Bakteri

 





















 Bacillus cereus 

 

Bacillus cereus merupakan bakteri Gram-positif, aerob fakultatif, dan 

dapat membentuk spora. Selnya berbentuk batang besar dan sporanya 

tidak membengkakkan sporangiumnya. Dapat menyebabkan keracuann 

makanan dan juga menyebabkan pneumonia, bronkopneumonia dan luka. 

Bacillus cereus merupakan salah satu anggota genus Bacillus yang pertama kali 

diisolasi pada tahun 1969 dari darah dan cairan pleura pasien pneumonia. 

 

a. klasifikasi  

Kingdom         : Bacteria 

Phylum            : Firmicutes 

Class                : Bacilli 

Order               : Bacillales 

Family             : Bacillaceae 

Genus              : Bacillus 

Spesies            : Bacillus cereus 

 

b. Morfologi 

Bacillus cereus memiliki beberapa karakter morfologi 

diantaranya: Gram positif dengan lebar sel 0,9  –  1,2 µm dan 

panjang 3  –  5 µm. Motilitas positif, spora elipsoidal, sentral atau 

parasentral, spora jarang keluar dari sporangia. Tidak membentuk 

kapsul, biasanya muncul dalam bentuk rantai panjang tipe R. Bentuk 

koloni irregular, opague terkadang waxy. Padamedium cair 

membentuk turbiditas moderate. 

c. Enterotoksin 

Bacillus cereus memiliki karakter yang mirip dengan Bacillus 

thuringiensis dan Bacillus anthracis, namun tetap dapat dibedakan 

berdasarkan determinasi motilitas (kebanyakan Bacillus cereus 

bersifat motil) dan adanya kristal toxin (hanya dihasilkan oleh 

Basillus thuringiensis), aktivitas hemolisis (B.cereus memiliki sifat 

ini, sedangkan B.anthracis bersifat non-hemolitik). Dalam 

pertumbuhan Bacillus cereus menghasilkan toksin selama 

pertumbuhan atau selama sporulasi. 

Beberapa strain dari Bacillus cereus bersifat patogen dan 

berbahaya bagi manusia sebab  dapat menyebabkan foodborne illness, 

namun beberapa diantaranya yang bersifat saprofitik dapat 

bermanfaat sebagai probiotik dan juga penghasil antibiotik yang 

potensial. Bacillus cereus kebanyakan ditemukan terkandung dalam 

bahan pangan dan menyebabkan 2 tipe keracunan makanan yaitu emetic dan 

diarhoeal. 

 

d. Antibiotika 

Bacillus cereus dapat memproduksi peptida antibiotik diantaranya : 

Cerexin, Zwitermicin. 

 

e. Gejala Penyakit 

Gejala-gejala keracunan makanan tipe diare sebab  Basillus cereus 

mirip dengan gejala keracunan makanan yang disebabkan oleh Clostridium 

perfringens. Diare berair, kram perut, dan rasa sakit mulai terjadi 6-

15 jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi. Rasa mual 

mungkin disertai diare, tetapi jarang terjadi muntah (emesis). Pada 

sebagian besar kasus, gejala-gejala ini tetap berlangsung selama 24 

jam. 

 

f.  Tes Diagnostik Laboratorium 

Bacillus cereus non pathogen menunjukkan pergerakan dengan 

penyebaran(swarming) pada media kultur setengah padat. Sel 

vegetatif dari Bacillus cereus dapat tumbuh pada rentang temperatur 

5 – 50 °C dengan temperatur optimal antara 35 - 40 °C, resisten 

terhadap pH 4,5 – 9,3. Dapat tumbuh pada aerobic agar  dan nutrien 

broth dan penambahan NaCl 7%, nutritive agar serta nutritive agar 

dengan 7 – 10 % darah domba. Waktu generasi relatif singkat, antara 

20 – 30 menit. 

 

g. Patogenesis 

Bacillus cereus bertanggung jawab untuk sebagian kecil penyakit 

bawaan makanan(2-5%), menyebabkan mual, muntah parah dan 

diare. 

 

h. Pencegahan 

Pencegahan secara total mungkin tidak dapat dilakukan. Namun 

demikian, makanan yang dimasak, dipanaskan, dan disimpan dengan benar 

umumnya aman dari racun yang menyebabkan muntah. Resiko paling 

besar yaitu kontaminasi silang. 

 

i. Epidemiologi 

Bakteri Bacillus cereus merupakan bakteri gram positif, bersifat 

aerobik, dan mampu membentuk spora yang dapat ditemukan di tanah, 

pada sayuran maupun produk pangan. Spora dari jenis bakteri ini tahan 

terhadap panas dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dan 

mampu membentuk kecambah dalam larutan yang mengandung NaOH dan 

HCL. 

