

arthritis dan  kanker.


C.  Bioteknologi sebagai Pengetahuan Multidisiplin

Sejak penemuan  DNA,  genetika  molekuler dan  bioteknologi 

telah mengalami revolusi dalam kegiatan  riset atau penelitian 

dan  aplikasi dalam  teknik- teknik yang digunakan 

 Bioteknologi secara luas sebagai pengetahuan  multidisiplin, mulai 

dari  modifi kasi dan pemakaian  sistem  biologis untuk menciptakan 

produk baru di salah satu ujung  spektrum, untuk  aplikasi  teknologi 

menuju pemecahan masalah  biologis di sisi lain 

Salah satunya, para peneliti dapat memakai   DNA penanda 

untuk mengikuti ciri individu yang menghuni pada  lingkungan yang 

berbeda, peningkatan pemahaman kita terhadap konstitusi  genetik 

dalam populasi,  keanekaragaman, dan  evolusi dari materi  genetik 

itu sendiri 

Bahasan  rekayasa  genetika atau  bioenggineering bertumpu 

pada  teknik  molekuler, sehingga aspek-aspek yang dilakukan dapat 

dilaksanakan dengan  efi sien di semua bidang ilmu  biologi. Menjadi 

suatu keharusan bila  ilmuwan baik di Fisika, Kimia maupun Ilmu 

Pengetahuan Alam (IPA) mengembangkan pendekatan  molekuler 

ini sebab  suatu tuntutan. Selain pusat-pusat informasi yang ada 

di dunia maya hampir semuanya dengan pendekatan  molekuler, 

pendekatan ini menjadi salah satu solusi hampir di semua bidang yang 

menyangkut  kehidupan warga , bidang  peternakan,  pertanian, 

 kedokteran,  farmasi,  forensik  Visualisasi bagaimana 

ilmu  dasar dapat difasilitasi dan dijembatani oleh  bioinformatika 

untuk menjadi  dasar  aplikasi kemanfaatan yang lebih luas disajikan 

pada Gambar 1.2 .


Hubungan antara 

ilmu  dasar,  bioinformatika, 

dan penerapan ilmu dapat 

dije las kan sebagaimana 

con toh berikut ini: pada 

ting kat ilmu  dasar (basic 

science),  ilmuwan melaku-

kan penelitian dalam wila-

yah kajian  mikrobiologi 

untuk menemukan  gen atau 

produk  gen pada  bakteri 

sebagai agen penyebab 

 penyakit. Guna mengetahui 

lebih mendalam masing-

masing  gen diperlukan 

keter libatan kajian dari 

bidang  biokimia,  biologi 

 molekuler dan  genetika. Proses ini juga melibatkan pemakaian  

ilmu  komputer untuk mempelajari urutan  gen (sekuens  gen) dan juga 

untuk menganalisis struktur  protein yang dihasilkan oleh  gen ini. 

Penerapan ilmu  komputer untuk mempelajari  data- data  DNA dan 

 protein telah melahirkan berkembangnya ilmu baru yang dikenal 

sebagai  bioinformatika. Selanjutnya, hasil penelitian  dasar yang 

telah menyediakan dan memberikan pemahaman yang detail  gen 

ini , maka  gen ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, 

misalnya untuk pengembangan obat-obatan,  bioteknologi  pertanian, 

 aplikasi dalam bidang  lingkungan dan sebagainya 

Gambar 1.2: Pohon Ragam Keilmuan 

 Bioteknologi dan Aplikasinyta

D. Rekayasa Genetik

Penggabungan antara  teknologi  DNA rekombinan dengan 

 bioteknologi melahirkan suatu bidang studi yang sangat dinamis dan 

kompetitif yang disebut  bioteknologi  molekuler (Ahmad, 2014). 

Secara defi nisi  rekayasa  genetik atau rekombinan  DNA merupakan 

kumpulan  teknik- teknik eksperimental yang memungkinkan 

peneliti untuk mengisolasi, mengidentifi kasi, dan melipatgandakan 

suatu fragmen dari materi  genetika ( DNA) dalam bentuk murninya 

(Sutarno, 2016). Oleh sebab  itu, penelitian-penelitian secara terus 

menerus dilakukan dalam rangka menemukan cara baru untuk 

memakai   molekul- molekul ini untuk  kesejahteraan  manusia.

Teknologi Rekayasa Genetik merupakan contoh  bioteknologi 

modern dengan  teknik  DNA rekombinan  Dengan 

kemajuan  bioteknologi telah memungkinkan para  ilmuwan 

untuk mengeplorasi keragaman  genetik dunia 

Dengan penemuan  DNA,  genetika molekular dan  bioteknologi 

telah mengalami revolusi di dalam kegiatan  riset (penelitian) dan 

 aplikasi dalam  teknik- teknik yang digunakan (Mohamad Amin, 

2015) sebagai upaya perbaikan dan mempertahankan kualitas dan 

kuantitas dari suatu produk  bioteknologi. 

Suatu metode yang sama sekali baru dikembangkan 

memungkinkan terjadinya pengamatan atau  eksperimen yang 

sebelumnya tidak mungkin dilakukan akhirnya dapat berhasil 

dirancang dan dilaksanakan. Menurut (Ahmad, 2014) sejak 

ditemukannya  enzim restriksi ( enzim yang dapat memotong  DNA 

pada urutan yang spesifi k) dan ditemukannya enzim ligase ( enzim yang 

dapat menyambungkan potongan  DNA), maka  DNA dari  organisme 

apa saja dapat diisolasi, dipotong-potong, disambungkan kembali 

dan dipindahkan ke  organisme lain. Proses mengkombinasikan 

beberapa  DNA dan memperbanyak  DNA rekombinan ini  di 

dalam sel disebut  kloning. Proses memasukkan  DNA ke dalam sel 

disebut transformasi dan sel yang dihasilkan disebut transforman. 

Agar suatu  DNA dapat diperbanyak di dalam sel, maka  DNA ini  

harus disisipkan ke dalam suatu  plasmid (berfungsi sebagai vektor 

atau pembawa) yang dapat bereplikasi di dalam sel. Kumpulan 

sel-sel yang mengandung  plasmid rekombinan yang sama disebut 

sebagai suatu klon.

1. Keunggulan Rekayasa Genetik

Rekayasa  genetik berdampak pada upaya perbaikan, keamanan 

produk, dan pemecahan teknis dalam penyebarluasan pemakaian 

obat dengan bahan  baku yang terbatas (Ahmad, 2014). Beberapa 

keunggulan  rekayasa  genetik antara lain, Pertama Pemuliaan 

 tanaman dapat dilakukan melalui  modifi kasi  genetik untuk meng-

hasil kan  tanaman yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan 

(Arief, 2012), misalnya  tanaman yang tahan terhadap  penyakit, tahan 

perubahan  lingkungan, dan hasilnya maksimal. Kedua, pemindahkan 

materi  genetik dari sumber yang sangat beragam dapat dilakukan 

dengan ketepatan tinggi dan terkontrol dalam waktu yang lebih 

singkat (Sutarno, 2016). Melalui  proses  rekayasa  genetik ini, telah 

berhasil dikembangkan berbagai  organisme maupun produk yang 

menguntungkan bagi  kehidupan  manusia. Ada beberapa hal yang 

perlu diketengahkan berkait dengan  teknologi  rekayasa  genetik ini, 

yaitu  rekayasa  genetik juga berpengaruh pada bidang immunologi, 

terutama dalam pembuatan antibodi monoklonal,  teknologi 


 fermentasi,  teknologi pengolahan limbah, dan bioelektrokimia, 

 teknologi eksplorasi bahan tambang.

