Tampilkan postingan dengan label Black Death. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Black Death. Tampilkan semua postingan

Black Death

 





Black Death - Wabah Maut yang Nyaris Menghancurkan Eropa 

Quote:

malam Forsex. 

keknya tadi liht index belum ada yang membahas topik ini, semoga belum repost dan bisa jadi 

bacaan yang berguna.

bak roda yang selalu berputar, sejarah manusia juga terkadang berada diatas kadang pula 

dibawah,

pada abad ke 14, kerajaan Majapahit prabu Hayam Wuruk sedang mencapai masa 

keemasannya, di Asia Tengah derap kuda kavaleri Mongol menghantui banyak negara, 

Ottoman Empire semakin jaya dan angkatan perangnya berkali kali menjajal kekuatan 

Eropa,dan di periode tersebutlah cerita ini terjadi.

ada yang mengatakan wabah maut ini dibawa oleh tikus dari kapal dagang yang terinfeksi, 

ada pula yang berpendapat kalau para pedagang Eropa yang pulang dari perjalanan jauh 

merekalah yang membawa wabah ini.

malaikat maut menyambangi tiap lorong dan rumah, yang kaya dan yang miskin tanpa 

pandang bulu diambilnya, dalam waktu tak sampai 5 tahun, nyaris separuh (ada yang 

mengatakan sepertiga, ada pula yang yakin 60%) penduduk Eropa meninggal, beberapa 

diantaranya dengan tubuh menghitam karena pendarahan dalam, karena itulah bencana 

wabah ini disebut:

black death - sang kematian hitam..

Quote:

Kuburan massal Wabah Hitam ditemukan di jalur rel London

beberapa  kerangka yang ditemukan di lokasi konstruksi jalur rel kereta api di London 

dipastikan sebagai korban Wabah Hitam atau wabah pes dari abad ke-14, berdasarkan uji 

forensik.

Geligi mereka mengandung DNA dari bakteri Yersinia pestis dan kuburan mereka diketahui 

berasal dari tahun 1348 hingga 1350, seperti dilaporkan wartawan BBC James Morgan.

Catatan mengatakan ribuan orang warga London meninggal dunia dan jenazah mereka 

dikubur di sebuah kuburan massal di luar kota London, tapi lokasi pastinya menjadi misteri.

Para ahli arkeologi kini meyakini kuburan itu berada di bawah Lapangan Charterhouse di dekat

Barbican.

Mereka kini berencana memperlebar pencarian korban di sekitar lapangan dengan panduan 

pemindai radar bawah tanah yang telah menangkap sinyal adanya banyak kuburan.

Misteri enam abad

Arkeolog kepala Jay Carver mengatakan temuan itu memecahkan misteri berusia 660 tahun.

"Temuan ini adalah langkah besar yang penting dalam mendokumentasikan dan memahami 

pandemi paling mematikan di Eropa," kata dia.

"Penggalian lebih lanjut akan dilakukan untuk melihat apakah kami bisa menemukan kuburan 

massal yang lebih besar."

Antara 1347 dan 1351 wabah pes menyapu Eropa dan menewaskan jutaan jiwa. Di kemudian 

hari, wabah itu dikenal sebagai Wabah Hitam karena dibawa oleh tikus rumah berwarna hitam.

Pes tiba di daratan Inggris pada 1348 dan diduga menyapu 60% populasi pada saat itu. Di 

London, dua kuburan darurat digali di luar dinding kota. Satu di East Smithfield dan satu lagi di 

Farringdon.

http://www.bbc.co.uk/indonesia/majal...l_london.shtml

The Black Death, Wabah Penyakit Terburuk Sepanjang Sejarah

Black Death mungkin bisa dikatakan sebagai wabah terburuk sepanjang sejarah. Bagaimana 

tidak, wabah mematikan ini telah mengurangi populasi Eropa hingga 60 %. Bahkan dikatakan

pada saat itu, jenazah - jenazah korban keganasan Black Death bergelimpangan dimana - 

mana di benua Eropa. Bagaimana wabah ini dapat membuat teror yang begitu mencekam 

bagi masyarakat di dunia?

