bioteknologi 1

  



GLOSARIUM

 Antibiotik :  Senyawa yang dihasilkan oleh suatu 

mikrorganisme untuk menghambat pertumbuhan 

mikrorganisme lain

Antibodi  :  zat yg dibentuk dl darah untuk memusnahkan 

 bakteri  virus atau untuk melawan toksin yg 

dihasilkan oleh  bakteri

Asam amino :   asam organik yg mengandung paling sedikit satu 

gugusan amino (NH2) dan paling sedikit satu 

gugusan karboksil (COOH) atau turunannya, 

merupakan  molekul  dasar yg diikat satu sama lain 

melalui ikatan peptida dl pembentukan  molekul 

 protein yg lebih besar;

Asam  nukleat :   senyawa antara  gula pentosa,  asam fosfat, dan 

basa  nitrogen (ciri khas  makhluk  hidup)

Aseton  : zat cair tanpa  warna yg mudah terbakar dan 

memiliki  bau serta rasa yg khas (dipakai sbg 

pelarut dl  industri dan dl percobaan laboratorium); 

CH3COCH3

 Bakteri  :  makhluk  hidup terkecil bersel tunggal, ada  

di mana-mana, dapat berkembang biak dng 

 kecepatan luar biasa dng jalan membelah diri, ada 

yg berbahaya dan ada yg tidak, dapat menyebabkan 

peragian, pembusukan, dan  penyakit;

98 BIOTEKNOLOGI

Biokimia  :  senyawa  kimia dan  proses  kimia yg ada  dl sel 

atau  tubuh  makhluk  hidup

 Bioteknologi :  teknologi yg menyangkut jasad  hidup:--  rekayasa 

 genetik dan  biologi  molekul yg mendasarinya 

tidak cuma bergerak seputar  manusia

Bir  :  minuman mengandung  alkohol yg dibuat dng 

peragian lambat

Enzim  :  molekul  protein yg  kompleks yg dihasilkan oleh 

sel  hidup dan bekerja sbg katalisator dl berbagai 

 proses  kimia di dl  tubuh  makhluk  hidup

 Fermentasi : penguraian metabolik  senyawa organik oleh 

 mikroorganisme yg menghasilkan  energi yg pd 

umumnya berlangsung dng kondisi  anaerobik dan 

dng pembebasan  gas

Genetika : cabang  biologi yg menerangkan sifat turun-

temurun

Gliserol  : cairan kental tidak berwarna dan tidak berbau, 

rasanya  manis dapat bercampur dng  air dan 

 alkohol yg diperoleh dr lemak hewani atau nabati 

atau dr  fermentasi  glukosa, digunakan sbg bahan 

kosmetik, pengawet obat-obatan, pelembap buah-

buahan atau tembakau

Gula  : bahan pemanis biasanya berbentuk kristal (butir-

butir kecil) yg dibuat dr  air tebu, aren

Hama :  hewan yg mengganggu  produksi  pertanian spt 

babi hutan, tupai, tikus, dan terutama  serangga

Hepatitis  : radang hati

99BIOTEKNOLOGI

Hidroponik  : cara bercocok tanam tanpa memakai  

 tanah, biasanya dikerjakan dl kamar kaca dng 

memakai  medium  air yg berisi zat har

Industri  : kegiatan memproses atau mengolah  barang dng 

memakai  sarana dan peralatan, msl mesin;

 Insulin :  hormon yg dibentuk dl pankreas yg mengen-

dalikan  kadar  gula dl darah

Imobilisasi : pengubahan bentuk inorganik unsur hara menjadi 

bentuk organiknya sbg hasil asimilasi unsur tsb

  Interferon  : peristiwa terjadinya  proses rep-likasi jenis  virus 

tertentu pd sel atau jaringan, yg sebagian atau 

seluruhnya tercegah sbg akibat adanya interaksi 

antara sel atau jaringan itu dan  virus lainnya

Jamur  : j  tumbuhan yg tidak berdaun dan tidak berbuah, 

berkembang biak dng  spora, biasanya berbentuk 

payung, tumbuh di daerah berair atau lembap atau 

batang busuk; cendawan; kulat;

Kultur : pemeliharaan; pembudidayaan;

Kanker  :  penyakit yg disebabkan oleh ketidakteraturan 

perjalanan  hormon yg mengakibatkan tumbuhnya 

 daging pd jaringan  tubuh yg normal; tumor ganas

Karbohidrat  :  senyawa organik karbon,  hidrogen, dan  oksigen, 

terdiri atas satu  molekul  gula sederhana atau lebih 

yg merupakan bahan  makanan penting dan sumber 

tenaga (banyak ada  dl  tumbuhan dan  hewan)

Keju :bahan  makanan yg dibuat dr sari  air  susu melalui  proses 

peragian yg dikeraskan (dikentalkan)

100 BIOTEKNOLOGI

Kimia  : ilmu tt susunan, sifat, dan reaksi suatu unsur atau zat;

Limbah  : sisa  proses  produksi

Lipid : zat lemak yg tidak larut dl  air, namun  umumnya larut 

dl  alkohol dan eter dan yg memberi rasa lemah

Materi : bahan yg akan dipakai untuk membuat  barang lain;

Mikroba  :  organisme yg sangat kecil ukurannya sehingga 

untuk mengamatinya secara jelas diperlukan 

mikroskop

Mikroorganisme:  makhluk  hidup sederhana yg terbentuk dr satu 

atau beberapa sel yg hanya dapat dilihat dng 

mikroskop, berupa  tumbuhan atau  hewan yg 

biasanya  hidup secara parasit atau saprofi t, msl 

 bakteri, kapang, ameba

Minyak  : zat cair berlemak, biasanya kental, tidak larut 

dl  air, larut dl eter dan  alkohol, mudah terbakar, 

bergantung pd asalnya, dikelompokkan sbg minyak 

nabati, hewani, atau mineral dan bergantung pd 

sifatnya pd pemanasan dapat dikelompokkan sbg 

asiri atau tetap

Modern : sikap dan cara berpikir serta cara bertindak sesuai 

dng tuntutan zaman

Monomer  : kelompok kecil  molekul yg dapat dirangkaikan 

dan disebut polimer

Mikrobiologi : ilmu tt seluk-beluk mikrobe ( bakteri,  virus, 

protozoa, dsb) secara umum, baik yg bersifat 

parasit maupun yg penting bagi  industri,  pertanian, 

 kesehatan, dsb

101BIOTEKNOLOGI

Polimer : zat yg dihasilkan dng cara polimerisasi dr 

 molekul yg sangat banyak dng satuan struktur 

berantai panjang, baik lurus, bercabang, maupun 

menyilang yg berulang, msl plastik,  serat, karet, 

dan jaringan  tubuh  manusia;

Prinsip  : asas (kebenaran yg menjadi pokok  dasar berpikir, 

bertindak, dsb);  dasar;

Protein  : kelompok  senyawa organik bernitrogen yg rumit 

dng bobot  molekul tinggi yg sangat penting bagi 

 kehidupan; bahan organik yg susunannya sangat 

majemuk, yg terdiri atas beratus-ratus atau beribu-

ribu  asam amino, dan merupakan bahan utama 

pembentukan sel dan inti sel; zat putih telur

Riset : penyelidikan (Riset) suatu masalah secara 

bersistem, kritis, dan ilmiah untuk meningkatkan 

pengetahuan dan pengertian, mendapatkan  fakta 

baru, atau melakukan penafsiran yang lebih baik;

Sains : pengetahuan sistematis tt alam dan dunia fi sik, 

termasuk di dalamnya, botani, fi sika,  kimia, 

geologi, zoologi, dsb; ilmu pengetahuan alam;

Sake  : arak Jepang, dibuat dari beras yg beragi, biasanya 

disajikan  panas- panas;

Sistem : perangkat unsur yg secara teratur saling berkaitan 

sehingga membentuk suatu totalitas

Struktur  : disusun dengan pola tertentu

Substrat :  senyawa yg mengalami perubahan oleh hasil kerja 

 enzim; zat yang diubah oleh  enzim

102 BIOTEKNOLOGI

Plasmid :  DNA lain yang ingin dikembangkan di dalam 

 bakteri yang dapat digabung dan dilepaskan 

dengan  proses tertentu.

Rekayasa Genetik:Mengambil  gen dari suatu  organisme dan 

menyisisip-kan  gen ini  pada  organisme lain

Stabilisasi : usaha atau upaya membuat stabil; penstabilan

Tanah  : permukaan bumi atau lapisan bumi yg di atas 

sekali:

Teh  : pohon kecil, tumbuh di alam bebas, daunnya 

berbentuk jorong atau bulat telur, pucuknya 

dilayukan dan dikeringkan untuk dibuat  minuman 

(di pabrik dsb); Camellia sinensis;-

Teknologi : metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; 

ilmu pengetahuan terapan;

Tembaga  : logam yg berwarna kemerah-merahan sbg bahan 

 baku spt kawat, periuk, atau uang

Tembakau  :  tumbuhan berdaun lebar, daunnya diracik halus 

dan dikeringkan untuk bahan rokok, cerutu, dsb; 

Nicotiana tabacum;


“Dunia harus memanfaatkan potensi 

besar dari  bioteknologi untuk 

mengakhiri kelaparan” 

 Bioteknologi merupakan pemanfaatan 

 organisme untuk menghasilkan  barang 

atau  jasa yang bermanfaat sebagai 

upaya memecahkan permasalahan yang 

dihadapi umat  manusia di  abad 21 di 

antaranya melalui  rekayasa  genetika 

atau bioengineering. Dengan demikian 

penting dilakukan ekserimen atau  riset 

untuk mengatasi permasalahan  pangan 

dimana salah satunya di visualisasikan 

pada ambar 1.1.


A. Pengertian  Bioteknologi

 Bioteknologi telah digunakan untuk meningkatkan nutrisi dalam 

berbagai  makanan untuk mengatasi kekurangan  gizi di seluruh dunia .  Bioteknologi seringkali juga dikaitkan dengan 

penyelamatan  lingkungan, sumber  energi yang bersih, metode-

metode untuk membersihkan kontaminasi  lingkungan, begitu pula 

produk dan  proses yang berwawasan  lingkungan lebih menonjol 

dilakukan daripada sebelumnya. Namun tidak semua orang sepakat 

dengan defi nisi ini , beberapa pihak mencoba mengembangkan 

defi nisi sendiri-sendiri.

 Bioteknologi didefi nisikan sebagai pemakaian   organisme 

 hidup, atau zat yang diperoleh dari  organisme  hidup untuk 

menghasilkan produk atau  proses nilai ( jasa) untuk  manusia 

. Pendapat sejenis menyatakan,  Bioteknologi 

yaitu  penerapan  teknologi yang memakai  sistem-sistem hayati, 

 makhluk  hidup atau derivatifnya, untuk membuat atau memodifi kasi 

produk-produk atau  proses- proses untuk pemakaian  khusus  Sejalan dengan pandangan,  Bioteknologi yaitu  

 teknologi yang berdasar  pada  biologi , Ungkapan sejenis dinyatakan oleh Thieman & Palladino yang 

menyatakan  Bioteknologi yaitu  ilmu memakai   organisme 

 hidup atau produk  organisme  hidup untuk manfaat  manusia untuk 

membuat produk atau memecahkan masalah . Defi nisi lain,  bioteknologi ialah penerapan  teknologi 

yang memakai  sistem-sistem hayati,  makhluk  hidup atau 

derivatifnya, untuk membuat atau memodifi kasi produk-produk atau 

 proses- proses untuk pemakaian  khusus  Defi nisi 


lain, menurut menyatakan  bioteknologi merupakan 

penerapan asas-asas  sains dan  rekayasa untuk pengolahan suatu 

bahan dengan melibatkan aktivitas jasad  hidup untuk menghasilkan 

 barang dan atau  jasa. Selaras defi nisi ini , 

mendefi nisikan  bioteknologi sebagai bidang penerapan biosains 

dan  teknologi yang menyangkut penerapan praktis  organisme  hidup 

atau komponen pada  industri  jasa dan manufaktur serta pengelolaan 

 lingkungan. Merujuk dari beberapa defi nisi di atas,  Bioteknologi 

yaitu  pemakaian   organisme  hidup atau komponen subsellulernya 

untuk menghasilkan  barang dan  jasa ( proses nilai) yang berguna 

untuk  kesejahteraan  manusia.

 Bioteknologi mengalami perkembangan secara bertahap. 

Semenjak awal diterapkan atau disebut  era  bioteknologi nonmik-

robiol, di mana pada masa itu belum diketahui bahwa  makanan 

 fermentasi merupakan hasil kerja  makhluk  hidup.  Bioteknologi 

dimensi baru ( bioteknologi mikrobiol) dimulai sejak 1957 sesudah  

Louis Pasteur menemukan bahwa  fermentasi merupakan akibat 

kerja  mikroorganisme. Secara lebih rinci, garis waktu penemuan 

dan kemajuan ilmiah dalam  bioteknologi disajikan pada tabel 1.1

Tabel 1.1 Garis Waktu Penemuan dan Kemajuan Ilmiah dalam 

 Bioteknologi

Sebelum  Era Umum (SM)

7000 SM Orang Cina menemukan  fermentasi melalui pembuatan  bir.

6000 SM Yogurt dan  keju dibuat dengan  bakteri penghasil  asam laktat 

oleh berbagai orang.

4000 SM Orang Mesir memanggang  roti beragi memakai   ragi.

500 SM Dadih (moldy)  kedelai yang berjamur digunakan sebagai 

 antibiotik.

250 SM Orang Yunani mempraktikkan rotasi  tanaman untuk kesuburan 

 tanah maksimum.

4 BIOTEKNOLOGI

100 SM Orang Cina memakai  krisan (chrysanthemum) sebagai 

insektisida alami.

Sebelum Abad Ke 20

1663 Deskripsi rekaman pertama dari sel-sel yang sekarat oleh 

Robert Hooke.

1862 Louis Pasteur menemukan asal  bakteri  fermentasi.

1869 Friedrich Miescher mengidentifi kasi  DNA dalam  sperma ikan.

1878 Walther Flemming menemukan kromatin yang mengarah 

pada penemuan kromosom.

Abad ke-20 

1919 Károly Ereky (Hongaria), pertama kali memakai  kata 

 bioteknologi.

1950 Sintetis  Antibiotik pertama dibuat.

1983 Teknik Polymerase Chain Reaction (PCR).

2000 Penyelesaian Proyek Genom Manusia.

Abad ke-21

2001 Genomics Celera dan Human Genome Project menciptakan 

rancangan urutan  genom  manusia.

2002 Padi menjadi  tanaman pertama yang genomnya diterjemahkan.

2013 Para peneliti mempublikasikan hasil antarmuka otak  manusia-

ke- manusia pertama yang berhasil.

2017 Sel induk darah tumbuh di laboratorium untuk pertama 

kalinya.

2017 Komunikasi dua arah dalam antarmuka mesin otak dicapai 

untuk pertama kalinya.


B.  Bioteknologi Konvensional dan Modern

 Bioteknologi  tradisional atau  bioteknologi konvensional 

yaitu   bioteknologi yang memanfaatkan  mikrobia ( organisme) 

untuk memodifi kasi bahan dan dan  lingkungan untuk memperoleh 

produk optimal  Pendapat lain menyatakan, 

 bioteknologi konvensional yaitu   bioteknologi yang memakai  

 mikroorganisme sebagai alat untuk menghasilkan produk dan  jasa 

Dari defi nisi ini , dapat dikatakan bahwa 

 Bioteknologi konvensional yaitu   bioteknologi yang mengandalkan 

 jasa dari  mikrobia untuk menghasilkan produk baru lain melalui 

 proses  fermentasi untuk pemenuhan kebutuhan  manusia. Sebagai 

contoh, nenek moyang kita juga mengambil keuntungan dari 

 mikroorganisme dan digunakan  fermentasi untuk membuat  tempe, 

tapai, kecap,  keju, yogurt. Selama  proses  fermentasi, keturunan 

(strains) dari  yeast ( Saccharomyces cerevisiae) melakukan dekom -

posisi  gula untuk mendapatkan  energi, dan  proses ini  meng-

hasilkan  etanol. Uraian lebih rinci dibahas pada  bioteknologi 

 fermentasi (Bab 2).

 Bioteknologi modern yaitu  pemakaian   teknologi dengan 

memanipulasi  DNA dan kode  genetik  makhluk  hidup  Bioteknologi modern berkembang pesat sesudah  

 genetika  molekuler berkembang dengan baik 

 Bioteknologi bertumpu pada  teknik molelular, sehingga aspek- aspek 

yang diakukan dapat dilaksanakan dengan  efi sien di semua bidang 

ilmu  biologi (Amin, 2015). Sebagai contoh produk  Bioteknologi 

modern yaitu   protein yang dibuat melalui  kloning  gen (gene 

cloning) yang disebut  recombinant  DNA (Thieman & Palladino, 

2013).  Bioteknologi modern dilakukan melalui pemanfaatan 

 keterampilan  manusia dalam melakukan manipulasi  makhluk  hidup 

agar dapat digunakan untuk menghasilkan produk sesuai yang 

diinginkan  manusia. Perkembangan ini memungkinkan bagi kita 

untuk mengidentifi kasi, mengisolasi, mengalihkan, dan mengguna-

kan  gen- gen spesifi k yang mengendalikan sifat-sifat individu 

pada suatu  organisme. Sebagai contoh di bidang  pertanian, terjadi 

kemampuan yang meningkat untuk memperbaiki dan mengendalikan 

sifat  tanaman, pohon,  hewan, ikan, dan  mikroorganisme yang 

membantu perbaikan  genetik melalui  teknik  rekayasa  genetik.