2. Teknik Dasar Rekayasa Genetik

Beberapa  teknik yang 

sering digunakan dalam 

 teknik  rekayasa  gene-

tik meliputi (1) peng gu-

naan vektor, (2)  kloning, 

(3) polymerase chain 

reaction (PCR), (4) seleksi, 

screening, dan (5)  analisis 

re ko mbinan (Sutarno, 

2016).

Metode-metode ini 

disebut  teknologi  DNA 

rekom binan atau  rekayasa 

 genetik yang inti proses-

nya yaitu   kloning  gen 

dan hal ini telah melahir-

kan jaman kebe saran 

 gene tika 

Ber kem bangnya  teknologi  molekuler maka berkembang pula 

 teknik- teknik untuk memanipulasi muncul  teknik  rekayasa  genetik 

(genetic engineering). 

Adapun langkah-langkah dari  rekombinasi  genetik meliputi 

(1) identifi kasi  gen yang diharapkan; (2) pengenalan kode  DNA 

Gambar 1.3 Proses  teknologi  DNA 

rekombinan.

terhadap  gen yang diharapkan; (3) pengaturan ekpresi  gen yang 

sudah direkayasa; dan (4) pemantauan transmisi  gen terhadap 

keturunannya.

3. Manfaat dari Metode Rekayasa Genetik 

Biologi  molekuler memiliki peran yang sangat penting, tidak 

hanya sekedar menjawab pertanyaan ilmiah  dasar, namun  juga 

aplikasinya dalam mengatasi masalah yang dapat mempengaruhi 

perikehidupan  manusia 

Beberapa manfaat yang didapatkan dari metode  rekayasa  genetika, 

di antaranya:(1) mengurangi biaya dan meningkatkan penyediaan 

sejumlah bahan yang sekarang digunakan di dalam pengobatan, 

 pertanian, dan  industri; (2) menggembangkan  tanaman atau  hewan 

yang bersifat  unggul; (3) menukar  gen dari satu  organisme kepada 

organisms lainnya sesuai dengan keinginan  manusia, menginduksi 

sel untuk membuat bahan-bahan yang sebelumnya tidak pernah 

dibuat 

E. Tantangan  Bioteknologi dalam Abad 21

Abad ini dikenal sebagai  abad globalisasi dan  abad  teknologi 

informasi. Perubahan yang sangat cepat dan dramatis dalam bidang 

ini merupakan  fakta dalam  kehidupan peserta didik di semua jenjang 

pendidikan.  Bioteknologi telah banyak diterapkan dalam berbagai 

produk sepanjang  abad ke-21 Terkait kepentingan pribadi, sosial,  ekonomi dan  lingkungan, 

peserta didik perlu dibekali dengan kompetensi yang memadai agar 

menjadi peserta aktif dalam warga  (Amin, 2015).

1

Banyak masalah dan tantangan untuk diselesaikan dengan 

memakai   bioteknologi, misalnya bagaimana menyembuhkan 

 penyakit yang mengancam  kehidupan  manusia. Dengan demikian 

kemampuan untuk lebih memahami  proses  biologi dan merancang 

solusi permasalahan warga  dengan memakai   bioteknologi 

Sejalan dengan pendapat, ketergan-

tungan kita makin terasa kepada negara-negara yang telah maju (misal 

USA, UK, Japan) saat kita–para ahli  bioteknologi biomolekuler 

dalam melakukan  riset (Mohamad  Amin, 2015). Peralatan, zat 

reagen, software pendukung  analisis semua hampir tergantung 

kepada mereka. Mengapa mereka bisa seperti itu? Lagi-lagi sistem 

dan mereka memiliki prediksi jauh ke depan tentang  bisnis yang 

menggiurkan untuk  abad 21 yaitu  bisnis dalam bidang  bioteknologi.

warga   berbasis pengetahuan ini ,  unggulan yang 

diandalkan anggotanya yaitu  kemampuan  akal, yaitu daya 

penalaran yang merupakan perpaduan antara apa yang diketahui 

tentang kebenaran yang berasaskan ilmu pengetahuan, informasi-

informasi yang relevan dan pengalaman-pengalaman kebenaran 

lain yang didapatnya. Daya penalaran untuk menghasilkan ide-ide 

baru,  inovasi–baik untuk  jasa maupun produk dan kemampuan 

merealisasikannya akan menjadi  basis dari pertumbuhan  ekonomi 

dan kemakmuran  kehidupan warga nya. Kemampuan 

menghasilkan, menghimpun, mendiseminasikan, dan memanfaatkan 

ilmu pengetahuan untuk melakukan  inovasi berdasar ide-ide baru 

merupakan  basis dari terciptanya  unggulan- unggulan baru baik 

secara  comparative maupun  competitive . Di dalam 

 abad 21 peran ilmu pengetahuan (scientifi c knowledge) menjadi 

semakin  dominan dalam berwarga   global. warga  yang 

perikehidupannya bertumpu pada ilmu pengetahuan (knowledge-

based society) yang perekonomiannya semakin menuju ke  ekonomi 

 berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) melalui kegiatan 

 industri  jasa maupun  produksi yang  berbasis pengetahuan.

Perkembangan pesat  teknik  informatika (TI) dengan adanya 

internet,  basis  data di  awan (cloud), dan  gawai  cerdas (smart gadget) 

mengharuskan pengelolaan  data yang sangat besar atau ‘big  data’ 

dikelola dengan pendekatan dan metode yang tepat juga (Aditya, 

2018). Pengembangan kemampuan peserta didik dalam bidang  sains 

merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kemampuan 

dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dan memasuki dunia 

 teknologi, termasuk  teknologi informasi  Salah satu 

metode yang dikembangkan yaitu  pendekatan pembelajaran 

mesin atau machine learning, yang memungkinkan prediksi fungsi 

dan struktur  asam  nukleat ataupun  protein dengan resolusi dan 

ketepatan sangat baik (Aditya, 2018). Teknik kekinian (up date) 

untuk mengungkap  proses alamiah (in vivo) yang selama begitu 

sulit diikuti sebab  pathway (jalan) yang hanya berlangsung singkat 

dalam hitungan sepersejuta  sekon atau  proses yang begitu rumit 

dengan jalur yang panjang, sekarang sudah terjawab dengan dibantu 

oleh berkembangnya  bionformatika. 

