Penyakit genetik atau kelainan genetik yaitu
sebuah kondisi yang dipicu oleh kelainan
oleh satu atau lebih gen yang memicu
sebuah kondisi fenotipe klinis .
Sifat-sifat manusia diturunkan pada
keturunannya mengikuti pola pewarisan sifat
tertentu. Sifat yang diturunkan ada yang
merugikan dan ada yang tidak merugikan
(normal) .
: Gamet manusia yaitu telur atau ova dan
sperma. Susunan genetik manusia ditentukan
saat fertilisasi, disaat ovum dan sperma
menyatu. Dalam nukleus sel germinal yaitu
kromosom setiap kromosom mengandung
DNA , didalam DNA tersusun dari ribuan
segmen(sel) .
Kromosom
yaitu struktur benang dalam inti sel yang
bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan
(hereditas). Kromosom yaitu KHAS bagi
makhluk hidup. Pada manusia ada 23
pasang kromosom-kromosom (X dan Y)
memiliki struktur kromosom yang berbeda
tetapi kromosom yang lainnya (autosom)
memiliki pasangan dengan struktur yang
sama. Kromosom wanita normal yaitu XX,
sedangkan kromosom laki-laki normal yaitu
XY.
Penyakit Kelainan Genetik dan Kromosom
Beberapa kelainan gen atau kromosom utama:
Phenyl ketonuria (PKU)
yaitu suatu kelainan genetik yang memicu individu tidak
dapat secara sempurna memetabolismekan protein. Pku
dewasa ini mudah dideteksi, tetapi kalau tetap tidak
tersembuhkan, dapat memicu keterbelakangan mental
dan hiperaktif.
Down Syndrome
Down syndrome yaitu suatu kondisi keterbelakangan
perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya
abnormalitas perkembangan kromosom.
MACAM-MACAM KELAINAN GENETIK
DIANTARANYA :
1. Albino (pigmentasi kulit yang tidak normal ).
2. Anemia sel sabit (sickle sel anemia).
3. Buta warna (sex linked).
4. Hemofilia (ketidak mampuan darah
membeku) .
KELAINAN GEN TUNGGAL
Kelainan gen tunggal diturunkan dalam pola
yang teridentifikasi dengan jelas .
Dua pola penurunan yang penting di kenal
dengan Autosomal Dominan dan Autosomal
Resesif .
ada 22 pasang autosom dan hanya 1
pasang kromosom seks , sebagian besar
kelainan herediter dipicu oleh defek
autosomal .
KELAINAN MULTIFAKTORIAL
Kelainan yang dipicu oleh faktor genetik
maupun lingkungan klasifikasikan sebagai
multifaktorial .
Bebrapa contoh yaitu labioskisis, palatokisis .
Faktor lingkungan yang mempengaruhi kelainan
multifaktorial :
faktor nutrisi maternal
Kesehatan umum maternal atau paternal
Faktor-faktor yang lain, termasuk tempat tinggal
di ketinggian, inkompatibilitas darah maternal
janin, merokok pada maternal, dan perawatan
prenatal yang berkulialitas buruk
KELAINAN GENETIK
GENETIKA
MANUSIA
Jenis kelamin
Buta warna
Hemofilia
Albino
Golongan darah
Kelainan kromosom
Pemeriksaan peta kromosom
Peta silsilah
Pewarisan Gen yang Berkaitan
dengan Gen Kelamin
• Buta warna
• Anodontia
• Hemofilia
• Sindroma Lesch-Nyhan:
kumpulan gangguan
metabolisme disebabkan
oleh kekurangan enzim
HPRT
(hypoxanthineguaninephosp
horibosyltransferase) yang
menyebabkan produksi
asam urat berlebihan
Buta Warna
Faktor buta warna bersifat :
• Resesif
• Terpaut kromosom X
P : XcXc >< XcY
normal buta warna
G : Xc Xc
Y
F1 : XcXc ; XcY
normal normal
Hemophilia
Disebabkan karena tidak adanya atau tidak diproduksinya
trombokinase, sehingga darah sukar membeku jika terjadi
pendarahan
Faktor haemophilia bersifat
• Resesif
• Terpaut kromosom X
• Bersifat letal dalam keadaan homozigot resesif
Peta Pedigree (peta silsilah keluarga)
Contoh peta silsilah Ratu Victoria dengan keturunan yang
menderita hemofilia
Contoh 1
P : XHXH >< XhY
G : XH Xh
Y
F1 : XHXh (normal carrier)
XHY (normal)
Contoh 2
P : XHXh >< XhY
G : XH Xh
Xh Y
F1 : XHXh (carrier) XhXh (letal)
XHY (normal) XhY (hemofilia)
Pewarisan Gen yang Berkaitan
dengan Gen Autosomal
• Polidaktili
• Kemampuan mengecap
phenylthiocarbamida
• Thalassemia
• Dentinogenesis imperfecta
• Retinal aplasia
• Katarak
• Lekuk pipit, lekuk di dagu,
tumbuhnya rambut,
kemampuan membengkokkan
ibu jari dengan sudut yg tajam
• Daun telinga
• Warna rambut
Pewarisan Gen Autosomal Resesif
pada Manusia
• Warna mata (biru)
• Cystic fibrosis
• Penyakit tay-Sachs
Pewarisan Kesalahan
Metabolisme Bawaan
• Albinisme: kelainan pada produksi melanin yang menyebabkan
penderitanya kekurangan melanin atau sama sekali tidak
memiliki pigmen ini
• Alkaptonuria: urine yang dikeluarkan seseorang berwarna
gelap ketika bersentuhan dengan udara
• Kretinisme: penyakit hipotiroidisme bawaan yang dapat
menyebabkan keterbelakangan mental dan kelainan
pertumbuhan pada anak
• Phenylketonuria: kelainan genetik di mana tubuh tidak dapat
memecah asam amino fenilalanin
Tanda-tanda:
~ 1Q < 60
~ Reaksi refleks lambat
~ Tampang tubuh khas
~ Warna kulit dan rambut kurang pigmen
~ Dalam urine ada derivat protein asam fenil priuvat
(gangguan proses metabolisme fenilalanin)
~ Sifat ini dipengaruhi oleh gen resesif
Albinisme
(seseorang tidak memiliki gen yg memproduksi pigmen)
P : Aa >< Aa
Ayah Ibu
F1 : AA 2Aa aa
R : f : 3 normal : 1 albino
g : 1 : 2 : 1
Cacat dan penyakit menurun bersifat:
• Tidak dapat disembuhkan, namun ada yang dapat ditangani
• Tidak menular
• Dapat diusahakan agar terhindar
• Biasanya dibawa oleh gen resesif, sehingga harus muncul
dalam keadaan homozigot
• Dalam keadaan heterozigot, sifat ini tidak nampak
(individunya disebut dengan carrier)
Faktor-faktor Genetik pada Beberapa Penyakit Umum
1. Penyakit TBC bukan penyakit turunan, namun ada kecenderungan
kepekaan terhadap TBC diturunkan
2. Ulcus pepticus bukan penyakit turunan, namun ada
kecenderungan saudara-saudara penderita lebih rentan terhadap
penyakit ini dibandingkan dengan orang lain. Ulcus pepticus
ada hubungannya dengan tekanan (stress) dan kecemasan
Pada beberapa penyakit genetis, faktor genetik dan lingkungan
ikut bertanggung jawab terhadap manifestasi penyakit
KELAINAN GENETIK
Klasifikasi :
1. Kelainan kromosom (sitogenetik)
2. Kelainan Mendelion
3. Kelainan Multifactorial
Kelainan sitogenetik disebabkan oleh :
1. Perubahan jumlah kromosom
2. Perubahan struktur kromosom
Jenis Kelainan Jumlah
• Monosomi (2n – 1)
• Trisomi (2n + 1)
• Mosaik : -lebih dari 1 populasi sel, sebagian sel normal,
sebagian lainnya berubah.
-kesalahan mitosis dalam xygote
Akibat nondisjunction
àAutosomal monosomi dan trisomi à + fetus
àGonosom monosomi dan trisomi à toleransi > baik
Penyimpangan Struktur Kromosom
a. Translokasi
b. Iso kromosom
c. Delesi
d. Inversi
Sindrom Cry du Cat
Kariotipe : terjadi delesi pada lengan pendek dari kromosom no 5
(5p -)
Gambaran klinis :
• Tangisan seperti kucing
• Terjadi retardasi mental berat
• Terjadi penyakit jantung kongenital
• Beberapa individu dapat bertahan hidup sampai dewasa
Abnormalitas Akibat Kelainan Kromosom
• Sindrom Turner
(45 X, wanita, tubuh pendek, leher pendek dan bersayap, dada
lebar, tanda kelamin sekunder tidak muncul)
• Definisi :
Hipogonadisme pada fenotip wanita disebabkan monosomi
lengkap atau parsial kromosom X.
• Kariotipe
Tersering 45, X (57% kasus)
46, X, I (isokromosom lengan panjang dengan penghilangan
lengan pendek)
Mosaik, misalnya 45, X / 46, XX
• Gambaran klinis
memiliki jarak derajat abnormalitas yang luas, tergantung
pada kariotipe, 45,X yaitu yang paling berat.
Gambaran khasnya yaitu :
ü Limfedema leher, tangan dan kaki
ü Leher melebar (“webbing of neck”)
ü Bertubuh pendek
ü Dada lebar dan jarak putting susu jauh
ü Amenore primer
ü Kegagalan perkembangan payudara
ü Genetalia eksterna infantil
ü Ovarium atrofi berat dan fibrotik
ü Penyakit jantung kongenital, terutama koarktasio aorta
• Sindrom Klinefelter
(47, XXY, laki laki, memperlihatka tanda wanita, testis kecil,
lengan dan kaki sangat panjang/tinggi)
• Definisi
Hipogonadisme pria berkaitan dengan dua atau lebih
kromosom X dan paling sedikit satu kromosom Y (mungkin
lebih).
• Kariotipe
47, XXY yaitu yang tersering (80% kasus), lainnya yaitu
mosaik (misalnya 46, XY / 47, XXY)
• Gambaran klinis :
Ø Penyebab utama infertilitas pria
Ø Postur tubuh eunuchoid
Ø Biasanya tinggi, fenotip normal
Ø Retardasi mental minimal atau tidak da
Ø Tidak ada tanda-tanda seksual sekunder pria
Ø Ginekomastia, penyebaran rambut seperti wanita
Ø Atrofi testis dengan hiperplasia sel Leydig
Ø Beberapa memiliki kesulitan tingkah laku (agresif,
antisosial, bersifat impulsif)
Ø Kadar FSH dan estrogen plasma meningkat, kadar
testosteron
rendah
• Sindroma tripel –X
(47-XXX wanita, alat kelamin dalam dan payudara tidak
berkembang, mengalami gangguan mental)
• Pria XYY
(47-XYY, tubuh ektrim tinggi, IQ 80–118, abnormal alat
genetalia luar dan dalam, tidak menimbulkan anomali pada
tubuh, lebih agresip dan suka berbuat jahat
• Sindrom Down
(49, XX+21 atau 47,XY+21, tanda tanda tuna mental, adanya
lipatan kelopak mata, tubuh pendek, muka bulat, mulut selalu
terbuka,ujung lidah besar, hidung lebar dan datar, IQ rendah)
Hermafrodit dan Pseudohermafrodit
Hermafrodit sejati
memiliki ovarium dan testis, dapat berupa kombinasi ovotestis
atau dengan satu gonad pada setiap sisi.