Teknologi  DNA rekombinan merupakan penyebab utama 

ketenaran  bioteknologi   DNA rekombinan merupakan 

 teknik untuk menghasilkan  molekul  DNA yang berisi  gen baru 

yang diinginkan atau kombinasi  gen- gen baru atau dapat dikatakan 

sebagai manipulasi  organisme. Biologi modern berkembang pesat 

sesudah   genetika  molekuler berkembang dengan baik. Dimulai 

dengan pemahaman tentang struktur  DNA pada tahun 1960an dan 

hingga berkembangnya berbagai  teknik  molekuler telah menjadikan 

pemahaman tentang  gen menjadi semakin baik. Gen atau yang 

sering dikenal dengan istilah  DNA, merupakan materi  genetik yang 

bertanggung jawab terhadap semua sifat yang dimiliki oleh  makhluk 

 hidup , Beberapa contoh produk  Bioteknologi dari 

hasil  rekayasa  genetik, antara lain nya dapat dilihat pada Tabel 1.2 

sebagai berikut.

Tabel 1.2 Contoh Produk  Bioteknologi Modern

Produk Kegunaan

 Insulin Mengobati  diabetes.

 Interferon Mengobati  kanker dan infeksi  virus.

 Interleukin

Merangsang  produksi antibodi pada pasien 

dengan gangguan sistem kekebalan  tubuh.

Antibodi 

monoklonal

Mengobati  kanker dan merangsang  produksi 

antibodi.

Jaringan activator 

plasminogen

Mendiagnosis dan mengobati  penyakit 

arthritis dan  kanker.


C.  Bioteknologi sebagai Pengetahuan Multidisiplin

Sejak penemuan  DNA,  genetika  molekuler dan  bioteknologi 

telah mengalami revolusi dalam kegiatan  riset atau penelitian 

dan  aplikasi dalam  teknik- teknik yang digunakan 

 Bioteknologi secara luas sebagai pengetahuan  multidisiplin, mulai 

dari  modifi kasi dan pemakaian  sistem  biologis untuk menciptakan 

produk baru di salah satu ujung  spektrum, untuk  aplikasi  teknologi 

menuju pemecahan masalah  biologis di sisi lain 

Salah satunya, para peneliti dapat memakai   DNA penanda 

untuk mengikuti ciri individu yang menghuni pada  lingkungan yang 

berbeda, peningkatan pemahaman kita terhadap konstitusi  genetik 

dalam populasi,  keanekaragaman, dan  evolusi dari materi  genetik 

itu sendiri 

Bahasan  rekayasa  genetika atau  bioenggineering bertumpu 

pada  teknik  molekuler, sehingga aspek-aspek yang dilakukan dapat 

dilaksanakan dengan  efi sien di semua bidang ilmu  biologi. Menjadi 

suatu keharusan bila  ilmuwan baik di Fisika, Kimia maupun Ilmu 

Pengetahuan Alam (IPA) mengembangkan pendekatan  molekuler 

ini sebab  suatu tuntutan. Selain pusat-pusat informasi yang ada 

di dunia maya hampir semuanya dengan pendekatan  molekuler, 

pendekatan ini menjadi salah satu solusi hampir di semua bidang yang 

menyangkut  kehidupan warga , bidang  peternakan,  pertanian, 

 kedokteran,  farmasi,  forensik  Visualisasi bagaimana 

ilmu  dasar dapat difasilitasi dan dijembatani oleh  bioinformatika 

untuk menjadi  dasar  aplikasi kemanfaatan yang lebih luas disajikan 

pada Gambar 1.2 .


Hubungan antara 

ilmu  dasar,  bioinformatika, 

dan penerapan ilmu dapat 

dije las kan sebagaimana 

con toh berikut ini: pada 

ting kat ilmu  dasar (basic 

science),  ilmuwan melaku-

kan penelitian dalam wila-

yah kajian  mikrobiologi 

untuk menemukan  gen atau 

produk  gen pada  bakteri 

sebagai agen penyebab 

 penyakit. Guna mengetahui 

lebih mendalam masing-

masing  gen diperlukan 

keter libatan kajian dari 

bidang  biokimia,  biologi 

 molekuler dan  genetika. Proses ini juga melibatkan pemakaian  

ilmu  komputer untuk mempelajari urutan  gen (sekuens  gen) dan juga 

untuk menganalisis struktur  protein yang dihasilkan oleh  gen ini. 

Penerapan ilmu  komputer untuk mempelajari  data- data  DNA dan 

 protein telah melahirkan berkembangnya ilmu baru yang dikenal 

sebagai  bioinformatika. Selanjutnya, hasil penelitian  dasar yang 

telah menyediakan dan memberikan pemahaman yang detail  gen 

ini , maka  gen ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai keperluan, 

misalnya untuk pengembangan obat-obatan,  bioteknologi  pertanian, 

 aplikasi dalam bidang  lingkungan dan sebagainya 

Gambar 1.2: Pohon Ragam Keilmuan 

 Bioteknologi dan Aplikasinyta

D. Rekayasa Genetik

Penggabungan antara  teknologi  DNA rekombinan dengan 

 bioteknologi melahirkan suatu bidang studi yang sangat dinamis dan 

kompetitif yang disebut  bioteknologi  molekuler (Ahmad, 2014). 

Secara defi nisi  rekayasa  genetik atau rekombinan  DNA merupakan 

kumpulan  teknik- teknik eksperimental yang memungkinkan 

peneliti untuk mengisolasi, mengidentifi kasi, dan melipatgandakan 

suatu fragmen dari materi  genetika ( DNA) dalam bentuk murninya 

(Sutarno, 2016). Oleh sebab  itu, penelitian-penelitian secara terus 

menerus dilakukan dalam rangka menemukan cara baru untuk 

memakai   molekul- molekul ini untuk  kesejahteraan  manusia.

Teknologi Rekayasa Genetik merupakan contoh  bioteknologi 

modern dengan  teknik  DNA rekombinan  Dengan 

kemajuan  bioteknologi telah memungkinkan para  ilmuwan 

untuk mengeplorasi keragaman  genetik dunia 

Dengan penemuan  DNA,  genetika molekular dan  bioteknologi 

telah mengalami revolusi di dalam kegiatan  riset (penelitian) dan 

 aplikasi dalam  teknik- teknik yang digunakan (Mohamad Amin, 

2015) sebagai upaya perbaikan dan mempertahankan kualitas dan 

kuantitas dari suatu produk  bioteknologi. 

Suatu metode yang sama sekali baru dikembangkan 

memungkinkan terjadinya pengamatan atau  eksperimen yang 

sebelumnya tidak mungkin dilakukan akhirnya dapat berhasil 

dirancang dan dilaksanakan. Menurut (Ahmad, 2014) sejak 

ditemukannya  enzim restriksi ( enzim yang dapat memotong  DNA 

pada urutan yang spesifi k) dan ditemukannya enzim ligase ( enzim yang 

dapat menyambungkan potongan  DNA), maka  DNA dari  organisme 

apa saja dapat diisolasi, dipotong-potong, disambungkan kembali 

dan dipindahkan ke  organisme lain. Proses mengkombinasikan 

beberapa  DNA dan memperbanyak  DNA rekombinan ini  di 

dalam sel disebut  kloning. Proses memasukkan  DNA ke dalam sel 

disebut transformasi dan sel yang dihasilkan disebut transforman. 

Agar suatu  DNA dapat diperbanyak di dalam sel, maka  DNA ini  

harus disisipkan ke dalam suatu  plasmid (berfungsi sebagai vektor 

atau pembawa) yang dapat bereplikasi di dalam sel. Kumpulan 

sel-sel yang mengandung  plasmid rekombinan yang sama disebut 

sebagai suatu klon.

1. Keunggulan Rekayasa Genetik

Rekayasa  genetik berdampak pada upaya perbaikan, keamanan 

produk, dan pemecahan teknis dalam penyebarluasan pemakaian 

obat dengan bahan  baku yang terbatas (Ahmad, 2014). Beberapa 

keunggulan  rekayasa  genetik antara lain, Pertama Pemuliaan 

 tanaman dapat dilakukan melalui  modifi kasi  genetik untuk meng-

hasil kan  tanaman yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan 

(Arief, 2012), misalnya  tanaman yang tahan terhadap  penyakit, tahan 

perubahan  lingkungan, dan hasilnya maksimal. Kedua, pemindahkan 

materi  genetik dari sumber yang sangat beragam dapat dilakukan 

dengan ketepatan tinggi dan terkontrol dalam waktu yang lebih 

singkat (Sutarno, 2016). Melalui  proses  rekayasa  genetik ini, telah 

berhasil dikembangkan berbagai  organisme maupun produk yang 

menguntungkan bagi  kehidupan  manusia. Ada beberapa hal yang 

perlu diketengahkan berkait dengan  teknologi  rekayasa  genetik ini, 

yaitu  rekayasa  genetik juga berpengaruh pada bidang immunologi, 

terutama dalam pembuatan antibodi monoklonal,  teknologi 


 fermentasi,  teknologi pengolahan limbah, dan bioelektrokimia, 

 teknologi eksplorasi bahan tambang.

2. Teknik Dasar Rekayasa Genetik

Beberapa  teknik yang 

sering digunakan dalam 

 teknik  rekayasa  gene-

tik meliputi (1) peng gu-

naan vektor, (2)  kloning, 

(3) polymerase chain 

reaction (PCR), (4) seleksi, 

screening, dan (5)  analisis 

re ko mbinan (Sutarno, 

2016).

Metode-metode ini 

disebut  teknologi  DNA 

rekom binan atau  rekayasa 

 genetik yang inti proses-

nya yaitu   kloning  gen 

dan hal ini telah melahir-

kan jaman kebe saran 

 gene tika 

Ber kem bangnya  teknologi  molekuler maka berkembang pula 

 teknik- teknik untuk memanipulasi muncul  teknik  rekayasa  genetik 

(genetic engineering). 

Adapun langkah-langkah dari  rekombinasi  genetik meliputi 

(1) identifi kasi  gen yang diharapkan; (2) pengenalan kode  DNA 

Gambar 1.3 Proses  teknologi  DNA 

rekombinan.

terhadap  gen yang diharapkan; (3) pengaturan ekpresi  gen yang 

sudah direkayasa; dan (4) pemantauan transmisi  gen terhadap 

keturunannya.

3. Manfaat dari Metode Rekayasa Genetik 

Biologi  molekuler memiliki peran yang sangat penting, tidak 

hanya sekedar menjawab pertanyaan ilmiah  dasar, namun  juga 

aplikasinya dalam mengatasi masalah yang dapat mempengaruhi 

perikehidupan  manusia 

Beberapa manfaat yang didapatkan dari metode  rekayasa  genetika, 

di antaranya:(1) mengurangi biaya dan meningkatkan penyediaan 

sejumlah bahan yang sekarang digunakan di dalam pengobatan, 

 pertanian, dan  industri; (2) menggembangkan  tanaman atau  hewan 

yang bersifat  unggul; (3) menukar  gen dari satu  organisme kepada 

organisms lainnya sesuai dengan keinginan  manusia, menginduksi 

sel untuk membuat bahan-bahan yang sebelumnya tidak pernah 

dibuat 

E. Tantangan  Bioteknologi dalam Abad 21

Abad ini dikenal sebagai  abad globalisasi dan  abad  teknologi 

informasi. Perubahan yang sangat cepat dan dramatis dalam bidang 

ini merupakan  fakta dalam  kehidupan peserta didik di semua jenjang 

pendidikan.  Bioteknologi telah banyak diterapkan dalam berbagai 

produk sepanjang  abad ke-21 Terkait kepentingan pribadi, sosial,  ekonomi dan  lingkungan, 

peserta didik perlu dibekali dengan kompetensi yang memadai agar 

menjadi peserta aktif dalam warga  (Amin, 2015).

1

Banyak masalah dan tantangan untuk diselesaikan dengan 

memakai   bioteknologi, misalnya bagaimana menyembuhkan 

 penyakit yang mengancam  kehidupan  manusia. Dengan demikian 

kemampuan untuk lebih memahami  proses  biologi dan merancang 

solusi permasalahan warga  dengan memakai   bioteknologi 

Sejalan dengan pendapat, ketergan-

tungan kita makin terasa kepada negara-negara yang telah maju (misal 

USA, UK, Japan) saat kita–para ahli  bioteknologi biomolekuler 

dalam melakukan  riset (Mohamad  Amin, 2015). Peralatan, zat 

reagen, software pendukung  analisis semua hampir tergantung 

kepada mereka. Mengapa mereka bisa seperti itu? Lagi-lagi sistem 

dan mereka memiliki prediksi jauh ke depan tentang  bisnis yang 

menggiurkan untuk  abad 21 yaitu  bisnis dalam bidang  bioteknologi.

warga   berbasis pengetahuan ini ,  unggulan yang 

diandalkan anggotanya yaitu  kemampuan  akal, yaitu daya 

penalaran yang merupakan perpaduan antara apa yang diketahui 

tentang kebenaran yang berasaskan ilmu pengetahuan, informasi-

informasi yang relevan dan pengalaman-pengalaman kebenaran 

lain yang didapatnya. Daya penalaran untuk menghasilkan ide-ide 

baru,  inovasi–baik untuk  jasa maupun produk dan kemampuan 

merealisasikannya akan menjadi  basis dari pertumbuhan  ekonomi 

dan kemakmuran  kehidupan warga nya. Kemampuan 

menghasilkan, menghimpun, mendiseminasikan, dan memanfaatkan 

ilmu pengetahuan untuk melakukan  inovasi berdasar ide-ide baru 

merupakan  basis dari terciptanya  unggulan- unggulan baru baik 

secara  comparative maupun  competitive . Di dalam 

 abad 21 peran ilmu pengetahuan (scientifi c knowledge) menjadi 

semakin  dominan dalam berwarga   global. warga  yang 

perikehidupannya bertumpu pada ilmu pengetahuan (knowledge-

based society) yang perekonomiannya semakin menuju ke  ekonomi 

 berbasis pengetahuan (knowledge-based economy) melalui kegiatan 

 industri  jasa maupun  produksi yang  berbasis pengetahuan.

Perkembangan pesat  teknik  informatika (TI) dengan adanya 

internet,  basis  data di  awan (cloud), dan  gawai  cerdas (smart gadget) 

mengharuskan pengelolaan  data yang sangat besar atau ‘big  data’ 

dikelola dengan pendekatan dan metode yang tepat juga (Aditya, 

2018). Pengembangan kemampuan peserta didik dalam bidang  sains 

merupakan salah satu kunci keberhasilan peningkatan kemampuan 

dalam menyesuaikan diri dengan perubahan dan memasuki dunia 

 teknologi, termasuk  teknologi informasi  Salah satu 

metode yang dikembangkan yaitu  pendekatan pembelajaran 

mesin atau machine learning, yang memungkinkan prediksi fungsi 

dan struktur  asam  nukleat ataupun  protein dengan resolusi dan 

ketepatan sangat baik (Aditya, 2018). Teknik kekinian (up date) 

untuk mengungkap  proses alamiah (in vivo) yang selama begitu 

sulit diikuti sebab  pathway (jalan) yang hanya berlangsung singkat 

dalam hitungan sepersejuta  sekon atau  proses yang begitu rumit 

dengan jalur yang panjang, sekarang sudah terjawab dengan dibantu 

oleh berkembangnya  bionformatika. 

F.  Bioinformatika sebagai Tren Riset 

 Bioinformatika yaitu  ilmu yang mempelajari penerapan 

 teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi 

 biologi  Selain itu,  bioinformatika 

didefi nisikan sebagai ilmu gabungan antara  biologi  molekuler 

dan  teknik  informatika (Aditya, 2018). Sebagai bagian penelitian, 

 bioinformatika juga didefi nisikan sebagai manipulasi dan  analisis 

bervariasi yang dilakukan oleh para peneliti  berbasis laboratorium 

pada set  data  biologis yang masif berada di ribuan  basis  data  berbasis 

internet, di mana masing-masing kumpulan  data yang berbeda ini  

memiliki  tujuan yang spesifi k (Crawford, 2018). Defi nisi sejenis 

menyatakan,  bioinformatika, merupakan ilmu  berbasis multidisipliner 

yang menggabungkan pendekatan  biologi  molekuler dan  teknik 

 informatika, dapat digunakan dalam manajemen informasi . Terkait dengan hal ini, seyogyanya semua 

yang terlibat di dalam perkembangan ilmu  biologi memanfaatkan 

 bioinformatika untuk pengembangan ilmu sebab dapat menjembatani 

ilmu  dasar menjadi ilmu yang teraplikasi di dalam  kehidupan, dan 

hasil penelitian ilmu  dasar tidak senantiasa terus di awang-awang.

