Kelainan genetik

 

W








































Penyakit genetik atau kelainan genetik yaitu  

sebuah kondisi yang dipicu  oleh kelainan 

oleh satu atau lebih  gen yang memicu  

sebuah kondisi fenotipe klinis .   

Sifat-sifat manusia diturunkan pada 

keturunannya mengikuti pola pewarisan sifat 

tertentu. Sifat yang diturunkan ada yang 

merugikan dan ada yang tidak merugikan 

(normal) .  

 

:  Gamet manusia yaitu  telur atau ova dan 

sperma. Susunan genetik manusia ditentukan 

saat fertilisasi, disaat ovum dan sperma 

menyatu. Dalam nukleus sel germinal yaitu  

kromosom setiap kromosom mengandung 

DNA , didalam DNA tersusun dari ribuan 

segmen(sel) . 

 

  Kromosom  

   yaitu  struktur benang dalam inti sel yang 

bertanggung jawab dalam hal sifat keturunan 

(hereditas). Kromosom yaitu  KHAS bagi 

makhluk hidup. Pada manusia ada  23 

pasang kromosom-kromosom (X dan Y) 

memiliki struktur kromosom yang berbeda 

tetapi kromosom yang lainnya (autosom) 

memiliki pasangan dengan struktur yang 

sama. Kromosom wanita normal yaitu  XX, 

sedangkan kromosom laki-laki normal yaitu  

XY.  

Penyakit Kelainan Genetik dan Kromosom 

 

Beberapa kelainan gen atau kromosom utama:  

 Phenyl ketonuria (PKU)   

yaitu  suatu kelainan genetik yang memicu  individu tidak 

dapat secara sempurna memetabolismekan protein. Pku 

dewasa ini mudah dideteksi, tetapi kalau tetap tidak 

tersembuhkan, dapat memicu  keterbelakangan mental 

dan hiperaktif.  

 Down Syndrome  

Down syndrome yaitu  suatu kondisi keterbelakangan 

perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya 

abnormalitas perkembangan kromosom.  

MACAM-MACAM KELAINAN GENETIK 

DIANTARANYA :  

1. Albino (pigmentasi kulit yang tidak normal ). 

2. Anemia sel sabit (sickle sel anemia). 

3. Buta warna (sex linked). 

4. Hemofilia (ketidak mampuan darah 

membeku) . 

 

KELAINAN GEN TUNGGAL 

  Kelainan gen tunggal diturunkan dalam pola 

yang teridentifikasi dengan jelas . 

  Dua pola penurunan yang penting di kenal 

dengan Autosomal Dominan dan Autosomal 

Resesif . 

  ada  22 pasang autosom dan hanya 1 

pasang kromosom seks , sebagian besar 

kelainan herediter dipicu  oleh defek 

autosomal .  

KELAINAN MULTIFAKTORIAL 

Kelainan yang dipicu  oleh faktor genetik 

maupun lingkungan klasifikasikan sebagai 

multifaktorial . 

Bebrapa contoh yaitu  labioskisis, palatokisis . 

Faktor lingkungan yang mempengaruhi kelainan 

multifaktorial : 

   faktor nutrisi maternal 

  Kesehatan umum maternal atau paternal  

  Faktor-faktor yang lain, termasuk tempat tinggal 

di ketinggian, inkompatibilitas darah maternal 



janin, merokok pada maternal, dan perawatan 




prenatal yang berkulialitas buruk  

 

 

KELAINAN GENETIK

GENETIKA

MANUSIA

Jenis kelamin

Buta warna

Hemofilia

Albino

Golongan darah 

Kelainan kromosom

Pemeriksaan peta kromosom

Peta silsilah

Pewarisan Gen yang Berkaitan 

dengan Gen Kelamin

• Buta warna

• Anodontia

• Hemofilia

• Sindroma Lesch-Nyhan: 

kumpulan gangguan 

metabolisme disebabkan 

oleh kekurangan enzim 

HPRT 

(hypoxanthineguaninephosp

horibosyltransferase) yang 

menyebabkan produksi 

asam urat berlebihan

Buta Warna

Faktor buta warna bersifat :

• Resesif

• Terpaut kromosom X

P : XcXc >< XcY

normal buta warna

G : Xc Xc

Y

F1 : XcXc ; XcY

normal normal

Hemophilia

Disebabkan karena tidak adanya atau tidak diproduksinya 

trombokinase, sehingga darah sukar membeku jika terjadi 

pendarahan

Faktor haemophilia bersifat

• Resesif

• Terpaut kromosom X

• Bersifat letal dalam keadaan homozigot resesif


Peta Pedigree (peta silsilah keluarga)

Contoh peta silsilah Ratu Victoria dengan keturunan yang 

menderita hemofilia

Contoh 1

P : XHXH >< XhY

G : XH Xh

Y

F1 : XHXh (normal carrier)

XHY (normal)

Contoh 2

P : XHXh >< XhY

G : XH Xh

Xh Y

F1 : XHXh (carrier) XhXh (letal)

XHY (normal) XhY (hemofilia)

Pewarisan Gen yang Berkaitan 

dengan Gen Autosomal

• Polidaktili

• Kemampuan mengecap 

phenylthiocarbamida

• Thalassemia

• Dentinogenesis imperfecta

• Retinal aplasia

• Katarak

• Lekuk pipit, lekuk di dagu, 

tumbuhnya rambut, 

kemampuan membengkokkan 

ibu jari dengan sudut yg tajam

• Daun telinga

• Warna rambut

Pewarisan Gen Autosomal Resesif 

pada Manusia

• Warna mata (biru)

• Cystic fibrosis

• Penyakit tay-Sachs 

Pewarisan Kesalahan 

Metabolisme Bawaan

• Albinisme: kelainan pada produksi melanin yang menyebabkan 

penderitanya kekurangan melanin atau sama sekali tidak 

memiliki pigmen ini 

• Alkaptonuria: urine yang dikeluarkan seseorang berwarna 

gelap ketika bersentuhan dengan udara

• Kretinisme: penyakit hipotiroidisme bawaan yang dapat 

menyebabkan keterbelakangan mental dan kelainan 

pertumbuhan pada anak

• Phenylketonuria: kelainan genetik di mana tubuh tidak dapat 

memecah asam amino fenilalanin

Tanda-tanda:

~ 1Q < 60

~ Reaksi refleks lambat

~ Tampang tubuh khas

~ Warna kulit dan rambut kurang pigmen

~ Dalam urine ada derivat protein asam fenil priuvat 

(gangguan  proses metabolisme fenilalanin)

~ Sifat ini dipengaruhi oleh gen resesif

Albinisme

(seseorang tidak memiliki gen yg memproduksi pigmen)

P : Aa >< Aa

Ayah Ibu

F1 : AA 2Aa aa

R : f  : 3 normal : 1 albino

  g : 1 : 2 : 1

Cacat dan penyakit menurun bersifat:

• Tidak dapat disembuhkan, namun  ada yang dapat ditangani

• Tidak menular

• Dapat diusahakan agar terhindar

• Biasanya dibawa oleh gen resesif, sehingga harus muncul 

dalam keadaan homozigot

• Dalam keadaan heterozigot, sifat ini  tidak nampak 

(individunya disebut dengan carrier)

Faktor-faktor Genetik pada Beberapa Penyakit Umum 

1.  Penyakit TBC bukan penyakit turunan, namun  ada kecenderungan 

kepekaan terhadap TBC diturunkan

2.  Ulcus pepticus bukan penyakit turunan, namun  ada 

kecenderungan saudara-saudara penderita lebih rentan terhadap 

penyakit ini  dibandingkan dengan orang lain. Ulcus pepticus 

ada hubungannya dengan tekanan (stress) dan kecemasan

Pada beberapa penyakit genetis, faktor genetik dan lingkungan 

ikut bertanggung jawab terhadap manifestasi penyakit

KELAINAN GENETIK

Klasifikasi :

1. Kelainan kromosom (sitogenetik)

2. Kelainan Mendelion

3. Kelainan Multifactorial

Kelainan sitogenetik disebabkan oleh :

1. Perubahan jumlah kromosom

2. Perubahan struktur kromosom

Jenis Kelainan Jumlah 

• Monosomi (2n – 1)

• Trisomi (2n + 1)

• Mosaik :    -lebih dari 1 populasi sel, sebagian sel normal, 

            sebagian lainnya berubah.

           -kesalahan mitosis dalam xygote

                                         Akibat nondisjunction

àAutosomal monosomi dan trisomi à + fetus

àGonosom monosomi dan trisomi à toleransi > baik

Penyimpangan Struktur Kromosom

a. Translokasi

b. Iso kromosom

c. Delesi

d. Inversi

Sindrom Cry du Cat

Kariotipe : terjadi delesi pada lengan pendek dari kromosom no 5 

(5p -) 

Gambaran klinis :

• Tangisan seperti kucing

• Terjadi retardasi mental berat

• Terjadi penyakit jantung kongenital

• Beberapa individu dapat bertahan hidup sampai dewasa

Abnormalitas Akibat Kelainan Kromosom

• Sindrom Turner 

(45 X, wanita, tubuh pendek, leher pendek dan bersayap, dada 

lebar, tanda kelamin sekunder tidak muncul)

• Definisi :

Hipogonadisme pada fenotip wanita disebabkan monosomi 

lengkap atau parsial kromosom X.

• Kariotipe

 Tersering 45, X (57% kasus)

46, X, I (isokromosom lengan panjang dengan penghilangan 

lengan pendek)

Mosaik, misalnya 45, X / 46, XX

• Gambaran klinis

memiliki  jarak derajat abnormalitas yang luas, tergantung 

pada kariotipe, 45,X yaitu  yang paling berat. 

Gambaran khasnya yaitu :

ü  Limfedema leher, tangan dan kaki

ü  Leher melebar (“webbing of neck”)

ü  Bertubuh pendek

ü  Dada lebar dan jarak putting susu jauh

ü  Amenore primer

ü  Kegagalan perkembangan payudara

ü  Genetalia eksterna infantil

ü  Ovarium atrofi berat dan fibrotik

ü  Penyakit jantung kongenital, terutama koarktasio aorta

• Sindrom Klinefelter 

(47, XXY, laki laki, memperlihatka tanda wanita, testis kecil, 

lengan dan kaki sangat panjang/tinggi)

• Definisi

Hipogonadisme pria berkaitan dengan dua atau lebih 

kromosom X dan paling sedikit satu kromosom Y (mungkin 

lebih).

• Kariotipe

47, XXY yaitu  yang tersering (80% kasus), lainnya yaitu  

mosaik (misalnya 46, XY / 47, XXY)

• Gambaran klinis :

Ø  Penyebab utama infertilitas pria

Ø  Postur tubuh eunuchoid

Ø  Biasanya tinggi, fenotip normal

Ø  Retardasi mental minimal atau tidak da

Ø  Tidak ada tanda-tanda seksual sekunder pria

Ø  Ginekomastia, penyebaran rambut seperti wanita

Ø  Atrofi testis dengan hiperplasia sel Leydig

Ø Beberapa memiliki  kesulitan tingkah laku (agresif, 

antisosial, bersifat impulsif)

Ø  Kadar FSH dan estrogen plasma meningkat, kadar  

testosteron 

     rendah

• Sindroma tripel –X 

(47-XXX wanita, alat kelamin dalam dan payudara tidak 

berkembang, mengalami gangguan mental) 

• Pria XYY 

(47-XYY, tubuh ektrim tinggi, IQ 80–118, abnormal alat 

genetalia luar dan dalam, tidak menimbulkan anomali pada 

tubuh, lebih agresip dan suka berbuat jahat

• Sindrom Down 

(49, XX+21 atau 47,XY+21, tanda tanda tuna mental, adanya 

lipatan kelopak mata, tubuh pendek, muka bulat, mulut selalu 

terbuka,ujung lidah besar, hidung lebar dan datar, IQ rendah)

Hermafrodit dan Pseudohermafrodit

Hermafrodit sejati

memiliki  ovarium dan testis, dapat berupa kombinasi ovotestis 

atau dengan satu gonad pada setiap sisi.

2/3 memiliki  kariotipe 46,XX dengan translokasi kromosom Y 

ke kromosom X, atau suatu autosom.

Sisanya (1/3) yaitu  mosaik, misalnya XX/XXY, di mana ada sel 

yang mengandung Y

Pseudohermafrodit

memiliki  tanda-tanda seksual fenotip yang tidak sama dengan 

gonadnya

Pseudohermafrodit wanita

memiliki  kariotipe 46,XX. Ovarium dan genetalia interna 

normal, namun  gentalia eksterna dapat berarti dua atau bersifat 

kelaki-lakian. Penyebab tersering yaitu  selama gestasi paparan 

terhadap steroid androgen tidak adekuat. Keadaan ini dapat 

terjadi pada hiperplasia adrenal kongenital atau jika pada ibu 

ada tumor yang mensekresi androgen

Pseudohermafrodit pria

Kromosom Y ada, dan karenanya gonad yang ada hanya testis, 

namun  genetalia eksterna dapat berarti dua atau benar-benar 

wanita.

Keadaan ini disebabkan cacatnya sifat kejantanan embrio laki-laki 

karena sintesa androgen menurun atau resisten terhadap kerja 

androgen.

Bentuk tersering yaitu  feminisasi testis lengkap berkaitan 

dengan mutasi struktur gen untuk reseptor androgen.

~selesai


 



• Secara Etimologi kata genetika berasal dari kata genos 

dalam bahasa latin, yang berarti asal mula kejadian. 

• Genetika yaitu  ilmu yang mempelajari seluk beluk alih 

informasi hayati dari generasi ke generasi. 

• Genetika yaitu  ilmu tentang pewarisan sifat 

bagaimana sifat keturunan (hereditas) itu diwariskan 

kepada anak cucu, serta variasi yang mungkin timbul 

didalamnya.

Kelainan genetika (genetic abnormally)

yaitu  sebuah kondisi kelainan oleh satu atau lebih gen 

yang memicu  sebuah kondisi fenotipe klinis atau 

merupakan penyimpangan dari sifat umum/sifat rata-

rata manusia.    

Penyakit Genetika (genetic disorder) 

yaitu  penyakit yang muncul sebab  tidak 

berfungsinya faktor-faktor genetik yang tidak 

mengatur struktur dan fungsi fisiologi tubuh manusia. 

1. Ketidaknormalan jumlah kromosom seperti dalam 

sindrom Down (adanya ekstra kromosom 21) dan 

sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X). 