Gambar 

Koloni Bacillus cereus 

pada agar 

  

 

Bacillus cereus 

 

 

 

Koloni Bacillus cereus 

  

 

 

Spora Bacillus cereus 

  

 

 

 Bacillus subtilis 

 

   

 

 

Bacillus subtilis, dikenal juga sebagai hay bacillus or grass bacillus, 

yaitu  bakteri Gram-positif, katalase-positif, ditemukan di dalam tanah 

dan saluran pencernaan ruminansia dan manusia. Dapat menyebabkan 

meningitis, endokarditis, infeksi mata dan lain-lainnya. Bacilus Subtilis ini 

awalnya bernama Vibro subtilis oleh Christian Gottfried Ehrenberg pada 

tahun 1835. Kemudian nama Bacillus subtilis dikenalkan oleh Ferdinand 

Cohn pada 1872. Bacillus subtilis telah digunakan sepanjang 1950 sebagai 

alternatif dari obat sebab  efek immunostimulatory sel dari masalah, yang 

pada pencernaan telah ditemukan secara signifikan untuk kekebalan 

aktivasi antibodi spesifik IgM, IgG ,dan IgA. 

 

a. Klasifikasi  

Kingdom :Bacteria 

Phylum :Firmicutes 

Class  :Bacilli 

Order  :Bacillales 

Family  :Bacillaceae 

Genus  :Bacillus 

Species : Bacillus subtilis 

 

 

b. Karakteristik dari bakteri B. Subtilis dapat dilihat pada table 

berikut : 

Karakter Bacillus Subtilis 

Bentuk 

Batang (tebal maupun tipis), 

rantai maupun tunggal 

Gram Positif 

Sumber 

tanah, air, udara dan materi 

tumbuhan yang terdekomposisi 

Berdasarkan spora Bakteri penghasil endospora 

Respirasi Aerob obligat 

Pergerakan Motil dengan adanya flagella 

Suhu Optimum 

Pertumbuhan 

25-350C 

pH Optimum Pertumbuhan 7-8 

Katalase Positif 

 

 

c. Morfologi 

Bakteri ini termasuk bakteri gram positif, katalase positif yang 

umum ditemukan di tanah. Bacillus subtilis mempunyai kemampuan 

untuk membentuk endospora yang protektif yang memberi 

kemampuan bakteri tersebut mentolerir keadaan yang ekstrim. Tidak 

seperti species lain seperti sejarah, Bacillus subtilis diklasifikasikan 

sebagai obligat anaerob walau penelitian sekarang tidak 

benar. Bacillus subtilis tidak dianggap sebagai patogen walaupun 

kontaminasi makanan tetap jarang menyebabkan keracunan 

makanan. Sporanya dapat tahan terhadap panas tinggi yang sering 

digunakan pada makanan dan bertanggung jawab terhadap 

kerusakan pada roti. 

Bacillus subtilis selnya berbentuk basil, ada yang tebal dan yang tipis. 

Biasanya bentuk rantai atau terpisah. Sebagian motil dan adapula yang 

non motil. Semua membentuk endospora yang berbentuk bulat dan oval. 

Bacillus subtilis merupakan jenis kelompok bakteri termofilik yang 

dapat tumbuh pada kisaran suhu 45 °C – 55 °C dan mempunyai 

pertumbuhan suhu optimum pada suhu 60 °C – 80 °C. 

 

d. Media Perantara 

Media perantara pertumbuhan Bacillus subtilis antara lain yaitu  

tanah, air, udara dan materi tumbuhan yang terdekomposisi. Selain 

itu, Bacillus subtilis  juga ditemukan pada produk makanan seperti 

produk susu, daging, nasi dan pasta. Bakteri ini dapat tumbuh pada 

produk makanan sebab  produk-produk makanan tersebut 

menyediakan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan Bacillus subtilis . 

 

e. Toksik 

Bacillus subtilis tidak dianggap oleh manusia sebagai bakteri 

yang patogen, sebab  dapat mencemari makanan tetapi jarang 

menyebabkan keracunan makanan. Bacillus subtilis produces the 

proteolyticenzyme subtilisin. Bacillus subtilis menghasilkan enzim 

proteolytic yang subtilisin. Bacillus subtilis spores dapat hidup yang 

ekstrim pemanasan yang sering digunakan untuk memasak makanan, dan 

bertanggung jawab untuk menyebabkan kekentalan yang lengket, 

membenang konsistensi yang disebabkan oleh bakteri produksi 

panjang rantai polysaccharides dan manja dalam adonan roti. 

Bacillus subtilis dapat membagi asymmetrically, memproduksi 

sebuah endospore yang tahan terhadap faktor lingkungan seperti 

panas, asam, dan garam, yang dapat beradadi dalam lingkungan 

dalam jangka waktu yang lama. Endospore yaitu  yang 

dibentuk pada saat gizi stres, memungkinkan organisme untuk terus 

berada di dalam lingkungan sampai kondisi menjadi baik. Sebelum 

proses untuk menghasilkan spora bakteri melalui proses produksi 

flagella dan mengambil DNA dari lingkungan. 

