Desa Lonrong Kec. Eremerasa Kab. Bantaeng
D. Gejala Penyakit Dermatitis
E. Cara menghindari/mengurangi
terjadinya dermatitis.
bedak.
krim/salep 2-3 x/hari sebaiknya setelah mandi.
F. Pengobatan dan perawatan
Desa Lonrong Kec. Eremerasa Kab. Bantaeng
4. Statis dermatitis.
kronik vena atau hipertensi vena tungkai bawah.
5. Dermatitis Atopik
gatal, kulit menebal, dan pecah-pecah. Seringkali
muncul dilipatan siku atau belakang lutut. Dermatitis
memerah, dan gatal pada kulit.
A. Pengertian Dermatitis (gatal-gatal)
jamur.
menyebabkan dermatitis.
1. Dermatitis kontak
2. Neurodermatitis
3.Sebborheich dermatitis.
keadaan stress.
dengan tampilan fisik mereka. Selain itu, dampak penting dari segi ekonomi
diinduksi oleh paparan bahan iritan ekstrinsik dan bahan alergen. Dermatitis
dari 2% hingga 10%. DKAK disebabkan 80% oleh bahan iritan dan 20%
pustul, krusta, skuama, erosi yang disertai dengan rasa gatal dan nyeri. Lesi
kontak saja dan asimetris. DKI kronis ditandai dengan lesi difus atau lokal
pada area tubuh yang sering berkontak dengan bahan pemicu . DKA akut,
skuama. Lesi kulit awalnya asimetris dan terbatas pada area kontak, namun
penyakit kulit lain yang menyertai.
dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sampai saat ini belum ada data
Jambi. Oleh karena itu, peneliti tertarik meneliti karakteristik dermatitis
1. Menambah pemahaman mengenai karakteristik klinis dan faktor
2. Mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dipelajari tentang dermatitis
A : Nama Mba Siapa? Alamatnya dimana? No. Hp ? Punya riwayat alergi?
A : Setelah saya melihat pergelangan tangan Mba terlihat merah, kulit menebal, terdapat
P : Iya Mas, ketika rasa gatal saja, biasanya gatal nya lebih sering pada malam hari
P : Saya jarang mengganti spray, karna saya tinggalnya bersamaan bersama teman saya
A : Baik Mba, dari pergelangan tangan mba yang saya lihat, Hal tersebut kemngkinan
Dan untuk mengatasi keluhan tersebut, saya berikan salep 2-4 dan caladin tabur.
A : Salep 2-4 berguna untuk mengeringkan permukaan kulit yang gatal, dan mempercepat
pengelupasan kulit. Bedak caladin berfungsi mengurangi gatal yang mba alami.
A : Salep 2-4 dioleskan tipis setelah cuci tangan, kemudian taburkan caladin setelah salep
mengering. Olesakan salep 2-4 sehari 3-4 kali, jika dalam 3-4 hari tidak ada perbaikan
P : Salep 2-4 dioleskan tipis setelah cuci tangan, kemudian taburkan caladin setelah salep
mengering. Olesakan salep 2-4 sehari 3-4 kali, jika dalam 3-4 hari tidak ada perbaikan
A : Saya kira Mba sudah faham dengan penjelasan Saya, Obatnya dapat di tebus di kasir
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENANGANAN HIPERTENSI PADA PASIEN HEMODIALISA
RUANG HEMODIALISA
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat Praktik Klinik Keperawatan Hemodialisa
Disusun Oleh :
EASTKA ALAAIKA R
16.015
III-A
AKADEMI KEPERAWATAN RUMAH SAKIT DUSTIRA
CIMAHI
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Pokok Pembahasan : Penangan gatal pada pasien hemodialisa
Hari / Tanggal : Rabu, 21 November 2018
Pokok bahasan : Pengertian
Sasaran : Pasien dan Keluarga
Waktu : 15 menit
Tempat : Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Dustira
Penyuluh : Eastka Alaaika
A. TUJUAN PEMBELAJARAN/PENYULUHAN
I. Tujuan Umum
Setelah kegiatan penyuluhan, pasien diharapkan dapat memahami
Pengertian Pengertian Pruritus, Mengetahui Penyebab Pruritus,
Mengetahui Cara penaganan Pruritus.
II. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 1x15 menit, maka diharapkan
pasien dan keluarga pasien dapat :
a. Mengetahui Pengertian Pruritus
b. Mengetahui Penyebab Pruritus
c. Mengetahui Cara penaganan Pruritus
III. Materi
Materi penyuluhan yang akan disampaikan meliputi :
d. Pengertian Pruritus
e. Penyebab Pruritus
f. Cara penaganan Pruritus
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. MATERI
a. Pengertian
Pruritus atau rasa gatal adalah sensasi kulit yang iritatif dan ditandai oleh rasa
gatal, serta menimbulkan rangsangan untuk menggaruk. Reseptor rasa gatal tidak
bermielin, mempunyai ujung saraf mirip sikat (penicillate) yang hanya ditemukan
pada kulit, membran mukosa dan kornea.
Pruritus merupakan keluhan yang paling sering terjadi pada pasien
hemodialisis. Hampir 60-80% pasien yang menjalani dialisis (baik hemodialisis
maupun dialisis peritoneal) mengeluhkan pruritus.1-6 Pruritus didefinisikan
sebagai rasa gatal setidaknya 3 periode dalam waktu 2 minggu yang menimbulkan
gangguan, atau rasa gatal yang terjadi lebih dari 6 bulan secara teratur.
b. Penyebab
Uremia merupakan penyebab metabolik pruritus yang paling sering.
Faktor yang mengeksaserbasi pruritus termasuk panas, waktu malam hari
(night time), kulit kering dan keringat. Penyebab pruritus pada penyakit
ginjal tidak jelas dan dapat multifaktorial. Sejumlah faktor diketahui
menyebabkan pruritus uremik namun etiologi spesifik pada umumnya
belum diketahui pasti. Beberapa kasus pruritus lebih berat selama atau
setelah dialisis dan dapat berupa reaksi alergi terhadap heparin,
eritropoietin, formaldehid, atau asetat. Pada pasien tersebut, penggunaan
gamma ray–sterilized dialiser, diskontinuasi penggunaan formaldehid,
mengganti cairan dialisat bikarbonat dan penggunaan dialisat rendah
kalsium dan magnesium dapat menghilangkan rasa gatal. Reaksi
eksematosa terhadap cairan antiseptik, sarung tangan karet atau komponen
jarum punksi, jarum punksi atau cellophane sebaiknya juga
dipertimbangkan.
c. Cara penanganan
Penangan pruritus sangat bergantung pada penyebab rasa gatal itu
sendiri. Terdapat beberapa cara untuk mengatasi rasa gatal sehingga
menimbulkan perasaan lega pada penderita, yaitu :
Pengobatan topikal:
a. Dinginkan kulit dengan kain basah atau air hangat.
b. Pemakaian emmolient yang teratur, terutama jika kulit kering.
c. Kortikosteroid topical sedang untuk periode waktu yang pendek.
d. Antihistamin topical sebaiknya tidak digunakan karena dapat
mensensitisasi kulit dan menimbulkan alergi dermatitis kontak.
Pengobatan dengan medikasi oral mungkin diperlukan, jika rasa gatal
cukup parah dan menyebabkan tidur terganggu. Antihistamin yang tidak
mengandung penenang memiliki antipruritus.
Selain itu pruritus dapat diterapi dengan:
a. Lakukan kompres dingin seperti es batu, bedak dingin yang mengandung
mentol, bila keluhan pruritus masih berlanjut, perlu pemeriksaan pruritus
akibat masalah sistemik.
b. Gunakan Alpha-Keri, Lubath (bath oil) yang mengandung surfaktan dan
membuat minyak bercampur dengan air rendaman untuk membersihkan
kulit.
c. Preparat kortikosteroid topikal bermanfaat sebagai obat anti-inflamasi
untuk mengurangi rasa gatal.
d. Antihistamin, seperti difenhidramin (Benadryl), efektif membuat tidur
nyenyak, sedangkan antihistamin nonsedasi seperti terfenadin (seldane)
baik untuk menghilangkan pruritus pada siang hari. Sementara
antihistamin trisiklik seperti doksepin (sinequen) untuk pruritus akibat
nueropsikogen.
Penyakit kulit di negara kita pada biasanya lebih banyak disebabkan
sebab infeksi bakteri, jamur, virus, dan sebab dasar alergi, berbeda
dengan negara Barat yang banyak dipengaruhi oleh faktor degeneratif.
Faktor lain penyakit kulit yaitu kebiasaan warga dan lingkungan
yang tidak bersih.
Timbulnya penyakit kulit yang diderita warga dan banyaknya
tayangan media yang menonjolkan produk terbaik sebagai sumber
informasi tentang obat, pengobatan dan pemakaiannya secara tepat
memotivasi warga untuk memilih pengobatan sendiri sebagai salah
satu cara untuk mengatasi keluhan keluhan yang ditimbulkan.
Tujuan pengobatan sendiri yaitu untuk menanggulangi secara cepat
dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis, mengurangi
beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan sumber daya dan tenaga,
dan meningkatkan keterjangkauan warga yang jauh dari pelayanan
kesehatan.Alasan pengobatan sendiri yaitu kepraktisan waktu,
kepercayaan pada obat tradisional, masalah privasi, biaya, jarak, dan
kepuasan terhadap pelayanan kesehatan.
Salah satu penyakit yang dapat diobati sendiri (swamedikasi) yaitu
Penyakit kulit, gatal-gatal dan jerawat. Penyakit ini yang umum dijumpai
pada kulit dan dapat menimpa semua orang. Berdasarkan hal ini
pada makalah ini akan dipaparkan sekilas tentang swamedikasi dari
penyakit kulit, gatal-gatal dan jerawat.
II.1. Anatomi Kulit
Kulit yaitu organ yang terletak paling luar dan membatasinya dari
lingkungan hidup manusia. Luas kulit orang dewasa sekitar 2 m2 dengan
berat kira-kira 16% berat badan. Kulit merupakan organ yang esensial dan
vital dan merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat
kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi pada keadaan iklim, umur, jenis
kelamin, ras, dan juga bergantung pada lokasi tubuh
Warna kulit berbeda-beda dari kulit yang berwarna terang, pirang
dan hitam, warna merah muda pada telapak kaki dan tangan bayi, dan
warna hitam kecoklatan pada genitalia orang dewasa
Demikian pula kulit bervariasi mengenai lembut, tipis dan tebalnya; kulit
yang elastis dan longgar ada pada palpebra, bibir dan preputium, kulit
yang tebal dan tegang ada di telapak kaki dan tangan dewasa. Kulit
yang tipis ada pada muka, yang berambut kasar ada pada kepala
Pembagian kulit secara garis besar tersusun atas tiga lapisan
utama yaitu lapisan epidermis atau kutikel, lapisan dermis, dan lapisan
subkutis. Tidak ada garis tegas yang memisahkan dermis dan subkutis,
subkutis ditandai dengan adanya jaringan ikat longgar dan adanya sel dan
jaringan lemak
II.1.1. Lapisan Epidermis
Lapisan epidermis terdiri atas stratum korneum, stratum lusidum,
stratum granulosum, stratum spinosum, dan stratum basale. Stratum
korneum yaitu lapisan kulit yang paling luar dan terdiri atas beberapa
lapisan sel-sel gepeng yang mati, tidak berinti, dan protoplasmanya telah
berubah menjadi keratin (zat tanduk). Stratum lusidum ada langsung
di bawah lapisan korneum, merupakan lapisan sel-sel gepeng tanpa inti
dengan protoplasma yang berubah menjadi protein yang disebut eleidin.