Saat ini,  bioinformatika sebagai  disiplin ilmu yang sedang 

berkembang (Amin, 2015).  Bioinformatika menjadi faktor intrinsik 

bagi penelitian ilmu  kehidupan, namun  dalam beberapa  dekade terakhir 

menjadi bidang keahlian yang  esensial . Spesialisasi bioinformatik merupakan 

bidang penelitian  interdisipliner yang didorong oleh adanya Proyek 

Genom Manusia atau Human Genome Project .  Bioinformatika dapat juga untuk digunakan 

dalam manajemen informasi di bidang penyimpanan  data in silico 

dari kegiatan  eksperimen  biologi  molekuler 

 Bioinformatika juga sangat membantu  analisis bahan alam yang 

bermanfaat untuk  kesehatan dan  kesejahteraan  manusia,

Saat ini, berkembangnya ilmu  bioinformatika merupakan salah 

satu  konsekuensi banyaknya  data  eksperimen laboratorium para 

peneliti  biologi  molekuler  Bioinformatika,  basis 

 data  biologis, dan pemakaian   komputer di seluruh dunia telah 

mempercepat penelitian  biologi di banyak bidang, seperti  biologi 

evolusioner . Saat ini National Center for 

Biotechnology Information (NCBI), merupakan salah satu  basis  data 

 genom berbagai  organisme yang sudah dapat diakses secara daring 

pada situs internet: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/genome/.

 Bioinformatika juga sangat membantu  analisis bahan alam 

yang bermanfaat untuk  kesehatan dan  kesejahteraan  manusia. NCBI 

ini juga dapat digunakan mendapatkan informasi tentang  senyawa 

melalui PubChem (https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/) yang 

divisualisakan pada Gambar 1.4 dan 1.5 sebagai berikut.

Gambar 1.4 Web NCBI Gambar 1.5 Web pubchem

Kecepatan dan ketepatan dalam penelitian  biologi  molekuler 

dapat didukung oleh keberadaan sistem  basis  data  bioinformatika 

secara daring. Diprediksi, tren penelitian  berbasis  bioinformatika 

diperkirakan akan meningkat di Indonesia 

Sejalan dengan pandangan ini , kunci keberhasilan dalam peri 

 kehidupan warga   global  berbasis pengetahuan yang semakin 

kompetitif yaitu : (1)  kecepatan (speed) dalam menanggapi 

 dinamika dan perubahan keperluan warga  yang semakin cepat, 

(2)  fl eksibilitas (customization) dalam memenuhi selera warga  

yang semakin bervariasi, dan (3)  kepercayaan (trust) sebagai anggota 

warga   global yang berwatak  unggul 

G. Biomatematika sebagai Teknik Analisis

Biomatematika (biomathematics) yaitu  sebuah  disiplin yang 

mengkuantifi kasi kejadian  biologis memakai  alat matematika 

Biomatematika,  aplikasi matematika di bidang 

 biologi, saat ini tengah menjadi  fokus dari dunia  sains modern . Biomatematika terkait dengan dan mungkin menjadi bagian 

dari  disiplin lain termasuk  bioinformatika, biofi sika,  bioteknologi, 

dan  biologi komputasi, sebab   disiplin ini termasuk pemakaian  alat 

matematika dalam studi  biologi . Para ahli  biologi 

telah memakai  cara berbeda untuk menjelaskan fungsi-fungsi 

 biologis, sering memakai  kata-kata atau  gambar.

Biomatematika yaitu  bidang yang menerapkan  teknik mate-

matika untuk menganalisis dan memodelkan fenomena  biologis 

. Inti dari  biomatematika sendiri yaitu  me ng -

gunakan matematika sebagai alat bantu dalam  aplikasi  biologi. 

Misalnya pada bidang epidemi, matematika digunakan untuk 

melakukan pemodelan penyebaran suatu  penyakit 

Bioma tematika digunakan dalam berbagai  aplikasi mulai dari 

obat hingga  pertanian. sebab   teknologi baru mengarah pada 

pening katan jumlah  data  biologis yang tersedia, biomathematics 

akan menjadi  disiplin yang semakin dibutuhkan untuk membantu 

menganalisis dan memanfaatkan  data secara  efektif, Oleh sebab  itu, pembuatan model membutuhkan  ilmuwan 

untuk membuat beberapa asumsi untuk menyederhanakan  proses. 

H.  Bioteknologi dan Dunia Kerja

Modal intelektual (intellectual capital) didefi nisikan sebagai 

aset berwujud dari karyawan, seperti  keterampilan, pengetahuan 

dan pengalaman yang merupakan kunci utama untuk sukses dalam 

pengetahuan  berbasis  ekonomi berdasar  visualisasi 

Gambar 1.6. tentang sumberdaya kunci terkait dengan  era  ekonomi 

pada saat warga  kita bertani  tradisional (< 1880), maka sumber 

daya alam menjadi tumpuan untuk pengembangan keperluan 

hidupnya. Selanjutnya, didirikanlah pabrik untuk skala  industri di 

 abad  industri (1880-1955).  Era informasi (1995-2000) ditandai dengan 

perkembangan  teknologi semua bidang terutama  teknologi informasi 

dan  komputer. Lebih lanjut, agar  manusia bisa menghadapi  kompetisi 

 global, maka diperlukan kecerdasan berupa “intelectual capital” yang 

telah dimulai sesudah   era informasi tercapai (> ±1995-2000).

Gambar 1.6 Sumber Daya Utama menurut  Era Ekonomi

Di dalam  abad 21 peran ilmu pengetahuan (scientifi c knowledge) 

menjadi semakin  dominan dalam berwarga   global  Hal ini memicu perkembangan  teknologi yang begitu 

pesat mendorong kinerja penelitian menjadi lebih cepat pula   warga  yang perikehidupannya bertumpu pada ilmu 

pengetahuan dikenal sebagai “warga   berbasis pengetahuan” 

(knowledge-based society) yang perekonomiannya semakin menuju 

ke  ekonomi  berbasis pengetahuan (knowledge-based economy), 

yaitu melalui kegiatan  industri  jasa maupun  produksi yang 

 berbasis pengetahuan (knowledge-based industry) 

Keberhasilan dalam mengembangkan  inovasi- inovasi dalam bidang 

 bioteknologi mengantar lahirnya  bioteknologi  industri. 

Beberapa produk yang ditawarkan yaitu  insulin untuk obat 

bagi penderita  diabetes. Inovasi  bioteknologi juga banyak menawar-

kan obat  biologis (seperti  enzim, antibodi, faktor pertumbuhan, 

 vaksin, dan  hormon) pada saat ini. Banyak perusahaan  bioteknologi 

mencari obat untuk  kanker yang merupakan penyebab utama kedua 

kematian, sesudah  jantung. Lebih dari 350 produk  bioteknologi 

yang saat ini sebagai obat  kanker,  diabetes, jantung,  penyakit 

alzheimer dan parkinson, arthritis, AIDS, dan  penyakit lainnya 

 Dengan demikian, prospek karir 

dalam bidang  bioteknologi menunjukkan kecenderungan yang 

sangat baik.  Bioteknologi menawarkan banyak pilihan pekerjaan, 

seperti teknisi laboratorium yang terlibat dalam penelitian  dasar dan 

pengembangan, pemrogram  komputer, direktur laboratorium, dan 

penjualan dan tenaga pemasaran. 


I. Penguatan STEM

Secara bentuk kelompok, buatlah akun bersama dan carilah 

referensi dengan memakai  database online (misalnya: 

 sciencedirect.com,  springer.com,  tandfonline.com,  researchgate.net, 

 elsevier.com, https://www.library.unisa.edu.au/ dan id.portalgaruda.

org, dll). sesudah  itu identifi kasilah Tipe Referensi antara lain nya: 

 buku, bab dari  buku, prosiding,  ensiklopedia, artikel dalam jurnal, 

artikel dalam majalah, artikel dalam koran,  paten, laporan, undang-

undang, tesis, halaman  web, siaran televisi,  fi lm, bukti pembayaran, 

 kasus (Mendeley),  blog,  gambar atau tabel,  kamus,  web,  paten, peta. 

Untuk memudahkan hasil kerjamu, masukkan pada managemen 

 reference ( mendeley, endnote, atau  zotero)


FERMENTASI

 Fermentasi yaitu   proses yang 

melibatkan  mikroba untuk 

menghasilkan produk  makanan 

dan  minuman termasuk  roti,  bir, 

 anggur,  sampanye, yogurt, dan 

 keju.


A. Pengertian  Bioteknologi  Fermentasi

 Fermentasi, dari kata Latin “fervere”, didefi nisikan oleh Louis 

Pasteur sebagai “La vie sans ‘ air” yang artinya  hidup tanpa udara 

 Fermentasi merupakan salah satu  proses penting 

yang berkontribusi pada kebutuhan nutrisi pada jutaan  manusia 

 Dari sudut pandang  biokimia,  fermentasi yaitu  

 proses ametabolik untuk menurunkan  energi dari  senyawa organik 

tanpa keterlibatan agen pengoksidasi eksogen 

Devinisi lain menyatakan  fermentasi yaitu   proses  mikroba yang 

penting yang menghasilkan produk  makanan dan  minuman termasuk 

 roti,  bir,  anggur,  sampanye, yogurt, dan  keju  Proses  fermentasi tidak mengkonsumsi  oksigen, maka 

ekstrapolasi oleh beberapa orang bahwa  fermentasi harus terjadi di 

 lingkungan yang bebas  oksigen (Godbey, 2014). Salah satu  aplikasi 

 mikroorganisme paling awal dalam  fermentasi yaitu  dalam  proses 

pembuatan  bir dan  anggur, yang melibatkan  khamir.  Fermentasi 

yaitu  penguraian metabolik  senyawa organik oleh  mikroorganisme 

yang menghasilkan  energi yang pada umumnya berlangsung dengan 

kondisi  anaerobik dan dengan pembebasan  gas (dalam KBBI). 

 Bioteknologi  fermentasi  fokus bahasannya yaitu  proses 

 fermentasi itu sendiri. Proses  fermentasi dilakukan oleh sel untuk 

mengekstrak  energi dari bahan awal seperti  glukosa  Banyak  mikroba yang  hidup pada keadaan  oksigen yang 

sedikit, seperti dalam usus  hewan,  air yang dalam, dalam  tanah. 

Mikroba seperti ini memperoleh  energi tanpa  oksigen ( anaerob). 

Proses ini yaitu   fermentasi.  Fermentasi mirip  glikolisis dalam hal 

pemakaian  melibatkan Nikotinamida Adenin Dinucleotida (NAD+) 

2

dalam menghasilkan NADH dan  asam piruvat. Dalam  respirasi 

 aerob,  oksigen diperlukan sebagai akseptor elektron dari NADH 

untuk membentuk  molekul  air. Dalam jalur  glikolisis, sesudah  

terbentuk  asam piruvat, maka akan membentuk ATP melalui daur 

 krebs 

B. Klasifi kasi dan Keunggulan  Fermentasi

 Fermentasi  makanan telah diklasifi kasikan dalam beberapa cara 

seperti (1)  minuman beralkohol yang difermentasi oleh  ragi; (2) cuka 

difermentasi dengan Acetobacter; (3)  susu yang difermentasi dengan 

lactobacilli; (4) acar/cuka yang difermentasi dengan lactobacilli; 

(5) ikan atau  daging yang difermentasi dengan lactobacilli; dan (6) 

 protein nabati yang difermentasi dengan kapang dan  ragi  Beberapa keunggulan  proses  fermentasi, antara lain 

nya (1) dihasilkan  energi; (2) tidak memerlukan  oksigen; (3) Rasio 

NADH / NAD + tidak berubah oleh  proses; dan (4) Rasio  hidrogen 

terhadap karbon tidak berubah antara  reaktan dan produk 

C. Tipe-tipe  Fermentasi

Tipe-tipe  fermentasi yang paling umum yaitu  (1)  fermentasi 

 asam laktat, (2)  fermentasi  alkohol, (3)  fermentasi  ragi  roti, (4) 

 asam cuka, dan (5)  fermentasi alkali. Visualisasi tipe-tipe  fermentasi 

berdasar produk dan jenis  mikroorganisme digambarkan pada 

Gambar 2.2. 


Gambar 2.2: Tipe  Fermentasi


Gambar 2.3: Proses  Fermentasi 

Asam laktat.

 Fermentasi  asam laktat 

(lactic acid fermentation), 

saat   bakteri  asam laktat 

hadir dalam  substrat seperti 

 susu, akan memfermentasi 

 laktosa dalam  susu menjadi 

 asam laktat, menghasilkan 

 makanan  fermentasi asli yang 

disebut dadih. Makanan nabati 

dan campuran sayur / ikan / udang juga difermentasi oleh  bakteri 

 asam laktat, dan telah disajikan sebelumnya di seluruh dunia oleh 

 fermentasi  asam laktat. ). Dalam  fermentasi  asam 

laktat, elektron dari NADH mengubah  asam piruvat menjadi  etanol. 

NAD+ memperbarui elektron tergeser NADH dan diubah menjadi 

pyruvate untuk menjadi lactate atau ethanol sebagai tahap akhir dari 

 proses  fermentasi  Proses  fermentasi 

dapat dilihat pada Gambar 2.3 berikut ini.

 Fermentasi  alkohol 

(alco holic fermentations) 

yaitu  salah satu  proses ter-

penting dan tertua, yang 

me libat kan  produksi  etanol 

dan karbon dioksida. Proses 

ini meng hasilkan  produksi 

berbagai  minuman, seperti 

 anggur,  bir, dan  minuman 

keras.Pembuatan  bir dari 

 anggur, banyak  proses yang 

digunakan, manun tergantung 

pada  galur  khamir seperti Sacharomyces cerevisiae . Cara yang sering digunakan dalam  fermentasi  alkohol 

yaitu  mengubah  gula dari buah  anggur menjadi  alkohol dengan 

memanipulasi tingkat  fermentasi ). Hal 

ini dilakukan pembuat  anggur untuk mengontrol  kadar  alkohol agar 

aroma yang diinginkan tercapai 

 Fermentasi  ragi  roti (leavened bread fermentation) juga dibuat 

dari  ragi melalui  fermentasi  alkohol, dan  etanol merupakan produk 

samping atau produk minor dalam pembuatan  roti sebab  waktu 

 fermentasi yang relatif singkat. Karbon dioksida yang dihasilkan 

oleh  ragi meninggalkan  roti, menghasilkan kondisi  anaerob, 

dan memanggang menghasilkan permukaan kering yang tahan 

Gambar 2.4 Proses  Fermentasi 

Alkohol.

terhadap invasi oleh  mikroorganisme di  lingkungan . Biasanya,  ragi yang digunakan  proses  fermentasi adonan 

 gandum dan tepung  ragi dengan  ragi, umumnya memakai  

 Saccharomyces cerevisiae 

 Fermentasi cuka (vinegar fermentation) yaitu   fermentasi yang 

melibatkan  produksi  asam asetat yang menghasilkan  makanan atau 

bumbu yang umumnya dianggap aman, sebab   asam asetat bersifat 

bakteriostatik atau bakterisida, tergantung pada konsentrasi yang 

digunakan. saat  produk  fermentasi beralkohol tidak disimpan 

secara  anaerob,  bakteri yang termasuk dalam genus Acetobacter 

yang ada di  lingkungan mengoksidasi bagian  etanol menjadi  asam 

asetat atau cuka Cuka yaitu  bumbu yang 

dapat diterima yang digunakan dalam pengawetan dan pengawetan 

mentimun dan sayuran lainnya 

Makanan  fermentasi yang melibatkan  fermentasi basa (alkaline 

fermentation) umumnya dianggap aman.  Fermentasi basa yaitu  

 proses di mana pH  substrat meningkat hingga nilai basa setinggi 9 

sebab  hidrolisis enzimatik dari  protein dari bahan mentah menjadi 

peptida,  asam amino, dan amoniak atau sebab  perlakuan alkali 

selama  produksi 

D. Mikroorganisme dalam  Bioteknologi  Fermentasi

Mikroorganisme memiliki peran penting dalam menentukan 

karakteristik  makanan dan  minuman  etnis yang diproduksi  Banyak  mikroorganisme yang telah dimanfaatkan 

untuk produk  fermentasi (Tabel 2.1). Mikroorganisme yang 

digunakan dalam  fermentasi  pangan secara  tradisional pada 

umumnya merupakan kultur campuran yang diperoleh dari bahan 

 baku ataupun  lingkungan dan sering tidak teridentifi kasi. Industri-

 industri  fermentasi yang telah maju, mulai digunakan kultur  mikrobia 

hasil penelitian untuk menunjang penjaminan mutu produknya. 

Mikrobia yang sering digunakan dalam  fermentasi yaitu   bakteri, 

 khamir, dan  jamur.  Bakteri banyak digunakan dalam  fermentasi 

 pangan dalam bentuk cair, misalnya  bakteri untuk pembuatan  asam 

asetat dan  nata de coco. Namun ada pula  khamir pada medium 

 padat, misalnya pada  proses pembuatan  bir dan  wine, dan  tempe 

atau  produksi  jamur itu sendiri.

Tabel 2.1: Contoh Produk  Fermentasi dan Mikrobia yang 

Menghasilkannya

Jenis Mikrobia Produk Bahan Dasar

 Bakteri

Acetobacter xylinum

Acetobacter acetii 

Lactobacillus sp 

Nata de 

Coco

Asam asetat 

Asam laktat

Air  kelapa

Air  susu

Khamir

(Yeast)

 Saccharomyces cerevisiae

 Saccharomyces roxii

Hanseniaspora uvarum

 Tapai 

Kecap

Wine 

( alkohol)

Karbohidrat

Kedelai

Karbohidrat

Jamur

 Rhizopus oryzae

Neurospora sitophila

Monascus purpureus

Tempe

Oncom

Angkak 

Kedelai

Kedelai

Beras


1.  Bakteri

 Bakteri merupakan  mikrobia  uniseluler. Kecenderungan 

 bakteri tidak memiliki   khlorofi l. Ada beberapa yang fotosintetik 

dan reproduksi aseksualnya secara pembelahan.  Bakteri tersebar 


luas di alam, di dalam  tanah, di  atmosfer, di dalam endapan-endapan 

 lumpur, di dalam  lumpur laut, dalam  air, pada sumber  air  panas, 

di daerah antartika, dalam  tubuh  hewan,  manusia, dan  tanaman. 