2/3 memiliki kariotipe 46,XX dengan translokasi kromosom Y
ke kromosom X, atau suatu autosom.
Sisanya (1/3) yaitu mosaik, misalnya XX/XXY, di mana ada sel
yang mengandung Y
Pseudohermafrodit
memiliki tanda-tanda seksual fenotip yang tidak sama dengan
gonadnya
Pseudohermafrodit wanita
memiliki kariotipe 46,XX. Ovarium dan genetalia interna
normal, namun gentalia eksterna dapat berarti dua atau bersifat
kelaki-lakian. Penyebab tersering yaitu selama gestasi paparan
terhadap steroid androgen tidak adekuat. Keadaan ini dapat
terjadi pada hiperplasia adrenal kongenital atau jika pada ibu
ada tumor yang mensekresi androgen
Pseudohermafrodit pria
Kromosom Y ada, dan karenanya gonad yang ada hanya testis,
namun genetalia eksterna dapat berarti dua atau benar-benar
wanita.
Keadaan ini disebabkan cacatnya sifat kejantanan embrio laki-laki
karena sintesa androgen menurun atau resisten terhadap kerja
androgen.
Bentuk tersering yaitu feminisasi testis lengkap berkaitan
dengan mutasi struktur gen untuk reseptor androgen.
~selesai
• Secara Etimologi kata genetika berasal dari kata genos
dalam bahasa latin, yang berarti asal mula kejadian.
• Genetika yaitu ilmu yang mempelajari seluk beluk alih
informasi hayati dari generasi ke generasi.
• Genetika yaitu ilmu tentang pewarisan sifat
bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan
kepada anak cucu, serta variasi yang mungkin timbul
didalamnya.
Kelainan genetika (genetic abnormally)
yaitu sebuah kondisi kelainan oleh satu atau lebih gen
yang memicu sebuah kondisi fenotipe klinis atau
merupakan penyimpangan dari sifat umum/sifat rata-
rata manusia.
Penyakit Genetika (genetic disorder)
yaitu penyakit yang muncul sebab tidak
berfungsinya faktor-faktor genetik yang tidak
mengatur struktur dan fungsi fisiologi tubuh manusia.
1. Ketidaknormalan jumlah kromosom seperti dalam
sindrom Down (adanya ekstra kromosom 21) dan
sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X).
2. Mutasi gen berulang yang dapat memicu
sindrom X rapuh atau penyakit Huntington.
3. Gen rusak yang diturunkan dari orang tua.
Cacat dan Penyakit Menurun
Yang Tidak Terpaut Seks
(terpaut pada autosom)
Penyakit Menurun
Tertaut Kromosom Sex
Penyakit bawaan terpaut dengan
kromosom tubuh yang resesif
1. Albino (albinisme/ bule)
2. Gangguan Mental
3. Thalasemia
4. Kebotakan
5. Anemia sel sabit
6. Fibrosis sistik
Penyakit bawaan terpaut dengan
kromosom tubuh yang dominan
1. Brachydactily (jari pendek)
2. Polidactily
3. Dentinogenesis Imperfekta
4. Anonychia
5. Katarak
6. Akondroplasia
7. Huntington
• Albino berasal dari bahasa Yunani albus yang berarti putih yaitu
penyakit menurun dimana pada kulit manusia ada kelainan
sehingga rambut dan badannya putih, bahkan jaringan di dalam
tubuhnya seperti otak dan syaraf tulang belakang berwarna
putih.
• Kelainan terjadi sebab tubuh tidak mampu membentuk enzim
yang diperlukan untuk merubah asam amino tirosin menjadi
beta-3, 4-dihidroksipheylalanin untuk selanjutnya diubah menjadi
pigmen melanin yang penting untuk menyerap UV ditentukan
oleh gen dominan A, sehingga orang normal memiliki
genotipe AA atau Aa, dan albino aa.
• Sifat albino dibawa faktor resesif yang ada dalam kromosom
tubuh (autosom).
• Seorang anak albino dapat lahir dari pasangan orang tua yang
keduanya normal heterozigot atau dari pasangan normal dan
albino.
1.memiliki kulit dan rambut abnormal
(berwarna putih susu/ putih pucat).
2.Memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil
merah (tidak semua).
3.Hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan
rambut.
4.Rabun jauh dan rabun dekat yang sangat ekstrim.
5.Meraka selalu menjaga agar kelopak matanya
setengah tertutup dengan selalu berkedip.
• Yang termasuk gangguan mental yaitu debil,
imbisil, idiot.
• Sifat menurun dikendalikan oleh gen resesif tidak
terpaut seks.
• Faktor pemicu : fenilketonuria (fku) yaitu
kegagalan tubuh penderita mensintesis enzim yang
dapat mengubah fenilalanin menjadi tiroksin yang
akibatnya terjadi penimbunan fenilalanin yang
dibuang melalui urin, sehingga fenilalanin yang
memiliki senyawa tinggi yaitu fenil piruvat dapat
merusak sistem saraf yang akhirnya memicu
individu menderita ganggun mental.
• Menunjukkan gejala kebodohan
• Reaksi refleknya lamban
• Rambut dan kulit kekurangan pigmen
• Umumnya tidak berumur panjang
• Jarang memiliki keturunan
• Bila urinnya diberi larutan ferioksida 5% akan
menghasilkan warna hijau kebiruan menunjukkan
bahwa dalam urinenya ada senyawa derifat
fenilketouria (FKU).
• Thalasemia Istilahnya berasal dari kata thalasa = laut
dan anemia.
• Thalasemia yaitu kelainan genetik yang disebabkan
rendahnya kemampuan pembentukan hemoglobin
sebab gangguan salah satu rantai globin.
• Pada thalassemia dimana eritrosit memiliki
gambaran : microcytic (kecil), leptocytic (lonjong) dan
polycythemic (banyak), bercampur baur membentuk
apa yang disebut target cell.
• Thalasemia memicu kemampuan eritrosit dalam
mengangkut oksigen menjadi rendah sehingga
memicu anemia.
Gejala :
• Limpa dan hati membengkak
• Pertumbuhan tulang tengkorak dan tulang
muka menebal, shg penderita kelihatan aneh
• Daya tahan tubuh rendah
• Wajah lembap dan pangkal hidung terbenam.
Macam2 Thalasemia :
1. Thalasemia mayor (ThTh) sangat parah,
biasanya memicu kematian
2. Thalasemia minor (Thth) tidak terlalu
parah, memiliki gejala pembengkakan
limpa sedikit.
• Ekspresi gen pemicu botak dibatasi oleh jenis kelamin
dengan genotip yang sama jika ada pada jenis
kelamin yang berbeda akan menimbulkan ekspresi fenotip
yang berbeda.
• Kebotakan ditentukan oleh gen B dan gen b untuk kepala
berambut (normal).
• Orang yang bergenotip BB, baik wanita maupun laki-
laki akan mengalami kebotakan. Genotip Bb pada laki-laki
memicu kebotakan, tetapi tidak untuk wanita .
• Genotip Bb tidak memicu kebotakan pada
wanita sebab wanita menghasilkan hormon
estrogen yang mampu menghalangi kebotakan.
• Penyakit anemia sel sabit disebabkan oleh substitusi suatu
asam amino tunggal dalam protein hemoglobin berisi sel
sel darah merah.
• saat kandungan oksigen darah individu yang diserang,
dalam keadaan rendah (misalnya pada saat berada
ditempat yang tinggi atau pada waktu mengalami
ketegangan fisik), hemoglobin sel sabit akan mengubah
bentuk sel-sel darah merah menjadi bentuk sabit.
• Individu yang menderita anemia sel sabit disimbolkan
dengan ss. sedang individu normal memiliki genotipe
SS dan karier anemia sel sabit disimbolkan dengan Ss.
• Fibrosis kistik disebabkan oleh tidak adanya protein yang
membantu transpor ion klorida melalui membran plasma.
• Oleh sebab nya dihasilkan banyak lendir yang
mempengaruhi pankreas, saluran pernapasan, kelenjar
keringat, dll.
• Fibrosis kistik disebabkan oleh alel homozigot resesif (cc).
Individu heterozigot (Cc) tidak menderita gejala penyakit
ini, namun merupakan karier.
• sedang individu normal bergenotipe (CC).
• Brakidaktili yaitu suatu kelainan yang dicirikan
dengan jari tangan atau kaki yang memendek
sebab memendeknya ruas-ruas tulang jari.
• Penderita brakidaktili memiliki gen dalam
keadaan heterozigot (Bb).
• Individu yang memiliki gen dalam keadaan
homozigot dominan (BB) memicu kematian
(letal) pada masa embrio, sedang dalam
keadaan heterozigot hanya memiliki dua ruas
jari , sebab ruas jari yang tengah sangat pendek
dan tumbuh menyatu dengan ruas jari lain.
• Individu dengan gen homozigot resesif (bb)
merupakan individu normal.
• Polidactily merupakan kelainan berupa kelebihan
jumlah jari tangan dan kaki.
• Kelainan/cacat ini bersifat menurun.
• Diwariskan oleh gen autosom dominan P,
sedang gen p mewariskan sifat normal.
• Orang normal memiliki genotip pp, sedang
penyandang polidaktily genotipnya PP atau Pp.
• Merupakan satu dari beberapa
manifestasi penyakit tulang yang
secara umum disebut Osteogenesis
Imperfekta (OI) yang diturunkan
secara autosomal dominan.
• Dentinogenesis Imperfecta yaitu
kelainan pada gigi manusia yang
memicu tulang gigi (dentin)
berwarna seperti air susu.
• Disebabkan oleh gen dominan Dt,
sedang keadaan normal diatur
oleh gen dt.
Tipe II (Dentin Opalescent Herediter)
• Sebagai dentin transparan herediter yang tidak
disertai oleh OI dan diturunkan sebagai rantai
perikatan autosomal dominan.
Tipe I (Dentinogenesis Imperfekta)
Tipe III ( Tipe Brandywine )
• Penyakit anonychia yaitu kelainan pada jari,
sehingga tidak ada kuku pada jari.
• Disebabkan oleh gen dominan Ac,
sedang alelnya ac tidak menimbulkan
kelainan (normal).
• Katarak merupakan kerusakan pada kornea mata.
• Katarak dapat memicu kebutaan.
• Kelainan ini disebabkan oleh gen dominan K,
sedang alel resesif k menentukan sifat mata
normal.
• Akondroplasia disebabkan oleh tidak
terbentuknya komponen tulang rawan pada
kerangka tubuh secara benar.
• Individu akondroplasia dewasa memiliki
kaki dan lengan yang tidak normal (pendek)
dengan tinggi tubuh kurang dari 1,2 meter.
• Namun intelejensi, ukuran kepala, dan ukuran
tubuh normal.
• Individu penderita akondroplasia memiliki
genotipe KK atau Kk.
• sedang individu normal bergenotipe
homozigot resesif (kk).
• Huntington merupakan suatu penyakit sebab terjadi
degenerasi sistem saraf yang cepat dan tidak dapat balik.
• Penderita menggelengkan kepala pada satu arah.