F.  Bioinformatika sebagai Tren Riset 

 Bioinformatika yaitu  ilmu yang mempelajari penerapan 

 teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi 

 biologi  Selain itu,  bioinformatika 

didefi nisikan sebagai ilmu gabungan antara  biologi  molekuler 

dan  teknik  informatika (Aditya, 2018). Sebagai bagian penelitian, 

 bioinformatika juga didefi nisikan sebagai manipulasi dan  analisis 

bervariasi yang dilakukan oleh para peneliti  berbasis laboratorium 

pada set  data  biologis yang masif berada di ribuan  basis  data  berbasis 

internet, di mana masing-masing kumpulan  data yang berbeda ini  

memiliki  tujuan yang spesifi k (Crawford, 2018). Defi nisi sejenis 

menyatakan,  bioinformatika, merupakan ilmu  berbasis multidisipliner 

yang menggabungkan pendekatan  biologi  molekuler dan  teknik 

 informatika, dapat digunakan dalam manajemen informasi . Terkait dengan hal ini, seyogyanya semua 

yang terlibat di dalam perkembangan ilmu  biologi memanfaatkan 

 bioinformatika untuk pengembangan ilmu sebab dapat menjembatani 

ilmu  dasar menjadi ilmu yang teraplikasi di dalam  kehidupan, dan 

hasil penelitian ilmu  dasar tidak senantiasa terus di awang-awang.

Saat ini,  bioinformatika sebagai  disiplin ilmu yang sedang 

berkembang (Amin, 2015).  Bioinformatika menjadi faktor intrinsik 

bagi penelitian ilmu  kehidupan, namun  dalam beberapa  dekade terakhir 

menjadi bidang keahlian yang  esensial . Spesialisasi bioinformatik merupakan 

bidang penelitian  interdisipliner yang didorong oleh adanya Proyek 

Genom Manusia atau Human Genome Project .  Bioinformatika dapat juga untuk digunakan 

dalam manajemen informasi di bidang penyimpanan  data in silico 

dari kegiatan  eksperimen  biologi  molekuler 

 Bioinformatika juga sangat membantu  analisis bahan alam yang 

bermanfaat untuk  kesehatan dan  kesejahteraan  manusia,

Saat ini, berkembangnya ilmu  bioinformatika merupakan salah 

satu  konsekuensi banyaknya  data  eksperimen laboratorium para 

peneliti  biologi  molekuler  Bioinformatika,  basis 

 data  biologis, dan pemakaian   komputer di seluruh dunia telah 

mempercepat penelitian  biologi di banyak bidang, seperti  biologi 

evolusioner . Saat ini National Center for 

Biotechnology Information (NCBI), merupakan salah satu  basis  data 

 genom berbagai  organisme yang sudah dapat diakses secara daring 

pada situs internet: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/genome/.

 Bioinformatika juga sangat membantu  analisis bahan alam 

yang bermanfaat untuk  kesehatan dan  kesejahteraan  manusia. NCBI 

ini juga dapat digunakan mendapatkan informasi tentang  senyawa 

melalui PubChem (https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/) yang 

divisualisakan pada Gambar 1.4 dan 1.5 sebagai berikut.

Gambar 1.4 Web NCBI Gambar 1.5 Web pubchem

Kecepatan dan ketepatan dalam penelitian  biologi  molekuler 

dapat didukung oleh keberadaan sistem  basis  data  bioinformatika 

secara daring. Diprediksi, tren penelitian  berbasis  bioinformatika 

diperkirakan akan meningkat di Indonesia 

Sejalan dengan pandangan ini , kunci keberhasilan dalam peri 

 kehidupan warga   global  berbasis pengetahuan yang semakin 

kompetitif yaitu : (1)  kecepatan (speed) dalam menanggapi 

 dinamika dan perubahan keperluan warga  yang semakin cepat, 

(2)  fl eksibilitas (customization) dalam memenuhi selera warga  

yang semakin bervariasi, dan (3)  kepercayaan (trust) sebagai anggota 

warga   global yang berwatak  unggul 

G. Biomatematika sebagai Teknik Analisis

Biomatematika (biomathematics) yaitu  sebuah  disiplin yang 

mengkuantifi kasi kejadian  biologis memakai  alat matematika 

Biomatematika,  aplikasi matematika di bidang 

 biologi, saat ini tengah menjadi  fokus dari dunia  sains modern . Biomatematika terkait dengan dan mungkin menjadi bagian 

dari  disiplin lain termasuk  bioinformatika, biofi sika,  bioteknologi, 

dan  biologi komputasi, sebab   disiplin ini termasuk pemakaian  alat 

matematika dalam studi  biologi . Para ahli  biologi 

telah memakai  cara berbeda untuk menjelaskan fungsi-fungsi 

 biologis, sering memakai  kata-kata atau  gambar.

Biomatematika yaitu  bidang yang menerapkan  teknik mate-

matika untuk menganalisis dan memodelkan fenomena  biologis 

. Inti dari  biomatematika sendiri yaitu  me ng -

gunakan matematika sebagai alat bantu dalam  aplikasi  biologi. 

Misalnya pada bidang epidemi, matematika digunakan untuk 

melakukan pemodelan penyebaran suatu  penyakit 

Bioma tematika digunakan dalam berbagai  aplikasi mulai dari 

obat hingga  pertanian. sebab   teknologi baru mengarah pada 

pening katan jumlah  data  biologis yang tersedia, biomathematics 

akan menjadi  disiplin yang semakin dibutuhkan untuk membantu 

menganalisis dan memanfaatkan  data secara  efektif, Oleh sebab  itu, pembuatan model membutuhkan  ilmuwan 

untuk membuat beberapa asumsi untuk menyederhanakan  proses. 

H.  Bioteknologi dan Dunia Kerja

Modal intelektual (intellectual capital) didefi nisikan sebagai 

aset berwujud dari karyawan, seperti  keterampilan, pengetahuan 

dan pengalaman yang merupakan kunci utama untuk sukses dalam 

pengetahuan  berbasis  ekonomi berdasar  visualisasi 

Gambar 1.6. tentang sumberdaya kunci terkait dengan  era  ekonomi 

pada saat warga  kita bertani  tradisional (< 1880), maka sumber 

daya alam menjadi tumpuan untuk pengembangan keperluan 

hidupnya. Selanjutnya, didirikanlah pabrik untuk skala  industri di 

 abad  industri (1880-1955).  Era informasi (1995-2000) ditandai dengan 

perkembangan  teknologi semua bidang terutama  teknologi informasi 

dan  komputer. Lebih lanjut, agar  manusia bisa menghadapi  kompetisi 

 global, maka diperlukan kecerdasan berupa “intelectual capital” yang 

telah dimulai sesudah   era informasi tercapai (> ±1995-2000).

Gambar 1.6 Sumber Daya Utama menurut  Era Ekonomi

Di dalam  abad 21 peran ilmu pengetahuan (scientifi c knowledge) 

menjadi semakin  dominan dalam berwarga   global  Hal ini memicu perkembangan  teknologi yang begitu 

pesat mendorong kinerja penelitian menjadi lebih cepat pula   warga  yang perikehidupannya bertumpu pada ilmu 

pengetahuan dikenal sebagai “warga   berbasis pengetahuan” 

(knowledge-based society) yang perekonomiannya semakin menuju 

ke  ekonomi  berbasis pengetahuan (knowledge-based economy), 

yaitu melalui kegiatan  industri  jasa maupun  produksi yang 

 berbasis pengetahuan (knowledge-based industry) 

Keberhasilan dalam mengembangkan  inovasi- inovasi dalam bidang 

 bioteknologi mengantar lahirnya  bioteknologi  industri. 