Lapisan ini tampak lebih jelas di telapak tangan dan kaki
Stratum granulosum merupakan 2 atau 3 lapis sel-sel gepeng
dengan sitoplasma berbutir kasar dan ada inti di antaranya. Butir-butir
kasar ini terdiri atas keratohialin. Stratum spinosum terdiri atas beberapa
lapis sel yang berbentuk poligonal yang besarnya berbeda-beda sebab
adanya proses mitosis. Protoplasmanya jernih sebab banyak
mengandung glikogen dan inti terletak ditengah-tengah. Sel-sel ini makin
dekat ke permukaan makin gepeng bentuknya. Di antara sel-sel stratum
spinosun ada jembatan-jembatan antar sel yang terdiri atas
protoplasma dan tonofibril atau keratin. Pelekatan antar jembatan-
jembatan ini membentuk penebalan bulat kecil yang disebut nodulus
Bizzozero. Di antara sel-sel spinosum ada pula sel Langerhans. Sel-
sel stratum spinosum mengandung banyak glikogen (Djuanda, 2003).
Stratum germinativum terdiri atas sel-sel berbentuk kubus yang
tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal berbasis seperti
pagar (palisade). Lapisan ini merupakan lapisan epidermis yang paling
bawah. Sel-sel basal ini mengalami mitosis dan berfungsi reproduktif.
Lapisan ini terdiri atas dua jenis sel yaitu sel-sel yang berbentuk kolumnar
dengan protoplasma basofilik inti lonjong dan besar, dihubungkan satu
dengan lain oleh jembatan antarsel dan sel pembentuk melanin atau clear
cell yang merupakan sel-sel berwarna muda dengan sitoplasma basofilik
dan inti gelap dan mengandung butir pigmen (melanosomes)
II.1.2. Lapisan Dermis
Lapisan yang terletak dibawah lapisan epidermis yaitu lapisan
dermis yang jauh lebih tebal dibandingkan epidermis. Lapisan ini terdiri atas
lapisan elastis dan fibrosa padat dengan elemen-elemen selular dan
folikel rambut. Secara garis besar dibagi menjadi 2 bagian yakni pars
papilare yaitu bagian yang menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut
saraf dan pembuluh darah dan pars retikulare yaitu bagian bawahnya
yang menonjol kearah subkutan, bagian ini terdiri atas serabut-serabut
penunjang misalnya serabut kolagen, elastin dan retikulin. Dasar lapisan
ini terdiri atas cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat, di
bagian ini ada pula fibroblast, membentuk ikatan yang mengandung
hidrksiprolin dan hidroksisilin. Kolagen muda bersifat lentur dengan
bertambah umur menjadi kurang larut sehingga makin stabil. Retikulin
mirip kolagen muda. Serabut elastin biasanya bergelombang, berbentuk
amorf dan mudah mengembang dan lebih elastis
II.1.3. Lapisan Subkutis
Lapisan subkutis yaitu kelanjutan dermis yang terdiri atas
jaringan ikat longgar berisi sel-sel lemak di dalamnya. Sel-sel lemak
merupakan sel bulat, besar, dengan inti terdesak ke pinggir sitoplasma
lemak yang bertambah. Sel-sel ini membentuk kelompok yang dipisahkan
satu dengan yang lain oleh trabekula yang fibrosa. Lapisan sel-sel lemak
disebut panikulus adipose, berfungsi sebagai cadangan makanan. Di
lapisan ini ada ujung-ujung saraf tepi, pembuluh darah, dan getah
bening. Tebal tipisnya jaringan lemak tidak sama bergantung pada
lokasinya. Di abdomen dapat mencapai ketebalan 3 cm, di daerah kelopak
mata dan penis sangat sedikit. Lapisan lemak ini juga merupakan
bantalan
II.1.4. Adneksa Kulit
Adneksa kulit terdiri atas kelenjar-kelenjar kulit, rambut dan kuku.
Kelenjar kulit ada di lapisan dermis, terdiri atas kelenjar keringat dan
kelenjar palit. Ada dua macam kelenjar keringat, yaitu kelenjar ekrin yang
kecil-kecil, terletak dangkal di dermis dengan sekret yang encer dan
kelenjar apokrin yang lebih besar, terletak lebih dalam dan sekretnya lebih
kental
Kelenjar enkrin telah dibentuk sempurna pada 28 minggu
kehamilan dan berfungsi 40 minggu sesudah kehamilan. Saluran kelenjar
ini berbentuk spiral dan bermuara langsung di permukaan kulit. ada
di seluruh permukaan kulit dan terbanyak di telapak tangan dan kaki, dahi,
dan aksila. Sekresi bergantung pada beberapa faktor dan dipengaruhi
oleh saraf kolinergik, faktor panas, dan emosional
Kelenjar apokrin dipengaruhi oleh saraf adrenergik, ada di
aksila, areola mame, pubis, labia minora, dan saluran telinga luar. Fungsi
apokrin pada manusia belum jelas, pada waktu lahir kecil, tetapi pada
pubertas mulai besar dan mengeluarkan sekret. Keringat mengandung air,
elektrolit, asam laktat, dan glukosa, biasanya pH sekitar 4-6,8
Kelenjar palit terletak di selruh permukaan kulit manusia kecuali di
telapak tangan dan kaki. Kelenjar palit disebut juga kelenjar holokrin
sebab tidak berlumen dan sekret kelenjar ini berasal dari dekomposisi
sel-sel kelenjar. Kelenjar palit biasanya ada di samping akar rambut
dan muaranya ada pada lumen akar rambut (folikel rambut). Sebum
mengandung trigliserida, asam lemak bebas, skualen, wax ester, dan
kolesterol. Sekresi dipengaruhi hormon androgen, pada anak-anak jumlah
kelenjar palit sedikit, pada pubertas menjadi lebih besar dan banyak dan
mulai berfungsi secara aktif
Kuku, yaitu bagian terminal stratum korneum yang menebal.
Bagian kuku yang terbenam dalam kulit jari disebut akar kuku, bagian
yang terbuka di atas dasar jaringan lunak kulit pada ujung jari dikenali
sebagai badan kuku, dan yang paling ujung yaitu bagian kuku yang
bebas. Kuku tumbuh dari akar kuku keluar dengan kecepatan tumbuh
kira-kira 1 mm per minggu. Sisi kuku agak mencekung membentuk alur
kuku. Kulit tipis yang yang menutupi kuku di bagian proksimal disebut
eponikium sedang kulit yang ditutupki bagian kuku bebas disebut
hiponikium
Kulit dan apendicesnya merupakan struktur kompleks yang
membentuk jaringan tubuh yang kuat dan keras. Fungsinya dapat
dipengaruhi oleh kerusakan terhadap struktur demikian juga oleh penyakit.
sebab ada banyak penyakit yang memengaruhi kulit maka hanya
yang paling sering ditemukan saja yang akan dibahas di sini.
Penyakit kulit dapat terjadi sebab berbagai faktor, mulai dari
sebab terkena virus, lingkungan yang terkontaminasi dan masih banyak
faktor-faktor lainnya. Berikut yaitu beberapa jenis penyakit kulit.
II.2. Bisul (Furunkel)
Bisul merupakan infeksi kulit berupa benjolan, tampak memerah,
yang akan membesar. Benjolan ini berisi nanah, dan terasa panas dan
berdenyut. Bisul bisa tumbuh di semua bagian tubuh. Namun lebih banyak
tumbuh pada bagian tubuh yang lembab, seperti, lipatan paha, sela
bokong, sekitar leher, ketiak, dan juga kepala.
Bisul merupakan salah satu penyakit kulit yang mengganggu. Rasa
nyeri yang luar biasa pada bagian yang diserang bisul mengakibatkan
terganggunya beberapa aktivitas. Penyakit kulit yang bernama bisul ini
disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri Stafilokus aureus pada kulit.
Penginfeksian oleh bakteri Stafilokus aureus ini biasanya masuk
melalui kelenjar minyak, rambut folikel, dan kelenjar keringat yang
kemudian mengakibatkan infeksi lokal.
Seperti yang terjadi pada penyakit kulit lainnya bahwa bisul juga
disebabkan oleh kurang bersihnya seseorang dalam menjaga
kebersihannya. Tidak hanya masalah kebersihan saja tetapi juga
disebab kan oleh pemakaian kosmetik yang terlalu lama dan proses
pembersihannya yang kurang rapi sehingga kosmetik menyumbat pori-
pori kulit. pemicu lainnya yang juga mampu mendatangkan penyakit
bisul pada kulit yaitu luka luar yang terbuka dan akhirnya terkena infeksi
bakteri Stafilokokus aureus. Selain itu juga disebabkan oleh terjadinya
pelemahan sebab diabetes.
Penyakit bisul memang sangat mengganggu sekali. Apalagi
penyakit kulit yang satu ini sering datang pada daerah-daerah yang sering
dipakai untuk aktivitas sehingga ketika dipakai untuk beraktivitas
maka rasa nyeri akan datang menyerang. Bisul memang biasa tumbuh
pada daerah yang sekitar kulit yang memiliki kelembapan yang tinggi
dibandingkan dengan daerah yang lainnya. Daerah kulit yang biasanya
dijadikan sarang tumbuhnya bisul yaitu pada lipatan paha, ketiak, leher,
kepala, dan paling banyak yaitu di sekitar bokong.
Penyakit bisul bisa dilihat dengan mata terbuka, biasanya berupa
benjolan yang terus membesar dan berwarna kemerahan. Mirip seperti
jerawat namun bisul berpuluh-puluh lipat besarnya jika dibandingkan
dengan jerawat. Benjolan yang diakibatkan oleh bisul ini berisikan
cairan nanah yang terasa panas dan berdenyut. Untuk mengobatinya
cukup dioleskan salep yang bisa dibeli di apotik terdekat. Pemakaian
salep dipakai agar bisul cepat membesar dan akhirnya mengeluarkan
nanah. Biasanya orang akan memencet bisul ini dengan tangah
hingga bisul benar-benar keluar semua nanahnya tinggal darah kotor saja.
Untuk pencegahan agar tidak terkena penyakit bisul amatlah
mudah caranya. Menjaga kebersihan diri dengan mandi yang bersih dan
memakai sabun dan menjaga juga kebersihan lingkungan maka
penyakit bisul yang menyiksa kulit akan mampu dihindari. Jangan lupa
juga untuk selalu menjaga asupan gizi yang cukup diperlukan oleh tubuh.
Bukankah badan yang sehat akan mampu menghindarkan diri dari
penyakit dan meningkatkan imunitas tubuh.
II.3 Kudis (Skabies)
Kudis yaitu pemicu kulit yang memicu gatal dan sangat
menular disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Kudis
disebabkan parasit tungau berkaki delapan kecil dengan ukuran hanya 1/3
milimeter dan liang ke dalam kulit untuk menghasilkan rasa gatal, yang
cenderung lebih buruk di malam hari. Tungau yang memicu
penyakit kulit kudis dapat dilihat dengan kaca pembesar atau mikroskop.
Tungau kudis merangkak tetapi tidak dapat terbang atau melompat.
Mereka bergerak pada suhu di bawah 20 derajat celcius, dan mereka
dapat bertahan hidup untuk waktu lama pada suhu ini . Maka dari itu
penting untuk menjaga kelembapan kulit dari serangan penyakit kudis.
Menurut catatan kutu kudis terjadi di seluruh dunia dan sangat umum
sebagai pemicu penyakit kulit. Diperkirakan bahwa di seluruh dunia,
sekitar 300 juta kasus terjadi setiap tahunnya.
Modus penularan penyakit kudis melalui kontak kulit dengan kulit.
Tungau Kudis sangat sensitif terhadap lingkungan mereka. Mereka hanya
bisa hidup dari tubuh host untuk 24-36 jam, transmisinya melibatkan
kontak orang ke orang. Kontak seksual fisik juga dapat menularkan
penyakit, bahkan hubungan seksual yaitu bentuk paling umum diakui
menjadi pemicu penularan di kalangan anak muda yang aktif seksual,
dan kudis telah dianggap menjadi penyakit menular seksual (PMS).
bentuk lain dari kontak fisik, seperti memeluk ibu mereka anak-anak,
cukup untuk menyebarkan tungau.
Menderita penyakit kulit seperti kudis dapat menjadi pengalaman
yang sangat buruk. Kudis disebabkan oleh kutu kudis. Penyakit ini
menempel di kulit menjadi kerak dan akan memicu lecet. Jika
dibiarkan tanpa ada penanganan dari dokter, dapat menyebar ke seluruh
tubuh. Kudis merupakan penyakit menular sebab dapat menyebar melalui
kulit ke kulit. Selain itu, kudis bisa diderita oleh semua orang tanpa
memandang jenis kelamin dan umur. Namun, penyakit ini lebih sering
menyerang anak-anak dan warga kurang mampu sebab masalah
sanitasi dan kebersihan.