Bacillus subtilis terbukti untuk manipulasi genetik,sebab  itu 

telah menjadi banyak diadopsi sebagai model organisme untuk 

penelitian laboratorium, terutama dari sporulation, yang merupakan 

contoh sederhana dari diferensiasi selular. Hal ini juga sangat flagellated, 

yang memberikan Bacillus subtilis kemampuan untuk bergerak 

sangat cepat. 

 

 


 Bacillus cereus 

 

 

 

Bacillus cereus merupakan bakteri Gram-positif, aerob fakultatif, dan 

dapat membentuk spora. Selnya berbentuk batang besar dan sporanya 

tidak membengkakkan sporangiumnya. Dapat menyebabkan keracuann 

makanan dan juga menyebabkan pneumonia, bronkopneumonia dan luka. 

Bacillus cereus merupakan salah satu anggota genus Bacillus yang pertama kali 

diisolasi pada tahun 1969 dari darah dan cairan pleura pasien pneumonia. 

 

a. klasifikasi  

Kingdom         : Bacteria 

Phylum            : Firmicutes 

Class                : Bacilli 

Order               : Bacillales 

Family             : Bacillaceae 

Genus              : Bacillus 

Spesies            : Bacillus cereus 

 

b. Morfologi 

Bacillus cereus memiliki beberapa karakter morfologi 

diantaranya: Gram positif dengan lebar sel 0,9  –  1,2 µm dan 

panjang 3  –  5 µm. Motilitas positif, spora elipsoidal, sentral atau 

parasentral, spora jarang keluar dari sporangia. Tidak membentuk 

kapsul, biasanya muncul dalam bentuk rantai panjang tipe R. Bentuk 

koloni irregular, opague terkadang waxy. Padamedium cair 

membentuk turbiditas moderate. 

c. Enterotoksin 

Bacillus cereus memiliki karakter yang mirip dengan Bacillus 

thuringiensis dan Bacillus anthracis, namun tetap dapat dibedakan 

berdasarkan determinasi motilitas (kebanyakan Bacillus cereus 

bersifat motil) dan adanya kristal toxin (hanya dihasilkan oleh 

Basillus thuringiensis), aktivitas hemolisis (B.cereus memiliki sifat 

ini, sedangkan B.anthracis bersifat non-hemolitik). Dalam 

pertumbuhan Bacillus cereus menghasilkan toksin selama 

pertumbuhan atau selama sporulasi. 

Beberapa strain dari Bacillus cereus bersifat patogen dan 

berbahaya bagi manusia sebab  dapat menyebabkan foodborne illness, 

namun beberapa diantaranya yang bersifat saprofitik dapat 

bermanfaat sebagai probiotik dan juga penghasil antibiotik yang 

potensial. Bacillus cereus kebanyakan ditemukan terkandung dalam 

bahan pangan dan menyebabkan 2 tipe keracunan makanan yaitu emetic dan 

diarhoeal. 

 

d. Antibiotika 

Bacillus cereus dapat memproduksi peptida antibiotik diantaranya : 

Cerexin, Zwitermicin. 

 

e. Gejala Penyakit 

Gejala-gejala keracunan makanan tipe diare sebab  Basillus cereus 

mirip dengan gejala keracunan makanan yang disebabkan oleh Clostridium 

perfringens. Diare berair, kram perut, dan rasa sakit mulai terjadi 6-

15 jam setelah konsumsi makanan yang terkontaminasi. Rasa mual 

mungkin disertai diare, tetapi jarang terjadi muntah (emesis). Pada 

sebagian besar kasus, gejala-gejala ini tetap berlangsung selama 24 

jam. 

 

f.  Tes Diagnostik Laboratorium 

Bacillus cereus non pathogen menunjukkan pergerakan dengan 

penyebaran(swarming) pada media kultur setengah padat. Sel 

vegetatif dari Bacillus cereus dapat tumbuh pada rentang temperatur 

5 – 50 °C dengan temperatur optimal antara 35 - 40 °C, resisten 

terhadap pH 4,5 – 9,3. Dapat tumbuh pada aerobic agar  dan nutrien 

broth dan penambahan NaCl 7%, nutritive agar serta nutritive agar 

dengan 7 – 10 % darah domba. Waktu generasi relatif singkat, antara 

20 – 30 menit. 

 

g. Patogenesis 

Bacillus cereus bertanggung jawab untuk sebagian kecil penyakit 

bawaan makanan(2-5%), menyebabkan mual, muntah parah dan 

diare. 

 

h. Pencegahan 

Pencegahan secara total mungkin tidak dapat dilakukan. Namun 

demikian, makanan yang dimasak, dipanaskan, dan disimpan dengan benar 

umumnya aman dari racun yang menyebabkan muntah. Resiko paling 

besar yaitu kontaminasi silang. 

 

i. Epidemiologi 

Bakteri Bacillus cereus merupakan bakteri gram positif, bersifat 

aerobik, dan mampu membentuk spora yang dapat ditemukan di tanah, 

pada sayuran maupun produk pangan. Spora dari jenis bakteri ini tahan 

terhadap panas dan kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan dan 

mampu membentuk kecambah dalam larutan yang mengandung NaOH dan 

HCL. 