2. Mutasi gen berulang yang dapat memicu  

sindrom X rapuh atau penyakit Huntington. 

3. Gen rusak yang diturunkan dari orang tua.

Cacat dan Penyakit Menurun 

Yang Tidak Terpaut Seks 

(terpaut pada autosom)

Penyakit Menurun 

Tertaut Kromosom Sex


Penyakit bawaan terpaut dengan 

kromosom tubuh yang resesif 

1. Albino (albinisme/ bule)

2. Gangguan Mental

3. Thalasemia

4. Kebotakan

5. Anemia sel sabit

6. Fibrosis sistik

Penyakit bawaan terpaut dengan 

kromosom tubuh yang dominan

1. Brachydactily (jari pendek)

2. Polidactily 

3. Dentinogenesis Imperfekta

4. Anonychia 

5. Katarak

6. Akondroplasia

7. Huntington 

• Albino berasal dari bahasa Yunani albus yang berarti putih yaitu 

penyakit menurun dimana pada kulit manusia ada  kelainan 

sehingga rambut dan badannya putih, bahkan jaringan di dalam 

tubuhnya seperti otak dan syaraf tulang belakang berwarna 

putih. 

• Kelainan terjadi sebab  tubuh tidak mampu membentuk enzim 

yang diperlukan untuk merubah asam amino tirosin menjadi 

beta-3, 4-dihidroksipheylalanin untuk selanjutnya diubah menjadi 

pigmen melanin yang penting untuk menyerap UV  ditentukan 

oleh gen dominan A, sehingga orang normal memiliki  

genotipe AA atau Aa, dan albino aa. 

• Sifat albino dibawa faktor resesif yang ada  dalam kromosom 

tubuh (autosom). 

• Seorang anak albino dapat lahir dari pasangan orang tua yang 

keduanya normal heterozigot atau dari pasangan normal dan 

albino.

1.memiliki  kulit dan rambut abnormal 

(berwarna putih susu/ putih pucat). 

2.Memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil 

merah (tidak semua). 

3.Hilangnya pigmen melanin pada mata, kulit, dan 

rambut. 

4.Rabun jauh dan rabun dekat yang sangat ekstrim. 

5.Meraka selalu menjaga agar kelopak matanya 

setengah tertutup dengan selalu berkedip. 

• Yang termasuk gangguan mental yaitu  debil, 

imbisil, idiot. 

• Sifat menurun dikendalikan oleh gen resesif tidak 

terpaut seks. 

• Faktor pemicu  : fenilketonuria (fku) yaitu 

kegagalan tubuh penderita mensintesis enzim yang 

dapat mengubah fenilalanin menjadi tiroksin yang 

akibatnya terjadi penimbunan fenilalanin yang 

dibuang melalui urin, sehingga fenilalanin yang 

memiliki  senyawa tinggi yaitu fenil piruvat dapat 

merusak sistem saraf yang akhirnya memicu  

individu menderita ganggun mental. 

• Menunjukkan gejala kebodohan 

• Reaksi refleknya lamban 

• Rambut dan kulit kekurangan pigmen 

• Umumnya tidak berumur panjang  

• Jarang memiliki  keturunan 

• Bila urinnya diberi larutan ferioksida 5% akan 

menghasilkan warna hijau kebiruan menunjukkan 

bahwa dalam urinenya ada  senyawa derifat 

fenilketouria (FKU). 

• Thalasemia Istilahnya berasal dari kata thalasa = laut 

dan anemia. 

• Thalasemia yaitu  kelainan genetik yang disebabkan 

rendahnya kemampuan pembentukan hemoglobin 

sebab  gangguan salah satu rantai globin. 

• Pada thalassemia dimana eritrosit memiliki  

gambaran : microcytic (kecil), leptocytic (lonjong) dan 

polycythemic (banyak), bercampur baur membentuk 

apa yang disebut target cell. 

• Thalasemia memicu  kemampuan eritrosit dalam 

mengangkut oksigen menjadi rendah sehingga 

memicu  anemia. 

Gejala :

• Limpa dan hati membengkak

• Pertumbuhan tulang tengkorak dan tulang 

muka menebal, shg penderita kelihatan aneh

• Daya tahan tubuh rendah

• Wajah lembap dan pangkal hidung terbenam. 

Macam2 Thalasemia  : 

1. Thalasemia mayor (ThTh) sangat parah, 

biasanya memicu  kematian 

2. Thalasemia minor (Thth) tidak terlalu 

parah, memiliki  gejala pembengkakan 

limpa sedikit.

• Ekspresi gen pemicu  botak dibatasi oleh jenis kelamin 

dengan genotip yang sama jika ada  pada jenis 

kelamin yang berbeda akan menimbulkan ekspresi fenotip 

yang berbeda. 

• Kebotakan ditentukan oleh gen B dan gen b untuk kepala 

berambut (normal). 

• Orang yang bergenotip BB, baik wanita  maupun laki-

laki akan mengalami kebotakan. Genotip Bb pada laki-laki 

memicu  kebotakan, tetapi tidak untuk wanita . 

• Genotip Bb tidak memicu  kebotakan pada 

wanita   sebab  wanita  menghasilkan hormon 

estrogen yang mampu menghalangi kebotakan. 

• Penyakit anemia sel sabit disebabkan oleh substitusi suatu 

asam amino tunggal dalam protein hemoglobin berisi sel 

sel darah merah. 

• saat  kandungan oksigen darah individu yang diserang, 

dalam keadaan rendah (misalnya pada saat berada 

ditempat yang tinggi atau pada waktu mengalami 

ketegangan fisik), hemoglobin sel sabit akan mengubah 

bentuk sel-sel darah merah menjadi bentuk sabit. 

• Individu yang menderita anemia sel sabit disimbolkan 

dengan ss. sedang  individu normal memiliki genotipe 

SS dan karier anemia sel sabit disimbolkan dengan Ss.

• Fibrosis kistik disebabkan oleh tidak adanya protein yang 

membantu transpor ion klorida melalui membran plasma. 

• Oleh sebab nya dihasilkan banyak lendir yang 

mempengaruhi pankreas, saluran pernapasan, kelenjar 

keringat, dll. 

• Fibrosis kistik disebabkan oleh alel homozigot resesif (cc). 

Individu heterozigot (Cc) tidak menderita gejala penyakit 

ini, namun merupakan karier.

• sedang  individu normal bergenotipe (CC).

• Brakidaktili yaitu  suatu kelainan yang dicirikan 

dengan jari tangan atau kaki yang memendek 

sebab  memendeknya ruas-ruas tulang jari. 

• Penderita brakidaktili memiliki gen dalam 

keadaan heterozigot (Bb). 

• Individu yang memiliki gen dalam keadaan 

homozigot dominan (BB) memicu  kematian 

(letal) pada masa embrio, sedang  dalam 

keadaan heterozigot hanya memiliki  dua ruas 

jari , sebab  ruas jari yang tengah sangat pendek 

dan tumbuh menyatu dengan ruas jari lain. 

• Individu dengan gen homozigot resesif (bb) 

merupakan individu normal.

• Polidactily merupakan kelainan berupa kelebihan 

jumlah jari tangan dan kaki. 

• Kelainan/cacat ini bersifat menurun. 

• Diwariskan oleh gen autosom dominan P, 

sedang  gen p mewariskan sifat normal. 

• Orang normal memiliki genotip pp, sedang  

penyandang polidaktily genotipnya PP atau Pp.

• Merupakan satu dari beberapa 

manifestasi penyakit tulang yang 

secara umum disebut Osteogenesis 

Imperfekta (OI) yang diturunkan 

secara autosomal dominan. 

• Dentinogenesis Imperfecta yaitu  

kelainan pada gigi manusia yang 

memicu  tulang gigi (dentin) 

berwarna seperti air susu. 

• Disebabkan oleh gen dominan Dt, 

sedang  keadaan normal diatur 

oleh gen dt. 

Tipe II (Dentin Opalescent Herediter) 

• Sebagai dentin transparan herediter yang tidak 

disertai oleh OI dan diturunkan sebagai rantai 

perikatan autosomal dominan. 

Tipe I (Dentinogenesis Imperfekta)

Tipe III ( Tipe Brandywine )


• Penyakit anonychia yaitu kelainan pada jari, 

sehingga tidak ada  kuku pada jari. 

• Disebabkan oleh gen dominan Ac, 

sedang  alelnya ac tidak menimbulkan 

kelainan (normal).

• Katarak merupakan kerusakan pada kornea mata. 

• Katarak dapat memicu  kebutaan. 

• Kelainan ini disebabkan oleh gen dominan K, 

sedang  alel resesif k menentukan sifat mata 

normal.

• Akondroplasia disebabkan oleh tidak 

terbentuknya komponen tulang rawan pada 

kerangka tubuh secara benar. 

• Individu akondroplasia dewasa memiliki  

kaki dan lengan yang tidak normal (pendek) 

dengan tinggi tubuh kurang dari 1,2 meter. 

• Namun intelejensi, ukuran kepala, dan ukuran 

tubuh normal. 

• Individu penderita akondroplasia memiliki  

genotipe KK atau Kk. 

• sedang  individu normal bergenotipe 

homozigot resesif (kk). 

• Huntington merupakan suatu penyakit sebab  terjadi 

degenerasi sistem saraf yang cepat dan tidak dapat balik. 

• Penderita menggelengkan kepala pada satu arah. 

Huntington disebabkan oleh alel dominan (H). 

• Oleh sebab  itu, dengan satu alel H saja semua individu 

yang heterozigot akan mendapatkan Huntington. 

• Individu normal memiliki  alel resesif (hh).

Prinsip penurunan sifatnya: 

1. Seorang pria menderita kelainan kromosom X tidak 

akan diturunkan kepada anak laki-lakinya, hanya 

diturunkan pada anak wanita nya.

2. Seorang wanita menderita kelainan terkait 

kromosom X akan diturunkan kepada semua 

anaknya. 

3. Seorang wanita yaitu  carrier suatu kelainan terkait 

kromosom X kemungkinan anak laki-lakinya 

menderita  kelainan sebesar 50%, sedang  anak 

wanita  50% normal dan 50% carrier. 

Sifat Gen Terangkai Kromosom X

1. Gen Terangkai X Dominan : Sifat hanya 

termanifestasikan apabila kromosom dalam 

keadaan menggandeng gen dominan

2. Gen Terangkai X Resesif  : Sifat akan 

termanifestasikan apabila kromosom  dalam 

keadaan menggandeng gen resesif

Kelainan dan penyakit sebab  alel resesif 

tertaut kromosom sex X 

Kelainan dan penyakit sebab  alel resesif tertaut 

kromosom sex Y

1

2


• Kelainan yg memicu  tubuh tidak dapat membuat protein yang 

diperlukan dalam pembekuan darah. Penderita hemofilia dapat kehabisan 

darah dan meninggal dunia hanya sebab  luka kecil. 

• Umumnya luka pada orang normal akan menutup (darah akan membeku) 

dalam waktu 5-7 menit, tetapi pada penderita hemofilia, darah akan 

membeku 50 menit sampai 2 jam, sehingga mudah memicu  kematian 

sebab  kehilangan terlalu banyak darah. 

• wanita  yang homozigot resesif untuk gen ini merupakan penderita 

(XhXh), sedang  wanita  yang heterozigot (XhXH) pembekuan darahnya 

normal namun ia hanya berperan sebagai pembawa/carier. 

• Seorang laki-laki penderita hanya memiliki  satu genotip yaitu (XhY). 

• Hemofilia dikendalikan oleh gen resesif yang terpaut kromosom X, seperti 

halnya merupakan gangguan koagulasi herediter yang paling sering dijumpai.  

• Hemofilia terjadi sebab  tidak terbentuknya tromboplastin (sebagai zat 

aktivasi protrombin saat luka, sehingga protrombin dapat diubah menjadi 

trombin).

Hemofilia A

• sebab  penderita tidak memiliki zat 

anti hemofili globulin (faktor VIII). 

• Tipe ini ada  ± 80 % dari 

penderita hemofilia.

• Seorang yang normal mampu 

membentuk anti hemofili globulin 

(AHG) dalam serum darahnya sebab  

memiliki  gen dominan H, 

sedang  alel yang resesif tidak 

dapat membentuk zat tersebut.

Hemofilia B (Cristmast)

• sebab  penderita tidak memiliki 

komponen plasma tromboplastin 

(KTP atau faktor IX)  

• Diberi nama Christmas sebab  

mengacu pada nama seorang anak 

laki-laki yang terluka pada waktu 

Inggris dibom oleh Jerman selama 

Perang Dunia ke II. 

• ada  ± 20 % dari penderita 

hemofili. 

Hemofili C

• sebab  penderita tidak mampu 

membentuk zat plasma 

tromboplastin anteseden (PTA). 

• Penyakit ini tidak disebabkan oleh 

gen resesif yang terangkai-X, 

melainkan oleh gen resesif yang 

jarang dijumpai pada autosom. 

• Hanya terjadi sedikit dari 

penderita. Tidak lebih dari 1 %.

Berat

Dengan faktor pembekuan dalam plasma kurang dari 1%

Sedang

Dengan faktor pembekuan dalam plasma sekitar 1% - 5%

Ringan 

Dengan faktor pembekuan dalam plasma antara 5 - 40 %.

1

3

2

• Merupakan penyakit turunan yang memicu  penderita tidak 

dapat membedakan warna-warna tertentu. 

• ada  dua jenis buta warna, yakni buta warna parsial dan buta 

warna total. 

• Pada buta warna parsial, penderita tidak dapat membedakan 

beberapa warna saja, contohnya merah-hijau dan biru-hijau. 

• Adapun buta warna total, ia tidak bisa membedakan semua jenis 

warna. 

• Buta warna disebabkan oleh gen resesif buta warna (cb) yang terpaut 

pada kromosom X. 

• wanita  normal memiliki  genotip homozigotik dominan BB dan 

heterozigotik Bb, sedang  yang buta warna yaitu  homozigotik 

resesif bb. Laki-laki hanya memiliki  sebuah kromosom-X, sehingga 

hanya dapat normal XY atau buta warna XbY.

• Distrofi otot ditandai dengan makin melemahnya 

otot – otot dan hilangnya koordinasi. 

• Kelainan yang terjadi sebab  tidak adanya satu 

protein otot penting yang disebut distrofin, yang 

terletak pada lokus yang spesifik pada kromosom 

X. 

• Nama sindrom fragile diambil dari 

penampakan fisik kromosom X yang tidak 

normal.

