Tampilkan postingan dengan label Penyakit mematikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit mematikan. Tampilkan semua postingan

Penyakit mematikan

 





10 Penyakit Paling Mematikan di Indonesia 

Menurut WHO dan Balitbangkes 

 

 

WHO pada tahun 2012 dalam profil statistik Indonesia secara resmi merilis 10 penyakit penyebab 

kematian paling tinggi di Indonesia. 

1. Stroke 21% 

2. Ischemic Heart Disease 9% 

3. Diabetes 7% 

4. Lower Respiratory Infections 5% 

5. TB 4% 

6. Cirrhosis 3% 

7. Chronic Obstructive Pulmonary Disease 3% 

8. Road Injury 3% 

9. Hypertensive Heart Disease 3% 

10. Kidney Diseases 3% 

 

dari data itu terlihat bahwa 10 jenis penyakit paling sering menjadi penyebab kematian di Indonesia adalah 

penyakt : 

1. Cerebrovaskular atau pembuluh darah di otak seperti pada pasien stroke. 

2. Penyakit jantung iskemik. 

3. Diabetes Melitus dengan komplikasi. 

4. Tubercolusis pernapasan. 

5. Hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan komplikasi. 

6. Penyakit pernapasan khususnya Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). 

7. Penyakit liver atau hati. 

8. Akibat kecelakaan lalu lintas. 

9. Pneumonia atau radang paru-paru. 

10. Diare atau gastro-enteritis yang berasal dari infeksi. 

 

 

 

 

Berikut 10 diagnosa penyakit terbanyak 

 

1. Essential Primary Hipertension atau perawatan penderita hipertensi sebanyak 4.420 kasus. 

 

2. End Stage Renal Disease atau gagal ginjal (cuci darah) sebanyak 1.783 kasus. 

 

3. General Medical Examination (check up umum) sebanyak 1.676 kasus. 

 

4. Stroke Not Specific As Haemorrhage Or Infraction ( stroke-pecah pembuluh darah) sebanyak 1.426 

kasus. 

 

5. Unspecific Diabetes Mellitus With Coma (DM) sebanyak 1.125 kasus. 

 

6. Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus With Coma (DM) sebanyak 1.064 kasus. 

 

7. Follow Up Exam After Other Treatment For Other Condition (Follow up pasien setelah dirawat) 

sebanyak 1.032 pasien. 

 

8. Chronic Rena Failure Unspedific (ginjal kronik) sebanyak 1.002 kasus. 

 

9. Hypertensive Heart Disease with (Congestive) Heart Failure (Hipertensi dengan jantung) sebanyak 

954 kasus. 

 

10. Dyspepsia (sulit makan) sebanyak 871 kasus. 




10 DAFTAR PENGGUNAAN OBAT TERBANYAK DAN 10 DAFTAR PENYAKIT TERBANYAK

No 10 Daftar Pemakain obat terbanyak Jmlh No
1 Paracetamol 500 mg tablet 10650 1
2 Amoxicillin 500 mg tablet 6836 2
3 Chlorpeniramin maleat / CTM 4 mg 6300 3
4 Antasid tablet 5470 4
5 Piroxicam 10 Mg tablet 4040 5
6 Dexamethason 0,5 mg tab 3700 6
7 Ibupropen 400mg tablet 2800 7
8 Glibenclamid 5 mg 1950 8
9 kaptopril 25 mg 1500 9
10 Salbutamol 2 mg 1200 10