Black Death merupakan salah satu wabah penyakit paling mematikan sepanjang sejarah 

manusia. Wabah ini menyebar dengan cepat di benua Eropa pada tahun 1348 sampai 1350. 

Lalu, apakah penyakit yang menyebabkan epidemi seperti itu?

Wabah penyakit yang menyebabkan teror itu adalah wabah pes dan radang paru yang 

disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis. Wabah ini diduga menyebar pertama kali di Asia, 

tepatnya di daerah China pada tahun 1346. Bakteri yang terdapat pada tikus ini kemudian 

dibawa oleh kutu tikus, dan sialnya kutu ini merupakan parasit yang bisa hidup di tubuh 

manusia, sehingga jika manusia terjangkit oleh kutu ini, maka ia akan mengalami radang 

paru. Orang - orang yang sakit ini merupakan pedagang - pedagang yang akan kembali ke 

Eropa, jadi wabah ini telah menyebar di kapal, dan penyakit ini ditularkan melalui udara.

Beberapa kisah menceritakan jika di Crimea, suatu pusat perdagangan di China, diserbu oleh 

kelompok Mongol. Kelompok ini kemudian membuang jenazah yang terinfeksi penyakit ini 

ke tengah keramaian. Pedagang - pedagang dari Eropa yang terjangkit inilah yang membawa 

penyakit ke Eropa dan menimbulkan wabah terburuk.

Black death telah membuat populasi dunia berkurang dari sekitar 450 juta jiwa menjadi 

sekitar 350-375 juta jiwa pada tahun 1400. Eropa membutuhkan 150 tahun untuk 

memulihkan populasinya yang berkurang drastis itu.

Black Death dikategorikan menjadi tiga tipe wabah, ini karena selama wabah black death 

berlangsung, diteukan gejala - gejala yang berbeda. Wabah tersebut yaitu wabah pes, wabah 

infeksi paru - paru, dan wabah infeksi darah yang merupakan paling mematikan dari ketiga 

jenis wabah tersebut.

Seperti yang sudah saya sebutkan tadi, wabah ini disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis 

yang dibawwa oleh Tikus Hitam (Rattus rattus) dan menyebar oleh kutu yang hidup di tikus 

tersebut. Manusia yang telah terjangkit oleh Yersinia Pestis akan meninggal dalam waktu 3 

sampai tujuh hari.

Menurut sejarawan, black death mulai menyebar di daratan China pada tahun 1346, penyakit 

ini pertama kali dibawa oleh para pedagang yang melakukan perjalanan pada tahun 1320-

1330 hingga sampai di Crimea, pusat perdagangan di China saat itu. Dari Crimea, penyakit 

ini terus menyebar ke Eropa Barat hingga ke Afrika. Penyakit ini telah membunuh setidaknya

75 juta jiwa, Eropa sendiri kehilangan 25 - 50 juta jiwa penduduknya saat itu, dan memicu 

terjadinya krisis ekonomi. Karena banyaknya penduduk Eropa yang tewas, kelangkaan tenaga

kerja terjadi di seluruh penjuru benua Eropa.

Pada awal abad ke-19, wabah ini mulai reda, namun ternyata muncul penyakit baru yang juga

berasal dari Asia. Wabah yang disebut dengan Kolera Asia ini juga menyebar dengan cepat di 

benua Eropa selama abad 19 sampai dengan abad ke-20, namun penyakit ini tidak separah 

seperti apa yang disebabkan oleh black death.

Oh ya, wabah ini disebut dengan black death karena penyakit ini pada umumnya membuat 

warna kulit penderitanya berubah menjadi agak gelap, namun ada juga yang mengatakan jika 

nama black death diberikan karena penyakit ini dibawa oleh tikus hitam.


Agan mosquito 

tolong sekalian tritnya dilengkapi dengan alasan mengapa epidemik ini bisa bisa 

berkurang/berakhir dong.