• Bagian kromosom X yang mengalami 

konstriksi (pelekukan) dibagian ujung lengan 

kromosom yang panjang. 

• Semua bentuk keterbelakangan mental yang 

disebabkan oleh faktor genetik, bentuk yang 

paling umum yaitu  fragile.

• Penyakit ini timbul sebab  adanya pembentukan 

purin yang berlebihan. 

• Sebagai hasil metabolisme purin yang abnormal, 

penderita memperlihatkan kelakuan yang abnormal, 

yakni kejang otak yang tidak disadari serta 

menggeliatkan anggota kaki dan jari – kari tangan. 

• Anondotia yaitu  keadaan di mana semua benih gigi 

tidak terbentuk sama sekali. 

• Anodontia dapat terjadi pada periode gigi 

tetap/permanen, walaupun semua gigi sulung 

terbentuk dalam jumlah yang lengkap.  

• sedang  bila yang tidak terbentuk hanya beberapa 

gigi saja, keadaan tersebut disebut hypodontia. 

• Kelainan ini biasanya dijumpai pada pria. Anodontia 

ditentukan oleh gen a terpaut pada kromosom X.

Ciri – ciri :

• Penderita tidak memiliki benih gigi dalam 

tulang rahang. 

• Gigi tidak dapat tumbuh seterusnya. 

• Rambut jarang. 

• Susah berkeringat sebab  kekurangan 

kelenjar keringat.

• Kasus gigi cokelat merupakan kelainan bawaan yang 

disebabkan gangguan dalam pembentukan lapisan email 

pada gigi. 

• sebab  email tidak terbentuk, gigi menjadi berwarna cikelat 

dan mudah rusak. 

• Kelainan tersebut disebabkan oleh gen dominan B yang 

terpaut X. 

Hypertrichosis 

• Hypertrichosis merupakan sifat 

keturunan, yakni tumbuhnya rambut 

dibagian tertentu di daun telinga. 

• pemicu  Hypertrichosis yaitu  gen 

resesif ( h ) yang terpaut pada 

kromosom Y sehingga keturunan ini 

hanya dimiliki oleh laki-laki. 

Weebed Toes 

Weebed Toes disebabkan oleh gen 

resesif wt sehingga tumbuh kulit 

diantara tangan atau kaki mirip dengan 

kaki katak atau burung air. 

Hystrix Gravior

• Gen resesif hg memicu  

pertumbuhan rambut panjang dan 

kaku dipermukaan tubuh, sehingga 

terlihat menyerupai hewan landak 

yang tubuhnya berduri. 

Sindrom Down (47,XY + 21 dan 47,XX + 21)

• Kelebihan  satu autosom pada kromosom nomor 21(Trisomi 

21), terjadi pada laki-laki dan wanita . 

• Kelainan ini ditemukan J. Langdon Down pada tahun 1866 

dengan ciri-ciri tinggi badan sekitar 120 cm, kepala lebar 

dan pendek, bibir tebal, lidah besar dan menjulur, liur selalu 

menetes, jari pendek dan gemuk terutama kelingking, 

telapak tangan tebal, mata sempit miring kesamping, gigi 

kecil-kecil dan jarang, IQ rendah, umumnya steril.  

Sindrom Jacobs (47, XYY atau 44A + XYY)

• Penderita memiliki  44 Autosom & 3 kromosom kelamin (XYY). 

• Kelainan ini ditemukan oleh P.A. Jacobs pada tahun 1965 dengan 

ciri-ciri pria bertubuh normal, berperawakan tinggi, bersifat 

antisosial, perilaku kasar dan agresif, wajah menakutkan, 

memperlihatkan watak kriminal, IQ di bawah normal.

Sindrom Klinefelter (47, XXY atau 44A + XXY)

• Penderita memiliki  44 Autosom dan 3 kromosom kelamin 

(XXY). 

• Disebabkan oleh adanya 3 kromosom kelamin/ Trisomi : 

kelebihan satu buah kromosom (2N+1). 

• Ditemukan oleh H.F. Klinefelter tahun 1942. 

• Penderita berjenis kelamin laki-laki tetapi cenderung bersifat 

kewanitaan, testis mengecil dan mandul, payudara membesar, 

dada sempit, pinggul lebar, rambut badan tidak tumbuh, 

tubuhnya cenderung tinggi (lengan dan kakinya panjang), mental 

terbelakang.

Sindrom Turner (45,XO atau 44A + X)

• Penderita memiliki  44 Autosom dan hanya 1 kromosom kelamin 

yaitu X (Tidak ada kromosom Y). 

• Ditemukan oleh H.H. Turner tahun 1938. 

• Penderita Sindrom Turner berkelamin wanita, namun tidak memiliki 

ovarium, alat kelamin bagian dalam terlambat perkembangannya 

(infatil) dan tidak sempurna, steril, kedua puting susu berjarak 

melebar, payudara tidak berkembang, badan cenderung pendek 

(kurang lebih 120 cm), dada lebar , leher pendek, memiliki  

gelambir pada leher, dan mengalami keterbelakangan mental. 

• Tingkat insidensi 1 pada 2.500 wanita.

Sindrom Edward (47,XY + 18 dan 47, XX + 18) 

• Penderita mengalami trisomi atau kelebihan satu Autosom nomor 18.

• Ciri-ciri penderita yaitu  memiliki kelainan pada alat tubuh telinga 

dan rahang bawah kedudukannya rendah, mulut kecil, mental 

terbelakang, tulang dada pendek, umumnya hanya mencapai umur 6 

bulan saja.

Sindrom Patau (47,XY + 13 dan 47, XX + 13)

• Penderita memiliki  45 Autosom, sehingga disebut trisomi. 

• Trisomi dapat terjadi pada kromosom nomor 13, 14 atau 15. Ciri-ciri 

penderita kepala kecil, mata kecil, sumbing celah langit langit, tuli, 

polidaktili, memiliki  kelainan otak, jantung, ginjal dan usus serta 

pertumbuhan mentalnya terbelakang. Biasanya penderita meninggal 

pada usia kurang dari 1 tahun. 

Sindrom Cri du chat

• Anak yang dilahirkan dengan delesi pada kromosom nomor 5 ini 

memiliki  mental terbelakang, memiliki kepala yang kecil dengan 

penampakan wajah yang tidak biasa, dan memiliki tangisan yang 

suaranya seperti suara kucing. 

• Penderita biasanya meninggal saat  masih bayi atau anak-anak.

Carrier testing

• Merupakan tes untuk mengetahui apakah seseorang 

menyimpan gen yang membawa kelainan genetik. 

• Metode : uji darah sederhana untuk melihat kadar enzim 

terkait kelainan genetik tertentu, atau dengan mengecek 

DNA, apakah mengandung kelainan tertentu. 

Prenatal diagnosis 

• Merupakan tindakan untuk melihat kondisi kesehatan fetus 

yang belum dilahirkan. 

• Metode yang digunakan : ultrasonografi, amniocentesis, 

maternal serum, dan chorionic villus sampling

Newborn screening

• Merupakan pemeriksaan bayi pada masa kelahiran baru. 

• Meliputi pemeriksaan genetik, endokrinologi, metabolik, 

dan hematologi. 

Preimplantasi diagnosis

• Merupakan uji yang melibatkan pembuahan in vitro untuk 

mengetahui kadar kelainan genetik embrio preimplantasi, diberi 

obat tertentu untuk merangsang produksi sel telur berlebihan. 

• Sel telur akan diambil dan diletakkan di cawan untuk dibuahi oleh 

sperma donor, kmd dianalisa terkait dengan kelainan genetik. 

Predictive testing 

• Predictive testing merupakan tes yang digunakan untuk 

menguji apabila seseorang menderita kelainan genetik 

dengan melihat riwayat genetik keluarga sebelumnya. 

• Tes ini dilakukan setelah kelahiran, dan biasa juga disebut 

sebagai presymptomatic testing



Penyakit  genetik atau kelainan  genetik yaitu   sebuah  kondisi  yang  dipicu   oleh

kelainan  oleh  satu  atau  lebih gen yang  memicu   sebuah  kondisi fenotipe klinis.

Beberapa pemicu  penyakit genetik antara lain:

  Ketidaknormalan  jumlah kromosom seperti  dalam sindrom  Down (adanya  ekstra

kromosom 21) dan sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X).

  Mutasi  gen  berulang  yang  dapat  memicu  sindrom  X  rapuh atau penyakit

Huntington.

  Gen rusak yang diturunkan dari orang tua. Dalam kasus ini, penyakit genetik juga

dikenal dengan istilah penyakit keturunan. Kondisi ini terjadi ketika individu lahir dari dua

individu sehat pembawa gen rusak tersebut, tetapi dapat juga terjadi ketika gen yang

rusak tersebut merupakan gen yang dominan.

Sekarang  ini  ada  sekitar  4.000  penyakit  genetik  yang  sudah  diidentifikasi.  Kebanyakan

penyakit genetik yaitu  langka dengan hanya terjadi pada 1 individu dari sekitar ribuan atau

bahkan jutaan individu.1

HUKUM MENDEL 

 Riwayat Mendel

 Orang  yang  pertama-tama  menaruh  perhatian  dan  membawa  perhitungan-perhitungan

yang cermat dari hasil berbagai macam persilangan dengan menggunakan tanaman kapri

atau ercis (Pisum sativum) ialah Gregor Johann Mendel. Ia yaitu  satu-satunya anak laki-

laki dari Anton dan Rosine Mendel, suami-isteri petani kecil. Karena itu sejak kanak-kanak

dia  sudah  memiliki   perhatian  pada  cara  bercocok  tanam  dan  mempertinggi  hasil

tanaman.

Kelainan Genetik (Albino) 1

Usia 18 tahun ia menerima ijazah dari Sekolah Menengah

Troppau dengan pujian istimewa dari guru-gurunya. Setelah itu,

ia  melanjutkan  pendidikannya  di  Institut  Filsafat  di  Olmutz.

Profesor  Friederich  Franz yang memberi  kuliah mata-pelajaran

Fisika  memberi  rekomendasi  sehingga  ia  diterima  sebagai

mahasiswa di Biara Augustinia di Altbrunn. Tahun 1843 mendel

diterima  sebagai  anggota  Masyarakat  Biara  dari  St.  Thomas.

Sejak itulah ia menerima nama baptis Gregor.

Tanggal 4 Agustus 1847 ia diangkat sebagai pendeta, Bapak Gregor Johann Mendel.

Setelah  melalui  menjabat  sebagai  guru  di  Sekolah  Menengah  Atas  di  Znaim,  akhirnya

Mendel masuk ke Unversitas Wina dan menyelesaikan studinya dalam bulan Agustus 1853.

Pada usia 32 tahun ia menempuh ujian untuk memperoleh sertifikat sebagai guru, tetapi

gagal.  Untuk  kedua  kalinya  ia  mencoba  menempuh  ujian  lagi  dengan  mengemukakan

beberapa kesimpulan tentang risetnya hal evolusi, pemulian tanaman dan keturunan, tetapi

panitia penguji menganggapnya kuno, sehingga ia dinyatakan tidak lulus lagi. Akhirnya ia

melanjutkan risetnya pada tumbuhan.

 Penelitian Mendel

Dalam  penelitiannya  selama  delapan  tahun  (1856-1863)  Mendel  menggunakan

tanaman kapri atau ercis (pisum sativum). Ia memilih  menggunakan tanaman ini karena

ada  berbagai sifat yang menguntungkan, yaitu:

1) Tanaman kapri dapat mengadakan penyerbukan sendiri dan tanpa disilangkan.

2) Memiliki beberapa bagian yang dapat memperlihatkan sifat yang kontras, yaitu: 

a. Ukuran tanaman (tinggi x rendah)

b. Batang tanaman (bunga sepanjang batang x bunga di ujung batang)

c. Buah polong (penuh x berlekuk) dan (kuning x hijau)

d. Biji (bulat x keriput) dan (kuning x hijau)

Semua sifat  yang disebut  di  depan yaitu   dominan (mengalahkan) terhadap  resesif

(dikalahkan) yang dsebut di belakang.

Mendel dapat memberi beberapa kesimpulan penting dari hasil penelitian, yaitu:

1. Hibrid (ialah hasil persilangan dua individu dengan tanda beda) memiliki sifat yang mirip

dengan induknya dan setiap hibrid memiliki  sifat yang mirip dengan induknya dan

setiap hibrid memiliki  sifat  yang sama dengan hibrid yang lain dari  spesies yang

sama.

2. Karakter  (sifat)  dari  keturunan suatu hibrid  selalu  timbul  kembali  secara teratur  dan

inilah yang memberi  petunjuk kepada Mendel bahwa tentu ada faktor-faktor  tertentu

Kelainan Genetik (Albino) 2

yang  mengambil  peranan  dalam  pemindahan  sifat  dari  satu  generasi  ke  generasi

berikutnya.

3. Mendel  merasa bahwa apabila  “faktor-faktor  keturunan”  itu mengikuti  distribusi  yang

logis,  maka suatu hukum atau pola akan dapat  diketahui dengan cara mengadakan

banyak persilangan dan menghitung bentuk-bentuk yang berbeda seperti yang tampak

dalam keturunan.suryo, genetika manusia. Yogyakarta: Gajah Mada University Press, 2008

gambar.1 penyilangan hibrid

Disamping  itu,  Mendel  juga  mengemukakan  4  macam  postulat  dari  hasil  penelitiannya,

yaitu:

1. Faktor keturunan (gen) berupa benda dan selalu berpasangan pada individu diploid,

bertanggun jawab ada penurunan sifat-sifat.

2. Pada gametogenesis kedua faktor  tersebut berpisahan atau disegresasi sehingga

setiap gamet hanya memiliki salah satu dari pasangan faktor tersebut. Kemudian dari

postulat ini menjadi Hukum Mendel I atau  Hukum Segregasi.

3. Faktor  keturunan  (gen)  ada  yang  bersifat  dominan  dan  resesif,  disebut  prinsip

dominan-resesif.

4. Bila ada dua faktor keturunan yang diperlukan, maka pada gametogenesis terjadi

pilihan  bebas  (independent  assortment),  sehingga  segala  macam  kombinasi

mungkin terjadi dalam jumlah yang sama. Postulat ini disebut Hukum Mendel II atau

Hukum Pilihan Bebas.