 PENYAKIT IBU DAN ANAK 


 usaha  kesehatan Ibu dan Anak yaitu  usaha  di bidang kesehatan yang menyangkut 
pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak balita 
serta anak prasekolah. Pemberdayaan warga  bidang KIA merupakan usaha  
memfasilitasi warga  untuk membangun sistem kesiagaan warga  dalam usaha  
mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan persalinan. 
Sistem kesiagaan merupakan sistem tolong-menolong, yang dibentuk dari, oleh dan 
untuk warga , dalam hal pemakaian  alat transportasi/ komunikasi (telepon 
genggam,telpon rumah), pendanaan, pendonor darah, pencatatan-pemantaun dan 
informasi KB.Dalam pengertian ini tercakup pula pendidikan kesehatan kepada 
warga , pemuka warga , pemuka warga  serta menambah keterampilan para 
dukun bayiserta pembinaan kesehatan akan di taman kanak-kanak. 
 Secara umum pencegahan dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan sebelum 
peristiwa yang diharapkan akan terjadi, sehingga peristiwa tidak terjadi atau dapat 
dihindari.Pencegahan dapat diartikan sebagai bertindak mendahului atau mengantisipasi. 
Pencegahan akan memerlukan tindakan, yang berkaitan dengan awal mulasuatu 
penyakitatau kemajuan dari proses suatu penyakit atau masalah kesehatan. 
 Mencegah penyakit berarti menggunakan pengetahuan kita untuk membina, 
mencegah penyakit dan ketidakmampuan, dan memperpanjang umur sebagaimana 
dimaksud dalam definisi Public Health menurut Wnslow, 1920). 
B. Konsep Pencegahan Penyakit 
 Tindakan pencegahan dapat dilakukanbaik pada tahap  prepatogenesis yaitu sebelum 
mulainya proses penyakit, maupun sesudah memasuki proses penyakit. 
 Tindakan pencegahan dibagi menjadi 3 tahap utama, yaitu: 
a. Yang pertama yaitu  pencegahan  primer yang dilakukan sebelum proses 
penyakit terjadi. 
b. Yang kedua yaitu  pencegahan sekunder dimana proses penyakit sudah mulai 
memasuki tahap  pathogenesis tapi masih dalam tahap ringan dan belum nyata. 
c. Yang ketiga yaitu  pencegahan tersier dimana proses penyakit sudah nyata dan 
berlanjut dan mungkin dalam taraf dan akan berakhir. 
Penjelasan dari 3 tahap ini  yaitu  : 
a. Pencegahan primer 
 Yaitu usaha  pencegahan yang umumnya bertujuan meningkatkan taraf 
kesehatan individu/keluarga/warga . 
1. Perlindungan Umum dan Khusus 
 Perlindungan khusus terhadap kesehatan. Golongan warga  tertentu 
serta keadaan tertentu yang secara lansung atau tidak langsung dapat 
memepengaruhi tingkat kesehatan. usaha -usaha  yang termasuk perlindungan 
umum dan khusus antara lain: 
 Peningkatan  hygiene perorangan dan perlindungan terhadap 
lingkungan yang tidak menguntungkan. 
 Perlindungan tenaga kerja terhadap setiap kemungkinan timbulnya 
penyakit akibat kerja. 
 Perlindungan terhadap bahan-bahan beracun, korosif, alergen. 
 Perlindungan terhadap sumber-sumber pencernaan. 
 Pencegahan primer diterapkan pada keadaan dimana proses penyakit yaitu 
Health Promotion (pembinaan kesehatan) dan Specific Protection 
(perlindungan khusus). 
a. Tahap Health Promotion 
 usaha -usaha  pencegahan dalam tahap ini masih bersifat umum 
dan belum tertuju pada jenis atau kelompok penyakit tertentu. Tujuan 
utamanya yaitu  untuk pembinaan atau memajukankesehatan secara 
umum.Secara alamiah setiap individu yang dalam kondisi sehat akan 
merasa memerlukan kegiatan-kegiatan yang mendukung Health 
Promotion ini tanpa memerlukan latihan atau keterampilan 
khusus.Sebagian besar usaha -usaha  ini  dapat dicapai melalui 
pendidikan atau penyuluhan(komunikasi, informasi dan edukasi), dan 
sebagai melalui kegiatan yang berkategori santai dan bebas. 
 Leavell dan Clark menyebutkan beberapa bentuk kegiatan yang 
termasuk Health Promotion dan yang sudah banyak dikembangkan 
berbagai bentuk program pelayanan kesehatan seperti: 
1. Pendidikan/penyuluhan kesehatan 
2. Makanan bergizi 
3. Pemeriksaan berkala 
4. Rekreasi dan olahraga 
b. Tahap Spesifik Protection 
 Tahap inilah yang biasanya dimaksud sebagai arti pencegahan 
sebagaimana umumnya orang mengartikannya. usaha  pencegahan disini 
sudah tertuju kepada jenis penyakit atau masalah kesehatan tertentu. 
Biasanya sasarannya yaitu  individu atau kelompok warga  yang 
beresiko tinggi terhadap suatu penyakit tertentu.Berbagai bentuk kegiatan 
yang termasuk Spesifik Protection antara lain yaitu  sebagai berikut: 
1. Imunisasi khusus 
2. Perlindungan tumbuh kembang anak 
3. Sanitasi/kesehatan lingkungan 
4. Perlindungan terhadap terhadap penyakit  
2. Pencegahan Sekunder 
 usaha  pencegahan pada tahap ini terbentuk Diagnosa Dini dan 
Pengobatan Langsung. Tahap ini sudah dalam tahap  pathogenesis tapi masih 
pada awal dari proses penyakit yang bersangkutan, mulai terjadi perubahan 
anatomis,tapi belum menimbulkan keluhan-keluhan, gejala-gejala atau tanda 
yang secara klinis dapat diamati oleh dokter atau penderita sendiri.  
 Tujuan utama pencegahan pada tahap ini antara lain yaitu : 

