Tampilkan postingan dengan label williams syndrome. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label williams syndrome. Tampilkan semua postingan

williams syndrome




Penyakit kromosom dipicu  oleh kelainan kromosom, baik yang

terjadi pada autosom maupun pada kromosom kelamin. pemicu  terjadinya

mutasi  kromosom antara  lain  adanya  gangguan  fisik  dan kimia  sehingga

terjadi  kesalahan  di  dalam  pembelahan  sel  yang  memicu   struktur

kromosom rusak dan jumlah  kromosom berubah.  Pada  prinsipnya mutasi

pada  kromosom terdiri  atas  dua  macam  yaitu:  Mutasi  sebab   perubahan

jumlah  kromosom (ploidi)  ,  atau  mutasi  sebab   perubahan  struktur  pada

kromosom (aberasi).[

2.1. Definisi Kromosom

Kromosom yaitu  untaian material genetik yang ada  didalam setiap

sel  mahkluk  hidup.  Setiap  sel  yang  normal  mempunyai  46  kromosom yang

terdiri dari 22 pasang kromosom non-sex (kromosom 1s/d kromosom 22) dan 1

pasang kromosom sex (kromosom X dan Y) yang menentukan jenis kelamin.

Kromosom  juga  berfungsi  untuk  membawa  informasi  genetik  yang

sangat  menentukan  proses  pertumbuhan  dan  perkembangan  janin  dan  juga

fungsi  tubuh  untuk  kehidupan  sehari-hari.  Proses  pertumbuhan  ini  meliputi

pembentukan protein-protein tubuh, sehingga kelainan genetik atau struktur dan

jumlah  kromosom  akan  sangat  mempengaruhi  pembentukan  protein-protein

tubuh  dan  dapat  memicu   pertumbuhan  dan  perkembangan  janin  atau

bayi yang tidak normal. [ CITATION Nei00 \l 1057 ]

Setiap orang mendapatkan 1 dari tiap pasangan kromosom dari ayahnya

dan 1 dari ibunya, dengan kata lain setiap orang mendapatkan 23 kromosom

dari ayah (dibawa oleh sperma) dan 23 kromosom dari ibunya (dibawa oleh sel

telur),  yang  kemudian  total  menjadi  46  kromosom  (23  pasang)  sesudah 

pembuahan. [ CITATION Nei00 \l 1057 ]

2.2. Macam-Macam Kelainan Kromosom

Pada  dasarnya  kelainan  kromosom  dapat  berupa  kelainan  jumlah

kromosom  dan  kelainan  strukstur  kromosom.  Kelainan  kromosom

akanmemicu  gangguan sejak dari fertilisasi  sampai periode sesudah lahir.

Jadi  gangguan  yang  ditimbulkan  bisa  terjadi  pada  saat  fertilisasi,implantasi,

perkembangan  embrio,   perkembangan   fetus,   gangguan pada masa bayi,

gangguan  pada  masa  kanak-kanak,  bahkan  juga  padamasa  dewasa  dan  tua.

Dengan  demikian  gangguan  tadi  dapat  berupa  abortus  sangat  awal,  abortus

3 | Williams Syndrome

awal, lahir  mati  dengan kecacatan,  serta lahir  cacat.  Kecacatan dapat berupa

kecacatan fisik maunpun mental. Berat ringannya kelainan tentu saja tergantung

dari berat ringannya kelainan kromosom. [ CITATION ESu17 \l 1057 ]

2.2.1. Kelainan Jumlah Kromosom

1. Trisomi

Trisomi berarti bahwa ada  kelebihan satu kromosom. Kalau

kariotip  normal  terdiri  atas  46  kromosom  atau  23  pasang

kromosom,maka kariotip  penderita trisomi terdiri  atas 47 kromosom.

Sindrom yang terkenal yaitu  sindroma Klinefelter atau sindroma 47,

XXY, wanita 47,XXX, dan pria 47,XYY.   

2. Monosomi

Monosomi  yaitu   hilangnya  satu  kromosom,  sehingga  jumlah

kromosom   bukan   46   tetapi   45.   ada    monosomi kromosom

kelamin   yang   terkenal   yaitu   sindroma   Turner   yang mempunyai

konstitusi kromosom 45,X.