Setahu saya ada beberapa teori berhentinya wabah ini:

1. Karantina.

Orang yang kena pes dan keluarganya dikarantina untuk membatasi kemungkinan penularan 

dari manusia ke manusia

2. Sadar kebersihan

Sebelum wabah ini rakyat eropa itu kan agak jorok. Jarang mencuci tangan dan badan, 

membersihkan rumah, juga mereka sering minum air mentah. Setelah wabah ini mereka mulai 

sadar kebersihan, hal ini mengurangi resiko terserang penyakit pes

3. Imunitas

Penduduk eropa mulai membangun imunitas terhadap penyakit ini

4. Hilangnya tikus hitam karena digeser oleh tikus coklat

Tikus hitam sebagai carrier utama penyakit ini tergeser oleh populasi tikus coklat yang lebih 

besar tubuhnya. Karena tikus coklat tidak seefektif tikus hitam dalam penyebaran penyakit, dan

juga tikus coklat tidak sesering itu masuk ke rumah dan kontak dengan manusia, maka wabah 

ini pun berkurang.

Sumbernya, uh, dari buku sih jadi ga bisa copy linknya di sini. Search google aja gan. Terus 

tampilin di pekiwan 

makasih masukannya gan bro.


Ini alesannya kenapa bajunya serem gitu gan

Beberapa dokter wabah mengenakan kostum khusus, meskipun sumber-sumber grafis 

menunjukkan bahwa dokter wabah mengenakan berbagai pakaian. Pakaian diciptakan oleh 

Charles de L'Orme tahun 1619 mereka pertama kali digunakan di Paris, tetapi kemudian 

menyebar ke digunakan di seluruh Eropa Gugatan pelindung terdiri dari mantel kain berat yang

wax, masker dengan bukaan kaca mata dan hidung berbentuk kerucut seperti paruh untuk 

menahan zat beraroma. dan jerami.

Beberapa bahan wangi adalah ambergris, daun mint balm-, kamper, cengkeh, Laudanum, mur,

kelopak mawar, storax. Hal ini dianggap untuk melindungi dokter dari udara buruk berhubung 

dgn racun yg keluar dr tanah.jerami yang disediakan filter untuk "udara buruk". Sebuah pointer 

tongkat kayu digunakan untuk membantu memeriksa pasien tanpa harus menyentuh mereka, 

itu juga digunakan sebagai sarana untuk bertobat dosa, banyak yang percaya bahwa wabah itu

hukuman dan akan meminta untuk dicambuk untuk bertobat dari dosa mereka.

Tugas mereka gan

Dokter Plague menjabat sebagai pegawai negeri selama masa epidemi dimulai dengan Black 

Death di Eropa pada abad keempat belas. Tugas utama mereka, selain mengurus korban 

wabah, adalah untuk merekam dalam catatan publik kematian akibat waba

Di kota-kota Eropa tertentu seperti Florence dan Perugia dokter wabah diminta untuk 

melakukan otopsi untuk membantu menentukan penyebab kematian dan bagaimana wabah 

memainkan peran. Dokter Wabah menjadi pembuat wasiat dan saksi ke berbagai surat wasiat 

selama masa epidemi wabah. [17 dokter] Wabah juga memberi nasihat kepada pasien mereka

tentang perilaku mereka sebelum kematian. saran ini bervariasi tergantung pada pasien, dan 

setelah Abad Pertengahan sifat hubungan antara dokter dan pasien diatur oleh kode etik yang 

semakin kompleks.

artikel asli ada di thread: Kostum Seram Dokter dari Era "Black Death"

untuk yang menjadikan thread ini HT dan semua agan yang dah mampir, makasih 

banyak ye. 

klo yg prnah ane baca sih lebih mematikan pandemicnya spanish flu gan di taun 1918...cma 

beberapa taun bsa ngejangkitin skitar 500jta orng n ngebunuh 100an juta orang di seluruh 

dunia...Indonesia jga kena tuh....CMIIW...

iya sih gan bro, hanya keknya berita spanish flu ini tenggelam oleh gelegar PD1, 

tapi skala spanish flu jauh lebih luas dan penduduk dunia dah lumayan banyak taun segitu, 

sedangkan black death ini benar benar nyaris meremukkan Eropa 650 tahun lalu dimana 

penduduknya relatif belum seberapa banyak.