Kelainan Genetik (Albino) 3

Gambar 2 hukum segregasi

 Terminologi (Istilah Genetika)

Untuk mengerti jalannya penelitian Mendel perlu dikenal beberapa istilah, seperti:

a. P = Parental, yang berarti induk.

b. F = Filial, yang berarti keturunan (ada F1, F2, F3, F4, dan seterusnya)

c. Fenotip = karakter (sifat) yang dapat kita amati (bentuk, ukuran, warna, golongan darah,

dan sebagainya).

d. Genotip = susunan genetik suatu individu (jadi sesuatu yang tidak dapat diamati).

e. Simbol  untuk  suatu  gen  (istilah  lain  untuk  “faktor  keturunan”)  dikemukakan  dengan

sebuah huruf, misalnya:

R = gen yang memicu  warna merah (“rubra”)

r = gen yang memicu  warna putih (“alba”). 

Merah yaitu  dominan terhadap putih, karena itu diberi simbol huruf besar. Yang resesif

diberi simbol dengan huruf kecil.

f. Genotip suatu individu diberi  simbol  dengan huruf  ganda,  karena individu umumnya

diploid. Misalnya:

RR = genotip untuk tanaman berbunga warna merah

rr = genotip untuk tanaman berbunga warna putih.

g. Homozigotik = sifat suatu individu yang genotipnya terdiri dari gen-gen yang sama dari

tiap jenis gen (misalnya RR, rr, AA, AABB, aabb).

Kelainan Genetik (Albino) 4

h. Heterozigot = sifat suatu individu yang genotipnya terdiri dar gen-gen yang berlainan

dari tiap jenis gen (misalnya Rr, Aa, AaBb)

i. Alel = anggota dari pasangan gen, misalnya:

R = gen untuk warna bunga merah

r = gen untuk warna bunga putih

T = gen untuk tanaman tinggi

t = gen untuk tanama rendah

R dan r satu sama lain merupakan alel, tetapi R dan t bukan alel. 

 Persilangan Monohibrid

Berasal dari kata mono = satu, hibrid = baster, yang berarti perislangan dengan satu

tanda atau satu sifat beda.

Prinsipnya:

1. Kedua induk murni sifatnya

(Homozigot : MM, mm)

2. Satu fenotip : warna bunga

3. Beda sifat : merah dan putih (sifat yang diskontinu)

Mendel  mengambil  serbuk  sari  dari  bunga  tanaman  yang  bijinya  bulat.  Semua

keturunan  F1 yang  berupa  suatu  hibrid  berbentuk  tanaman  yang  bijinya  bulat.  Ketika

menyilangkan  tanaman-tanaman  F1 didapatkan  keturunan  F2 yang  memperlihatkan

perbandingan fenotip kira-kira 3 biji bulat : 1 biji keriput.

P genotip : Bb x genotip : bb

Fenotip : bulat x fenotip : keriput

(homozigot) (heterozigot)

F1 ` genotip : Bb

Fenotip : semua bulat

(heterozigot)

F1 x F1 genotip : Bb x  genotip : Bb

Fenotip : bulat x bulat

(heterozigot) (heterozigot)

Kelainan Genetik (Albino) 5

Dari  data  di  atas  ada   dominasi  sepenuhnya,  maka  persilangan  monohibrid

menghasilkan 4 kombinasi pada keturunan dengan perbandingan fenotip 3 : 1.

Dari  percobaan  di  atas  Mendel  dapat  mengambil  kesimpulan  bahwa  pada  waktu

pembentukan gamet-gamet (serbuk sari dan sel telur) maka gen-gen yang menetukan suatu

sifat mengadakan segregasi (memisah), sehingga setiap gamet hanya menerima sebuah

gen  saja,  yang  disebut  Hukum  I  dari  Mendel  yang  dikenal  dengan  nama  The  Low  of

Segregation of Allelic Genes (Hukum Pemisahan Gen yang Sealel).

Sel  kelamin  hanya  memiliki   setengah  jumlah  kromosom  sel  tubuh,  sel  kelamin

dikatakan haploid dengan  n kromosom, sedangkan sel tubuh dikatakan diploid dengan 2n

kromosom.

Kemajuan dalam bidang biokimia memungkinkan para ahli menetapkan struktur serta

susunan bahan genetik yang berupa DNA (deoxyribo Nucleic Acid) dan RNA (Ribo Nucleic

Acid). DNA dan RNA merupkan komponen penting pada gen yang mengatur sintesa protein.

Menjelang berakhrinya abad ke-20,  kemajuan teknologi yang begitu cepat  di  bidang

genetika seperti rekayasa genetika (genetic engineering). Tujuan utama rekayasa genetika

yaitu  memanipulasi gen dengan melakukan pembiakan DNA dari sel atau spesies lain di

dalam sel induk, sehingga dihasilkan transforman baru yang dapat menghasilkan produk

gen  yang  dikehendaki  sebagai  ilmu  pengetahuan  terapan.  Ilmu  genetika  dipakai  untuk

bidang-bidang sebagai berikut, terutama bidang Kedokteran, merupakan cabang besar ilmu

yang disebut Genetika Manusia.3

Gambar 3 gen resesif dan dominan

Kelainan Genetik (Albino) 6

 Persilangan resiprok

Persilangan  resiprok  (persilangan  kebalikan)  ialah  persilangan  yang  merupakan

kebalikan  dari  persilangan  yang  semula  dilakukan.  Sebagai  contoh  dapat  digunakan

percobaan Mendel lainnya:

H = gen yang menentukan buah polong berwarna hijau

h = gen yang menentukan buah polong berwarna kuning

Mula-mula  serbuk sari  dari  bunga pada tanaman berbuah polong hijau  diserbukkan

pada putik bunga pada tanaman berbuah polong hijau diserbukkan pada putik bunga pada

tanaman berbuah polong kuning.Pada persilangan berikutnya cara tersebut di atas dibalik.

kedua macam persilangan tersebut ternyata didapatkan keturunan F1 maupun F2 yang sama.

gambar 4 persilangan resiprok

 Persilangan kembali (“Back Cross”)

Ialah persilangan antara hibrid F1 dengan induknya jantan atau betina.

P : jantan hitam x betina putih

BB bb

F1 : 100% hitam Bb

Back cross :  jantan hitam x betina putih

BB Bb

F2 : 50% hitam BB

  50% hitam Bb

Back cross :  jantan hitam x betina putih

Kelainan Genetik (Albino) 7

BB bb

F2 : 50% hitam BB

  50% hitam bb

 Uji silang (“Test Cross”)

Ialah persilangan antara hibrid F1 dengan individu yang homozigot resesif. Test cross

digunakan untuk menguji apakah suatu individu tersebut homozigot ataukah heterozigot.

Bila individu :

P : hitam BB x putih bb

F1 : 100% hitam Bb

P : hitam Bb x putih bb

F2 : 50% hitam Bb

  50% hitam bb

Kesimpulan : 

1. Individu yang hitam yaitu  heterozigot

2. Test cross dapat merupakan suatu back cross

3. Back cross tidak selalu (belum tentu) merupakan suatu test cross.3

gambar 5 persilangan antara fenotip dominan dan resesif

Kelainan Genetik (Albino) 8

 Persilangan Dihibrid

Hukum Mendel II berlaku ketika pembentukan gamet, dimana gen sealel secara bebas

pergi masing-masing kutub ketika meiosis disebut juga Hukum Asortasi.

Dihibrid yaitu  persilangan dengan dua tanda atau dua sifat beda. Prinsipnya sebagai

berikut:

1. Kedua induk murni sifatnya

2. Dua fenotip : bentuk biji dan warna biji

3. Beda sifat : bulat keriput atau warna buah kuning dan hijau

Mendel  melakukan  persilangan  dua  macam karakter  kacang  kapri  yaitu  warna  dan

bentuk biji.

R : gen yang menentukan biji bulat

r : gen yang menentukan biji keriput

Y : gen yang menentukan biji berwarna kuning

y : gen yang menentukan biji berwarna hijau

PEWARISAN SIFAT AUTOSOMAL PADA MANUSIA

Sifat autosomal ialah sifat keturunan yang ditentukan oleh gen pada autosom. Gen ini

ada yang dominan dan ada yang resesif. Oleh karena laki-laki dan perempuan memiliki 

autosom yang sama,  maka sifat  keturunan yang ditentukan oleh gen autosomal  yaitu 

dapat dijumpai pada laki-laki maupun perempuan.

A. Pewarisan Gen Autosomal Dominan

1. Polidaktili (Jari Lebih)

Polidaktili yaitu  suatu kelainan yagn diwariskan oleh gen autosomal P, sehingga orang

memiliki  tambahan jari pada satu atau dua tangan dan/atau pada kakinya. Yang umum

dijumpai  ialah  ada nya  jari  tambahan pada  satu  atau  kedua  tangan.  Tempatnya  jari

tambahan itu berbeda-beda, ada yang ada  pada di dekat ibu jari dan ada pula yang

ada  di dekat jari kelingking.

Kelainan Genetik (Albino) 9

Gambar 6  polidaktili

2. Kemampuan mengecap phenilthiocarbomida (PTC)

Bagi sementara orang zat ini terasa pahit, sehing mereka disebut pengecap (“taster”).

Orang lain tidak merasakan apa-apa sehingga mereak dikatakan non taster.

3. Thalasemia

Ialah penyakit darah bawaan (keturunan) yang memicu  sel darah merah (eritrosit)

pecah  (hemolisa).  Thalassemia  merupakan  kelainan  genetik  yang  ditandai  dengan

berkurangnya  atau  tidak  ada  sama  sekali  sintesa  rantai  hemoglobin,  sehingga  hanya

memiliki   kemampuan  sedikit  untuk  mengikat  oksigen.  Thalassemia  dibedakan  atas

thalassemia α, thalassemia β, dan thalassemia δβ.

a) Thalassemia  α,  sering  dijumpai  pada  penduduk  Asia,  terutama  dipicu   adanya

delesi  (tidak adanya) gen α. Pada individu normal ada  4 gen α pada sepasang

kromosom,  yaitu  2  gen  pada  kromosom  paternal  (berasal  dari  ayah).  Delesi  dapat

terjadi pada 1 gen, 2 gen, 3, gen, atau 4 gen. banyaknya delesi gen α menentukan

keparahan keadaan pasien, yaitu :

- Pada delesi 1 gen α (disebut α thalasseima 2) hanya berpengaruh sedikit fungsi

darah.

- Pada delesi 2 gen α (disebut α thalassemia 1) berakibat anemia ringan

- Pada delesi 3 gen α (disebut “HbH disease”) berakibat anemia berat.

- Pada delesi 4 gen α berakibat fatal pada bayi.

b) b. Thalassemia β, yang biasanya dibedakan lagi dalam βo dan β+ .  Pada thalansemia

βo rantai β tidak ditmukan sama kembali, sedang pada thalassemia β+ rantai β disintesa

dalm  jumalh  kecil.  Pada  thalassemia  β+ kelainan  yang  terjadi  pada  pemroresan

prekusor ARNd, sedang pada thlassemia β+ kelainan yang terjadi lebih kompleks. Pada

thalassemia β tidak ditemukan adanya delesi gen β sehingga dapat diperkirakan bahwa

jumlah  ARNd  berkurang  pada  waktu  dikeluarkan  dari  nucleus  menuju  sitoplasma,

dipicu  adanya kerusakan selama pemrosesan ARNd atau ARNd tidak stabil.

Kelainan Genetik (Albino) 10

c) Thalassemia  β  yang  heterozigot  mengakibatkan  anemia  ringan  dan  biasanya  tidak

memerlukan  pengobatan.  Dalam  keadaan  homozigot  terjadi  anemia  berat  dan

memerlukan transfuse darah. Pada thalassemia βo yang homozigot sama sekali tidak

ada   tidak  ditemkaun adanya  HbA,  sedang  pada  thalassemia β+ yang  homozigot

ditemukan HbA dalam jumlah sedikit.

d) Thalassemia δβ atau disebut juga Thalassemia F terjadi penekanan produksi rantai δ

pada thalassemia β. Dalam keadaan heterozigot ditemukan HbA dalam jumlah sedikit

dan banyak HbF. Pada keadaan homozigot hanya ditemukan HbF saja dan penderita

mengalami anemia yang berat.

Gambar 7  penderita talasemia

4. Dentinogenesis imperfect (gigi opaselen)

yaitu  suatu kelainan pada gigi manusia. Dentin berwarna putih seperti pada air susu

(opaselen).  pemicu nya  gen  dominan  D,  sedangkan  alelnya  resesip  d  bila  homozigot

memicu  gigi normal. Gigi pasien Dentinogenesis imperfecta opalesen (putih seprti air

susu), email normal, tetapi ruang-ruang pulpa dan saluran-saluran akar pada kebanyakan

gigi terhapus dengan dentin abnormal. ada  penambahan perbatasan pada hubungan

antara mahkota dan akar-akar gigi.

Gambar 8 Dentinogenesis imperfect

5. Anonychia

Suatu kelainan bahwa kuku dari beberapa jari tangan dan/atau kaki tidak ada atau tidak

baik tumbuhnya. Kuku biasanya sama sekali absen pada jari telunjuk dan jari tengah, juga

Kelainan Genetik (Albino) 11

kadang-kadang dari ibu jari. pemicu nya yaitu  gen dominan An pada autosomal. Gen ini

diwariskan seprti pada kejadian lainnya.

Gambar 9 penderita Anonychia

6. Daun telinga yang bebas (artinya tidak tumbuh melekat) dan bentuk meruncing dari

pangkal  tumbuhnya  rambut  di  dahi (dalam  bahsa  inggris  disebut  “widow’s  peak”)  juga

ditentukan oleh gen dominan pada autosom

Gambar 10 Daun telinga yang bebas

7. Rambut hitam

Seperti  halnya dengan warna mata, warna rambut disesbabkan oleh adanya pigmen

melanin. Jika pigmen melanin dalam jumlah banyak sekali,  maka rambut berwarna hitam

sampai  coklaat  tua.  Melanin  yang  sedikit  mengakibatkan rambut  berwarna putih.  Orang

albino (bulai) tidak mampu membuat pigmen melanin karena terjadi suatu blok (halangan)

metabolism, sehingga zat tirosin tidak dapat diubah melanin. Karena itu oranhg Albino tidak

mengandung melanin.

Pada orang yang berusia warna rambut biasanya berubah menjadi abu-abu atau abu-

abu keputihan yang lazim disebut uban. Ini dipicu  karena melanin di dalam rambut ini

berkurang disertai dengan penambahan sedikt pigmen kuning.

Kelainan Genetik (Albino) 12

gambar

11 rambut

hitam

dan rambut

kuning

B. Pewarisan gen autosom Resesif

Suatu sifat keturuan yang ditentukan oleh sebuah gen resesif pada autosom baru akan

tampak apabila suatu individu menerima gen itu dari kedua orang tuanya.