a. Mencegah tersebarnya penyakit ke orang lain dalam warga , terutama 
pada penyakit menular 
b. Untuk bisa mengobati dan menghentikan berkembangannya penyakit 
menjadi lebih berat, atau membatasi dan agar tidak timbul komplikasi , 
cacat atauberubah jadi menahun 
c. Membatasi atau menghentikan perjalanan/proses penyakit dalam tahap  dini 
3. Pencegahan Tersier 
 Tahap ini sudah masuk dalam tahap  patogenesis yang secara klinis 
penyakitnya sudah nyata dan mungkin sudah lanjut, atau sebaliknya proses 
penyakit justru berbalik ke tahap  penyembuhan dan memasuki tahap 
pemulihan. 
 Yang termasuk tahap pencegahan tersier yaitu  disability limitation 
(membatasi ketidakmampuan) dan rehabilitation (pemulihan). 
a. Tahap Disability Limitation 
 Biasanya orang tidak akan mengkategorikan Diasbility Limitation 
sebagai tindakan pencegahan lagi karena penyakitnya sudah nyata dan 
bahkan mungkin sudah lanjut. Istilah pencegahan disini mungkin dapat 
diartikan sebagai tindakan agar penyakit tidak berlanjut dan berkembang 
menjadi lebih parah, dan apabila penyakit ini  sudah dalam stadium 
lanjut dan parah, maka tindakan pencegahan dapat diartikan agar tidak 
menjadi menahun atau berakibat cacat yang menetap dan akhirnya dapat 
juga diartikan sebagai tindakan sebagai tindakan untuk mencegah 
kematian . tindakan pencegahan pada tahap ini sebenarnya sudah 
termasuk kategori medis kuratif yang merupakan lahan garapan utama. 
b. Tahap Rehabilitation 
 Tindakan pencegahan tahap akhir ini merupakan tindak lanjut 
setelah penderita berhasil melalui masa disability atau ketidakmapuannya 
dan masuk dalam proses penyembuhan. 
 Pengertian sembuh disini juga harus diartikan secara fisik, mental 
dan sosial dan spiritual.Rehabilitasi fisik mungkin masih memerlukan 
tindakan teknis dibidang medis klinis. Rehabilitasi mental dan sosial 
disamping memerlukan tindakan medis klinis juga mungkin memerlukan 
tenaga psikolog maupun ahli-ahli atau pekerja sosial. Rehabilitasi sosial 
biasanya ditunjukkan agar penderita dengan kondisi pasca penyakitnya 
dapat diterima kembali dalam kehidupan yang normal.  
C. Program Kesehatan yang Terkait dalam Meningkatkan Status Kesehatan Ibu dan 
Anak 
1. Pemeliharaan kesehatan pada remaja calon ibu 
 Masa remaja merupakan salah satu tahap  dari perkembangan individu yang 
mempunyai ciri berbeda dengan masa sebelumnya atau sesudahnya.Masa remaja 
ditinjau dari rentang kehidupan individu merupakan masa peralihan dari masakanak-
kanak ke masa dewasa. Menurut Adams dan Gullota (dalam Aaro, 1997), masa 
remaja meliputi usia antara 11-20 tahun. sedang  Hurlock (1990) membagi masa 
remaja menjadi masa remaja awal (13-16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 
atau 17-18 tahun). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada 
masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih 
mendekati masa dewasa. Remaja yaitu  tahap umur yang setelah masa kanak-kanak 
berakhir, ditandai oleh pertumbuhan fisik yang cepat. Pertumbuhan yang cepat pada 
tubuh remaja, luar dan dalam itu, membawa akibat yang tidak sedikit terhadap  sikap, 
perilaku, kesehatan serta kepribadian remaja. 
 Masa remaja pada usia 18 tahun merupakan masa yang matang sebagai peralihan 
masa kana-kanak ke masa dewasa. Masa remaja mempunyai ciri sebagai berikut. 
 Sebagai periode penting perubahan sikap perilaku. 
 Periode peralihan. 
 Periode perubahan. 
 Masa mencari identitas. 
 Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja, meliputi: 
a. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang 
dikenal sebagai masa storm dan stress. Peningkatan emosional ini merupakan 
hasil dari perubahan fisik, terutama hormon yang terjadi remaja. 
b. Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. 
Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan 
kemampuan mereka sendiri. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat, baik 
perubahan internal seperti sistem sirkulasi pencernaan, dan sistem respirasi 
maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan, berat badan, dan proporsi 
tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja. 
c. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang 
lain. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa 
dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal yang menarik yang baru dan 
lebih matang. 
 Remaja memerlukan pendidikan mengenai kesehatan reproduksi tentang 
seksualitas, kontrasepsi, aktivitas seksual, aborsi, penyakit menular seksual dan 
gender. 
 Beberapa masalah pokok dalam pengembangan kesehatan reproduksi remaja 
yaitu : 
 Melakukan advokasi untuk memperoleh dukungan warga  dalam 
kesehatan reproduksi. 
 Melibatkan remaja pada aktivitas yang positif. 
 Pelayanan klinik yang ramah bagi remaja. 
 Memberikan informasi yang ramah bagi para remaja. 
 Kontrasepsi untuk remaja. 
 HIV dan PMS bagi remaja. 
 Kehamilan dini dan kehamilan tidak diinginkan. 
 Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi bagi semua orang akan memeberikan 
kontribusi besar terhadap pencapaian status kesehatan reproduksi warga  yang 
lebih baik. Di lain pihak, pelayanan kesehatan reproduksi belum menyentuh sebagian 
besar remaja sehingga status kesehatan reproduksi mereka relatif rendah.  
 Penyebaran informasi mengenai kesehatan remaja dapat diperlukan karena 
masalah kesehatan remaja belum cukup dipahami oleh berbagai pihak, maupun oleh 
remaja sendiri. Informasi ini sesungguhnya berguna untuk: 
a. Meningkatkan pemahaman berbagai pihak mengenai kesehatan remaja dan 
bagaimana berinteraksi dengan remaja. 
b. Menyiapkan remaja untuk menghadapi masalah kesehatan remaja dan 
mendorongan remaja agar bersedia membantu teman sebayanya. 
c. Membuka akses informasi dan pelayanan kesehatan remaja melalui sekolah 
maupun luar sekolah. 
2. Perkawinan yang Sehat 
 Perkawinan yaitu  merupakan ikatan yang suci, yang dibangun dengan bertujuan 
untuk: 
a. Meneruskan keturunan atau melangsungkan reproduksi. 
b. Membentuk generasi yang berkualitas. 
c. Mencapai kebahagian. 
d. Merupakan bagian dari ajaran agama. 
e. Menjadi dasar untuk membentuk keluarga yang sehat. 
  Perkawinan yang sehat memenuhi kriteria umur calon pasangan suami isteri 
ketika melangsungkan perkawinan yaitu  memenuhi umur kurun waktu reproduksi 
sehat, yaitu umur 20-35 tahun, terutama untuk calon isteri atau  calon ibu, karena hal 
ini berkaitan dengan kesehatan reproduksi wanita. Secara biologis organ reproduksi 
sudah cukup matang apabila terjadi proses reproduksi yaitu kehamilan, persalinan, 
nifas, menyusui. Secara psikososial pada kisaran umur ini  wanita mempunyai 
kematangan mental yang cukup memadai untuk menjadi ibu dan membina 
perkawinan yang sehat, mampu menjalin interaksi dengan keluarga dan warga . 
  Secara sosial demografi pada kelompok umur ini , wanita sudah 
menyelesaikan proses pendidikan menegah ke atas dan mulai meniti karir, sehingga 
dapat menjadi salah satu modalitas membina perkawinan dalam aspek sosial, 
ekonomi.  
  Perkawinan yang sehat memenuhi kaidah kesiapan pasangan suami isteri dalam 
aspek biopsikososial, ekonomi dan spiritual. Perkawinan yang sehat juga didasari 
landasan agama sebagai dasar spiritual rumah tangga. Secara komprehensif 
perkawinan yang sehat akan membentuk kebahagiaan lahir dan batin. 
3. Keluarga Sehat 
 Keluarga terdiri dari pasangan suami isteri yang sah dan anak. Hal ini merupakan 
pengertian dari keluarga. Adapun cakupan pengertian keluarga secara luas yaitu  
keluarga terdiri dari pasangan suami isteri yang sah, anak serta anggota keluarga 
yang lain yang tinggal didalam keluarga ini . Hal ini disebut juga keluarga dalam 
arti lebih luas atau extended family. Keluarga yang sehat tentunya harus dibentuk 
oleh individu-individu yang sehat dalam keluarga ini . Dilihat aspek kesehatan 
reproduksi ada tahap  dalam keluarga. Hal ini dapat dilihat dari skema pola 
perencanaan keluarga dibawah ini. 
a. tahap  menunda atau mencegah kehamilan bagi pasangan suami isteri dengan 
kurang dari 20 tahun dianjurkan untuk menunda kehamilannya. Alasan 
menunda atau mencegah kehamilan yaitu  umur kurang dari 20 tahu yaitu  
usia yang sebaikanya tidak mempunyai anak dahulu, karena organ 
reproduksi belum matang, sehingga resiko penyulit atau komplikasi terkait 
dengan kehamilan, persalinan dan nifas sangat tinggi. 
b. tahap  menjarangkan kehamilan pada periode usia isteri antara 20-30/35 tahun 
merupakan periode usia paling baik untuk hamil, melahirkan, dengan 
jumlah anak 2 orang dan jarak antara kelahiran yaitu  2-4 tahun. 
c. tahap  menghentikan atau mengakhiri kehamilan atau kesuburan yaitu  
periode usia isteri diatas 35 tahun, sebaiknya mengakhiri kesuburan setelah 
mempunyai 2 orang anak, karena jika terjadi kehamilan, persalinan pada 
periode ini ibu mempunyai resiko tinggi untuk terjadinya komplikasi 
obstetric, misalnya perdarahan, pre-eklamsi, eklamsi, persalinan lama, 
atonia uteri. Pada usia yang lebih tua juga mempunyai resiko untuk 
terjadinya penyakit yang lain, misalnya penyakit jantung, tekanan darah 
tinggi, keganasan dan kelainan metabolic biasanya meningkat. 
 usaha -usaha  untuk Menurunkan Morbiditas-Mortalitas Meningkatkan Kualitas 
Tumbuh Kembang dan Perlindungan Anak 
1. Langsung pada Bayi/Anak 
Pertolongan persalinan dan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan di sarana kesehatan. 
1) Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular misalnya imunisasi dan 
perilaku bersih. 
2) Program perbaikan gizi: pengguna ASI, makanan tambahan setelah 6 bulan, 
tambahan protein, karbohidrat, lemak, vitamin A, zat besi, yodium, 
pemberantasan kecacingan, perawatan gigi, priritas keluarga miskin. 
3) Stimulasi Dini: kognitif (kecerdasan), afektif (emosi, kasih sayang), 
psikomotor (keterampilan, gerak, bicara,bahasa, sosial)  
4) Pemantauan tumbuh kembang (deteksi dini) secara teratur di Posyandu 
 