Kudis disebabkan oleh Sarcoptes scabiei, tungau berkaki delapan
yang hidup di kulit manusia. Saat berada di kulit, rasa perih, bahkan
kualitas hidup dan perasaan tidak nyaman yaitu hal yang akan diderita
jika terinfeksi penyakit ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya,
semua orang bisa menederita kudis dan pemicu utamanya yaitu
kontak langsung. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak hubungan
seksual atau kontak kulit ke kulit. Anda juga harus waspada, bahwa kudis
juga bisa ditularkan melalui pakaian, atau handuk dari penderita kudis lain.
Terkena penyakit kudis bisa terjadi sangat cepat. sesudah terkena
infeksinya, dalam beberapa hari, mungkin Anda tidak akan merasakan
apa-apa, sebab pada saat itu tungau betina baru melakukan reproduksi
dan menghasilkan telur. sesudah telur menetas, di kulit Anda akan
terbentuk gelombang atau bintik-bintik bersisik berwarna merah. sesudah
itu, di kulit yang terifeksi akan terjadi peradangan dan terasa gatal. Itulah
tanda-tanda terkenan kudis, yang harus Anda perhatikan. Jika sudah
terlihat seperti itu, maka harus dilakukan pengobatan untuk mengusirnya.
Kudis dapat dicegah juga dapat diobati. Untuk pengobatannya bisa
dipakai salep kudis atau dengan obat herbal. Beberapa jenis obat yang
bisa dipakai yaitu sebagai berikut:
Saat sudah sembuh dari kudis, Anda harus tetap waspada untuk
mencegah infeksi agar tidak terjadi lagi. Anda perlu menjaga kebersihan
badan dan lingkungan tentunya. Bersihkan pakaian atau handuk yang
dipakai sesaat sesudah sembuh dari kudis, agar tidak terjadi lagi.
Jangan sampai penyakit kulit ini mengganggu aktivitas Anda, tetap hidup
bersih, agar terhindar dari kudis.
Scabies yaitu penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu / tungau /
mite (Sarcoptes scabei). Kutu ini berukuran sangat kecil dan hanya bisa
dilihat dengan mikroskop. Penyakit Scabies ini juga mudah menular dari
manusia ke manusia , dari hewan ke manusia dan sebaliknya. Scabies
mudah menyebar baik secara langsung melalui sentuhan langsung
dengan penderita maupun secara tak langsung melalui baju, seprei,
handuk, bantal, air yang masih ada kutu Sarcoptesnya.
Gejala penyakit scabies ditandai dengan rasa gatal yang sangat pada
bagian kulit seperti sela-sela jari, siku, selangkangan. Rasa gatal ini
memicu penderita scabies menggaruk kulit bahkan bisa
memicu luka dan infeksi yang berbau anyir. Rasa gatal ini
akibat kaki sarcoptes dibawah kulit yang bergerak membuat lubang
dibawah permukaan kulit.
pemicu Penyakit Scabies yaitu kondisi kebersihan yang kurang
terjaga, sanitasi yang buruk, kurang gizi, dan kondisi ruangan terlalu
lembab dan kurang mendapat sinar matahari secara langsung. Penyakit
kulit scabies menular dengan cepat pada suatu komunitas yang tinggal
bersama sehingga dalam pengobatannya harus dilakukan secara
serentak dan menyeluruh pada semua orang dan lingkungan pada
komunitas yang terserang scabies, sebab apabila dilakukan pengobatan
secara individual maka akan mudah tertular kembali penyakit scabies.
Gejala Penyakit Scabies ditunjukkan dengan warna merah, iritasi
dan rasa gatal pada kulit yang biasanya muncul di sela-sela jari, siku,
selangkangan, dan lipatan paha. betina. Gejala lainnya muncul
gelembung berair pada kulit. gejala lain yaitu munculnya garis halus
yang berwarna kemerahan di bawah kulit yang merupakan terowongan
yang digali Sarcoptes.
Dokter biasanya memastikan penyakit scabies dengan menemukan
terowongan bawah kulit dan ada kutu atau telur sarcoptes pada
pemeriksaan kerokan kulit. Pencegahan penyakit scabies yang paling
utama yaitu menjaga kebersihan badan dengan mandi secara teratur,
menjemur kasur, bantal dan sprei secara teratur dan menjaga lingkungan
di dalam rumah agar tetap mendapat sinar matahari yang cukup, tidak
lembab, dan selalu dalam keadaan bersih.
II.4.Kurap.
Kurap merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur.
Gejala yang mampu diberikan oleh panyakit kulit kurap yaitu adanya
penebalan pada kulit yang didan i dengan timbul lingkaran-lingkaran. Kulit
akan menjadi bersisik, berair, dan akan terasa sangat gatal pada bagian
yang terkena jamur ini . Pada akhirnya gejala ini akan
memicu bercak keputihan pada kulit yang disebabkan adanya
pertumbuhan jamur pada kulit.
Penyakit kulit kurap timbul sebab kurangnya penderita penyakit
kurap dalam menjaga kebersihan tubuhnya. Biasanya daerah yang
banyak terserang oleh jamur yang memicu kurap yaitu bagian
tengkuk, leher, dan kulit kepala. Upaya pencegahan yang bisa dilakukan
agar tidak terkena penyakit kurap yaitu dengan selalu menjaga
kebersihan badan terutama pada daerah yang paling sering diserap oleh
jamur yang memicu terjadinya penyakit kurap yakni pada daerah
tengkuk, leher, dan kulit kepala.
Penyakit kulit kurap merupakan penyakit yang menular. Penularan
yang diakibatkan oleh jamur ini bisa terjadi melalui kontak langsung
dengan penderita atau secara tidak langsung. Kontak yang tidak langsung
biasanya paling banyak ditularkan lewat pakaian dan handuk. Handuk
atau pakaian yang pernah dipakai oleh orang yang menderita kurap
memiliki potensi untuk menyebarkan jamur yang mulanya ada pada badan
penderita berpindah ke handuk. Oleh sebab itu biasakan memakai
barang yang bisafat pribadai secara individu dan jaga selalu kebersihan
badan agar tidak terserang penyakit kurap.
Untuk pengobatan penyakit kurap yang bisa dilakukan yaitu
dengan mengoleskan obat pada bagian yang terserang jamur ini .
Obat yang dipakai yaitu obat anti jamur semisal obat yang
mengandung mikonazol dan kloritomazol. pemakaian obat dengan
pemakaian yang tepat akan menghilangkan penyakit kurap yang ada pada
kulit.
Kurap ditandai dengan timbulnya lingkaran-lingkaran berwarna
merah pada kulit yang dikelilingi oleh bintil-bintil di tepinya. Jika kulit
dipinggir lingkaran ini ditekan, maka akan keluar nanah. Kurap
biasanya menyerang kulit kepala, leher, dagu, atau tengkuk. Kadas yaitu
semacam eksim kering, tetapi lebih gatal. Eksim yaitu semacam reaksi
alergi pada kulit oleh suatu zat yang hanya mengenai orang tertentu yang
sensitif. Penularan eksim melalui sentuhan langsung atau tidak langsung,
seperti melalui pakaian,selimut, sprei, dan handuk.
II.5 Panau
Panau atau Panu yaitu salah satu penyakit kulit yang disebabkan
oleh jamur. Penyakit panau ditandai dengan bercak yang ada pada
kulit didan i rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa
berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita.
Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu
panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.
pemicu penyakit ini yaitu jamur. Pada bagian yang terkena
panu, biasanya berwarna agak keputihan. Di tempat-tempat inilah jamur
tumbuh pada kulit. Kulit di tempat yang terkena panu ini akan terasa gatal.
Untuk mengobatinya, Anda bisa mengoleskan krim obat yang banyak
dijual di apotik-apotik. Masih banyak jenis-jenis penyakit kulit yang bisa
menjangkiti manusia. Hidup bersih merupakan salah satu usaha untuk
menghindari berbagai jenis penyakit kulit ini. Saat terjadi masalah pada
kulit, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis supaya penyakit
kulit tidak menyebar ke seluruh tubuh.
II.6. Jerawat
Akne yaitu penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan
menahun folikel polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo,
papula, pustula, nodus, dan kista pada tempat predileksinya seperti di
wajah, punggung, dan lengan atas (Djuanda, 2003).
II.6.1. Patogenesis
ada berbagai faktor yang mempengaruhi patogenesis
pertumbuhan jerawat, faktor utama yaitu faktor genetik (Goulden et al,
1999). Jika kedua orang tua mengalami masalah jerawat, 3 dari 4 anak
akan mengalami masalah jerawat. Jika satu dari orang tua memiliki
jerawat, maka 1 dari 4 anak akan memiliki jerawat. Walaupun
demikian, tidak semua keluarga akan mengalami pola yang sama, jerawat
boleh melompat generasi. Yang diwariskan yaitu kecenderungan untuk
hiperproliferasi folikel epidermal dengan sumbatan folikel. Faktor
memperburuk yang lain termasuk sebum yang berlebihan, ada
aktivitas dari Propionibacteri acnes dan peradangan.
Penahanan hiperkeratosis yaitu proses pertama pembentukan
jerawat (Norris, Cunliffe, 1988). Sebab utama terjadinya hiperproliferasi
masih tidak dikenal pasti. Buat masa sekarang ada 3 hipotesa yang
menerangkan kenapa folikel epithelium menghasilkan sel dengan cepat
pada penderita jerawat. Pertama, peningkatan hormon androgen sebagai
pencetus awal (Thiboutot et al, 1999). Komedo yaitu lesi yang
disebabkan oleh tersumbatnya folikel yang mula terlihat pada zona-T
sesudah peningkatan aktifitas kelenjar adrenal sewaktu pubertas. Lebih-
lebih lagi, tingkat komedo pada anak perempuan prepubertal saling
berkaitan dengan tingkat sirkulasi adrenal androgen
dehydroepiandrosterone sulfate (DHEA-S) (Lucky et al, 1997). Tambahan
pula, reseptor hormon androgen ada dalam kelenjar sebasea.
Individu dengan gangguan reseptor androgen tidak akan mengalami
masalah pertumbuhan jerawat (Holland et al, 1998).
Produksi sebum yang berlebihan juga dapat mempengaruhi
pertumbuhan jerawat. Hormon androgen mempromosikan produksi dan
lepasan sebum (Pochi, Strauss, 1988). Berbagai lagi hormon lain yang
juga berfungsi untuk produksi dan lepasan sebum seperti growth
hormones dan insulinlike growth factor. Faktor ketiga yaitu
Propionibacterium acne yang bersifat anaerob. P acne memicu
peradangan dengan menghasilkan proinflamatory mediators yang
berdifusi melalui dinding folikel. P acne mengaktifasikan toll-like receptor 2
di monosit dan neutrofil (Kim et al, 2002), yang menghasilkan sitokin
seperti IL-12, IL-8, dan TNF.
Tahap terjadinya jerawat :
a) Pada kulit yang semula dalam kondisi normal, sering kali terjadi
penumpukan kotoran dan sel kulit mati sebab kurangnya
perawatan dan pemeliharaan, khususnya pada kulit yang memiliki
tingkat reproduksi minyak yang tinggi. Akibatnya saluran kandung
rambut (folikel) menjadi tersumbat.
b) Sel kulit mati dan kotoran yang menumpuk ini kemudian
terkena bakteri acne, maka timbulah jerawat.
c) Dalam waktu tertentu, jerawat yang tidak diobati akan mengalami
pembengkakan (membesar dan berwarna kemerahan), disebut
papule
d) Bila peradangan semakin parah, sel darah putih mulai naik ke
permukaan kulit dalam bentuk nanah (pus), jerawat ini
disebut pastules. Jerawat radang terjadi akibat folikel yang ada di
dalam dermis mengembang sebab berisi lemak padat, kemudian
pecah, memicu serbuan sel darah putih ke area folikel
sebasea, sehingga terjadilah reaksi radang. Peradangan akan
semakin parah jika kuman dari luar ikut masuk ke dalam jerawat
akibat perlakuan yang salah seperti dipijat dengan kuku atau
benda lain yang tidak steril. Jerawat radang memiliki ciri
berwarna merah, cepat membesar, berisi nanah dan terasa nyeri.
e) Bila jerawat mengandung nanah, lemak dan cairan-cairan lain
berarti jerawat sudah berada pada kondisi terparah, disebut cyst.
f) Bila Cyst tidak terawat, maka jaringan kolagen akan mengalami
kerusakan sampai pada lapisan dermis, sehingga kulit/wajah
menjadi bopeng (Scar).
pemicu pemicu Timbulnya Jerawat
Kosmetik, pemakaian kosmetik yang tidak tepat dapat
memicu terjadinya jerawat.
