Tampilkan postingan dengan label Gatal Dermatitis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gatal Dermatitis. Tampilkan semua postingan

Gatal Dermatitis

 







PENYAKIT 

DERMATITIS

(GATAL-GATAL)

KKN Profesi Kesehatan Angkatan 50

Universitas Hasanuddin

Desa Lonrong Kec. Eremerasa Kab. Bantaeng

Gatal-gatal

Kemerahan

Bengkak, dan dapat 

berisi cairan

Bila mengering seperti 

D. Gejala Penyakit Dermatitis

Pada prinsipnya kenali/identifikasi jenis 

dermatitis dan hindari penyebab dermatitis

Dilingkungan rumah beberapa hal dapat 

dilakukan yaitu : penggunaan sarung tangan 

karet di ganti dengan sarung tangan plastik, 

menggunakan mesin cuci, menggunakan sikat 

bergagang panjang, mengurangi penggunaan 

detrgen terutam yang berbahan keras

Jangan menggunakan pakaian yang ketat

Jangan menggaruk bila kuku panjang karena 

dapat terjadi luka pada kulit

E. Cara menghindari/mengurangi 

terjadinya dermatitis.

Merupakan hal yang sangat penting dan pada 

prinsipnya pengobatan dermatitis/gatal-gatal 

yaitu bila basah diberi terapi basah Pemberian 

salep, dan bila kering diberikan cream,lotion,atau 

bedak.

Perawatan dermatitis yaitu menjaga agar 

pakaian tetap bersih, ganti alat tenun sertiap hari, 

gunakan sabun yang mengandung pelembab, 

atau sabun untuk kulit sensitive, oleskan 

krim/salep 2-3 x/hari sebaiknya setelah mandi.

F. Pengobatan dan perawatan 

dermatitis

KKN Profesi Kesehatan Angkatan 50

Universitas Hasanuddin

Desa Lonrong Kec. Eremerasa Kab. Bantaeng

Terimakasih

Wassalamu’alaikum Wr Wb

4. Statis dermatitis.

Merupakan dermatitis sekunder akibat insufisiensi 

kronik vena atau hipertensi vena tungkai bawah.

5. Dermatitis Atopik

Merupakan peradangan kulit yang kronis, disertai 

gatal yang umumnya sering terjadi selama masa 

bayi dan anak-anak.Gejala-gejala antara lain gatal-

gatal, kulit menebal, dan pecah-pecah. Seringkali 

muncul dilipatan siku atau belakang lutut. Dermatitis 

biasanya muncul saat alergi dan seringkali muncul 

pada keluarga

Dermatitis atau gatal-gatal, lebih dikenal sebagai 

penyakit eksim merupakan penyakit kulit yang 

mengalami peradangan karena bermacam sebab 

dan timbul dalam berbagai jenis,terutama kulit 

yang kering,umumnya berupa pembengkakan, 

memerah, dan gatal pada kulit.

A. Pengertian Dermatitis (gatal-gatal)

Berasal dari luar (Eksogen) yaitu Bahan kimia, 

misalnya detergen, asam, basa, oli, semen

Fisik, Seperti sinar dan suhu yang berubah-

ubah

Mikroorganisme, Contohnya bakteri dan 

jamur.

Dari dalam (endogen) misalnya dermatitis 

atopik

Kondisi kesehatan seperti alergi, faktor 

genetic, fisik, stress, dan iritasi dapat 

menyebabkan dermatitis.

B.Penyebab dermatitis 

(gatal-gatal)

C.Macam-macam dermatitis

1. Dermatitis kontak

Dermatitis kontak adalah dermatitis yang 

disebabkan oleh bahan/substansi yang 

2. Neurodermatitis

��peradangan kulit yang kronis lama

timbul karena goresan pada kulit secara 

berulang

penyakit ini muncul saat sejumlah pakaian ketat 

yang kita kenakan

biasanya muncul pada pergelangan kaki, 

pergelangan tangan, lengan, dan bagian 

belakang dan leher

3.Sebborheich dermatitis.

Dermatitis ini seringkali diakibatkan faktor 

keturunan, muncul saat kondisi mental  dalam 

keadaan stress.


Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) memiliki  dampak yang 

merugikan, tidak hanya penyakit mereka yang berlanjut bila mereka terus 

terpapar bahan pemicu , namun  juga mempengaruhi kualitas hidup dan 

mengganggu pekerjaan secara signifikan.1 Masalah pada DKAK dianggap 

sebagai kondisi yang tidak mengancam nyawa, beberapa gejala dari DKAK 

yang telah dilaporkan antara lain rasa nyeri dan gatal akibat penyakit, serta 

dampak psikososial pekerja seperti rasa tidak nyaman dan tidak percaya diri 

dengan tampilan fisik mereka. Selain itu, dampak penting dari segi ekonomi 

pada aktivitas kerja berupa turunnya produktivitas dalam bekerja, sering 

mengambil cuti sakit, hingga akhirnya harus mengganti pekerjaan mereka. 

Semua dampak tersebut perlu  waktu perawatan lama dan 

perlu  biaya besar hingga akhirnya mempengaruhi kualitas hidup 

pekerja.2 Dermatitis kontak merupakan inflamasi pada kulit, umumnya 

diinduksi oleh paparan bahan iritan ekstrinsik dan bahan alergen. Dermatitis 

kontak dibagi menjadi dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan respon 

kulit non-imunologis dan non-spesifik yang diakibatkan oleh bahan iritan, 

sedangkan dermatitis kontak alergi (DKA) merupakan respon imun adaptif 

terhadap bahan pemicu  yang melakukan penetrasi ke kulit.3 DKAK 

adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kondisi di tempat kerja.4 DKAK 

bertanggung jawab atas hampir semua reaksi kulit yang terjadi di tempat 

kerja.5 

Penyakit kulit mencapai 30% dari semua penyakit akibat kerja di 

negara-negara industri, dan dermatitis kontak menyumbang 90% dari 

penyakit kulit akibat kerja.4 Kejadian DKAK diperkirakan berlangsung 

sebesar 0,5 hingga 0,7 kasus per 1000 dari keseluruhan pekerja per tahun. 

DKAK biasanya mengenai area tangan dan angka kejadiannya bervariasi 

dari 2% hingga 10%. DKAK disebabkan 80% oleh bahan iritan dan 20% 

oleh bahan alergen.6 menunjukkan bahwa 


 

pekerjaan tertentu seperti pekerja agrikultur, pekerja konstruksi, pekerja 

bidang kesehatan dan pekerja salon sering terkena DKAK.7 berdasar  

penelitian Dinar (2015) di Inggris 2007, dilaporkan lebih dari 31.000 kasus 

penyakit kulit akibat kerja dengan peringkat ketiga teratas diduduki oleh 

pekerja salon.8 Penelitian Joseph (2015) di Inggris menunjukkan bahwa 

89% kasus DKAK pada pekerja salon  didominasi oleh wanita dan sekitar 

95% dari pekerja salon adalah wanita usia reproduktif.9 Menurut penelitian 

Subramaniam et al (2021), di sebagian besar negara industri barat dan Asia, 

misalnya Indonesia, Thailand dan Malaysia, DKAK merupakan satu di 

antara penyakit kulit akibat pekerjaan yang paling awam dan sering 

diremehkan di antara ahli kecantikan termasuk pekerja salon dengan 

kejadian antara 50-190 kasus untuk setiap 100.000 kasus setiap tahunnya.10 

Menurut penelitian Sumantri et al (2008) di Poliklinik Kulit dan Kelamin 

RSUPN Cipto Mangunkusumo dilaporkan adanya 50 kasus DKAK per 

tahun atau 11,9% dari seluruh kasus dermatitis kontak yang terdiagnosis.11 

Penelitian Daisha et al (2017) pada pekerja salon di Semarang, didapatkan 

bahwa 56,1% pekerja salon mengalami DKAK.12 Data Dinas Kesehatan 

Kota Jambi tahun 2020 didapatkan bahwa kasus dermatitis kontak di Kota 

Jambi yang dilaporkan adalah kasus DKI dengan jumlah 2033 kasus dan 

data kasus DKA serta DKAK tidak dilaporkan. 

DKAK pada pekerja salon umumnya terlokalisasi pada bagian 

tangan, khususnya di jari-jari tangan atau sela-sela jari tangan, punggung 

tangan dan telapak tangan.12 DKI akut memiliki karakteristik eritema, bula, 

pustul, krusta, skuama, erosi yang disertai dengan rasa gatal dan nyeri. Lesi 

kulit pada dermatitis kontak iritan akut biasanya berbatas tegas di area 

kontak saja dan asimetris. DKI kronis ditandai dengan lesi difus atau lokal 

dengan plak bersisik eritematosa yang berbatas tegas, kulit yang kering, 

likenifikasi, deskuamasi, fisura serta dapat memicu  kerusakan kuku 

pada area tubuh yang sering berkontak dengan bahan pemicu . DKA akut, 

lesi kulit dimulai dari eritema berbatas tegas, erosi, lalu muncul krusta, dan 

skuama. Lesi kulit awalnya asimetris dan terbatas pada area kontak, namun 

selanjutnya sering menyebar ke area lain serta rasa gatal sangat dominan. 

Ketika paparan kontak bahan alergen menetap, DKA dapat berkembang 

menjadi DKA kronis dengan gejala khas berupa likenifikasi, fisura, pruritus 

dan memiliki pola penyebaran simetris, dan penyebaran yang meluas.13 

Pada lingkungan salon, bahan yang memicu  dermatitis kontak ialah 

sampo, kondisioner, masker rambut, lulur badan, dan lotion badan 

(Methylisothiazolinone dan methylchloroisothiazolinone/ 

methylisothiazolinone), pewarna rambut bleach (ammonium persulfate) 

serum dan vitamin rambut (fragrance mix), pewarna rambut (p-

phenylenediamine, toluene-2,5-diamine), obat pengeriting rambut (glyceryl 

monothioglycolate), obat pelurus rambut (formaldehyde dan/atau methylene 

glycol) dan komponen pada sarung tangan (thiurames).3,8,9,14 

Gejala klinis DKAK yang timbul sangat beragam tergantung faktor 

yang mempengaruhi seperti faktor endogen (genetik, jenis kelamin, umur, 

ras/ etnis, area yang terkena, dermatitis atopik, permeabilitas kulit, dan 

penyakit kulit lain yang menyertai.

berkata-kata  bahwa faktor eksogen DKAK pada pekerja salon 

dipengaruhi oleh lama bekerja, durasi bekerja dalam sehari, jenis pekerjaan, 

penggunaan sarung tangan, frekuensi mencuci tangan, jenis sabun cuci 

tangan.10,15 Daisha et al (2017), didapatkan bahwa proses pelurusan atau 

pengeritingan rambut, pewarnaan rambut, sering menimbulkan DKAK 

terutama bila pekerja tidak memakai  alat pelindung diri, pekerja 

mengalami keluhan gatal atau panas akibat paparan langsung bahan kimia 

yang digunakan.12  

berdasar  latar belakang di atas, diketahui bahwa DKAK masih 

menjadi masalah kesehatan bagi pekerja dan mengganggu banyak aspek 

dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sampai saat ini belum ada data 

kasus DKAK yang dilaporkan secara khusus pada pekerja salon di Kota 

Jambi. Oleh karena itu, peneliti tertarik meneliti karakteristik dermatitis 

kontak akibat kerja pada pekerja salon di Kota Jambi. 

1.2 Rumusan Masalah 

berdasar  uraian latar belakang diatas, didapatkan rumusan masalah 

sebagai berikut “Bagaimana karakteristik dermatitis kontak akibat kerja 

pada pekerja salon di Kota Jambi?” 


 Bagi Peneliti 

1. Menambah pemahaman mengenai karakteristik klinis dan faktor 

pemicu  dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja salon. 

2. Mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dipelajari tentang dermatitis 

kontak akibat kerja dalam warga . 

Bagi Subjek Penelitian 

Mendapatkan informasi mengenai bahan pemicu , faktor risiko dan 

mencegah kekambuhan dermatitis kontak akibat kerja. 

Bagi Institusi Pendidikan 

Hasil penelitian dapat digunakan sebagai data sekunder dan dikembangkan 

sebagai bahan penelitian lebih lanjut mengenai dermatitis kontak akibat 

kerja. 

  




DIALOG 

P : Selamat pagi 

A : Selamat Pagi, Perkenalkan Saya Tn.Y Apoteker dari apotek Setia Mbadi Farma 

Ada yang bisa saya bantu? 

P : Saya ingin membeli obat terkait gatal yang Saya alami. 

A : Baik Mba, Bisakah saya meminta waktu bapak untuk konseling? 

P : Iya Mas 

A : Nama Mba Siapa? Alamatnya dimana? No. Hp ? Punya riwayat alergi? 

P : Nama Saya X, Alamatnya di Mojosongo, 0858512, tidak punya alergi 

A : Maaf Mba, sebelumnya apa saja keluhan yang anda rasakan? 

P : Gatal pada pergelangan tangan ... 

A : Boleh saya lihat pergelangan tangan nya mba? 

P : Ini ... 

A : Setelah saya melihat pergelangan tangan Mba  terlihat merah, kulit menebal, terdapat 

garis bergelombang berwarna putih keabuan 

A : Sejak kapan Mba? 

P : Baru 2 hari yang lalu Mas 

A : Apa Mba sampai menggaruknya? Dan seberapa sering gatalnya di pergelangan 

tangan anda 

P : Iya Mas, ketika rasa gatal saja, biasanya gatal nya lebih sering pada malam hari 

sangat gatal sekali sehingga menggangu waktu tidur saya 

A : Sudah pernah di beri obat? 

P : Baru mau beli ini Mas, jadi belum pernah kasih obat 

P : Iya Mas 

A : Apakah ada bagian gatal dibagian tubuh yang lain ? 

P : Tidak ada mas hanya di pergelangan tangan saja  

A : Sesering apakah mba mengganti spray, handuk atau baju? 

P : Saya jarang mengganti spray, karna saya tinggalnya  bersamaan bersama teman saya 

di asrama 

A : Baik Mba, Sebelumnya apakah sudah pernah periksa ke Dokter? 

P : Belum Mas. 

A : Baik Mba, dari pergelangan tangan mba yang saya lihat, Hal tersebut kemngkinan 

terjadi akibat gigitan tungau karena tungau biasanya membuat terowongan dibawah 

permukaan kulit sehingga menyebabkan gatal, terutama pada malam hari.  

Dan untuk mengatasi keluhan tersebut, saya berikan salep 2-4 dan caladin tabur.   

P : Fungsinya apa Mas? 

A : Salep 2-4 berguna untuk mengeringkan permukaan kulit yang gatal, dan mempercepat 

pengelupasan kulit. Bedak caladin berfungsi mengurangi gatal yang mba alami.   

P : Bagaimana cara penggunaannya Mas? 

