Penyakit kromosom dipicu oleh kelainan kromosom, baik yang
terjadi pada autosom maupun pada kromosom kelamin. pemicu terjadinya
mutasi kromosom antara lain adanya gangguan fisik dan kimia sehingga
terjadi kesalahan di dalam pembelahan sel yang memicu struktur
kromosom rusak dan jumlah kromosom berubah. Pada prinsipnya mutasi
pada kromosom terdiri atas dua macam yaitu: Mutasi sebab perubahan
jumlah kromosom (ploidi) , atau mutasi sebab perubahan struktur pada
kromosom (aberasi).[
2.1. Definisi Kromosom
Kromosom yaitu untaian material genetik yang ada didalam setiap
sel mahkluk hidup. Setiap sel yang normal mempunyai 46 kromosom yang
terdiri dari 22 pasang kromosom non-sex (kromosom 1s/d kromosom 22) dan 1
pasang kromosom sex (kromosom X dan Y) yang menentukan jenis kelamin.
Kromosom juga berfungsi untuk membawa informasi genetik yang
sangat menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan janin dan juga
fungsi tubuh untuk kehidupan sehari-hari. Proses pertumbuhan ini meliputi
pembentukan protein-protein tubuh, sehingga kelainan genetik atau struktur dan
jumlah kromosom akan sangat mempengaruhi pembentukan protein-protein
tubuh dan dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan janin atau
bayi yang tidak normal. [ CITATION Nei00 \l 1057 ]
Setiap orang mendapatkan 1 dari tiap pasangan kromosom dari ayahnya
dan 1 dari ibunya, dengan kata lain setiap orang mendapatkan 23 kromosom
dari ayah (dibawa oleh sperma) dan 23 kromosom dari ibunya (dibawa oleh sel
telur), yang kemudian total menjadi 46 kromosom (23 pasang) sesudah
pembuahan. [ CITATION Nei00 \l 1057 ]
2.2. Macam-Macam Kelainan Kromosom
Pada dasarnya kelainan kromosom dapat berupa kelainan jumlah
kromosom dan kelainan strukstur kromosom. Kelainan kromosom
akanmemicu gangguan sejak dari fertilisasi sampai periode sesudah lahir.
Jadi gangguan yang ditimbulkan bisa terjadi pada saat fertilisasi,implantasi,
perkembangan embrio, perkembangan fetus, gangguan pada masa bayi,
gangguan pada masa kanak-kanak, bahkan juga padamasa dewasa dan tua.
Dengan demikian gangguan tadi dapat berupa abortus sangat awal, abortus
3 | Williams Syndrome
awal, lahir mati dengan kecacatan, serta lahir cacat. Kecacatan dapat berupa
kecacatan fisik maunpun mental. Berat ringannya kelainan tentu saja tergantung
dari berat ringannya kelainan kromosom. [ CITATION ESu17 \l 1057 ]
2.2.1. Kelainan Jumlah Kromosom
1. Trisomi
Trisomi berarti bahwa ada kelebihan satu kromosom. Kalau
kariotip normal terdiri atas 46 kromosom atau 23 pasang
kromosom,maka kariotip penderita trisomi terdiri atas 47 kromosom.
Sindrom yang terkenal yaitu sindroma Klinefelter atau sindroma 47,
XXY, wanita 47,XXX, dan pria 47,XYY.
2. Monosomi
Monosomi yaitu hilangnya satu kromosom, sehingga jumlah
kromosom bukan 46 tetapi 45. ada monosomi kromosom
kelamin yang terkenal yaitu sindroma Turner yang mempunyai
konstitusi kromosom 45,X.
3. Triploidi
Triploidi yaitu adanya tiga perangkat (3n) kromosom, sehingga
jumlah kromosomnya bukan 46, tetapi 69. Keadaan ini diperkirakan
terjadi sebab sel telur mengandung 46 kromosom dibuahi
oleh spermatozoon normal dengan 23 kromosom (digini), atau sel
telurnormal dengan 23 kromosom dibuahi oleh dua spermatozoon
normal (diandri). Disamping triploidi ada juga tetraploidi (96
kromosom atau4n).