1. Mata biru

Warna mata timbul sebagai hasil pantulan cahaya dari granula melanin yang ada 

dalam iris.  Seprti  diketahui,  banyaknya  melanin  yang  bentuk  yang ditentukan oleh gen

melanin yang dibentuk oleh gen. Orang yang memiliki genotip bb hanya mampu membentuk

sedikit melanin, sehingga matanya berwarna biru. Orang yang homozigot dominan gen BB

membentuk sedikit melanin, sehingga matanya mampu membentuk banyak melanin dalam

jumlah besar, sehingga matanya berwarna coklat berwarna coklat tua sampai hitam. Pada

orang albino sama sekali tidak dapat membentuk enzim yang diperlukan untuk mengubah

enzim  tirosin  menjadi  melanin,  sehingga  ia  tidak  memiliki  sama  sekalidan  genotipnya

homozigot aa.

Gambar 11 mata biru. Orang bermata biru lebih peka terhadap

rasa sakit dibandingkan  warna mata lain

2. “Cystic fibrosis” (disingkat CF)

Penyakit  ini  ditandai  dengan adanya  kelainan dalam metabolisme protein,  sehingga

mengakibatkan  kerusakan/kemunduran  pada  beberapa  organ  seperti  pankreas,  infeksi

pernapasan  yang  kronis  dari  paru-paru.  Penyakit  ini  kerap  kali  tidak  jelas,  sehingga

menyusahkan dokter  dalam menentukan diagnosis,  sebab tanda-tandanya  mirip  dengan

penyakit  yang biasanya dijumpai,  yaitu  peneumonia,  asma,  diare karena ada kesalahan

Kelainan Genetik (Albino) 13

makanan. Penyakit  ini  ditentukan oleh gen resesif  cf,  sehingga penderita memiliki  fenotif

ccff. Simtom dari penyakit ini berbeda-beda menurut umur dan berat ringannya penyakit.

Gambar 12 Cystic fibrosis

3. Penyakit Tay-Sachs

Orang  yang  menderita  penyakit  ini  homozigotik  resesif.  Urat  sarafnya  mengalami

kemunduran akibatnya kelihatan pada umur 6 bulan. Kehilangan kemampuan intelektualnya

dan otot-otot menjadi lemah. Bila gangguan sistim urat saraf mengenai indra penglihatan

dapat mengakibatkan penderita menjadi buta.

Gambar 13 penderita tay-sachs

C.  Kesalahan Metabolisme Bawaan.

Sejak lama telah dikenal beberapa penyakit/kelainan metabolism dalam tubuh manusia,

yang  dipicu   oleh  tidak  adanya  gen  yang  mewngawasi  pembentukan  enzim  uang

sangta dibutuhkan dalam berbagai proses fisologi tertentu.

1. Phenylketonuria (PKU)

Penyakit  dipicu   karena  orang  tidak  mampu  membentuk  enzim  phenylalanin

hidroksilase, sehingga phenylalanin tidak dapt diubah menjadi tirosin. Penderita memliki

genotif  hozigotik  resesif  pp  dan  memiliki   timbunan  asam  amino.  Phenylalanine

Kelainan Genetik (Albino) 14

dalam  hati  kelebihannya  akan  masuk  dalam  peredaran  darah  serta  di  edarkan

keseluruh tubuh.

gambar 14 Phenylketonut=ria

2. Albinisme

Kelainan ini dipicu  oleh tubuh seseorang tidak mampu membentuk enzim  yang

diperlukan untuk mengubah asam amino tirosin manjadi  β-3,  4-dihidrosiphenylalanin

untuk selanjutnya diubah menjadi pigmen melanin. Jadi albinsme bukanya dipicu 

adanya penimbunan tirosin dalam tubuh melaiakan karena tidak dapatnya tirosin diubah

menjadi melanin.

Gambar 15 Kelainan albino

3. Alkaptonuria

Adanya penyakit ini sebagai akibat gangguan metabolisme. Penderita tidak mememiliki

gen dominan H, sehingga dia Homozigotik resesif  hh dan tidak mampu membentuk

enzim asam homogentisin oksidase yang seharusnya mengubah asam homogentisin

(disebut juga alkpaton) menjadi asam maleiplasetoasetat sampai menjadi H2O dan CO2.

4. Kretinisme

Tirosin  juga  berguna  untuk  pembentukan  hormone tiroksin  dan  triiodotironin.  Orang

yang  homozigotik  cc  tidak  memiliki  enzim  yang  diperlukan  untuk  mengadakan

perubahan itu sehingga ia kekukaran hormone-hormon tersebut mengakibatkan kerdil

(kurcaci).4

Kelainan Genetik (Albino) 15

FAKTOR pemicu  MUTASI-MUTAGEN

Faktor-  faktor  yang  menjadi pemicu   terjadinya  mutasi  yaitu   demikian  banyak  aspek

variabel faktor lingkungan. Faktor- faktor tersebut dikenal sebagai mutagen. Faktor itu jika

menghantam  apa  yang  ada  didalam  gen  (  DNA  )  disebut  mutasi  gen,  sedang  jika

menghantam apa yang ada di dalam kromosom ( GEN ) disebut mutasi kromosom jadi jika

menghantam susunan basa nitrogen yang ada di dalam gen berarti mutasi gen.5

AKIBAT MUTASI PADA KELAINAN GENETIK

Mutasi didefinisikan sebagai pemutusan atau penggantian yang terjadi pada molekul

DNA,  yang  ada   dalam  inti  sel  makhluk  hidup  dan  berisi  semua  informasi  genetis.

Pemutusan atau penggantian ini diakibatkan pengaruh-pengaruh luar seperti  radiasi atau

reaksi kimiawi. Setiap mutasi yaitu  "kecelakaan" dan merusak nukleotida-nukleotida yang

membangun  DNA  atau  mengubah  posisinya.  Hampir  selalu,  mutasi  memicu 

kerusakan dan perubahan yang sedemikian parah sehingga tidak dapat diperbaiki oleh sel

tersebut.

Mutasi, yang sering dijadikan tempat berlindung evolusionis, bukan tongkat sihir yang

dapat mengubah makhluk hidup ke bentuk yang lebih maju dan sempurna. Akibat langsung

mutasi  sungguh  berbahaya.  Perubahan-perubahan  akibat  mutasi  hanya  akan  be-rupa

kematian, cacat dan abnormalitas, seperti yang dialami oleh penduduk Hiroshima, Nagasaki

Kelainan Genetik (Albino) 16

dan Chernobyl. Alasannya sangat sederhana: DNA memiliki struktur teramat kompleks, dan

pengaruh-pengaruh yang acak hanya akan memicu  kerusakan pada struktur tersebut.

B.G. Ranganathan menyatakan:

Mutasi  bersifat  kecil,  acak dan berbahaya.  Mutasi  pun jarang terjadi  dan kalau-pun

terjadi,  kemungkinan  besar  mutasi  itu  tidak  berguna.  Empat  karakteristik  mutasi  ini

menunjukkan bahwa mutasi tidak dapat mengarah pada perkembangan evolusioner. Suatu

perubahan acak pada organisme yang sangat  terspesialisasi  bersifat  tidak berguna atau

membahayakan. Perubahan  acak  pada  sebuah  jam  tidak  dapat  memperbaiki,  malah

kemungkinan besar akan merusaknya atau tidak berpengaruh sama sekali. Gempa bumi

tidak akan memperbaiki kota, tetapi menghancurkannya.

Tidak mengherankan, sejauh ini tidak ditemukan satu mutasi pun yang berguna. Semua

mutasi  telah  terbukti  membahayakan.  Seorang  ilmuwan  evolusionis,  Warren  Weaver,

mengomentari  laporan  The  Committee  on  Genetic  Effects  of  Atomic  Radiation,  sebuah

komite yang meneliti mutasi yang mungkin dipicu  oleh senjata-senjata nuklir selama

Perang Dunia II, sebagai berikut:

Banyak orang akan tercengang oleh pernyataan bahwa hampir semua gen mu-tan yang

diketahui ternyata membahayakan. Jika mutasi yaitu  bagian penting dalam proses evolusi,

bagaimana mungkin sebuah efek yang baik - evolusi  ke bentuk kehidupan lebih tinggi -

berasal dari mutasi yang hampir semuanya berbahaya.6

Kelainan Genetik (Albino) 17

PENUTUP

Kesimpulan  yang  saya  ambil  dari  yang  di  atas  bahwa  kelainan  genetik yaitu   sebuah

kondisi yang dipicu  oleh kelainan oleh satu atau lebih gen yang memicu  sebuah

kondisi fenotipe klinis.  Kelainan  genetik  bisa  kita  ketahui  dengan  cara  melihat  ada  atau

tidaknya  kelainan kromosom pada tubuh seseorang. 

Kelainan Genetik (Albino) 18



Mutasi yaitu  perubahan yang terjadi pada bahan genetik (DNA maupun RNA), baik pada taraf 

urutan gen maupun pada taraf kromosom. Mutasi gen dapat dilakukan dengan mutasi silent, mutasi 

missense, mutasi nonsense dan juga pemicu  mutasi gen dari beberapa faktor seperti biologi, 

kimia dan fisika. Mutase juga dapat disebabkan oleh karena bahan mutagen seperti bahan makanan 

yang tidak baik dan lingkungan yang tercemar dan juga bersifat karsinogen yang dapat 

memicu  kanker. Achondroplasia yaitu  dwarfisme atau kekerdilan yang disebabkan oleh 

gangguan osifikasi endokondral akibat mutasi gen. selain dapat disebabkan oleh mutasi gen, 

achondroplasia juga merupakan kelainan pewarisan genetik yang terjadi pada autosom yang 

bersifat dominan dan dapat diturunkan kepada keturunan berikutnya. 

Achondroplasia berasal dari bahasa Yunani; achondros yaitu tidak memiliki kartilago dan 

plasia yaitu pertumbuhan. Istilah yang pertama kali digunakan oleh Parrot (1878) ini secara harfiah 

berarti pembentukan kartilago menjadi tulang – tulang (terutama tulang panjang) yang terganggu. 

Achondroplasia ini merupakan suatu penyakit genetika yang diturunkan secara autosom dominan, 

namun sebagian besar kasus juga terjadi karena adanya mutasi dalam gen secara spontan. 

Achondroplasia disebut juga dwarfisme atau kekerdilan. Istilah lain yang biasa digunakan untuk 

penyakit ini antara lain Achondroplastic Dwarfism, Chondrodystrophia Fetalis, Chondrodystrophy 

Syndromeatau Osteosclerosis Congenital. Umumnya pertumbuhan tulang yang normal bergantung 

pada produksi tulang rawan, yaitu sebuah jaringan ikat fibrosa. Asupan kalsium ke dalam tubuh 

secara normal akan disimpan dalam tulang rawan sehingga tulang rawan akan mengeras menjadi 

tulang. Namun pada penyakit Achondroplasia, kelainan memicu  pertumbuhan tulang, 

terutama pada bagian tangan dan kaki, menjadi terhambat dimana pada saat itu juga terjadi proses 

penebalan tulang. Selain itu bukaan di tengkorak menuju sumsum tulang belakang dan sumsum 

tulang belakang itu sendiri berukuran lebih kecil dari ukuran biasanya sehingga terjadi akumulasi 

cairan yang berlebihan dikepala.1 

Achondroplasia 

Istilah Achondroplasia pertama kali digunakan oleh Parrot (1878). Achondroplasia berasal 

dari bahasa Yunani yaitu; achondros: tidak ada kartilago dan plasia: pertumbuhan. Secara harfiah 

Achondroplasia berarti tanpa pembentukan/ pertumbuhan kartilago, walaupun sebenarnya 

individu dengan Achondroplasia memiliki kartilago. Masalahnya yaitu  gangguan pada proses 

pembentukan kartilago menjadi tulang terutama pada tulang-tulang panjang.  

Achondroplasia yaitu  dwarfisme atau kekerdilan yang disebabkan oleh gangguan 

osifikasi endokondral akibat mutasi gen FGFR 3 (fibroblast growth factor receptor 3) pada lengan 

pendek kromosom 4p16. Sindroma ini ditandai oleh adanya gangguan pada tulang-tulang yang 

dibentuk melalui proses osifikasi endokondral, terutama tulang-tulang panjang. Selain itu, 

Achondroplasia memberikan karakteristik pada kraniofasial. Achondroplasia juga dikenal dengan 

nama Achondroplastic Dwarfism, Chondrodystrophia Fetalis, Chondrodystrophy Syndrome atau 

Osteosclerosis Congenital.2          

Mutasi gen pada Achondroplasia bersifat autosomal dominant inheritance namun sekitar 

85-95% kasus merupakan mutasi genetik yang spontan. Apabila salah satu orang tuanya 

mengalami penyakit ini maka anaknya memiliki potensi terkena penyakit ini sebanyak 50 persen. 

Dan apabila kedua orang dua terjangkit penyakit ini maka kemungkinan keturunannya mengalai 

penyakit ini lebih besar lagi. Mutasi pada Achondroplasia sangat erat kaitannya dengan kenaikan 

umur sang ayah, penelitian menujukan bahwa mutasi gen pada achondroplasia tertutama 

diturunkan dari sang ayah dan terjadi saat pembentukan sperma.3 

Ciri-ciri dan gejala penderita achondroplasia 

Achondroplasia yaitu  suatu kondisi yang berbeda yang biasanya dapat diketahui pada saat 

lahir. Contoh dari Achondroplasia yaitu batang tubuh dan tungkai pendek . tungkai bengkok dan 

segmen tungkai proksimal lebih pendek (rhizomelia), kepala besar dengan dahi menonjol, tulang 

pipi yang kurang menonjol, dan hidung yang kecil, jari-jari bayi yang terkena achondroplasia 

pendek dan jari tengah memiliki kelainan atau kecacatan. Kebanyakan persendiannya dapat 

memanjang lebih dari normal. Sebagai contoh, lutut dapat memanjang melampaui titik berhenti 

yang normal. Bayi dengan achondroplasia akan mengalami hypotonia. Hal ini disebabkan karena 

kepala yang besar, terutama dibandingkan dengan seluruh tubuh, anak dengan achondroplasia akan 

mengalami keterlambatan dalam perkembangan dibandingkan anak-anak lainnya.3 

          

Gen  

Gen (dari bahasa Belanda: gen) yaitu  unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk 

fisiknya yaitu  urutan DNA yang menyandi suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang 

memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen yaitu  suatu lokasi 

tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan 

fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya. 

pemakaian  "gen" dalam percakapan sehari-hari (misalnya "gen cerdas" atau "gen warna rambut") 

sering kali dimaksudkan untuk alel: pilihan variasi yang tersedia oleh suatu gen. Meskipun 

ekspresi alel dapat serupa, orang lebih sering menggunakan istilah alel untuk ekspresi gen yang 

secara fenotipik berbeda. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya melalui suatu 

proses reproduksi, bersama-sama dengan DNA yang membawanya. Dengan demikian, informasi 

yang menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme dapat terjaga. Gen 

diturunkan atau diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya, yaitu melalui suatu proses 

reproduksi. Oleh karena itu, informasi yang menjaga keutuhan bentuk serta fungsi kehidupan suatu 

organisme dapat terpelihara/terjaga.