Gambar 

Koloni Bacillus cereus 

pada agar 

  

 

Bacillus cereus 

 

 

 

Koloni Bacillus cereus 

  

 

 

Spora Bacillus cereus 

  

 

 

 Bacillus subtilis 

 

   

 

 

Bacillus subtilis, dikenal juga sebagai hay bacillus or grass bacillus, 

yaitu  bakteri Gram-positif, katalase-positif, ditemukan di dalam tanah 

dan saluran pencernaan ruminansia dan manusia. Dapat menyebabkan 

meningitis, endokarditis, infeksi mata dan lain-lainnya. Bacilus Subtilis ini 

awalnya bernama Vibro subtilis oleh Christian Gottfried Ehrenberg pada 

tahun 1835. Kemudian nama Bacillus subtilis dikenalkan oleh Ferdinand 

Cohn pada 1872. Bacillus subtilis telah digunakan sepanjang 1950 sebagai 

alternatif dari obat sebab  efek immunostimulatory sel dari masalah, yang 

pada pencernaan telah ditemukan secara signifikan untuk kekebalan 

aktivasi antibodi spesifik IgM, IgG ,dan IgA. 

 

a. Klasifikasi  

Kingdom :Bacteria 

Phylum :Firmicutes 

Class  :Bacilli 

Order  :Bacillales 

Family  :Bacillaceae 

Genus  :Bacillus 

Species : Bacillus subtilis 

 

 

b. Karakteristik dari bakteri B. Subtilis dapat dilihat pada table 

berikut : 

Karakter Bacillus Subtilis 

Bentuk 

Batang (tebal maupun tipis), 

rantai maupun tunggal 

Gram Positif 

Sumber 

tanah, air, udara dan materi 

tumbuhan yang terdekomposisi 

Berdasarkan spora Bakteri penghasil endospora 

Respirasi Aerob obligat 

Pergerakan Motil dengan adanya flagella 

Suhu Optimum 

Pertumbuhan 

25-350C 

pH Optimum Pertumbuhan 7-8 

Katalase Positif 

 

 

c. Morfologi 

Bakteri ini termasuk bakteri gram positif, katalase positif yang 

umum ditemukan di tanah. Bacillus subtilis mempunyai kemampuan 

untuk membentuk endospora yang protektif yang memberi 

kemampuan bakteri tersebut mentolerir keadaan yang ekstrim. Tidak 

seperti species lain seperti sejarah, Bacillus subtilis diklasifikasikan 

sebagai obligat anaerob walau penelitian sekarang tidak 

benar. Bacillus subtilis tidak dianggap sebagai patogen walaupun 

kontaminasi makanan tetap jarang menyebabkan keracunan 

makanan. Sporanya dapat tahan terhadap panas tinggi yang sering 

digunakan pada makanan dan bertanggung jawab terhadap 

kerusakan pada roti. 

Bacillus subtilis selnya berbentuk basil, ada yang tebal dan yang tipis. 

Biasanya bentuk rantai atau terpisah. Sebagian motil dan adapula yang 

non motil. Semua membentuk endospora yang berbentuk bulat dan oval. 

Bacillus subtilis merupakan jenis kelompok bakteri termofilik yang 

dapat tumbuh pada kisaran suhu 45 °C – 55 °C dan mempunyai 

pertumbuhan suhu optimum pada suhu 60 °C – 80 °C. 

 

d. Media Perantara 

Media perantara pertumbuhan Bacillus subtilis antara lain yaitu  

tanah, air, udara dan materi tumbuhan yang terdekomposisi. Selain 

itu, Bacillus subtilis  juga ditemukan pada produk makanan seperti 

produk susu, daging, nasi dan pasta. Bakteri ini dapat tumbuh pada 

produk makanan sebab  produk-produk makanan tersebut 

menyediakan nutrisi yang baik untuk pertumbuhan Bacillus subtilis . 

 

e. Toksik 

Bacillus subtilis tidak dianggap oleh manusia sebagai bakteri 

yang patogen, sebab  dapat mencemari makanan tetapi jarang 

menyebabkan keracunan makanan. Bacillus subtilis produces the 

proteolyticenzyme subtilisin. Bacillus subtilis menghasilkan enzim 

proteolytic yang subtilisin. Bacillus subtilis spores dapat hidup yang 

ekstrim pemanasan yang sering digunakan untuk memasak makanan, dan 

bertanggung jawab untuk menyebabkan kekentalan yang lengket, 

membenang konsistensi yang disebabkan oleh bakteri produksi 

panjang rantai polysaccharides dan manja dalam adonan roti. 

Bacillus subtilis dapat membagi asymmetrically, memproduksi 

sebuah endospore yang tahan terhadap faktor lingkungan seperti 

panas, asam, dan garam, yang dapat beradadi dalam lingkungan 

dalam jangka waktu yang lama. Endospore yaitu  yang 

dibentuk pada saat gizi stres, memungkinkan organisme untuk terus 

berada di dalam lingkungan sampai kondisi menjadi baik. Sebelum 

proses untuk menghasilkan spora bakteri melalui proses produksi 

flagella dan mengambil DNA dari lingkungan. 