perang demi perang, mulai dari Crusader sampai perang 100 tahun, melawan Mongol, Turki 

hingga perang saudara ditambah wabah ini jelas mengurangi penduduk Eropa cukup 

signifikan.

wabah black death ini keknya dah lama ada sebelum menebar maut di Eropa, di kitab kitab 

Samawi juga menyebut soal penyakit ini, kalau gak salah namanya wabah sampar.

cmiiw.

btw, Indonesia pernah lho ada wabah ini untungnya gak terlalu fatal.

Quote:

kawasan yang terkena pes dijaga ketat militer

Horor “Hantu Hitam”: Sebuah Catatan tentang Wabah Pes di Kabupaten Malang 1910-an

..Waktoe mengoeboer majat tak dikasih tak dikasih mandi ataoe diolesi, jaitoe setjara 

mengoeboer koetjing sadja.

Sri Soeropati, 4 April 1919

**********

Pada 1910-1911, 1913, 1914 bahkan masih terasa pada 1919, terjadi wabah penyakit pes 

berkecamuk di wilayah kabupaten Malang dan beberapa  kabupaten lain di Jawa Timur. Hanya 

saja dalam tulisan ini saya mengulas kejadian dalam areal Kabupaten Malang yang 

merupakan salah daerah terparah dari rentetan serangan mematikan yang melanda Hindia 

Belanda.

Pes adalah penyakit yang disebabkan oleh enterobakteria Yersenia Pestis (dinamakan sesuai 

penemunya ahli bakteri asal Prancis Alexander Yersin dan dokter Kitarso dari Jepang. 

Ceritanya ketika wabah ini mengamuk di Hongkong pada Juni 1894 mereka menemukan basil 

pada tubuh tikus yang mati. Dari penelitian mereka diketahui bahwa pada penyakit ini 

sebetulnya adalah penyakit tikus dan beberapa species hewan pengerat lainnya dan ditularkan

ke manusia melalui gigitan kutu tikus (pinjal).

Pada abad ke 13, wabah ini menghajar benua Eropa dan membunuh sekitar seperempat 

penduduknya. Karena kurangnya pengetahuan masa itu, wabah ini menyebar melalui jalur 

perdagangan, buruknya pengelolaan kota dan tahayul. Sejarawan menyebutnya sebagai Black 

Death. Sastrawan Prancis Albert Camus juga terpesona dengan keganasan penyakit yang 

meruntuhkan eksistensi manusia ini sebagai tema salah satu novelnya berjudul sama la Pest.

Awal Malapetaka

Pada Mei 1905 seorang kuli kontrak Jawa datang ke rumah sakit di Tanjung Morawa (Deli) 

dengan keluhan panas yang tinggi dan kelenjar di pangkal paha membengkak. Hasil 

penyelidikan diketahui bahwa wabah ini berasal dari Ranggon yang secara tak sengaja 

terbawa kapal yang singgah di Belawan. Sayangnya para pejabat berwenang belum menyadari

bahwa kuli kontrak itu merupakan korban pertama dari wabah besar. Para pemilik 

onderneming lebih memperhatikan keberlangsungan bisnisnya daripada memperdulikan nasib 

kuli kontrak itu.

Pada awal 1910 penduduk Surabaya dikejutkan dengan jatuhnya beberapa korban “penyakit 

misterius” dengan keluhan yang sama di daerah pelabuhan. Tak seorang pun mengira bahwa 

jalan kereta api Surabaya ke Malang bakal menjadi jalur penyakit itu jauh ke pedalaman. Pada 

November 1910 Turen diserang dengan korban 5 penderita dan bertambah lagi tiga orang 

pada minggu berikutnya.Dalam beberapa minggu wabah ini meluas ke Blimbing, Singosari, 

Dampit, Kraksaan dan akhirnya Kota Malang sendiri.