Huntington disebabkan oleh alel dominan (H).
• Oleh sebab itu, dengan satu alel H saja semua individu
yang heterozigot akan mendapatkan Huntington.
• Individu normal memiliki alel resesif (hh).
Prinsip penurunan sifatnya:
1. Seorang pria menderita kelainan kromosom X tidak
akan diturunkan kepada anak laki-lakinya, hanya
diturunkan pada anak wanita nya.
2. Seorang wanita menderita kelainan terkait
kromosom X akan diturunkan kepada semua
anaknya.
3. Seorang wanita yaitu carrier suatu kelainan terkait
kromosom X kemungkinan anak laki-lakinya
menderita kelainan sebesar 50%, sedang anak
wanita 50% normal dan 50% carrier.
Sifat Gen Terangkai Kromosom X
1. Gen Terangkai X Dominan : Sifat hanya
termanifestasikan apabila kromosom dalam
keadaan menggandeng gen dominan
2. Gen Terangkai X Resesif : Sifat akan
termanifestasikan apabila kromosom dalam
keadaan menggandeng gen resesif
Kelainan dan penyakit sebab alel resesif
tertaut kromosom sex X
Kelainan dan penyakit sebab alel resesif tertaut
kromosom sex Y
1
2
• Kelainan yg memicu tubuh tidak dapat membuat protein yang
diperlukan dalam pembekuan darah. Penderita hemofilia dapat kehabisan
darah dan meninggal dunia hanya sebab luka kecil.
• Umumnya luka pada orang normal akan menutup (darah akan membeku)
dalam waktu 5-7 menit, tetapi pada penderita hemofilia, darah akan
membeku 50 menit sampai 2 jam, sehingga mudah memicu kematian
sebab kehilangan terlalu banyak darah.
• wanita yang homozigot resesif untuk gen ini merupakan penderita
(XhXh), sedang wanita yang heterozigot (XhXH) pembekuan darahnya
normal namun ia hanya berperan sebagai pembawa/carier.
• Seorang laki-laki penderita hanya memiliki satu genotip yaitu (XhY).
• Hemofilia dikendalikan oleh gen resesif yang terpaut kromosom X, seperti
halnya merupakan gangguan koagulasi herediter yang paling sering dijumpai.
• Hemofilia terjadi sebab tidak terbentuknya tromboplastin (sebagai zat
aktivasi protrombin saat luka, sehingga protrombin dapat diubah menjadi
trombin).
Hemofilia A
• sebab penderita tidak memiliki zat
anti hemofili globulin (faktor VIII).
• Tipe ini ada ± 80 % dari
penderita hemofilia.
• Seorang yang normal mampu
membentuk anti hemofili globulin
(AHG) dalam serum darahnya sebab
memiliki gen dominan H,
sedang alel yang resesif tidak
dapat membentuk zat tersebut.
Hemofilia B (Cristmast)
• sebab penderita tidak memiliki
komponen plasma tromboplastin
(KTP atau faktor IX)
• Diberi nama Christmas sebab
mengacu pada nama seorang anak
laki-laki yang terluka pada waktu
Inggris dibom oleh Jerman selama
Perang Dunia ke II.
• ada ± 20 % dari penderita
hemofili.
Hemofili C
• sebab penderita tidak mampu
membentuk zat plasma
tromboplastin anteseden (PTA).
• Penyakit ini tidak disebabkan oleh
gen resesif yang terangkai-X,
melainkan oleh gen resesif yang
jarang dijumpai pada autosom.
• Hanya terjadi sedikit dari
penderita. Tidak lebih dari 1 %.
Berat
Dengan faktor pembekuan dalam plasma kurang dari 1%
Sedang
Dengan faktor pembekuan dalam plasma sekitar 1% - 5%
Ringan
Dengan faktor pembekuan dalam plasma antara 5 - 40 %.
1
3
2
• Merupakan penyakit turunan yang memicu penderita tidak
dapat membedakan warna-warna tertentu.
• ada dua jenis buta warna, yakni buta warna parsial dan buta
warna total.
• Pada buta warna parsial, penderita tidak dapat membedakan
beberapa warna saja, contohnya merah-hijau dan biru-hijau.
• Adapun buta warna total, ia tidak bisa membedakan semua jenis
warna.
• Buta warna disebabkan oleh gen resesif buta warna (cb) yang terpaut
pada kromosom X.
• wanita normal memiliki genotip homozigotik dominan BB dan
heterozigotik Bb, sedang yang buta warna yaitu homozigotik
resesif bb. Laki-laki hanya memiliki sebuah kromosom-X, sehingga
hanya dapat normal XY atau buta warna XbY.
• Distrofi otot ditandai dengan makin melemahnya
otot – otot dan hilangnya koordinasi.
• Kelainan yang terjadi sebab tidak adanya satu
protein otot penting yang disebut distrofin, yang
terletak pada lokus yang spesifik pada kromosom
X.
• Nama sindrom fragile diambil dari
penampakan fisik kromosom X yang tidak
normal.
• Bagian kromosom X yang mengalami
konstriksi (pelekukan) dibagian ujung lengan
kromosom yang panjang.
• Semua bentuk keterbelakangan mental yang
disebabkan oleh faktor genetik, bentuk yang
paling umum yaitu fragile.
• Penyakit ini timbul sebab adanya pembentukan
purin yang berlebihan.
• Sebagai hasil metabolisme purin yang abnormal,
penderita memperlihatkan kelakuan yang abnormal,
yakni kejang otak yang tidak disadari serta
menggeliatkan anggota kaki dan jari – kari tangan.
• Anondotia yaitu keadaan di mana semua benih gigi
tidak terbentuk sama sekali.
• Anodontia dapat terjadi pada periode gigi
tetap/permanen, walaupun semua gigi sulung
terbentuk dalam jumlah yang lengkap.
• sedang bila yang tidak terbentuk hanya beberapa
gigi saja, keadaan tersebut disebut hypodontia.
• Kelainan ini biasanya dijumpai pada pria. Anodontia
ditentukan oleh gen a terpaut pada kromosom X.
Ciri – ciri :
• Penderita tidak memiliki benih gigi dalam
tulang rahang.
• Gigi tidak dapat tumbuh seterusnya.
• Rambut jarang.
• Susah berkeringat sebab kekurangan
kelenjar keringat.
• Kasus gigi cokelat merupakan kelainan bawaan yang
disebabkan gangguan dalam pembentukan lapisan email
pada gigi.
• sebab email tidak terbentuk, gigi menjadi berwarna cikelat
dan mudah rusak.
• Kelainan tersebut disebabkan oleh gen dominan B yang
terpaut X.
Hypertrichosis
• Hypertrichosis merupakan sifat
keturunan, yakni tumbuhnya rambut
dibagian tertentu di daun telinga.
• pemicu Hypertrichosis yaitu gen
resesif ( h ) yang terpaut pada
kromosom Y sehingga keturunan ini
hanya dimiliki oleh laki-laki.
Weebed Toes
Weebed Toes disebabkan oleh gen
resesif wt sehingga tumbuh kulit
diantara tangan atau kaki mirip dengan
kaki katak atau burung air.
Hystrix Gravior
• Gen resesif hg memicu
pertumbuhan rambut panjang dan
kaku dipermukaan tubuh, sehingga
terlihat menyerupai hewan landak
yang tubuhnya berduri.
Sindrom Down (47,XY + 21 dan 47,XX + 21)
• Kelebihan satu autosom pada kromosom nomor 21(Trisomi
21), terjadi pada laki-laki dan wanita .
• Kelainan ini ditemukan J. Langdon Down pada tahun 1866
dengan ciri-ciri tinggi badan sekitar 120 cm, kepala lebar
dan pendek, bibir tebal, lidah besar dan menjulur, liur selalu
menetes, jari pendek dan gemuk terutama kelingking,
telapak tangan tebal, mata sempit miring kesamping, gigi
kecil-kecil dan jarang, IQ rendah, umumnya steril.
Sindrom Jacobs (47, XYY atau 44A + XYY)
• Penderita memiliki 44 Autosom & 3 kromosom kelamin (XYY).
• Kelainan ini ditemukan oleh P.A. Jacobs pada tahun 1965 dengan
ciri-ciri pria bertubuh normal, berperawakan tinggi, bersifat
antisosial, perilaku kasar dan agresif, wajah menakutkan,
memperlihatkan watak kriminal, IQ di bawah normal.
Sindrom Klinefelter (47, XXY atau 44A + XXY)
• Penderita memiliki 44 Autosom dan 3 kromosom kelamin
(XXY).
• Disebabkan oleh adanya 3 kromosom kelamin/ Trisomi :
kelebihan satu buah kromosom (2N+1).
• Ditemukan oleh H.F. Klinefelter tahun 1942.
• Penderita berjenis kelamin laki-laki tetapi cenderung bersifat
kewanitaan, testis mengecil dan mandul, payudara membesar,
dada sempit, pinggul lebar, rambut badan tidak tumbuh,
tubuhnya cenderung tinggi (lengan dan kakinya panjang), mental
terbelakang.
Sindrom Turner (45,XO atau 44A + X)
• Penderita memiliki 44 Autosom dan hanya 1 kromosom kelamin
yaitu X (Tidak ada kromosom Y).
• Ditemukan oleh H.H. Turner tahun 1938.
• Penderita Sindrom Turner berkelamin wanita, namun tidak memiliki
ovarium, alat kelamin bagian dalam terlambat perkembangannya
(infatil) dan tidak sempurna, steril, kedua puting susu berjarak
melebar, payudara tidak berkembang, badan cenderung pendek
(kurang lebih 120 cm), dada lebar , leher pendek, memiliki
gelambir pada leher, dan mengalami keterbelakangan mental.
• Tingkat insidensi 1 pada 2.500 wanita.
Sindrom Edward (47,XY + 18 dan 47, XX + 18)
• Penderita mengalami trisomi atau kelebihan satu Autosom nomor 18.
• Ciri-ciri penderita yaitu memiliki kelainan pada alat tubuh telinga
dan rahang bawah kedudukannya rendah, mulut kecil, mental
terbelakang, tulang dada pendek, umumnya hanya mencapai umur 6
bulan saja.
Sindrom Patau (47,XY + 13 dan 47, XX + 13)
• Penderita memiliki 45 Autosom, sehingga disebut trisomi.
• Trisomi dapat terjadi pada kromosom nomor 13, 14 atau 15. Ciri-ciri
penderita kepala kecil, mata kecil, sumbing celah langit langit, tuli,
polidaktili, memiliki kelainan otak, jantung, ginjal dan usus serta
pertumbuhan mentalnya terbelakang. Biasanya penderita meninggal
pada usia kurang dari 1 tahun.
Sindrom Cri du chat
• Anak yang dilahirkan dengan delesi pada kromosom nomor 5 ini
memiliki mental terbelakang, memiliki kepala yang kecil dengan
penampakan wajah yang tidak biasa, dan memiliki tangisan yang
suaranya seperti suara kucing.
• Penderita biasanya meninggal saat masih bayi atau anak-anak.
Carrier testing
• Merupakan tes untuk mengetahui apakah seseorang
menyimpan gen yang membawa kelainan genetik.
• Metode : uji darah sederhana untuk melihat kadar enzim
terkait kelainan genetik tertentu, atau dengan mengecek
DNA, apakah mengandung kelainan tertentu.