A : Salep 2-4 dioleskan tipis setelah cuci tangan, kemudian taburkan caladin setelah salep 

mengering. Olesakan salep 2-4 sehari 3-4 kali, jika dalam 3-4 hari tidak ada perbaikan 

segera konsultasi ke dokter.  

P : Bagaimana dengan penyimpanannya? 

A : Obat disimpan ditempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya matahari. 

Bagaiman Mba, apa sudah jelas? 

P : Sudah Mas. 

A : Baik Mba, bisakah anda mengulangi penjelasan Saya? 

P : Salep 2-4 dioleskan tipis setelah cuci tangan, kemudian taburkan caladin setelah salep 

mengering. Olesakan salep 2-4 sehari 3-4 kali, jika dalam 3-4 hari tidak ada perbaikan 

segera konsultasi ke dokter. 

A : Saya kira Mba sudah faham dengan penjelasan Saya, Obatnya dapat di tebus di kasir 

Mba.  

P : Baik Mas 

A : Terima Kasih Mba, Semoga lekas sembuh. 

 


1. Pengertian Pruritus
rasa  gatal  yang  bisa  meliputi
seluruh  atau  sebagian  tubuh
seseorang,  Gatal  dapat  disertai
dengan ruam
2. Penyebab pruritus 
 Iritasi  atau  alergi  terhadap
benda maupun makanan.
 Obat-obatan  seperti
antibiotik dan anti jamur.
 Kulit yang kering.
3. Tanda dan gejala
 Kemerahan pada kulit yang
terasa gatal.
 Kulit  kering  dan
mengelupas.
 Kulit  yang  kasar  dan
bersisik.
4. mengatasi gatal-gatal 
 Jangan menggaruk 
 Mandi dengan air hangat
Mengusap daerah yang gatal

SATUAN ACARA PENYULUHAN 
PENANGANAN HIPERTENSI PADA PASIEN HEMODIALISA 
RUANG HEMODIALISA 
 
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Praktik Klinik Keperawatan Hemodialisa 
 
 
 
 
Disusun Oleh : 
EASTKA ALAAIKA R 
16.015 
III-A 
 
 
 
AKADEMI KEPERAWATAN RUMAH SAKIT DUSTIRA 
CIMAHI 
2018 
 
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) 
 
Pokok Pembahasan : Penangan gatal pada pasien hemodialisa 
Hari / Tanggal  : Rabu, 21 November 2018 
Pokok bahasan : Pengertian  
Sasaran   : Pasien dan Keluarga 
Waktu   : 15 menit  
Tempat   : Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Dustira 
Penyuluh   : Eastka Alaaika 
 
A. TUJUAN PEMBELAJARAN/PENYULUHAN 
I. Tujuan Umum 
Setelah kegiatan penyuluhan, pasien diharapkan dapat memahami 
Pengertian Pengertian Pruritus, Mengetahui Penyebab Pruritus, 
Mengetahui Cara penaganan Pruritus. 
 
II. Tujuan Khusus 
Setelah mengikuti penyuluhan selama 1x15 menit, maka diharapkan 
pasien dan keluarga pasien dapat : 
a. Mengetahui Pengertian Pruritus 
b. Mengetahui Penyebab Pruritus 
c. Mengetahui Cara penaganan Pruritus 
 
 
 
III. Materi 
Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi : 
d. Pengertian Pruritus 
e. Penyebab Pruritus 
f. Cara penaganan Pruritus 
 
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN 
1. MATERI 
a.  Pengertian 
Pruritus atau rasa gatal adalah sensasi kulit yang iritatif dan ditandai oleh rasa 
gatal, serta menimbulkan rangsangan untuk menggaruk. Reseptor rasa gatal tidak 
bermielin, mempunyai ujung saraf mirip sikat (penicillate) yang hanya ditemukan 
pada kulit, membran mukosa dan kornea. 
Pruritus merupakan keluhan yang paling sering terjadi pada pasien 
hemodialisis. Hampir 60-80% pasien yang menjalani dialisis (baik hemodialisis 
maupun dialisis peritoneal) mengeluhkan pruritus.1-6 Pruritus didefinisikan 
sebagai rasa gatal setidaknya 3 periode dalam waktu 2 minggu yang menimbulkan 
gangguan, atau rasa gatal yang terjadi lebih dari 6 bulan secara teratur. 
b. Penyebab 
Uremia merupakan penyebab metabolik pruritus yang paling sering. 
Faktor yang mengeksaserbasi pruritus termasuk panas, waktu malam hari 
(night time), kulit kering dan keringat. Penyebab pruritus pada penyakit 
ginjal tidak jelas dan dapat multifaktorial. Sejumlah faktor diketahui 
menyebabkan pruritus uremik namun etiologi spesifik pada umumnya 
belum diketahui pasti. Beberapa kasus pruritus lebih berat selama atau 
setelah dialisis dan dapat berupa reaksi alergi terhadap heparin, 
eritropoietin, formaldehid, atau asetat. Pada pasien tersebut, penggunaan 
gamma ray–sterilized dialiser, diskontinuasi penggunaan formaldehid, 
mengganti cairan dialisat bikarbonat dan penggunaan dialisat rendah 
kalsium dan magnesium dapat menghilangkan rasa gatal. Reaksi 
eksematosa terhadap cairan antiseptik, sarung tangan karet atau komponen 
jarum punksi, jarum punksi atau cellophane sebaiknya juga 
dipertimbangkan. 
 
 
c. Cara penanganan 
Penangan pruritus sangat bergantung pada penyebab rasa gatal itu 
sendiri. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi rasa gatal sehingga 
menimbulkan perasaan lega pada penderita, yaitu :  
Pengobatan topikal: 
a. Dinginkan kulit dengan kain basah atau air hangat. 
b. Pemakaian emmolient yang teratur, terutama jika kulit kering. 
c. Kortikosteroid topical sedang untuk periode waktu yang pendek. 
d. Antihistamin topical sebaiknya tidak digunakan karena dapat 
mensensitisasi kulit dan menimbulkan alergi dermatitis kontak. 
 Pengobatan dengan medikasi oral mungkin diperlukan, jika rasa gatal 
cukup parah dan menyebabkan tidur terganggu. Antihistamin yang tidak 
mengandung penenang memiliki antipruritus.  
 Selain itu pruritus dapat diterapi dengan: 
a. Lakukan kompres dingin seperti es batu, bedak dingin yang mengandung 
mentol, bila keluhan pruritus masih berlanjut, perlu pemeriksaan pruritus 
akibat masalah sistemik. 
b. Gunakan Alpha-Keri, Lubath (bath oil) yang mengandung surfaktan dan 
membuat minyak bercampur dengan air rendaman untuk membersihkan 
kulit. 
c. Preparat kortikosteroid topikal bermanfaat sebagai obat anti-inflamasi 
untuk mengurangi rasa gatal. 
d. Antihistamin, seperti difenhidramin (Benadryl), efektif membuat tidur 
nyenyak, sedangkan  antihistamin nonsedasi seperti terfenadin (seldane) 
baik untuk menghilangkan pruritus pada siang hari. Sementara 
antihistamin trisiklik seperti doksepin (sinequen) untuk pruritus akibat 
nueropsikogen. 
 
 
 

Penyakit kulit di negara kita  pada biasanya  lebih banyak disebabkan
sebab  infeksi  bakteri,  jamur,  virus,  dan  sebab   dasar  alergi,  berbeda
dengan negara Barat  yang banyak dipengaruhi  oleh faktor degeneratif.
Faktor  lain  penyakit  kulit  yaitu  kebiasaan warga   dan lingkungan
yang tidak bersih.
Timbulnya penyakit kulit yang diderita warga  dan banyaknya
tayangan  media  yang  menonjolkan  produk  terbaik  sebagai  sumber
informasi  tentang  obat,  pengobatan  dan  pemakaiannya  secara  tepat
memotivasi warga  untuk  memilih pengobatan sendiri sebagai salah
satu cara untuk mengatasi keluhan keluhan yang ditimbulkan.
Tujuan pengobatan sendiri yaitu  untuk menanggulangi secara cepat
dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis, mengurangi
beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan sumber daya dan tenaga,
dan  meningkatkan keterjangkauan warga  yang jauh dari pelayanan
kesehatan.Alasan  pengobatan  sendiri  yaitu   kepraktisan  waktu,
kepercayaan  pada  obat  tradisional,  masalah  privasi,  biaya,  jarak,  dan
kepuasan terhadap pelayanan kesehatan.
Salah satu penyakit yang dapat diobati sendiri (swamedikasi) yaitu 
Penyakit kulit, gatal-gatal dan jerawat. Penyakit ini yang umum dijumpai
pada kulit  dan dapat menimpa semua orang.  Berdasarkan hal  ini 
pada  makalah  ini  akan  dipaparkan  sekilas  tentang  swamedikasi  dari
penyakit kulit, gatal-gatal dan jerawat.

II.1. Anatomi Kulit
Kulit yaitu  organ yang terletak paling luar dan membatasinya dari
lingkungan hidup manusia. Luas kulit orang dewasa sekitar 2 m2 dengan
berat kira-kira 16% berat badan. Kulit merupakan organ yang esensial dan
vital dan  merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat
kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi pada keadaan iklim, umur, jenis
kelamin, ras, dan juga bergantung pada lokasi tubuh 
Warna kulit berbeda-beda dari kulit yang berwarna terang, pirang
dan hitam, warna merah muda pada telapak kaki dan tangan bayi, dan 
warna hitam kecoklatan pada genitalia  orang dewasa 
Demikian pula kulit bervariasi mengenai lembut, tipis dan tebalnya; kulit
yang elastis dan longgar ada  pada palpebra, bibir dan preputium, kulit
yang tebal dan tegang ada  di telapak kaki dan tangan dewasa. Kulit
yang tipis ada  pada muka, yang berambut kasar ada  pada kepala
Pembagian  kulit  secara  garis  besar  tersusun  atas  tiga  lapisan
utama yaitu  lapisan epidermis atau kutikel,  lapisan dermis,  dan lapisan
subkutis. Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis,
subkutis ditandai dengan adanya jaringan ikat longgar dan adanya sel dan
jaringan lemak
II.1.1. Lapisan Epidermis 
Lapisan epidermis terdiri  atas stratum korneum, stratum lusidum,
stratum  granulosum,  stratum  spinosum,  dan  stratum  basale.  Stratum
korneum yaitu  lapisan kulit yang paling luar dan terdiri  atas beberapa
lapisan sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti, dan protoplasmanya telah
berubah menjadi keratin (zat tanduk). Stratum lusidum ada  langsung
di bawah lapisan korneum, merupakan lapisan sel-sel gepeng tanpa inti
dengan protoplasma yang berubah menjadi protein yang disebut eleidin.
Lapisan ini  tampak lebih jelas di telapak tangan dan kaki 
Stratum  granulosum  merupakan  2  atau  3  lapis  sel-sel  gepeng
dengan sitoplasma berbutir kasar dan ada  inti di antaranya. Butir-butir
kasar ini terdiri atas keratohialin. Stratum spinosum terdiri atas beberapa
lapis sel yang berbentuk poligonal yang besarnya berbeda-beda sebab 
adanya  proses  mitosis.  Protoplasmanya  jernih  sebab   banyak
mengandung glikogen dan inti terletak ditengah-tengah. Sel-sel ini makin
dekat ke permukaan makin gepeng bentuknya. Di antara sel-sel stratum
spinosun  ada   jembatan-jembatan  antar  sel  yang  terdiri  atas
protoplasma  dan  tonofibril  atau  keratin.  Pelekatan  antar  jembatan-
jembatan  ini  membentuk  penebalan  bulat  kecil  yang  disebut  nodulus
Bizzozero. Di antara sel-sel spinosum ada  pula sel Langerhans. Sel-
sel stratum spinosum mengandung banyak glikogen (Djuanda, 2003). 
Stratum  germinativum  terdiri  atas  sel-sel  berbentuk  kubus  yang
tersusun  vertikal  pada  perbatasan  dermo-epidermal  berbasis  seperti
pagar  (palisade).  Lapisan ini  merupakan lapisan epidermis yang  paling
bawah.  Sel-sel  basal  ini  mengalami  mitosis  dan  berfungsi  reproduktif.
Lapisan ini terdiri atas dua jenis sel yaitu sel-sel yang berbentuk kolumnar
dengan protoplasma basofilik  inti  lonjong dan besar,  dihubungkan satu
dengan lain oleh jembatan antarsel dan sel pembentuk melanin atau clear
cell  yang merupakan sel-sel berwarna muda dengan sitoplasma basofilik
dan inti gelap dan  mengandung butir pigmen (melanosomes) 
II.1.2. Lapisan Dermis 
Lapisan  yang  terletak  dibawah  lapisan  epidermis  yaitu   lapisan
dermis yang jauh lebih tebal dibandingkan  epidermis. Lapisan ini terdiri atas
lapisan  elastis  dan  fibrosa  padat  dengan  elemen-elemen  selular  dan 
folikel  rambut.  Secara  garis  besar  dibagi  menjadi  2  bagian  yakni  pars
papilare yaitu  bagian yang menonjol  ke epidermis,  berisi  ujung serabut
saraf  dan  pembuluh  darah  dan  pars  retikulare  yaitu  bagian  bawahnya
yang  menonjol  kearah subkutan,  bagian ini  terdiri  atas serabut-serabut
penunjang misalnya serabut kolagen, elastin dan retikulin. Dasar lapisan
ini  terdiri  atas  cairan  kental  asam  hialuronat  dan  kondroitin  sulfat,  di
bagian ini ada  pula fibroblast, membentuk ikatan yang mengandung
hidrksiprolin  dan  hidroksisilin.  Kolagen  muda  bersifat  lentur  dengan
bertambah  umur  menjadi  kurang  larut  sehingga  makin  stabil.  Retikulin
mirip kolagen muda. Serabut elastin biasanya bergelombang, berbentuk
amorf dan mudah mengembang dan  lebih elastis 
II.1.3. Lapisan Subkutis 
Lapisan  subkutis  yaitu   kelanjutan  dermis  yang  terdiri  atas
jaringan  ikat  longgar  berisi  sel-sel  lemak  di  dalamnya.  Sel-sel  lemak
merupakan sel  bulat,  besar, dengan inti  terdesak ke pinggir  sitoplasma
lemak yang bertambah. Sel-sel ini membentuk kelompok yang dipisahkan
satu dengan yang lain oleh trabekula yang fibrosa. Lapisan sel-sel lemak
disebut  panikulus  adipose,  berfungsi  sebagai  cadangan  makanan.  Di
lapisan ini  ada   ujung-ujung saraf  tepi,  pembuluh darah,  dan getah
bening.  Tebal  tipisnya  jaringan  lemak  tidak  sama  bergantung  pada
lokasinya. Di abdomen dapat mencapai ketebalan 3 cm, di daerah kelopak
mata  dan  penis  sangat  sedikit.  Lapisan  lemak  ini  juga  merupakan
bantalan 
II.1.4. Adneksa Kulit 
Adneksa kulit terdiri atas kelenjar-kelenjar kulit, rambut dan kuku.
Kelenjar kulit ada  di lapisan dermis, terdiri atas kelenjar keringat dan
kelenjar palit. Ada dua macam kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin yang
kecil-kecil,  terletak  dangkal  di  dermis  dengan  sekret  yang  encer  dan
kelenjar apokrin yang lebih besar, terletak lebih dalam dan sekretnya lebih
kental 
Kelenjar  enkrin  telah  dibentuk  sempurna  pada  28  minggu
kehamilan dan berfungsi 40 minggu sesudah  kehamilan. Saluran kelenjar
ini berbentuk spiral dan bermuara langsung di permukaan kulit. ada 
di seluruh permukaan kulit dan terbanyak di telapak tangan dan kaki, dahi,
dan  aksila.  Sekresi  bergantung  pada  beberapa  faktor  dan  dipengaruhi
oleh saraf kolinergik, faktor panas, dan emosional 
Kelenjar  apokrin  dipengaruhi  oleh  saraf  adrenergik,  ada   di
aksila, areola mame, pubis, labia minora, dan saluran telinga luar. Fungsi
apokrin  pada manusia  belum jelas,  pada waktu  lahir  kecil,  tetapi  pada
pubertas mulai besar dan mengeluarkan sekret. Keringat mengandung air,
elektrolit, asam laktat, dan glukosa, biasanya pH sekitar 4-6,8 
Kelenjar palit terletak di selruh permukaan kulit manusia kecuali di
telapak  tangan  dan  kaki.  Kelenjar  palit  disebut  juga  kelenjar  holokrin
sebab  tidak berlumen dan sekret  kelenjar ini  berasal  dari  dekomposisi
sel-sel kelenjar. Kelenjar palit biasanya ada  di samping akar rambut
dan muaranya ada  pada lumen akar rambut (folikel rambut). Sebum
mengandung  trigliserida,  asam  lemak  bebas,  skualen,  wax  ester,  dan
kolesterol. Sekresi dipengaruhi hormon androgen, pada anak-anak jumlah
kelenjar palit sedikit, pada pubertas menjadi lebih besar dan banyak dan 
mulai berfungsi secara aktif 
Kuku,  yaitu   bagian  terminal  stratum  korneum  yang  menebal.
Bagian kuku yang  terbenam dalam kulit  jari  disebut  akar  kuku,  bagian
yang terbuka di  atas dasar jaringan lunak kulit  pada ujung jari  dikenali
sebagai  badan kuku,  dan yang  paling  ujung yaitu  bagian kuku yang
bebas.  Kuku tumbuh dari  akar  kuku keluar  dengan kecepatan tumbuh
kira-kira 1 mm per minggu. Sisi kuku agak mencekung membentuk alur
kuku.  Kulit  tipis  yang  yang menutupi  kuku di  bagian proksimal  disebut
eponikium  sedang  kulit  yang  ditutupki  bagian  kuku  bebas  disebut
hiponikium 