Tercatat 15 orang meninggal pada minggu pertama November 1910 di Singosari, 11 orang 

meninggal di Blimbing, 15 meninggal di Karangploso.Penduduk Kota Malang yang waktu itu 

berjumlah 28.573 juga diserang dalam waktu hampir bersamaan tewas dalam minggu pertama

November sebanyak 22 orang meninggal. Serangan ini makin menjadi-jadi pada tahun 

berikutnya. Pada Februari 1911 sebanyak 35 orang tewas di Kota Malang.

Data yang dimuat di Weekblad Voor Indie 14 Mei 1911 memperlihatkan bahwa masa itu 

penderita demam tinggi pun dicurigai sebagai kasus pes. Dalam artikel itu tertera pada 5 April 

1911 terdapat 80 penderita demam, 6 penderita pes dan 3 penderita pes meninggal. Dicatat 

juga angka kematian tikus sampai 1070 ekor. Hampir setiap hari ada yang meninggal. Yang 

terbanyak pada 30 April 1911 47 orang penderita demam, 29 penderita pes, 10 pasien pes 

meninggal dan angka kematian tikus mencapai 43 ribu ekor. Tikus-tikus yang mati dibakar.

Dijuluki Hantu Hitam

Orang Eropa yang tinggal di kawasan Jawa Timur mulai ketakutan. Tak banyak jurnalis yang 

berani ke daerah wabah,. Di antara yang berani terdapat seorang penulis bernama R.A. 

Ezerman (wartawan Soerabasch Handelsbald) dalam tulisannya pada 1911 berjudul “Een 

Tocht door hestgebied” (laporan perjalanan dari daerah wabah) menceritakan bahwa wabah 

pest bagaikan menghadapi hantu hitam (zwarte spook) , buku pelajaran sejarah menceritakan 

bahwa separuh dari benua Eropa hancur dibuatnya. Pada abad pertengahan orang Eropa 

lebih takut pada wabah ini lebih menakutan dari pada bertemu bajak laut bermuka paling 

masam sekalipun, bahkan dengan invasi Jengiz Khan.

Ezerman, seorang jurnalis perempuan termasuk orang yang berani meninjau daerah wabah, 

yaitu kawasan Malang-batu. Dalam sebuah peninjauannya dia melihat mata sendiri sebuah 

rumah kayu yang kumuh (dinding gedeg?) disemprot balerang ketika di rumah itu terdapat dua 

pribumi meninggal. Asap keluar dari semua lubang . Rumah-rumah yang terserang ditandai 

dengan papan hitam dan bendera merah memberikan pemandangan yang mencekam.

“Saya melihat sekitar 40 barak di tempatkan di tanah lapang berbentuk lingkaran, tempat 

pasien-pasien pes dikarantina,” kata Ezerman. Dalam tulisannya ia melampirkan foto-foto, 

wedana Batu yang meninjau rumah korban yang dijaga dua pribumi. Di rumah itu terdapat dua 

wanita yang hidupdan seorang anak laki-laki yang meninggal. “Masyarakat pribumi begitu 

pasrah,” tulisnya dengan lirih.

Harian Tjahaja Timoer edisi 14 Januari 1914 memberikan rincian jumlah korban pada 1911 

sebanyak 1855 penduduk Malang terjangkit pes. Dari jumlah itu 1480 di antaranya meninggal 

dunia. Sebagai bandingan Kediri punya 133 penderita, dari jumlah ini sebanyak 113 

meninggal. Sisanya adalah Tulung Agung mempunyai 48 penderita, 46 meninggal dan 

Surabaya terjangkit 25 orang, sebanyak 11 di antaranya meninggal.

Pada 1912 Kabupaten Malang masih menjadi daerah yang paling banyak mempunyai 

penderita pes secara menyolok dibanding wilayah lain. Tercatat 1503 terjangkit pes dan 

sebanyak 1448 tewas. Penderita di Kediri meningkat sebanyak 430 pasien dan 390 di 

antaranya meninggal, disusul Tulung Agung 81 penderita dan sebanyak 67 meninggal. Kota 

Surabaya juga penderita sebanyak 49 orang dan 47 di antaranya meninggal.