Prenatal diagnosis
• Merupakan tindakan untuk melihat kondisi kesehatan fetus
yang belum dilahirkan.
• Metode yang digunakan : ultrasonografi, amniocentesis,
maternal serum, dan chorionic villus sampling
Newborn screening
• Merupakan pemeriksaan bayi pada masa kelahiran baru.
• Meliputi pemeriksaan genetik, endokrinologi, metabolik,
dan hematologi.
Preimplantasi diagnosis
• Merupakan uji yang melibatkan pembuahan in vitro untuk
mengetahui kadar kelainan genetik embrio preimplantasi, diberi
obat tertentu untuk merangsang produksi sel telur berlebihan.
• Sel telur akan diambil dan diletakkan di cawan untuk dibuahi oleh
sperma donor, kmd dianalisa terkait dengan kelainan genetik.
Predictive testing
• Predictive testing merupakan tes yang digunakan untuk
menguji apabila seseorang menderita kelainan genetik
dengan melihat riwayat genetik keluarga sebelumnya.
• Tes ini dilakukan setelah kelahiran, dan biasa juga disebut
sebagai presymptomatic testing
Penyakit genetik atau kelainan genetik yaitu sebuah kondisi yang dipicu oleh
kelainan oleh satu atau lebih gen yang memicu sebuah kondisi fenotipe klinis.
Beberapa pemicu penyakit genetik antara lain:
Ketidaknormalan jumlah kromosom seperti dalam sindrom Down (adanya ekstra
kromosom 21) dan sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X).
Mutasi gen berulang yang dapat memicu sindrom X rapuh atau penyakit
Huntington.
Gen rusak yang diturunkan dari orang tua. Dalam kasus ini, penyakit genetik juga
dikenal dengan istilah penyakit keturunan. Kondisi ini terjadi ketika individu lahir dari dua
individu sehat pembawa gen rusak tersebut, tetapi dapat juga terjadi ketika gen yang
rusak tersebut merupakan gen yang dominan.
Sekarang ini ada sekitar 4.000 penyakit genetik yang sudah diidentifikasi. Kebanyakan
penyakit genetik yaitu langka dengan hanya terjadi pada 1 individu dari sekitar ribuan atau
bahkan jutaan individu.1
HUKUM MENDEL
Riwayat Mendel
Orang yang pertama-tama menaruh perhatian dan membawa perhitungan-perhitungan
yang cermat dari hasil berbagai macam persilangan dengan menggunakan tanaman kapri
atau ercis (Pisum sativum) ialah Gregor Johann Mendel. Ia yaitu satu-satunya anak laki-
laki dari Anton dan Rosine Mendel, suami-isteri petani kecil. Karena itu sejak kanak-kanak
dia sudah memiliki perhatian pada cara bercocok tanam dan mempertinggi hasil
tanaman.
Kelainan Genetik (Albino) 1
Usia 18 tahun ia menerima ijazah dari Sekolah Menengah
Troppau dengan pujian istimewa dari guru-gurunya. Setelah itu,
ia melanjutkan pendidikannya di Institut Filsafat di Olmutz.
Profesor Friederich Franz yang memberi kuliah mata-pelajaran
Fisika memberi rekomendasi sehingga ia diterima sebagai
mahasiswa di Biara Augustinia di Altbrunn. Tahun 1843 mendel
diterima sebagai anggota Masyarakat Biara dari St. Thomas.
Sejak itulah ia menerima nama baptis Gregor.
Tanggal 4 Agustus 1847 ia diangkat sebagai pendeta, Bapak Gregor Johann Mendel.
Setelah melalui menjabat sebagai guru di Sekolah Menengah Atas di Znaim, akhirnya
Mendel masuk ke Unversitas Wina dan menyelesaikan studinya dalam bulan Agustus 1853.
Pada usia 32 tahun ia menempuh ujian untuk memperoleh sertifikat sebagai guru, tetapi
gagal. Untuk kedua kalinya ia mencoba menempuh ujian lagi dengan mengemukakan
beberapa kesimpulan tentang risetnya hal evolusi, pemulian tanaman dan keturunan, tetapi
panitia penguji menganggapnya kuno, sehingga ia dinyatakan tidak lulus lagi. Akhirnya ia
melanjutkan risetnya pada tumbuhan.
Penelitian Mendel
Dalam penelitiannya selama delapan tahun (1856-1863) Mendel menggunakan
tanaman kapri atau ercis (pisum sativum). Ia memilih menggunakan tanaman ini karena
ada berbagai sifat yang menguntungkan, yaitu:
1) Tanaman kapri dapat mengadakan penyerbukan sendiri dan tanpa disilangkan.
2) Memiliki beberapa bagian yang dapat memperlihatkan sifat yang kontras, yaitu:
a. Ukuran tanaman (tinggi x rendah)
b. Batang tanaman (bunga sepanjang batang x bunga di ujung batang)
c. Buah polong (penuh x berlekuk) dan (kuning x hijau)
d. Biji (bulat x keriput) dan (kuning x hijau)
Semua sifat yang disebut di depan yaitu dominan (mengalahkan) terhadap resesif
(dikalahkan) yang dsebut di belakang.
Mendel dapat memberi beberapa kesimpulan penting dari hasil penelitian, yaitu:
1. Hibrid (ialah hasil persilangan dua individu dengan tanda beda) memiliki sifat yang mirip
dengan induknya dan setiap hibrid memiliki sifat yang mirip dengan induknya dan
setiap hibrid memiliki sifat yang sama dengan hibrid yang lain dari spesies yang
sama.
2. Karakter (sifat) dari keturunan suatu hibrid selalu timbul kembali secara teratur dan
inilah yang memberi petunjuk kepada Mendel bahwa tentu ada faktor-faktor tertentu
Kelainan Genetik (Albino) 2
yang mengambil peranan dalam pemindahan sifat dari satu generasi ke generasi
berikutnya.
3. Mendel merasa bahwa apabila “faktor-faktor keturunan” itu mengikuti distribusi yang
logis, maka suatu hukum atau pola akan dapat diketahui dengan cara mengadakan
banyak persilangan dan menghitung bentuk-bentuk yang berbeda seperti yang tampak
dalam keturunan.suryo, genetika manusia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2008
gambar.1 penyilangan hibrid
Disamping itu, Mendel juga mengemukakan 4 macam postulat dari hasil penelitiannya,
yaitu:
1. Faktor keturunan (gen) berupa benda dan selalu berpasangan pada individu diploid,
bertanggun jawab ada penurunan sifat-sifat.
2. Pada gametogenesis kedua faktor tersebut berpisahan atau disegresasi sehingga
setiap gamet hanya memiliki salah satu dari pasangan faktor tersebut. Kemudian dari
postulat ini menjadi Hukum Mendel I atau Hukum Segregasi.
3. Faktor keturunan (gen) ada yang bersifat dominan dan resesif, disebut prinsip
dominan-resesif.
4. Bila ada dua faktor keturunan yang diperlukan, maka pada gametogenesis terjadi
pilihan bebas (independent assortment), sehingga segala macam kombinasi
mungkin terjadi dalam jumlah yang sama. Postulat ini disebut Hukum Mendel II atau
Hukum Pilihan Bebas.
Kelainan Genetik (Albino) 3
Gambar 2 hukum segregasi
Terminologi (Istilah Genetika)
Untuk mengerti jalannya penelitian Mendel perlu dikenal beberapa istilah, seperti:
a. P = Parental, yang berarti induk.
b. F = Filial, yang berarti keturunan (ada F1, F2, F3, F4, dan seterusnya)
c. Fenotip = karakter (sifat) yang dapat kita amati (bentuk, ukuran, warna, golongan darah,
dan sebagainya).
d. Genotip = susunan genetik suatu individu (jadi sesuatu yang tidak dapat diamati).
e. Simbol untuk suatu gen (istilah lain untuk “faktor keturunan”) dikemukakan dengan
sebuah huruf, misalnya:
R = gen yang memicu warna merah (“rubra”)
r = gen yang memicu warna putih (“alba”).
Merah yaitu dominan terhadap putih, karena itu diberi simbol huruf besar. Yang resesif
diberi simbol dengan huruf kecil.
f. Genotip suatu individu diberi simbol dengan huruf ganda, karena individu umumnya
diploid. Misalnya:
RR = genotip untuk tanaman berbunga warna merah
rr = genotip untuk tanaman berbunga warna putih.
g. Homozigotik = sifat suatu individu yang genotipnya terdiri dari gen-gen yang sama dari
tiap jenis gen (misalnya RR, rr, AA, AABB, aabb).
Kelainan Genetik (Albino) 4
h. Heterozigot = sifat suatu individu yang genotipnya terdiri dar gen-gen yang berlainan
dari tiap jenis gen (misalnya Rr, Aa, AaBb)
i. Alel = anggota dari pasangan gen, misalnya:
R = gen untuk warna bunga merah
r = gen untuk warna bunga putih
T = gen untuk tanaman tinggi
t = gen untuk tanama rendah
R dan r satu sama lain merupakan alel, tetapi R dan t bukan alel.
Persilangan Monohibrid
Berasal dari kata mono = satu, hibrid = baster, yang berarti perislangan dengan satu
tanda atau satu sifat beda.
Prinsipnya:
1. Kedua induk murni sifatnya
(Homozigot : MM, mm)
2. Satu fenotip : warna bunga
3. Beda sifat : merah dan putih (sifat yang diskontinu)
Mendel mengambil serbuk sari dari bunga tanaman yang bijinya bulat. Semua
keturunan F1 yang berupa suatu hibrid berbentuk tanaman yang bijinya bulat. Ketika
menyilangkan tanaman-tanaman F1 didapatkan keturunan F2 yang memperlihatkan
perbandingan fenotip kira-kira 3 biji bulat : 1 biji keriput.
P genotip : Bb x genotip : bb
Fenotip : bulat x fenotip : keriput
(homozigot) (heterozigot)
F1 ` genotip : Bb
Fenotip : semua bulat
(heterozigot)
F1 x F1 genotip : Bb x genotip : Bb
Fenotip : bulat x bulat
(heterozigot) (heterozigot)
Kelainan Genetik (Albino) 5
Dari data di atas ada dominasi sepenuhnya, maka persilangan monohibrid
menghasilkan 4 kombinasi pada keturunan dengan perbandingan fenotip 3 : 1.
Dari percobaan di atas Mendel dapat mengambil kesimpulan bahwa pada waktu
pembentukan gamet-gamet (serbuk sari dan sel telur) maka gen-gen yang menetukan suatu
sifat mengadakan segregasi (memisah), sehingga setiap gamet hanya menerima sebuah
gen saja, yang disebut Hukum I dari Mendel yang dikenal dengan nama The Low of
Segregation of Allelic Genes (Hukum Pemisahan Gen yang Sealel).
Sel kelamin hanya memiliki setengah jumlah kromosom sel tubuh, sel kelamin
dikatakan haploid dengan n kromosom, sedangkan sel tubuh dikatakan diploid dengan 2n
kromosom.
Kemajuan dalam bidang biokimia memungkinkan para ahli menetapkan struktur serta
susunan bahan genetik yang berupa DNA (deoxyribo Nucleic Acid) dan RNA (Ribo Nucleic
Acid). DNA dan RNA merupkan komponen penting pada gen yang mengatur sintesa protein.