  

Mutasi gen 

Mutasi yaitu  perubahan materi genetik (gen atau kromosom) suatu sel yang diwariskan 

kepada keturunannya. Mutasi dapat disebabkan oleh kesalahan replikasi materi genetika selama 

pembelahan sel oleh radiasi, bahan kimia (mutagen), atau virus, atau dapat terjadi selama proses 

meiosis. Mutasi gen ialah perubahan kimiawi pada satu atau beberapa pasangan basa dalam satu 

gen tunggal yang memicu  perubahan sifat individu tanpa perubahan jumlah dan susunan 

kromosomnya. Mutasi memicu  perubahan dalam kode genetik yang memicu  variasi 

genetik dan potensi untuk mengembangkan penyakit. Mutasi gen secara umum bisa dikategorikan 

menjadi dua jenis: mutasi titik dan pasangan basa insersi dan delesi.5 

Mutasi titik  

Mutasi titik yaitu  jenis yang paling umum dari mutasi gen. Juga disebut substitusi 

pasangan basa, jenis mutasi perubahan pasangan basa nukleotida tunggal. Mutasi titik dapat 

dikategorikan menjadi tiga jenis:5 

1. Silent Mutation (Mutasi Diam) : Meskipun perubahan dalam urutan DNA terjadi, jenis 

mutasi tidak mengubah protein yang akan diproduksi. Hal ini karena beberapa kodon 

genetik dapat mengkodekan untuk asam amino yang sama. Asam amino yang 

dikodekan oleh tiga set nukleotida yang disebut kodon. Misalnya, asam amino arginine 

dikodekan oleh beberapa kodon DNA termasuk CGT, CGC, CGA, dan CGG (A = 

adenin, T = timin, G = guanin dan C = sitosin). Jika CGC urutan DNA berubah menjadi 

CGA, arginin asam amino masih akan diproduksi.  

2. Mutasi Missense :  Jenis mutasi mengubah urutan nukleotida sehingga asam amino 

yang berbeda diproduksi. Perubahan ini mengubah protein yang dihasilkan. Perubahan 

mungkin tidak banyak berpengaruh pada protein, mungkin bermanfaat bagi fungsi 

protein, atau mungkin berbahaya. Menggunakan contoh sebelumnya, jika kodon untuk 

arginin CGC berubah menjadi GGC, asam amino glisin akan diproduksi bukan arginin.  

3. Mutasi Nonsense:  Jenis mutasi mengubah urutan nukleotida sehingga kodon berhenti 

dikodekan dalam tempat asam amino. Sebuah penghentian kodon sinyal akhir proses 

penerjemahan dan menghentikan produksi protein. Jika proses ini berakhir terlalu 

cepat, urutan asam amino dipotong pendek dan hasil protein yang paling selalu 

nonfungsional. 

  

Kromosom  

Kromosom-kromosom yaitu  struktur-struktur genetik yang ada  pada inti sel dan pada 

setiap kromosom  ada   lebih dari 1000 gen dan kira-kira 100.000 gen ada  pada setiap sel 

tubuh manusia. Sel manusia biasanya mengandung 46 kromosom (ada 26 pasang kromosom). 

Kromosom-kromosom itu tersusun dari molekul-molekul DNA (deoxyribonucleic acid) yang 

besar dan kompleks. Gen menempati berbagai macam bagian mengikuti panjangnya kromosom-

kromosom itu. Bentuk atau struktur dari DNA pertama kali diperlihatkan oleh James Watson 

Francis Crick (1958). Dalam semua makhluk hidup, DNA berbentuk sirkular rangkap yang 

menyerupai tangga yang berliku-liku. Urutan dari gen-gen itu disebut kode genetik. 

 Berdasarkan fungsinya, kromosom dibedakan menjadi dua tipe, yaitu: Kromosom tubuh 

(Autosom), yaitu kromosom yang menentukan ciri-ciri tubuh; Kromosom kelamin (Genosom), 

yaitu kromosom yang menentukan jenis kelamin pada individu jantan atau betina atau pada 

manusia pria atau wanita. Autosom (kromosom somatis), berjumlah 22 pasang (44 buah) dan tidak 

berhubungan dengan penentuan jenis kelamin; Kromosom seks, berjumlah sepasang (2 buah), 

yaitu X dan Y untuk laki-laki serta X dan X untuk  perempuan. Kromosom ini berhubungan dengan 

penentuan jenis kelamin.


Hukum Mendel I 

Hukum Mendel I (Hukum Segregasi), Hukum segregasi Mendel menyatakan bahwa 

anggota pasangan alel akan bersegrasi (terpisah) selama proses pembentukan gamet dan akan 

menyatu lagi secara acak (distribusi acak) pada saat fertilisasi, sehingga sebagian gamet akan berisi 

gen ibu asli-lainnya berisi gen ayah asli. Hukum Mendel I ini sebenarnya merupakan refleksi dari 

perilaku kromosom saat pembelahan meiosis pada tahap anafase I. Hubungan antara hukum 

tersebut dan perilaku kromosom tersebut baru dapat dipahami 35 tahun setelah Mendel 

mempresentasikan hasil-hasil yang diperolehnya. Hukum Mendel I ini dibuktikan dengan 

percobaan persilangan monohibrid (persilangan satu tanda beda). Melalui percobaan ini, 

dihasilkan beberapa kesimpulan, kesimpulan yang pertama: galur murni akan menampilkan sifat-

sifat dominan (alel AA) maupun sifat resesif (alel aa). Bila disilangkan, F1 akan mempunyai kedua 

macam alel (Aa) tetapi menampakkan sifat dominan (apabila dominan lengkap). Kesimpulan yang 

kedua mengatakan bahwa individu heterozigot (F1) menghasilkan gamet-gamet setengahnya 

mempunyai alel dominan A dan setengahnya lagi mempunyai alel resesif a.7 

Hukum Mendel II  

Hukum Mendel II menyatakan bahwa gen pada berbagai lokus akan bersegregasi dengan 

bebas satu sama lain. Yaitu jika dua pasang gen atau lebih saling berhadapan, maka setiap 

pasangan akan berpisah dan bergerak ke dalam gamet dengan bebas, sehingga di dalam gamet-

gamet yang terbentuk akan terjadi pemilihan kombinasi gen-gen secara bebas. Syaratnya, gen 

tersebut tidak berada dalam kromosom yang sama. Secara lebih sederhana, hukum Mendel II 

mengekspresikan konsep bahwa sifat-sifat diwariskan secara bebas. Hukum ini dibuktikan dengan 

percobaan persilangan dihibrid (dengan dua atau lebih sifat) yang dapat dikenal, yang kemudian 

menghasilkan kesimpulan diantaranya: pertama, alel yag mengatur karakter yang berbeda (dua 

atau lebih sifat) memisah secara bebas ketika terbentuk gamet. Kedua, apabila dua pasangan gen 

yang tidak bertaut ada  dalam hibrida, perbandingan genotip pada F2 yaitu  9:3:3:1.7 

 


Kelainan Pewarisan Sifat (Kelainan Genetik) 

Kelainan pewarisan sifat atau kelainan genetik (genetic abnormality) merupakan 

penyimpangan dari sifat umum atau sifat rata-rata manusia. Kelainan genetik ini disebabkan oleh 

mutasi gen. Mutasi gen merupakan perubahan susunan gen yang umumnya tidak sempurna atau 

cacat. Secara umum gangguan ini dikelompokkan menjadi tiga kategori, gangguan gen tunggal 

(disebabkan perubahan DNA untuk satu sel), gangguan multifaktorial (perubahan gen dan faktor 

lingkungan), serta abnormalitas kromosom. Ada tiga kelainan pewarisan sifat, yaitu gen letal, 

kelainan yang terangkai pada autosom, dan kelainan yang terangkai pada gonosom atau seks 

kromosom.8 

Gen letal 

 Gen letal/lethal gene yaitu  gen yang dapat memicu  kematian suatu individu. 

Kematian yang disebabkan oleh gen ini dapat terjadi saat perkembangan embrio, setelah lahir, atau 

menjelang dewasa. Gen letal dapat muncul karena faktor keturunan atau mutasi yang terjadi karena 

pengaruh lingkungan. Gen letal dapat dibedakan menjadi letal dominan dan letal resesif. Letal 

dominan yaitu  gen dominan yang dapat memicu  kematian individu baik dalam keadaan 

heterozigot maupun homozigot, sedangkan letal resesif yaitu  gen resesif yang dapat 

memicu  kematian dalam keadaan homozigot.


Terangkai autosom dominan dan resesif 

Seperti yang telah disebutkan diatas, pada pewarisan autosomal dominan, mutasi satu gen 

dari satu pasang alel menghasilkan gambaran fenotip atau ciri yang berbeda. Dengan kata lain, 

hadirnya gen dominan dalam genotip memicu  penampakan sifat. Salah satu gangguan 

autosomal dominan yang ringan yaitu  polidaktili. Contoh keadaan autosomal dominan lainnya 

yaitu  akondroplasia, buta warna (kuning-biru), sindrom Ehlers-Danlos, Chorea Huntington, 

sindrom Marfan, dsb. Pewarisan Autosom Resesif, Pada pewarisan aurosomal resesif, suatu gen 

yang terkena dari satu pasang tidak cukup untuk menimbulkan gambaran fenotip ciri tertentu 

(yakni berbeda dari normal), namun pada heterozigot ciri-ciri ini dapat muncul. Telah diketahui 

lebih dari 1500 kelainan autosomal resesif. Contoh keadaan autosomal resesif yaitu  albino, 

kondrodistrofi, miotonia, buta warna (total), fenilketonuria.

 

  Gambar 6. Pedigree chart autosomal dominan (kiri), autosomal resesive (kanan)9 

Terangkai gonosom (seks kromosom) 

 Pewarisan sifat, khususnya pada manusia, tidak bisa dilepaskan dari peran kromosom. 

Kromosom berperan dalam membawa materi genetik (DNA) untuk disampaikan dari satu generasi 

ke generasi berikutnya. Materi genetik ini akan menentukan sifat-sifat manusia atau generasi, yang 

merupakan keturunan dari generasi sebelumnya, sehingga sifat-sifat yang telah dimiliki oleh 

generasi sebelumnya tetap terjaga keberadaannya. Sifat-sifat ini berupa genotipe (sifat yang tidak 

tampak dari luar) yang akan dimanifestasikan ke dalam fenotip (sifat yang tampak dari luar). 

Manusia memiliki 46 kromosom, yang tersusun atas 44 A (autosom) dan 2 kromosom kelamin 

(gonosom): XX untuk wanita dan XY untuk pria. Autosom maupun gonosom inilah yang akan 

membawa sifat-sifat tersebut. Laki-laki dan perempuan memiliki autosom yang sama, baik dari 

segi jumlah maupun jenis. Oleh karena itu, apabila suatu sifat dihantarkan melalui autosom, maka 

laki-laki dan perempuan mempunyai peluang yang sama untuk mendapatkan maupun tidak 

mendapatkan sifat tersebut. Dalam hal ini dikenal sifat yang dominan dan resesif, di mana sifat 

dominan akan lebih banyak muncul dibandingkan  sifat resesif.10 

kesimpulan 

 Achondroplasia merupakan suatu penyakit genetika yang diturunkan secara autosom 

dominan, namun sebagian besar kasus juga terjadi karena adanya mutasi dalam gen secara spontan. 

Achondroplasia disebut juga dwarfisme atau kekerdilan. Pada penyakit Achondroplasia, kelainan 

memicu  pertumbuhan tulang, terutama pada bagian tangan dan kaki, menjadi terhambat 

sehingga tulang penderita akan tumbuh lebih lama dari orang normal lainnya dimana pada saat itu 

juga terjadi proses penebalan tulang. 

 


 Genetika yaitu  ilmu yang mempelajari pewarisan sifat-sifat induk pada keturunan 
berikutnya. Gregor Johan Mendel yaitu  orang pertama yang menemukan cara pewarisan 
sifat pada keturunan sehingga lahirlah hukum Mendel dalam dunia genetika. Penurunan sifat 
autosomal pada manusia dibedakan dapat bersifat dominan maupun resesif. Suatu penyakit 
atau kelainan dikatakan menurun melalui autosom dominan apabila kelainan atau penyakit 
ini  timbul meskipun hanya ada  satu gen yang cacat dari salah satu orang tuanya. 
Sebagai perbandingan, penyakit autosom resesif akan muncul saat seorang individu memiliki 
dua kopi gen mutan. Gangguan genetik disebabkan oleh perubahan mutasi DNA yang dapat 
diturunkan sebab  mutasi terjadi di sel ovum atau sel sperma. Pewarisan sifat seperti warna 
mata dan bentuk hidung merupakan pewarisan sifat yang tidak berbahaya. Pewarisan sifat 
menjadi masalah yang serius ketika gen-gen yang diwariskan memicu  kelainan atau 
penyakit hereditas yang memicu  cacat atau kematian.
Kelainan Genetik 
 Kelainan genetik merupakan penyimpangan dari sifat umum atau sifat rata-rata 
manusia. Oleh sebab  terjadi penyimpangan rata-rata fenotip, orang yang mengalami kelainan 
genetik biasanya jarang atau tidak umum dijumpai dalam masyarakat. Contoh kelainan 
genetik yaitu  polidaktili (berjari banyak) dan albanisme (tubuh tidak memiliki melanin, 
sehingga berwarna pucat). Penyakit genetik merupakan penyakit yang muncul sebab  tidak 
berfungsinya faktor-faktor genetik yang mengatur struktur dan fungsi fisiologi tubuh 
manusia. penyakit genetik memicu  masalah medis yang bervariasi. Misalnya, penyakit 
anemia sebab  sel darah merah berbentuk bulan sabit dan penyakit hemofilia yang 
memicu  darah sukar membeku saat luka sehingga perdarahan dapat berlebihan.

pemicu  Kelainan Genetik 
 Kelainan genetik pada manusia disebabkan oleh mutasi gen. Mutasi yaitu  suatu 
perubahan yang terjadi pada bahan genetika sehingga ekspresinya berubah. Mutasi akan 
memicu  variasi genetika yang merupakan bahan baku evolusi. Muatasi ditemukan oleh 
Set Wright pada tahun 1870 sedang  istilah mutasi pertama kali digunakan oleh Hugo de 
Vries pada tahun 1901. Gen, kromosom, sel, protein atau organisme yang mengalami mutasi 
dinamakan mutan. Peristiwa terjadinya mutasi disebut mutagenesis. Alel mutan bersifat 
resesif, sedang  alel normalnya dominan. Namun, ada juga mutasi yang bersifat dominan. 
Berdasarkan sifat alelnya, kelainan genetik dapat digolongkan sebagai berikut. 
   Kelainan genetik yang disebabkan faktor alel tunggal autosomal yang dominan. 
   Kelainan genetik yang disebabkan faktor alel tunggal autosomal yang resesif. 
   Kelainan genetik yang disebabkan alel tertaut dengan kromosom seks atau kelamin. 
   Kelainan genetik yang disebabkan oleh pengaruh aberasi kromosom. 
 