Encyclopedia van Netherland Indie menyebutkan data yang lebih mengerikan pda 1913 di 

seluruh Jawa Timur dari sekitar 14 ribu penderita seluruh Jawa Timur, sekitar 12.700 

meninggal. Hingga pada 1914 wabah ini tidak bisa diatasi sepenuhnya. Pada Juni 1914 di 

Malang tercatat 385 penderita dan sebanyak 346 di antaranya meninggal. Sekalipun sudah 

tidak menyolok tahun sebelumnya, dari segi jumlah paling besar di antara daerah yang 

diserang di seluruh Jawa Timur. Kawasan lain paling tinggi adalah Kediri dari 51 penderita 

sebanyak 47 meninggal, di Magetan dari 25 penderita sebanyak 23 meninggal, Surabaya 24 

yang diserang, 19 meninggal, Madiun 15 diserang dan semuanya tewas. Cukup menakjubkan 

56 penderita di Pare tidak ada yang meninggal.

Syefri Luwis dalam skripsi sarjananya di Universitas Indonesia Pemberantasan penyakit Pes di 

Malang 1911-1916 bahkan memberikan angka yang lebih menerikan bahwa pada 1914, 

wabah pes mencapai puncaknya. Pada tahun itu lebih dari 15.000 orang meninggal dunia. 

Syefri menyebutkan baru pada 1916 jumlah korban Pada tahun 1916, jumlah korban dari 

wabah penyakit ini turun hingga mencapai 595 orang.

Mengapa Penyakit Pes Berlarut?

Faktor pertama penyebab tersebarnya penyakit ini adalah lalu lintas perekonomian di Jawa 

timur yang terbuka. Perluasan jaringan kereta api dan jalan raya mempermudah seorang 

warga Turen dapat tiba di Surabaya dalam beberapa jam. Kondisi ini menyebabkan seorang 

pekerja musiman ke Surabaya pulang kembali ke kampungnya tak menyadari bahwa diirnya 

telah membawa bibit penaykit celaka ini dari Surabaya. Daerah awal yang diserang adalah 

pelabuhan,kemudian wilayah sekitar stasiun kereta api. Di KotaMalang, Kampung Pecinan dan

Kampung Jodipan adalah daerah yang pertama dihajar penyakit itu, wilayah yang tak jauh dari 

stasiun.

Faktor kedua ialah wilayah Malang yang beriklim sejuk dan dingin, letaknya sekitar 442 meter 

dari atas tanah menyebabkan penyakit ini bertahan hidup lebih lama dibanding wilayah lain 

yang berudara lebih panas. Faktor ketiga ialah buruknya perumahan penduduk. Sebagian 

besar rumah penduduk waktu itu di perdesaan terbuat dari gedeg atau dinding anyaman 

bambu, yang dibuat berlapis-lapis. Maksudnya agar melindungi penghuninya dari hawa dingin. 

Rumah itu memang nyaman bagi manusia, tetapi juga bagi para tikus. Hewan pengerat ini juga

suka bersarang di bumbungan atap yang terbuat dari batang bambu utuh.

_______________________ almaric ►

Blackdeath ini penyakit yang sama dengan yang memusnahkan orang2 native america bukan 

ya?

kalau yang itu keknya cacar gan bro,

native America (selatan) belum mengenal penyakit penyakit seperti yang dibawa oleh orang 

Eropa, bahkan penyakit yang tidak terlalu mematikan bisa mengakibatkan kematian bagi para

native America (selatan) yang daya tahan tubuhnya belum pernah mengenal jenis penyakit 

tersebut.

kabarnya pes dan cacar sekarang dah hampir punah dan cuma ada di laboratorium saja, tapi 

gak tau lagi ye. 

cmiiw.

waktu itu di eropa ada pencegahannya ga gan ? atau penyakitnya ilang gitu aja ?

keknya belum ada gan, paling banter - seperti umumnya manusia yang tak tahu apa yang 

dihadapinya - kemungkinan besar berdoa. 

sepertinya brenti sendiri, bila tidak maka sulit dibayangkan bagaimana Eropa jadinya, dan 

tentu saja hari ini sejarah dunia akan berbeda. 