Menjelang berakhrinya abad ke-20, kemajuan teknologi yang begitu cepat di bidang
genetika seperti rekayasa genetika (genetic engineering). Tujuan utama rekayasa genetika
yaitu memanipulasi gen dengan melakukan pembiakan DNA dari sel atau spesies lain di
dalam sel induk, sehingga dihasilkan transforman baru yang dapat menghasilkan produk
gen yang dikehendaki sebagai ilmu pengetahuan terapan. Ilmu genetika dipakai untuk
bidang-bidang sebagai berikut, terutama bidang Kedokteran, merupakan cabang besar ilmu
yang disebut Genetika Manusia.3
Gambar 3 gen resesif dan dominan
Kelainan Genetik (Albino) 6
Persilangan resiprok
Persilangan resiprok (persilangan kebalikan) ialah persilangan yang merupakan
kebalikan dari persilangan yang semula dilakukan. Sebagai contoh dapat digunakan
percobaan Mendel lainnya:
H = gen yang menentukan buah polong berwarna hijau
h = gen yang menentukan buah polong berwarna kuning
Mula-mula serbuk sari dari bunga pada tanaman berbuah polong hijau diserbukkan
pada putik bunga pada tanaman berbuah polong hijau diserbukkan pada putik bunga pada
tanaman berbuah polong kuning.Pada persilangan berikutnya cara tersebut di atas dibalik.
kedua macam persilangan tersebut ternyata didapatkan keturunan F1 maupun F2 yang sama.
gambar 4 persilangan resiprok
Persilangan kembali (“Back Cross”)
Ialah persilangan antara hibrid F1 dengan induknya jantan atau betina.
P : jantan hitam x betina putih
BB bb
F1 : 100% hitam Bb
Back cross : jantan hitam x betina putih
BB Bb
F2 : 50% hitam BB
50% hitam Bb
Back cross : jantan hitam x betina putih
Kelainan Genetik (Albino) 7
BB bb
F2 : 50% hitam BB
50% hitam bb
Uji silang (“Test Cross”)
Ialah persilangan antara hibrid F1 dengan individu yang homozigot resesif. Test cross
digunakan untuk menguji apakah suatu individu tersebut homozigot ataukah heterozigot.
Bila individu :
P : hitam BB x putih bb
F1 : 100% hitam Bb
P : hitam Bb x putih bb
F2 : 50% hitam Bb
50% hitam bb
Kesimpulan :
1. Individu yang hitam yaitu heterozigot
2. Test cross dapat merupakan suatu back cross
3. Back cross tidak selalu (belum tentu) merupakan suatu test cross.3
gambar 5 persilangan antara fenotip dominan dan resesif
Kelainan Genetik (Albino) 8
Persilangan Dihibrid
Hukum Mendel II berlaku ketika pembentukan gamet, dimana gen sealel secara bebas
pergi masing-masing kutub ketika meiosis disebut juga Hukum Asortasi.
Dihibrid yaitu persilangan dengan dua tanda atau dua sifat beda. Prinsipnya sebagai
berikut:
1. Kedua induk murni sifatnya
2. Dua fenotip : bentuk biji dan warna biji
3. Beda sifat : bulat keriput atau warna buah kuning dan hijau
Mendel melakukan persilangan dua macam karakter kacang kapri yaitu warna dan
bentuk biji.
R : gen yang menentukan biji bulat
r : gen yang menentukan biji keriput
Y : gen yang menentukan biji berwarna kuning
y : gen yang menentukan biji berwarna hijau
PEWARISAN SIFAT AUTOSOMAL PADA MANUSIA
Sifat autosomal ialah sifat keturunan yang ditentukan oleh gen pada autosom. Gen ini
ada yang dominan dan ada yang resesif. Oleh karena laki-laki dan perempuan memiliki
autosom yang sama, maka sifat keturunan yang ditentukan oleh gen autosomal yaitu
dapat dijumpai pada laki-laki maupun perempuan.
A. Pewarisan Gen Autosomal Dominan
1. Polidaktili (Jari Lebih)
Polidaktili yaitu suatu kelainan yagn diwariskan oleh gen autosomal P, sehingga orang
memiliki tambahan jari pada satu atau dua tangan dan/atau pada kakinya. Yang umum
dijumpai ialah ada nya jari tambahan pada satu atau kedua tangan. Tempatnya jari
tambahan itu berbeda-beda, ada yang ada pada di dekat ibu jari dan ada pula yang
ada di dekat jari kelingking.
Kelainan Genetik (Albino) 9
Gambar 6 polidaktili
2. Kemampuan mengecap phenilthiocarbomida (PTC)
Bagi sementara orang zat ini terasa pahit, sehing mereka disebut pengecap (“taster”).
Orang lain tidak merasakan apa-apa sehingga mereak dikatakan non taster.
3. Thalasemia
Ialah penyakit darah bawaan (keturunan) yang memicu sel darah merah (eritrosit)
pecah (hemolisa). Thalassemia merupakan kelainan genetik yang ditandai dengan
berkurangnya atau tidak ada sama sekali sintesa rantai hemoglobin, sehingga hanya
memiliki kemampuan sedikit untuk mengikat oksigen. Thalassemia dibedakan atas
thalassemia α, thalassemia β, dan thalassemia δβ.
a) Thalassemia α, sering dijumpai pada penduduk Asia, terutama dipicu adanya
delesi (tidak adanya) gen α. Pada individu normal ada 4 gen α pada sepasang
kromosom, yaitu 2 gen pada kromosom paternal (berasal dari ayah). Delesi dapat
terjadi pada 1 gen, 2 gen, 3, gen, atau 4 gen. banyaknya delesi gen α menentukan
keparahan keadaan pasien, yaitu :
- Pada delesi 1 gen α (disebut α thalasseima 2) hanya berpengaruh sedikit fungsi
darah.
- Pada delesi 2 gen α (disebut α thalassemia 1) berakibat anemia ringan
- Pada delesi 3 gen α (disebut “HbH disease”) berakibat anemia berat.
- Pada delesi 4 gen α berakibat fatal pada bayi.
b) b. Thalassemia β, yang biasanya dibedakan lagi dalam βo dan β+ . Pada thalansemia
βo rantai β tidak ditmukan sama kembali, sedang pada thalassemia β+ rantai β disintesa
dalm jumalh kecil. Pada thalassemia β+ kelainan yang terjadi pada pemroresan
prekusor ARNd, sedang pada thlassemia β+ kelainan yang terjadi lebih kompleks. Pada
thalassemia β tidak ditemukan adanya delesi gen β sehingga dapat diperkirakan bahwa
jumlah ARNd berkurang pada waktu dikeluarkan dari nucleus menuju sitoplasma,
dipicu adanya kerusakan selama pemrosesan ARNd atau ARNd tidak stabil.
Kelainan Genetik (Albino) 10
c) Thalassemia β yang heterozigot mengakibatkan anemia ringan dan biasanya tidak
memerlukan pengobatan. Dalam keadaan homozigot terjadi anemia berat dan
memerlukan transfuse darah. Pada thalassemia βo yang homozigot sama sekali tidak
ada tidak ditemkaun adanya HbA, sedang pada thalassemia β+ yang homozigot
ditemukan HbA dalam jumlah sedikit.
d) Thalassemia δβ atau disebut juga Thalassemia F terjadi penekanan produksi rantai δ
pada thalassemia β. Dalam keadaan heterozigot ditemukan HbA dalam jumlah sedikit
dan banyak HbF. Pada keadaan homozigot hanya ditemukan HbF saja dan penderita
mengalami anemia yang berat.
Gambar 7 penderita talasemia
4. Dentinogenesis imperfect (gigi opaselen)
yaitu suatu kelainan pada gigi manusia. Dentin berwarna putih seperti pada air susu
(opaselen). pemicu nya gen dominan D, sedangkan alelnya resesip d bila homozigot
memicu gigi normal. Gigi pasien Dentinogenesis imperfecta opalesen (putih seprti air
susu), email normal, tetapi ruang-ruang pulpa dan saluran-saluran akar pada kebanyakan
gigi terhapus dengan dentin abnormal. ada penambahan perbatasan pada hubungan
antara mahkota dan akar-akar gigi.
Gambar 8 Dentinogenesis imperfect
5. Anonychia
Suatu kelainan bahwa kuku dari beberapa jari tangan dan/atau kaki tidak ada atau tidak
baik tumbuhnya. Kuku biasanya sama sekali absen pada jari telunjuk dan jari tengah, juga
Kelainan Genetik (Albino) 11
kadang-kadang dari ibu jari. pemicu nya yaitu gen dominan An pada autosomal. Gen ini
diwariskan seprti pada kejadian lainnya.
Gambar 9 penderita Anonychia
6. Daun telinga yang bebas (artinya tidak tumbuh melekat) dan bentuk meruncing dari
pangkal tumbuhnya rambut di dahi (dalam bahsa inggris disebut “widow’s peak”) juga
ditentukan oleh gen dominan pada autosom
Gambar 10 Daun telinga yang bebas
7. Rambut hitam
Seperti halnya dengan warna mata, warna rambut disesbabkan oleh adanya pigmen
melanin. Jika pigmen melanin dalam jumlah banyak sekali, maka rambut berwarna hitam
sampai coklaat tua. Melanin yang sedikit mengakibatkan rambut berwarna putih. Orang
albino (bulai) tidak mampu membuat pigmen melanin karena terjadi suatu blok (halangan)
metabolism, sehingga zat tirosin tidak dapat diubah melanin. Karena itu oranhg Albino tidak
mengandung melanin.
Pada orang yang berusia warna rambut biasanya berubah menjadi abu-abu atau abu-
abu keputihan yang lazim disebut uban. Ini dipicu karena melanin di dalam rambut ini
berkurang disertai dengan penambahan sedikt pigmen kuning.
Kelainan Genetik (Albino) 12
gambar
11 rambut
hitam
dan rambut
kuning
B. Pewarisan gen autosom Resesif
Suatu sifat keturuan yang ditentukan oleh sebuah gen resesif pada autosom baru akan
tampak apabila suatu individu menerima gen itu dari kedua orang tuanya.
1. Mata biru
Warna mata timbul sebagai hasil pantulan cahaya dari granula melanin yang ada
dalam iris. Seprti diketahui, banyaknya melanin yang bentuk yang ditentukan oleh gen
melanin yang dibentuk oleh gen. Orang yang memiliki genotip bb hanya mampu membentuk
sedikit melanin, sehingga matanya berwarna biru. Orang yang homozigot dominan gen BB
membentuk sedikit melanin, sehingga matanya mampu membentuk banyak melanin dalam
jumlah besar, sehingga matanya berwarna coklat berwarna coklat tua sampai hitam. Pada
orang albino sama sekali tidak dapat membentuk enzim yang diperlukan untuk mengubah
enzim tirosin menjadi melanin, sehingga ia tidak memiliki sama sekalidan genotipnya
homozigot aa.