Hormon, meningkatknya produksi hormon membuat kondisinya
tidak seimbang sehingga jerawat dapat muncul. Biasanya terjadi
sebab stress, saat mendekati siklus haid dan pada saat masa
remaja atau pubertas. Hormon yang memicu terjadinya
jerawat yaitu hormon androgen.
Genetik, faktor genetik ternyata bisa juga sebagai pemicu
terjadinya jerawat. Jika orang tua memiliki jerawat sebab produksi
kelenjar minyak yang berlebih, maka kemungkinan besar akan
menurun kepada anak.
Gaya hidup tidak sehat, kebiasaan merokok, minum alkohol,
kurang tidur, dan terlalu banyak pikiran dapat meningkatkan
hormon androgen sebagai pemicu munculnya jerawat.
Mikroorganisme, bakteri yang masuk ke lapisan kulit dapat
memicu jerawat. Bakteri menyebarkan racun dan membunuh
sel-sel baik dan berkembang biak ditempat ini . Sehingga
terjadilah peradangan dan muncul jerawat.
II.6.2. Klasifikasi
Akne meliputi berbagai kelainan kulit yang hampir mirip satu
dengan lainnya sehingga diperlukan penggolongan atau klasifikasi untuk
membedakannya. Beberapa peneliti atau penulis buku dermatologi
mengemukakan klasifikasi yang berbeda. Domonkos dalam buku
Andrews’ diseases of the skin (1971) menulis bahwa akne terdiri atas
akne vulgaris, akne keloidalis, perifolikulitis, akne tropikalis, akne
neonatorum, rinofima, akne rosasea, dan perioral dermatitis.
Cunliffe dalam buku Acne (1989) menyatakan bahwa akne terdiri
atas :
1. Akne vulgaris yang meliputi akne konglobata, akne fulminans,
folikulitis negative-gram, pioderma fasial, dan akne vasikulitis.
2. Varian akne yang meliputi akne induksi obat, acne excoriee, akne
infantile, akne juvenile, akne klor, oil acne, akne kimiawi lain,
Fiddler’s neck, akne nevoid, akne fisika (frictional acne dan
immobility acne), akne kosmetika, akne deterjen, dan akne
tropikalis.
Klasifikasi yang dibuat oleh Plewig dan Kligman dalam buku Acne:
Morphogenesis and treatment (1975) terbagi seperti berikut:
1. Akne vulgaris dan varietasnya:
a. Akne tropikalis
b. Akne fulminan
c. Pioderma fasiale
d. Akne mekanika dan lainnya
2. akne venenata akibat kontaktan eksternal dan varietasnya:
a. Akne kosmetika
b. Pomade acne
c. Akne klor
d. Akne akibat kerja
e. Akne deterjen
3. Akne komedonal akibat agen fisik dan varietasnya:
a. Solar commedones
b. Akne radiasi (sinar x. kobal)
Pergolongan ini membedakannya secara jelas dengan kelainan
yang mirip akne, erupsi akneiformis akibat induksi obat yang dipakai
secara lama, misalnya kortikosteroid, ACTH, INH, iodida, bromide, vitamin
B12, difenil hidrantoin, trimetadion, dan fenobarbital. Pada akne vulgaris
terjadi perubahan jumlah dan konsistensi lemak kelenjar akibat pengaruh
berbagai faktor pemicu . Pada akne venenata terjadi penutupan oleh
massa eksternal. Pada akne fisis, saluran keluar menyempit akibat radiasi
sinar ultraviolet, sinar matahari, atau sinar radioaktif.
II.6.3. Gradasi
Gradasi yang menunjukkan berat ringannya penyakit diperlukan
bagi pilihan pengobatan. Ada berbagai pola pembagian gradasi penyakit
akne vulgaris yang dikemukakan.
ada 4 gradasi jerawat menurut Pillsbury (1963) yaitu :
a. Gradasi I memiliki komedo terbuka (blackhead) dan komedo
tertutup (whitehead)
b. Gradasi II pula memiliki komedo dan beberapa papulopustul
c. Gradasi III sama seperti gradasi II tetapi papul yang telah
mengalami peradangan
d. Gradasi IV memiliki nodulokistik yang berciri komedo, lesi
radang, nodul yang berdiameter lebih besar dari 5mm dan juga
parut kawah.
Menurut Frank (1970) acne vulgaris dapat digradasikan pada 8
gradasi yaitu:
a. Gradasi I akne komedonal tanpa radang
b. Gradasi II akne komedonal radang
c. Gradasi III akne papula
d. Gradasi IV akne papulo pustule
e. Gradasi V akne agak berat
f. Gradasi VI akne berat
g. Gradasi VII akne nodulo kistik/konglobata.
Gradasi acne vulgaris menurut plewig dan kligman (1975) terbagi atas tiga
kelas yaitu :
1. Kelas I komedonal yang terdiri atas 4 gradsi :
a. bila ada kurang dari 10 komedo dari satu sisi muka,
b. bila ada 10 sampai 24 komedo,
c. bila ada 25 sampai 50 komedo,
d. bila ada lebih dari 50 komedo.
2. Kelas II papulopustula yang terdiri atas 4 gradasi yaitu :
a. bila ada kurang dari 10 lesi papulopustula dari satu sisi muka,
b. bila ada 10 sampai 20 lesi papulopustula,
c. bila ada 21 sampai 30 lesi papulopustula,
d. bila ada lebih dari 30 lesi papulopustula.
3. Kelas III ada konglobata.
II.6.4. Cara pencegahan
Pencegahan secara mutlak pada masa pubertas, yakni pada wktu
seluruh kelenjar-kelenjar tubuh sedang aktif secara maksimal, tidaklah
mungkin. Disamping itu diperkirakan faktor keturunan juga memegang
peranan. Tetapi ada beberapa tindakan dan upaya yang kita dapat
lakukan untuk menggurangi pembentukan jerawat.
- Makanan, sering kali dikatakan bahwa makanan berlemak seperti
goreng-gorengan, keju, coklat dan kacang-kacangan meningkatkan
kecenderungan timbulnya jerawat. Memang banyak orang yang
sesudah makan makanan ini jerawatnya memburuk. Tetapi ahli
kulit menyangsikan adanya hubungan demikian antara lemak dan
jerawat, sebab penelitian-penelitian dengan makanan ini
tidak memperlihatkan adanya peningkatan produksi talg. Namun
demikian, masing-masing penderita sebaiknya memperhatikann
dan menarik pelajaran dari pengalamanya sendiri, hendaknya
dicatat makanan apa saja yang dapat meningkatkan timbulnya
jerawat pada dirinya untuk kemudian dihindarinya. Juga dianjurkan
untuk banyak makan sayur-mayur segar dan buah-buahan.
- Kosmetika, sebaiknya jangan menggunanaka meke-up, khususnya
krena dan bedak, sebab produk ini dapat memicu pori-pori
kelenjar talg, sehingga jumlah komedo akan bertambah. Juga
hindari kosmetik yang berlemak, misalnya emulsi atau minyak (oil
of ulan dll).
- Stres, jauhkan ketegangan-ketegangan emosional, sebab faktor-
faktor kejiwaan ini dapat mempengaruhi timbulnya jerawat.
- Cuci muka dengan teratur, pada biasanya kulit berminyak
merupakan salah satu pemicu dari timbulnya jerawat. Jagalah
kebersihan kulit dengan mencuci paling sedikit 3x sehari dengan air
hangat dan sabun yang lembut untuk menghillangkan lemak
berlebihan dari permukaan kulit. Kemudian dikeringankan hati-hati
dengan handuk bersih.
Jangan memijat jerawat atau menggaruk-garuknya dengan jari
tangan, sebab tindakan demikian seringkali merusak kulit dan
memungkinkan terjadinya iinfeksi disamping meninggalkan bekas.
Juga dinding kelenjar talg bisa pecah, sehingga talg menyebar
dibawah kulit dan reaksi-reeaksi peradangan bertambah
II.7. Gatal (Pruritus)
Gatal merupakan suatu gejala yang timbul akibat adanya alergi pada
permukaan kulit akibat banyaknya kontak zat alergen dan gigitan nyamuk.
Gatal (pruritus) yaitu suatu perasaan yang secara otomatis menuntut
penggarukan. Penggarukan terus-menerus bisa memicu kemerahan
dan goresan pada kulit yang selanjutnya akan memicu
bertambahnya rasa gatal. memicu terbentuknya jaringan parut dan
penebalan kulit. Gatal-gatal merupakan salah satu penyakit yang banyak
diderita warga , maka sering dianggap remeh. Namun jika gatal-gatal
dibiarkan bisa menjadi infeksi sekunder pada kulit.
Menurut Twcross, jenis pemicu pruritus dapat digolongkan menjadi:
1. Gatal Pruritoseptif
Gatal jenis ini yaitu gatal yang timbul akibat terjadi proses radang pada
kulit, seperti : Eksim, kulit rusak, kulit sensitif, kulit kering, kulit terinfeksi
bakteri atau jamur, dan lain-lain.
2. Gatal Neuropatik
Gatal jenis ini yaitu gatal yang disebabkan adanya kelainan saraf atau
disebut Neuropatik, biasanya kasus ini terjadi pada eksim kering atau
sesudah sembuh dari penyakit yang menyerang dan merusak saraf tepi.
Jenis gatal seperti ini sangat mengganggu penderitanya sebab
memiliki sifat gatal yang hebat mirip perasaan tertusuk.
3. Gatal Neurogenik
Gatal diseluruh tubuh juga bisa timbul akibat adanya kelainan atau
rangsangan di pusat otak, dan gatal jenis ini biasa terjadi akibat kondisi
fisik yang salah, seperti : adanya kelainan ginjal, emepdu, tiroid, dan lain-
alain. Gata jenis ini juga bisa diakibatkan sebab adanya salah pemberian
obat atau alergi obat. Biasanya kebanyakan penderita tidak mampu
menyebutkan secara pasti bagian mana yang terasa gatal pada kulitnya,
mereka hanya merasa gatal pada seluruh bagian tubuhnya.
4. Gatal Psikogenik
Gatal jenis ini timbul akibat adanya faktor psikis, biasa terjadi pada orang
yang sudah tersugesti merasa gatal. Bahkan beberapa orang diantaranya
tidak bisa membedakan apakah gatal-gatal pada kulit tsb benar-benar
terjadi ataukah hanya perasaannya saja. Parahnya, kulit yang digaruk-
garuk justru bisa memicu memicu rasa gatal, sehingga
penderita berpikir dan merasa bahwa perasaan gatal memang terjadi
pada dirinya. Kasus gatal pada penderita gatal jenis ini datang berobat
dengan kondisi kulit penuh bekas garukan di mana-mana.
Melihat bentuk gatal-gatal pada kulit biasanya langsung diketahui
pemicu nya. Gatal disebabkan oleh:
a. Obat. Bermacam-macam obat dapat memicu gatal,
terutama obat sistemik, seperti obat-obat golongan pinisilin,
sulfonamide, analgesic dan diuretic.
b. Makanan, berupa protein atau bahan lain yang dicampurkan
dalam zat warna, penyedap rasa atau bahan pengawet dapat
memicu alergi.
c. Gigitan atau sengatan serangga, dapat memicu gatal tepat
disekitar gigitan yang biasanya akan hilang sendiri.
d. Kontakan, yang sering memicu gatal yaitu kutu binatang,
air liur binatang, dan tumbuh-tumbuhan dan bahan kosmetik.
e. Trauma Fisik, dapat disebabkan sebab faktor dingin atau
panas seperti :sinar matahari, sinar UV, ataupun radiasi,
keringat, pijatan demam, dan emosi dapat juga memicu
gatal fisik.
f. Trauma Psikis (jiwa), dapat memicu timbulnya gatal, misalnya
ketakutan dan teringat akan gatal, justru akan memicu
gatal.
g. Penyakit. Beberapa penyakit yang sering didan i gatal antara
lain hepatitis, demam, reumatik, kanker, penyakit hati dan
urtikaria pigmentasi.