Bacillus subtilis terbukti untuk manipulasi genetik,sebab  itu 

telah menjadi banyak diadopsi sebagai model organisme untuk 

penelitian laboratorium, terutama dari sporulation, yang merupakan 

contoh sederhana dari diferensiasi selular. Hal ini juga sangat flagellated, 

yang memberikan Bacillus subtilis kemampuan untuk bergerak 

sangat cepat. 

 


PENGERTIAN BAKTERI

Bakteri (nama ilmiahnya: Bacteria) yaitu  kelompok mikroorganisme bersel satu

yang diklasifikasikan pada tingkat domain. Bersama dengan domain Archaea,

bakteri digolongkan sebagai prokariota. Sel bakteri memiliki bentuk tertentu,

misalnya menyerupai bola, batang, atau spiral, yang biasanya berukuran beberapa

mikrometer. Bakteri merupakan salah satu bentuk kehidupan pertama yang

muncul dan saat ini menghuni sebagian besar habitat di Bumi. Bakteri dapat hidup

di tanah, air, mata air panas yang asam, limbah radioaktif, hingga kerak Bumi.

Bakteri juga menjalin hubungan simbiosis dengan tumbuhan dan hewan. Sebagian

besar bakteri belum diketahui karakternya, dan hanya sekitar 27 persen filum

bakteri yang memiliki spesies yang dapat ditumbuhkan di laboratorium. Studi

tentang bakteri disebut bakteriologi, salah satu cabang mikrobiologi.

CIRI-CIRI BAKTERI

• Termasuk organisme berdiameter 0,5 - 1 mikron dengan panjang 1-20 mikron

• Ukuran yang sangat kecil itu membuat bakteri hanya bisa dilihat lewat mikroskop

• Umumnya bakteri hidup berkoloni dan merupakan uniseluler

• Dinding sel tersusun dari mukopolisakarida dan peptidoglikan

• Beberapa bakteri, khususnya yang bersifat patogen, tubuh bagian luar dilindungi kapsul

yang terbentuk dari lendir disekresikan sendiri oleh bakteri

• Memiliki plasmid yaitu DNA berbentuk sirkuler

• Berkembang biak secara vegetatif 

• Bentuk tubuh beraneka ragam

• Tidak berklorofil

• Bersifat prokariotik atau memiliki inti sel tanpa membran inti

• Hidupnya bersifat autotrof dan heterotrof

• Beberapa bakteri memiliki flagela sebagai alat gerak, sebagian lain tidak memiliki flagela

• Jika kondisinya tidak bagus, bakteri bisa membentuk endospora untuk melindungi bakteri

dari panas dan gangguan alam

• Bakteri sifatnya kosmopolit atau berhabitat luas

• Dalam sitoplasma ada ribosom sebagai sintesis protein, namun tidak ada organel

seperti mitokondria,retikulum endoplasma, badan golgi, atau vakuola.


STRUKTUR BAKTERI

& FUNGSINYA

 Jika kita perhatikan pada gambar sebelah, kita bisa membagi

struktur pada bakteri menjadi dua, yaitu struktur luar dan

struktur dalam. Struktur luar terdiri dari dinding sel, kapsul,

membran sel, flagela, dan pili. Sementara itu, struktur dalam

terdiri dari sitoplasma, nukleoid, ribosom, dan plasmid. Berikut

penjelasannya; 

 

1) Flagela

Flagela atau ada juga yang menyebut sebagai flagelum

merupakan alat gerak berbentuk batang atau spiral. Flagela

membuat bakteri bisa berpindah tempat dan mencari daerah

yang menguntungkan untuk hidupnya.

Berdasarkan jenis flagela yang dimiliki, organisme bersel satu ini

terbagi menjadi lima kelompok, yaitu;

3

Atrik: tidak memiliki flagela.

Monotrik: hanya memiliki satu flagela.

Amfitrik: flagela ada dua berada tepat

di ujung sel.

Lofotrik: flagela berkumpul pada salah

satu ujung.

Peritri: flagela berada di seluruh

permukaan sel ini .


Selain flagela, ada juga bagian dari struktur organisme ini yang disebut sebagai

phili. Struktur ini sebenarnya mirip dengan flagela hanya saja ukurannya lebih

pendek dan tipis. Fungsinya untuk alat pelekat saat konjugasi.


2. Kapsul

Kapsul merupakan lapisan lendir berbentuk padat dan tebal. Kapsul

terbuat dari polisakarida dan air. Lendir pada kapsul membuat organisme

ini memiliki permukaan licin. Fungsi kapsul yaitu : 

Alat pertahanan dan pelindung.

Mencegah kekeringan pada tubuh bakteri.

Alat untuk melekat pada inang.

Dan Sumber makanan.


3. Dinding sel

Dinding sel berfungsi untuk melindungi dan membentuk bakteri.