Gambar 11 mata biru. Orang bermata biru lebih peka terhadap
rasa sakit dibandingkan warna mata lain
2. “Cystic fibrosis” (disingkat CF)
Penyakit ini ditandai dengan adanya kelainan dalam metabolisme protein, sehingga
mengakibatkan kerusakan/kemunduran pada beberapa organ seperti pankreas, infeksi
pernapasan yang kronis dari paru-paru. Penyakit ini kerap kali tidak jelas, sehingga
menyusahkan dokter dalam menentukan diagnosis, sebab tanda-tandanya mirip dengan
penyakit yang biasanya dijumpai, yaitu peneumonia, asma, diare karena ada kesalahan
Kelainan Genetik (Albino) 13
makanan. Penyakit ini ditentukan oleh gen resesif cf, sehingga penderita memiliki fenotif
ccff. Simtom dari penyakit ini berbeda-beda menurut umur dan berat ringannya penyakit.
Gambar 12 Cystic fibrosis
3. Penyakit Tay-Sachs
Orang yang menderita penyakit ini homozigotik resesif. Urat sarafnya mengalami
kemunduran akibatnya kelihatan pada umur 6 bulan. Kehilangan kemampuan intelektualnya
dan otot-otot menjadi lemah. Bila gangguan sistim urat saraf mengenai indra penglihatan
dapat mengakibatkan penderita menjadi buta.
Gambar 13 penderita tay-sachs
C. Kesalahan Metabolisme Bawaan.
Sejak lama telah dikenal beberapa penyakit/kelainan metabolism dalam tubuh manusia,
yang dipicu oleh tidak adanya gen yang mewngawasi pembentukan enzim uang
sangta dibutuhkan dalam berbagai proses fisologi tertentu.
1. Phenylketonuria (PKU)
Penyakit dipicu karena orang tidak mampu membentuk enzim phenylalanin
hidroksilase, sehingga phenylalanin tidak dapt diubah menjadi tirosin. Penderita memliki
genotif hozigotik resesif pp dan memiliki timbunan asam amino. Phenylalanine
Kelainan Genetik (Albino) 14
dalam hati kelebihannya akan masuk dalam peredaran darah serta di edarkan
keseluruh tubuh.
gambar 14 Phenylketonut=ria
2. Albinisme
Kelainan ini dipicu oleh tubuh seseorang tidak mampu membentuk enzim yang
diperlukan untuk mengubah asam amino tirosin manjadi β-3, 4-dihidrosiphenylalanin
untuk selanjutnya diubah menjadi pigmen melanin. Jadi albinsme bukanya dipicu
adanya penimbunan tirosin dalam tubuh melaiakan karena tidak dapatnya tirosin diubah
menjadi melanin.
Gambar 15 Kelainan albino
3. Alkaptonuria
Adanya penyakit ini sebagai akibat gangguan metabolisme. Penderita tidak mememiliki
gen dominan H, sehingga dia Homozigotik resesif hh dan tidak mampu membentuk
enzim asam homogentisin oksidase yang seharusnya mengubah asam homogentisin
(disebut juga alkpaton) menjadi asam maleiplasetoasetat sampai menjadi H2O dan CO2.
4. Kretinisme
Tirosin juga berguna untuk pembentukan hormone tiroksin dan triiodotironin. Orang
yang homozigotik cc tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk mengadakan
perubahan itu sehingga ia kekukaran hormone-hormon tersebut mengakibatkan kerdil
(kurcaci).4
Kelainan Genetik (Albino) 15
FAKTOR pemicu MUTASI-MUTAGEN
Faktor- faktor yang menjadi pemicu terjadinya mutasi yaitu demikian banyak aspek
variabel faktor lingkungan. Faktor- faktor tersebut dikenal sebagai mutagen. Faktor itu jika
menghantam apa yang ada didalam gen ( DNA ) disebut mutasi gen, sedang jika
menghantam apa yang ada di dalam kromosom ( GEN ) disebut mutasi kromosom jadi jika
menghantam susunan basa nitrogen yang ada di dalam gen berarti mutasi gen.5
AKIBAT MUTASI PADA KELAINAN GENETIK
Mutasi didefinisikan sebagai pemutusan atau penggantian yang terjadi pada molekul
DNA, yang ada dalam inti sel makhluk hidup dan berisi semua informasi genetis.
Pemutusan atau penggantian ini diakibatkan pengaruh-pengaruh luar seperti radiasi atau
reaksi kimiawi. Setiap mutasi yaitu "kecelakaan" dan merusak nukleotida-nukleotida yang
membangun DNA atau mengubah posisinya. Hampir selalu, mutasi memicu
kerusakan dan perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel
tersebut.
Mutasi, yang sering dijadikan tempat berlindung evolusionis, bukan tongkat sihir yang
dapat mengubah makhluk hidup ke bentuk yang lebih maju dan sempurna. Akibat langsung
mutasi sungguh berbahaya. Perubahan-perubahan akibat mutasi hanya akan be-rupa
kematian, cacat dan abnormalitas, seperti yang dialami oleh penduduk Hiroshima, Nagasaki
Kelainan Genetik (Albino) 16
dan Chernobyl. Alasannya sangat sederhana: DNA memiliki struktur teramat kompleks, dan
pengaruh-pengaruh yang acak hanya akan memicu kerusakan pada struktur tersebut.
B.G. Ranganathan menyatakan:
Mutasi bersifat kecil, acak dan berbahaya. Mutasi pun jarang terjadi dan kalau-pun
terjadi, kemungkinan besar mutasi itu tidak berguna. Empat karakteristik mutasi ini
menunjukkan bahwa mutasi tidak dapat mengarah pada perkembangan evolusioner. Suatu
perubahan acak pada organisme yang sangat terspesialisasi bersifat tidak berguna atau
membahayakan. Perubahan acak pada sebuah jam tidak dapat memperbaiki, malah
kemungkinan besar akan merusaknya atau tidak berpengaruh sama sekali. Gempa bumi
tidak akan memperbaiki kota, tetapi menghancurkannya.
Tidak mengherankan, sejauh ini tidak ditemukan satu mutasi pun yang berguna. Semua
mutasi telah terbukti membahayakan. Seorang ilmuwan evolusionis, Warren Weaver,
mengomentari laporan The Committee on Genetic Effects of Atomic Radiation, sebuah
komite yang meneliti mutasi yang mungkin dipicu oleh senjata-senjata nuklir selama
Perang Dunia II, sebagai berikut:
Banyak orang akan tercengang oleh pernyataan bahwa hampir semua gen mu-tan yang
diketahui ternyata membahayakan. Jika mutasi yaitu bagian penting dalam proses evolusi,
bagaimana mungkin sebuah efek yang baik - evolusi ke bentuk kehidupan lebih tinggi -
berasal dari mutasi yang hampir semuanya berbahaya.6
Kelainan Genetik (Albino) 17
PENUTUP
Kesimpulan yang saya ambil dari yang di atas bahwa kelainan genetik yaitu sebuah
kondisi yang dipicu oleh kelainan oleh satu atau lebih gen yang memicu sebuah
kondisi fenotipe klinis. Kelainan genetik bisa kita ketahui dengan cara melihat ada atau
tidaknya kelainan kromosom pada tubuh seseorang.
Kelainan Genetik (Albino) 18
Mutasi yaitu perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf
urutan gen maupun pada taraf kromosom. Mutasi gen dapat dilakukan dengan mutasi silent, mutasi
missense, mutasi nonsense dan juga pemicu mutasi gen dari beberapa faktor seperti biologi,
kimia dan fisika. Mutase juga dapat disebabkan oleh karena bahan mutagen seperti bahan makanan
yang tidak baik dan lingkungan yang tercemar dan juga bersifat karsinogen yang dapat
memicu kanker. Achondroplasia yaitu dwarfisme atau kekerdilan yang disebabkan oleh
gangguan osifikasi endokondral akibat mutasi gen. selain dapat disebabkan oleh mutasi gen,
achondroplasia juga merupakan kelainan pewarisan genetik yang terjadi pada autosom yang
bersifat dominan dan dapat diturunkan kepada keturunan berikutnya.
Achondroplasia berasal dari bahasa Yunani; achondros yaitu tidak memiliki kartilago dan
plasia yaitu pertumbuhan. Istilah yang pertama kali digunakan oleh Parrot (1878) ini secara harfiah
berarti pembentukan kartilago menjadi tulang – tulang (terutama tulang panjang) yang terganggu.
Achondroplasia ini merupakan suatu penyakit genetika yang diturunkan secara autosom dominan,
namun sebagian besar kasus juga terjadi karena adanya mutasi dalam gen secara spontan.
Achondroplasia disebut juga dwarfisme atau kekerdilan. Istilah lain yang biasa digunakan untuk
penyakit ini antara lain Achondroplastic Dwarfism, Chondrodystrophia Fetalis, Chondrodystrophy
Syndromeatau Osteosclerosis Congenital. Umumnya pertumbuhan tulang yang normal bergantung
pada produksi tulang rawan, yaitu sebuah jaringan ikat fibrosa. Asupan kalsium ke dalam tubuh
secara normal akan disimpan dalam tulang rawan sehingga tulang rawan akan mengeras menjadi
tulang. Namun pada penyakit Achondroplasia, kelainan memicu pertumbuhan tulang,
terutama pada bagian tangan dan kaki, menjadi terhambat dimana pada saat itu juga terjadi proses
penebalan tulang. Selain itu bukaan di tengkorak menuju sumsum tulang belakang dan sumsum
tulang belakang itu sendiri berukuran lebih kecil dari ukuran biasanya sehingga terjadi akumulasi
cairan yang berlebihan dikepala.1
Achondroplasia
Istilah Achondroplasia pertama kali digunakan oleh Parrot (1878). Achondroplasia berasal
dari bahasa Yunani yaitu; achondros: tidak ada kartilago dan plasia: pertumbuhan. Secara harfiah
Achondroplasia berarti tanpa pembentukan/ pertumbuhan kartilago, walaupun sebenarnya
individu dengan Achondroplasia memiliki kartilago. Masalahnya yaitu gangguan pada proses
pembentukan kartilago menjadi tulang terutama pada tulang-tulang panjang.
Achondroplasia yaitu dwarfisme atau kekerdilan yang disebabkan oleh gangguan
osifikasi endokondral akibat mutasi gen FGFR 3 (fibroblast growth factor receptor 3) pada lengan
pendek kromosom 4p16. Sindroma ini ditandai oleh adanya gangguan pada tulang-tulang yang
dibentuk melalui proses osifikasi endokondral, terutama tulang-tulang panjang. Selain itu,
Achondroplasia memberikan karakteristik pada kraniofasial. Achondroplasia juga dikenal dengan
nama Achondroplastic Dwarfism, Chondrodystrophia Fetalis, Chondrodystrophy Syndrome atau
Osteosclerosis Congenital.2
Mutasi gen pada Achondroplasia bersifat autosomal dominant inheritance namun sekitar
85-95% kasus merupakan mutasi genetik yang spontan. Apabila salah satu orang tuanya
mengalami penyakit ini maka anaknya memiliki potensi terkena penyakit ini sebanyak 50 persen.