4. Mosaik
Mosaik yaitu adanya dua atau lebih populasi sel yang berbeda
pada satu individu. Mosaik terjadi sebab adanya gangguan sesudah
fertilisasi.Pada pria demikian yaitu penderita sindroma Klinefelter.
5. Khimera
Khimera yaitu keadaan dimana organisme atau individu
mempunyai sel-sel yang berasal dari dua zigot atau lebih.
2.2.2. Kelainan Sturuktur Kromsom
Kelainan struktur kromosom terjadi sebab patahnya
kromosompada tempat-tempat tertentu yang disertai dengan kejadian
yang lainyang menimpa patahan (segmen) kromosom tadi, misalnya
hilangnya segmen kromosom, berpindahnya segmen kromosom,
ataupenempelan kembali segmen kromosom tetapi dengan letak
yangberbeda dengan letak aslinya. Kelainan struktur kromosom
dapat berupa:
1. Delesi
Delesi atau defisiensi yaitu hilangnya segmen
kromosom sebagai akibat patahnya kromosom tadi. Delesi dapat sangat
kecil sehingga luput dari deteksi saat pemeriksaan kromosom, tetapi
dapat pula cukup besar sehingga mudah diketahui.
2. Kromosom bentuk cincin
Kromosom bentuk cincin ini terjadi sebab adanya delesi
ganda,yaitu delesi pada kedua kromosom. Akibat delesi ganda ini
yaitu tidak stabilnya kromosom, sehingga kedua ujung tadi bersatu
dan membentuk cincin.
3. Inversi
Inversi yaitu terbaliknya urutan gen-gen dalam kromosom pada
segmen tertentu. Inversi terjadi sebab patahnya kromosom
yang diikuti dengan penempelan kembali segmen kromosoom yang
patah tadi tetapi dengan letak yang terbalik.
4. Isokkromosom
Isokromosom yaitu kromosom yang kedua lengannya sama
panjang, yaitu bahwa kedua lengannya yaitu lengan p atau keduanya
yaitu lengan q. Dengan demikian isokromosom yaitu duplikasi salah
satu lengan, tetapi ada delesi lengan yang lain.
5. Translokasi
Translokasi yaitu berpindahnya segmen kromosom
kekromosom yang lain. Ada dua macam traslokasi, yaitu: Translokasi
sederhana yang berupa pindahnya segmen terminal kromosom ke ujung
kromosom yang lain dan translokasi resiprokal ialah saling tertukarnya
segmen terminal antara dua kromosom non homolog.
6. Duplikasi
Duplikasi yaitu kelebihan segmen kromosom, dengan
demikianjuga terjadi kelebihan gen-gen yang dikandungnya. Keadaan
demikian terjadi misalnya sebab pindah silang (crossing over) yang
tidakseimbang, sehingga salah satu anggota pasangan kromatid
mendapatkan material genetic yang berlebih.
2.2.3. Contoh Kelainan pada Kromosom
1. Down Syndrome
Sindroma Down yaitu suatu kondisi di mana seseorang
memiliki kromosom ekstra. Biasanya, seorang bayi lahir dengan 46
kromosom. Bayi dengan sindrom Down memiliki salinan tambahan dari
salah satu kromosom yaitu kromosom 21. Istilah medis untuk memiliki
salinan tambahan dari sebuah kromosom yaitu 'trisomi.' Sindrom Down
juga disebut sebagai Trisomi 21. Salinan tambahan ini mengubah cara
kerja bayi dalam perkembangan tubuh dan otak, yang dapat
memicu tantangan mental dan fisik bagi bayi.