Dinding sel ini terbuat dari peptidoglikan yang merupakan

gabungan antara protein dengan polisakarida. Berdasarkan dari

ketebalan peptidoglikan ini , organisme ini  terbagi

menjadi dua jenis yaitu gram posif dan gram negatif.

6

4. Membran plasma

Selaput sitoplasma atau yang dikenal juga dikenal sebagai membran

plasma merupakan selaput yang hanya bisa dilalui oleh molekul atau zat

tertentu saja. Membran ini tersusun atas fosfolipid dan protein. Fungsinya

untuk:  

Alat transpor elektron dan proton yang dilepas saat oksidasi makanan.

Alat pengatur pengangkutan zat yang keluar masuk dari membran sel.

Tempet membentuk mesosom.


5. Sitoplasma

Bagian ini berfungsi unutk tempat raksi kimia dalam sel. Di sitoplasma

juga ada asam nukleat, karbohidrat, protein, lemak, ion organik, dan

kromatofora.

 

6. Ribosom

Ribosom dibentuk oleh protein dan Ribonucleic Acid (RNA) berfungsi

sebagai tempat sintesis protein.

7. Bahan inti

Bahan inti terdiri dari DNA sebagai pengendali aktivitas. DNA tidak

dilapisi oleh membran sehingga bisa juga disebut nukleoid. Beberapa

bakteri diketahui mamiliki DNA tambahan yang membentuk lingkaran

kecil. Bentuk ini  kemudian disebut plasmid.

8. Klorosom

Klorosom ada di bawah membran plasma. Peran klorosom yaitu untuk

membantu proses fotosintesis karena didalamnya ada klorofil.

9. Vakuola gas

Vakuola gas ini berguna untuk membuat

bakteri mengapung dipermukaan air. Sehingga

dapat disimpulkan bahwa pemilik vakuola gas

hanyalah bakteri air. Sama seperti klorosom,

vakuola gas dibutuhkan untuk fotosintesis.

10. Mesosom

Mesosom merupakan membran plasma

berongga. Fungsunya untuk menghasilkan

energi. Di dalam mesosom ada enzim

pernapasan. Peran enzim ini  yaitu pada

proses oksidasi sebagai penghasil energi.

BENTUK  & JENIS BAKTERI 

Bakteri memiliki bentuk yang beraneka ragam.

Berdasarkan bentuknya bakteri dibagi menjadi tiga yaitu

coccus (kokus), spirillum (spiral), dan bacillus (basil).

 ada 6 bentuk bakteri kokus yakni; 

1) Monokokus (monococcus) yaitu hanya terdiri atas satu bakteri bentuk bulat

seperti bola yang hidup sendiri.

2) Diplokokus (diplococcus) yaitu bakteri kokus yang hidup berpasangan dua-dua.

Bentuk diplokokud terjadi jika  bakteri kokus membelah diri pada satu arah dan

tetap melekat berpasangan dua-dua. 

3) Streptokokus (streptococcus) yaitu bakteri kokus yang hidup berkoloni saling

berikatan memanjang seperti rantai. Bentuk streptokokus terjadi jika bakteri kokus

membelah diri pada satu garis ke satu atau dua arah dan tetap melekat berbaris.

4) Tetrakokus (tetracoccus) yaitu bakteri kokus yang hidup berkelompok dan pada

setiap kelompok terdiri dari 4 sel berbentuk bujur sangkar yang saling melekat.

Bentuk tetrakokus terjadi jika  bakteri kokus membelah diri pada dua arah.

5) Sarkina (sarcina) yaitu bakteri kokus yang hidup berkoloni terdiri atas 8 sel. Bentuk

sarkina terjadi jika bakteri kokus membelah diri pada tiga arah dalam suatu pola

teratur membentuk penataan seperti kubus. 

6) Stafilokokus (staphylococcus) yaitu bakteri kokus yang hidup berkelompok

dengan pola penataan tidak teratur atau menyerupai gerombolan buah anggur.

Bentuk stapilokokus terjadi jika  bakteri koku membelah diri ke segala arah. 

1.Bentuk Bakteri Kokus: 


Bakteri Bentuk Spiral:

Ada tiga macam bakteri bentuk sprila yaitu:

1. Spiral, yaitu golongan bakteri yang bentuknya seperti

spiral misalnya Spirillium. Sel tubuhnya umumnya kaku.

2. Vibrio atau bentuk koma yang dianggap sebagai

bentuk spiral tak sempurna misalnya Vibrio cholerae

penyebab kolera.

3. Spirochaeta yaitu golongan bakteri berbentuk spiral

yang bersifat lentur. Pada saat bergerak, tubuhnya

dapat memanjang dan mengerut.

2. Bentuk Bakteri Sprilia : 

 

a. Bakteri Bentuk Batang

Bakteri berbentuk batang dikenal sebagai basil. Kata

basil berasal dari kata bacillus yang berarti batang.