Dan apabila kedua orang dua terjangkit penyakit ini maka kemungkinan keturunannya mengalai
penyakit ini lebih besar lagi. Mutasi pada Achondroplasia sangat erat kaitannya dengan kenaikan
umur sang ayah, penelitian menujukan bahwa mutasi gen pada achondroplasia tertutama
diturunkan dari sang ayah dan terjadi saat pembentukan sperma.3
Ciri-ciri dan gejala penderita achondroplasia
Achondroplasia yaitu suatu kondisi yang berbeda yang biasanya dapat diketahui pada saat
lahir. Contoh dari Achondroplasia yaitu batang tubuh dan tungkai pendek . tungkai bengkok dan
segmen tungkai proksimal lebih pendek (rhizomelia), kepala besar dengan dahi menonjol, tulang
pipi yang kurang menonjol, dan hidung yang kecil, jari-jari bayi yang terkena achondroplasia
pendek dan jari tengah memiliki kelainan atau kecacatan. Kebanyakan persendiannya dapat
memanjang lebih dari normal. Sebagai contoh, lutut dapat memanjang melampaui titik berhenti
yang normal. Bayi dengan achondroplasia akan mengalami hypotonia. Hal ini disebabkan karena
kepala yang besar, terutama dibandingkan dengan seluruh tubuh, anak dengan achondroplasia akan
mengalami keterlambatan dalam perkembangan dibandingkan anak-anak lainnya.3
Gen
Gen (dari bahasa Belanda: gen) yaitu unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk
fisiknya yaitu urutan DNA yang menyandi suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang
memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen yaitu suatu lokasi
tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan
fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya.
pemakaian "gen" dalam percakapan sehari-hari (misalnya "gen cerdas" atau "gen warna rambut")
sering kali dimaksudkan untuk alel: pilihan variasi yang tersedia oleh suatu gen. Meskipun
ekspresi alel dapat serupa, orang lebih sering menggunakan istilah alel untuk ekspresi gen yang
secara fenotipik berbeda. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya melalui suatu
proses reproduksi, bersama-sama dengan DNA yang membawanya. Dengan demikian, informasi
yang menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme dapat terjaga. Gen
diturunkan atau diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya, yaitu melalui suatu proses
reproduksi. Oleh karena itu, informasi yang menjaga keutuhan bentuk serta fungsi kehidupan suatu
organisme dapat terpelihara/terjaga.
Mutasi gen
Mutasi yaitu perubahan materi genetik (gen atau kromosom) suatu sel yang diwariskan
kepada keturunannya. Mutasi dapat disebabkan oleh kesalahan replikasi materi genetika selama
pembelahan sel oleh radiasi, bahan kimia (mutagen), atau virus, atau dapat terjadi selama proses
meiosis. Mutasi gen ialah perubahan kimiawi pada satu atau beberapa pasangan basa dalam satu
gen tunggal yang memicu perubahan sifat individu tanpa perubahan jumlah dan susunan
kromosomnya. Mutasi memicu perubahan dalam kode genetik yang memicu variasi
genetik dan potensi untuk mengembangkan penyakit. Mutasi gen secara umum bisa dikategorikan
menjadi dua jenis: mutasi titik dan pasangan basa insersi dan delesi.5
Mutasi titik
Mutasi titik yaitu jenis yang paling umum dari mutasi gen. Juga disebut substitusi
pasangan basa, jenis mutasi perubahan pasangan basa nukleotida tunggal. Mutasi titik dapat
dikategorikan menjadi tiga jenis:5
1. Silent Mutation (Mutasi Diam) : Meskipun perubahan dalam urutan DNA terjadi, jenis
mutasi tidak mengubah protein yang akan diproduksi. Hal ini karena beberapa kodon
genetik dapat mengkodekan untuk asam amino yang sama. Asam amino yang
dikodekan oleh tiga set nukleotida yang disebut kodon. Misalnya, asam amino arginine
dikodekan oleh beberapa kodon DNA termasuk CGT, CGC, CGA, dan CGG (A =
adenin, T = timin, G = guanin dan C = sitosin). Jika CGC urutan DNA berubah menjadi
CGA, arginin asam amino masih akan diproduksi.
2. Mutasi Missense : Jenis mutasi mengubah urutan nukleotida sehingga asam amino
yang berbeda diproduksi. Perubahan ini mengubah protein yang dihasilkan. Perubahan
mungkin tidak banyak berpengaruh pada protein, mungkin bermanfaat bagi fungsi
protein, atau mungkin berbahaya. Menggunakan contoh sebelumnya, jika kodon untuk
arginin CGC berubah menjadi GGC, asam amino glisin akan diproduksi bukan arginin.
3. Mutasi Nonsense: Jenis mutasi mengubah urutan nukleotida sehingga kodon berhenti
dikodekan dalam tempat asam amino. Sebuah penghentian kodon sinyal akhir proses
penerjemahan dan menghentikan produksi protein. Jika proses ini berakhir terlalu
cepat, urutan asam amino dipotong pendek dan hasil protein yang paling selalu
nonfungsional.
Kromosom
Kromosom-kromosom yaitu struktur-struktur genetik yang ada pada inti sel dan pada
setiap kromosom ada lebih dari 1000 gen dan kira-kira 100.000 gen ada pada setiap sel
tubuh manusia. Sel manusia biasanya mengandung 46 kromosom (ada 26 pasang kromosom).
Kromosom-kromosom itu tersusun dari molekul-molekul DNA (deoxyribonucleic acid) yang
besar dan kompleks. Gen menempati berbagai macam bagian mengikuti panjangnya kromosom-
kromosom itu. Bentuk atau struktur dari DNA pertama kali diperlihatkan oleh James Watson
Francis Crick (1958). Dalam semua makhluk hidup, DNA berbentuk sirkular rangkap yang
menyerupai tangga yang berliku-liku. Urutan dari gen-gen itu disebut kode genetik.
Berdasarkan fungsinya, kromosom dibedakan menjadi dua tipe, yaitu: Kromosom tubuh
(Autosom), yaitu kromosom yang menentukan ciri-ciri tubuh; Kromosom kelamin (Genosom),
yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin pada individu jantan atau betina atau pada
manusia pria atau wanita. Autosom (kromosom somatis), berjumlah 22 pasang (44 buah) dan tidak
berhubungan dengan penentuan jenis kelamin; Kromosom seks, berjumlah sepasang (2 buah),
yaitu X dan Y untuk laki-laki serta X dan X untuk perempuan. Kromosom ini berhubungan dengan
penentuan jenis kelamin.
Hukum Mendel I
Hukum Mendel I (Hukum Segregasi), Hukum segregasi Mendel menyatakan bahwa
anggota pasangan alel akan bersegrasi (terpisah) selama proses pembentukan gamet dan akan
menyatu lagi secara acak (distribusi acak) pada saat fertilisasi, sehingga sebagian gamet akan berisi
gen ibu asli-lainnya berisi gen ayah asli. Hukum Mendel I ini sebenarnya merupakan refleksi dari
perilaku kromosom saat pembelahan meiosis pada tahap anafase I. Hubungan antara hukum
tersebut dan perilaku kromosom tersebut baru dapat dipahami 35 tahun setelah Mendel
mempresentasikan hasil-hasil yang diperolehnya. Hukum Mendel I ini dibuktikan dengan
percobaan persilangan monohibrid (persilangan satu tanda beda). Melalui percobaan ini,
dihasilkan beberapa kesimpulan, kesimpulan yang pertama: galur murni akan menampilkan sifat-
sifat dominan (alel AA) maupun sifat resesif (alel aa). Bila disilangkan, F1 akan mempunyai kedua
macam alel (Aa) tetapi menampakkan sifat dominan (apabila dominan lengkap). Kesimpulan yang
kedua mengatakan bahwa individu heterozigot (F1) menghasilkan gamet-gamet setengahnya
mempunyai alel dominan A dan setengahnya lagi mempunyai alel resesif a.7
Hukum Mendel II
Hukum Mendel II menyatakan bahwa gen pada berbagai lokus akan bersegregasi dengan
bebas satu sama lain. Yaitu jika dua pasang gen atau lebih saling berhadapan, maka setiap
pasangan akan berpisah dan bergerak ke dalam gamet dengan bebas, sehingga di dalam gamet-
gamet yang terbentuk akan terjadi pemilihan kombinasi gen-gen secara bebas. Syaratnya, gen
tersebut tidak berada dalam kromosom yang sama. Secara lebih sederhana, hukum Mendel II
mengekspresikan konsep bahwa sifat-sifat diwariskan secara bebas. Hukum ini dibuktikan dengan
percobaan persilangan dihibrid (dengan dua atau lebih sifat) yang dapat dikenal, yang kemudian
menghasilkan kesimpulan diantaranya: pertama, alel yag mengatur karakter yang berbeda (dua
atau lebih sifat) memisah secara bebas ketika terbentuk gamet. Kedua, apabila dua pasangan gen
yang tidak bertaut ada dalam hibrida, perbandingan genotip pada F2 yaitu 9:3:3:1.7
Kelainan Pewarisan Sifat (Kelainan Genetik)
Kelainan pewarisan sifat atau kelainan genetik (genetic abnormality) merupakan
penyimpangan dari sifat umum atau sifat rata-rata manusia. Kelainan genetik ini disebabkan oleh
mutasi gen. Mutasi gen merupakan perubahan susunan gen yang umumnya tidak sempurna atau
cacat. Secara umum gangguan ini dikelompokkan menjadi tiga kategori, gangguan gen tunggal
(disebabkan perubahan DNA untuk satu sel), gangguan multifaktorial (perubahan gen dan faktor
lingkungan), serta abnormalitas kromosom. Ada tiga kelainan pewarisan sifat, yaitu gen letal,
kelainan yang terangkai pada autosom, dan kelainan yang terangkai pada gonosom atau seks
kromosom.8
Gen letal
Gen letal/lethal gene yaitu gen yang dapat memicu kematian suatu individu.
Kematian yang disebabkan oleh gen ini dapat terjadi saat perkembangan embrio, setelah lahir, atau
menjelang dewasa. Gen letal dapat muncul karena faktor keturunan atau mutasi yang terjadi karena
pengaruh lingkungan. Gen letal dapat dibedakan menjadi letal dominan dan letal resesif. Letal
dominan yaitu gen dominan yang dapat memicu kematian individu baik dalam keadaan
heterozigot maupun homozigot, sedangkan letal resesif yaitu gen resesif yang dapat
memicu kematian dalam keadaan homozigot.
Terangkai autosom dominan dan resesif
Seperti yang telah disebutkan diatas, pada pewarisan autosomal dominan, mutasi satu gen
dari satu pasang alel menghasilkan gambaran fenotip atau ciri yang berbeda. Dengan kata lain,
hadirnya gen dominan dalam genotip memicu penampakan sifat. Salah satu gangguan
autosomal dominan yang ringan yaitu polidaktili. Contoh keadaan autosomal dominan lainnya
yaitu akondroplasia, buta warna (kuning-biru), sindrom Ehlers-Danlos, Chorea Huntington,
sindrom Marfan, dsb. Pewarisan Autosom Resesif, Pada pewarisan aurosomal resesif, suatu gen
yang terkena dari satu pasang tidak cukup untuk menimbulkan gambaran fenotip ciri tertentu
(yakni berbeda dari normal), namun pada heterozigot ciri-ciri ini dapat muncul. Telah diketahui
lebih dari 1500 kelainan autosomal resesif. Contoh keadaan autosomal resesif yaitu albino,
kondrodistrofi, miotonia, buta warna (total), fenilketonuria.
Gambar 6. Pedigree chart autosomal dominan (kiri), autosomal resesive (kanan)9
Terangkai gonosom (seks kromosom)
Pewarisan sifat, khususnya pada manusia, tidak bisa dilepaskan dari peran kromosom.