Jumlah  bakteri tergantung keadaan sekitar. Misalnya, jumlah  bakteri 

di dalam  tanah tergantung jenis dan tingkat kesuburan  tanah. 

Ada berbagai macam  bakteri yang penting dalam  fermentasi, 

yang antara ain yaitu  sebagai berikut 

a. Acetobacter xylinum.  Bakteri ini digunakan dalam pembuatan 

 nata de coco.  Bakteri Acetobacter xylinum mampu mensintesis 

 selulosa dari  gula yang dikonsumsi. Nata yang dihasilkan 

berupa subtrat yang mengambang di permukaan. 

b. Acetobacter acetii.  Bakteri ini penting dalam  produksi  asam 

asetat, yang mengoksidasi  alkohol sehingga menjadi  asam 

asetat. Banyak ada  pada  ragi tapai, yang menyebabkan 

 Tapai yang melewati 2 hari  fermentasi akan berasa masam.

c. Bacillus sp. Mikrobia dari genus Bacillus ini merupakan 

 bakteri dengan kemampuan yang paling luas. Pada mulanya 

hanya digunakan untuk menghasilkan  enzim amilase. Namun 

perkembangan terkini berkembang untuk bioinsektisida yang 

diwakili oleh  Bacillus thuringiensis maupun untuk penanganan 

limbah seperti  Bacillus subtilis dan  Bacillus megaterium. 

Melalui  rekayasa  genetika, kini  bakteri ini juga digunakan 

untuk  produksi bahan  baku plastik ramah  lingkungan

d.   Bividobacterium sp.  Bakteri ini bersifat  anaerob dan digunakan 

sebagai  mikrobia  probiotik. Produk  probiotik dari  bakteri ini 

bisanya berbentuk  padat.

e. Lactobacillus sp.  Bakteri ini cukup  populer sebab  selain dapat 

digunakan dalam  produksi  asam laktat juga banyak berperan 

dalam  fermentasi  pangan seperti yogurt.

2. Khamir

 Molds ( khamir) yang memainkan peran paling penting dalam 

 fermentasi termasuk genera  Rhizopus milik keluarga  Mucoraceae, dari 

ordo  Mucorales, dalam subkelas  Zygomycota dari kelas Zygomycetes 

Umumnya digunakan untuk menyebut bentuk-

bentuk yang menyerupai  jamur dari kelompok Ascomycetes yang 

tidak berfi lamen namun   uniseluler dengan bentuk ovoid atau spheroid. 

Khamir ada yang bermanfaat dan ada pula yang membahayakan 

 manusia (Hidayat et al., 2006).  Molds ( khamir) yang memainkan 

peran paling penting dalam  fermentasi termasuk genera  Rhizopus 

milik keluarga  Mucoraceae, dari ordo  Mucorales, dalam subkelas 

 Zygomycota dari kelas Zygomycetes (Anggriawan, 2017).

  Fermentasi  khamir banyak digunakan dalam pembuatan  roti, 

 bir,  wine, dan sebagainya. Khamir yang tidak diinginkan yaitu  yang 

ada pada  makanan dan menyebabkan kerusakan pada saurkraut, 

juice buah, sirup, molase, madu, jelly,  daging, dan sebagainya. Ada 

berbagai  khamir yang memiliki fungsi penting dalam  fermentasi, di 

antaranya yaitu  sebagai berikut (Hidayat et al., 2006).

a. Saccharornyces cerevisiae, merupakan  khamir yang 

paling popular dalam pengolahan  makanan. Khamir ini telah lama 

digunakan dalam  industri  wine dan  bir. Dalam bidang  pangan, 

 khamir digunakan dalam pengembangan adonan  roti dan dikenal 

sebagai  ragi  roti. 

30 BIOTEKNOLOGI

b.  Saccharomyces roxii, yaitu   khamir yang digunakan dalam 

pembuatan kecap.  Bakteri  Saccharomyces roxii berkontribusi 

pada pembentukan aroma.

3. Jamur

Jamur telah digunakan sebagai bahan  makanan dan penyedap 

 makanan selama berabad- abad sebab  nilai  gizi dan obat mereka 

dan keragaman komponen  bioaktif mereka (Bao et al., 2013). 

Jamur merupakan  mikrobia multiseluler yang banyak dimanfaatkan 

 manusia dalam  fermentasi maupun budidaya. Dalam bidang 

 fermentasi umumnya yang digunakan yaitu   jamur berbentuk  hifa 

dan dikenal dengan sebutan  jamur. Contohnya pada pembuatan 

 tempe, angkak dan kecap. Sedang yang dibudidayakan untuk 

diambil badan buahnya dikenal sebagai cendawan, misalnya  jamur 

tiram,  jamur merang,  jamur kuping dan sebagainya. Ada beberapa 

jenis  jamur yang memiliki kedudukan penting dalam  fermentasi, 

antara lain sebagai berikut 

a.  Rhizopus oryzae. Jamur ini penting pada pembuatan  tempe. 

Aktivitas  jamur  Rhizopus menjadikan nutrisi pada  tempe 

siap dikonsumsi  manusia. Aktivitas  enzim yang dihasilkan 

menjadikan  protein terlarut meningkat. Produk  tempe kini juga 

telah dikembangkan menjadi produk isofl avon yang penting 

bagi  kesehatan.

b. Aspergillus niger. Jamur ini digunakan dalam pembuatan 

 asam sitrat. Asam sitrat merupakan salah satu  asam organik 

yang banyak digunakan dalam bidang  pangan, misalnya pada 

pembuatan  permen dan  minuman  kemasan. Jamur ini sering 

mengontaminasi  makanan, misalnya  roti tawar.

31BIOTEKNOLOGI

c. Neurospora sitophila. Jamur ini merupakan sumber beta 

karoten pada  fermentasi  tradisional. Produk  oncom yang 

dikenal di  Jawa Barat yaitu  hasil  fermentasi yang dilakukan 

oleh Neurospora sitophila. Produksi  spora untuk sumber beta 

karoten yang dapat disubstitusikan pada  makanan juga telah 

diteliti. Selain mampu memberikan asupan, beta karoten juga 

merupakan sumber  warna yang cukup menarik.

d. Penicillium sp. Jamur ini paling terkenal sebab  kemampuannya 

menghasilkan  antibiotika yang disebut  penisilin. Sejak pertama 

kali dikenal terus digunakan sampai sekarang. Jamur penghasil 

 anti biotika saat ini telah banyak diketahui sehingga ragam 

 antibiotik yang semakin banyak. Selain untuk pembuatan 

 antibiotika,  spesies yang lain juga digunakan dalam pembuatan 

 keju khusus.

E. Faktor yang Memengaruhi  Fermentasi

 Fermentasi yaitu  metode yang paling ekonomis untuk 

menghasilkan dan mengawetkan  makanan

Beberapa faktor yang memengaruhi  fermentasi yaitu  (1) batasan 

nutrisi; (2)  senyawa anti  mikrobia; (3) racun pembunuh; (4) suhu, 

pH,  oksigen dan dampak media kultur; dan (5) toleransi terhadap 

 etanol 

1. Batasan Nutrisi 

Dua  macronutrients seringkali tersirat dalam penyebab 

 fermentasi terjebak saat  hadir dalam jumlah kecil  nitrogen dan 

fosfat. Mikronutrien kurang vitamin dan mineral telah terbukti 

untuk membatasi  kecepatan  fermentasi. Kekurangan  tiamin 


dapat memperlambat  fermentasi. Konsentrasi  etanol yang tinggi 

menghambat translokasi  asam amino dan sumber  nitrogen lainnya, 

sehingga  nitrogen harus tersedia pada tahap pertama  fermentasi dan 

disimpan di dalam  vakuola untuk digunakan nanti Selain itu, penambahan  asam amino tertentu dapat 

meningkatkan kemampuan untuk cepat sintesis  protein terdegradasi 

sebagai transporter  glukosa 

2. Senyawa Antimikrobia 

Kebutuhan nutrisi  ragi selama  fermentasi dapat dipengaruhi 

oleh zat penghambatan yang hadir di media. Senyawa ini termasuk 

racun pembunuh, pengawet  kimia (terutama sulfi t) dan bahan  kimia 

 pertanian yang mengandung logam berat .Pengawet  kimia dapat memengaruhi aktivitas  mikroba yang 

menyebabkan kenaikan dalam fase laten 

3. Racun Pembunuh

Kegiatan pembunuh pertama kali dilaporkan pada  strain 

 Saccharomyces cerevisiae. Sejak itu, pembunuh karakteristik telah 

terdeteksi di genera  ragi lain seperti Pichia, Hansenula, Williopsis 

dan Kluyveromyces  Pembunuh 

strains  yeast menghasilkan  protein ekstraseluler atau glikoprotein 

(faktor pembunuh) yang membunuh  ragi sensitif lainnya 

4. Suhu, pH, Oksigen dan Dampak Media Kultur 

Pertumbuhan dari  ragi selain Saccharomyces tergantung pada 

kondisi  fermentasi seperti:suhu, konsentrasi  etanol, konsentrasi 

3

 substrat dan pH. Beberapa studi yang dilakukan di  anggur dan 

sari menunjukkan bahwa pertumbuhan  Kloeckera apiculata dan 

 Saccharomyces cerevisiae yaitu  hasil  fermentasi optimal pada 

suhu di bawah 20 °C. Hal ini memungkinkan  Kloeckera apiculata 

untuk menang bersama-sama dengan  Saccharomyces cerevisiae 

selama  fermentasi  Situasi ini dapat 

mengubah komposisi  kimia dari  anggur, sebab   senyawa aromatik 

tergantung terutama pada  ragi dan suhu  fermentasi 

5. Toleransi terhadap Etanol

Beberapa penelitian telah melaporkan peran membran plasmatik 

dalam toleransi  etanol dari  Saccharomyces cerevisiae. Toleransi 

yang tinggi untuk  etanol sehingga berkorelasi nyata dengan tingkat 

kejenuhan  asam lemak dan fl uiditas membran 

F. Peran Mikroorganisme dalam Proses  Fermentasi

Teknologi  fermentasi sebagian besar merupakan  teknologi 

yang memakai   mikroorganisme untuk  produksi  makanan dan 

 minuman seperti  keju, yogurt,  minuman  alkohol, cuka, acar, sosis, 

kecap, dan lain-lain. Terkait  teknologi  fermentasi,  mikroorganisme 

berperan dan produk yang dihasilkan disajikan sebagai berikut 


1. Metabolit  primer penting tertentu dalam skala yang lebih besar 

seperti gliserol,  asam asetat,  asam laktat, aseton, butanol dan 

butanadiol, serta berbagai  asam organik,  asam amino, vitamin, 

dan polisakarida. 

2. Metabolit  sekunder yang berguna (kelompok metabolit 

yang tidak memainkan peranan langsung dalam  kehidupan 

 mikroorganisme) seperti  penisilin, steptomisin, oksitetrasiklin, 

sefalosporin, giberelin, alkaloid dan aktinomisin.

3. Enzim dalam skala  industri, seperti  enzim interseluler-

invertase, asparaginase, dan  DNA  ligase.

G. Aplikasi Praktis  Bioteknologi  Fermentasi

 Fermentasi yaitu  salah satu  proses “ bioteknologi  pangan” 

tertua yang digunakan untuk menyiapkan  makanan dan  minuman 

yang dicatat dalam sejarah  manusia purba 

Indonesia memiliki beberapa  makanan  fermentasi  tradisional, dimana 

 proses pembuatannya sangat tergantung pada  mikroorganisme yang 

secara alami ada dalam bahan mentah dan di  lingkungan 

Indonesia memiliki  keanekaragaman besar  makanan dan  minuman 

yang difermentasi  etnis  Selain  tempe, ada 

banyak produk etnik  fermentasi terkenal di Indonesia, beberapa di 

antaranya yaitu   tempe, tapai,  alkohol, kecap, yoghurt, nata, dan 

 kombucha. Uraian lebih terperinci disajikan sebagai berikut.

1.  Fermentasi Tempe

Tempe yaitu   makanan  populer di Indonesia yang disiapkan 

dengan memfermentasi  kedelai (Anggriawan, 2017). Kata  tempe 

diperkirakan berasal di  Jawa Tengah, di Indonesia . Catatan sejarah mengungkapkan  tempe berasal dari 

bahasa  Jawa  kuno seperti yang disebutkan dalam Serat Centhini vol. 

3 (1814), menggambarkan  tempe sebagai menu kerajaan Sunan Giri 

yang disajikan di  Jawa selama  abad ke-17 

Gambar 2.5 Tempeh



Tempe yaitu   makanan  tradisional dari Indonesia yang 

dibuat dengan memfermentasi  kedelai dengan  jamur  Rhizopus 

spp ,Tempe yaitu   makanan  tradisional khas 

Indonesia yang sering dikonsumsi dan menjadi salah satu  makanan 

favorit ,Di antara ragam  makanan terfermentasi 

 jamur,  tempe dari  kedelai yang difermentasi mengandung nilai  gizi 

yang tinggi , Tempe biasanya diproduksi secara 

 tradisional dan diproduksi di  industri rumahan di Indonesia

Tempe bermanfaat, dibandingkan dengan  makanan sehat lainnya 

 Fermentasi dilakukan dengan menumbuhkan 

 jamur  Rhizopus oryzae dan  Rhizopus oligosporus pada biji  kedelai. 

Pada  proses pertumbuhan,  jamur akan menghasilkan benang-benang 

yang disebut dengan  hifa. Benang-benang itu mengakibatkan 

biji-bijian  kedelai saling terikat dan membentuk struktur yang 


kompak . Pengujian yang dilakukan meliputi 

pengamatan kekompakan,  tekstur, pH,  warna, dan  kandungan 

 protein dan  determinan  asam amino 

2.  Fermentasi  Tapai 

Salah satu contoh pro-

duk  pangan  bioteknologi 

kon ven sional yaitu  tapai. 

 Tapai biasanya singkong 

(Mani hot utillisima) atau 

ketan (Oryza sativa gluti-

nous) yang difermentasi 

dengan penambahan  starter 

cam puran kering yang 

disebut  ragi tapai yang 

secara alami mengandung 

 jamur berfi lamen,  ragi dan 

 bak teri  Tapai yaitu   makanan  fermentasi 

 tra di sional dari Indonesia dengan rasa  asam  manis  asam khas 

 Tapai dibuat 

dengan memanfaatkan  mikroorganisme yang ada pada  ragi. 

Mikroorganisme ini akan mengubah zat organik menjadi zat organik 

lain  Inokulum yang digunakan untuk  fermentasi  Tapai dinamai  ragi, 

didominasi oleh  ragi ( Saccharomyces cerevisiae),  jamur amilolitik, 

 bakteri  asam laktat dan  bakteri  asam asetat 

Proses pemberian  ragi atau pencampurannya, saat singkong tesebut 

sudah relatif dingin (suhu ruang).  Tapai sebagai produk  makanan 

Gambar 2.6   Tapai


cepat rusak sebab   fermentasi lanjut sesudah  kondisi optimum tercapai, 

sehingga harus segera dikonsumsi. Namun jika disimpan di tempat 

yang dingin akan dapat bertahan lebih lama. Proses  fermentasi dalam 

pembuatan  Tapai cenderung berlangsung dalam suasana mikroaerob. 

Artinya, memerlukan sedikit  oksigen. Oleh sebab  itu selama 

 proses  fermentasi, wadah harus ditutup untuk mencegah terjadinya 

kontaminasi.  Tapai yang terbentuk selanjutnya dapat diolah lebih 

lanjut menjadi beberapa macam produk olahan. Mulai dari digoreng, 

dikolak, campuran kue, dibuat tepung, sirup, brem, dan  anggur  Tapai.

3.  Fermentasi Alkohol

Pembuatan  minuman 

beral kohol merupakan  proses 

 fermentasi dengan ban tuan 

 jamur Aspergillus oryzae, 

Jamur Aspergillus oryzae 

akan menghasilkan  enzim 

amilase yang dapat mengu-

raikan amilum menjadi 

 glukosa atau  gula . Anggur mung-

kin merupakan produk 

 fermen tasi tertua yang dike-

tahui, dan jejak kunonya 

setidak nya 5000 bc   Bioteknologi  pangan juga 

banyak dimanfaatkan dalam pembuatan  minuman beralkohol. 

Selan jutnya,  gula akan difermentasikan lanjut menjadi  alkohol dan 

Gambar 2.7  Alkohol


 gas karbondioksida. Proses ini  kemudian akan menghasilkan 

 minuman beralkohol dengan cita rasa tertentu sesuai dengan bahan 

 baku yang digunakan  Lamanya  proses 

pembuatan  wine dengan memanfaatkan  Saccharomyces cerevisiae 

 fermentasi akan memengaruhi jumlah dan  kadar  alkohol yang 

dihasilkan. Proses  fermentasi, semakin tinggi  kandungan alkoholnya.