6 | Williams Syndrome
2. Cat Eye Syndrome
Cat Eye Syndrome (CES) yang terkait dengan tetrasomi parsial
kromosom 22 yaitu sindrom genetik langka dengan kejadian yang
diketahui 1 dari 150.000 kelahiran hidup. Sindrom ini dikenal dengan
nama lain yang meliputi kromosom 22 tetrasomi parsial (22pter-22q11)
atau kromosom 22 Inv dup atau sindrom Schmid-Fraccaro (OMIM
115470). Sindrom ini dinamai 'Cat Eye' sebab temuan oftalmologi khas
koloboma vertikal pada beberapa pasien. Hal ini biasanya dipicu
oleh tetrasomi parsial kromosom 22 yang merupakan hasil dari
kromosom penanda supernumerary kecil yang merupakan segmen
kromosom sentris dengan satelit di ujungnya. [ CITATION Dee141 \l 1057 ]
3. Syndrome Patau
Trisomi 13, juga disebut sindrom Patau, yaitu kondisi
kromosom yang terkait dengan kecacatan intelektual yang parah dan
kelainan fisik di banyak bagian tubuh. Pada kasus ini ada ektra
kromosom pada kromosom 13. Individu dengan trisomi 13 sering
memiliki kelainan jantung, kelainan otak atau sumsum tulang belakang,
mata yang sangat kecil atau kurang berkembang (microphthalmia), jari
tangan atau kaki ekstra, lubang di bibir (bibir sumbing) dengan atau
tanpa lubang di atap mulut (celah langit-langit), dan tonus otot lemah
(hipotonia).
4. Edward Syndrome
Sindrom Edward yaitu kelainan genetik yang dipicu oleh
adanya salinan ekstra pada kromosom 18. Oleh sebab itu, kelainan yang
memicu gangguan pada banyak bagian dan organ tubuh ini disebut
juga trisomi 18.Setiap ibu hamil bisa saja melahirkan bayi yang
menderita trisomi 18. Akan tetapi, ibu yang hamil di usia tua lebih
berisiko melahirkan bayi dengan kondisi ini, terutama ibu yang hamil di
usia lebih dari 35 tahun.[ CITATION Mer20 \l 1057 ]
7 | Williams Syndrome
5. William Syndrome
Sindrom Williams dipicu oleh kelainan genetik,
yaitu penghapusan sekitar 27 gen dalam salah satu dari dua lengan
panjang kromosom 7. Biasanya penghapusan gen ini terjadi sebagai
peristiwa acak (random) saat pembentukan sel telur atau sperma dari
mana seseorang berkembang. Dalam sejumlah kecil kasus, sindrom
ini diwarisi dari orang tua yang terkena sindrom secara dominan
autosomal. [ CITATION Akm20 \l 1057 ]
2.3. Screenshot
2.3.1. Kromosom Normal
Gambar 1. Kromosom Normal Pada Manusia (Sumber: biologycorner.com)
2.3.2. Kromosom Syndrom Williams
Gambar 2. Kelainan Kromosom pada Syndrome Williams (Sumber: biologycorner.com)
2.4. Hasil
Hasil dari identifikasi yang dilakukan untuk membandingkan kelainan
kromosom dengan kromosom normal yaitu ditemukan dari kasus 4 yaitu sindrom
williams yang ditandai dengan penghapusan sekitar 27 gen dalam salah satu dari dua
lengan panjang kromosom 7, sehingga kromosom pada gambar terlihat patah.
Kondisi ini biasanya dapat didiagnosis berdasarkan karakteristik fisik.
Diagnosis dapat dipastikan dengan melakukan tes yang disebut hibridisasi in situ
fluoresen (FISH). Ini yaitu tes laboratorium yang memberi label urutan DNA dengan
bahan kimia yang menyala di bawah sinar ultraviolet. Ini memungkinkan para ilmuwan
untuk melihat apakah gen itu hilang atau tidak. Tes lain untuk membantu mendiagnosis
kondisi dapat mencakup USG ginjal, pemeriksaan tekanan darah, dan ekokardiogram.