Bentuk basil dapat dibedakan menjadi; Basil Tunggal,

Diplobasil dan Streptobasil. Penjelasannya

1. Basil tunggal yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu

batang tunggal misalnya Salmonella typhi, penyebab

penyakit tipes.

2. Diplobasil yaitu bakteri berbentuk batang yang

bergandengan dua-dua.

3. Streptobasil yaitu bakteri berbentuk batang yang

bergandengan memanjang membentuk rantai misalnya

Bacillus anthracis penyebab antraks.

3. Bentuk Bakteri Basil : 

Gambar bakteri  basil :

Reproduksi Bakteri

Reproduksi bakteri bisa terjadi dalam dua tahap, yakni:

Aseksual dan Seksual. Penjelasan di next slide 

1. Reproduksi aseksual

Bakteri mengalami reproduksi aseksual

dengan cara pembelahan biner, yaitu

pembelahan dari satu menjadi dua sel dan

seterusnya. Pembelahan biner ini termasuk

pembelahan amitosis. Artinya,

pembelahannya tidak melibatkan tahapan

pembelahan sel seperti halnya manusia,

melainkan berlangsung spontan atau secara

langsung. Gambar di samping menunjukkan

bahwa satu sel induk hanya mengalami

pemanjangan dan pembagian nukleoid

hingga akhirnya terbentuk sekat pada

masing-masing nukleoid hasil bentukannya.

2. Reproduksi seksual

Reproduksi seksual bakteri bisa terjadi melalui

mekanisme rekombinasi gen melalui tiga cara, yaitu

a. Konjugasi

Konjugasi yaitu  tahap reproduksi seksual pada bakteri yang

ditandai dengan pemindahan materi genetik secara langsung.

Pemindahan itu terjadi dari satu bakteri ke bakteri lain melalui

jembatan konjugasi. Adapun tahapan yang terjadi di dalam

konjugasi yaitu ;  

• Dua sel bakteri saling mendekat hingga akhirnya terbentuk struktur

jembatan yang menghubungkan antara kedua sel.

• Terjadi transfer kromosom dan plasmid.

• Untuk bakteri yang menerima kromosom dan

plasmid, materi genetiknya menjadi materi genetik

rekombinan.

• Bakteri dengan materi genetik rekombinan akan

memisahkan diri. Akibatnya, terbentuk dua sel

anakan dengan sifat baru (rekombinan).

Tidak semua bakteri melakukan konjugasi. Contoh

bakteri yang melakukan konjugasi yaitu  Salmonelli

typhi dan Escherichia coli (menggunakan pilus seks).

b. Transduksi

Pada proses transduksi melibatkan peran organisme lain, yaitu

virus. Itulah mengapa rekombinasi gen antara dua bakteri

dijembatani oleh virus fag (bakteriofag). Virus yang paling

sesuai digunakan untuk proses transduksi ini yaitu  virus fag

temperat. Hal itu karena virus ini mampu bereplikasi secara litik

dan lisogenik. Adapun tahapan dalam transduksi yaitu :

-Bakteri diinfeksi oleh virus fag, sehingga virus mengandung

DNA bakteri ini .

-Virus fag ini  kemudian akan menginfeksi bakteri-bakteri

lainnya. -Akibatnya, terbentuk bakteri baru dengan rekombinasi

gen sesuai dengan rekombinasi gen pada virus penginfeksinya.

-Terbentuklah bakteri-bakteri rekombinan.

c. Transfomasi

Jika pada konjugasi bakteri akan memindahkan materi

genetiknya melalui jembatan penghubung, pada transformasi

tidak demikian. Pada transformasi, materi genetik akan

dipindahkan oleh bakteri secara langsung atau tidak melalui

jembatan penghubung (jembatan konjugasi). Namun, tidak

semua bakteri lho yang mampu memindahkan materi

genetiknya secara langsung. 

Biasanya, bakteri yang mampu bertransformasi yaitu  bakteri

yang memproduksi enzim tertentu. Contohnya yaitu 

Rhizobium, Neissera, Bacillus, dan Pneumococcus. 


PERAN BAKTERI

 Bakteri memiliki peranan baik yang menguntungkan maupun yang

merugikan. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak manfaat yang bisa

kita dapatkan dari bakteri. Bakteri berperan dalam proes

pembuatan antibiotik seperti bakteri Streptomyces griseus yang

menghasilkan antibiotik streptomycin, Streptomyces aureofaciens

yang menghasilkan antibiotik tetracycline, Streptomyces

venezuelae yang menghasilkan antibiotik chloramphenicol, Bacillus

polymyxa yang menghasilkan antibiotik polymixin, Bacillus brevis

yang menghasilkan antibiotik kerotrisin dan Bacillus subtilis yang

menghasilkan antibiotik basitrasin

Bakteri juga berperan dalam proses pembuatan olahan

makanan seperti yogurt, nata decoco dan keju. Proses

fermentasi yogurt menggunakan dua jenis bakteri yaitu

Streptococcus thermophilus yang berperan dalam

pembentukan cita rasa yoghurt dan Lactobacillus bulgaricus

yang berperan dalam pembentukan aroma. Bakteri yang

berperan pada proses pembuatan nata de coco ialah bakteri

Acetobacter xylinum. Sedangkan bakteri yang berperan dalam

proses pembuatan keju ialah Lactobacillus bulgaricus.