2. Melalui Ibu 
1) Memperbaiki status gizi ibu: kurang gizi kronik, anemia, kekurangan yodium. 
2) Meningkatkan pendidikan ibu: kemampuan membaca, menyerap dan 
menerapkan informasi. 
3) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu: 
a. Perencanaan keluarga (punya anak pada umur >21 tahun, jarak antar 
kehamilan 2-3 tahun, jumlah anak maksimal 2, melahirkan sebelum 
umur 35 tahun). 
b. Kesehatan ibu: pencegahan anemi, gizi kurang, infeksi 
c.  Perawatan kehamilan: pemeriksaan kehamilan sejak dini dan teratur, 
pencegahan anemi, gizi kurang, imunisasi, penyulit selama hamil 
(perdarahan, infeksi, toksemia). 
3. Melalui Keluarga 
1) Meningkatkan pendidikan ayah: kemampuan membaca, menyerap dan 
menerapkan informasi. 
2) Meningkatkan keterampilan ekonomi keluarga, peningkatan penghasilan, 
pemanfaatan potensi dirumah tangga. 
3) Meningkatkan pengetahuan sikap dan sikap ayah tentang: 
 Perencanaan keluarga: (punya bayi <21 tahun, jarak antara kehamilan 
2-3 tahun, jumlah anak 2, melahirkan sebelum 35 tahun. 
 Kesehatan ibu: pencegahan anemi, gizi kurang 
 Perawatan kehamilan: pemeriksaan kehamilan sejak dini dan teratur, 
pencegahan anemi, gizi kurang, imunisasi, penyulit selama hamil 
(perdarahan, infeksi, toksemia). 
 