Pruritus merupakan salah satu dari sejumlah keluhan yang paling
sering dijumpai pada gangguan dermatologi yang memicu gangguan
dermatologic yang memicu gangguan rasa nyaman dan perubahan
integritas kulit jika pasien meresponnya dengan garukan. Reseptor rasa
gatal tidak bermielin, memiliki ujung saraf mirip sikat (peniciate) yang
hanya ditemukan dalam kuit, membrane mukosa dan kornea Garukan
memicu terjadinya inflamasi sel dan pelepasan histamine oleh ujung
saraf yang memperberat gejala pruritus yang selanjutnya menghasilkan
lingkaran setan rasa gatal dan menggaruk. Meskipun pruritus biasanya
disebabkan oleh penyakit kulit yang primer dengan terjadinya ruam atau
lesi sebagai akibatnya, namun keadaan ini bisa timbul tanpa manifestasi
kulit apapun. Keadaan ini disebut sebagai esensial yang biasanya
memiliki awitan yang cepat, bias berat dan menganggu aktivitas hidup
sehari-hari yang normal. Sebelum diambil tindakan pengobatan sendiri,
sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan yaitu menjauhkan dari faktor-
faktor pemicu ini di atas dan menjaga kebersihan diri dan
lingkungan. Pengobatan sendiri diarahkan hanya terhadap
penanggulangan keluhan gatal tanpa mempengaruhi sebab-sebabnya.
Kulit merupakan organ terluas dari tubuh kita dengan banyak fungsi
penting. Antara lain, kulit menahan cairan, agar supaya kita jangan
menjadi kering dan merupakan rintangan terhadap pengaruh-pengaruh
luar. Yakni cahaya, suhu dingin dan panas, zat-zat yang merusak seperti
hama penyakit, kotoran dan debu. Lagi pula kulit membentuk zat-zat hasil
penguraian (dengan keringat).Gangguan-gangguan kulit banyak sekali
ada di negara kita dan setiap orang niscaya pernah di hadapi. dengan
gejala-gejala ini Beberapa penyakit diantaranya yakni kudis, panu,
kurap, bisul, gatal- gatal dan jerawat.
Gatal merupakan suatu gejala yang timbul akibat adanya alergi
pada permukaan kulit akibat banyaknya kontak zat alergen dan gigitan
nyamuk.Gatal (pruritus) yaitu suatu perasaan yang secara otomatis
menuntut penggarukan. Penggarukan terus-menerus bisa memicu
kemerahan dan goresan pada kulit yang selanjutnya akan memicu
bertambahnya rasa gatal. Sedangkan jerawat yang biasa dikenal dengan
Acne vulgaris merupakan penyakit yang umum, biasanya sembuh sendiri,
disebabkan oleh multi factor, dan melibatkan adanya inflamasi pada
folikel kelenjar minyak (sebaceous) yang terletak di wajah atau tubuh
bagian atas..
Dalam swamedikasi penyakit, dapat berupa pengobatan non
farmakolgi , obat tradisional, dan dengan memakai obat sintetik atau
sediaan jadi.
III.1 Pengobatan untuk Panu
1. Obat yang mengandung klotrimazol 1%
Kegunaan obat : untuk infeksi jamur pada kulit
Pemakaian :
Cairan : beberapa tetes cairan dioleskan pada daerah yang terkena
infeksi jamur, gunakan 2-3 kali sehari, sampai infeksi hilang.
26
Krim : Oleskan secara tipis pada daerah yang terkena infeksi jamu,
gunakan 2-3 kali sehari sampai infeksi hilang.
Instruksi khusus
Panu dapat disembuhkan 3-4 minggu, sedangkan jamur pada daerah
kemaluan disembuhkan dalam 1-2 minggu. Khusus untuk jamur pada
kaki, pengobatan harus terus dilanjutkan selama 2 minggu sesudah
tanda-tanda infeksi hilang untuk menghindari kambuhnya penyakit.
sesudah dicuci, kaki harus dikeringkan dengan sebaik-baiknya, terutama
daerah lipatan antara jari
Bentuk sediaan : cairan, Krim
Perhatian
Hanya untuk pemakaian luar
2. Obat yang mengandung mikonazol nitrat 2 %
Kegunaan obat
Untuk infeksi ringan akibat jamur pada kulit seperti panu, kutu air,
kadas, kurap dan infeksi jamur pada kuku
Pemakaian :
Oleskan krim atau serbuk sehari sekali sambil digosokkan perlahan.
Biasanya sembuh sesudah 2-5 minggu, tetap perpanjang pengobatan
selama 10 hari, untuk mencegah kambuh
Bentuk sediaan : krim, serbuk
Peringatan : hanya untuk pemakaian luar
3. Obat yang mengandung Asam undesilenat, seng undesilenat, kalsium
propionat, natrium propionat
Kegunaan obat: untuk mengobati penyakit kulit luar yang ditimbulkan
oleh jamur misalnya panu, kadas, kurap, kutu air.
Cara pemakaian :
Cuci dan keringkan sela-sela jari kaki, lalu gunakan obat 2-3 kali sehari
Bentuk seidaan:bedak, krim, salep
Perhatian: hanya untuk obat luar
Adapun obat tradisional yang dapat dipakai yaitu :
1. Lengkuas
Ambil beberapa lengkuas lalu parut sampai halus. sesudah diparut
halus lalu diperas dan air perasannya dioleskan pada bagian yang
terkena panu secara teratur sesudah mandi sampai panu benar-
benar hilang.
2. Bawang Putih
Siapkan satu buah bawang putih lalu diiris menjadi dua bagian
kemudian gosokkan bagian yang bergetah pada bagian yang
terkena panu. Lakukan cara menghilangkan panu ini dua kali sehari
sesudah mandi sampai panu hilang.
3. Belimbing Wuluh
28
Haluskan beberapa belimbing wuluh lalu campur dengan air kapur
sirih. Campurkan sampai merata lalu oleskan pada bagian kulit
yang terkena panu. Lakukan dua kali sehari sesudah mandi.
4. Belerang
Kandungan mineral pada belerang sangat ampuh untuk membunuh
jamur pemicu panu pada kulit. Caranya tumbuk halus belerang
lalu campurkan dengan air perasan jeruk nipis dan minyak kelapa.
sesudah itu oleskan pada kulit yang ada panunya. Lakukan dua kali
sehari agar hasilnya maksimal.
III.2 Pengobatan Untuk Bisul
Pengobatan secara tradisional:
1. Bawang putih
Bawang putih dikenal memiliki sifat antibiotik yg membuat obat herbal
alami yg luar biasa untk bekas luka kecil atau bahkan bisul. Namun,
Kalian harus tahu bahwa sifat antibiotik bawang putih hanya dapat
dipakai jika Kalian mengonsumsinya dalam bentuk segar. Ambil satu
siung bawang putih, kmudian ditumbuk halus, dan tempelkan di daerah yg
terkena bisul.
2. Daun Ubi Jalar
Daun ubi jalar, juga bisaa dipakai untk mengobati bisul. Caranya
ambil bberapa lembar daun ubi jalar, kmudian didekatkan dgn api hingga
layu (jangan sampai terbakar). sesudah itu tempelkan pda bagian tubuh yg
terkena bisul. Supaya tidak mudah lepas bisaa gunakan perban untk
menutup daerah trsebut.
3. Mentimun
Satu lagi bahan alami yg bisaa dipakai sebagai obat bisul
tradisional yaitu mentimun. Caranya, siapkan satu buah mentimun dan
biji buah pala. Kmudian kedua bahan trsebut diparut dan campurkan.
sesudah itu parutan mentimun dan biji pala dibungkus dgn daun pisang
dan dipanggang. Selagi masih hangat, bahan trsebut ditempelkan pda
bisul dan dibungkus dgn kain atau perban. Ganti ramuan trsebut dua kali
sehari.
4. Daun Cabe
Siapkan bberapa lembar daun cabe dgn minyak kelapa. Pertama-
tama, daun cabe dicuci bersih kmudian ditumbuk hingga halus. Kmudian
campurkan dgn sedikit minyak kelapa. Tempelkan ramuan trsebut diatas
bisul hingga mengering. sesudah kering ganti dgn ramuan yg baru.
5. Daun Kangkung
Ambil 10-20 lembar daun kangkung, cuci hingga bersih kmudian
ditumbuk hingga halus. Tambahkan dgn sedikit air garam. Kmudian
balurkan ramuan trsebut di sekitar kulit yg terkena bisul lalu ditutup dgn
perban. Ganti perban dan ramuannya dua kali sehari jika diperlukan.
6. Daun Sirih
Daun sirih biasa dipakai sebagai obat untk mengobati keputihan.
Namun ternyata daun berkhasiat ini bisaa juga dijadikan obat bisul
tradisional. Caranya, ambil 7 lembar daun sirih, kmudian dicuci bersih dan
ditumbuk hingga halus. Tempelkan tumbukan daun sirih ini di sekitar bisul
dan dibalut dgn perban.
7. Kentang
Bagi para wanita, kentang seringkali dipakai untk perawatan
kecantikan. Misalnya dgn membuat masker kentang yg berkhasiat untk
memutihkan wajah. Selain itu, kentang juga bisaa dipakai untk
mengobati bisul. Caranya dgn menempelkan parutan kentang diatas bisul.
sesudah kering, ganti dgn yg baru.
8. Bayam Duri
Siapkan bahan bahannya yaitu 10 gram daun bayam duri, 10 gram
daun kangkung, 5 gram asam kawak. Cara membuatnya yaitu; daun
bayam dan kangkung ditumbuk halus, dicampur dengan asam kawak dan
diberi sedikit garam dapur. Cara memakainya; Tempelkan ramuan ini
pada bisul sampai tertutup semua bagiannya, tunggu sampai kering, bila
telah kering maka gan ti dengan yang baru.
9. Daun Kecubung
Siapkan 20 gram daun kecubung, garam dapur secukupnya dan 10
gram daun sirih. Caranya; semua bahan ditumbuk menjadi satu dan
ditambahkan sedikit air. Cara memakainya sama dengan cara pertama
yaitu tempelkan pada bisul dan ulangi bila sudah kering.
10. Daun Bayam
Untuk mengobati bisul, kita bisa memakai daun bayam. Daun
bayam dipercaya dapat mengobati bisul. Caranya petiklah 1-2 lembar
daun bayam yang masih segar, cucilah hingga bersih dengan air mengalir.
Tumbuk atau lumatlah daun bayam, bisa memakai telapak tangan
hingga lumat. Tambahkan sedikit garam. Tempelkan pada bagian tubuh
yang terkena bisul, tapi jangan sampai menutupi mata bisul. Daun bayam
dan garam akan memberi efek dingin pada bisul yang berasa panas
dan berdenyut-denyut. Lakukan cara ini beberapa kali sehari hingga bisul
anda sembuh.
11. Daun Sirih
Selain dapat mengusir nyamuk, daun sirih juga sangat bermanfaat
untuk mengobati bisul, tapi hanya untuk bisul yang mulai pecah. Caranya
petiklah beberapa lembar daun sirih. Cucilah hingga bersih. Rebus hingga
mendidih. Dinginkan air rebusan hingga menjadi hangat, kemudikan seka
kan ke bisul yang sudah mulai pecah. Anti biotik yang terkandung pada
daun sirih akan membasmi bakteri yang ada pada nanah dari bisul.
III.3 Pengobatan untuk Kurap
Adapun obat herbal untuk kurap yaitu :
1. Daun tembakau secukupnya ditumbuk halus kemudian dioleskan
pada kulit yang terkena kadas. Pemakaian dilakukan secara teratur 1-
2 kali sehari.