Beberapa produk yang ditawarkan yaitu  insulin untuk obat 

bagi penderita  diabetes. Inovasi  bioteknologi juga banyak menawar-

kan obat  biologis (seperti  enzim, antibodi, faktor pertumbuhan, 

 vaksin, dan  hormon) pada saat ini. Banyak perusahaan  bioteknologi 

mencari obat untuk  kanker yang merupakan penyebab utama kedua 

kematian, sesudah  jantung. Lebih dari 350 produk  bioteknologi 

yang saat ini sebagai obat  kanker,  diabetes, jantung,  penyakit 

alzheimer dan parkinson, arthritis, AIDS, dan  penyakit lainnya 

 Dengan demikian, prospek karir 

dalam bidang  bioteknologi menunjukkan kecenderungan yang 

sangat baik.  Bioteknologi menawarkan banyak pilihan pekerjaan, 

seperti teknisi laboratorium yang terlibat dalam penelitian  dasar dan 

pengembangan, pemrogram  komputer, direktur laboratorium, dan 

penjualan dan tenaga pemasaran. 


I. Penguatan STEM

Secara bentuk kelompok, buatlah akun bersama dan carilah 

referensi dengan memakai  database online (misalnya: 

 sciencedirect.com,  springer.com,  tandfonline.com,  researchgate.net, 

 elsevier.com, https://www.library.unisa.edu.au/ dan id.portalgaruda.

org, dll). sesudah  itu identifi kasilah Tipe Referensi antara lain nya: 

 buku, bab dari  buku, prosiding,  ensiklopedia, artikel dalam jurnal, 

artikel dalam majalah, artikel dalam koran,  paten, laporan, undang-

undang, tesis, halaman  web, siaran televisi,  fi lm, bukti pembayaran, 

 kasus (Mendeley),  blog,  gambar atau tabel,  kamus,  web,  paten, peta. 

Untuk memudahkan hasil kerjamu, masukkan pada managemen 

 reference ( mendeley, endnote, atau  zotero)


FERMENTASI

 Fermentasi yaitu   proses yang 

melibatkan  mikroba untuk 

menghasilkan produk  makanan 

dan  minuman termasuk  roti,  bir, 

 anggur,  sampanye, yogurt, dan 

 keju.


A. Pengertian  Bioteknologi  Fermentasi

 Fermentasi, dari kata Latin “fervere”, didefi nisikan oleh Louis 

Pasteur sebagai “La vie sans ‘ air” yang artinya  hidup tanpa udara 

 Fermentasi merupakan salah satu  proses penting 

yang berkontribusi pada kebutuhan nutrisi pada jutaan  manusia 

 Dari sudut pandang  biokimia,  fermentasi yaitu  

 proses ametabolik untuk menurunkan  energi dari  senyawa organik 

tanpa keterlibatan agen pengoksidasi eksogen 

Devinisi lain menyatakan  fermentasi yaitu   proses  mikroba yang 

penting yang menghasilkan produk  makanan dan  minuman termasuk 

 roti,  bir,  anggur,  sampanye, yogurt, dan  keju  Proses  fermentasi tidak mengkonsumsi  oksigen, maka 

ekstrapolasi oleh beberapa orang bahwa  fermentasi harus terjadi di 

 lingkungan yang bebas  oksigen (Godbey, 2014). Salah satu  aplikasi 

 mikroorganisme paling awal dalam  fermentasi yaitu  dalam  proses 

pembuatan  bir dan  anggur, yang melibatkan  khamir.  Fermentasi 

yaitu  penguraian metabolik  senyawa organik oleh  mikroorganisme 

yang menghasilkan  energi yang pada umumnya berlangsung dengan 

kondisi  anaerobik dan dengan pembebasan  gas (dalam KBBI). 

 Bioteknologi  fermentasi  fokus bahasannya yaitu  proses 

 fermentasi itu sendiri. Proses  fermentasi dilakukan oleh sel untuk 

mengekstrak  energi dari bahan awal seperti  glukosa  Banyak  mikroba yang  hidup pada keadaan  oksigen yang 

sedikit, seperti dalam usus  hewan,  air yang dalam, dalam  tanah. 

Mikroba seperti ini memperoleh  energi tanpa  oksigen ( anaerob). 

Proses ini yaitu   fermentasi.  Fermentasi mirip  glikolisis dalam hal 

pemakaian  melibatkan Nikotinamida Adenin Dinucleotida (NAD+) 

2

dalam menghasilkan NADH dan  asam piruvat. Dalam  respirasi 

 aerob,  oksigen diperlukan sebagai akseptor elektron dari NADH 

untuk membentuk  molekul  air. Dalam jalur  glikolisis, sesudah  

terbentuk  asam piruvat, maka akan membentuk ATP melalui daur 

 krebs 

B. Klasifi kasi dan Keunggulan  Fermentasi

 Fermentasi  makanan telah diklasifi kasikan dalam beberapa cara 

seperti (1)  minuman beralkohol yang difermentasi oleh  ragi; (2) cuka 

difermentasi dengan Acetobacter; (3)  susu yang difermentasi dengan 

lactobacilli; (4) acar/cuka yang difermentasi dengan lactobacilli; 

(5) ikan atau  daging yang difermentasi dengan lactobacilli; dan (6) 

 protein nabati yang difermentasi dengan kapang dan  ragi  Beberapa keunggulan  proses  fermentasi, antara lain 

nya (1) dihasilkan  energi; (2) tidak memerlukan  oksigen; (3) Rasio 

NADH / NAD + tidak berubah oleh  proses; dan (4) Rasio  hidrogen 

terhadap karbon tidak berubah antara  reaktan dan produk 

C. Tipe-tipe  Fermentasi

Tipe-tipe  fermentasi yang paling umum yaitu  (1)  fermentasi 

 asam laktat, (2)  fermentasi  alkohol, (3)  fermentasi  ragi  roti, (4) 

 asam cuka, dan (5)  fermentasi alkali. Visualisasi tipe-tipe  fermentasi 

berdasar produk dan jenis  mikroorganisme digambarkan pada 

Gambar 2.2. 


Gambar 2.2: Tipe  Fermentasi


Gambar 2.3: Proses  Fermentasi 

Asam laktat.

 Fermentasi  asam laktat 

(lactic acid fermentation), 

saat   bakteri  asam laktat 

hadir dalam  substrat seperti 

 susu, akan memfermentasi 

 laktosa dalam  susu menjadi 

 asam laktat, menghasilkan 

 makanan  fermentasi asli yang 

disebut dadih. Makanan nabati 

dan campuran sayur / ikan / udang juga difermentasi oleh  bakteri 

 asam laktat, dan telah disajikan sebelumnya di seluruh dunia oleh 

 fermentasi  asam laktat. ). Dalam  fermentasi  asam 

laktat, elektron dari NADH mengubah  asam piruvat menjadi  etanol. 