25

Bakteri juga memiliki peranan negatif terhadap makhluk hidup seperti

manusia, hewan dan tumbuhan. Seperti diketahui bakteri dapat

memicu  penyakit seperti diare yang dipicu  bakteri

Escherichia Coli dan penyakit TBC yang menyerang paru-paru yang

dipicu  bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pada hewan, bakteri

Bacillus antharicis memicu  penyakit sapi gila. selain

memicu  penyakit pada manusia dan hewan, bakteri juga

memicu  penyakit pada tanaman. Bakteri Xanthomonas oryzae

memicu  penyakit kresek pada padi dan bakteri Ralstonia

solanacearum yang memicu  layu pada tanaman tomat.


 Tindakan pencegahan terhadap bakteri  

bakteri sangat membahayakan kesehatan manusia. Untuk itu, diperlukan cara 

menanggulangi bahaya akibat bakteri. Untuk mengatasi berbagai aktifi tas bakteri yang dapat 

merugikan, perlu di lakukan tindakan yang tepat. Tindakah tersebut dapat berupa tindakan 

pencegahan (preventif) maupun tindakan pengobatan. Tindakan pencegahan dapat dilakukan 

dengan vaksinasi, sterilisasi, dan pasteurisasi, dan pengawetan bahan makanan.  

 

1. Vaksinasi  

Vaksinasi yaitu  pencegahan penyakit dengan pemberian vaksin, bakteri yang sudah 

dilemahkan, sehingga tubuh menerima dapat terhadap bakteri penyebab penyakit tertentu. 

Beberapa contoh vaksin untuk pencegahan penyakit yang disebabkan oleh bakteri yaitu  

vaksin kolera untuk mencegah penyakit kolera, vaksin tifus untuk mencegah penyakit tifus, 

vaksin BCG (Bacile Calmette-Guerin) untuk mencegah penyakit TBC, vaksin DTP (Dipteria-

Tetanus-Pertusis vaccines) untuk mencegah penyakit difterie, pertusis (batuk rejan), dan 

tetanus), dan vaksin TCD (Typus Chorela Disentry) untuk mencegah penyakit typus, kholera, 

dan desentri. 

 

2. Sterilisasi 

Sterilisasi yaitu  pemusnahan bakteri misalnya dalam pengawetan makanan. Tujuannya 

yaitu  untuk mendapatkan kondisi steril (suci hama), metodenya disebut aseptis. Sterilisasi 

dapat dilakukan melalui pemanasan dengan menggunakan udara panas atau uap air panas 

bertekanan tinggi. Sterilisasi dengan udara panas menggunakan oven dengan temperatur 170 

– 180 Derajat celcius. Cara ini digunakan untuk mensterilisasikan peralatan di laboratorium . 

Sterilisasi dengan uap air panas bertekanan tinggi dilakukan dengan menggunakan alat yang 

disebut autoklaf, pada temperatur 115 – 134 Derajat celcius. Autoklaf digunakan untuk 

sterilisasi bahan dan peralatan. Sterilisasi pada umumnya digunakan pada industri makanan 

atau minuman kaleng, penelitian bidang mikrobiologi, dan untuk memperoleh biakan murni 

suatu jenis bakteri.  

 

3. Pasteurisasi 

Pasteurisasi yaitu  pemanasan dengan suhu 63 – 72 derajat celsius selama 15 - 30 menit. 

Pasteurisasi dilakukan pada bahan makanan yang tidak tahan pemanasan dalam suhu tinggi, 

misalnya susu. Sehingga untuk mematikan bakteri patogen (Salmonella dan Mycobacterium) 

dari susu dilakukan pasteurisasi. Dengan pasteurisasi, rasa dan aroma khas susu dapat 

dipertahankan. Teknik sterilisasi dengan suhu rendah ini ditemukan oleh Louis Pasteur 

(1822-1895), seorang ilmuwan Perancis. Selain dengan sterilisasi dan pasteurisasi, 

pengawetan makanan juga bisa dilakukan secara tradisional. Kalian mungkin pernah melihat 

proses pengasinan ikan, pemanisan buah-buahan, pengasapan daging, atau pengeringan 

makanan.  

 

Apakah tujuannya? Semua kegiatan tersebut bertujuan agar makanan yang diasinkan, 

dimaniskan, diasap, dan diasamkan menjadi lebih awet dan tidak mudah busuk. Prinsipnya 

yaitu  membuat makanan dalam kondisi yang tidak ideal untuk ditumbuhi bakteri pembusuk, 

misalnya pada lingkungan yang terlalu panas, terlalu asam, atau terlalu asin. Jadi, pemanisan, 

pengasapan, pengasinan, dan pengasaman dilakukan untuk menghambat pertumbuhan bakter