wabah hitam maut - Black Death - melakukan tour Eropanya dari tahun 1347 sampai 1351 

dengan jumlah korban yang menakutkan untuk sebuah populasi pada masa itu.

penyebarannya selain oleh tikus juga dibantu oleh lalat, sedangkan penyakit ini sendiri 

mempunyai sifat menular dan mematikan, penderita akan sulit bertahan dan hanya dalam 

hitungan hari akan meninggal dunia.

obat yang benar benar bisa melawan penyakit ini belum ditemukan saat itu, setelah mengobrak

abrik Eropa, di tahun tahun setelah itu Black Death masih sering melakukan tour ke berbagai 

tempat di bumi dan menyebarkan maut disana. 

apakah mungkin suatu jenis penyakit menular baru (tanpa obat) seperti wabah maut ini pada 

suatu saat dimasa depan akan kembali menimpa umat manusia ?


ane denger2 sih Black Death udah hampir gak ditemuin gejala2 nya jaman sekarang krn 

sanitasi di abad 14 masih kalah jauh dibanding jaman sekarang, & sebenernya virus penyebab

Black Death masih ada, tapi krn manusia jaman sekarang udah kebal sama virus tsb

ya begitulah, seiring jaman semakin muncul penyakit2 baru


kalo setau ane dulu Eropa masih kurang pengetahuan akan hal medis & masih kuat 

supranaturalnya . .

trus dulu kucing itu diidentikkan dengan penyihir sehingga kucing dibantai nah gara2 

pembantaian kucing ini keseimbangan rantai makanan terganggu mengakibatkan populasi 

tikus membludak tidak terkontrol . .

tikus-tikus inilah yg akhirnya membawa wabah ini di 

Black death yang menerpa Eropa memang membuat banyak orang mati. Dengan ilmu 

pengobatan Eropa (saat itu pengobatan yang bagus kebanyakan di timur tengah sama asia 

timur) yang tertinggal saat itu membuat penangangan Black death menjadi buruk dan korban 

sangat banyak kala itu


lah aneh yah virus penyakit yg kta nya mematikan bgt bsa ilang gt z....

siapa bilang hilang gitu Z

ribuan wanita harus meregang nyawa di tiang pembakaran ... pengadilan jalanan terjadi 

didaratan eropa ... tangisan dan erangan wanita yang diseret dari rumah-rumah mereka ke 

tengah kota untuk diikat dan dibakar ...

asap hitam membumbung tinggi ... gargoyle-gargoyle terbang mengelilingi panggung 

kematian ... 


ribuan wanita harus meregang nyawa di tiang pembakaran ... pengadilan jalanan terjadi 

didaratan eropa ... tangisan dan erangan wanita yang diseret dari rumah-rumah mereka ke 

tengah kota untuk diikat dan dibakar ...

asap hitam membumbung tinggi ... gargoyle-gargoyle terbang mengelilingi panggung kematian

... 

Black death yang menerpa Eropa memang membuat banyak orang mati. Dengan ilmu 

pengobatan Eropa (saat itu pengobatan yang bagus kebanyakan di timur tengah sama asia 

timur) yang tertinggal saat itu membuat penangangan Black death menjadi buruk dan korban 

sangat banyak kala itu 

kalo setau ane dulu Eropa masih kurang pengetahuan akan hal medis & masih kuat 

supranaturalnya . .

trus dulu kucing itu diidentikkan dengan penyihir sehingga kucing dibantai nah gara2 

pembantaian kucing ini keseimbangan rantai makanan terganggu mengakibatkan populasi 

tikus membludak tidak terkontrol . .

tikus-tikus inilah yg akhirnya membawa wabah ini di Eropa . .