3. Triploidi

Triploidi yaitu  adanya tiga perangkat (3n) kromosom, sehingga

jumlah kromosomnya bukan 46,  tetapi  69.  Keadaan ini  diperkirakan

terjadi   sebab    sel   telur   mengandung   46   kromosom   dibuahi

oleh  spermatozoon  normal  dengan  23  kromosom  (digini),  atau  sel

telurnormal  dengan  23  kromosom  dibuahi  oleh  dua  spermatozoon

normal  (diandri).  Disamping  triploidi  ada  juga  tetraploidi  (96

kromosom atau4n).

4. Mosaik

Mosaik yaitu  adanya dua atau lebih populasi sel yang berbeda

pada  satu  individu.  Mosaik  terjadi  sebab   adanya  gangguan  sesudah 

fertilisasi.Pada pria demikian yaitu  penderita sindroma Klinefelter.


5. Khimera

Khimera   yaitu    keadaan   dimana   organisme   atau   individu

mempunyai sel-sel yang berasal dari dua zigot atau lebih. 

2.2.2. Kelainan Sturuktur Kromsom

Kelainan  struktur  kromosom  terjadi  sebab   patahnya

kromosompada  tempat-tempat  tertentu  yang  disertai  dengan  kejadian

yang  lainyang  menimpa  patahan  (segmen)  kromosom  tadi,  misalnya

hilangnya segmen   kromosom,   berpindahnya   segmen   kromosom,

ataupenempelan  kembali  segmen  kromosom  tetapi  dengan  letak

yangberbeda   dengan   letak   aslinya.   Kelainan   struktur   kromosom

dapat berupa:

1. Delesi

Delesi    atau    defisiensi    yaitu     hilangnya    segmen

kromosom sebagai akibat patahnya kromosom tadi. Delesi dapat sangat

kecil  sehingga luput  dari  deteksi  saat  pemeriksaan kromosom, tetapi

dapat pula cukup besar sehingga mudah diketahui. 

2. Kromosom bentuk cincin

Kromosom  bentuk  cincin  ini  terjadi  sebab   adanya  delesi

ganda,yaitu  delesi  pada  kedua  kromosom.  Akibat  delesi  ganda  ini

yaitu  tidak stabilnya kromosom, sehingga kedua ujung tadi  bersatu

dan membentuk cincin.

3. Inversi

Inversi yaitu  terbaliknya urutan gen-gen dalam kromosom pada

segmen   tertentu.   Inversi   terjadi   sebab    patahnya   kromosom

yang  diikuti  dengan  penempelan  kembali  segmen  kromosoom yang

patah tadi tetapi dengan letak yang terbalik. 


4. Isokkromosom

Isokromosom  yaitu   kromosom  yang  kedua  lengannya  sama

panjang, yaitu bahwa kedua lengannya yaitu  lengan p atau keduanya

yaitu  lengan q. Dengan demikian isokromosom yaitu  duplikasi salah

satu lengan, tetapi ada  delesi lengan yang lain. 

5. Translokasi

Translokasi    yaitu     berpindahnya    segmen    kromosom

kekromosom yang lain. Ada dua macam traslokasi, yaitu: Translokasi

sederhana yang berupa pindahnya segmen terminal kromosom ke ujung

kromosom yang lain dan translokasi resiprokal ialah saling tertukarnya

segmen terminal antara dua kromosom non homolog. 

6. Duplikasi

Duplikasi  yaitu   kelebihan  segmen  kromosom,  dengan

demikianjuga terjadi kelebihan gen-gen yang dikandungnya. Keadaan

demikian terjadi misalnya sebab  pindah silang (crossing  over) yang

tidakseimbang,   sehingga   salah   satu   anggota   pasangan   kromatid

mendapatkan material genetic yang berlebih.

2.2.3. Contoh Kelainan pada Kromosom

1. Down Syndrome

Sindroma  Down  yaitu   suatu  kondisi  di  mana  seseorang

memiliki  kromosom  ekstra.  Biasanya,  seorang  bayi  lahir  dengan  46

kromosom. Bayi dengan sindrom Down memiliki salinan tambahan dari

salah satu kromosom yaitu kromosom 21. Istilah medis untuk memiliki

salinan tambahan dari sebuah kromosom yaitu  'trisomi.' Sindrom Down

juga disebut sebagai Trisomi 21. Salinan tambahan ini mengubah cara

kerja  bayi  dalam  perkembangan  tubuh  dan  otak,  yang  dapat

memicu  tantangan mental dan fisik bagi bayi. 