 Kulit dan apendicesnya merupakan  struktur  kompleks  yang
membentuk  jaringan tubuh yang  kuat  dan  keras.  Fungsinya  dapat
dipengaruhi oleh kerusakan terhadap struktur demikian juga oleh penyakit.
sebab  ada   banyak penyakit  yang memengaruhi  kulit  maka hanya
yang paling sering ditemukan saja yang akan dibahas di sini.
Penyakit  kulit  dapat  terjadi  sebab   berbagai  faktor,  mulai  dari
sebab  terkena virus, lingkungan yang terkontaminasi dan masih banyak
faktor-faktor lainnya. Berikut yaitu  beberapa jenis penyakit kulit. 
 
II.2. Bisul (Furunkel)
Bisul  merupakan infeksi kulit  berupa benjolan, tampak memerah,
yang akan membesar. Benjolan ini  berisi nanah, dan terasa panas dan
berdenyut. Bisul bisa tumbuh di semua bagian tubuh. Namun lebih banyak
tumbuh  pada  bagian  tubuh  yang  lembab,  seperti,  lipatan  paha,  sela
bokong, sekitar leher, ketiak, dan juga kepala.
Bisul merupakan salah satu penyakit kulit yang mengganggu. Rasa
nyeri  yang  luar  biasa pada bagian yang  diserang bisul  mengakibatkan
terganggunya  beberapa aktivitas.  Penyakit  kulit  yang  bernama bisul  ini
disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri Stafilokus aureus pada kulit.
Penginfeksian  oleh  bakteri  Stafilokus  aureus  ini   biasanya  masuk
melalui  kelenjar  minyak,  rambut  folikel,  dan  kelenjar  keringat  yang
kemudian mengakibatkan infeksi lokal.
Seperti  yang terjadi pada penyakit  kulit  lainnya bahwa bisul juga
disebabkan  oleh  kurang  bersihnya  seseorang  dalam  menjaga
kebersihannya.  Tidak  hanya  masalah  kebersihan  saja  tetapi  juga
disebab kan  oleh  pemakaian  kosmetik  yang  terlalu  lama  dan  proses
pembersihannya  yang kurang rapi  sehingga kosmetik  menyumbat  pori-
pori  kulit.  pemicu  lainnya yang juga mampu mendatangkan penyakit
bisul pada kulit yaitu  luka luar yang terbuka dan akhirnya terkena infeksi
bakteri  Stafilokokus  aureus.  Selain  itu  juga  disebabkan  oleh  terjadinya
pelemahan sebab  diabetes.
Penyakit  bisul  memang  sangat  mengganggu  sekali.  Apalagi
penyakit kulit yang satu ini sering datang pada daerah-daerah yang sering
dipakai  untuk  aktivitas  sehingga ketika  dipakai  untuk  beraktivitas
maka rasa nyeri  akan datang menyerang. Bisul memang biasa tumbuh
pada  daerah  yang  sekitar  kulit  yang  memiliki  kelembapan  yang  tinggi
dibandingkan dengan daerah yang lainnya.  Daerah kulit  yang biasanya
dijadikan sarang tumbuhnya bisul yaitu  pada lipatan paha, ketiak, leher,
kepala, dan paling banyak yaitu  di sekitar bokong.
Penyakit bisul bisa dilihat dengan mata terbuka, biasanya berupa
benjolan yang terus membesar dan berwarna kemerahan. Mirip seperti
jerawat  namun  bisul  berpuluh-puluh  lipat  besarnya  jika  dibandingkan
dengan jerawat. Benjolan yang diakibatkan oleh bisul ini  berisikan
cairan  nanah  yang  terasa  panas  dan  berdenyut.  Untuk  mengobatinya
cukup  dioleskan  salep  yang  bisa  dibeli  di  apotik  terdekat.  Pemakaian
salep dipakai  agar bisul cepat membesar dan akhirnya mengeluarkan
nanah.  Biasanya  orang  akan  memencet  bisul  ini   dengan  tangah
hingga bisul benar-benar keluar semua nanahnya tinggal darah kotor saja.
Untuk  pencegahan  agar  tidak  terkena  penyakit  bisul  amatlah
mudah caranya. Menjaga kebersihan diri dengan mandi yang bersih dan
memakai   sabun  dan   menjaga  juga  kebersihan  lingkungan  maka
penyakit  bisul  yang menyiksa kulit  akan mampu dihindari.  Jangan lupa
juga untuk selalu menjaga asupan gizi yang cukup diperlukan oleh tubuh.
Bukankah  badan  yang  sehat  akan  mampu  menghindarkan  diri  dari
penyakit dan  meningkatkan imunitas tubuh.
II.3 Kudis (Skabies)
Kudis yaitu  pemicu  kulit yang memicu  gatal dan sangat
menular  disebabkan  oleh  infestasi  tungau  Sarcoptes  scabiei.  Kudis
disebabkan parasit tungau berkaki delapan kecil dengan ukuran hanya 1/3
milimeter dan liang ke dalam kulit untuk menghasilkan rasa gatal, yang
cenderung  lebih  buruk  di  malam  hari.  Tungau  yang  memicu 
penyakit kulit kudis dapat dilihat dengan kaca pembesar atau mikroskop.
Tungau  kudis  merangkak  tetapi  tidak  dapat  terbang  atau  melompat.
Mereka  bergerak  pada suhu di  bawah 20 derajat  celcius,  dan mereka
dapat bertahan hidup untuk waktu lama pada suhu ini . Maka dari itu
penting  untuk  menjaga kelembapan kulit  dari  serangan  penyakit  kudis.
Menurut  catatan kutu  kudis  terjadi  di  seluruh  dunia  dan sangat  umum
sebagai  pemicu   penyakit  kulit.  Diperkirakan bahwa di  seluruh dunia,
sekitar 300 juta kasus terjadi setiap tahunnya. 
Modus penularan penyakit kudis melalui kontak kulit dengan kulit.
Tungau Kudis sangat sensitif terhadap lingkungan mereka. Mereka hanya
bisa  hidup  dari  tubuh  host  untuk  24-36  jam,  transmisinya  melibatkan
kontak  orang  ke  orang.  Kontak  seksual  fisik  juga  dapat  menularkan
penyakit,  bahkan hubungan seksual  yaitu  bentuk paling umum diakui
menjadi pemicu  penularan di kalangan anak muda yang aktif seksual,
dan  kudis telah  dianggap  menjadi  penyakit  menular  seksual  (PMS).
bentuk  lain  dari  kontak  fisik,  seperti  memeluk  ibu  mereka  anak-anak,
cukup untuk menyebarkan tungau.
Menderita penyakit  kulit  seperti  kudis dapat menjadi pengalaman
yang  sangat  buruk.  Kudis  disebabkan  oleh  kutu  kudis.  Penyakit  ini
menempel  di  kulit  menjadi  kerak  dan  akan  memicu   lecet.  Jika
dibiarkan tanpa ada penanganan dari dokter, dapat menyebar ke seluruh
tubuh. Kudis merupakan penyakit menular sebab  dapat menyebar melalui
kulit  ke  kulit.  Selain  itu,  kudis  bisa  diderita  oleh  semua  orang  tanpa
memandang  jenis  kelamin  dan  umur. Namun,  penyakit  ini  lebih  sering
menyerang anak-anak dan warga   kurang mampu sebab  masalah
sanitasi dan kebersihan.
Kudis disebabkan oleh  Sarcoptes scabiei, tungau berkaki delapan
yang  hidup  di  kulit  manusia.  Saat  berada  di  kulit,  rasa  perih,  bahkan
kualitas hidup dan perasaan tidak nyaman yaitu  hal yang akan diderita
jika  terinfeksi  penyakit  ini.  Seperti  yang  telah  dijelaskan  sebelumnya,
semua  orang  bisa  menederita  kudis  dan  pemicu   utamanya  yaitu 
kontak langsung. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak hubungan
seksual atau kontak kulit ke kulit. Anda juga harus waspada, bahwa kudis
juga bisa ditularkan melalui pakaian, atau handuk dari penderita kudis lain.
Terkena penyakit kudis bisa terjadi sangat cepat. sesudah  terkena
infeksinya,  dalam beberapa  hari,  mungkin  Anda  tidak  akan  merasakan
apa-apa, sebab  pada saat itu tungau betina baru melakukan reproduksi
dan  menghasilkan  telur.  sesudah   telur  menetas,  di  kulit  Anda  akan
terbentuk gelombang atau bintik-bintik bersisik berwarna merah. sesudah 
itu, di kulit yang terifeksi akan terjadi peradangan dan terasa gatal. Itulah
tanda-tanda  terkenan  kudis,  yang  harus  Anda  perhatikan.  Jika  sudah
terlihat seperti itu, maka harus dilakukan pengobatan untuk mengusirnya.
Kudis dapat dicegah juga dapat diobati. Untuk pengobatannya bisa
dipakai  salep kudis atau dengan obat herbal. Beberapa jenis obat yang
bisa dipakai  yaitu  sebagai berikut:
Saat  sudah  sembuh  dari  kudis,  Anda  harus  tetap  waspada  untuk
mencegah infeksi agar tidak terjadi lagi. Anda perlu menjaga kebersihan
badan  dan  lingkungan  tentunya.  Bersihkan  pakaian  atau  handuk  yang
dipakai   sesaat  sesudah   sembuh  dari  kudis,  agar  tidak  terjadi  lagi.
Jangan sampai penyakit kulit ini mengganggu aktivitas Anda, tetap hidup
bersih, agar terhindar dari kudis.
Scabies yaitu  penyakit  kulit  yang disebabkan oleh kutu / tungau /
mite (Sarcoptes scabei). Kutu ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa
dilihat dengan mikroskop. Penyakit Scabies ini juga mudah menular dari
manusia ke manusia , dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Scabies
mudah  menyebar  baik  secara  langsung  melalui  sentuhan  langsung
dengan  penderita  maupun  secara  tak  langsung  melalui  baju,  seprei,
handuk, bantal, air yang masih ada  kutu Sarcoptesnya.
Gejala penyakit scabies ditandai dengan rasa gatal yang sangat pada
bagian  kulit  seperti  sela-sela  jari,  siku,  selangkangan.  Rasa  gatal  ini
memicu   penderita  scabies  menggaruk  kulit  bahkan  bisa
memicu   luka  dan  infeksi  yang  berbau  anyir.  Rasa  gatal  ini
akibat  kaki  sarcoptes  dibawah  kulit  yang  bergerak  membuat  lubang
dibawah permukaan kulit.
pemicu  Penyakit Scabies yaitu  kondisi kebersihan yang kurang
terjaga,  sanitasi  yang  buruk,  kurang  gizi,  dan  kondisi  ruangan  terlalu
lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung. Penyakit
kulit  scabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal
bersama  sehingga  dalam  pengobatannya  harus  dilakukan  secara
serentak  dan  menyeluruh  pada  semua  orang  dan  lingkungan  pada
komunitas yang terserang scabies, sebab  apabila dilakukan pengobatan
secara individual maka akan mudah tertular kembali penyakit scabies.
Gejala Penyakit  Scabies ditunjukkan dengan warna merah, iritasi
dan rasa gatal pada kulit  yang biasanya  muncul di  sela-sela jari,  siku,
selangkangan,  dan  lipatan  paha.  betina.  Gejala  lainnya  muncul
gelembung berair  pada kulit.  gejala  lain  yaitu  munculnya  garis  halus
yang berwarna kemerahan di  bawah kulit  yang merupakan terowongan
yang digali Sarcoptes.
Dokter biasanya memastikan penyakit scabies dengan menemukan
terowongan  bawah  kulit  dan  ada   kutu  atau  telur  sarcoptes  pada
pemeriksaan  kerokan  kulit.  Pencegahan  penyakit  scabies  yang  paling
utama yaitu  menjaga kebersihan badan dengan mandi secara teratur,
menjemur kasur, bantal dan sprei secara teratur dan  menjaga lingkungan
di dalam rumah agar tetap mendapat sinar matahari  yang cukup, tidak
lembab, dan selalu dalam keadaan bersih.
II.4.Kurap.
Kurap  merupakan  penyakit  kulit  yang  disebabkan  oleh  jamur.
Gejala  yang mampu diberikan oleh panyakit  kulit  kurap yaitu  adanya
penebalan pada kulit yang didan i dengan timbul lingkaran-lingkaran. Kulit
akan menjadi bersisik, berair, dan akan terasa sangat gatal pada bagian
yang  terkena  jamur  ini .  Pada  akhirnya  gejala  ini   akan
memicu   bercak  keputihan  pada  kulit  yang  disebabkan  adanya
pertumbuhan jamur pada kulit.
Penyakit  kulit  kurap timbul  sebab  kurangnya  penderita  penyakit
kurap dalam  menjaga  kebersihan  tubuhnya.  Biasanya  daerah  yang
banyak  terserang  oleh  jamur  yang  memicu   kurap  yaitu   bagian
tengkuk, leher, dan kulit kepala. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan
agar  tidak  terkena  penyakit  kurap  yaitu   dengan  selalu  menjaga
kebersihan badan terutama pada daerah yang paling sering diserap oleh
jamur yang memicu  terjadinya penyakit  kurap yakni  pada daerah
tengkuk, leher, dan kulit kepala.
Penyakit kulit kurap merupakan penyakit yang menular. Penularan
yang diakibatkan oleh jamur ini  bisa terjadi melalui kontak langsung
dengan penderita atau secara tidak langsung. Kontak yang tidak langsung
biasanya  paling  banyak  ditularkan  lewat  pakaian  dan  handuk.  Handuk
atau pakaian yang pernah dipakai  oleh orang yang menderita kurap
memiliki potensi untuk menyebarkan jamur yang mulanya ada pada badan
penderita berpindah ke handuk. Oleh sebab  itu biasakan memakai 
barang yang bisafat pribadai secara individu dan  jaga selalu kebersihan
badan agar tidak terserang penyakit kurap.
Untuk  pengobatan  penyakit  kurap  yang  bisa  dilakukan  yaitu 
dengan mengoleskan obat pada bagian yang terserang jamur ini .
Obat  yang  dipakai   yaitu   obat  anti  jamur  semisal  obat  yang
mengandung  mikonazol  dan  kloritomazol.  pemakaian   obat  dengan
pemakaian yang tepat akan menghilangkan penyakit kurap yang ada pada
kulit.
Kurap  ditandai  dengan  timbulnya  lingkaran-lingkaran  berwarna
merah  pada  kulit  yang  dikelilingi  oleh  bintil-bintil  di  tepinya.  Jika  kulit
dipinggir  lingkaran  ini   ditekan,  maka  akan  keluar  nanah.  Kurap
biasanya menyerang kulit kepala, leher, dagu, atau tengkuk. Kadas yaitu 
semacam eksim kering, tetapi lebih gatal. Eksim yaitu  semacam reaksi
alergi pada kulit oleh suatu zat yang hanya mengenai orang tertentu yang
sensitif. Penularan eksim melalui sentuhan langsung atau tidak langsung,
seperti melalui pakaian,selimut, sprei, dan handuk.
II.5 Panau
Panau atau Panu yaitu  salah satu penyakit kulit yang disebabkan
oleh jamur. Penyakit panau ditandai dengan bercak yang ada  pada
kulit  didan i  rasa  gatal  pada  saat  berkeringat.  Bercak-bercak  ini  bisa
berwarna  putih,  coklat  atau  merah tergantung warna kulit  si  penderita.
Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu
panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.
pemicu   penyakit  ini  yaitu   jamur.  Pada  bagian  yang  terkena
panu, biasanya berwarna agak keputihan. Di tempat-tempat inilah jamur
tumbuh pada kulit. Kulit di tempat yang terkena panu ini akan terasa gatal.
Untuk  mengobatinya,  Anda  bisa  mengoleskan  krim  obat  yang  banyak
dijual di  apotik-apotik. Masih banyak jenis-jenis penyakit  kulit  yang bisa
menjangkiti  manusia.  Hidup bersih  merupakan salah  satu  usaha untuk
menghindari berbagai jenis penyakit kulit  ini. Saat terjadi masalah pada
kulit,  segeralah  berkonsultasi  dengan  dokter  spesialis  supaya  penyakit
kulit tidak menyebar ke seluruh tubuh.
II.6. Jerawat 
Akne  yaitu   penyakit  kulit  yang  terjadi  akibat  peradangan
menahun  folikel  polisebasea  yang  ditandai  dengan  adanya  komedo,
papula,  pustula,  nodus,  dan kista  pada tempat  predileksinya  seperti  di
wajah, punggung, dan lengan atas (Djuanda, 2003). 
II.6.1. Patogenesis 
ada   berbagai  faktor  yang  mempengaruhi  patogenesis
pertumbuhan jerawat, faktor utama yaitu  faktor genetik (Goulden  et al,
1999). Jika kedua orang tua mengalami masalah jerawat, 3 dari 4 anak
akan mengalami masalah jerawat.  Jika satu dari  orang tua memiliki 
jerawat,  maka  1  dari  4  anak  akan  memiliki   jerawat.  Walaupun
demikian, tidak semua keluarga akan mengalami pola yang sama, jerawat
boleh melompat generasi. Yang diwariskan yaitu  kecenderungan untuk
hiperproliferasi  folikel  epidermal  dengan  sumbatan  folikel.  Faktor
memperburuk  yang  lain  termasuk  sebum  yang  berlebihan,  ada 
aktivitas dari Propionibacteri acnes dan peradangan. 
Penahanan  hiperkeratosis  yaitu   proses  pertama  pembentukan
jerawat  (Norris,  Cunliffe,  1988).  Sebab utama terjadinya  hiperproliferasi
masih tidak dikenal pasti. Buat masa sekarang ada  3 hipotesa yang
menerangkan kenapa folikel  epithelium menghasilkan sel  dengan cepat
pada penderita jerawat. Pertama, peningkatan hormon androgen sebagai
pencetus  awal  (Thiboutot  et  al,  1999).  Komedo  yaitu   lesi  yang
disebabkan  oleh  tersumbatnya  folikel  yang  mula  terlihat  pada  zona-T
sesudah   peningkatan aktifitas kelenjar  adrenal  sewaktu  pubertas.  Lebih-
lebih  lagi,  tingkat  komedo  pada  anak  perempuan  prepubertal  saling
berkaitan  dengan  tingkat  sirkulasi  adrenal  androgen
dehydroepiandrosterone sulfate (DHEA-S) (Lucky et al, 1997). Tambahan
pula,  reseptor  hormon  androgen  ada   dalam  kelenjar  sebasea.
Individu  dengan  gangguan  reseptor  androgen  tidak  akan  mengalami
masalah pertumbuhan jerawat (Holland et al, 1998). 
Produksi  sebum  yang  berlebihan  juga  dapat  mempengaruhi
pertumbuhan jerawat.  Hormon androgen mempromosikan produksi  dan
lepasan sebum (Pochi,  Strauss, 1988).  Berbagai lagi  hormon lain yang
juga  berfungsi  untuk  produksi  dan  lepasan  sebum  seperti  growth
hormones  dan  insulinlike  growth  factor.  Faktor  ketiga  yaitu 
Propionibacterium  acne  yang  bersifat  anaerob.  P  acne  memicu 
peradangan  dengan  menghasilkan  proinflamatory  mediators  yang
berdifusi melalui dinding folikel. P acne mengaktifasikan toll-like receptor 2
di  monosit  dan  neutrofil  (Kim  et  al,  2002),  yang  menghasilkan  sitokin
seperti IL-12, IL-8, dan TNF.
Tahap terjadinya jerawat :
a) Pada kulit yang semula dalam kondisi normal, sering kali terjadi
penumpukan  kotoran  dan  sel  kulit  mati  sebab   kurangnya
perawatan dan pemeliharaan, khususnya pada kulit yang memiliki
tingkat reproduksi minyak yang tinggi. Akibatnya saluran kandung
rambut (folikel) menjadi tersumbat.
b)  Sel  kulit  mati  dan  kotoran yang  menumpuk ini   kemudian
terkena bakteri acne, maka timbulah jerawat.
c) Dalam waktu tertentu, jerawat yang tidak diobati akan mengalami
pembengkakan  (membesar  dan  berwarna  kemerahan),  disebut
papule
d)  Bila  peradangan semakin parah,  sel  darah putih  mulai  naik  ke
permukaan  kulit  dalam  bentuk  nanah  (pus),  jerawat  ini 
disebut pastules. Jerawat radang terjadi akibat folikel yang ada di
dalam dermis mengembang sebab  berisi lemak padat, kemudian
pecah,  memicu   serbuan  sel  darah  putih  ke  area  folikel
sebasea,  sehingga  terjadilah  reaksi  radang.  Peradangan  akan
semakin parah jika kuman dari luar ikut masuk ke dalam jerawat
akibat  perlakuan  yang  salah  seperti  dipijat  dengan  kuku  atau
benda  lain  yang  tidak  steril.  Jerawat  radang  memiliki   ciri
berwarna merah, cepat membesar, berisi nanah dan terasa nyeri.
e)  Bila  jerawat  mengandung  nanah,  lemak  dan  cairan-cairan  lain
berarti jerawat sudah berada pada kondisi terparah, disebut cyst.
f)  Bila  Cyst  tidak terawat,  maka jaringan kolagen akan mengalami
kerusakan  sampai  pada  lapisan  dermis,  sehingga  kulit/wajah
menjadi bopeng (Scar).
pemicu  pemicu  Timbulnya Jerawat
   Kosmetik,  pemakaian  kosmetik  yang  tidak  tepat  dapat
memicu  terjadinya jerawat.
   Hormon,  meningkatknya  produksi  hormon  membuat  kondisinya
tidak seimbang sehingga jerawat  dapat  muncul.  Biasanya  terjadi
sebab   stress,  saat  mendekati  siklus  haid  dan  pada  saat  masa
remaja  atau  pubertas.  Hormon  yang  memicu   terjadinya
jerawat yaitu  hormon androgen.
   Genetik,  faktor  genetik  ternyata  bisa  juga  sebagai  pemicu 
terjadinya jerawat. Jika orang tua memiliki jerawat sebab  produksi
kelenjar  minyak  yang  berlebih,  maka  kemungkinan  besar  akan
menurun kepada anak.
   Gaya  hidup  tidak  sehat,  kebiasaan  merokok,  minum  alkohol,
kurang  tidur,  dan  terlalu  banyak  pikiran  dapat  meningkatkan
hormon androgen sebagai pemicu munculnya jerawat.
   Mikroorganisme,  bakteri  yang  masuk  ke  lapisan  kulit  dapat
memicu  jerawat. Bakteri menyebarkan racun dan membunuh
sel-sel  baik  dan   berkembang  biak  ditempat  ini .  Sehingga
terjadilah peradangan dan muncul jerawat.
II.6.2. Klasifikasi 
Akne  meliputi  berbagai  kelainan  kulit  yang  hampir  mirip  satu
dengan lainnya sehingga diperlukan penggolongan atau klasifikasi untuk
membedakannya.  Beberapa  peneliti  atau  penulis  buku  dermatologi
mengemukakan  klasifikasi  yang  berbeda.  Domonkos  dalam  buku
Andrews’ diseases  of  the  skin  (1971)  menulis  bahwa  akne terdiri  atas
akne  vulgaris,  akne  keloidalis,  perifolikulitis,  akne  tropikalis,  akne
neonatorum, rinofima, akne rosasea, dan perioral dermatitis. 
Cunliffe dalam buku  Acne  (1989) menyatakan bahwa akne terdiri
atas : 
1. Akne  vulgaris  yang  meliputi  akne  konglobata,  akne  fulminans,
folikulitis negative-gram, pioderma fasial, dan akne vasikulitis.
2. Varian akne yang meliputi akne induksi obat,  acne excoriee,  akne
infantile,  akne  juvenile,  akne  klor,  oil  acne,  akne  kimiawi  lain,
Fiddler’s  neck,  akne  nevoid,  akne  fisika  (frictional  acne  dan
immobility  acne),  akne  kosmetika,  akne  deterjen,  dan  akne
tropikalis. 
Klasifikasi yang dibuat oleh Plewig dan Kligman dalam buku Acne:
Morphogenesis and treatment (1975) terbagi seperti berikut: 
1. Akne vulgaris dan varietasnya: 
a. Akne tropikalis 
b. Akne fulminan 
c. Pioderma fasiale 
d. Akne mekanika dan lainnya 
2. akne venenata akibat kontaktan eksternal dan varietasnya: 
a. Akne kosmetika 
b. Pomade acne 
c. Akne klor 
d. Akne akibat kerja 
e. Akne deterjen 
3. Akne komedonal akibat agen fisik dan varietasnya: 
a. Solar commedones 
b. Akne radiasi (sinar x. kobal) 
Pergolongan  ini  membedakannya  secara  jelas  dengan  kelainan
yang mirip akne, erupsi akneiformis akibat induksi obat yang dipakai 
secara lama, misalnya kortikosteroid, ACTH, INH, iodida, bromide, vitamin
B12, difenil hidrantoin, trimetadion, dan fenobarbital. Pada akne vulgaris
terjadi perubahan jumlah dan konsistensi lemak kelenjar akibat pengaruh
berbagai  faktor  pemicu .  Pada akne venenata  terjadi  penutupan oleh
massa eksternal. Pada akne fisis, saluran keluar menyempit akibat radiasi
sinar ultraviolet, sinar matahari, atau sinar radioaktif.
II.6.3. Gradasi 
Gradasi  yang  menunjukkan  berat  ringannya  penyakit  diperlukan
bagi pilihan pengobatan. Ada berbagai pola pembagian gradasi penyakit
akne vulgaris yang dikemukakan. 
ada  4 gradasi jerawat menurut Pillsbury (1963) yaitu : 
a. Gradasi  I  memiliki   komedo terbuka  (blackhead)  dan  komedo
tertutup (whitehead)
b. Gradasi II pula memiliki  komedo dan beberapa papulopustul
c. Gradasi  III  sama  seperti  gradasi  II  tetapi  papul  yang  telah
mengalami peradangan
d. Gradasi  IV  memiliki   nodulokistik  yang  berciri  komedo,  lesi
radang,  nodul  yang  berdiameter  lebih  besar  dari  5mm dan juga
parut kawah. 
Menurut  Frank  (1970)  acne  vulgaris  dapat  digradasikan  pada  8
gradasi yaitu: 
a. Gradasi I akne komedonal tanpa radang
b. Gradasi II akne komedonal radang
c. Gradasi III akne papula
d. Gradasi IV akne papulo pustule
e. Gradasi V akne agak berat
f. Gradasi VI akne berat
g. Gradasi VII akne nodulo kistik/konglobata. 
Gradasi acne vulgaris menurut plewig dan kligman (1975) terbagi atas tiga
kelas yaitu : 
1. Kelas I komedonal yang terdiri atas 4 gradsi : 
a. bila ada kurang dari 10 komedo dari satu sisi muka, 
b. bila ada 10 sampai 24 komedo, 
c. bila ada 25 sampai 50 komedo, 
d. bila ada lebih dari 50 komedo. 
2. Kelas II papulopustula yang terdiri atas 4 gradasi yaitu : 
a. bila ada kurang dari 10 lesi papulopustula dari satu sisi muka, 
b. bila ada 10 sampai 20 lesi papulopustula, 
c. bila ada 21 sampai 30 lesi papulopustula, 
d. bila ada lebih dari 30 lesi papulopustula. 
3. Kelas III ada  konglobata.
II.6.4. Cara pencegahan 
Pencegahan secara mutlak pada masa pubertas, yakni pada wktu
seluruh  kelenjar-kelenjar  tubuh  sedang  aktif  secara  maksimal,  tidaklah
mungkin.  Disamping  itu  diperkirakan  faktor  keturunan  juga  memegang
peranan.  Tetapi  ada  beberapa  tindakan  dan  upaya  yang  kita  dapat
lakukan untuk menggurangi pembentukan jerawat.
- Makanan, sering kali dikatakan bahwa makanan berlemak seperti
goreng-gorengan, keju, coklat dan kacang-kacangan meningkatkan
kecenderungan  timbulnya  jerawat.  Memang  banyak  orang  yang
sesudah  makan makanan ini  jerawatnya memburuk. Tetapi ahli
kulit menyangsikan adanya hubungan demikian antara lemak dan
jerawat,  sebab   penelitian-penelitian  dengan  makanan  ini 
tidak  memperlihatkan  adanya  peningkatan  produksi  talg.  Namun
demikian,  masing-masing  penderita  sebaiknya  memperhatikann
dan  menarik  pelajaran  dari  pengalamanya  sendiri,  hendaknya
dicatat  makanan  apa  saja  yang  dapat  meningkatkan  timbulnya
jerawat pada dirinya untuk kemudian dihindarinya. Juga dianjurkan
untuk banyak makan sayur-mayur segar dan buah-buahan. 
- Kosmetika, sebaiknya jangan menggunanaka meke-up, khususnya
krena dan bedak, sebab  produk ini dapat memicu  pori-pori
kelenjar  talg,  sehingga  jumlah  komedo  akan  bertambah.  Juga
hindari kosmetik yang berlemak, misalnya emulsi atau minyak (oil
of ulan dll).
- Stres,  jauhkan ketegangan-ketegangan emosional,  sebab  faktor-
faktor kejiwaan ini dapat mempengaruhi timbulnya jerawat.
- Cuci  muka  dengan  teratur,  pada  biasanya   kulit  berminyak
merupakan salah satu pemicu  dari  timbulnya jerawat.  Jagalah
kebersihan kulit dengan mencuci paling sedikit 3x sehari dengan air
hangat  dan  sabun  yang  lembut  untuk  menghillangkan  lemak
berlebihan dari permukaan kulit. Kemudian dikeringankan hati-hati
dengan handuk bersih.
Jangan memijat jerawat atau menggaruk-garuknya dengan jari
tangan,  sebab   tindakan  demikian  seringkali  merusak  kulit  dan
memungkinkan  terjadinya  iinfeksi  disamping  meninggalkan  bekas.
Juga  dinding  kelenjar  talg  bisa  pecah,  sehingga  talg  menyebar
dibawah kulit dan reaksi-reeaksi peradangan bertambah
II.7. Gatal (Pruritus)
Gatal merupakan suatu gejala yang timbul akibat adanya alergi pada
permukaan kulit akibat banyaknya kontak zat alergen dan gigitan nyamuk.
Gatal  (pruritus)  yaitu  suatu perasaan yang secara otomatis menuntut
penggarukan. Penggarukan terus-menerus bisa memicu  kemerahan
dan  goresan  pada  kulit  yang  selanjutnya  akan  memicu 
bertambahnya rasa gatal. memicu  terbentuknya jaringan parut dan
penebalan kulit. Gatal-gatal merupakan salah satu penyakit yang banyak
diderita warga , maka sering dianggap remeh. Namun jika gatal-gatal
dibiarkan bisa menjadi infeksi sekunder pada kulit. 
Menurut Twcross, jenis pemicu  pruritus dapat digolongkan menjadi: 
1. Gatal Pruritoseptif
Gatal jenis ini yaitu  gatal yang timbul akibat terjadi proses radang pada 
kulit, seperti : Eksim, kulit rusak, kulit sensitif, kulit kering, kulit terinfeksi 
bakteri atau jamur, dan lain-lain.
2. Gatal Neuropatik
Gatal jenis ini yaitu  gatal yang disebabkan adanya kelainan saraf atau
disebut Neuropatik,  biasanya  kasus ini  terjadi  pada  eksim kering  atau
sesudah  sembuh dari  penyakit  yang menyerang dan merusak saraf tepi.
Jenis  gatal  seperti  ini  sangat  mengganggu  penderitanya  sebab 
memiliki  sifat gatal yang hebat mirip perasaan tertusuk.
3. Gatal Neurogenik
Gatal  diseluruh  tubuh  juga  bisa  timbul  akibat  adanya  kelainan  atau
rangsangan di pusat otak, dan gatal jenis ini biasa terjadi akibat kondisi
fisik yang salah, seperti : adanya kelainan ginjal, emepdu, tiroid, dan lain-
alain. Gata jenis ini juga bisa diakibatkan sebab  adanya salah pemberian
obat  atau  alergi  obat.  Biasanya  kebanyakan  penderita  tidak  mampu
menyebutkan secara pasti bagian mana yang terasa gatal pada kulitnya,
mereka hanya merasa gatal pada seluruh bagian tubuhnya.
4. Gatal Psikogenik
Gatal jenis ini timbul akibat adanya faktor psikis, biasa terjadi pada orang
yang sudah tersugesti merasa gatal. Bahkan beberapa orang diantaranya
tidak  bisa  membedakan  apakah  gatal-gatal  pada  kulit  tsb  benar-benar
terjadi  ataukah hanya  perasaannya  saja.  Parahnya,  kulit  yang digaruk-
garuk  justru  bisa  memicu   memicu   rasa  gatal,  sehingga
penderita  berpikir  dan  merasa  bahwa  perasaan  gatal  memang  terjadi
pada dirinya.  Kasus gatal  pada penderita gatal jenis ini  datang berobat
dengan kondisi kulit penuh bekas garukan di mana-mana.
Melihat  bentuk  gatal-gatal  pada  kulit  biasanya  langsung  diketahui
pemicu nya. Gatal disebabkan oleh: 
a. Obat.  Bermacam-macam  obat  dapat  memicu   gatal,
terutama  obat  sistemik,  seperti  obat-obat  golongan  pinisilin,
sulfonamide, analgesic dan diuretic.
b. Makanan,  berupa  protein  atau  bahan  lain  yang  dicampurkan
dalam zat  warna,  penyedap rasa atau bahan pengawet  dapat
memicu  alergi. 
c. Gigitan atau sengatan serangga, dapat memicu  gatal tepat
disekitar gigitan yang biasanya akan hilang sendiri. 
d. Kontakan, yang sering memicu  gatal yaitu  kutu binatang,
air liur   binatang, dan tumbuh-tumbuhan dan  bahan kosmetik.
e. Trauma  Fisik,  dapat  disebabkan  sebab   faktor  dingin  atau
panas    seperti :sinar matahari,   sinar  UV,   ataupun       radiasi,
keringat,    pijatan  demam, dan emosi dapat juga memicu 
gatal fisik.
f.  Trauma Psikis (jiwa),  dapat memicu timbulnya gatal, misalnya
ketakutan  dan   teringat  akan  gatal,  justru  akan  memicu 
gatal. 
g. Penyakit.  Beberapa penyakit  yang  sering  didan i  gatal  antara
lain  hepatitis,  demam,  reumatik,  kanker,  penyakit  hati  dan
urtikaria pigmentasi.
Pruritus merupakan salah satu dari sejumlah keluhan yang paling
sering dijumpai pada gangguan dermatologi yang memicu  gangguan
dermatologic yang memicu  gangguan rasa nyaman dan perubahan
integritas kulit jika pasien meresponnya dengan garukan. Reseptor rasa
gatal tidak bermielin, memiliki  ujung saraf mirip sikat (peniciate) yang
hanya  ditemukan  dalam kuit,  membrane  mukosa  dan  kornea  Garukan
memicu  terjadinya inflamasi sel dan pelepasan histamine oleh ujung
saraf yang memperberat gejala pruritus yang selanjutnya menghasilkan
lingkaran setan rasa gatal  dan menggaruk. Meskipun pruritus biasanya
disebabkan oleh penyakit kulit yang primer dengan terjadinya ruam atau
lesi sebagai akibatnya, namun keadaan ini bisa timbul tanpa manifestasi
kulit  apapun.  Keadaan  ini  disebut  sebagai  esensial  yang  biasanya 
memiliki  awitan  yang  cepat,  bias  berat  dan menganggu aktivitas  hidup
sehari-hari  yang normal.  Sebelum diambil  tindakan pengobatan sendiri,
sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan yaitu menjauhkan dari faktor-
faktor  pemicu   ini   di  atas  dan   menjaga  kebersihan  diri  dan
lingkungan.  Pengobatan  sendiri  diarahkan  hanya  terhadap
penanggulangan keluhan gatal tanpa mempengaruhi sebab-sebabnya.