  Jenis Mutasi 
Mutasi berdasarkan tingkatannya atau bagian yang bermutasi. 
1. Mutasi Gen (mutasi titik) 
Mutasi gen terjadi sebab  perubahan struktur basa pada DNA. Akibatnya terjadi 
perubahan kodon sehingga mengubah urutan asam amino pada polipeptida yang 
terbentuk. Dengan demikian akan mengganggu proses metabolisme sel dan sifat 
sel. Terdiri atas: 
   Mutasi tidak bermakna (nonsense mutation), yakni ketika triplet (basa 
nitrogen) berubah tetapi tidak mempengaruhi terhadap protein yang 
dibentuk. 
   Mutasi penggantian basa 
 Transisi:   purin               purin 
 Transversi:  purin               pirimidin 
2. Mutasi Kromosom (aberasi kromosom) 
Mutasi kromosom yaitu  mutasi yang memicu  terjadinya perubahan pada 
jumlah dan struktur kromosom. 
   Perubahan jumlah kromosom, ada dua yaitu aneuploid dan euploid. 
 Aneuploid yaitu  penambahan atau pengurangan satu atau 
beberapa kromosom pada ploid (genom) sehingga kandungan 
kromosom di dalam nukleus bukan merupakan kelipatan dari 
jumlah kromosom haploidnya. Penambahan satu kromosom 
(2n+1), disebut trisomi. Pengurangan satu kromosom (2n-1), 
disebut monosomi. 
 Euploid yaitu  perubahan jumlah kromosom pada tingkat ploidi 
(genom). Jumlah kromosom organisme euploid merupakan 
kelipatan dari jumlah kromosom pada satu genom. Pengurangan 
kromosom dari diploid akan menghasilkan monoploid dan 
peningkatan jumlah kromosom menghasilkan poliploid. 
   Perubahan struktur kromosom, terdiri atas delesi, duplikasi, inversi, dan 
translokasi. 
 Delesi yaitu  hilangnya dua atau lebih nukleotida yang 
berdampingan. 
 Duplikasi yaitu  mutasi yang terjadi akibat penambahan ruas 
kromosom atau gen dengan ruas yang telah ada sebelumnya. 
 Inversi yaitu  penataan kembali struktur kromosom melalui 
pemutaran arah suatu ruas kromosom. Inversi memicu  
kromosom mutan memiliki ruas yang urutan basanya merupakan 
kebalikan dari urutan basa kromosom. 
3. Mutasi Letal 
Mutasi letal yaitu mutasi pada alel yang telah dikenal dan hasilnya memicu  
kematian mutan. Misalnya, kematian mutan yang memiliki alel-alel letal yang 
berhubungan dengan kelainan darah (anemia sel darah merah bulan sabit). 
4. Mutasi Kondisonal 
Mutasi kondisional yaitu mutasi yang memicu  alel berekspresi pada kondisi 
tertentu. Pada kondisi normal, kondisi mutan terlihat sama dengan jenis liar 
(normal) yang lain. Misalnya, mutasi kondisional terhadap suhu yang dialami oleh 
Drosophila. Drosophila mutan peka terhadap suhu panas dan akan mati pada suhu 
lingkungan 30C. 
5. Mutasi Biokimia 
Mutasi biokimia yaitu mutasi yang memicu  mutan tidak mampu melakukan 
metabolisme tertentu. 
 
 
6. Mutasi Resitan 
Mutasi resitan yaitu mutasi yang memicu  mutan kebal (resistan) terhadap 
bahan penghambat yang biasanya dirasakan oleh organisme normal. Misalnya, 
gulma mutan yang tahan terhadap herbisida. 
Mutasi dibedakan atas beberapa faktor, yaitu: 
a. Berdasar tipenya 
1) Mutasi somatis, terjadi pada sel soma atau sel tubuh dan kurang 
mempunyai arti genetik. 
2) Mutasi germinal, terjadi pada sel germ (kelamin) di dalam gonad dan dapat 
diwariskan. 
b. Berdasar jumlah faktor keturunan 
1) Mutasi bertahap (mikro), terjadi pada sekelompok kecil faktor keturunan. 
2) Mutasi lompatan (makro), terjadi pada sejumlah besar atau mungkin 
seluruh faktor keturunan. 
c. Berdasar manfaat 
1) Merugikan, munculnya ciri yang tidak adaptif pada individu atau populasi. 
2) Menguntungkan, munculnya ciri yang semakin adaptif terhadap individu 
dan lingkungan.
2,3
 
Mutagen  
 Ada tiga kelompok mutagen, yaitu: mutagen kimia, mutagen fisika, dan mutagen 
biologi. 
Bahan-bahan kimia dikatakan mutagen jika mampu bereaksi secara kimiawi dengan 
materi genetik. Contohnya, asam nitrat, zat pengawet, DDT, formaldehid, kolkisin, dan 
kafein. 
Mutagen fisika bisa berupa sinar ultraviolet, sinar radioaktif seperti sinar X, , , atau 
gamma. Radiasi sinar ultraviolet bersifat mutagen sebab  mampu menembus sel dan pada 
umumnya memicu  pembentukan ikatan antara pirimidin dan pirimidin. Sama halnya 
dengan sinar ultraviolet, sinar X mampu menembus membran plasma sel kemudian 
memutuskan ikatan kimia pada ADN. Dalam keadaan tertentu, misalnya suhu tinggi, sinar X 
bersifat mutagen sebab  mampu menguraikan ikatan antara basa purin dan gula pentosa. 
Mutagen biologis pada umumnya berupa virus. Materi genetika virus mampu 
berkombinasi dengan materi genetika inangnya melalui proses lisogenik sehingga materi 
genetika inang pun berubah.
Hukum Mendel I 
 Hukum Mendel I berbunyi, “dalam pembentukan sel gamet pasangan alel akan 
memisah secara bebas.” Pada perkainan F1 (Mm) macam gamet ada M (besar) dan m (kecil) 
yang jumlahnya sama. 
   MM   mm 
           (putih)         (merah)    
         MmMm 
 Trjadinya pemisahan pada alel-alel suatu gen secara bebas dari gen yang diploid akan 
menjadi haploid. Contohnya, pada bunga mawar merah dan putih. 
Hukum Mendal II 
 Bastar polihibrida akan membagi pasangan gen pada setiap gametnya secara bebas 
dan tidak tergantung antara satu dan yang lain serta tiap macam gamet berjumlah sama. 
Disebut genotip homozigot jika hasil peleburan suatu gamet yang gennya sama, sedang  
yang disebut genotip heterozigot jika hasil peleburan gamet yang gennya berbeda. 
 Setelah lahir hukum Mendel, mulai banyak percobaan yang dilakukan ilmuwan 
biologi. Dari beberapa percobaan, banyak ditemukan penyimpangan semu dari hukum 
Mendel. Hal ini  sebab  adanya beberapa gen yang berinteraksi dan memengaruhi bagian 
tubuh yang sama. Akibatnya, muncul satu sifat sehingga perbandingan fenotip dari turunan 
yang hibrid akan tampak seperti penyimpangan dari penemuan Mendel. 
 Ada beberapa peristiwa penyimpangan semu Mendel, seperti epistasi, hipostasi, 
polimeri, kriptomeri, dan komplementer. 
 Epistasi dan hipostasi merupakan suatu penyimpangan semu Mendel dengan 
mengaggap suatu gen mendominasi gen lain yang bukan pasangannya. Jika pada hukum 
Mendel hasil perkawinan suatu gen berbanding 9 : 3 : 3 : 1, yang tampak pada epistasi dan 
hipostasi  yaitu  12 : 3 : 1. 
 Polimeri merupakan penyimpangan semu Mendel yang bekerja sama secara kumulatif 
untuk ukuran suatu sifat, atau dengan bahasa lain polimeri yaitu  suatu sifat yang dikodekan 
banyak gen. Pada polimeri perbandingan yang tampak yaitu  15 :1. 
 Kryptomeri merupakan penyimpangan semu Mendel yang gennya tersembunyi dan 
fenotifnya akan diketahui jika bertemu dengan gen tertentu. Perbandingan yang akan terlihat 
pada kryptomeri yaitu  9 : 3 :4. 
 Komplementer merupakan penyimpangan semu Mendel. Suatu sifat akan muncul jika 
gen-gen yang terlibat ada semua. Perbandingan yang akan tampak yaitu  9 : 7. 
 Pautan gen terjadi sebab  ada beberapa gen yang ada  dalam satu kromosom yang 
sama. Pindah silang atau crossing over, yaitu peristiwa ketika gen-gen yang berpautan 
berpisah dan bertukar pasangan dengan gen yang merupakan alelnya. Gagal berpisah terjadi 
sebab  gen yang berpautan pada saat pindah silang tidak dapat berpisah. 
 Tautan dapat terjadi pada kromosom, baik kromosom tubuh maupun kelamin. Pada 
kromosom tubuh tautan disebut tautan autosomal, sedang  pada kromosom kelamin 
disebut tautan seks. Ada dua jenis gen yang tertaut kelamin, yaitu tautan gen yang tidak 
sempurna, seperti tautan gen pada kromosom X, dan gen yang tertaut kelamin sempurna 
seperti tautan gen pada kromosom Y.    
 Genotip 
Genotip yaitu  susunan gen yang menentukan sifat dasar suatu makhluk hidup dan 
bersifat tetap. Dalam genetika genotip ditulis dengan menggunakan simbol huruf dari 
huruf paling depan dari sifat yang dimiliki oleh individu. Setiap karakter sifat yang 
dimiliki oleh suatu individu dikendalikan oleh sepasang gen yang membentuk alela. 
Sehingga dalam genetika simbol genotip ditulis dengan dua huruf. Jika sifat ini  
dominan, maka penulisannya menggunakan huruf kapital dan jika sifatnya resesif 
ditulis dengan huruf kecil. Genotip yang memiliki pasangan alela sama, misalnya BB 
atau bb, merupakan pasangan alel yang homozigot. Individu dengan genotip BB 
disebut homozigot dominan, sedang  individu dengan genotip bb disebut 
homozigot resesif .Untuk genoti yang memiliki pasangan alel berbeda misalnya Bb, 
merupakan pasangan alel yang heterozigot.  
 Fenotip 
Fenotip yaitu  sifat yang tampak pada suatu individu dan dapat diamati dengan panca 
indra, misalnya warna bunga merah, rambut keriting, tubuh besar, buah rasa manis, 
dan sebagainya. Fenotip merupakan perpaduan dari genotip dan faktor lingkungan. 
 
Sehingga suatu individu dengan fenotipe sama belum tentu mempunyai genotip 
sama.
5
 
Pewarisan Sifat Autosomal pada Manusia 
Yang dimaksud dengan sifat autosomal yaitu  sifat keturunan yang ditentukan oleh 
gen pada 
autosom. Gen ini ada yang dominan dan ada yang resesif. Oleh sebab  laki-laki dan 
perempuan mempunyai autosom yang sama, maka sifat keturunan yang ditentukan oleh gen 
autosomal dapat dijumpai pada laki-laki maupun perempuan. 
Penurunan Autosom Dominan 
Adanya sebuah gen dominan di dalam genotipe seseorang sudah memicu  sifat 
itu tampak adanya. Beberapa kelainan yang termasuk di dalam penurunan autosom dominan 
yaitu  : 
1. PTC pada manusia 
2. Dentinogenesis imperfecta 
3. Achondroplasia 
4. Polidaktili 
5. Warna rambut 
Phenylcarbamida (PTC) 
Phenylcarbamida (PTC) yaitu  semacam bahan kimia sintesis. Ada segolongan orang 
yang bisa mengecap, segolongan lain tidak dapat mengecap. Yang bisa mengecap terasa 
pahit, yang tidak bisa mengecap tidak terasa apa-apa (tawar saja). Mengecap (taste) dibawa 
oleh gen dominan T, dan tidak bisa mengecap dibawa oleh gen resesif t.  
Dentinogenesis Imperfecta 
Dentinogenesis imperfecta yaitu  suatu kelainan pada gigi manusia. Dentin berwarna 
putih seperti air susu (opalesen). pemicu nya gen dominan D, sedang  alelnya resesif d 
bila homozigot memicu  gigi normal. Gen ini diwariskan seperti pada polidaktili. 
Kelainan ini jarang ditemukan. Jumlahnya kurang lebih 1 : 8000. 
DD : penderita (jarang), Dd : penderita, dd : normal 
 
P : penderita dentinogenesis x normal 
Dd       dd 
 
F1 : 50% penderita Dd 
   50% normal dd 
P : penderita dentinogenesis x penderita dentinogenesis 
Dd     Dd 
F1 : 25% penderita dentinogenesis DD (jarang) 
   50% penderita dentinogenesis Dd 
   25% normal dd 
Achondroplasia 
Achondroplasia ditandai dengan suatu kelainan epifisis, yaitu adanya penulangan 
pada kartilago, sehingga memicu  anggota badan menjadi pendek secara khas, muka 
kecil dan kepala berbentuk kubah. Yang bergenotip homozigot dominan meninggal (bersifat 
letal) pada masa kanak-kanak.  
Angka mutasi yaitu  1 dalam 100.000 gamet, artinya setiap 100.000 alel normal 
ada  satu yang mengalami mutasi, sehingga memberikan gen abnormal dominan yang 
memicu  achondroplasia. Setiap orang mempunyai dua alel normal, sehingga 
memberikan dua kemungkinan untuk mutasi. Dengan demikian satu anak dari setiap 50.000 
anak yang dilahirkan menderita kerdil achondroplasia secara langsung yaitu  sebagai hasil 
mutasi pada gamet salah satu orang tua. 
BB : penderita (mati) 
Bb : penderita 
bb : normal 
Polidaktili 
Polidaktili yaitu  suatu kelainan yang diwariskan oleh gen autosomal dominan P, 
yaitu orang yang mempunyai tambahan jari pada satu atau dua tangan atau pada kakinya. 
Orang normal yaitu  homozigot resesif pp. Pada individu heterozigot Pp derajat 
ekspresi gen dominan dapat berbeda-beda. Bila seorang laki-laki polidaktili heterozigot 
menikah dengan perempuan normal, maka dalam keturunan kemungkinan timbulnya 
polidaktili yaitu  50%. 
 