4.  Fermentasi Kecap

Kecap merupakan 

salah satu produk hasil 

 bioteknologi yang terbuat 

dari  kacang  kedelai 

Kecap yaitu  kecap Indo-

nesia dan biasanya dibuat 

secara  tradisional oleh 

produsen skala kecil, 

dengan sedikit atau tanpa 

 inovasi dalam  proses sejak  kuno  Kecap, yang 

disebut kecap di Indonesia yaitu  kecap jenis Cina, dipengaruhi 

oleh  gaya memasak  lokal Indonesia yang 

biasanya berasa  manis dan asin.

Salah satu  proses pembuatan kecap, diawali  kedelai difermen-

tasi dengan memakai   jamur Aspergillus wentii. Tahap 

selanjutnya  kedelai yang sudah difermentasikan, dikeringkan, dan 

direndam di dalam larutan garam. Pembuatan kecap dilakukan 

melalui  proses perendaman  kedelai dengan larutan garam, sehingga 

Gambar 2.8  Kecap


pembuatan kecap dinamakan  fermentasi garam. Jamur Aspergillus 

wentii merombak  protein menjadi  asam- asam amino, komponen 

rasa,  asam, dan aroma khas 

5.  Fermentasi  Yoghurt

Gambar 2.9   Yoghurt

 Yoghurt yaitu  salah satu jenis  susu  fermentasi yang dihasilkan 

oleh suatu  proses yang dikenal sebagai proto-cooperation atau difermentasikan dengan memakai  campuran 

 bakteri  starter culture  Bakteri ini akan 

mengubah  laktosa pada  susu menjadi  asam laktat . Secara khusus,  fermentasi dan interaksi antara Streptococcus 

salivarius (subsp. Thermophilus) dan  Lactobacillus delbrueckii. 

Kerjasama kedua jenis  bakteri ini (S. salivarius dan L. delbrueckii) 

akan merangsang pertumbuhan satu sama lain dan dengan mudah 

mengubah nutrisi.  Bakteri S. thermophilus menyediakan  asam format, 

 asam folat, dan  asam lemak, sementara aktivitas  proteolitik oleh L. 

delbrueckii menyediakan  asam amino 

Pembuatan yogurt, melibatkan campuran  bakteri seperti 

 Streptococcus thermophillus dan strains Lactobacillus (Lactobacillus 

delbruecktii dan  Lactobacillus bulgaricus). Dalam pembuatan 

yogurt ini , bahan-bahan ( susu,  mikroba, dan  gula) dicampuran 

untuk menghasilkan  asam laktat. Kemudian dapat ditambahkan buah 

dan perasa lain, sebelum didinginkan sampai pada suhu 4 0C—5 0C, 

untuk mencegah perubahan komposisi 

Cara lainnya, pada pembuatan Yogurt  air  susu dipasteurisasi pada 

suhu 73 0C selama 15 detik. Kemudian ditambahkan kultur  starter 

 bakteri.  Fermentasi pada suhu 40 0C selama 2,5 -3,5 jam sampai 

 susu menggumpal, dan  asam laktat dihasilkan.  Bakteri mengubah 

 gula  susu ( laktosa) pada kondisi anaerobic. Lactose diubah menjadi 

 asam laktat yang bersifat menggumpalkan casein ( protein  susu). 

Dihasilkan  krem yogurt tebal dengan rasa sedikit  asam  Proses penyimpanan yogurt, sebaiknya disimpan suhu 40C 

untuk mengurangi aktivitas  mikroba.

6.  Fermentasi Nata de Coco

Nata de Coco ( air  kelapa), Nata de Pina (nanas), Nata de Soya 

(limbah tahu).  Acetobater xylinum ditumbuhkan pada  substrat  gula 

yang diberi  air  kelapa dieramkan beberapa hari didapatkan  nata de 

coco. Yang kaya  serat dan baik untuk sumber  makanan berserat 

tinggi. Selulosa murni produk kegiatan  mikrobia Acetobacter 

xylinum: mengubah  gula menjadi  selulosa 

Gula pada  air  kelapa diubah 

menjadi  asam asetat dan benang-

benang  selulosa. Lama-kelamaan 

akan terbentuk suatu massa yang 

kokoh dan mencapai ketebalan be-

be rapa sentimeter. Dengan demi-

kian,  nata de coco dapat juga diang-

gap sebagai  selulosa  bakteri yang 

berbentuk  padat, berwarna putih, 

transparan, berasa  manis, bertekstur dan kenyal

7.  Fermentasi Kombucha

Kombucha yaitu   minuman 

yang kemungkinan berasal dari 

Manchuria yang diperoleh dari teh 

yang difermentasi oleh kon sorsium 

 mikroba yang terdiri dari beberapa 

 bakteri dan  ragi (Villarreal-Soto, 

Beaufort, Bouajila, Souchard, & 

Taillandier, 2018).  Minuman  tradisi-

onal hasil  fermentasi larutan teh dan  gula dengan memakai  

 starter  mikrobia  kombucha (Acetobacter xylinum dan beberapa jenis 

 khamir) dan difermentasi selama 8 – 12 hari 

Kombucha yaitu   minuman  populer di antara banyak  makanan 

 fermentasi  tradisional 


H. Penguatan STEM

Lakukan penelitian di lapangan tentang  bioteknologi  fermen-

tasi, misalnya  fermentasi  tempe,  fermentasi tapai,  fermentasi 

 alkohol,  fe

bioteknologi 2

 




rmentasi kecap,  fermentasi  keju,  fermentasi yogurt, 

 fermentasi  nata de coco,  fermentasi  kombucha atau yang sejenis. 

Eksplorasi dengan mengunakan intrumen penelitian, misalnya 

wawancara,  analisis dokumen, dan lainnya yang diimplementasikan 

atau dilakukan warga  sekitarmu. Tulis dalam bentuk artikel 

ilmiah (PKM_AI).

I. Latihan Soal

1. Mengapa kontaminasi selain  bakteri  Saccharomyces cerevisiae 

perlu dicegah pada pembuatan tapai ? Padahal kita mengetahui 

bahwa  fermentasi pada dasarnya juga memakai   bakteri.

2. Sifat  fermentasi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu  aerop dan 

 anaerob. Berikan penjelasan kedua istilah ini !

3. Mengapa tapai terasa  manis apabila sudah matang meski tanpa 

diberi  gula sebelumnya?

4. Mengapa perlu ditambahkannya pupuk (urea/ZA) pada media 

 nata de coco? 

5. Mengapa perlu ditambahkannya  asam cuka pada media  nata de 

coco?

4

Gambar 3.1  Bioteknologi  pertanian 

digunakan untuk meningkatkan  gizi, 

mempertinggi keamanan dan kualitas  pangan.


DESKRIPSI, Bab ini mengingatkan mahasiswa tentang  bioteknologi 

 pertanian. 

TUJUAN PEMBELAJARAN, sesudah  mempelajari  buku ini, mahasiswa 

diharapkan dapat (1) mendefi nisikan  bioteknologi  pertanian; (2) memberikan 

contoh  bioteknologi  pertanian; (3) tuliskan metode  transgenik pada 

 tumbuhan; (4) menjelaskan pemakaian   gene guns pada pembuatan 

 tumbuhan  transgenik; (5) menuliskan ragam cara yang bisa digunakan untuk 

pembuatan VCO; (6) memberikan contoh macam-macam  enzim  proteolitik 

buah-buahan.


PERTANIAN

 Bioteknologi  pertanian me-

nye diakan solusi untuk 

para petani hari ini dalam 

bentuk  tanaman yang lebih 

ramah  lingkungan, meno lak 

 penyakit dan hama  serang-

ga, dan mengurangi biaya 

 produksi petani


A. Pengertian  Bioteknologi Pertanian

 Bioteknologi memiliki dampak yang luar biasa pada 

 pertanian ,Bioteknologi  pertanian yaitu  istilah 

yang digunakan dalam perbaikan  tanaman dan  ternak melalui 

alat  bioteknologi .  Bioteknologi  pertanian 

menyediakan solusi untuk para petani hari ini dalam bentuk 

 tanaman yang lebih ramah  lingkungan, menolak  penyakit dan 

hama  serangga, dan mengurangi biaya  produksi petani .  Bioteknologi  pertanian merupakan salah satu 

cabang dari pengembangan  bioteknologi dengan menerapkan ilmu 

dan  teknologi  pertanian secara  efektif dan bijak yang diarahkan 

untuk pemenuhan kebutuhan  manusia akan  pangan. Selain itu, 

 bioteknologi menyediakan sarana untuk mengembangkan hasil 

 panen yang lebih tinggi di sepertiga waktu yang diperlukan untuk 

mengembangkannya melalui program pemuliaan  tanaman  tradisional 

sebab   gen untuk karakteristik yang diinginkan dapat disisipkan 

langsung ke  tanaman tanpa harus melalui beberapa generasi untuk 

menetapkan sifat ,Dengan demikian,  bioteknologi 

dapat digunakan untuk meningkatkan nilai tunai  tanaman, sebab  

 tanaman dapat dikembangkan yang dapat menghasilkan produk 

baru dan baru seperti  antibiotik,  hormon, dan obat-obatan lainnya. 

B. Tantangan dan Tren  Bioteknologi Pertanian di Indonesia

Terobosan teknologi diharapkan harus berindikasi pembangunan 

yang berkesinambungan.  Bioteknologi  pertanian kelihatannya 

memperlihatkan dan menawarkan potensi keunggulannya dan 

sekaligus risikonya. Hal ini  menimbulkan beberapa pertanyaan, 


di antaranya (1) produk-produk  bioteknologi  pertanian apa saja 

yang berpotensi dikembangkan di  era  abad 21; dan (2) ragam usaha-

usaha apa saja untuk memilah produk dan  bioteknologi  pertanian 

yang tepat di Indonesia.

Kemajuan  bioteknologi telah menghasilkan berbagai produk 

yang berusaha memenuhi kebutuhan  hidup  manusia baik yang 

berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan  pangan, misalnya 

diproduksinya  tanaman  transgenik  Tanaman 

 transgenik (transfer  gen langsung pada  tanaman) memungkinkan 

 inovasi yang tidak mungkin dicapai dengan metode  hibridisasi 

konvensional. Beberapa perkembangan telah memiliki potensi 

komersial yang signifi kan yaitu  tanaman yang menghasilkan 

 pestisida sendiri,  tanaman yang tahan terhadap  herbisida dan bahkan 

produk  biologi seperti  vaksin  tanaman dan biofuel. Produksi  protein 

 tanaman  transgenik relatif mudah dan kualitas proteinnya cukup 

baik, prospek penelitian dan perkembangan masa depan pada aspek 

ini terlihat sangat cemerlang. Misalnya, melalui pemuliaan  klasik, 

kekuatan rata-rata  serat  kapas telah terus meningkat 1,5% per tahun. 

 Bioteknologi telah secara drastis mempercepat  kecepatan ini yaitu 

dengan menyisipkan  gen tunggal sehingga kekuatan rata-rata  serat 

satu varietas  kapas dataran tinggi meningkat sebesar 60% 

 Prevalensi (kelaziman)  tanaman  transgenik di dunia  pertanian 

terus meningkat yaitu  pada  padi,  gandum, dan kentang, serta 

 kedelai. Beberapa produk  tanaman  transgenik beras kaya vitamin A 

beras, ini  dan  kedelai berasam oleat tinggi. Di samping  makanan 

dan pakan  tanaman,  produksi  vaksin  tanaman dan  bioplastik serta 

 tanaman  fi toremediasi juga mengalami peningkatan 

C. Metode Transgenik pada Tumbuhan

Beberapa metode  transgenik pada  tumbuhan di antaranya, 

yaitu: (1)  hibridisasi, (2) fusi atau peleburan  protoplas, (3)  teknik 

potongan daun, (5)  gene guns atau pistol  gen, (6)  teknik  kloroplas, 

dan (7)  teknologi anti sense  Uraian 

lebih rinci disajikan sebagai berikut.

1. Hibridisasi

Hibridisasi yaitu   proses persilangan (crossing) dua individu yang 

berbeda secara  genetik untuk menciptakan genotipe baru  Proses mendapatan  bibit  unggul biasanya secara konvensional 

dilakukan dari  tanaman dalam satu  spesies. Upaya pengembangan 

 teknik  rekayasa  genetik pada  tanaman bukanlah suatu hal yang baru. 

Dengan  bioteknologi, para  ilmuwan sekarang dapat memindahkan  gen-

 gen khusus untuk sifat yang diinginkan ke dalam  tanaman. 

Sejak berkembangnya bidang  pertanian, para petani telah 

melakukan seleksi benih sesuai sifat-sifat yang diinginkan . Salah satu cara untuk mendapatkan  bibit  unggul 

sesuai sifat-sifat yang diinginkan dilakukan dengan perkawinan 

silang ( hibridisasi) antara 2 jenis  tanaman dan mengulang kembali 

perkawinan silang antara keturunan  hibrid dengan salah satu induknya.

2. Fusi Protoplas

Dinding ini  dapat dipecah dengan  enzim selulase 

sehingga menghasilkan sel tanpa dinding sel yang disebut  protoplas. 

Protoplas ini dapat digabungkan dengan  protoplas lain dari beberapa 

 spesies, kemudian membentuk sel yang dapat tumbuh menjadi 

 hibrid. Metode ini disebut fusi  protoplas . saat   tanaman dilukai, maka sejumlah sel yang disebut 

callus akan tumbuh pada tempat yang dilukai ini . Sel-sel 

callus memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi  tunas 

dan  akar serta keseluruhan  tanaman berbunga. Potensi alami sel-sel 

ini  yang terprogram menjadi calon  tanaman baru sangat  ideal 

untuk  rekayasa  genetik. Seperti pada sel-sel  tanaman, sel-sel callus 

dikelilingi oleh dinding  selulosa yang tebal, yaitu sebuah rintangan 

yang menghambat pembentukan  DNA baru. 

3. Teknik Potongan Daun

Transfer  genetik terjadi secara alami pada  tanaman dalam 

merespon  organisme pathogen. Contohnya, suatu luka dapat dilukai 

oleh  bakteri  tanah Agrobacterium tumefaciens ( Agrobacter).  Bakteri 

ini memiliki  plasmid yang besar ( molekul  DNA double helix yang 

sirkuler) yang dapat merangsang sel-sel  tanaman untuk tumbuh 

terus menerus tanpa terkontrol (tumor). Oleh sebab  itu,  plasmid 

dikenal sebagai tumor inducing (Ti)  plasmid. Sedangkan hasil 

dari tumor ini  disebut crown gall. Selama infeksi,  bakteri 

ini mentransfer sebagian kecil materi  genetik yang dimilikinya 

(T- DNA) ke dalam  genom sel  tanaman inang. Pada  teknik potongan 

daun ini, daun dipotong kecil-kecil kemudian saat  potongan daun 

mulai beregenerasi, selanjutnya akan dikultur pada medium yang 

mengandung Rizobium radiobacter yang telah mengalami  modifi kasi 

 genetik. Selama  proses ini,  DNA dan  plasmid Ti berintegrasi ke  DNA 


sel inang dan materi  genetik yang menguntungkan telah dikirim. 

Potongan daun ini  kemudian diberi  hormon untuk merangsang 

pertumbuhan  tunas dan  akar 

4. Pistol Gen

Gambar 3.2: Pistol Gen

 Pistol  gen at au Gene Guns merupakan salah alternatif lain 

untuk menyisipkan  gen ke  tanaman yang tahan terhadap  Agrobacter. 

Selain mengandalkan sarana  mikroba, bisa juga memakai  “pistol 

 gen” untuk menembakkan logam kecil yang diselubungi  DNA ke 

 embrio sel  tumbuhan. Teknik ini memiliki kelebihan yakni dapat 

menghasilkan  tanaman dengan sifat yang sesuai keinginan. Metode 

transfer  gen ini dioperasikan secara fi sik dengan menembakkan 

partikel  DNA-coated (logam kecil yang diselubungi  DNA) langsung 

ke sel atau jaringan  tanaman  Metode 


transfer  gen dengan pistol  gen (Gambar 3.2) divisualisasikan pada 


 Pistol  gen khusus digunakan untuk menembakkan  DNA ke 

dalam inti sel  tumbuhan, namun juga bisa membidik  kloroplas, 

yaitu bagian sel yang mengandung klorofi l. Tumbuhan memiliki 

10-100  kloroplas pada tiap selnya dan setiap  kloroplas masing-

masing memiliki  ikatan  DNA. Guna dapat memastikan apakah 

target pistol  gen ini  yaitu  inti sel atau  kloroplas, peneliti harus 

mengidentifi kasi sel yang dimasuki  DNA terlebih dahulu. Pada salah 

satu pendekatan yang umum, Penulis menggabungkan  gen yang 

diinginkan dengan sel yang mengandung  antibiotik tertentu. Gen 

ini disebut “marker gene” atau  gen pelopor. sesudah  memakai  

pistol  gen, Penulis mengumpulkan sel dan menumbuhkan mereka 

di dalam medium yang mengandung  antibiotik. Hanya sel yang 

mengalami transformasi saja yang akan bertahan

5. Rekayasa  Kloroplas

 Kloroplas dapat menjadi target  rekayasa  genetika, sebagaimana 

yang telah dibahas pada bagian pistol  gen. Tidak seperti  DNA pada 

inti sel,  DNA pada  kloroplas dapat menerima beberapa  gen baru 

dalam satu waktu. Selain itu, kemungkinan besar  gen yang menyisip 

ke dalam  kloroplas akan tetap aktif saat  tumbuhan menjadi dewasa. 