Kulit merupakan organ terluas dari tubuh kita dengan banyak fungsi
penting.  Antara  lain,  kulit  menahan  cairan,  agar  supaya  kita  jangan
menjadi  kering  dan  merupakan  rintangan  terhadap  pengaruh-pengaruh
luar. Yakni cahaya, suhu dingin dan panas, zat-zat yang merusak seperti
hama penyakit, kotoran dan debu. Lagi pula kulit membentuk zat-zat hasil
penguraian  (dengan  keringat).Gangguan-gangguan  kulit  banyak  sekali
ada  di negara kita  dan setiap orang niscaya pernah di hadapi. dengan
gejala-gejala ini  Beberapa penyakit diantaranya yakni kudis, panu,
kurap, bisul, gatal- gatal dan jerawat.
Gatal  merupakan  suatu  gejala  yang  timbul  akibat  adanya  alergi
pada permukaan kulit  akibat  banyaknya kontak zat  alergen dan gigitan
nyamuk.Gatal  (pruritus)  yaitu   suatu  perasaan  yang  secara  otomatis
menuntut penggarukan. Penggarukan terus-menerus bisa memicu 
kemerahan dan goresan pada kulit yang selanjutnya akan memicu 
bertambahnya rasa gatal. Sedangkan jerawat yang biasa dikenal dengan
Acne vulgaris merupakan penyakit yang umum, biasanya sembuh sendiri,
disebabkan  oleh  multi  factor,  dan   melibatkan  adanya  inflamasi  pada
folikel  kelenjar  minyak  (sebaceous)  yang  terletak  di  wajah  atau  tubuh
bagian atas..
Dalam  swamedikasi  penyakit,  dapat  berupa  pengobatan  non
farmakolgi , obat tradisional, dan dengan memakai  obat sintetik atau
sediaan jadi. 
III.1 Pengobatan untuk Panu
1. Obat yang mengandung klotrimazol 1%
    Kegunaan obat : untuk infeksi jamur pada kulit
    Pemakaian :
Cairan  : beberapa tetes cairan dioleskan pada daerah yang terkena 
infeksi jamur, gunakan 2-3 kali sehari, sampai infeksi hilang.
26
    Krim : Oleskan secara tipis pada daerah yang terkena infeksi jamu, 
gunakan 2-3 kali sehari sampai infeksi hilang.
    Instruksi khusus
    Panu dapat disembuhkan 3-4 minggu, sedangkan jamur pada daerah
kemaluan disembuhkan dalam 1-2 minggu. Khusus untuk jamur pada
kaki,  pengobatan  harus  terus  dilanjutkan  selama  2  minggu  sesudah 
tanda-tanda  infeksi  hilang  untuk  menghindari  kambuhnya  penyakit.
sesudah  dicuci, kaki harus dikeringkan dengan sebaik-baiknya, terutama
daerah lipatan antara jari
    Bentuk sediaan : cairan, Krim
    Perhatian
    Hanya untuk pemakaian luar
2. Obat yang mengandung mikonazol nitrat 2 %
    Kegunaan obat
Untuk  infeksi  ringan  akibat  jamur  pada  kulit  seperti  panu,  kutu  air,
kadas, kurap dan infeksi jamur pada kuku
    Pemakaian :
Oleskan krim atau serbuk sehari  sekali  sambil  digosokkan perlahan.
Biasanya  sembuh sesudah  2-5 minggu,  tetap perpanjang pengobatan
selama 10 hari, untuk mencegah kambuh
Bentuk sediaan : krim, serbuk
    Peringatan : hanya untuk pemakaian luar
3. Obat yang mengandung Asam undesilenat, seng undesilenat, kalsium
propionat, natrium propionat
    Kegunaan obat: untuk mengobati penyakit kulit luar yang ditimbulkan
oleh jamur misalnya panu, kadas, kurap, kutu air.
    Cara pemakaian :
    Cuci dan keringkan sela-sela jari kaki, lalu gunakan obat 2-3 kali sehari
    Bentuk seidaan:bedak, krim, salep
    Perhatian: hanya untuk obat luar
Adapun obat tradisional yang dapat dipakai  yaitu :
1. Lengkuas
Ambil beberapa lengkuas lalu parut sampai halus. sesudah  diparut
halus lalu diperas dan air perasannya dioleskan pada bagian yang
terkena  panu  secara  teratur  sesudah   mandi  sampai  panu  benar-
benar hilang.
2. Bawang Putih
Siapkan  satu  buah  bawang  putih  lalu  diiris  menjadi  dua  bagian
kemudian  gosokkan  bagian  yang  bergetah  pada  bagian  yang
terkena panu. Lakukan cara menghilangkan panu ini dua kali sehari
sesudah  mandi sampai panu hilang.
3. Belimbing Wuluh
28
Haluskan beberapa belimbing wuluh lalu campur dengan air kapur
sirih.  Campurkan  sampai  merata  lalu  oleskan  pada  bagian  kulit
yang terkena panu. Lakukan dua kali sehari sesudah  mandi.
4. Belerang
Kandungan mineral pada belerang sangat ampuh untuk membunuh
jamur pemicu  panu pada kulit. Caranya tumbuk halus belerang
lalu campurkan dengan air perasan jeruk nipis dan minyak kelapa.
sesudah  itu oleskan pada kulit yang ada panunya. Lakukan dua kali
sehari agar hasilnya maksimal. 
III.2 Pengobatan Untuk Bisul
Pengobatan secara tradisional:
1. Bawang putih
Bawang putih dikenal memiliki sifat antibiotik yg membuat obat herbal
alami  yg  luar  biasa  untk  bekas  luka  kecil  atau  bahkan  bisul.  Namun,
Kalian  harus  tahu  bahwa  sifat  antibiotik  bawang  putih  hanya  dapat
dipakai  jika Kalian mengonsumsinya dalam bentuk segar. Ambil satu
siung bawang putih, kmudian ditumbuk halus, dan tempelkan di daerah yg
terkena bisul.
2. Daun Ubi Jalar
Daun ubi jalar, juga bisaa dipakai  untk mengobati bisul. Caranya
ambil bberapa lembar daun ubi jalar, kmudian didekatkan dgn api hingga
layu (jangan sampai terbakar). sesudah  itu tempelkan pda bagian tubuh yg
terkena  bisul.  Supaya  tidak  mudah  lepas  bisaa  gunakan  perban  untk
menutup daerah trsebut.
3. Mentimun
Satu  lagi  bahan  alami  yg  bisaa  dipakai   sebagai  obat  bisul
tradisional yaitu  mentimun. Caranya, siapkan satu buah mentimun dan
biji  buah  pala.  Kmudian  kedua  bahan  trsebut  diparut  dan  campurkan.
sesudah  itu parutan mentimun dan biji  pala dibungkus dgn daun pisang
dan dipanggang.  Selagi  masih  hangat,  bahan  trsebut  ditempelkan  pda
bisul dan dibungkus dgn kain atau perban. Ganti ramuan trsebut dua kali
sehari.
4. Daun Cabe
Siapkan  bberapa  lembar  daun  cabe  dgn  minyak  kelapa.  Pertama-
tama, daun cabe dicuci bersih kmudian ditumbuk hingga halus. Kmudian
campurkan dgn sedikit minyak kelapa. Tempelkan ramuan trsebut diatas
bisul hingga mengering. sesudah  kering ganti dgn ramuan yg baru.
5. Daun Kangkung
Ambil  10-20  lembar  daun  kangkung,  cuci  hingga  bersih  kmudian
ditumbuk  hingga  halus.  Tambahkan  dgn  sedikit  air  garam.  Kmudian
balurkan ramuan trsebut di sekitar kulit yg terkena bisul lalu ditutup dgn
perban. Ganti perban dan ramuannya dua kali sehari jika diperlukan.
6. Daun Sirih
Daun sirih biasa dipakai  sebagai obat untk mengobati keputihan.
Namun  ternyata  daun  berkhasiat  ini  bisaa  juga  dijadikan  obat  bisul
tradisional. Caranya, ambil 7 lembar daun sirih, kmudian dicuci bersih dan
ditumbuk hingga halus. Tempelkan tumbukan daun sirih ini di sekitar bisul
dan dibalut dgn perban.
7. Kentang
Bagi  para  wanita,  kentang  seringkali  dipakai   untk  perawatan
kecantikan. Misalnya dgn membuat masker kentang yg  berkhasiat untk
memutihkan  wajah.  Selain  itu,  kentang  juga  bisaa  dipakai   untk
mengobati bisul. Caranya dgn menempelkan parutan kentang diatas bisul.
sesudah  kering, ganti dgn yg baru.
8. Bayam Duri
Siapkan bahan bahannya yaitu 10 gram daun bayam duri, 10 gram
daun  kangkung,  5  gram  asam  kawak.  Cara  membuatnya  yaitu;  daun
bayam dan kangkung ditumbuk halus, dicampur dengan asam kawak dan
diberi sedikit garam dapur. Cara memakainya; Tempelkan ramuan ini 
pada bisul sampai tertutup semua bagiannya, tunggu sampai kering, bila
telah kering maka gan ti dengan yang baru.
9. Daun Kecubung
Siapkan 20 gram daun kecubung, garam dapur secukupnya dan 10
gram  daun  sirih.  Caranya;  semua  bahan  ditumbuk  menjadi  satu  dan
ditambahkan sedikit  air. Cara memakainya sama dengan cara pertama
yaitu tempelkan pada bisul dan ulangi bila sudah kering.
10. Daun Bayam
Untuk mengobati bisul, kita bisa memakai  daun bayam. Daun
bayam  dipercaya  dapat  mengobati  bisul.  Caranya  petiklah  1-2  lembar
daun bayam yang masih segar, cucilah hingga bersih dengan air mengalir.
Tumbuk atau lumatlah daun bayam, bisa memakai  telapak tangan
hingga lumat. Tambahkan sedikit  garam. Tempelkan pada bagian tubuh
yang terkena bisul, tapi jangan sampai menutupi mata bisul. Daun bayam
dan garam akan memberi  efek dingin pada bisul yang berasa panas
dan berdenyut-denyut. Lakukan cara ini beberapa kali sehari hingga bisul
anda sembuh.
11. Daun Sirih
Selain dapat mengusir nyamuk, daun sirih juga sangat bermanfaat
untuk mengobati bisul, tapi hanya untuk bisul yang mulai pecah. Caranya
petiklah beberapa lembar daun sirih. Cucilah hingga bersih. Rebus hingga
mendidih. Dinginkan air rebusan hingga menjadi hangat, kemudikan seka
kan ke bisul yang sudah mulai pecah. Anti biotik yang terkandung pada
daun sirih akan membasmi bakteri yang ada pada nanah dari bisul.
III.3 Pengobatan untuk Kurap
Adapun obat herbal untuk kurap yaitu :
1. Daun  tembakau  secukupnya  ditumbuk  halus  kemudian  dioleskan
pada kulit yang terkena kadas. Pemakaian dilakukan secara teratur 1-
2 kali sehari.
2. Lengkuas segar dipotong salah satu ujungnya lalu dicelupkan pada
bubuk  belerang  kemudian  dioleskan  pada  kulit  yang  terkena  panu
atau kadas. Pemakaian dilakukan secara teratur 1-2 kali sehari.
3. Lima lembar daun jinten dan 3 butir  bawang putih  ditumbuk halus.
Tambahkan minyak kelapa secukupnya, aduk hingga rata, kemudian
digosokkan  pada  kulit  yang  terkena  panu.  Pemakaian  dilakukan
secara teratur 1-2 kali sehari.
4. Cuci bersih 500 mg kayu bidara laut, 3 gram daun ketepeng, dan 4
gram rimpang kunyit, lalu rebus dengan 110 ml air hingga mendidih.
Dinginkan.  Pemakaian  dipakai   sebagai  kompres  di  bagian  kulit
yang terserang kurap. Perbarui ramuan setiap 3 jam
5. Siapkan 5 gram daun gude segar dan ¼ sendok teh kapur sirih. Cuci
bersih daun gude, tumbuk halus, lalu tambahkan ¼ sendok teh kapur
sirih. sesudah  itu, aduk sampai rata. Pemakaian dioleskan di kulit yang
terkena kadas, 1-2 kali sehari sampai sembuh.
6. Tumbuk  3  jari  batang  brotowali  dan  belerang  yang  sebesar  kemiri
sampai  halus,  lalu  remas  dengan  minyak  kelapa  seperlunya.
Pemakaian dioleskan di kulit yang terserang kadas, 2 kali sehari.
7. Cuci  bersih daun mimba secukupnya,  lalu memarkan hingga halus.
Pemakaian dibalurkan di bagian yang terkena penyakit ini .
8. Lengkuas. Lengkuas 1 ruas dan bubuk belerang. Cara membuatnya:
Potong salah satu  ujung lengkuas,  dan bubuhkan sedikit  belerang,
kemudian oleskan pada bagian panu atau kadas.  Lakukan 1-2 kali
sehari.
9. Daun  Tembakau.  Daun  tembakau  secukupnya.  Cara  membuatnya:
tumbuk halus daun tembakau dan oleskan pada bagian panu atau
kadas. Lakukan 1-2 kali sehari.
10. Daun Jinten.Daun Jinten 5 lembar, bawang putih 3 butir, dan minyak
kelapa secukupnya. Cara membuatnya: tumbuk halus daun jinten dan
bawang putih.  Tambahkan sedikit  minyak kelapa dan oleskan pada
bagian  panu.  Lakukan  1-2  kali  sehari.Penyakit  Kurap  yaitu   satu
penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungi. Masa infeksi kurap
hingga terkena penyakit  yaitu  beberapa hari.  Gejala kurap yaitu 
ada  bagian kecil yang kasar pada kulit dengan dikelilingi lingkaran
merah muda.
11. Daun gude. Siapkan 5 gram daun gude segar dan ¼ sendok teh kapur
sirih. Cuci bersih daun gude, tumbuk halus, lalu tambahkan ¼ sendok
teh kapur sirih. sesudah  itu, aduk sampai rata. pemakaian  : Oleskan
di kulit yang terkena kadas, 1-2 kali sehari sampai sembuh.
12. Kayu  bidara.  Cuci  bersih  500  mg  kayu  bidara  laut,  3  gram  daun
ketepeng, dan 4 gram rimpang kunyit, lalu rebus dengan 110 ml air
34
hingga  mendidih.  Dinginkan.  pemakaian   :  Gunakan  sebagai
kompres di bagian kulit yang terserang kurap. Perbarui ramuan setiap
3 jam.
III.4 Pengobatan Untuk Kudis
Kudis dapat dicegah juga dapat diobati. Untuk pengobatannya bisa
dipakai  salep kudis atau dengan obat herbal. Beberapa jenis obat yang
bisa dipakai  yaitu  sebagai berikut:
1. Permetrin.  Salep  jenis  ini  sangat  banyak  dipakai   untuk
menyembuhkan  kudis.  Untuk  penggunannya,  sebaiknya  dilakukan
sebelum tidur. dan  memakainya sesaat sesudah  mandi.
Eurax  atau  Crotamiton.  Salep  ini  dapat  dipakai   untuk  mencegah
penyebaran kudis.  Krim ini  dipakai  pada lipatan tubuh.  Misalnya,  di
bawah lengan, di antara jari – jari kaki, dan daerah pangkal paha.
 yang sudah jadi memang banyak antara lain scabicid dan scabimid. 
Bahan:
Sulfur,  berbentuk  bubuk  kuning,  kalau  belum  bubuk  harus  ditumbuk
sampai halus dahulu.
Bedak bayi yang netral, tidak mengandung bahan macam macam, untuk
menghindari adanya reaksi dengan sulfur. Lebih aman lagi memakai 
tepung kanji. 
Ramuan:
Campur bubuk sulfur dengan bedak/tepung dengan komposisi 1: 8, jadi
jika  tepungnya  8  gram  maka  sulfurnya  perlu  1  gram,  jangan  terbalik.
Campur sampai campuran menjadi rata dengan mengaduk aduk berulang
kali.  Jadi  deh  obat  tradisional  scabies.  sesudah   jadi  bisa  langsung
dibalurkan keseluruh tubuh penderita scabies.
Scabies yang parah memicu  kerusakan pada kulit yang akan
menjadi  bekas  dan  membuat  anda  tidak  nyaman.  Seacra  alami,
mengembalikan kulit ke kondisi semula membutuhkan waktu. 
1. Daun  Mint memiliki  kandungan  yang  bermanfaat  untuk  kulit.
Kandungan dalam daun mint akan merangsang tumbuhnya sel kulit
baru yang akan menggantikan sel-sel kulit yang rusak akibat scabies.
Tumbuk  daun  mint  secukupnya  kemudian  oleskan  pada  bekas
scabies,  lakukan  secara  rutin  2-3  kali  sehari  dan  secara  perlahan
bekas luka akan tersamarkan.
2. Lidah  Buaya kaya  akan  asam amino  dan  lignin  yang  bermanfaat
untuk  merangsang  pertumbuhan  sel  kulit  dan   melembabkan  kulit.
Oleskan gel lidah buaya secara rutin 2-3 kali sehari sampai bekas luka
anda tersamarkan.
3. Madu memiliki   banyak  manfaat  bagi  kesehatan,  madu  mampu
membantu  proses  regenerasi  sel  kulit,  mendinginkan,  meringankan
nyeri  dan   menghilangkan  bekas  luka.  Oleskan  madu pada  bekas
scabies dan diamkan selama 15-20 menit, lakukan secara secara rutin
2-3 kali sehari akan membantu menyamarkan bekas scabies anda.
4. Mentimun,  kandungan  silika  dalam  mentimun  dapat  meningkatkan
produksi kolagen dan  mencegah keriput. Banyak produk perawatan
kulit memakai  mentimun sebagai bahan utama, baik dipakai 
untuk  mengencangkan  kulit,mencegah  keriput,  mengatasi  bekas
jerawat,  bahkan  menyamarkan  bekas  luka.  untuk  menyamarkan
bekas
III.5 Pengobatan untuk gatal-gatal
Pengobatan sendiri diarahkan hanya terhadap penanggulangan
keluhan gatal tanpa mempengaruhi sebab-sebanya. Untuk maksud ini
biasanya  dipakai  obat-obat sebagai berikut : 
1.  Antigatal.  Biasanya  dalam  bentuk  sediaan  cairan  kocok,  yang