2. Lengkuas segar dipotong salah satu ujungnya lalu dicelupkan pada
bubuk belerang kemudian dioleskan pada kulit yang terkena panu
atau kadas. Pemakaian dilakukan secara teratur 1-2 kali sehari.
3. Lima lembar daun jinten dan 3 butir bawang putih ditumbuk halus.
Tambahkan minyak kelapa secukupnya, aduk hingga rata, kemudian
digosokkan pada kulit yang terkena panu. Pemakaian dilakukan
secara teratur 1-2 kali sehari.
4. Cuci bersih 500 mg kayu bidara laut, 3 gram daun ketepeng, dan 4
gram rimpang kunyit, lalu rebus dengan 110 ml air hingga mendidih.
Dinginkan. Pemakaian dipakai sebagai kompres di bagian kulit
yang terserang kurap. Perbarui ramuan setiap 3 jam
5. Siapkan 5 gram daun gude segar dan ¼ sendok teh kapur sirih. Cuci
bersih daun gude, tumbuk halus, lalu tambahkan ¼ sendok teh kapur
sirih. sesudah itu, aduk sampai rata. Pemakaian dioleskan di kulit yang
terkena kadas, 1-2 kali sehari sampai sembuh.
6. Tumbuk 3 jari batang brotowali dan belerang yang sebesar kemiri
sampai halus, lalu remas dengan minyak kelapa seperlunya.
Pemakaian dioleskan di kulit yang terserang kadas, 2 kali sehari.
7. Cuci bersih daun mimba secukupnya, lalu memarkan hingga halus.
Pemakaian dibalurkan di bagian yang terkena penyakit ini .
8. Lengkuas. Lengkuas 1 ruas dan bubuk belerang. Cara membuatnya:
Potong salah satu ujung lengkuas, dan bubuhkan sedikit belerang,
kemudian oleskan pada bagian panu atau kadas. Lakukan 1-2 kali
sehari.
9. Daun Tembakau. Daun tembakau secukupnya. Cara membuatnya:
tumbuk halus daun tembakau dan oleskan pada bagian panu atau
kadas. Lakukan 1-2 kali sehari.
10. Daun Jinten.Daun Jinten 5 lembar, bawang putih 3 butir, dan minyak
kelapa secukupnya. Cara membuatnya: tumbuk halus daun jinten dan
bawang putih. Tambahkan sedikit minyak kelapa dan oleskan pada
bagian panu. Lakukan 1-2 kali sehari.Penyakit Kurap yaitu satu
penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungi. Masa infeksi kurap
hingga terkena penyakit yaitu beberapa hari. Gejala kurap yaitu
ada bagian kecil yang kasar pada kulit dengan dikelilingi lingkaran
merah muda.
11. Daun gude. Siapkan 5 gram daun gude segar dan ¼ sendok teh kapur
sirih. Cuci bersih daun gude, tumbuk halus, lalu tambahkan ¼ sendok
teh kapur sirih. sesudah itu, aduk sampai rata. pemakaian : Oleskan
di kulit yang terkena kadas, 1-2 kali sehari sampai sembuh.
12. Kayu bidara. Cuci bersih 500 mg kayu bidara laut, 3 gram daun
ketepeng, dan 4 gram rimpang kunyit, lalu rebus dengan 110 ml air
34
hingga mendidih. Dinginkan. pemakaian : Gunakan sebagai
kompres di bagian kulit yang terserang kurap. Perbarui ramuan setiap
3 jam.
III.4 Pengobatan Untuk Kudis
Kudis dapat dicegah juga dapat diobati. Untuk pengobatannya bisa
dipakai salep kudis atau dengan obat herbal. Beberapa jenis obat yang
bisa dipakai yaitu sebagai berikut:
1. Permetrin. Salep jenis ini sangat banyak dipakai untuk
menyembuhkan kudis. Untuk penggunannya, sebaiknya dilakukan
sebelum tidur. dan memakainya sesaat sesudah mandi.
Eurax atau Crotamiton. Salep ini dapat dipakai untuk mencegah
penyebaran kudis. Krim ini dipakai pada lipatan tubuh. Misalnya, di
bawah lengan, di antara jari – jari kaki, dan daerah pangkal paha.
yang sudah jadi memang banyak antara lain scabicid dan scabimid.
Bahan:
Sulfur, berbentuk bubuk kuning, kalau belum bubuk harus ditumbuk
sampai halus dahulu.
Bedak bayi yang netral, tidak mengandung bahan macam macam, untuk
menghindari adanya reaksi dengan sulfur. Lebih aman lagi memakai
tepung kanji.
Ramuan:
Campur bubuk sulfur dengan bedak/tepung dengan komposisi 1: 8, jadi
jika tepungnya 8 gram maka sulfurnya perlu 1 gram, jangan terbalik.
Campur sampai campuran menjadi rata dengan mengaduk aduk berulang
kali. Jadi deh obat tradisional scabies. sesudah jadi bisa langsung
dibalurkan keseluruh tubuh penderita scabies.
Scabies yang parah memicu kerusakan pada kulit yang akan
menjadi bekas dan membuat anda tidak nyaman. Seacra alami,
mengembalikan kulit ke kondisi semula membutuhkan waktu.
1. Daun Mint memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kulit.
Kandungan dalam daun mint akan merangsang tumbuhnya sel kulit
baru yang akan menggantikan sel-sel kulit yang rusak akibat scabies.
Tumbuk daun mint secukupnya kemudian oleskan pada bekas
scabies, lakukan secara rutin 2-3 kali sehari dan secara perlahan
bekas luka akan tersamarkan.
2. Lidah Buaya kaya akan asam amino dan lignin yang bermanfaat
untuk merangsang pertumbuhan sel kulit dan melembabkan kulit.
Oleskan gel lidah buaya secara rutin 2-3 kali sehari sampai bekas luka
anda tersamarkan.
3. Madu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, madu mampu
membantu proses regenerasi sel kulit, mendinginkan, meringankan
nyeri dan menghilangkan bekas luka. Oleskan madu pada bekas
scabies dan diamkan selama 15-20 menit, lakukan secara secara rutin
2-3 kali sehari akan membantu menyamarkan bekas scabies anda.
4. Mentimun, kandungan silika dalam mentimun dapat meningkatkan
produksi kolagen dan mencegah keriput. Banyak produk perawatan
kulit memakai mentimun sebagai bahan utama, baik dipakai
untuk mengencangkan kulit,mencegah keriput, mengatasi bekas
jerawat, bahkan menyamarkan bekas luka. untuk menyamarkan
bekas
III.5 Pengobatan untuk gatal-gatal
Pengobatan sendiri diarahkan hanya terhadap penanggulangan
keluhan gatal tanpa mempengaruhi sebab-sebanya. Untuk maksud ini
biasanya dipakai obat-obat sebagai berikut :
1. Antigatal. Biasanya dalam bentuk sediaan cairan kocok, yang
mengandung mentol, kamper atau fenol. Obat-obat ini biasanya
tercampur dengan sengoksida atau kalamin dengan daya
mengerutkan. Sediaan ini berefek menyejukkan sebab adanya
penguapan air dari permukaan kulit.
2. Antihistamin. Untuk gatal di banyak tempat sekaligus dari tubuh
sebaiknya dipakai dalam bentuk tablet sebab lebih praktis dan
efektif. Obat-obat yang tersedia bebas yaitu klorfeniramin.
3. Kortikoid. Untuk gangguan gatal yang lebih parah dapat
memakai kortikoid. sebab efek sampingnya pemakaian
kortikoid dibatasi hanya untuk gatal-gatal yang parah seperti ekzim.
Dapat dipakai krem hidrokortison asetat 1% dan hidrokortison
butirat 0,1 %
No Nama
Obat
Indikasi Komposisi Dosis Bentuk
sediaan
1. Caldine
lotion Mengurangi gatal
sebab biang
keringat,
biduran/kaligata,gigi
tan serangga, udara
panas, terbakar
ringan akibat sinar
matahari. Juga
sebagai antiseptik
kulit, astringensia
dan anti alergi
Asam glikolat
8%
bersihkan
bagian kulit
yang gatal,
lalu
oleskan 2-
4 x sehari.
Sebaiknya
dipakai
sehabis
mandi dan
sore.
cair
2. Bedak
yekacil
(Obat
bebas)
Pengobatan biang
keringat,gatal
sebab udara
panas,sebagai
antiseptik pada
kulit,gatal sebab
gigitan serangga,
gatal sebab
pakaian basah.
Asam salisilat
1%, balsem per
0,5%, kamfer
0,5%, menthol
0,5%, seng
oksida 0,5%
Gosokkan
3-4 kali
sehari
pada kulit
yang gatal.
bedak
3. Citotillin
(Obat
bebas)
Gatal,kudis,kutu
air,panu,kadas
Zn-oksida
12,5%, kamfer
0,625%,asam
benzoat 3%
Oleskan
pada
tempat
yang sakit
beberapa
sekali.
cair
4. Herocyn
(Obat
bebas)
Gatal-gatal dan
biang keringat
Balsem peru
2%, seng oksida
3,5%, belerang
endap 1,42%,
asam salisilat
0,8%, kamfer
0,31%, menol
0,47% , talk
Beberapa
kali sehari,
taburkan
pada
tempat
yang sakit
sesudah
dibersihkan
bedak
38
100%
5. Neo
ultracyn
(Obat
bebas
terbatas)
Biang keringat
gatal,mencegah
kulit lecet
Klorfenesin 5
mg/g
2-3 kali
sehari
sehabis
mandi
bedak
6 Hydroco
rtisone Menekan reaksi
radang pada kulit
yang bukan
disebabkan infeksi
seperti: eksema,
dermatitis alergi,
dermatitis seboreik,
intertrigo, ruam
"popok" pada bayi,
pruritus yang tidak
dapat diatasi
dengan cara lain
Hidrokortison
asetat 25 mg
Dioleskan
tipis pada
kulit 2 - 3
kali sehari.
krim
Pengobatan dengan herbal
1. Daun mahkota dewa (Phaleria macrocarpa)
Kandungan kimia. Daun mahkota dewa mengandung
antihistamin, alkoloid, saponin dan polifenol (lignan). Kulit buah
mengandung alkaloid, saponin dan flavonoid.
Alkaloid berfungsi sebagai detoksifikasi yang dapat menetralisir
racun-racun di dalam tubuh. Polifenol, berfungsi sebagai anti-histamin
(anti-alergi).
Saponin, menjadi sumber anti-bakteri dan anti-virus,
meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas,
39
mengurangi kadar gula dalam darah, mengurangi penggumpalan
darah.
Flavanoid, melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan
mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah,
mengurangi kandungan kolesterol dan mengurangi penumbunan
lemak pada dinding pembuluh darah, mengurangi kadar resiko
penyakit jantung koroner, mengandung anti-inflamasi (anti-radang),
berfungsi sebagai anti-oksidan, membantu mengurangi rasa sakit jika
terjadi pendarahan atau pembengkakan.
Bagian yang dipakai . Bagian tanaman yang dipakai
sebagai obat yaitu daun, daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit
buah bisa dipakai segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan
daging buah dipakai sesudah dikeringkan.
Indikasi: Kulit buah dan daging buah dipakai untuk disentri,
psoriasis, dan jerawat. Sedangkan daun dan biji dipakai untuk
pengobatan penyakit kulit, seperti eksim dan gatal-gatal.
Cara pemakaian. Caranya ambil beberapa lembar daun
mahkota dewa yang masih segar, cuci sampai bersih, kemudian
tumbuk atau giling sampai halus dan lumat lalu balurkan pada bagian
tubuh yang gatal.
2. Kulit batang bunga kamboja (Plumeria acuminate)
Cara mengolahnya yaitu ambil kulit batang kamboja secukup
cuci sampai bersih kemudian tumbuk sampai halus, kemudian
balurkan pada bagian tubuh yang gatal.
3. Daun Trengguli (Cassia fistula L.).
Kandungan Kimia : saponin, tanin, gom, gula, hidroksimetil,
asam sitrat, asam hidrisianik, pektin..