CMIIW

betul gan bro, dan .. manusia, ciptaan DIA yang paling indah dan sempurna melengkapi 

siklus tersebut,

sebagian mayat yang terpapar wabah maut tidak dimusnahkan tetapi dijadikan peluru 

Catapult untuk menyebarkan penyakit tersebut ke wilayah lawan.

ane denger2 sih Black Death udah hampir gak ditemuin gejala2 nya jaman sekarang krn 

sanitasi di abad 14 masih kalah jauh dibanding jaman sekarang, & sebenernya virus penyebab

Black Death masih ada, tapi krn manusia jaman sekarang udah kebal sama virus tsb

ya begitulah, seiring jaman semakin muncul penyakit2 baru

jangan tertipu oleh keheningan sebelum badai, gan bro,

kabarnya virus dan bakteri tersebut sedang bermutasi dan bila dirasa waktunya dah pas, 

mereka akan melakukan tour lagi untuk memusnahkan manusia seperti dimasa lalu.

untungnya, hari ini imu pengobatan manusia dah jauh lebih maju dan cara hidupnya juga jauh

lebih terawat dari abad pertengahan, sehingga keknya bila ada kejadian serupa, manusia telah

lebih siap.

Quote:

"Black Death" Nenek Moyang Wabah Penyakit Modern

NEW YORK - Wabah Black Death yang membunuh setengah dari total populasi warga Eropa 

pada pertengahan abad ke-14 dinilai sebagai "nenek moyang" dari wabah-wabah penyakit 

modern. Penyelidikan terhadap penyakit mematikan itupun masih belum usai.

Banyak pakar kesehatan yakin, bakteri jahat dalam wabah Black Death adalah Yersinia Pestis. 

Wabah itu menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan pes, namun pada saat itu, 

penyakit tersebut menewaskan jutaan warga.

Ilmuwan-ilmuwan mulai meneliti DNA dari korban yang dikubur di London pada tahun 1348 

silam itu. Mereka pun berpendapat, seluruh wabah penyakit modern yang muncul pada saat ini

berasal dari evolusi penyakit kuno itu.

"Data yang kami kumpulkan dari makalah-makalah ini menunjukan sesuatu yang memukau 

tentang asal muasal penyakit itu (Black Death). Data ini menunjukan bahwa penyakit abad 

pertengahan 1348 di London adalah nenek moyang dari semua penyakit modern yang ada di 

dunia ini," ujar seorang pakar genetika Universitas Kanada, Hendrik Poinar, dalam History.com,

Jumat (12/4/2013).

"Ini artinya, wabah penyakit yang muncul di India, Afrika, Colorado berasal dari penyakit yang 

muncul di London pada 1348, Black Death," tegasnya.

Seperti diketahui, wabah Black Death menyebar dengan sangat cepat. Beberapa masalah 

yang muncul di kalangan warga pada abad pertengahan antara lain adalah rendahnya tingkat 

kebersihan, malnutrisi, dan kerendahan daya tahan tubuh.

Barney Sloane, arkeolog yang menulis buku tenang Black Death mengatakan bahwa ada bukti

Yersinia Pestis menyebabkan wabah mematikan di Eropa, namun tidak ada konfirmasi yang 

jelas mengenai hal itu. Sloane menilai, bakteri-bakteri lain telah merusak tulang-belulang 

korban Black Death yang dikubur sebelum tahun 1340an. Sloane berasumsi, Yersinia Pestis 

mungkin ada, namun bakteri itu bukan penyebab utama dari Black death.


jangan tertipu oleh keheningan sebelum badai, gan bro,

kabarnya virus dan bakteri tersebut sedang bermutasi dan bila dirasa waktunya dah pas, 

mereka akan melakukan tour lagi untuk memusnahkan manusia seperti dimasa lalu.

untungnya, hari ini imu pengobatan manusia dah jauh lebih maju dan cara hidupnya juga jauh 

lebih terawat dari abad pertengahan, sehingga keknya bila ada kejadian serupa, manusia telah

lebih siap.

----------- 

itu sebabnya kenapa kalo ane iseng2 liat berita, kadang ane nemu berita yg isinya 'ada orang 

terkena penyakit misterius', gak menutup kemungkinan itu bakal jadi sejenis Black Death di 

masa kini

sebagian mayat yang terpapar wabah maut tidak dimusnahkan tetapi dijadikan peluru 

Catapult untuk menyebarkan penyakit tersebut ke wilayah lawan.