mengandung  mentol,  kamper  atau  fenol.  Obat-obat  ini  biasanya
tercampur  dengan  sengoksida  atau  kalamin  dengan  daya
mengerutkan.  Sediaan  ini  berefek  menyejukkan  sebab  adanya
penguapan air dari permukaan kulit. 
2.  Antihistamin.  Untuk  gatal  di  banyak  tempat  sekaligus  dari  tubuh
sebaiknya dipakai  dalam bentuk tablet sebab lebih praktis dan
efektif. Obat-obat yang tersedia bebas yaitu  klorfeniramin.
3.  Kortikoid.  Untuk  gangguan  gatal  yang  lebih  parah  dapat
memakai   kortikoid.  sebab   efek  sampingnya  pemakaian 
kortikoid dibatasi hanya untuk gatal-gatal yang parah seperti ekzim.
Dapat  dipakai  krem hidrokortison asetat  1% dan hidrokortison
butirat 0,1 %
No Nama
Obat
Indikasi Komposisi Dosis Bentuk
sediaan
1. Caldine
lotion Mengurangi  gatal
sebab   biang
keringat,
biduran/kaligata,gigi
tan serangga, udara
panas,  terbakar
ringan  akibat  sinar
matahari.  Juga
sebagai  antiseptik
kulit,  astringensia
dan anti alergi
Asam glikolat 
8%
bersihkan
bagian kulit
yang  gatal,
lalu
oleskan  2-
4  x  sehari.
Sebaiknya
dipakai 
sehabis
mandi  dan
sore.
cair
2. Bedak
yekacil
(Obat
bebas)
Pengobatan  biang
keringat,gatal
sebab   udara
panas,sebagai
antiseptik  pada
kulit,gatal  sebab 
gigitan  serangga,
gatal  sebab 
pakaian basah.
Asam  salisilat
1%, balsem per
0,5%,  kamfer
0,5%,  menthol
0,5%,  seng
oksida 0,5%
Gosokkan
3-4  kali
sehari
pada  kulit
yang gatal.
bedak
3. Citotillin
(Obat
bebas)
Gatal,kudis,kutu
air,panu,kadas
Zn-oksida
12,5%,  kamfer
0,625%,asam
benzoat 3%
Oleskan
pada
tempat
yang  sakit
beberapa
sekali.
cair
4. Herocyn
(Obat
bebas)
Gatal-gatal  dan
biang keringat
Balsem  peru
2%, seng oksida
3,5%,  belerang
endap  1,42%,
asam  salisilat
0,8%,  kamfer
0,31%,  menol
0,47%  ,  talk
Beberapa
kali  sehari,
taburkan
pada
tempat
yang  sakit
sesudah 
dibersihkan
bedak
38
100%
5. Neo
ultracyn
(Obat
bebas
terbatas)
Biang  keringat
gatal,mencegah
kulit lecet
Klorfenesin  5
mg/g
2-3  kali
sehari
sehabis
mandi
bedak
6 Hydroco
rtisone Menekan reaksi
radang  pada  kulit
yang  bukan
disebabkan  infeksi
seperti:  eksema,
dermatitis  alergi,
dermatitis  seboreik,
intertrigo,  ruam
"popok"  pada  bayi,
pruritus  yang  tidak
dapat  diatasi
dengan cara lain
Hidrokortison
asetat 25 mg 
Dioleskan
tipis  pada
kulit  2  -  3
kali sehari. 
krim
Pengobatan dengan herbal 
1. Daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa)
Kandungan  kimia.  Daun  mahkota  dewa  mengandung
antihistamin,  alkoloid,  saponin  dan  polifenol  (lignan).  Kulit  buah
mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid.
Alkaloid berfungsi sebagai detoksifikasi yang dapat menetralisir
racun-racun di dalam tubuh. Polifenol, berfungsi sebagai anti-histamin
(anti-alergi).
Saponin,  menjadi  sumber  anti-bakteri  dan  anti-virus,
meningkatkan  sistem  kekebalan  tubuh,  meningkatkan  vitalitas,
39
mengurangi  kadar  gula  dalam  darah,  mengurangi  penggumpalan
darah.
Flavanoid, melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan
mencegah  terjadinya  penyumbatan  pada  pembuluh  darah,
mengurangi  kandungan  kolesterol  dan   mengurangi  penumbunan
lemak  pada  dinding  pembuluh  darah, mengurangi  kadar  resiko
penyakit  jantung  koroner,  mengandung  anti-inflamasi  (anti-radang),
berfungsi sebagai anti-oksidan, membantu mengurangi rasa sakit jika
terjadi pendarahan atau pembengkakan.
Bagian  yang  dipakai .  Bagian  tanaman  yang  dipakai 
sebagai obat yaitu  daun, daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit
buah bisa dipakai  segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan
daging buah dipakai  sesudah  dikeringkan.
Indikasi:  Kulit buah dan daging buah dipakai  untuk disentri,
psoriasis,  dan  jerawat.  Sedangkan  daun  dan  biji  dipakai   untuk
pengobatan penyakit kulit, seperti eksim dan gatal-gatal.
Cara  pemakaian.  Caranya  ambil  beberapa  lembar  daun
mahkota  dewa  yang  masih  segar,  cuci  sampai  bersih,  kemudian
tumbuk atau giling sampai halus dan lumat lalu balurkan pada bagian
tubuh yang gatal.
2. Kulit batang bunga kamboja (Plumeria acuminate)
Cara mengolahnya yaitu ambil kulit batang kamboja secukup
cuci  sampai  bersih  kemudian  tumbuk  sampai  halus,  kemudian
balurkan pada bagian tubuh yang gatal.
3. Daun Trengguli (Cassia fistula L.).
Kandungan Kimia :  saponin, tanin, gom, gula, hidroksimetil,
asam sitrat, asam hidrisianik, pektin..
Cara  pemakaian:   Hancurkan daun trengguli  muda,  gosokkan
pada bagian yang terserang hingga bebas dari gatal-gatal. 
4. Buah dan biji srikaya (Annona squamosa) mentah.
Kandungan Kimia : Biji mengandung senyawa poliketida dan
suatu  senyawa  turunan  bistetrahidrofuran;  asetogenin
(skuamostatin C, D, anonain, anonasin A,  bulatasin,  bulatasinon,
skuamon,  ncoanonin  B,  neo  desasetilurarisin,  neo  retikulasin  A,
skuamosten  A,  asmisin,  skuamosin,  sanonasin,  anonastatin,
neoanonin).  Juga  ditemukan,  asam  lemak,  asam  amino  dan
protein. Komposisi asam lemak penyusun minyak lemak biji srikaya
terdiri  dari  metil  palmitat,  metil  stearat,  metil  linoleat.  Daun
mengandung  alkaloid  tetrahidro  isokuinolin,  p-hidroksibenzil-6,7-
dihidroksi-1,2,3,4-tetrahidroisokinolin (demetilkoklaurin=higenamin).
Bunga  mengandung  asam  kaur-1,6-ene-1,9-oat  diinformasikan
sebagai kornponen aktif bunga srikaya. Buah muda mengandung
tanin.
41
Cara  pemakaian:   Tumbuk  dan  peras  srikaya  mentah  (1
buah) bubuhkan sarinya pada gigitan nyamuk, 3 x sehari  hingga
gatalnya hilang. 
5. Daun salam (S. polyanthum) 
Kandungan Kimia: Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral 
dan eugenol, tanin dan flavonoida.
cara pemakaian:  yaitu ambil daun salam yang masih segar,
cuci  sampai  halus,  kemudian lumatkan baru kemudian balurkan
pada tubuh yang  gatal  selain  dengan cara  dilumatkan digosok-
gosok pada kulit yang gatal. 
6. Daun cocor bebek (kalanchoe pinnata). 
Kandungan  Kimia  :  Asam  malat,  Damar,  Zat  lendir,
Magnesium malat, Kalsium oksalat, Asam Formiat, dan Tanin.
Cara  Pemakaian  :  Tumbuk  dan  peras  5-10  lembar
daun,gosokkan pada gigitan yang gatal 3 x sehari. 
Pengobatan tradisional yang ada di pasaran
 Minyak kayu putih
Komposisi ; cajuput oil 100%
42
Indikasi  ;membantu  sakit  perut,perut  kembung,rasa
mual dangatal-gatal gigitan serangga/ nyamuk
Aturan pakai ; dioleskan dibagian yang sakit
 Al biruni herbanisa 
Aturan pakai ; 3 x 1-2 kapsul sehari
 Minyak Cap tawon
Komposisi ; Jintan Hitam (Nigella sativae Semen) ,Temu Putih
(Curcuma  Xedoaria  Rhizoma)  Kandungan  kimia
cineole,  camphane,  zingiberene,  borneol,  camphor,
curcumin  dan  resin  dan   curcuminoid
dancurdione.sirih,dan teki
Kegunaan  ;  Membantu mengatasi keputihan,Mengurangi nyeri
haid,  melancarkan  /  menormalkan  haid,
Membersihkan  /  mengecilkan  rahim,Mengurangi
gatal-gatal/sekresi pada daerah kewanitaan
Komposisi  : Minyak Kelapa.. Minyak kayu putih, cengkeh, daun lada, 
jahe, kunyit dan bawang.Minyak atsiri 
Khasiat Manfaat Minyak Tawon :
-Mengobati kulit yang terkena minyak panas, kulit yang terluka/lecet atau 
kulit yang terkena pisau.
-Mempercepat penyembuhan lebam akibat benturan benda tumpul.
-Meredakan nyeri, sakit kepala, batuk, gatal akibat gigitan serangga.
-Mengobati sakit gigi dan sariawan
-Sakit urat & tulang, bisul, pusing, kudis, panu, muntah-muntah, pegal-
pegal, rematik, masuk angin, sakit perut, sesak napas, dll.
Cara pemakaian : digosok pada daerah yang sakit atau gatal
Pengobatan non farmakologi
   Jangan digaruk 
sebisa  mungkin  hindrai  garkan  yang  berlebihan  apalagi
memakai  kuku panjang. Garukan akana membuat kulit  menjadi
lecet akibatnya memperparah kondisi  kulit  yang terlihat bahkan bisa
memicu  infeksi. Boleh menggaruk asal dengan lembut dan tidak
menerus intinya jangan sampai lecet
   Terapi cahaya
Fototerapi akan menyinari kulit anda dengan sinar ultraviolet 
yang panjang gelombang tertentu. Biasanya dibutuhkn beberapa sesi 
penyinaran sampai gatal terkendali
III.6 Pengobatan untuk jerawat 
Terapi non-farmakologi untuk jerawat
1. Membersihkan permukaan kulit dengan sabun dan air akan memberi 
efek  yang  kecil  terhadap  penyembuhan  akne,  sebab  hal  ini 
memberi  efek minimum terhadap folikel
2. Menggosok kulit (scrubbing) atau mencuci wajah secara berlebihan tidak
perlu  dilakukan  sebab  tidak  membuka  atau  membersihkan  pori  dan
mungkin berdampak pada iritasi kulit
3. pemakaian  zat  pembersih  yang lembut  dan yang  tidak memicu 
kering  penting  diperhatikan  untuk  menghindari  iritasi  dan  kulit  kering
selama terapi akne
Pada kasus jerawat yang meradang pada wajah walaupun dalam
jumlah  sedikit  maka  dikategorikan  jerawat  yang  parah  sebab   kondisi
jerawat ini  telah iritasi,  yang salah satu sebabnya yang  penderita
jerawat  sering  menggaruk  atau  memijat  dengan  kasar  pada
jerawatnya.Bila hal ini terjadi maka sebaiknya konsultasi ke dokter, agar
ditangani khusus, sesudah  itu bisa dilanjutkan swamedikasinya. 
Pengobatan memakai  Obat Sintesis
Obat-obat yang dipakai  untuk pengobatan jerawat :
Bahan  iritan:  bekerja  dengan  cara  mengelupas  kulit  (peeling)  atau
mengeringkan  jerawat  dan  mempercepat  regresi  lesi  yang  meradang
sehingga  dapat  mempercepat  hilangnya  mediator  radang  dan  bahan
toksik. Contoh zat ini yaitu  Sulfur, resorsinol dan asam salisilat. 
45
Tretionin: Bekerja dengan mencegah sel-sel tanduk melekat satu sama
lain  dengan  menghambat  pembentukan  tonofilamen  dan  mengurangi
ikatan antara  sel-sel  keratin,  mempercepat  pergantian  sel  epitel  folikel,
dan  bersifat  counter  iritan  sebab   memnyebabkan  vaskularisasi
bertambah dan membantu resorbsi papula dan nodul yang sukar hilang. 
Benzoil  peroksida:  Zat  ini  tidak  hanya  membunuh  bakteri,  melainkan
juga  memicu   deskuamasi  dan  mencegah  timbulnya  gumpalan  di
dalam folikel.
Retinolda, dapat menormalisasi proses sel tanduk, melarutkan sumbatan-
sumbatan  karaktin  dan  juga  mengurangi  produksi  sebum,  sehingga
pembentukan komedo baru dapat dihindari.
Antibakteri  topikal:  Mengurangi  populasi  C.  acnes dan  hasil
metabolismenya  seperti  lipase  dan  porfirin.  Contoh  antimikroba  topikal
yang  sering  dipakai   yaitu :  Klindamisin  1%,  Eritromisin  2%,  dan
Tetrasiklin 0,5-5% 
Antibiotika oral:
Tetrasiklin,  efektif  terhadap  C.  acnes,  dapat  menghambat  lipase
ekstraseluler  yang  dikeluarkan  bakteri  dan  terkonsentrasi  pada  tempat
peradangan.Dosis yang dipakai  yaitu  1 g/hari sebelum makan.
Eritromisin, obat pilihan untuk penderita yang sensitif terhadap tetrasiklin
atau  wanita  hamil.memiliki   sifat  bakterisid  terhadap  C.  acnes  dan
biasanya dipakai  dengan dosis sebesar 1 g/hari.
Obat hormon
Antiandrogen,  hormon  ini  dapat  mencegah  kelenjar  palit  mengadakan
reaksi  terhadap  testosteron.Siproteron  asetat  bersama-sama  estrogen
hanya  dipakai   pada  wanita  dengan  akne  dan  sebore  hebat,  akne
papulo pustular yang resisten, dan akne konglobata yang refrakter.
Kotikosteroid  intralesi  berguna untuk lesi  nodulo kistik  besar  dan sinus
pada  akne  konglobata.Cepat  dapat  mengurangi  peradangan  dan
46
mencegah  timbulnya  sikatriks.  Dipakai  larutan  dengan  konsentrasi  2,5
mg/ml dan pemberian dapat diulangi tiap 1-2 minggu. 
Obat swamedikasi acne (Jerawat)
   Aza 20 Cream (Produsen :Pharmacore Labs)
   Komposisi  :  Tiap  gram  krim  mengandung  Azelaic
acid 200 mg
   Indikasi :  Untuk  pengobatan topikal  pada  akne
vulgaris ringan sampai sedang
   Cara kerja obat :  azelaic  acid  bekerja  dengan  cara
menginhibisi  sintesis  protein  pada  sel
bakteri menurunkan pembentukan mikro
komedo  pada  akne  dan  menormalkan
proses keratinisasi.
Kontra indikasi :  pasien  dengan  riwayat  hipersensitif
terhadap azelaic azid
Dosis & Pemakaian :  dipakai   sesudah   kulit  dibersihkan
dengan krim/ lotion pembersih. Oleskan
aza  20  cream  pada  bagian  kulit  yang
bermasalah  2  kali  sehari  (pagi  dan
sore).  Apabila  terjadi  iritasi,  pemberian
harus  dikurangi  menjadi  sekali  sehari
47
sampai  iritasi  hilang  atau  pengobaan
dihentikan  untuk  sementara.  Pada
biasanya  sesudah  memakai  secara
teratur, terjadi perbaikan nyata kira-kira
4 minggu. Apabila hasil yang diharapkan
sudah  tercapai,  dianjurkan  untuk  tetap
memakai  krim secara teratur untuk
mendapatkan  hasil  terbaik  selama
beberapa bulan,  tetapi  sebaiknya  tidak
lebih dari 6 bulan.
Efek samping :  aza  20  cream  biasanya   dapat
ditoleransi dengan baik. Iritasi lokal pada
kulit  kadang-kadang  terjadi,  tetapi
biasanya  ringan dan besifat sementara.
Efek  samping  yang  biasanya   terjadi
seperti  pruritis  perasaan  terbakar,
eritema, rash, iritasi, dermatitis.
Peringatan dan perhatian : - hanya untuk pemakaian luar
- Hati-  hati  jangan  mengenai  mata.
Apabila  terjadi  harus  segera  dibilas
dengan air
- Hindari  pemakaian  obat  ini  selama
masa kehamilan dan laktasi
- Pemberian  pada  wanita  hanya  bila
sangat dibutuhkan.
Kemasan & no. Reg :  Tube  netto  10  gram,  DKL
0535801029A1
   Benzolac  5%  (Produsen:  PT.  Surya  Dermato  medica
laboratories)
48
Komposisi  : Benzoil peroksida 5% dalam dasar gel.
Indikasi  : membantu pengobatan jerawat
Daya kerja  :  Lokal  pada  kulit  sebagai  obat  jerawat
berdasarkan  sifat  yang  dimiliki  yaitu
menurunkan  konsentrasi  asam  lemak  bebas
dalam sebum. Bersifat  anti  mikroba terhadap
propionibacterium  acnes  dan  bersifat
keratolitik.
Aturan pakai :  -  Cucilaah muka dengan seksama. Cobalah
tes  terhadap  kulit.  Oleskan  gel  ini  dengan
ujung jari pada bagian yang berjerawat pada 3
hari pertama.
- Terjadi reaksi dan gangguan, gunakan 1-2 kali
sehari  dengan  cara  mengoleskan  krim  tipis-
tipis  dan  hati-hati  pada  berjerawat  dan
sekitarnya.  Hidarkan  pemakaian  yang
berlebihan.
-  Bila  terjadi  kekeringan  atau  kulit  yang
terkelupas,  dosis  dikurangi  menjadi  1  kali
sehari atau 2 kal sehari.
Efek samping :  -  Dermatitis  atau kontak alergi  telah  pada
pengobatan benzoil peroksida secara topikal.
- Iritasi lokal (kerap terjadi reaksi hebat
pada beberapa orang)
49
Kemasan & No. Reg : Tube Plastik 5 gr, DTL 9028600828A1
 