Tes juga dapat menunjukkan kadar kalsium darah tinggi, tekanan darah tinggi, sendi
kendur, dan pola yang tidak biasa pada iris mata.[ CITATION Ala17 \l 1057 ]
2.5. Pembahasan
Sindrom Williams dipicu oleh penghapusan secara spontan 26-28 gen pada
kromosom 7. Penghapusan terjadi pada saat pembuahan baik pada sel telur atau sperma
yang digunakan sehingga anak mengalami kelainan sindrom Williams. Tingkat
penghapusan ini mungkin berbeda di antara individu. Di sebagian besar keluarga, anak
dengan sindrom Williams yaitu satu-satunya anak yang memiliki kondisi ini di
seluruh keluarga besarnya. Namun, individu dengan sindrom Williams memiliki
kemungkinan 50% untuk menularkan gangguan ini kepada setiap anaknya.
Sebagian besar kasus sindrom Williams tidak diturunkan tetapi terjadi sebagai
kejadian acak selama pembentukan sel reproduksi (telur atau sperma) pada orang tua
dari individu yang terkena. Kasus ini terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat
kelainan ini dalam keluarganya. Sindrom Williams dianggap sebagai kondisi
dominan autosom sebab satu salinan kromosom 7 yang diubah di setiap sel sudah
cukup untuk memicu gangguan ini .
Kebanyakan kasus sindrom Williams muncul secara spontan (secara sporadis)
untuk alasan yang tidak diketahui. Penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan
bahwa sindrom Williams sporadis dan familial terjadi akibat penghapusan materi
genetik dari gen yang berdekatan yang terletak di lengan panjang (q) kromosom 7
(7q11.23). Wilayah kromosom ini telah ditetapkan sebagai "Wilayah kromosom
Sindrom Williams-Beuren 1" (WBSCR1)
Menurut para peneliti, 28 gen dalam wilayah kromosom 7q11.23
mungkin memainkan peran pemicu dalam sindrom Williams termasuk yang
dikenal sebagai gen ELN (elastin), gen LIMK1 (atau LIM kinase-1), dan RFC2
(faktor replikasi C , subunit 2) gen. Gen LIMK1 diyakini terlibat dengan
masalah visual-spasial yang terkait dengan sindrom Williams. [ CITATION
Col06 \l 1057 ]
Bayi dengan sindrom Williams yang memiliki peningkatan kadar
kalsium dalam darahnya dapat menjalani diet yang membatasi asupan vitamin
D. Asupan kalsium juga dapat dibatasi. sesudah usia sekitar 12 bulan, kadar
kalsium biasanya kembali normal, bahkan pada bayi yang tidak diobati.
Dianjurkan agar anak-anak dengan Sindrom Williams juga dievaluasi oleh
dokter spesialis kelainan endokrin (ahli endokrin). Anak-anak yang terkena,
yang memiliki gejala yang berhubungan dengan kelainan jantung, harus
menerima evaluasi komprehensif di rumah sakit. Beberapa anak dengan
Sindrom Williams yang memiliki kelainan jantung parah mungkin memerlukan
perawatan bedah untuk memperbaiki cacat ini . [ CITATION Col06 \l 1057 ]
Dari identifikasi kelainan kromosom yang dilakukan melalui metode
penataan kromosom normal dan kelainan kromosom melalui aplikasi atau software,
di dapat hasil berupa kelainan kromosom pada nomor 7 yang kehilangan 26-28 gen
disalah satu lengannya. Kondisi ini didiagnosa dengan hibridisasi in situ fluoresen
(FISH).
Sindrom williams ditandai dengan beberapa tanda fisik seperti pada wajah,
yaitu: dahi yang lebar, kedua mata tidak simetris, ada lipatan kulit di sudut
mata, gigi berukuran kecil, dll. Adapun penyakit yang mungkin diderita berupa
penyakit kelainan pada sistem peredaran darah, yaitu: hipertensi, penyempitan
pembuluh darah, dan penyakit jantung.