NAD+ memperbarui elektron tergeser NADH dan diubah menjadi 

pyruvate untuk menjadi lactate atau ethanol sebagai tahap akhir dari 

 proses  fermentasi  Proses  fermentasi 

dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut ini.

 Fermentasi  alkohol 

(alco holic fermentations) 

yaitu  salah satu  proses ter-

penting dan tertua, yang 

me libat kan  produksi  etanol 

dan karbon dioksida. Proses 

ini meng hasilkan  produksi 

berbagai  minuman, seperti 

 anggur,  bir, dan  minuman 

keras.Pembuatan  bir dari 

 anggur, banyak  proses yang 

digunakan, manun tergantung 

pada  galur  khamir seperti Sacharomyces cerevisiae . Cara yang sering digunakan dalam  fermentasi  alkohol 

yaitu  mengubah  gula dari buah  anggur menjadi  alkohol dengan 

memanipulasi tingkat  fermentasi ). Hal 

ini dilakukan pembuat  anggur untuk mengontrol  kadar  alkohol agar 

aroma yang diinginkan tercapai 

 Fermentasi  ragi  roti (leavened bread fermentation) juga dibuat 

dari  ragi melalui  fermentasi  alkohol, dan  etanol merupakan produk 

samping atau produk minor dalam pembuatan  roti sebab  waktu 

 fermentasi yang relatif singkat. Karbon dioksida yang dihasilkan 

oleh  ragi meninggalkan  roti, menghasilkan kondisi  anaerob, 

dan memanggang menghasilkan permukaan kering yang tahan 

Gambar 2.4 Proses  Fermentasi 

Alkohol.

terhadap invasi oleh  mikroorganisme di  lingkungan . Biasanya,  ragi yang digunakan  proses  fermentasi adonan 

 gandum dan tepung  ragi dengan  ragi, umumnya memakai  

 Saccharomyces cerevisiae 

 Fermentasi cuka (vinegar fermentation) yaitu   fermentasi yang 

melibatkan  produksi  asam asetat yang menghasilkan  makanan atau 

bumbu yang umumnya dianggap aman, sebab   asam asetat bersifat 

bakteriostatik atau bakterisida, tergantung pada konsentrasi yang 

digunakan. saat  produk  fermentasi beralkohol tidak disimpan 

secara  anaerob,  bakteri yang termasuk dalam genus Acetobacter 

yang ada di  lingkungan mengoksidasi bagian  etanol menjadi  asam 

asetat atau cuka Cuka yaitu  bumbu yang 

dapat diterima yang digunakan dalam pengawetan dan pengawetan 

mentimun dan sayuran lainnya 

Makanan  fermentasi yang melibatkan  fermentasi basa (alkaline 

fermentation) umumnya dianggap aman.  Fermentasi basa yaitu  

 proses di mana pH  substrat meningkat hingga nilai basa setinggi 9 

sebab  hidrolisis enzimatik dari  protein dari bahan mentah menjadi 

peptida,  asam amino, dan amoniak atau sebab  perlakuan alkali 

selama  produksi 

D. Mikroorganisme dalam  Bioteknologi  Fermentasi

Mikroorganisme memiliki peran penting dalam menentukan 

karakteristik  makanan dan  minuman  etnis yang diproduksi  Banyak  mikroorganisme yang telah dimanfaatkan 

untuk produk  fermentasi (Tabel 2.1). Mikroorganisme yang 

digunakan dalam  fermentasi  pangan secara  tradisional pada 

umumnya merupakan kultur campuran yang diperoleh dari bahan 

 baku ataupun  lingkungan dan sering tidak teridentifi kasi. Industri-

 industri  fermentasi yang telah maju, mulai digunakan kultur  mikrobia 

hasil penelitian untuk menunjang penjaminan mutu produknya. 

Mikrobia yang sering digunakan dalam  fermentasi yaitu   bakteri, 

 khamir, dan  jamur.  Bakteri banyak digunakan dalam  fermentasi 

 pangan dalam bentuk cair, misalnya  bakteri untuk pembuatan  asam 

asetat dan  nata de coco. Namun ada pula  khamir pada medium 

 padat, misalnya pada  proses pembuatan  bir dan  wine, dan  tempe 

atau  produksi  jamur itu sendiri.

Tabel 2.1: Contoh Produk  Fermentasi dan Mikrobia yang 

Menghasilkannya

Jenis Mikrobia Produk Bahan Dasar

 Bakteri

Acetobacter xylinum

Acetobacter acetii 

Lactobacillus sp 

Nata de 

Coco

Asam asetat 

Asam laktat

Air  kelapa

Air  susu

Khamir

(Yeast)

 Saccharomyces cerevisiae

 Saccharomyces roxii

Hanseniaspora uvarum

 Tapai 

Kecap

Wine 

( alkohol)

Karbohidrat

Kedelai

Karbohidrat

Jamur

 Rhizopus oryzae

Neurospora sitophila

Monascus purpureus

Tempe

Oncom

Angkak 

Kedelai

Kedelai

Beras


1.  Bakteri

 Bakteri merupakan  mikrobia  uniseluler. Kecenderungan 

 bakteri tidak memiliki   khlorofi l. Ada beberapa yang fotosintetik 

dan reproduksi aseksualnya secara pembelahan.  Bakteri tersebar 


luas di alam, di dalam  tanah, di  atmosfer, di dalam endapan-endapan 

 lumpur, di dalam  lumpur laut, dalam  air, pada sumber  air  panas, 

di daerah antartika, dalam  tubuh  hewan,  manusia, dan  tanaman. 

Jumlah  bakteri tergantung keadaan sekitar. Misalnya, jumlah  bakteri 

di dalam  tanah tergantung jenis dan tingkat kesuburan  tanah. 

Ada berbagai macam  bakteri yang penting dalam  fermentasi, 

yang antara ain yaitu  sebagai berikut 

a. Acetobacter xylinum.  Bakteri ini digunakan dalam pembuatan 

 nata de coco.  Bakteri Acetobacter xylinum mampu mensintesis 

 selulosa dari  gula yang dikonsumsi. Nata yang dihasilkan 

berupa subtrat yang mengambang di permukaan. 

b. Acetobacter acetii.  Bakteri ini penting dalam  produksi  asam 

asetat, yang mengoksidasi  alkohol sehingga menjadi  asam 

asetat. Banyak ada  pada  ragi tapai, yang menyebabkan 

 Tapai yang melewati 2 hari  fermentasi akan berasa masam.

c. Bacillus sp. Mikrobia dari genus Bacillus ini merupakan 

 bakteri dengan kemampuan yang paling luas. Pada mulanya 

hanya digunakan untuk menghasilkan  enzim amilase. Namun 

perkembangan terkini berkembang untuk bioinsektisida yang 

diwakili oleh  Bacillus thuringiensis maupun untuk penanganan 

limbah seperti  Bacillus subtilis dan  Bacillus megaterium. 