   Bioacne®Cream  (Produsen: Ikapharmindo)
Golongan  : Obat bebas
Komposisi       :  Setiap gram BIOACNE mengandung
Sulfur  50mg,    Resorcinol  5mg,  dan
Cetrimide 5mg dalam dasar  krim yang
cocok.
Indikasi :  Bioacne  membantu  mencegah  dan
menghilangkan  jerawat.  Kombinasi
sulfur,  Resorcinol,  dan  Cetrimide
memiliki   kemampuan  anti  bakteri,
terutama terhadap bakteri  yang terlibat
dalam  pembentukan  jerawat
(propionibacterium  acnes)  dan   daya
keratolitik yang optimal.
Cara pemakaian :  sesudah   kulit  dibersihkan,  oleskan
Bioacne tipis saja pada jerawat dua atau
tiga  kali  sehari,  pagi,  siang,  malam
secara teratur
50
Kontra Indikasi  :  Kepekaan  terhadap  salah  satu
komponen krim ini.
Peringatan  : Jangan dipakai  pada luka lecet.
Penyimpanan : Simpan di tempat sejuk.
Acne dengan peradangan sedang dan banyak komedo lebih efektif
diobati dengan benzoylperoksida (gel 2,5 % benzolac) yang pada
permulaan harus dioleskan dengan hati-hati 1x sehari berhubung
sifat iritasinya kulit.
Sediaannya :
   Acne  Feldin®Lotion  (PT.  Galenium  Pharmasia
Laboratories)
Golongan : Obat bebas 
Deskripsi : Sulfur endap, Champor 1%.
Indikasi : Acne vulgaris.
Dosis : Oleskan 2 kali sehari pada kulit 
berjerawat yang telah dibersihkan, atau 
menurut petunjuk dokter.
51
   Verile® Gel (Produsen: PT Medikon Prima)
Golongan : Obat Bebas.
Kemasan : Gel 10 gram. 
Komposisi         :  Triclosan 0,1%, Boric acid 1%, Asam
Salisilat  0,5%, Resorsinol 2%, Allantoin
0,1%, Alcohol 25%.
Dosis :  2-3  kali  sehari  pada  kulit  berjerawat
yang telah dibersihkan. 
Kelebihan Verile Acne Gel :
 Membantu membersihkan kulit dari minyak;
 Membasmi  bakteri  &  jamur  pemicu   jerawat,  dengan
mantap; & tuntas
 Membantu penyembuhan luka jerawat;
 memberi  rasa sejuk pada jerawat yang meradang;
 Cepat menghilangkan gejala yang menyertai jerawat seperti
rasa gatal, merah dan lecet;
 Tidak mengiritasi kulit;
 Transparan  dan  bisa  dipakai   kapan  saja,  tidak  lengket
dan tidak berbekas;
Pengobatan memakai  Obat Tradisional
   Kaplet Indah Warni (PT. Mustika Ratu Tbk.)