Cara pemakaian: Hancurkan daun trengguli muda, gosokkan
pada bagian yang terserang hingga bebas dari gatal-gatal.
4. Buah dan biji srikaya (Annona squamosa) mentah.
Kandungan Kimia : Biji mengandung senyawa poliketida dan
suatu senyawa turunan bistetrahidrofuran; asetogenin
(skuamostatin C, D, anonain, anonasin A, bulatasin, bulatasinon,
skuamon, ncoanonin B, neo desasetilurarisin, neo retikulasin A,
skuamosten A, asmisin, skuamosin, sanonasin, anonastatin,
neoanonin). Juga ditemukan, asam lemak, asam amino dan
protein. Komposisi asam lemak penyusun minyak lemak biji srikaya
terdiri dari metil palmitat, metil stearat, metil linoleat. Daun
mengandung alkaloid tetrahidro isokuinolin, p-hidroksibenzil-6,7-
dihidroksi-1,2,3,4-tetrahidroisokinolin (demetilkoklaurin=higenamin).
Bunga mengandung asam kaur-1,6-ene-1,9-oat diinformasikan
sebagai kornponen aktif bunga srikaya. Buah muda mengandung
tanin.
41
Cara pemakaian: Tumbuk dan peras srikaya mentah (1
buah) bubuhkan sarinya pada gigitan nyamuk, 3 x sehari hingga
gatalnya hilang.
5. Daun salam (S. polyanthum)
Kandungan Kimia: Minyak atsiri (0,05 %) mengandung sitral
dan eugenol, tanin dan flavonoida.
cara pemakaian: yaitu ambil daun salam yang masih segar,
cuci sampai halus, kemudian lumatkan baru kemudian balurkan
pada tubuh yang gatal selain dengan cara dilumatkan digosok-
gosok pada kulit yang gatal.
6. Daun cocor bebek (kalanchoe pinnata).
Kandungan Kimia : Asam malat, Damar, Zat lendir,
Magnesium malat, Kalsium oksalat, Asam Formiat, dan Tanin.
Cara Pemakaian : Tumbuk dan peras 5-10 lembar
daun,gosokkan pada gigitan yang gatal 3 x sehari.
Pengobatan tradisional yang ada di pasaran
Minyak kayu putih
Komposisi ; cajuput oil 100%
42
Indikasi ;membantu sakit perut,perut kembung,rasa
mual dangatal-gatal gigitan serangga/ nyamuk
Aturan pakai ; dioleskan dibagian yang sakit
Al biruni herbanisa
Aturan pakai ; 3 x 1-2 kapsul sehari
Minyak Cap tawon
Komposisi ; Jintan Hitam (Nigella sativae Semen) ,Temu Putih
(Curcuma Xedoaria Rhizoma) Kandungan kimia
cineole, camphane, zingiberene, borneol, camphor,
curcumin dan resin dan curcuminoid
dancurdione.sirih,dan teki
Kegunaan ; Membantu mengatasi keputihan,Mengurangi nyeri
haid, melancarkan / menormalkan haid,
Membersihkan / mengecilkan rahim,Mengurangi
gatal-gatal/sekresi pada daerah kewanitaan
Komposisi : Minyak Kelapa.. Minyak kayu putih, cengkeh, daun lada,
jahe, kunyit dan bawang.Minyak atsiri
Khasiat Manfaat Minyak Tawon :
-Mengobati kulit yang terkena minyak panas, kulit yang terluka/lecet atau
kulit yang terkena pisau.
-Mempercepat penyembuhan lebam akibat benturan benda tumpul.
-Meredakan nyeri, sakit kepala, batuk, gatal akibat gigitan serangga.
-Mengobati sakit gigi dan sariawan
-Sakit urat & tulang, bisul, pusing, kudis, panu, muntah-muntah, pegal-
pegal, rematik, masuk angin, sakit perut, sesak napas, dll.
Cara pemakaian : digosok pada daerah yang sakit atau gatal
Pengobatan non farmakologi
Jangan digaruk
sebisa mungkin hindrai garkan yang berlebihan apalagi
memakai kuku panjang. Garukan akana membuat kulit menjadi
lecet akibatnya memperparah kondisi kulit yang terlihat bahkan bisa
memicu infeksi. Boleh menggaruk asal dengan lembut dan tidak
menerus intinya jangan sampai lecet
Terapi cahaya
Fototerapi akan menyinari kulit anda dengan sinar ultraviolet
yang panjang gelombang tertentu. Biasanya dibutuhkn beberapa sesi
penyinaran sampai gatal terkendali
III.6 Pengobatan untuk jerawat
Terapi non-farmakologi untuk jerawat
1. Membersihkan permukaan kulit dengan sabun dan air akan memberi
efek yang kecil terhadap penyembuhan akne, sebab hal ini
memberi efek minimum terhadap folikel
2. Menggosok kulit (scrubbing) atau mencuci wajah secara berlebihan tidak
perlu dilakukan sebab tidak membuka atau membersihkan pori dan
mungkin berdampak pada iritasi kulit
3. pemakaian zat pembersih yang lembut dan yang tidak memicu
kering penting diperhatikan untuk menghindari iritasi dan kulit kering
selama terapi akne
Pada kasus jerawat yang meradang pada wajah walaupun dalam
jumlah sedikit maka dikategorikan jerawat yang parah sebab kondisi
jerawat ini telah iritasi, yang salah satu sebabnya yang penderita
jerawat sering menggaruk atau memijat dengan kasar pada
jerawatnya.Bila hal ini terjadi maka sebaiknya konsultasi ke dokter, agar
ditangani khusus, sesudah itu bisa dilanjutkan swamedikasinya.
Pengobatan memakai Obat Sintesis
Obat-obat yang dipakai untuk pengobatan jerawat :
Bahan iritan: bekerja dengan cara mengelupas kulit (peeling) atau
mengeringkan jerawat dan mempercepat regresi lesi yang meradang
sehingga dapat mempercepat hilangnya mediator radang dan bahan
toksik. Contoh zat ini yaitu Sulfur, resorsinol dan asam salisilat.
45
Tretionin: Bekerja dengan mencegah sel-sel tanduk melekat satu sama
lain dengan menghambat pembentukan tonofilamen dan mengurangi
ikatan antara sel-sel keratin, mempercepat pergantian sel epitel folikel,
dan bersifat counter iritan sebab memnyebabkan vaskularisasi
bertambah dan membantu resorbsi papula dan nodul yang sukar hilang.
Benzoil peroksida: Zat ini tidak hanya membunuh bakteri, melainkan
juga memicu deskuamasi dan mencegah timbulnya gumpalan di
dalam folikel.
Retinolda, dapat menormalisasi proses sel tanduk, melarutkan sumbatan-
sumbatan karaktin dan juga mengurangi produksi sebum, sehingga
pembentukan komedo baru dapat dihindari.
Antibakteri topikal: Mengurangi populasi C. acnes dan hasil
metabolismenya seperti lipase dan porfirin. Contoh antimikroba topikal
yang sering dipakai yaitu : Klindamisin 1%, Eritromisin 2%, dan
Tetrasiklin 0,5-5%
Antibiotika oral:
Tetrasiklin, efektif terhadap C. acnes, dapat menghambat lipase
ekstraseluler yang dikeluarkan bakteri dan terkonsentrasi pada tempat
peradangan.Dosis yang dipakai yaitu 1 g/hari sebelum makan.
Eritromisin, obat pilihan untuk penderita yang sensitif terhadap tetrasiklin
atau wanita hamil.memiliki sifat bakterisid terhadap C. acnes dan
biasanya dipakai dengan dosis sebesar 1 g/hari.
Obat hormon
Antiandrogen, hormon ini dapat mencegah kelenjar palit mengadakan
reaksi terhadap testosteron.Siproteron asetat bersama-sama estrogen
hanya dipakai pada wanita dengan akne dan sebore hebat, akne
papulo pustular yang resisten, dan akne konglobata yang refrakter.
Kotikosteroid intralesi berguna untuk lesi nodulo kistik besar dan sinus
pada akne konglobata.Cepat dapat mengurangi peradangan dan
46
mencegah timbulnya sikatriks. Dipakai larutan dengan konsentrasi 2,5
mg/ml dan pemberian dapat diulangi tiap 1-2 minggu.
Obat swamedikasi acne (Jerawat)
Aza 20 Cream (Produsen :Pharmacore Labs)
Komposisi : Tiap gram krim mengandung Azelaic
acid 200 mg
Indikasi : Untuk pengobatan topikal pada akne
vulgaris ringan sampai sedang
Cara kerja obat : azelaic acid bekerja dengan cara
menginhibisi sintesis protein pada sel
bakteri menurunkan pembentukan mikro
komedo pada akne dan menormalkan
proses keratinisasi.
Kontra indikasi : pasien dengan riwayat hipersensitif
terhadap azelaic azid
Dosis & Pemakaian : dipakai sesudah kulit dibersihkan
dengan krim/ lotion pembersih. Oleskan
aza 20 cream pada bagian kulit yang
bermasalah 2 kali sehari (pagi dan
sore). Apabila terjadi iritasi, pemberian
harus dikurangi menjadi sekali sehari
47
sampai iritasi hilang atau pengobaan
dihentikan untuk sementara. Pada
biasanya sesudah memakai secara
teratur, terjadi perbaikan nyata kira-kira
4 minggu. Apabila hasil yang diharapkan
sudah tercapai, dianjurkan untuk tetap
memakai krim secara teratur untuk
mendapatkan hasil terbaik selama
beberapa bulan, tetapi sebaiknya tidak
lebih dari 6 bulan.
Efek samping : aza 20 cream biasanya dapat
ditoleransi dengan baik. Iritasi lokal pada
kulit kadang-kadang terjadi, tetapi
biasanya ringan dan besifat sementara.
Efek samping yang biasanya terjadi
seperti pruritis perasaan terbakar,
eritema, rash, iritasi, dermatitis.
Peringatan dan perhatian : - hanya untuk pemakaian luar
- Hati- hati jangan mengenai mata.
Apabila terjadi harus segera dibilas
dengan air
- Hindari pemakaian obat ini selama
masa kehamilan dan laktasi
- Pemberian pada wanita hanya bila
sangat dibutuhkan.
Kemasan & no. Reg : Tube netto 10 gram, DKL
0535801029A1
Benzolac 5% (Produsen: PT. Surya Dermato medica
laboratories)
48
Komposisi : Benzoil peroksida 5% dalam dasar gel.
Indikasi : membantu pengobatan jerawat
Daya kerja : Lokal pada kulit sebagai obat jerawat
berdasarkan sifat yang dimiliki yaitu
menurunkan konsentrasi asam lemak bebas
dalam sebum. Bersifat anti mikroba terhadap
propionibacterium acnes dan bersifat
keratolitik.
Aturan pakai : - Cucilaah muka dengan seksama. Cobalah
tes terhadap kulit. Oleskan gel ini dengan
ujung jari pada bagian yang berjerawat pada 3
hari pertama.
- Terjadi reaksi dan gangguan, gunakan 1-2 kali
sehari dengan cara mengoleskan krim tipis-
tipis dan hati-hati pada berjerawat dan
sekitarnya. Hidarkan pemakaian yang
berlebihan.
- Bila terjadi kekeringan atau kulit yang
terkelupas, dosis dikurangi menjadi 1 kali
sehari atau 2 kal sehari.
Efek samping : - Dermatitis atau kontak alergi telah pada
pengobatan benzoil peroksida secara topikal.
- Iritasi lokal (kerap terjadi reaksi hebat
pada beberapa orang)
49
Kemasan & No. Reg : Tube Plastik 5 gr, DTL 9028600828A1
Bioacne®Cream (Produsen: Ikapharmindo)
Golongan : Obat bebas
Komposisi : Setiap gram BIOACNE mengandung
Sulfur 50mg, Resorcinol 5mg, dan
Cetrimide 5mg dalam dasar krim yang
cocok.
Indikasi : Bioacne membantu mencegah dan
menghilangkan jerawat. Kombinasi
sulfur, Resorcinol, dan Cetrimide
memiliki kemampuan anti bakteri,
terutama terhadap bakteri yang terlibat
dalam pembentukan jerawat
(propionibacterium acnes) dan daya
keratolitik yang optimal.