Melalui  rekayasa  genetika, kini  bakteri ini juga digunakan 

untuk  produksi bahan  baku plastik ramah  lingkungan

d.   Bividobacterium sp.  Bakteri ini bersifat  anaerob dan digunakan 

sebagai  mikrobia  probiotik. Produk  probiotik dari  bakteri ini 

bisanya berbentuk  padat.

e. Lactobacillus sp.  Bakteri ini cukup  populer sebab  selain dapat 

digunakan dalam  produksi  asam laktat juga banyak berperan 

dalam  fermentasi  pangan seperti yogurt.

2. Khamir

 Molds ( khamir) yang memainkan peran paling penting dalam 

 fermentasi termasuk genera  Rhizopus milik keluarga  Mucoraceae, dari 

ordo  Mucorales, dalam subkelas  Zygomycota dari kelas Zygomycetes 

Umumnya digunakan untuk menyebut bentuk-

bentuk yang menyerupai  jamur dari kelompok Ascomycetes yang 

tidak berfi lamen namun   uniseluler dengan bentuk ovoid atau spheroid. 

Khamir ada yang bermanfaat dan ada pula yang membahayakan 

 manusia (Hidayat et al., 2006).  Molds ( khamir) yang memainkan 

peran paling penting dalam  fermentasi termasuk genera  Rhizopus 

milik keluarga  Mucoraceae, dari ordo  Mucorales, dalam subkelas 

 Zygomycota dari kelas Zygomycetes (Anggriawan, 2017).

  Fermentasi  khamir banyak digunakan dalam pembuatan  roti, 

 bir,  wine, dan sebagainya. Khamir yang tidak diinginkan yaitu  yang 

ada pada  makanan dan menyebabkan kerusakan pada saurkraut, 

juice buah, sirup, molase, madu, jelly,  daging, dan sebagainya. Ada 

berbagai  khamir yang memiliki fungsi penting dalam  fermentasi, di 

antaranya yaitu  sebagai berikut (Hidayat et al., 2006).

a. Saccharornyces cerevisiae, merupakan  khamir yang 

paling popular dalam pengolahan  makanan. Khamir ini telah lama 

digunakan dalam  industri  wine dan  bir. Dalam bidang  pangan, 

 khamir digunakan dalam pengembangan adonan  roti dan dikenal 

sebagai  ragi  roti. 

30 BIOTEKNOLOGI

b.  Saccharomyces roxii, yaitu   khamir yang digunakan dalam 

pembuatan kecap.  Bakteri  Saccharomyces roxii berkontribusi 

pada pembentukan aroma.

3. Jamur

Jamur telah digunakan sebagai bahan  makanan dan penyedap 

 makanan selama berabad- abad sebab  nilai  gizi dan obat mereka 

dan keragaman komponen  bioaktif mereka (Bao et al., 2013). 

Jamur merupakan  mikrobia multiseluler yang banyak dimanfaatkan 

 manusia dalam  fermentasi maupun budidaya. Dalam bidang 

 fermentasi umumnya yang digunakan yaitu   jamur berbentuk  hifa 

dan dikenal dengan sebutan  jamur. Contohnya pada pembuatan 

 tempe, angkak dan kecap. Sedang yang dibudidayakan untuk 

diambil badan buahnya dikenal sebagai cendawan, misalnya  jamur 

tiram,  jamur merang,  jamur kuping dan sebagainya. Ada beberapa 

jenis  jamur yang memiliki kedudukan penting dalam  fermentasi, 

antara lain sebagai berikut 

a.  Rhizopus oryzae. Jamur ini penting pada pembuatan  tempe. 

Aktivitas  jamur  Rhizopus menjadikan nutrisi pada  tempe 

siap dikonsumsi  manusia. Aktivitas  enzim yang dihasilkan 

menjadikan  protein terlarut meningkat. Produk  tempe kini juga 

telah dikembangkan menjadi produk isofl avon yang penting 

bagi  kesehatan.

b. Aspergillus niger. Jamur ini digunakan dalam pembuatan 

 asam sitrat. Asam sitrat merupakan salah satu  asam organik 

yang banyak digunakan dalam bidang  pangan, misalnya pada 

pembuatan  permen dan  minuman  kemasan. Jamur ini sering 

mengontaminasi  makanan, misalnya  roti tawar.

31BIOTEKNOLOGI

c. Neurospora sitophila. Jamur ini merupakan sumber beta 

karoten pada  fermentasi  tradisional. Produk  oncom yang 

dikenal di  Jawa Barat yaitu  hasil  fermentasi yang dilakukan 

oleh Neurospora sitophila. Produksi  spora untuk sumber beta 

karoten yang dapat disubstitusikan pada  makanan juga telah 

diteliti. Selain mampu memberikan asupan, beta karoten juga 

merupakan sumber  warna yang cukup menarik.

d. Penicillium sp. Jamur ini paling terkenal sebab  kemampuannya 

menghasilkan  antibiotika yang disebut  penisilin. Sejak pertama 

kali dikenal terus digunakan sampai sekarang. Jamur penghasil 

 anti biotika saat ini telah banyak diketahui sehingga ragam 

 antibiotik yang semakin banyak. Selain untuk pembuatan 

 antibiotika,  spesies yang lain juga digunakan dalam pembuatan 

 keju khusus.

E. Faktor yang Memengaruhi  Fermentasi

 Fermentasi yaitu  metode yang paling ekonomis untuk 

menghasilkan dan mengawetkan  makanan

Beberapa faktor yang memengaruhi  fermentasi yaitu  (1) batasan 

nutrisi; (2)  senyawa anti  mikrobia; (3) racun pembunuh; (4) suhu, 

pH,  oksigen dan dampak media kultur; dan (5) toleransi terhadap 

 etanol 

1. Batasan Nutrisi 

Dua  macronutrients seringkali tersirat dalam penyebab 

 fermentasi terjebak saat  hadir dalam jumlah kecil  nitrogen dan 

fosfat. Mikronutrien kurang vitamin dan mineral telah terbukti 

untuk membatasi  kecepatan  fermentasi. Kekurangan  tiamin 


dapat memperlambat  fermentasi. Konsentrasi  etanol yang tinggi 

menghambat translokasi  asam amino dan sumber  nitrogen lainnya, 

sehingga  nitrogen harus tersedia pada tahap pertama  fermentasi dan 

disimpan di dalam  vakuola untuk digunakan nanti Selain itu, penambahan  asam amino tertentu dapat 

meningkatkan kemampuan untuk cepat sintesis  protein terdegradasi 

sebagai transporter  glukosa 

2. Senyawa Antimikrobia 

Kebutuhan nutrisi  ragi selama  fermentasi dapat dipengaruhi 

oleh zat penghambatan yang hadir di media. Senyawa ini termasuk 

racun pembunuh, pengawet  kimia (terutama sulfi t) dan bahan  kimia 

 pertanian yang mengandung logam berat .Pengawet  kimia dapat memengaruhi aktivitas  mikroba yang 