Keuntungan lainnya yaitu  bahwa  DNA dalam  kloroplas terpisah 

seluruhnya dari  DNA yang dibebaskan pada serbuk sari  tanaman. 

Namun demikinan, saat   kloroplas 

secara  genetik dimodifi kasi, ada kemungkinan bahwa  gen yang 

ditransformasi akan terbawa jauh oleh dengan bantuan angina. 

6. Teknologi Anti Sense

Pelunakan dan sebab rusaknya buah banyak dipelajari sebab  

sangat berperan penanganan pasca  panen selama dan transport 

buah-buahan. Kekerasan buah merupakan fungsi dari dinding sel 

yang merupakan komponen struktural yang mengelilingi setiap sel 

 tanaman. Selama pematangan buah, berbagai  enzim yang terlibat 

dalam degradasi dinding sel disin tesis dalam buah, di anta ranya 

selulase untuk memecah  selulosa, Poligal akturonase (PG) dan 

Pectin Metilesterase (PME) yang mendegradasi pectin. Salah satu 

Gambar 3.4: Tomat Flavr Savr sebagai Tanaman 

trangenik 

 gen yang mengontrol pelunakan yang paling banyak dipelajari 

yaitu   gen yang mengkode  enzim poligalakturonase (PG), yang 

mengkatalis hidrolisis rantai  asam poligalakturonat pada dinding 

sel. Penurunan ekspresi  gen PG ini diharapkan akan mem perlambat 

 proses pelunakan buah 

D. Aplikasi Praktis  Bioteknologi Pertanian

1. Vaksin untuk Tanaman

Serangan terhadap hasil  pertanian oleh  virus  tanaman sudah 

menjangkau wilayah yang luas. Infeksi dapat menyebabkan 

pengurangan rata-rata pertumbuhan, hasil  pertanian yang jelek 

dan menurunkan hasil  pertanian. Keberuntungan para petani dapat 

melindungi hasil pertaniaannya dengan merangsang pertahanan alami 

 tanaman untuk melawan  penyakit dengan  vaksin. Seperti halnya 

 vaksin polio pada  manusia,  vaksin  tanaman dapat menyebabkan 

kematian atau melemahkan  virus  tanaman, mengaktifkan kembali 

sistem imun pada  tanaman, dan membuat  tanaman resisten terhadap 

 virus 

2. Pestisida Genetik

Selama 50 tahun terakhir, banyak petani percaya pada  pestisida 

alami  bakteri untuk mencegah  serangga merusak hasil  pertanian. 

 Bacillus thuringiensis (Bt) menghasilkan kristal  protein yang dapat 

membunuh  serangga dan larvanya. Protein kristal (dari Gen Cry) 

memecah zat yang menyatukan sel saluran pencernaan  serangga 

tertentu. Serangga sasaran  protein ini mati dalam waktu singkat 

dengan “autodigestion”. Gen Cry menyebabkan berkembangnya 

5

dari  tanaman  rekayasa  genetika yang resisten terhadap  serangga 

. Penyebaran  spora dari  bakteri ini  

sehingga petani dapat melindungi tanamannya tanpa memakai  

bahan  kimia berbahaya.

3. Resistensi Herbisida

Pengendalian  gulma secara  tradisional memiliki  kelemahan 

mendasar, misalnya saat para petani ingin mengendalikan  gulma 

pengganggu  tanaman, juga terdampak pada  tanaman yang 

dibudidayakan. Namun demikian, pada saat ini para petani di 

negara maju mulai memakai   bioteknologi untuk memakai  

 herbisida . Pemanfaatan  rekayasa 

 genetik untuk tahan terhadap  herbisida umum seperti glipospat. Para 

 ilmuwan telah menciptakan  tanaman  transgenik yang memproduksi 

 enzim alternatif yang tidak terpengaruh oleh glipospat. Artinya 

 gulma yang tidak diinginkan akan rentan. Pendekatan ini telah sukses 

terutama terhadap  kedelai  kebanyakan tumbuh yang mengandung 

 gen yang tahan  herbisida. 

4.  Biofuel dari Limbah Tanaman

Di masa mendatang, ada kemungkinan untuk dapat 

menghasilkan bahan bakar dari  tanaman. Misalnya para  ilmuwan 

mengembangkan sebuah metode untuk mengambil  energi yang 

tersimpan pada limbah  tanaman. Energi solar diambil dari  proses 

fotosintesis yang memungkinkan ketersediaan  energi pada sel 

dinding polimer  tanaman ( selulosa, lignin, hermiselulosa pada 

jerami, lambung, sekam dan pepohonan). Energi ini tetap tersimpan 

walaupun  tanaman ini  terbakar. Jika pemakaian   etanol dan 

 biodiesel semakin meningkat,  produksi bahan bakar dari  tanaman 

tidak akan ada lagi sekarang. Jika  energi ini  dapat dilepaskan, 

rerumputan, kayu dan residu  tanaman kemungkinan masih dapat 

diperbaharui, menyediakan sumber  gula untuk kemudian akan 

dikonversi menjadi bahan bakar 

Proses ini terdiri dari tahapan pengumpulan, menghancurkan dinding 

sel (perlakuan awal), dan konversi  gula ke biofuel 

5.  Biofuel dari Alga

Kebanyakan kelompok penghasil biofuel telah diteliti selain 

 jagung dan rerumputan sampai alga mikroskopik sebagai alternatif 

selanjutnya untuk menghasilkan petroleum. Mikroalga secara 

alami menghasilkan dan menyediakan  senyawa seperti minyak). 

Jika bahan ini  dapat mengubah bahan  kimia menjadi lebih 

 efi sien, kemungkinan dapat menghasilkan biofuel. sesudah   proses 

 modifi kasi  kimia, alkana akan menghasilkan  biodiesel yang serupa. 

Hasil dari 50% sampai 60% pergram minyak dari sel alga dianggap 

memiliki kualitas baik, alga olazyme memproduksi 75% minyak per 

gram dari berat kering .Perusahaan ini 

merupakan yang pertama yang menghasilkan bahan bakar minyak 

dari  mikroba sehingga membuat yakin akan kemampuannya untuk 

menghasilkan jutaan balon bahan bakar perhari 

E. Penguatan STEM

Ragam cara yang bisa digunakan untuk pembuatan VCO, 

pemanasan,  enzimatis,  fermentasi. Pembuatan VCO tanpa melalui 

pemanasan dapat juga dengan memakai   enzim yang bersifat 

 proteolitik. Enzim  proteolitik ini dapat diperoleh dari buah-buahan, 

sayuran maupun  getah  tanaman. Dalam bentuk kelompok, carilah 

informasi macam-macam  enzim  proteolitik buah-buahan. Salah satu 

cara yang bisa Anda lakukan dengan mengakses http://ejournal.

unesa.ac.id/index.php/bioedu/article/view/1527/3033 untuk me-

leng kapi tabel berikut.

Nama Buah Kandungan  enzim  dominan

 Pepaya Papain 

 Nenas Bromelin

 Melon Cucumisin dan serine protease

 Mentimun Cucumisin dan serine protease

 Lidah buaya Enzim bradykinase dan proteolytiase

Buah Naga Merah Alkalin

*) Alternatif Rekayasa:

Dari Hasil ini , lakukan studi  eksperimen tentang 

pembuatan VCO. Salah satu karakteristik studi  eksperimen yaitu  

adanya perlakukan atau variabel manipulasi. Tulis hasil studimu 

dalam bentuk Artikel Ilmiah.


PETERNAKAN

Hewan  transgenik merupa-

kan  hewan yang diinjeksi 

dengan  DNA dari  hewan 

lain (Crawford, 2018). 

Transformasi  gen ini  

yang umumnya berasal 

dari  spesies yang sama, 

namun  dapat juga berasal 

dari  spesies berbeda yang 

dilakukan terhadap  embrio 

sebelum  hewan  transgenik 

ini  dilahirkan

58 BIOTEKNOLOGI

A. Pengertian  Bioteknologi Peternakan

 Bioteknologi  peternakan yaitu  cabang  bioteknologi ini ber-

kai tan dengan pengembangan  hewan  transgenik 

 Bioteknologi  peternakan yaitu  pemanfaatan  proses  biologis melalui 

 rekayasa  genetika atau melalui  proses  genetik dan  reka yasa  proses 

untuk menghasilkan  ternak dan produk  peternakan yang berkualitas 

). Pendapat sejenis menyatakan  bioteknologi  hewan 

yaitu   teknik yang aman untuk memproduksi  daging,  susu, dan 

telur 

B. Tantangan dan Tren  Bioteknologi Peternakan di 

Indonesia

 Bioteknologi telah terbukti mampu memberikan keuntungan 

berupa nilai tambah terhadap hasil yang dicapai melalui sistem 

 produksi yang  baku. Berbeda dengan di negara kita, peran swasta 

terhadap perkembangan  bioteknologi di negara-negara maju sangat 

kentara. Hormon pertumbuhan sapi yang dikenal dengan nama Bovine 

Somatotropin (BST) yaitu   hormon generasi pertama  bioteknologi. 

Sapi muda BST mengatur pembentukan otot dan pertumbuhan, 

sernentara pada sapi dewasa  hormon ini rnengendalikan  produksi 

 susu. BST yang dihasilkan oleh  bakteri hasil  rekayasa  genetik, bila 

diberikan kepada sapi setiap hari secara teratur dapat meningkatkan 

 produksi hingga 7—14%. Secara teoritis memang semua jenis  protein 

yang ada pada  manusia bisa diproduksi oleh  ternak, sepanjang  gen 

yang memberikan kode  genetik untuk pembentukan  protein ini  

bisa di isolasi. Salah satu contoh, misalnya  protein  laktoperin yang 

ada  pada  air  susu ibu (ASI) telah berhasil diproduksi oleh sapi 


 transgenik. Di dunia  peternakan hingga sekarang para ahli telah 

berhasil merekayasa  kambing,  domba, babi dan sapi 

Di Indonesia sendiri  Bioteknologi  peternakan cenderung 

lamban perkembangannya dan peran pemerintah masih begitu 

 dominan. Pengembangan  Bioteknologi merupakan salah satu dari 

agenda di dalam pengelolaan sumberdaya alam, namun gemanya 

nyaris tak terdengar, apalagi kiprah operasionalnya. Indonesia 

memiliki tidak kurang dari 200.000 jenis  hewan, dan dari berbagai 

jenis  hewan ini  sebagian di antaranya telah didomestikasi 

menjadi  ternak yang dipelihara oleh warga  antara lain  ternak 

berkaki empat sebanyak 87  spesies dan unggas tidak kurang dari 

84  spesies. Keanekaragaman ini  merupakan potensi yang 

membanggakan dan sekaligus menjanjikan. Potensi plasma nutfah 

ini  dengan kemajuan  Bioteknologi dapat digunakan sebagai 

modai  dasar untuk  rekayasa pembentukan  bibit  ternak  unggul 

yang sesuai dengan kondisi tropis dan secara sosiaf budaya dapat 

diterima peternak Namun demikian, saat ini  yang 

kita saksikan ialah bahwa potensi ini  belum kita berdayakan 

secara optimal, sehingga belum menjadi anugerah yang mampu 

memberikan  kesejahteraan warga .

C. Penerapan  Bioteknologi dalam Bidang Peternakan

Kemajuan-kemajuan ilmu pengetahun ( sains) dan sebagai 

stimulus percepatan perkembangan  bioteknologi. Selain itu, banyak 

hal yang juga ikut berperan lahirnya  Bioteknologi, di antaranya 

yaitu  sebab  semakin untuk mencapai target yang diinginkan 

dengan  proses yang terobosan yang inovatif agar bisa menguntungkan 


bagi bagi umat  manusia.  Bioteknologi dapat digunakan untuk 

meningkatkan  peternakan, antara lain nya melalui: (1)  kloning, (2) 

inseminasi buatan, (3) transfer  embrio, dan (4)  rekayasa  genetika 

(Sutarno, 2016). Uraian lebih rinci disajikan sebagai berikut.

1. Transplantasi Nukleus 

Teknologi ini lebih dikenal dengan  teknologi  kloning yaitu 

 teknologi yang digunakan untuk menghasilkan individu duplikasi 

atau mirip dengan induknya (Sutarno, 2016).  Metode  teknologi 

 DNA rekombinan atau  rekayasa  genetik yang inti prosesnya yaitu  

 kloning  gen (Mohamad Amin, 2015). Teknologi  transplantasi nukleus 

atau lebih dikenal dengan  teknologi  kloning yaitu digunakan untuk 

menghasilkan individu duplikasi (mirip den  teknologi  kloning telah 

berhasil dilakukan pada beberapa jeni satunya yaitu  pengkloningan 

 domba yang dikenal dengan melalui  kloning  hewan, beberapa organ 

 manusia unl  transplantasi penyembuhan suatu  penyakit berhasil 

dibentuk 

Unsur-unsur yang  esensial diperlukan dalam  kloning  DNA, 

yaitu: (1)  enzim retraksi ( enzim pemotong  DNA); (2)  kloning vektor 

(pembawa); (3)  enzim  ligase yang berfungsi menyambung rantai 

 DNA (Sutarno, 2016). Adapun  proses- proses  dasar dalam  kloning 

 DNA meliputi:(1) Pemotongan  DNA ( DNA  organisme yang diteliti 

dan  DNA vector); (2) Penyambungan potongan-potongan (fragmen) 

 DNA Organisme dengan  DNA vektor memakai   enzim  ligase; 

(3) Transformasi rekombinan  DNA (vektor +  DNA sisipan) ke 

dalam sel  bakteri Eschericia coli; dan (4) Seleksi (screening) untuk 

mendapatkan klon  DNA yang dinginkan.

2. Inseminasi Buatan

Inseminasi Buatan  merupakan  teknologi reproduksi yang 

mampu dan telah berhasil untuk meningkatkan mutu  genetik  ternak, 

sehingga dalam waktu pendek dapat menghasilkan anak dengan 

kualitas baik (Irfan, Wahjuningsih, & Susilawati, 2017). Teknik ini 

dengan nama kawin suntik, suatu  teknik untuk memasukkan  sperma 

yang dicairkan dan diproses terlebih dahulu yang berasal dari  ternak 

jantanke dalam saluran alat kelamin betina dengan memakai  

metode dan alat khusus ,Banyak faktor yang 

mempengaruhi tingkat keberhasilan inseminasi buatan  yaitu  bangsa 

 ternak, kondisi  ternak pada saat berahi,  keterampilan inseminator 

saat mendeposisikan semen, deteksi berah dan ketepatan waktu saat 

inseminasi buatan  

3. Tranfer Embrio

Teknologi  embrio transfer memberikan keuntungan ganda, 

yaitu dapat memfasilitasi peningkatan mutu genetic  ternak sekaligus 

memperoleh sapi yang berkualitas  genetik tinggi dalam jumlah besar 

baik dari pejantan maupun dari betina  unggul ,Teknik tranfer  embrio ini tidak perlu bunting namun  

hanya berfungsi menghasilkan embio yang untuk selanjutnya bisa 

ditransfer pada induk titipan dengan kualitas yang tidak perlu bagus 

namun  memiliki kemampuan untuk bunting. Embrio yang di dapat 

langsung di transfer ke dalam sapi resipien atau disimpan dan di 

transfer pada waktu lain (Sutarno, 2016). Kawin suntik memfokuskan 

pada  sperma jantan, maka transfer  embrio tidak hanya potensi dari 

jantan saja yang dioptimalkan, melainkan potensi betina berkualitas 

 unggul juga dapat dimanfaatkan secara optimal.

4. Rekayasa Genetik

Rekayasa Genetik atau rekombinan  DNA merupakan kum-

pulan  teknik- teknik eksperimental yang memungkinkan peneliti 

untuk mengisolasi, mengidentifi kasi, dan melipatgandakan suatu 

fragmen dari materi  genetika ( DNA) dalam bentuk murninya 

(Sutarno, 2016). Hewan  transgenik merupakan bahan penelitian 

para  ilmuwan untuk menemukan jenis  penyakit yang menyerang 

 hewan tertentu dan cara penanggulangannya  Pemanfaatan  teknik  genetika di dalam bidang  peternakan 

diharapkan dapat memberikan sumbangan, membantu memahami 

mekanisme-mekanisme  dasar  proses maupun dalam penerapan 

praktisnya seperti misalnya untuk  hewan- hewan  ternak  unggul 

. Perkembangan selanjutnya, penerapan  teknologi 

 rekayasa  genetik pada  hewan bertujuan untuk menghasilkan  hewan 

temak yang memproduksi  susu dan  daging yang berkualitas, ikan 

yang cepat besar dan mengandung vitamin tertentu, dan sebagainya 

. Untuk tujuan ini dapat dilakukan melalui 

pengklonan atau pemindahan  gen- gen penyandi sifat-sifat ekonomis 

penting pada  hewan, pemanfaatan klon-klon  DNA sebagai marker 

(penanda) dalam membantu meningkatkan  efi siensi seleksi dalam 

program pemuliaan 

D. Aplikasi Praktis  Bioteknologi Peternakan

1. Hewan Transgenik 

Hewan  transgenik 

merupakan satu alat 

 riset  biologi yang po-

ten sial dan sangat 

mena rik sebab  menjadi 

model yang unik untuk 

mengungkap fenomena 

 biologi yang spesifi k. 