Cara pemakaian : sesudah kulit dibersihkan, oleskan
Bioacne tipis saja pada jerawat dua atau
tiga kali sehari, pagi, siang, malam
secara teratur
50
Kontra Indikasi : Kepekaan terhadap salah satu
komponen krim ini.
Peringatan : Jangan dipakai pada luka lecet.
Penyimpanan : Simpan di tempat sejuk.
Acne dengan peradangan sedang dan banyak komedo lebih efektif
diobati dengan benzoylperoksida (gel 2,5 % benzolac) yang pada
permulaan harus dioleskan dengan hati-hati 1x sehari berhubung
sifat iritasinya kulit.
Sediaannya :
Acne Feldin®Lotion (PT. Galenium Pharmasia
Laboratories)
Golongan : Obat bebas
Deskripsi : Sulfur endap, Champor 1%.
Indikasi : Acne vulgaris.
Dosis : Oleskan 2 kali sehari pada kulit
berjerawat yang telah dibersihkan, atau
menurut petunjuk dokter.
51
Verile® Gel (Produsen: PT Medikon Prima)
Golongan : Obat Bebas.
Kemasan : Gel 10 gram.
Komposisi : Triclosan 0,1%, Boric acid 1%, Asam
Salisilat 0,5%, Resorsinol 2%, Allantoin
0,1%, Alcohol 25%.
Dosis : 2-3 kali sehari pada kulit berjerawat
yang telah dibersihkan.
Kelebihan Verile Acne Gel :
Membantu membersihkan kulit dari minyak;
Membasmi bakteri & jamur pemicu jerawat, dengan
mantap; & tuntas
Membantu penyembuhan luka jerawat;
memberi rasa sejuk pada jerawat yang meradang;
Cepat menghilangkan gejala yang menyertai jerawat seperti
rasa gatal, merah dan lecet;
Tidak mengiritasi kulit;
Transparan dan bisa dipakai kapan saja, tidak lengket
dan tidak berbekas;
Pengobatan memakai Obat Tradisional
Kaplet Indah Warni (PT. Mustika Ratu Tbk.)
Indikasi : Untuk mengurangi jerawat dan gatal-gatal pada kulit
akibat pemakaian kosmetik.
Kemasan : Botol 30 kaplet
Komposisi
Tiap kaplet mengandung :
Temulawak (Curcumae Rhizoma)………500 mg
Biji buah Asam (Tamarindi Pulpa)……….2 mg
Dosis : Diminum 1 kaplet setiap hari.
Kapsida bersih darah kembang
Indikasi : Membersihkan darah yang kotor,
mengobati gatal-gatal, koreng, bisul,
53
jerawat memperbaiki peredaran darah
dan memperbaiki pencernaan makanan.
Cara Pemakaian :Minumlah secara teratur sehari 3 kali,
tiap minum 2 kapsul sebelum makan
dan menjelang tidur malam.
Kemasan :Botol plastik isi 12 kapsul @ 300 mg.
Kapsul berwarna orange-orange
bertuliskan KEMBANG BULAN
Pengobatan dari herbal :
Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.)
Kandungan Kimia
Buah mengandung alkaloid solanin, saponin, asam folat, asam malat,
asam sitrat, bioflavonoid (termasuk rutin), protein, lemak, gula (glukosa,
fruktosa), adenin, trigonelin, kholin, tomatin, mineral (Ca, Mg, P, K, Na, Fe,
sulfur, klorin), vitamin (B1, B2, B6, C, E, likopen, niasin); dan histamin.
Manfaat Tanaman
Lycopene pada tomat berkhasiat membantu mencegah
kerusakan sel yang dapat mengakibatkan kanker leher
rahim, kanker prostat, kanker perut dan kanker pankreas.
Mengobati jerawat
Menghaluskan dan mencerahkan kulit
Membantu menurunkan resiko gangguan jantung.
Menghilangkan kelelahan dan menambah nafsu makan.
Menghambat pertumbuhan sel kanker pada prostat, leher
rahim, payudara dan endometrium.
Memperlambat penurunan fungsi mata sebab pengaruh
usia (age-related macular degeneration).
Mengurangi resiko radang usus buntu.
Membantu menjaga kesehatan organ hati, ginjal, dan
mencegah kesulitan buang air besar.
Mengobati diare.
Meningkatkan jumlah sperma pada pria.
Memulihkan fungsi lever.
Mengatasi kegemukan.
Cara pemakaian
Bahan : Buah Tomat masak 1 buah
Cara pembuatan : Buah tomat dipotong rata-rata
Cara pemakaian : Gosokkan pada wajah yang berjerawat selama 2 – 3
kali sehari.
Buah Mentimun (Cucumis sativus L)
Kandungan kimia
Mentimun mengandung zat-zat saponin (yang berfungsi mengeluarkan
lendir), protein, Fe atau zat besi, sulfur, lemak , kalsium, Vitamin A, B1 dan
juga C. Jika memakai pendekatan matematis, maka dalam 100 gram
mentimun ada 0,7 gram protein, 12 kkl kalori, 0,1 gram lemak, 21
miligram fosfor, 0,3 miligram Fe, 0,3 karbohidrat, 8,0 vitamin C, dan 0,3
miligram Vitamin A dan juga vitamin B1. Berbagai zat ini bersifat porgonik
yang disinyalir mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.
Manfaat tanaman
Mentimun bermanfaat sebagai tekanan darah tinggi, sariawan,
membersihkan ginjal, demam, jerawat, untuk obat haid yang tidak teratur.
Cara pemakaian
Bahan : Buah mentimun muda 1 buah
Cara pembuatan : Buah mentimun dipotong rata-rata 3 cm x 3cm
Cara pemakaian : Gosokkan pada wajah yang berjerawat selama 2 – 3
kali sehari.
Meniran (Phylantus urinariaLinn.)
Kandungan kimia
Senyawa kimia yang terkandung dalam tumbuhan meniran: zat filantin-
kalium-mineral-damar zat penyamak.
Manfaat tanaman
Sakit kuning, malaria, demam, ayan, batuk, haid lebih, disentri luka bakar,
luka goreng dan jerawat.
56
Cara pemakaian
Bahan : 7 Bagian tanaman meniran
Bahn tambahan : 1 rimpang umbi kunyit (4 cm)
Cara pembuatan :seluruh bahan dicuci sampai bersih dan ditumbuk
sampai halus, kemudian direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
hingga tinggal 1 gelas.
Cara pemakaian : disaring dan diminum sekaligus, ulangi secara teratur
setiap hari.
Temulawak (Curcuma xanthorriza)
Kandungan kimia :
Fellandrean dan turmerol (minyak menguap). minyak atsiri, kamfer,
glukosida, foluymetik karbinol. kurkumin bermanfaat sebagai acnevulgaris.
Cara pemakaian :
Temulawak 5 iris, daun mimba 7 lembar, dan pegagan 30 gram. Semua
bahan direbus dengan 5 gelas air hingga tersisa menjadi 2 gelas. Hasil
rebusan ini diminum 2 kali sehari masing-masing 2 gelas. Selama
proses penyembuhan, penderita jerawat, hindari mengkonsumsi
makanan berlemak, minyak hewani, santan, otak, telur, kacang tanah,
jeroan dan makanan pedas.
Daun sirih (Piper betle)
Kandungan kimia :
Minyak atsiri, hidroksikavicol, kavicol, kavibetol,
allylprokatekol, karvacrok, eugenol, p-cymene,
cineole, caryofelen, kadimen estragol,
terpenena, fenil propada, dan tanin
Cara pemakaian :
daun sirih sebanyak 5-10 lembar, kemudian direbus dengan 2 gelas air
dalam wadah tertutup. sesudah mendidih, angkat dan diamkan hingga
hangat-hangat kuku. Ramuan ini gunakan untuk mencuci muka
berjerawat, sebaiknya dilakukan secara rutin menjelang tidur dan
sehabis bepergian.
Lidah buaya (Aloe vera)
Kandungan kimia :
Aloin, barbaloin, isobarbaloin, aloe-emodin,
aloenin, dan aloesin.
Cara pemakaian :
Setengah siung bawang putih, seruas jari kunyit dan sebutir kentang
ukuran sedang tambah mentimun dan lidah buaya. Semua bahan
dihaluskan dan dicampur hingga rata. Ramuan ini dioleskan ke seluruh
permukaan kulit berjerawat sebagai masker, biarkan selama 30 menit,
kemudian bilas dengan air hangat, disusul dengan air dingin.
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
Kandungan kimia :
Asam sitrat, kalsium, magnesium, vitamin C,
bioflavonoid, pektin dan limonin yang berefek
pada kekebalan tubuh dan antiinfeksi. Vitamin C
berkhasiat menjadikan kulit wajah Anda tampak
cantik.
Cara pemakaian :
Sebuah jeruk nipis diperas dan sebuah mentimun atau bengkuang,
dihaluskan dan diperas diambil airnya, kemudian campurkan. Oleskan
campuran bahan ke seluruh permukaan kulit wajah sebagai masker,
biarkan selama 30 menit kemudian bilas dengan air hangat. Lakukan
secara teratur 2 hari sekali. Jika jerawat terasa perih, pemakaian
dihentikan.
Buah mengkudu (Morinda citrifolia)
Kandungan kimia :
Xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium,
caprylic acid, arginine, proxeronine, antra
quinines, trace elemens, phenylalanine, dan
magnesium
Cara pemakaian :
Buah mengkudu 2 buah dan 2 ruas jari gula batu dihaluskan (diblender)
dengan segelas air (200 cc), kemudian saring dan rebus hingga
mendidih. Ramuan diminum saat masih hangat setiap pagi satu jam
sebelum makan. Ramuan ini akan membersihkan darah kotor. Darah
kotor ini merupakan salah satu pemicu terjadinya jerawat.
Bunga melati (Jasminus sambac)
Kandungan :
livalylacetaat, benzyl, dan indol
Cara pemakaian :
Bunga melati sebanyak 20 kuntum, 2 jari
asam jawa, 2 sdm sari jeruk nipis dan
belerang sebesar kelereng, dicampur dan ditumbuk halus, kemudian
oleskan pada kulit wajah berjerawat pada pagi dan malam hari sebelum
tidur Ramuan ini dapat memicu jerawat mengempis.
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Kandungan kimia :
Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat,
sulfur, asam format, tanin, peroksidase, kalium
sitrat.
Cara pemakaian :
Belimbing wuluh 5 buah dan air garam secukupnya ditumbuk halus
kemudian airnya dioleskan pada kulit yang berjerawat dua kali sehari
pada pagi dan malam hari sebelum tidur.
Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa)
Kandungan :
Alkaloid, saponin, flavonoid dan polifenol
Cara pemakaian :
Buah mahkota dewa yang masih hijau diparut
dan hasil parutannya langsung ditempelkan
pada kulit wajah berjerawat sebagai masker
1. Tujuan pengobatan sendiri yaitu untuk menanggulangi secara
cepat dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis,
mengurangi beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan
sumber daya dan tenaga, dan meningkatkan keterjangkauan
warga yang jauh dari pelayanan kesehatan
2. Kulit yaitu organ yang terletak paling luar dan membatasinya dari
lingkungan hidup manusia. Kulit merupakan organ yang esensial dan
vital dan merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga
sangat kompleks, elastis dan sensitif, bervariasi pada keadaan iklim,
umur, jenis kelamin, ras, dan juga bergantung pada lokasi tubuh.
3. Akne yaitu penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan
menahun folikel polisebasea yang ditandai dengan adanya
komedo, papula, pustula, nodus, dan kista pada tempat
predileksinya seperti di wajah, punggung, dan lengan atas.
4. Gatal merupakan suatu gejala yang timbul akibat adanya alergi
pada permukaan kulit akibat banyaknya kontak zat alergen dan
gigitan nyamuk. Gatal (pruritus) yaitu suatu perasaan yang
secara otomatis menuntut penggarukan. Penggarukan terus-
menerus bisa memicu kemerahan dan goresan pada kulit
yang selanjutnya akan memicu bertambahnya rasa gatal.
memicu terbentuknya jaringan parut dan penebalan kulit.