menyebabkan kenaikan dalam fase laten 

3. Racun Pembunuh

Kegiatan pembunuh pertama kali dilaporkan pada  strain 

 Saccharomyces cerevisiae. Sejak itu, pembunuh karakteristik telah 

terdeteksi di genera  ragi lain seperti Pichia, Hansenula, Williopsis 

dan Kluyveromyces  Pembunuh 

strains  yeast menghasilkan  protein ekstraseluler atau glikoprotein 

(faktor pembunuh) yang membunuh  ragi sensitif lainnya 

4. Suhu, pH, Oksigen dan Dampak Media Kultur 

Pertumbuhan dari  ragi selain Saccharomyces tergantung pada 

kondisi  fermentasi seperti:suhu, konsentrasi  etanol, konsentrasi 

3

 substrat dan pH. Beberapa studi yang dilakukan di  anggur dan 

sari menunjukkan bahwa pertumbuhan  Kloeckera apiculata dan 

 Saccharomyces cerevisiae yaitu  hasil  fermentasi optimal pada 

suhu di bawah 20 °C. Hal ini memungkinkan  Kloeckera apiculata 

untuk menang bersama-sama dengan  Saccharomyces cerevisiae 

selama  fermentasi  Situasi ini dapat 

mengubah komposisi  kimia dari  anggur, sebab   senyawa aromatik 

tergantung terutama pada  ragi dan suhu  fermentasi 

5. Toleransi terhadap Etanol

Beberapa penelitian telah melaporkan peran membran plasmatik 

dalam toleransi  etanol dari  Saccharomyces cerevisiae. Toleransi 

yang tinggi untuk  etanol sehingga berkorelasi nyata dengan tingkat 

kejenuhan  asam lemak dan fl uiditas membran 

F. Peran Mikroorganisme dalam Proses  Fermentasi

Teknologi  fermentasi sebagian besar merupakan  teknologi 

yang memakai   mikroorganisme untuk  produksi  makanan dan 

 minuman seperti  keju, yogurt,  minuman  alkohol, cuka, acar, sosis, 

kecap, dan lain-lain. Terkait  teknologi  fermentasi,  mikroorganisme 

berperan dan produk yang dihasilkan disajikan sebagai berikut 


1. Metabolit  primer penting tertentu dalam skala yang lebih besar 

seperti gliserol,  asam asetat,  asam laktat, aseton, butanol dan 

butanadiol, serta berbagai  asam organik,  asam amino, vitamin, 

dan polisakarida. 

2. Metabolit  sekunder yang berguna (kelompok metabolit 

yang tidak memainkan peranan langsung dalam  kehidupan 

 mikroorganisme) seperti  penisilin, steptomisin, oksitetrasiklin, 

sefalosporin, giberelin, alkaloid dan aktinomisin.

3. Enzim dalam skala  industri, seperti  enzim interseluler-

invertase, asparaginase, dan  DNA  ligase.

G. Aplikasi Praktis  Bioteknologi  Fermentasi

 Fermentasi yaitu  salah satu  proses “ bioteknologi  pangan” 

tertua yang digunakan untuk menyiapkan  makanan dan  minuman 

yang dicatat dalam sejarah  manusia purba 

Indonesia memiliki beberapa  makanan  fermentasi  tradisional, dimana 

 proses pembuatannya sangat tergantung pada  mikroorganisme yang 

secara alami ada dalam bahan mentah dan di  lingkungan 

Indonesia memiliki  keanekaragaman besar  makanan dan  minuman 

yang difermentasi  etnis  Selain  tempe, ada 

banyak produk etnik  fermentasi terkenal di Indonesia, beberapa di 

antaranya yaitu   tempe, tapai,  alkohol, kecap, yoghurt, nata, dan 

 kombucha. Uraian lebih terperinci disajikan sebagai berikut.

1.  Fermentasi Tempe

Tempe yaitu   makanan  populer di Indonesia yang disiapkan 

dengan memfermentasi  kedelai (Anggriawan, 2017). Kata  tempe 

diperkirakan berasal di  Jawa Tengah, di Indonesia . Catatan sejarah mengungkapkan  tempe berasal dari 

bahasa  Jawa  kuno seperti yang disebutkan dalam Serat Centhini vol. 

3 (1814), menggambarkan  tempe sebagai menu kerajaan Sunan Giri 

yang disajikan di  Jawa selama  abad ke-17 

Gambar 2.5 Tempeh



Tempe yaitu   makanan  tradisional dari Indonesia yang 

dibuat dengan memfermentasi  kedelai dengan  jamur  Rhizopus 

spp ,Tempe yaitu   makanan  tradisional khas 

Indonesia yang sering dikonsumsi dan menjadi salah satu  makanan 

favorit ,Di antara ragam  makanan terfermentasi 

 jamur,  tempe dari  kedelai yang difermentasi mengandung nilai  gizi 

yang tinggi , Tempe biasanya diproduksi secara 

 tradisional dan diproduksi di  industri rumahan di Indonesia

Tempe bermanfaat, dibandingkan dengan  makanan sehat lainnya 

 Fermentasi dilakukan dengan menumbuhkan 

 jamur  Rhizopus oryzae dan  Rhizopus oligosporus pada biji  kedelai. 

Pada  proses pertumbuhan,  jamur akan menghasilkan benang-benang 

yang disebut dengan  hifa. Benang-benang itu mengakibatkan 

biji-bijian  kedelai saling terikat dan membentuk struktur yang 


kompak . Pengujian yang dilakukan meliputi 

pengamatan kekompakan,  tekstur, pH,  warna, dan  kandungan 

 protein dan  determinan  asam amino 

2.  Fermentasi  Tapai 

Salah satu contoh pro-

duk  pangan  bioteknologi 

kon ven sional yaitu  tapai. 

 Tapai biasanya singkong 

(Mani hot utillisima) atau 

ketan (Oryza sativa gluti-

nous) yang difermentasi 

dengan penambahan  starter 

cam puran kering yang 

disebut  ragi tapai yang 

secara alami mengandung 

 jamur berfi lamen,  ragi dan 

 bak teri  Tapai yaitu   makanan  fermentasi 

 tra di sional dari Indonesia dengan rasa  asam  manis  asam khas 

 Tapai dibuat 

dengan memanfaatkan  mikroorganisme yang ada pada  ragi. 

Mikroorganisme ini akan mengubah zat organik menjadi zat organik 

lain  Inokulum yang digunakan untuk  fermentasi  Tapai dinamai  ragi, 

didominasi oleh  ragi ( Saccharomyces cerevisiae),  jamur amilolitik, 

 bakteri  asam laktat dan  bakteri  asam asetat 

Proses pemberian  ragi atau pencampurannya, saat singkong tesebut 

sudah relatif dingin (suhu ruang).  Tapai sebagai produk  makanan 

Gambar 2.6   Tapai


cepat rusak sebab   fermentasi lanjut sesudah  kondisi optimum tercapai, 

sehingga harus segera dikonsumsi. Namun jika disimpan di tempat 

yang dingin akan dapat bertahan lebih lama. Proses  fermentasi dalam 

pembuatan  Tapai cenderung berlangsung dalam suasana mikroaerob. 