D. Study Kasus Tentang Program KIA 
 Peningkatan derajat KIA masih menjadi tujuan utama dalam rencana strategi 
Kementerian Kesehatan yang ingin dicapai pada tahun 2019 karena masih rendahnya 
derajat KIA di Indonesia yang ditandai dengan AKI yang masih tinggi, yakni 359 kasus/ 
100.000 kelahiran hidup dan AKB yakni 32 kasus per 1000 kelahiran hidup. Data dari 
profil kesehatan Kabupaten Pekalongan menyebutkan AKI di Kabupaten Pekalongan 
sebanyak 244 kasus per 100.000 kelahiran hidup dan AKB di Kabupaten Pekalongan 
sebesar 7,2 kasus per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2014. Desa Api-api Kecamatan 
Wonokerto merupakan desa terdampak rob di Kabupaten Pekalongan. Kondisi 
lingkungan dan sosial yang ada menyebabkan Desa Api-api memiliki masalah kesehatan 
khususnya bidang KIA dengan ditemukannya kasus kematian bayi dan rendahnya 
keikutsertaan KB. Tujuan dari penelitian ini yaitu  untuk mengetahui masalah kesehatan 
ibu dan anak yang ada di Desa Api-api Kecamatan Wonokerto. Metode penelitian yang 
digunakan yaitu  penelitian kualitatif dengan penyajian data secara deskriptif.Data 
primer diperoleh melalui wawancara mendalam kepada 150 responden yang terdiri dari 
PUS dan WUS dengan kisaran usia 18-35 tahun, sedang  data sekunder diperoleh dari 
data Puskesmas setempat. Hasil identifikasi menunjukkan adanya masalah KIA yang 
ditunjukkan dengan angka cakupan imunisasi yang rendah hanya 50% dan keikusertaan 
KB yang masih rendah serta tidak adanya aseptor KB yang menggunakan alat 
kontrasepsi jangka panjang. Saran yang bisa diberikan sebagai usaha  untuk 
meningkatkan KIA yaitu  melalui program KB dengan memberikan informasi tentang 
manfaat KB, pemakaian  alat kontrasepsi jangka panjang dan menghidupkan kembali 
peran Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga 
Lansia (BKL). 
 
 Secara umum “pencegahan” dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan 
sebelum peristiwa yang diharapkan (atau diduga) akan terjadi,sehingga peristiwa tadi 
tidak terjadi atau dapat dihindari. Pencegahan atau dapat diartikan sebagai bertindak 
mendahului atau mengantisipasi yang menyebabkan sesuatu proses tidak mungkin 
berkembang lebih lanjut. Jadi yang namanya “pencegahan” akan memerlukan 
tindakan antipatif berdasar pada penguasaan kita tentang model ‘riwayan alamiah 
penyakit nyan yang berkaitan inisiasi (awal mulai) atau kemajuan dari proses suatu 
penyakit atau masalah kesehatan ataupun tidak mempunyai peluang untuk berlanjut. 
 usaha  kesehatan Ibu dan Anak yaitu  usaha  di bidang kesehatan yang 
menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi 
dan anak balita serta anak prasekolah. Pemberdayaan warga  bidang KIA 
merupakan usaha  memfasilitasi warga  untuk membangun sistem kesiagaan 
warga  dalam usaha  mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait 
kehamilan dan persalinan.h warga  sekelilingnya (rehabilitasi psiko-sosial).