Kromosom berperan dalam membawa materi genetik (DNA) untuk disampaikan dari satu generasi
ke generasi berikutnya. Materi genetik ini akan menentukan sifat-sifat manusia atau generasi, yang
merupakan keturunan dari generasi sebelumnya, sehingga sifat-sifat yang telah dimiliki oleh
generasi sebelumnya tetap terjaga keberadaannya. Sifat-sifat ini berupa genotipe (sifat yang tidak
tampak dari luar) yang akan dimanifestasikan ke dalam fenotip (sifat yang tampak dari luar).
Manusia memiliki 46 kromosom, yang tersusun atas 44 A (autosom) dan 2 kromosom kelamin
(gonosom): XX untuk wanita dan XY untuk pria. Autosom maupun gonosom inilah yang akan
membawa sifat-sifat tersebut. Laki-laki dan perempuan memiliki autosom yang sama, baik dari
segi jumlah maupun jenis. Oleh karena itu, apabila suatu sifat dihantarkan melalui autosom, maka
laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang sama untuk mendapatkan maupun tidak
mendapatkan sifat tersebut. Dalam hal ini dikenal sifat yang dominan dan resesif, di mana sifat
dominan akan lebih banyak muncul dibandingkan sifat resesif.10
kesimpulan
Achondroplasia merupakan suatu penyakit genetika yang diturunkan secara autosom
dominan, namun sebagian besar kasus juga terjadi karena adanya mutasi dalam gen secara spontan.
Achondroplasia disebut juga dwarfisme atau kekerdilan. Pada penyakit Achondroplasia, kelainan
memicu pertumbuhan tulang, terutama pada bagian tangan dan kaki, menjadi terhambat
sehingga tulang penderita akan tumbuh lebih lama dari orang normal lainnya dimana pada saat itu
juga terjadi proses penebalan tulang.
Penyakit genetik atau kelainan genetik yaitu sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan
oleh satu atau lebih gen yang memicu sebuah kondisi fenotipe klinis. Beberapa pemicu
penyakit genetik antara lain:
Ketidaknormalan jumlah kromosom seperti dalam sindrom Down (adanya ekstra kromosom
21) dan sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X).
Mutasi gen berulang yang dapat memicu sindrom X rapuh atau penyakit Huntington.
Gen rusak yang diturunkan dari orang tua. Dalam kasus ini, penyakit genetik juga dikenal
dengan istilah penyakit keturunan . Kondisi ini terjadi saat individu lahir dari dua individu
sehat pembawa gen rusak ini , namun dapat juga terjadi saat gen yang rusak ini
merupakan gen yang dominan.
A. Pengelompokan penyakit genetik
1. Penyakit autosomal dominan
a. Sindrom Jacobs (47, XYY atau 44A + XYY)
Penderita memiliki 44 Autosom dan 3 kromosom kelamin (XYY), dengan ciri – ciri
pria bertubuh normal, berperawakan tinggi, bersifat antisosial, perilaku kasar dan
agresif, wajah menakutkan, memperlihatkan watak kriminal, IQ dibawah normal.
b. Sindrom Klinefelter (47, XXY atau 44A + XXY)
Penderita memiliki 44 Autosom dan 3 kromosom kelamin (XXY). Penderita berjenis
kelamin laki – laki namun cenderung bersifat kewanitaan, testis mengecil dan mandul,
payudara membesar, dada sempit, pinggul lebar, rambut badan tidak tumbuh, tubuhnya
cenderung tinggi (lengan dan kakinya panjang), mental terbelakang.
c. Sindrom Turner (45, XO atau 44A + X)
Penderita memiliki 44 Autosom dan hanya 1 kromosom kelamin yaitu X. Penderita
Sindrom Turner berkelamin wanita, namun tidak memiliki ovarium, alat kelamin bagian
dalam terlambat perkembangannya (infatil) dan tidak sempurna, steril, kedua puting
susu berjarak melebar, payudara tidak berkembang, badan cenderung pendek (kurang
lebih 120 cm), dada lebar , leher pendek, memiliki gelambir pada leher, dan
mengalami keterbelakangan mental.
d. Sindrom Cri du chat
Anak yang dilahirkan dengan delesi pada kromosom nomor 5 ini memiliki mental
terbelakang, memiliki kepala yang kecil dengan penampakan wajah yang tidak biasa,
dan memiliki tangisan yang suaranya seperti suara kucing. Penderita biasanya
meninggal saat masih bayi atau anak – anakdan tidak dapat dilihat pada analisis
kromosom, tapi dapat dianalisis dari family tree atau dengan pemeriksaan biokimia dan
tes biologi molekuler.
e. Huntington
Huntington merupakan suatu penyakit karena terjadi degenerasi sistem saraf yang cepat
dan tidak dapat balik. Penderita menggelengkan kepala pada satu arah. Huntington
disebabkan oleh alel dominan (H). Oleh karena itu, dengan satu alel H saja semua
individu yang heterozigot akan mendapat Huntington. Individu normal memiliki
alel resesif (hh).
f. Polidaktili
Polydactyly ialah terdapatnya jari tambahan pada satu atau kedua tangan / kaki. Tempat
jari tambahan itu berbeda - beda , ada yang terdapat dekat ibu jari dan ada pula yang
terdapat dari jari kelingking.
g. Thalasemia
Thalasemia yaitu kelainan darah karena hemoglobin darah mudah sekali pecah.
Penyakit ini merupakan genetik yang diturunkan jika kedua orangtuanya yaitu
pembawa sifat (carrier). Akibat kelainan darah ini membuat anak terlihat pucat dan
harus mendapat transfusi darah secara teratur agar hemoglobinnya tetap normal.
Berdasarkan hukum Mendel jika ibunya sebagai carrier, maka setiap anaknya
berpeluang 25 persen sehat, 50 persen sebagai carrier dan 25 persen terkena thalasemia.
2. Penyakit autosomal resesif
a. Anemia sel sabit
Penyakit anemia sel sabit disebabkan oleh substitusi suatu asam amino tunggal
dalam protein hemoglobin berisi sel sel darah merah. saat kandungan oksigen
darah individu yang diserang, dalam keadaan rendah (misalnya pada saat berada
ditempat yang tinggi atau pada wktu mengalami ketegangan fisik), hemoglobin sel
sabit akan mengubah bentuk sel – sel darah merah menjadi bentuk sabit. Individu
yang menderita anemia sel sabit disimbolkan dengan ss. Sedangkan individu normal
memiliki genotipe SS dan karier anemia sel sabit disimbolkan dengan Ss.
b. Albino
Kelainan terjadi karena tubuh tidak mampu membentuk enzim yang diperlukan
untuk merubah asam amino tirosin menjadi beta-3,4-dihidroksipheylalanin untuk
selanjutnya diubah menjadi pigmen melanin. Pembentukan enzim yang mengubah
tirosin menjadi melanin, ditentukan oleh gen dominan A, sehingga orang normal
memiliki genotipe AA atau Aa, dan albino aa.
Ciri-ciri penyakit albino
1. memiliki kulit dan rambut abnormal yaitu berwarna putih susu atau putih pucat
2. Memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah (tidak semua)
3. Hilangnya pigmen melanin pada mata,kulit,dan rambut (atau lebih jarang hanya
ada mata)
4. Rabun jauh dan rabun dekat yang sangat ekstrim
Gejala penyakit albino
Penderita penyakit ini akan mengalami gejala pada rambut, kulit atau iris mata
yang berwarna putih. Selain itu penderita juga akan mengalami gangguan
penglihatan. Penderita juga akan mengalami rasa takut jika terkena sinar matahari
hingga mudah terkena luka bakar.
c. Phenylketonuria
Phenylketonuria merupakan suatu penyakit keturunan yang disebabkan oleh
ketidakberesan metabolisme, dimana penderita tidak mampu melakukan
metabolisme fenilalanin dengan normal. Gejala penyakit ditandai dengan
bertimbunnya asam amino dalam darah yang banyak terbuang melalui urin, mental
terbelakang (IQ 30), rambut putih, mata kebiruan (produksi melanin kurang baik),
bentuk tubuh khas seperti orang psychotic, gerakan menyentak – nyentak dan bau
tubuh apak. Bayi yang menderita phenylketonuria mengandung kadar fenilalanin
yang tinggi di dalam darah dan jaringan, karena tidak memiliki enzim phenylalanin
hidroxylase, yang mengubah fenilalanin menjadi tirosin. Asam phenylpiruvatpun
meningkat, diekskresi melalui urin dan keringat, sehingga tubuh berbau apak.
Penderita memiliki genotip phph (homozigot resesif). Orang normal memiliki
genotip PhPh (homozigot dominan) dan Phph (heterozigot).
B. Kelainan pada Kromosom Kelamin
1. Buta Warna
Buta warna yaitu suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut
mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis.
Buta warna merupakan kelainan genetik / bawaan yang diturunkan dari orang tua
kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebaut sex linked, karena kelainan ini
dibawa oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna.
Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki dan wanita.
Seorang wanita terdapat istilah ‘pembawa sifat’ hal ini menujukkan ada satu kromosom
X yang membawa sifat buta warna. Wanita dengan pembawa sifat, secara fisik tidak
mengalami kelalinan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya. namun
wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada
anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka
seorang wanita tsb menderita buta warna.
Saraf sel di retina terdiri atas sel batang yang peka terhadap hitam dan putih, serta sel
kerucut yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi saat syaraf reseptor
cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut.
pemicu penyakit buta warna
1. Bawaan lahir.
2. Kurangnya jumlah sel pada retina yang biasanya merupakan keadaan yang
diwariskan orang tua ke anaknya, mengakibatkan perbedaan daya tangkap warna
dibanding orang lain.
3. Masalah medis semisal glaucoma, katarak hingga diabetes juga dapat menimbulkan
kondisi sulit mencerna ragam warna.
4. Dampak penuaan.
2. Down Sindron
Down sindrom merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada
berkas q22 gen SLC5A3, yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang
cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan
mental ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Karena
ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil,
hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid maka sering juga dikenal
Ciri-ciri penyakit down sindrom
1. Mata yang memiliki kemiringan ke atas, celah miring, lipatan kulit epicanthic di
sudut bagian dalam, dan bintik-bintik putih di iris
2. Rendah tonus otot
3. Kecil bertubuh pendek dan leher
4. Datar hidung jembatan
5. Single, dalam lipatan di bagian tengah telapak tangan
6. Menonjol lidah
7. Besar ruang antara kaki besar dan kedua
8. Sebuah alur tunggal fleksi jari kelima
3. Hemofilia
Hemofilia yaitu salah satu penyakit turunan akibat kekurangan faktor pembeku darah
8 atau 9. Perintah pembekuan darah ini terdapat di kromosom X, sehingga penderita
hemofilia kebanyakan yaitu kaum laki-laki. Karena itu sebagian besar perempuan
sebagai carrier saja. Penyakit ini sulit dicegah karena setiap anak mengandung satu
kromosom seks dari ibu dan satu kromosom seks dari ayah, karenanya penyakit ini
selalu dimulai sejak anak-anak.













