Beberapa  hewan  tran-

sgenik diproduksi untuk 

memiliki  sifat eko-

nomis tertentu, misal-

nya untuk memproduksi 

 susu yang mengandung 

 protein khusus  manusia yang dapat membantu dalam perawatan 

 penyakit tertentu (Sutarno, 2016). Peneliti telah memakai  

 transgenik untuk meningkatkan  produksi  susu, dengan membuat 

 susu kaya  protein, rendah lemak, dan memproduksi  susu yang 

lebih baik dan cocok untuk dikonsumsi anak  manusia  penyakit 

. Para  ilmuwan telah memakai   teknologi 

ini  untuk untuk mengembangkan  ternak  transgenik misalnya 

sapi trasgenik yang memiliki  laju pertumbuhan yang tinggi 

dan kualitas  daging yang baik. Hewan  transgenik dapat dijadikan 

andalan sebagai  hewan yang potensial dalam memajukan dunia 

 peternakan 

 Kloning  hewan tidak dianggap mungkin, sampai ditemukan 

bahwa di amfi bi beberapa pembelahan sel pertama sesudah  

pembuahan menghasilkan sel yang totipoten 

Visualisasi Proses  Kloning Domba Dolly disajikan pada Gambar 

4.2. Dengan berkembangnya  teknik- teknik  molekuler, telah me-

mung kinkan terjadinya percepatan perkembangan dalam bidang 

Rekayasa  genetik suatu  makhluk  hidup (Sutarno, 2016). Penguasaan 

 teknik rekombinan  DNA telah memungkinkan berkembangnya 

 teknik  rekayasa materi  genetik yang memungkinkan dibentuknya 

 hewan  transgenik.

Hewan  transgenik yaitu   hewan yang telah mengalami  rekayasa 

susunan materi genetiknya sehingga di hasilkan  hewan atau  tumbuhan 

yang memiliki sifat-sifat yang diinginkan  manusia(Sutarno, 2016). 

Tujuan dari  teknologi ini yaitu  meningkatkan produk dari  hewan 

 ternak seperti  daging,  susu, dan telur menjadi lebih tinggi (Sutarno, 

2016). Contoh dari  hewan yang mengalami  teknologi ini yaitu  

 domba  transgenik.  DNA  domba ini disisipi dengan  gen  manusia 

yang disebut factor VIII ( protein pembeku darah) dengan harapan 

 gen ini  diekspresikan 

2. Bioreaktor

Telah diketahui bahwa  protein merupakan produk  Bioteknologi 

yang penting dan bahwa semua bagian dari  hewan bisa menjadi 

“ bioreaktor” untuk menghasilkan  protein- protein yang dibutuhkan. 

Bagaimanakah cara kerja  bioreaktor  hewan? Dijelaskan bahwa  gen 

yang diharapkan menghasilkan  protein tertentu ditransfer ke sel 

target melalui transgenesis 

3.  Biosteel

 Biosteel merupakan temuan terbaru yang memiliki fungsi luar 

biasa sebab  bisa dipakai untuk bahan pembuat rompi antipeluru 

dan juga benang untuk menjahit luka bekas operasi (Sutarno, 2016). 

Pada dasarnya, biosteel ini merupakan jaring laba-laba. Jaring laba-

laba ini telah sekian lama diketahui sebagai salah satu jenis  serat 

terkuat yang pernah ada di muka bumi. Di masa lampau,  serat 

jaring laba-laba tentu saja bukan merupakan suatu bahan yang 

potensial untuk digunakan dalam  industri sebab  laba-laba hanya 

memproduksi sedikit sekali jaring untuk bisa dimanfaatkan dalam 

 industri komersil. Bisa dibayangkan bagaimana susahnya beternak 

laba-laba? Tentu saja hal ini  akan sangat sulit dilakukan 

(Sutarno, 2016). sebab nya, kita harus berterimakasih kepada para 

ahli yang telah bekerja keras mengembangkan trasgenesis, sebab  

kini laba-laba bukanlah sumber utama penghasil  serat untuk pembuat 

jaringnya itu (Sutarno, 2016). Gen pembawa sifat penghasil  serat 

jaring laba-laba telah sukses ditransfer ke  kambing, dan  kambing-

 kambing ini bereproduksi, mewariskan sifatnya kepada keturunan 

mereka selanjutnya (Sutarno, 2016). Dan sekarang, kita memiliki 

segerombolan  domba penghasil “ serat  susu”. Kita tidak perlu terus 

menerus memantau perkembangan reaktor-reaktor ini, sebab  

mereka seperti  kambing pada umumnya juga makan rumput, jerami, 

dan beberapa jenis biji-bijian dan secara alami memproduksi  susu 

yang mengandung  protein yang sama dengan  protein untuk membuat 

jaring laba-laba 

E. Manfaat  Bioteknologi Peternakan

Memodifi kasi materi  genetik  hewan telah banyak dilakukan 

dengan tujuan memiliki berbagai macam manfaat yang bisa diambil, 

antara lain: (1) Bidang  sains dan  kedokteran  hewan yang secara 

 genetika sudah dikenal dengan istilah Genetically Modifi ed Animal 

(GMA) seperti pada  hewan uji (misalnya Mencit) dapat digunakan 

untuk penelitian bagaimana fungsi yang ada pada  hewan, Disamping 

itu juga digunakan untuk memahami dan mengembangkan perlakuan 

pada  penyakit pada  manusia maupun  hewan. (2) Pengobatan 

Penyakit, beberapa penelitian telah memakai   protein pada 

 manusia untuk mengobati  penyakit tertentu dengan cara mentransfer 

 gen  manusia ke dalam  gen  hewan atau sapi. Selanjutnya  hewan 

ini  akan menghasilkan  susu yang memiliki  protein dari  gen 

 manusia yang akan digunakan untuk penyembuhan pada  manusia. 

(3)  modifi kasi hasil  produksi  hewan, beberapa Negara melakukan 

 rekayasa  genetik pada  hewan  ternak yang diharapkan akan 

menghasilkan  hewan  ternak yang cepat pertumbuhanya, tahan 

terhadap  penyakit menghasilkan  protein atau  susu yang sangat 

bermanfaat bagi  manusia 

Rekayasa  genetik juga dapat melestarikan  spesies langka. 

Sebagai contoh, sel telur zebra yang sudah dibuahi lalu ditanam 

dalam Rahim kuda yang merupakan  spesies lain sebagai surrogate 

mother (induk titipan). Teknik pelestarian dengan  rekayasa  genetik 

ini sangat bermanfaat, dengan alasan, di antaranya: (1) Induk dari 

 spesies biasa dapat melahirkan anak dari  spesies langka; (2) telur 

 hewan langka yang sudah dibuahi dapat dibekukan, lalu disimpan 


bertahun-tahun meskipun induknya sudah mati, dan (3) telur yang 

sudah disimpan beku ini kemudian dapat ditransplantasi 

F. Penguatan STEM

Buatlah poster terkait  bioteknologi  hewan atau  peternakan 

dengan mengintegrasikan  sains,  teknologi,  rekayasa, dan matematika


BIOETIKA 

Etika mengidentifi kasi kode 

nilai untuk tindakan kita, 

terutama terhadap  manusia 

lainnya. Dalam istilah seder -

hana,  etika dapat diang gap 

sebagai panduan memisah-

kan yang benar dari yang 

salah dan yang baik dari 

yang buruk


A. Pengantar Bioetika

 Bioteknologi terus berbaris ke depan, itu pasti akan menim-

bulkan pertanyaan  moral dan hukum baru. Isu-isu dalam Bioetika 

Ada beberapa ”hitam dan putih” atau ”benar dan salah”, namun  

berbagai nuansa abu-abu (Asshiddiqie, 2015). Kemungkinan isu 

besar menciptakan tantangan baru, dan garis antara perilaku  etis dan 

tidak  etis semakin tidak jelas. Oleh sebab  itu, banyak tantangan 

 etika dan ragam jawaban yang tidak pasti. Namun demikian, seperti 

 teknologi membantu memecahkan masalah-masalah sebelumnya, 

kami percaya hal itu juga akan memainkan peran utama dalam 

memecahkan masalah masa depan. Oleh sebab  itu, isu-isu  bioetika 

penting untuk dipelajari.

UNESCO bukanlah satu-satunya organisasi yang bekerja di 

bidang  bioetika (Langlois, 2014). Bidang Etika Medis, juga dikenal 

sebagai Bioetika, telah tumbuh secara eksponensial selama bertahun-

tahun terutama dalam keahlian dan pendanaannya (Clark, 2012). 

Dunia pendidikan di Indonesia dewasa ini dihadapkan pada dilema 

untuk menghasilkan sumberdaya  manusia Indonesia yang berkualitas. 

Dilema itu yaitu  menurunnya karakter peserta didik yang ditandai 

dengan terjadinya degradasi  moral dan  etika 

B. Perbedaan Tata Nilai, Moral, Etika, dan Bioetika

1. Tata Nilai

Tata Nilai (values) mengacu pada kepentingan relatif yang akan 

dikaitkan dengan kualitas atau perilaku yang akan memengaruhi 

keputusan kita tentang ”baik” atau ”buruk” maupun ”benar” atau 

”salah” (Nambisan, 2017). Sebagai contoh, seorang  ilmuwan yang 

tertarik memakai  sel induk embrionik untuk menemukan cara-

cara baru untuk mengobati  penyakit mungkin menempatkan nilai 

yang lebih rendah untuk  embrio, dibandingkan dengan seorang 

Kristen yang berlatih untuk siapa  embrio sebagai  manusia potensial 

lebih berharga daripada terapi yang diduga). Nilai bersifat intrinsik 

bagi seseorang atau komunitas dan oleh sebab  itu dapat berbeda dari 

satu orang atau komunitas ke komunitas lain, dan mencerminkan 

sikap atau niat

2. Moral

Moralitas yaitu  sistem publik  informal yang berlaku untuk 

semua orang yang rasional, mengatur perilaku yang mempengaruhi 

orang lain, dan termasuk apa yang umumnya dikenal sebagai 

aturan  moral, cita-cita, dan kebajikan dan memiliki pengurangan 

kejahatan atau bahaya sebagai tujuannya 

Beberapa rambu yang perlu diperhatikan dalam mengkaji apakah 

pemanfaatan  tanaman  transgenik saat ini benar secara  moral, yaitu 

(1) jangan hanya sebab  menguntungkan secara  bisnis dan dalam 

jangka pendek; (2) mengubah desain alam secara tidak alami; (3) 

bagaimana warga  yang tidak diberi informasi lengkap dapat 

mengambil keputusan dengan benar; (4) jangan memberi tekanan/

pemaksaan kepada petani/ konsumen agar memakai   tanaman 

 transgenik; dan (5) jangan manipulasi  data 

3. Etika

Meskipun didefi nisikan dengan berbagai cara, ” etika” yaitu  

studi  fi lsafat moralitas atau aturan yang memandu perilaku kita. 


Ini juga mencakup nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang membentuk 

aturan perilaku  Ragam pengertian tentang  etika. 

Etika yaitu  kegiatan memutuskan apa yang harus dilakukan, 

sebagai individu dan anggota warga . Anggota warga  

demokratis harus menawarkan setiap alasan lain yang menunjukkan 

mengapa salah satu cara untuk mengatasi masalah lebih baik dari 

yang lain. 

Etika yaitu  kegiatan mencari alasan untuk mendukung 

pengambilan keputusan mengenai apa yang harus dilakukan 

 Kamus Besar 

Bahasa Indonesia menyatakan  etika yaitu  ilmu tentang apa yg baik 

dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban  moral atau akhlak 

(KBBI). Dalam istilah sederhana,  etika dapat dianggap sebagai 

panduan memisahkan yang benar dari yang salah dan yang baik 

dari yang buruk . Defi nisi lain, Etika 

merupakan satu cabang  fi lsafat yang memperbincangkan tentang 

perilaku benar dan salah (right and wrong) dan baik dan buruk 

(good and evil), dan bahkan relasi-relasi sosial (social relations) 

dan makna keberagamaan (religious meaning) dalam  hidup  manusia 

). Dengan kata lain  etika merupakan “self 

control” untuk tahu benar dan salah, mana yang baik mana buruk, di 

mana salah satunya diaplikasikan terkait kegiatan  riset  biologi atau 

 bioteknologi.

4. Bioetika

Bidang  etika yang terutama berkenaan dengan implikasi 

penelitian  biologi dan  aplikasi  bioteknologi biasanya dikenal dengan 


istilah Bioetika . Pendapat sejenis 

menyatakan  bioetika yaitu  subbidang etik yang mengeksplorasi 

pertanyaan  etika yang terkait dengan ilmu  kehidupan . Secara harfi ah ” bioetika” mengacu pada  etika  kehidupan, 

namun  istilah ini  sering dibatasi pada area di mana obat atau ilmu 

biomedis mempengaruhi  kehidupan  manusia dan  kesejahteraan. 

Analisis  bioetika membantu orang membuat keputusan 

tentang perilaku mereka dan tentang pertanyaan kebijakan bahwa 

pemerintah, organisasi, dan warga  harus menghadapi saat  

mereka mempertimbangkan cara terbaik untuk memakai  

pengetahuan biomedis baru dan  inovasi 

Bioetika yaitu  ilmu hubungan timbal balik sosial (quasi-social 

science) yang menawarkan pemecahan terhadap konfl ik  moral yang 

muncul dalam penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan sumber 

daya hayati 

Bioetika (bioethics) dalam  riset, pengembangan dan 

pemanfaatan sumber daya hayati bertujuan untuk:memberikan 

pedoman umum  etika bagi pengelola dan pengguna sumber 

daya hayati dalam rangka pemanfaatannya secara berkelanjutan. 

Berkaiatan dengan hal ini , maka (1) pengambilan keputusan 

dalam meneliti, mengembangkan, dan memanfaatkan sumber 

daya hayati harus/wajib menghindari konfl ik  moral dan seluas-

luasnya digunakan untuk kepentingan  manusia, komunitas tertentu, 

dan warga  luas, serta  lingkungan hidupnya, dilakukan oleh 

individu, kelompok profesi, dan institusi publik atau swasta; (2) 

pemanfaatan sumber daya hayati tidak boleh menimbulkan dampak 

7

negative terhadap harkat  manusia, perlindungan dan penghargaan 

hak-hak asasi  manusia, serta  lingkungan  hidup (3) hak, kewajiban 

dan tanggung jawab  moral diberikan kepada para pengambi 

keputusan dalam hal  riset, pengembangan dan pemanfaatan sumber 

daya hayati 

Bioetika berhubungan dengan identifi kasi terhadap pendekatan-

pendekatan ilmiah yang baik dan benar serta dapat dibenarkan seperti 

mengenai euthanasia, atau alokasi sumber-sumber daya  kesehatan 

yang langkah, atau tentang pemakaian  organ-organ  tubuh  manusia 

dalam penelitian dan praktik  kesehatan. Beberapa di antaranya, 

misalnya abolisionisme (bioethics), yaitu satu aliran pemikiran 

dan gerakan yang membolehkan pemakaian  Bioteknologi untuk 

memaksimumkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. Ada 

pula  etika  kloning (ethics of cloning), veterinary ethics, utilitarian 

bioethics, dan neuroethics 

C. Prinsip-prinsip Bioetika 

Bioetika menyelidiki dimensi  etis dari masalah-masalah 

 bioteknologi dan sejauh diterapkan pada  kehidupan. Dilema  etika 

muncul saat  masalah atau situasi penting memerlukan pertimbangan 

cermat dan berpikir untuk membuat apa yang percaya menjadi 

keputusan  etis. Prinsip-prinsip  bioetika sumber daya hayati yang 

diamanatkan dalam Kepmenristek No. 112/M/KP/X/2009, yaitu: 

(1) pemanfaatan sumber daya hayati harus lebih memprioritaskan 

kepentingan kemanusiaan dari pada kepentingan ilmu pengetahuan 

dan  teknologi semata ataupun kelompok warga  tertentu, dan 

(2) penelitian sumber daya hayati harus memperhatikan nilai agama, 

sosial, budaya dan  estetika serta tetap menjaga keberpihakan pada 

 lingkungan  hidup (Menristek, 2009).

United Nations Educational, Scientifi c and Cultural 

Organization (UNESCO) dalam dokumen Universal Declaration on 

Bioethics and Human Right (UDBHR) 2005 menyatakan beberapa 

prinsip-prinsip  bioetika, antara lain nya meliputi (1) martabat 

 manusia dan hak-hak asasi  manusia; (2) manfaat dan cedera; (3) 

otonomi dan tanggung jawab perorangan; (4) kesepakatan; (5) orang 

tanpa kemampuan untuk bersepakat; (6) hormat pada kerawanan 

 manusia dan integritas pribadi; (7) masalah pribadi dan kerahasiaan; 

(8) kesamaan, keadilan dan pemerataan; (9) nondiskriminasi 

dan nonstigmatisasi; (10) hormat pada keragaman budaya dan 

pluralisme; (11) solidaritas dan kerja sama; (12) tanggungjawab 

sosial dan  kesehatan; (13) melindungi generasi mendatang; dan 

(14) perlindungan  lingkungan  hidup, biosfera dan keragaman hayati 

(UNESCO, 2005). Pendapat lain menyatakan,   bioetika secara umum 

mengenal tiga prinsip utama yakni: (1) respek terhadap  hidup dan 

 kehidupan, (2) perlunya keseimbangan antara resiko dan manfaat, 

(3) adanya suatu kesepakatan bahwa etik tidak sesederhana alamiah 

D. Manfaat Bioetika 

Bioetika bermanfaat dalam membatu memecahkan masalah 

 bioetika yang muncul di  abad 21, di berbagai bidang kegiatan 

dan keilmuwan serta kemanusiaan. Ada empat alasan pentingnya 

mengajarkan  bioetika (1) memajukan peserta didik pemahaman 

ilmu pengetahuan; (2) mempersiapkan peserta didik untuk membuat 

informasi, pilihan bijaksana; (3) mempromosikan dialog hormat di 

antara orang dengan berbagai pandangan; dan (4) mengembangkan 

 keterampilan kritis-penalaran  Kemajuan 

di bidang  bioteknologi sendiri selain menumbuhkan potensi yang 

menguntungkan pasti juga menimbulkan dampak sosial,  ekonomi 

dan  lingkungan yang besar. Kegiatan Riset, pengkajian dan  aplikasi 

bioteknonogi di bidang  peternakan mutlak diperlukan norma-norma 

dan  etika guna memberikan rambu-rambu pengaman dan sekaligus 

untuk mengawal perkembangan  bioteknologi.