Indikasi : Untuk mengurangi jerawat dan gatal-gatal pada kulit
akibat pemakaian  kosmetik.
Kemasan  : Botol 30 kaplet 
Komposisi 
Tiap kaplet mengandung :
Temulawak (Curcumae Rhizoma)………500 mg
Biji buah Asam (Tamarindi Pulpa)……….2 mg
Dosis : Diminum 1 kaplet setiap hari.
   Kapsida bersih darah kembang
Indikasi :  Membersihkan  darah  yang  kotor,
mengobati  gatal-gatal,  koreng,  bisul,
53
jerawat  memperbaiki  peredaran  darah
dan memperbaiki pencernaan makanan.
Cara Pemakaian :Minumlah secara teratur  sehari  3  kali,
tiap  minum  2  kapsul  sebelum  makan
dan menjelang tidur malam. 
Kemasan :Botol  plastik isi  12 kapsul  @ 300 mg.
Kapsul  berwarna  orange-orange
bertuliskan KEMBANG BULAN
Pengobatan dari herbal :
Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) 
Kandungan Kimia
Buah  mengandung  alkaloid  solanin,  saponin,  asam  folat,  asam  malat,
asam sitrat, bioflavonoid (termasuk rutin), protein, lemak, gula (glukosa,
fruktosa), adenin, trigonelin, kholin, tomatin, mineral (Ca, Mg, P, K, Na, Fe,
sulfur, klorin), vitamin (B1, B2, B6, C, E, likopen, niasin); dan histamin.
Manfaat Tanaman
  Lycopene pada tomat  berkhasiat  membantu mencegah
kerusakan sel  yang dapat  mengakibatkan kanker  leher
rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas.
  Mengobati jerawat 
  Menghaluskan dan mencerahkan kulit 
  Membantu menurunkan resiko gangguan jantung. 
  Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan. 
  Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher
rahim, payudara dan endometrium. 
  Memperlambat penurunan fungsi mata sebab  pengaruh
usia (age-related macular degeneration). 
  Mengurangi resiko radang usus buntu. 
  Membantu  menjaga  kesehatan  organ  hati,  ginjal,  dan
mencegah kesulitan buang air besar. 
  Mengobati diare. 
  Meningkatkan jumlah sperma pada pria. 
  Memulihkan fungsi lever. 
  Mengatasi kegemukan.
Cara pemakaian
Bahan               : Buah Tomat masak 1 buah
Cara pembuatan : Buah tomat dipotong rata-rata
Cara pemakaian : Gosokkan pada wajah yang berjerawat selama 2 – 3
kali sehari.
Buah Mentimun (Cucumis sativus L)
  