6 | Williams Syndrome

2. Cat Eye Syndrome

Cat Eye Syndrome (CES) yang terkait dengan tetrasomi parsial

kromosom  22  yaitu   sindrom  genetik  langka  dengan  kejadian  yang

diketahui  1 dari  150.000 kelahiran hidup. Sindrom ini dikenal dengan

nama lain yang meliputi kromosom 22 tetrasomi parsial (22pter-22q11)

atau  kromosom  22  Inv  dup  atau  sindrom  Schmid-Fraccaro  (OMIM

115470). Sindrom ini dinamai 'Cat Eye' sebab  temuan oftalmologi khas

koloboma vertikal  pada beberapa  pasien.  Hal ini  biasanya dipicu 

oleh  tetrasomi  parsial  kromosom  22  yang  merupakan  hasil  dari

kromosom  penanda  supernumerary  kecil  yang  merupakan  segmen

kromosom sentris dengan satelit  di ujungnya. [ CITATION Dee141 \l 1057 ]

3. Syndrome Patau

Trisomi  13,  juga  disebut  sindrom  Patau,  yaitu   kondisi

kromosom yang  terkait  dengan  kecacatan  intelektual  yang  parah  dan

kelainan  fisik  di  banyak  bagian  tubuh.  Pada  kasus  ini  ada   ektra

kromosom  pada  kromosom  13.  Individu  dengan  trisomi  13  sering

memiliki kelainan jantung, kelainan otak atau sumsum tulang belakang,

mata yang sangat kecil atau kurang berkembang (microphthalmia), jari

tangan  atau  kaki  ekstra,  lubang  di  bibir  (bibir  sumbing)  dengan  atau

tanpa lubang di atap mulut  (celah langit-langit),  dan tonus otot lemah

(hipotonia). 

4. Edward Syndrome 

Sindrom Edward yaitu  kelainan genetik yang dipicu  oleh

adanya salinan ekstra pada kromosom 18. Oleh sebab itu, kelainan yang

memicu  gangguan pada banyak bagian dan organ tubuh ini disebut

juga trisomi  18.Setiap  ibu  hamil  bisa  saja  melahirkan  bayi  yang

menderita  trisomi  18.  Akan  tetapi,  ibu  yang  hamil  di  usia  tua  lebih

berisiko melahirkan bayi dengan kondisi ini, terutama ibu yang hamil di

usia lebih dari 35 tahun.[ CITATION Mer20 \l 1057 ]

7 | Williams Syndrome

5. William Syndrome

Sindrom  Williams  dipicu   oleh  kelainan  genetik,

yaitu penghapusan sekitar  27 gen dalam  salah  satu  dari  dua  lengan

panjang kromosom  7.  Biasanya  penghapusan  gen  ini  terjadi  sebagai

peristiwa  acak (random)  saat  pembentukan  sel  telur  atau  sperma dari

mana  seseorang  berkembang.  Dalam  sejumlah  kecil  kasus,  sindrom

ini diwarisi  dari  orang  tua  yang  terkena  sindrom secara dominan

autosomal. [ CITATION Akm20 \l 1057 ]

2.3. Screenshot

2.3.1. Kromosom Normal

Gambar 1. Kromosom Normal Pada Manusia (Sumber: biologycorner.com)


2.3.2. Kromosom Syndrom Williams

Gambar 2. Kelainan Kromosom pada Syndrome Williams (Sumber: biologycorner.com)

2.4. Hasil

Hasil  dari  identifikasi  yang  dilakukan  untuk  membandingkan  kelainan

kromosom dengan kromosom normal  yaitu  ditemukan dari  kasus  4  yaitu   sindrom

williams yang ditandai dengan penghapusan sekitar 27 gen dalam salah satu dari dua

lengan panjang kromosom 7, sehingga kromosom pada gambar terlihat patah.

Kondisi  ini  biasanya  dapat  didiagnosis  berdasarkan  karakteristik  fisik.

Diagnosis  dapat  dipastikan  dengan  melakukan  tes  yang  disebut  hibridisasi  in  situ

fluoresen (FISH). Ini yaitu  tes laboratorium yang memberi label urutan DNA dengan

bahan kimia yang menyala di bawah sinar ultraviolet. Ini memungkinkan para ilmuwan

untuk melihat apakah gen itu hilang atau tidak. Tes lain untuk membantu mendiagnosis

kondisi dapat mencakup USG ginjal, pemeriksaan tekanan darah, dan ekokardiogram.