E. Hewan dan Etika Riset 

1. Peranan Hewan terkait Riset 

Hewan digunakan dalam penelitian sebab   hewan memiliki 

banyak peran dalam mencegah penderitaan  manusia, sehingga 

penelitian dengan memakai   hewan merupakan kunci untuk 

sebagian besar terobosan dalam  abad terakhir. Berikut yaitu  

beberapa contoh peran dari  hewan:

1.  Tanpa  vaksin polio, yang dikembangkan dengan memakai  

 hewan, ribuan anak-anak dan orang dewasa akan meninggal 

atau menderita, dengan adanya  vaksin polio ini maka 

melemahkan efek samping dari  penyakit ini setiap tahun.

2. Tanpa dialisis, yang diuji pada  hewan, puluhan ribu pasien 

yang menderita  penyakit ginjal stadium akhir akan mati.

3. Tanpa  teknik operasi katarak, yang disempurnakan pada 

 hewan, lebih dari satu juta orang akan kehilangan satu mata.


Penelitian  hewan juga bermanfaat secara langsung bagi  kesehatan:

1.  Bioteknologi telah mengembangkan 111 USDA yang disetujui 

oleh  biologis yaitu  hewan yang mengobati  penyakit hati, 

arthritis, parasitis, alergi, dan  penyakit jantung.

2. Penelitian pada  hewan juga menghasilkan  vaksin yang dokter 

 hewan gunakan setiap hari untuk mencegah rabies dan HIV.

Dari hasil penelitian yang dilakukan pada  hewan, juga dapat 

diketahui peringatan bahwa ibu  hamil tidak boleh mengkonsumsi 

obat-obat tertentu yaitu obat dengan efek samping yang tak 

terduga fi nasteride (Propecia), yang digunakan untuk mendorong 

pertumbuhan rambut yang saat  obat ini  diuji pada  hewan 

maka keturunan laki-laki yang lahir dari ibu  hewan yang diberikan 

obat dengan dosis tinggi maka lahir keturunan yang cacat yang 

serius ( malformasi organ reproduksi). 

2. Standar Perlakuan pemakaian  Hewan 

Penelitian  hewan sangat diatur dalam UU Kesejahteraan Hewan 

federal yang menetapkan standar khusus tentang perumahan, makan, 

kebersihan, dan perawatan medis  hewan  riset. Sebelum penelitian 

memakai   hewan dimulai, penulis dituntut untuk membuktikan 

kebutuhan untuk mempekerjakan  hewan, misalnya Babi Guinea 

mendapat injeksi  untuk kegiatan eksperimental. Mereka juga harus 

memilih  spesies yang paling sesuai dan menyusun rencana untuk 

memakai   hewan sesedikit mungkin. Instansi pemerintah secara 

rutin memantau kondisi di laboratorium. untuk menerima dana 

untuk penelitian dari National Institutes of Health (NTH), FDA, 


atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, Penulis harus 

mengikuti standar pelayanan yang ditetapkan dalam Panduan untuk 

Perawatan dan pemakaian  Laboratorium Hewan, yang dirumuskan 

oleh National Academy of Science (NAS). Mengingat biaya Riset, 

ketersediaan dana hibah dari badan-badan itu penting; sehingga 

sebagian besar lembaga sangat ingin mengikuti pedoman. Para 

Penulis bertugas mencapai “Tiga Rs” penelitian  hewan yaitu: 

Gambar 5.2 Babi Guinea 

mendapat injeksi eksperimental.

Sumber: (Crawford, 2018)

1.  Reduce. Maksudnya me ngu -

rangi jumlah  spesies yang lebih 

tinggi (kucing, anjing, primata) 

yang digu nakan.

2.  Replace. Maksudnya me ng -

ganti  hewan dengan model 

alternatif bila me mung kinkan.

3.  Refi ne. Maksudnya mem per-

baiki tes dan percobaan untuk 

me mastikan kondisi yang 

paling manusiawi mungkin.

F. Penguatan STEM


DAN PEMBELAJARANNYA 

Keperluan untuk  hidup lebih 

penting dibanding pengetahuan. 

Mengajar  Bioteknologi dapat 

menunjukkan peserta didik 

bagai mana menjadi warga 

negara literet dengan memberi 

mereka pengetahuan untuk 

mem buat keputusan tentang 

 bioteknologi dalam peran 

mereka sebagai pemilih dan 

pemim pin masa depan  bangsa


A. Urgensi  Bioteknologi Diajarkan di Sekolah

Mengajar  Bioteknologi dapat menunjukkan peserta didik 

bagaimana menjadi warga negara literet dengan memberi mereka 

pengetahuan untuk membuat keputusan tentang  bioteknologi dalam 

peran mereka sebagai pemilih dan pemimpin masa depan  bangsa 

. Di samping itu, saat ini kita berada pada 

 abad 21 yang ditandai dengan perkembangan  teknologi yang pesat, 

sehingga  sains dan  teknologi merupakan salah satu landasan penting 

dalam pembangunan  bangsa. Pembelajaran  sains diharapkan dapat 

menghantarkan peserta didik memenuhi kemampuan  abad 21. Untuk 

mampu berpartisipasi dalam warga   berbasis pengetahuan yang 

ekonominya berubah semakin cepat ini , maka anggotanya 

harus: (a) memiliki kemampuan dalam mengumpulkan, memilah, 

memroses dan menginterpretasikan  data dan informasi; (b) 

memiliki  kemampuan  konseptual,  analisis, sintesis,  komunikasi, 

 keterampilan pengelolaan diri dan  keterampilan pengelolaan 

antar personal; (c) menguasai  dasar- dasar ilmu pengetahuan dan 

 keterampilan berkarya; dan (d) mau dan mampu belajar sepanjang 

hayat sebagai  gaya  hidup 

Pendidikan bagi anak (peserta didik) yaitu  suatu  proses tentang 

apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dialami, detik demi detik, 

dari hari ke hari sepanjang tahun Amin, 2015). Aspek yang perlu 

diperhatikan dan ditekankan dalam pembelajaran yaitu : logika 

(olah pikir),  kinestika (olah badan),  etika (olah rasa (kesantunan)) 

dan  estetika (olah rasa (keindahan). 

B. Bagai Cara untuk Mengajar  Bioteknologi di Jenjang 

SMP

Pendidikan bagi anak atau peserta didik yaitu  suatu  proses 

tentang apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dialami, detik 

demi detik, dari hari ke hari sepanjang tahun. Aspek yang perlu 

diperhatikan dan ditekankan dalam pembelajaran yaitu : logika 

(olah pikir),  kinestika (olah badan),  etika (olah rasa/kesantunan) 

dan  estetika (olah rasa/keindahan) untuk mengembangkan sepuluh 

kecerdasan: bahasa/word smart (pandai mengolah kata-kata), 

ruang/spatial smart (pandai mempersepsi apa yang dilihat), musik/

music smart (peka dalam ber-musik), logik-matematik/ logic smart 

(pandai dalam logika dan matematika), kinestik/body smart (trampil 

dalam olah  tubuh dan gerak), intrapersonal/self smart (peka dalam 

mengenali emosi diri sendiri), interpersonal (peka terhadap pikiran 

dan perasaan orang lain), nature smart (pandai dan peka dalam 

mengamati alam), existence smart (pandai dan peka akan makna 

keberadaan  manusia dalam  hidup ini) dan  spiritual smart (Mohamad 

Amin, 2015). Demikian pula, mengajar  bioteknologi harus  fokus 

pada efek bahwa peserta didik dapat memiliki di lapangan serta efek 

yang dapat memiliki pada mereka, sebab  ini mendorong mereka 

untuk menjadi lebih termotivasi dan memiliki pendapat yang lebih 

seimbang tentang  bioteknologi 

C. Pembelajaran  Bioteknologi Melalui Penyelidikan 

Ilmiah

 Era globalisasi yaitu   proses yang berkelanjutan, yang 

setiap individu harus mengikuti perubahan agar tidak ketinggalan 

8

 ada  

lima kompetensi terpenting di  era digital yaitu  pemikiran kritis, 

pemecahan masalah,  komunikasi, kerja tim, dan kreativitas. Jika 

kompetensi semacam itu terus berkembang di warga , maka 

secara ber fase kita akan menjadi warga  terdidik yang selalu 

berpikir kritis dan kreatif  Dengan mengetahui 

pentingnya pengembangan pemikiran yang kritis dan kreatif, 

peserta didik yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari  proses 

pendidikan perlu memiliki suatu pengalaman dan  lingkungan yang 

mendukung dikembangkannya pemikiran yang kritis dan kreatif 

ini  , yang dikembangkan memakai  

pembelajaran  berbasis  riset.

Sejalan uraian di atas, kunci  dasar untuk menghasilkan  dinamika 

pertumbuhan  ekonomi  berbasis pengetahuan berawal dari penguatan 

pendidikan dalam ilmu pengetahuan alam. yang merupakan  basis 

dari technological dan scientifi c advancement dan membiasakan 

peserta didik melakukan kegiatan keilmuwan (science) dimulai 

dari  lingkungan sekitarnya (daily life). Artinya bekerja dan berpikir 

dengan memakai  metode dan pendekatan ilmiah, baik urutan 

langkah maupun prosesnya, secara induktif maupun deduktif sesuai 

dengan tingkat keilmuwan masing-masing 

Mengajar peserta didik tentang  Bioteknologi dan manfaatnya dan 

risiko akan membantu mereka untuk menjadi warga negara yang 

bertanggung jawab. Selain itu,  bioteknologi menjadikan konsumen 

 teknologi dengan memberi mereka  keterampilan yang dibutuhkan 

untuk mempertimbangkan keterbatasan  etika  teknologi .Belajar tentang  bioteknologi dan  etika yang terlibat 


mengajarkan mereka tentang perlunya untuk mempertimbangkan 

 konsekuensi jangka panjang dari memakai   teknologi baru dan 

 inovasi.

Abad 21 peran ilmu pengetahuan (scientifi c knowledge) 

menjadi semakin  dominan dalam berwarga   global. warga  

yang perikehidupannya bertumpu pada ilmu pengetahuan dikenal 

sebagai “warga   berbasis pengetahuan” (knowledge-based 

society) yang perekonomiannya semakin menuju ke  ekonomi 

 berbasis pengetahuan (knowledge-based economy), yaitu melalui 

kegiatan  industri  jasa maupun  produksi yang  berbasis pengetahuan 

(Amin, 2015). Perubahan ini telah meningkatkan kualitas  hidup 

umat  manusia.

D. Teknologi Informasi sebagai Sumber Belajar untuk 

Generasi Mendatang 

Dunia kini tengah memasuki  era revolusi  industri 4.0 dengan 

 teknologi informasi telah menjadi  basis dalam  kehidupan  manusia 

). Seturut dengan pandangan ini  menyatakan bahwa generasi di  era 

 industri 4.0 memegang komitmen peningkatan  fl eksibilitas di bidang 

manufaktur, secara massal, dengan kualitas dan produktivitas yang 

lebih baik. Segala hal menjadi tanpa batas (borderless) dengan 

pemakaian  daya komputasi dan  data yang tidak terbatas (unlimited), 

sebab  dipengaruhi oleh perkembangan internet dan  teknologi digital 

yang masif sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas 

 manusia dan mesin . Imbasnya, perubahan 

pesat yang dialami warga  sebab  pesatnya perkembangan 


 teknologi informasi membawa banyak dampak pada  kehidupan 

 manusia, secara umum bersifat positif dan negatif 

Prospek ke depan, ada  indikasi bahwa perkembangan 

penerapan  bioteknologi dalam segala bidang  kehidupan akan 

semakin meningkat dengan didukung oleh penemuan-penemuan 

baru dan penerapan metode-metode baru  Dengan 

pandangan ini Biologi menjadi memiliki “banyak pengetahuan” 

dan lahirlah cabang-cabang Biologi dengan kajian yang lebih 

spesifi k, missal adanya Program Studi Molekuler Biologi, Human 

Genom Project (program Pemetaan Genom Manusia), situs khusus 

untuk hasil-hasil penelitian  berbasis  molekuler National Centre 

Biotechnology Information (NCBI) 

Dengan demikian, sistem  biologi yaitu  sistem yang  kompleks, 

sehingga membuat orang mampu melakukan diskusi dengan mudah, 

sementara rasa ingin tahu sangat tinggi.  Hal ini berakibat, dicari 

cara agar pembahasan menjadi  fokus, maka  tubuh  manusia dianggap 

sebagai suatu organisasi. 

Di samping itu, mengembangkan literasi informasi merupakan 

salah satu  keterampilan intelektual tingkat tinggi yang dibutuhkan 

untuk pengembangan dan kesuksesan akademis, profesional dan 

pribadi (Shao & Purpur, 2016). Pendapat lain menyatakan, literasi 

informasi berkaitan dengan kemampuan untuk mengidentifi kasi 

kapan informasi dibutuhkan, dan kompetensi dan  keterampilan 

untuk menemukan, mengevaluasi dan memakai  informasi 

dalam membuat keputusan berdasar  informasi 

Dengan demikian, literasi informasi yaitu   keterampilan penting 


untuk mengambil, menilai, dan memberikan informasi yang tepat 

untuk menumbuhkan kompetensi  informatika pada mahasiswa.

E. Komunikasi Sains sebagai Tuntutan 

Ilmu  biologi memiliki lahan yang sangat besar untuk 

dikembangkan di Indonesia, negara dengan sumber daya hayati 

terbesar di dunia. Kemajuan  teknologi informasi dan  komunikasi 

(TIK) melahirkan  bioinformatika yang memacu perkembangan ilmu 

 biologi lebih cepat daripada sebelumnya (Witarto & Sajidan, 2010) 

.Pekerjaan di Abad 21 tidak lagi pekerjaan sederhana yang dikerjakan 

secara individu. Pekerjaan di Abad 21 cenderung  kompleks rumit 

dan membutuhkan  kolaborasi berbagai ahli (Sudira, 2015). Untuk 

itu, bekerja  pada  abad ke-21 membutuhkan kreativitas berpikir 

dan bekerja dengan cara berkolaborasi dengan orang-orang dari 

berbagai  disiplin kerja dan sosial dan budaya kerja yang berbeda. 

Keterampilan berkomunikasi dalam bahasa lisan atau tertulis 

melalui berbagai media (multimedia) menjadi sangat penting. 

F.  Bioteknologi dan Pendididikan Karakter

Menyiapkan lulusan berkualitas yang mampu bersaing secara 

 global, dan menguasai perkembangan  teknologi merupakan hal yang 

penting untuk semua orang dan penting bagi masa depan suatu negara 

(Kanematsu & Barry, 2016).  Supaya mampu berpartisipasi dalam 

warga   berbasis pengetahuan yang ekonominya berubah semakin 

cepat ini , maka anggotanya harus: (a) memiliki kemampuan 

dalam mengumpulkan, memilah, memroses dan menginterpretasikan 

 data dan informasi; (b) memiliki  kemampuan  konseptual,  analisis, 

sintesis,  komunikasi,  keterampilan pengelolaan diri dan  keterampilan 

pengelolaan antar personal; ( c) menguasai  dasar- dasar ilmu 

pengetahuan dan  keterampilan berkarya; d) mau dan mampu belajar 

sepanjang hayat sebagai  gaya  hidup (Amin, 2015).

G.  Bioteknologi dan Penanaman Nilai Spiritual

Mengemas keterpaduan antara isi materi, metode mengajar dan 

penanaman nilai  spiritual maka dalam pembelajaran Biologi perlu 

dikembangkan Science spirituality agar pembelajaran menjadi lebih 

menyenangkan. Science spirituality yaitu  materi  sains (Biologi) 

yang dapat menumbuhkan kecakapan  spiritual. Sebagai contoh: 

saat  belajar tentang sistem  tubuh tentang pencernaan, banyak 

dipelajari bagaimana  proses pencernaan bahan  makanan menjadi 

nutrisi yang siap dipergunakan untuk memproduksi  energi. Proses 

alamiah yang sangat rapi dan terukur pasti. Dengan mengetahui 

 proses normal itu kita harus selalu menjaga agar tidak makan 

 makanan yang berpotensi tidak baik bagi  tubuh seperti diajarkan 

oleh agama (Amin, 2015). Kalau ada  makanan yang tidak tepat untuk 

 tubuh, mekanisme normal  tubuh secara otomatis akan terganggu. 

Sebagai contoh saat  seseorang minum  alkohol atau narkotika 

yang dilarang agama