Kandungan kimia
Mentimun  mengandung  zat-zat  saponin  (yang  berfungsi  mengeluarkan
lendir), protein, Fe atau zat besi, sulfur, lemak , kalsium, Vitamin A, B1 dan
juga  C.  Jika  memakai  pendekatan  matematis,  maka  dalam  100  gram
mentimun ada  0,7 gram protein,  12 kkl  kalori,  0,1 gram lemak, 21
miligram fosfor, 0,3 miligram Fe, 0,3 karbohidrat, 8,0 vitamin C, dan 0,3
miligram Vitamin A dan juga vitamin B1. Berbagai zat ini bersifat porgonik
yang disinyalir mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.
Manfaat tanaman
Mentimun  bermanfaat  sebagai  tekanan  darah  tinggi,  sariawan,
membersihkan ginjal, demam, jerawat, untuk obat haid yang tidak teratur.
Cara pemakaian
Bahan    : Buah mentimun muda 1 buah
Cara pembuatan : Buah mentimun dipotong rata-rata 3 cm x 3cm
Cara pemakaian : Gosokkan pada wajah yang berjerawat selama 2 – 3
kali sehari.
Meniran (Phylantus urinariaLinn.)
Kandungan kimia
Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan meniran: zat filantin-
kalium-mineral-damar zat penyamak.
Manfaat tanaman
Sakit kuning, malaria, demam, ayan, batuk, haid lebih, disentri luka bakar,
luka goreng dan jerawat.
56
Cara pemakaian
Bahan : 7 Bagian tanaman meniran
Bahn tambahan  : 1 rimpang umbi kunyit (4 cm)
Cara  pembuatan  :seluruh  bahan  dicuci  sampai  bersih  dan  ditumbuk
sampai  halus,  kemudian  direbus  dengan  2  gelas  air  sampai  mendidih
hingga tinggal 1 gelas.
Cara pemakaian : disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur
setiap hari.
Temulawak (Curcuma xanthorriza)
Kandungan kimia : 
Fellandrean  dan  turmerol  (minyak  menguap). minyak  atsiri,  kamfer,
glukosida, foluymetik karbinol. kurkumin bermanfaat sebagai acnevulgaris.
Cara pemakaian  : 
Temulawak 5 iris, daun mimba 7 lembar, dan pegagan 30 gram. Semua
bahan direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa menjadi 2 gelas. Hasil
rebusan ini  diminum 2 kali sehari masing-masing 2 gelas. Selama
proses  penyembuhan,  penderita  jerawat,  hindari  mengkonsumsi
makanan berlemak, minyak hewani, santan, otak, telur, kacang tanah,
jeroan dan makanan pedas. 
 Daun sirih (Piper betle)
Kandungan kimia : 
Minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol,
allylprokatekol,  karvacrok,  eugenol,  p-cymene,
cineole,  caryofelen,  kadimen  estragol,
terpenena, fenil propada, dan tanin
Cara pemakaian  :
daun sirih sebanyak 5-10 lembar, kemudian direbus dengan 2 gelas air
dalam wadah tertutup. sesudah  mendidih, angkat dan diamkan hingga
hangat-hangat  kuku.  Ramuan  ini  gunakan  untuk  mencuci  muka
berjerawat,  sebaiknya  dilakukan  secara  rutin  menjelang  tidur  dan
sehabis bepergian.
Lidah buaya (Aloe vera) 
Kandungan kimia : 
Aloin,  barbaloin,  isobarbaloin,  aloe-emodin,
aloenin, dan aloesin.
Cara pemakaian  : 
Setengah siung bawang putih, seruas jari kunyit  dan sebutir kentang
ukuran  sedang  tambah  mentimun  dan  lidah  buaya.  Semua  bahan
dihaluskan dan dicampur hingga rata. Ramuan ini dioleskan ke seluruh
permukaan kulit berjerawat sebagai masker, biarkan selama 30 menit,
kemudian bilas dengan air hangat, disusul dengan air dingin.
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
Kandungan kimia : 
Asam  sitrat,  kalsium,  magnesium,  vitamin  C,
bioflavonoid,  pektin  dan  limonin  yang  berefek
pada kekebalan tubuh dan antiinfeksi. Vitamin C
berkhasiat menjadikan kulit wajah Anda tampak
cantik.
Cara pemakaian  : 
Sebuah  jeruk  nipis  diperas  dan  sebuah  mentimun  atau  bengkuang,
dihaluskan dan diperas diambil airnya, kemudian campurkan. Oleskan
campuran bahan ke seluruh permukaan kulit  wajah sebagai  masker,
biarkan selama 30 menit kemudian bilas dengan air hangat. Lakukan
secara  teratur  2  hari  sekali.  Jika  jerawat  terasa  perih,  pemakaian
dihentikan. 
Buah mengkudu (Morinda citrifolia)
Kandungan kimia : 
Xeronine,  plant  sterois,alizarin,  lycine,  sosium,
caprylic  acid,  arginine,  proxeronine,  antra
quinines,  trace  elemens,  phenylalanine,  dan
magnesium
Cara pemakaian  : 
Buah mengkudu 2 buah dan 2 ruas jari gula batu dihaluskan (diblender)
dengan  segelas  air  (200  cc),  kemudian  saring  dan  rebus  hingga
mendidih.  Ramuan diminum saat masih hangat setiap pagi  satu jam
sebelum makan. Ramuan ini akan membersihkan darah kotor. Darah
kotor ini merupakan salah satu pemicu  terjadinya jerawat. 
Bunga melati (Jasminus sambac)
Kandungan :
livalylacetaat, benzyl, dan indol
Cara pemakaian  : 
Bunga  melati  sebanyak  20  kuntum,  2  jari
asam  jawa,  2  sdm  sari  jeruk  nipis  dan
belerang sebesar  kelereng,  dicampur dan ditumbuk halus,  kemudian
oleskan pada kulit wajah berjerawat pada pagi dan malam hari sebelum
tidur Ramuan ini dapat memicu  jerawat mengempis.
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Kandungan kimia : 
Saponin,  tanin,  glucoside,  calsium  oksalat,
sulfur, asam format, tanin, peroksidase, kalium
sitrat.
Cara pemakaian  : 
Belimbing  wuluh  5  buah dan  air  garam secukupnya  ditumbuk halus
kemudian airnya dioleskan pada kulit yang berjerawat dua kali sehari
pada pagi dan malam hari sebelum tidur. 
Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)
Kandungan : 
Alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol 
Cara pemakaian  : 
Buah mahkota dewa yang masih hijau diparut
dan hasil  parutannya  langsung ditempelkan
pada kulit wajah berjerawat sebagai masker

1. Tujuan  pengobatan  sendiri  yaitu   untuk  menanggulangi  secara
cepat dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis,
mengurangi  beban  pelayanan  kesehatan  pada  keterbatasan
sumber  daya  dan  tenaga,  dan   meningkatkan  keterjangkauan
warga  yang jauh dari pelayanan kesehatan
2. Kulit yaitu  organ yang terletak paling luar dan membatasinya dari
lingkungan hidup manusia. Kulit merupakan organ yang esensial dan
vital  dan  merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga
sangat kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi pada keadaan iklim,
umur, jenis kelamin, ras, dan juga bergantung pada lokasi tubuh.
3. Akne  yaitu   penyakit  kulit  yang  terjadi  akibat  peradangan
menahun  folikel  polisebasea  yang  ditandai  dengan  adanya
komedo,  papula,  pustula,  nodus,  dan  kista  pada  tempat
predileksinya seperti di wajah, punggung, dan lengan atas.
4. Gatal  merupakan  suatu  gejala  yang  timbul  akibat  adanya  alergi
pada  permukaan  kulit  akibat  banyaknya  kontak  zat  alergen  dan
gigitan  nyamuk.  Gatal  (pruritus)  yaitu   suatu  perasaan  yang
secara  otomatis  menuntut  penggarukan.  Penggarukan  terus-
menerus  bisa  memicu   kemerahan  dan  goresan  pada  kulit
yang  selanjutnya  akan  memicu   bertambahnya  rasa  gatal.
memicu  terbentuknya jaringan parut dan penebalan kulit.