Artinya, memerlukan sedikit  oksigen. Oleh sebab  itu selama 

 proses  fermentasi, wadah harus ditutup untuk mencegah terjadinya 

kontaminasi.  Tapai yang terbentuk selanjutnya dapat diolah lebih 

lanjut menjadi beberapa macam produk olahan. Mulai dari digoreng, 

dikolak, campuran kue, dibuat tepung, sirup, brem, dan  anggur  Tapai.

3.  Fermentasi Alkohol

Pembuatan  minuman 

beral kohol merupakan  proses 

 fermentasi dengan ban tuan 

 jamur Aspergillus oryzae, 

Jamur Aspergillus oryzae 

akan menghasilkan  enzim 

amilase yang dapat mengu-

raikan amilum menjadi 

 glukosa atau  gula . Anggur mung-

kin merupakan produk 

 fermen tasi tertua yang dike-

tahui, dan jejak kunonya 

setidak nya 5000 bc   Bioteknologi  pangan juga 

banyak dimanfaatkan dalam pembuatan  minuman beralkohol. 

Selan jutnya,  gula akan difermentasikan lanjut menjadi  alkohol dan 

Gambar 2.7  Alkohol


 gas karbondioksida. Proses ini  kemudian akan menghasilkan 

 minuman beralkohol dengan cita rasa tertentu sesuai dengan bahan 

 baku yang digunakan  Lamanya  proses 

pembuatan  wine dengan memanfaatkan  Saccharomyces cerevisiae 

 fermentasi akan memengaruhi jumlah dan  kadar  alkohol yang 

dihasilkan. Proses  fermentasi, semakin tinggi  kandungan alkoholnya.

4.  Fermentasi Kecap

Kecap merupakan 

salah satu produk hasil 

 bioteknologi yang terbuat 

dari  kacang  kedelai 

Kecap yaitu  kecap Indo-

nesia dan biasanya dibuat 

secara  tradisional oleh 

produsen skala kecil, 

dengan sedikit atau tanpa 

 inovasi dalam  proses sejak  kuno  Kecap, yang 

disebut kecap di Indonesia yaitu  kecap jenis Cina, dipengaruhi 

oleh  gaya memasak  lokal Indonesia yang 

biasanya berasa  manis dan asin.

Salah satu  proses pembuatan kecap, diawali  kedelai difermen-

tasi dengan memakai   jamur Aspergillus wentii. Tahap 

selanjutnya  kedelai yang sudah difermentasikan, dikeringkan, dan 

direndam di dalam larutan garam. Pembuatan kecap dilakukan 

melalui  proses perendaman  kedelai dengan larutan garam, sehingga 

Gambar 2.8  Kecap


pembuatan kecap dinamakan  fermentasi garam. Jamur Aspergillus 

wentii merombak  protein menjadi  asam- asam amino, komponen 

rasa,  asam, dan aroma khas 

5.  Fermentasi  Yoghurt

Gambar 2.9   Yoghurt

 Yoghurt yaitu  salah satu jenis  susu  fermentasi yang dihasilkan 

oleh suatu  proses yang dikenal sebagai proto-cooperation atau difermentasikan dengan memakai  campuran 

 bakteri  starter culture  Bakteri ini akan 

mengubah  laktosa pada  susu menjadi  asam laktat . Secara khusus,  fermentasi dan interaksi antara Streptococcus 

salivarius (subsp. Thermophilus) dan  Lactobacillus delbrueckii. 

Kerjasama kedua jenis  bakteri ini (S. salivarius dan L. delbrueckii) 

akan merangsang pertumbuhan satu sama lain dan dengan mudah 

mengubah nutrisi.  Bakteri S. thermophilus menyediakan  asam format, 

 asam folat, dan  asam lemak, sementara aktivitas  proteolitik oleh L. 

delbrueckii menyediakan  asam amino 

Pembuatan yogurt, melibatkan campuran  bakteri seperti 

 Streptococcus thermophillus dan strains Lactobacillus (Lactobacillus 

delbruecktii dan  Lactobacillus bulgaricus). Dalam pembuatan 

yogurt ini , bahan-bahan ( susu,  mikroba, dan  gula) dicampuran 

untuk menghasilkan  asam laktat. Kemudian dapat ditambahkan buah 

dan perasa lain, sebelum didinginkan sampai pada suhu 4 0C—5 0C, 

untuk mencegah perubahan komposisi 

Cara lainnya, pada pembuatan Yogurt  air  susu dipasteurisasi pada 

suhu 73 0C selama 15 detik. Kemudian ditambahkan kultur  starter 

 bakteri.  Fermentasi pada suhu 40 0C selama 2,5 -3,5 jam sampai 

 susu menggumpal, dan  asam laktat dihasilkan.  Bakteri mengubah 

 gula  susu ( laktosa) pada kondisi anaerobic. Lactose diubah menjadi 

 asam laktat yang bersifat menggumpalkan casein ( protein  susu). 

Dihasilkan  krem yogurt tebal dengan rasa sedikit  asam  Proses penyimpanan yogurt, sebaiknya disimpan suhu 40C 

untuk mengurangi aktivitas  mikroba.

6.  Fermentasi Nata de Coco

Nata de Coco ( air  kelapa), Nata de Pina (nanas), Nata de Soya 

(limbah tahu).  Acetobater xylinum ditumbuhkan pada  substrat  gula 

yang diberi  air  kelapa dieramkan beberapa hari didapatkan  nata de 

coco. Yang kaya  serat dan baik untuk sumber  makanan berserat 

tinggi. Selulosa murni produk kegiatan  mikrobia Acetobacter 

xylinum: mengubah  gula menjadi  selulosa 

Gula pada  air  kelapa diubah 

menjadi  asam asetat dan benang-

benang  selulosa. Lama-kelamaan 

akan terbentuk suatu massa yang 

kokoh dan mencapai ketebalan be-

be rapa sentimeter. Dengan demi-

kian,  nata de coco dapat juga diang-

gap sebagai  selulosa  bakteri yang 

berbentuk  padat, berwarna putih, 

transparan, berasa  manis, bertekstur dan kenyal

7.  Fermentasi Kombucha

Kombucha yaitu   minuman 

yang kemungkinan berasal dari 

Manchuria yang diperoleh dari teh 

yang difermentasi oleh kon sorsium 

 mikroba yang terdiri dari beberapa 

 bakteri dan  ragi (Villarreal-Soto, 

Beaufort, Bouajila, Souchard, & 

Taillandier, 2018).  Minuman  tradisi-

onal hasil  fermentasi larutan teh dan  gula dengan memakai  

 starter  mikrobia  kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis 

 khamir) dan difermentasi selama 8 – 12 hari 

Kombucha yaitu   minuman  populer di antara banyak  makanan 

 fermentasi  tradisional 


H. Penguatan STEM

Lakukan penelitian di lapangan tentang  bioteknologi  fermen-

tasi, misalnya  fermentasi  tempe,  fermentasi tapai,  fermentasi 

 alkohol,  fe