Tes juga dapat menunjukkan kadar kalsium darah tinggi, tekanan darah tinggi, sendi

kendur, dan pola yang tidak biasa pada iris mata.[ CITATION Ala17 \l 1057 ]

2.5. Pembahasan

Sindrom Williams dipicu  oleh penghapusan secara spontan 26-28 gen pada

kromosom 7. Penghapusan terjadi pada saat pembuahan baik pada sel telur atau sperma

yang  digunakan  sehingga  anak  mengalami  kelainan  sindrom  Williams.  Tingkat

penghapusan ini mungkin berbeda di antara individu. Di sebagian besar keluarga, anak

dengan sindrom Williams yaitu  satu-satunya anak yang memiliki kondisi ini  di

seluruh  keluarga  besarnya.  Namun,  individu  dengan  sindrom  Williams  memiliki

kemungkinan  50%  untuk  menularkan  gangguan  ini   kepada  setiap  anaknya.

Sebagian besar kasus sindrom Williams tidak diturunkan tetapi terjadi sebagai

kejadian acak selama pembentukan sel reproduksi (telur atau sperma) pada orang tua

dari individu yang terkena. Kasus ini terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat

kelainan  ini   dalam  keluarganya.  Sindrom  Williams  dianggap  sebagai  kondisi

dominan autosom sebab  satu salinan kromosom 7 yang diubah di setiap sel sudah

cukup untuk memicu  gangguan ini . 

Kebanyakan kasus sindrom Williams muncul secara spontan (secara sporadis)

untuk alasan yang tidak diketahui. Penelitian yang sedang berlangsung menunjukkan

bahwa  sindrom  Williams  sporadis  dan  familial  terjadi  akibat  penghapusan  materi

genetik dari  gen yang berdekatan yang terletak di  lengan panjang (q) kromosom 7

(7q11.23).  Wilayah  kromosom  ini  telah  ditetapkan  sebagai  "Wilayah  kromosom

Sindrom Williams-Beuren 1" (WBSCR1) 

Menurut  para  peneliti,  28  gen  dalam  wilayah  kromosom  7q11.23

mungkin memainkan peran pemicu  dalam sindrom Williams termasuk yang

dikenal sebagai gen ELN (elastin), gen LIMK1 (atau LIM kinase-1), dan RFC2

(faktor  replikasi  C  ,  subunit  2)  gen.  Gen  LIMK1  diyakini  terlibat  dengan

masalah  visual-spasial  yang  terkait  dengan  sindrom  Williams.  [  CITATION

Col06 \l 1057 ]

Bayi  dengan  sindrom  Williams  yang  memiliki  peningkatan  kadar

kalsium dalam darahnya dapat menjalani diet yang membatasi asupan vitamin

D. Asupan kalsium juga dapat dibatasi.  sesudah  usia  sekitar  12 bulan,  kadar

kalsium  biasanya  kembali  normal,  bahkan  pada  bayi  yang  tidak  diobati.

Dianjurkan  agar  anak-anak  dengan  Sindrom  Williams  juga  dievaluasi  oleh

dokter  spesialis  kelainan  endokrin  (ahli  endokrin).  Anak-anak  yang terkena,

yang  memiliki  gejala  yang  berhubungan  dengan  kelainan  jantung,  harus

menerima  evaluasi  komprehensif  di  rumah  sakit.  Beberapa  anak  dengan

Sindrom Williams yang memiliki kelainan jantung parah mungkin memerlukan

perawatan bedah untuk memperbaiki cacat ini . [ CITATION Col06 \l 1057 ]


Dari  identifikasi  kelainan  kromosom  yang  dilakukan  melalui  metode

penataan kromosom normal dan kelainan kromosom melalui aplikasi atau software,

di dapat hasil berupa kelainan kromosom pada nomor 7 yang kehilangan 26-28 gen

disalah satu lengannya. Kondisi ini  didiagnosa dengan  hibridisasi  in situ fluoresen

(FISH).

Sindrom williams ditandai dengan beberapa tanda fisik seperti pada wajah,

yaitu:  dahi yang lebar,  kedua mata tidak simetris,  ada   lipatan kulit  di sudut

mata,  gigi  berukuran kecil,  dll.  Adapun penyakit  yang mungkin diderita  berupa

penyakit  kelainan  pada  sistem  peredaran  darah,  yaitu:  hipertensi,  penyempitan

pembuluh darah, dan penyakit jantung.