Kadang-kadang kelainan ini hanya tampak sebagai sindaktili, misalnya dia ibu jari 
pada satu kaki saling melekat menjadi satu. Walaupun polidaktili ditentukan oleh sebuah gen 
dominan autosomal, namun dalam kenyataannya seorang polidaktili, sering mempunyai ayah 
ibu (orang tua) berjari normal. Hal ini disebabkan sebab  pengaruh gen pada orang tuanya 
tidak memperlihatkan ekspresi dan penetransi yang penuh.  
Ciri khas dari pewarisan gen dominan dalam keluarga tampak jelas setelah dibuat 
suatu diagram silsilah yaitu bahwa sifat yang ditentukan oleh gen dominan sebagian besar 
diturunkan secara vertikal. Kecuali itu, sifat keturunan biasanya sudah akan tampak dalam 
F1. 
Kriteria penurunan autosom dominan dapat bervariasi : 
1. Sifat/trait heterozigot muncul pada setiap generasi tanpa “ski pin” (selang) 
2. Sifat/trait diwariskan oleh penderita ke setengah jumlah anak 
3. Bukan penderita (normal) tidak mewariskan sifat/trait kepada anaknya 
4. Pewarisan sifat/trait tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin (seks). Penderita pada laki-laki 
sama banyaknya dengan penderita pada perempuan. 
Penurunan Autosom Resesif 
Suatu sifat (trait) yang diwariskan sebagai autosom resesif hanya berekspresi dalam 
genotipe homozigot resesif. Hal ini berarti bahwa gen resesif masing-masing harus berasal 
dari kedua orang tuanya. Beberapa kelainan yang termasuk di dalam penurunan autosom 
resesif yaitu  : 
1. Albinisme 
2. Phenylketonuria 
3. Bisu-tuli 
4. Alkaptonuria 
5. Kretinisme 
Albinisme 
Albinisme merupakan suatu contoh yang baik untuk sifat atau trait yang tergantung 
pada gen resesif. Seorang yang normal (bukan albino), maka pigmen melanin dibentuk dalam 
kulit, rambut dan mata. Seorang albino tidak memiliki deposit pigmen melanin di dalam 
10 
 
darah, sehingga kulit berwarna merah muda, rambut putih dan mata merah sebab  refleksi 
pembuluh darah pada mata. 
Orang tua yang keduanya menderita albino dapat dipastikan bahwa akan melahirkan 
anak-anak yang albino juga. Tetapi tidak menutup kemungkinan orang tua yang keduanya 
normal tiba-tiba melahirkan anak yang menderita albino. Kasus demikian dapat terjadi bila 
kedua orang tua memiliki genotipe heterozigot (carrier). 
Kemungkinan keturunan (F1) menderita albino dari orang tua yang memiliki sifat pembawa 
albino yaitu  25%. 
P  : ayah normal carrier x ibu normal carrier 
Pp    Pp 
Gamet  : P dan p   P dan p 
F1  : 25% normal PP 
  50% normal carrier Pp 
  25% albino pp 
Penderita albino juga dapat dilahirkan oleh orang tua yang satu normal dan lainnya menderita 
albino, yaitu : 
P  : ayah normal carrier x ibu albino 
Pp   pp 
Gamet  :   P dan p  p dan p 
F1  : 50% normal carrier Pp 
  50% albino pp 
Untuk mengetahui bahwa seseorang benar-benar normal atau normal pembawa 
(carrier) sifat albino secara fisik memang tidak mudah, satu-satunya jalan yaitu dengan 
menggunakan peta silsilah. 
Phenylketonuria 
Phenylketonuria atau biasa disingkat dengan PKU merupakan suatu sifat atau trait 
resesif yang jarang. Penderita phenylketonuria mengalami kelainan metabolisme asam amino 
phenylalanine, sebab  tidak adanya enzim phenylalanine hidroksilase yang merubah 
phenylalanine menjadi tyrosine. Kemudian phenylalanine dirubah menjadi asam phenyl 
piruvat yang bersifat racun untuk saraf. Hal ini mengakibatkan perkembangan mental 
terhambat. 
11 
 
Penyakit turunan ini ditandai dengan bertimbunnya asam amino dalam darah, dan 
banyak dibuang melalui urine bersama zat lain yaitu asam phenyl piruvat dan asam 
hidroxiphenylasetat. 
PP  : normal 
Pp  : normal 
pp  : penderita PKU 
 
Bisu-tuli (Deaf-mutism) 
Bisu-tuli disebabkan sebab  adanya gen resesif dd dan ee. Dua orang bisu-tuli yang 
menjadi suami istri dapat mempunyai keturunan yang normal. 
P  : ayah bisu-tuli x ibu bisu-tuli 
DDee   ddEE 
Gamet  :  De dan De  dE dan dE 
F1 : 100% normal DdEe 
P  : ayah normal carrier x ibu normal carrier 
DdEe    DdEe 
Gamet  :  DE, De, dE, de DE, De, dE, de 
Rasio fenotipe F2 dengan metode Punnet Square 
Jadi rasio fenotipe F2 
9  normal D-E- 
7  bisu tuli ddE- , D-ee atau ddee. 
2,6 
Gen Letal 
Gen letal yaitu  gen yang dalam keadaan homozigot dapat memicu  kematain 
individu yang dimilikinya. Ada gen letal yang bersifat dominan dan ada pula yang resesif. 
Gen letal ialah gen yang dapat mengakibatkan kematian pada individu homozigot. Kematian 
ini dapat terjadi pada masa embrio atau beberapa saat setelah kelahiran. Akan tetapi, 
adakalanya pula ada  sifat subletal, yang memicu  kematian pada waktu individu 
yang bersangkutan menjelang dewasa. Ada dua macam gen letal, yaitu gen letal dominan dan 
gen letal resesif. Gen letal dominan dalam keadaan heterozigot dapat memicu  efek 
subletal atau kelainan fenotipe, sedang gen letal resesif cenderung menghasilkan fenotipe 
normal pada individu heterozigot.
 
12 
 
Peristiwa letal dominan antara lain dapat dilihat pada ayam redep (creeper), yaitu 
ayam dengan kaki dan sayap yang pendek serta mempunyai genotipe heterozigot (Cpcp). 
Ayam dengan genotipe CpCp mengalami kematian pada masa embrio. Apabila sesama ayam 
redep dikawinkan, akan diperoleh keturunan dengan nisbah fenotipe ayam redep (Cpcp) : 
ayam normal (cpcp) = 2 : 1. Hal ini sebab  ayam dengan genotipe CpCp tidak pernah ada. 
Sementara itu, gen letal resesif misalnya yaitu  gen pemicu  albino pada tanaman 
jagung. Tanaman jagung dengan genotipe gg akan mengalami kematian setelah cadangan 
makanan di dalam biji habis, sebab  tanaman ini tidak mampu melakukan fotosintesis 
sehubungan dengan tidak adanya khlorofil. Tanaman Gg memiliki warna hijau kekuningan, 
sedang tanaman GG yaitu  hijau normal. Persilangan antara sesama tanaman Gg akan 
menghasilkan keturunan dengan nisbah fenotipe normal (GG) : kekuningan (Gg) = 1 : 2.
 
 Gen Letal Dominan 
Gen letal dominan ialah gen dominan yang bila homozigottik akan memicu  
individunya mati. Beberapa contoh dapat dikemukakan disini: 
1. Pada ayam creeper 
Pada ayam dikenal gen dominan C yang jika homozigot memicu  sifet 
letal,alelnya resesif c mengatur pertumbuhuhan tulang .ayam heterozigotnya Cc 
yaitu ayamnya hidup tapi menunjukkan kecacatan yaitu memiliki kaki pendek 
disebut ayam redep (dalam bahasa inggris disebut creeper) meskipun ayam ini 
hidup tetapi sebenarnya menderita penyakit keturunan yang disebut 
achondraplasi.ayam homozigot yang dihasilkan tidak pernah dijumpai hidup sebab 
sudah mati sejah masih embrio banyak kelainan padanya misal kepala 
rusak,tulang tidak terbentuk,mata mengecil dan rusak. Perkawinan antar dua ayam 
creeper menghasilkan perbandingan 2 ayam creeper : 1 ayam normal : 1 letal. 
Bagai mana jika gen letal CC tidak pernah ada bisa terjadi ayam creeper? 
Sebenarnya ayam creeper (Cc) dihasilkan dari ayan normal (cc) yang salah satu 
gen resesif c mengalami mutasi gen menjadi gen dominan C. 
 
 
 
Tabel 1. Persilangan Ayam Creeper 
 
 
 
 
 
 
 
2. Brachydactly  
Pada manusia dikenal Brakhifalangi, ialah keadaan orang dengan jari pendek 
disebabkan tulang – tulang jari pendek dan tumbuh menjadi satu. Cacat ini 
diakibatkan oleh gen B yang besifat keturunan. Penderita brakhifalangi ialah 
heterozigot Bb,sedang orang yang normal yaitu  homozigot resesif bb sedang 
homozigot dominan BB akan menunjukkan sifat letal. Jika 2 orang yang sama-
sama brakhifalangi menikah maka akan menunjukkan perbandingan 2 
brakhifalang: 1 normal: 1 letal.  
Perhatikan bagan berikut: 
 
Tabel 2. Persilangan brakhifalangi 
 
 
 
 
 
 
 
14 
 
3. Tikus Kuning 
Pada tikus gen letal dominan yang dalam kondisi heterozigot memicu  kulit 
tikus berpigmen kuning. Tikus homozigot dominan YY tidak dikenal sebab  letal. 
Tikus homozigot resesif yy normal berbulu kelabu. Persilangan dua tikus kuning 
memicu  perbandingan 2 tikus kuning : 1 tikus kelabu (normal). Perhatikan 
peta persilangan berikut ini. 
 
Tabel 3. Persilangan pada Tikus 
  
 
 
 
 
Dari persilangan ini  tampak gendomina letal baru akan muncul dari perkawinan 
heterozigot dan dalam keadaan heterozigot gen dominan letal tidak memicu  kematian. 
 Gen Letal Resesif  
Beberapa contoh dapat diberikan disini : 
1. Albino Daun 
Pada jagung (Zea mays) dikenal gen dominan G yang bila dalam kondisi 
homozigot memicu  tanaman membentuk klorofil (zat hijau daun) 
secaranormal, sehingga daun berdaun hijau benar alel nya resesif g bila homozigot 
gg akan memicu  gen letal , sebab klorofil tidak akan terbentuk samasekali 
pada zigot sehingga kecambah akan segera mati. Tanaman heterozigot Gg akan 
mempunyai daun hijau kekuning-kuningan, tetapi akan hidup terus sampai dapat 
menghasilkan buah dan biji jadi tergolong normal. Jika kedua tanaman yang 
heterozigot ini sama-sama disilangkan akan diperoleh pebandingan 1 berdaun 
 
dijau normal: 2 berdaun hijau kekuning-kuningan .akan tetapi bagaimanapun juga 
semua keturunannya normal semua. Perhatikan papan punnel berikut ini. 
Tabel 4. Persilangan pada Daun 
  
  
 
 
 
 
2. Ichtyosis Congenita 
Pada manusia dikenal gen letal resesif i yang jika homozigot akan memperlihatkan 
pengaruhnya letal. Yaitu munculnya penyakit ichtyosis congenita kulit menjadi 
kering dan bertanduk, pada permukaan tubuh ada  benda-benda berdarah. 
Biasanya bayi telah mati sebelum dilahirkan. Orang dengan homozigot dominan II 
dan heterozigot Ii yaitu  normal. Hanya pada perkawinan dengan sama-sama 
heterozigot akan memunculkan peluang gen letal.
Perhatikan diagram punell berikut ini. 
Tabel 5. Persilangan pada Ichtyosis Congenita 
 
  

 
Pola Penurunan Gen 
 Prediksi kemungkinan penurunan suatu gen dapat dilakukan dengan melihat diagram 
silsilah yang memperlihatkan hubungan genetik antar generasi. Diagram silsilah dapat 
membantu mengidentifikasi apakah gen ini  dibawa dalam kromosom seks (X atau Y) 
atau autsom (kromosom non-seks). Diagram ini juga dapat menunjukkan apakah gen ini  
bersifat dominan atau resesif dan apakah seseorang dapat menjadi pembawa gen (karier) 
resesif yang dapat diturunkan ke generasi berikutnya.
Diagram Silsilah 
Diagram silsilah atau pohon keluarga merupakan diagram sederhana mengenai 
struktur keluarga. Diagram ini dibuat jika seseorang meminta informasi lebih. Seseorang 
disebut propositus jika pria atau proposita jika wanita, dan ditandai dengan tanda panah 
dalam diagram. ada  aturan dan simbol khusus dalam menggambar diagram ini sebab  
dapat menjadi sangat rumit dan sulit diinterpretasi jika simbol yang sama tidak digunakan 
(gambar 1.1). 
Generasi yang sama ditulis dalam baris yang sama, anak yang pertama lahir ditulis 
paling kiri. Angka romawi atau sebuah huruf menunjukkan setiap generasi sehingga setiap 
individu dapat disebut A.2 atau 1.2. Diagram silsilah yang menunjukkan penyakit resesif 
autosomal ditunjukkan dalam gambar 1.2. 

Kesimpulan 
Gangguan genetik disebabkan oleh perubahan mutasi DNA yang dapat diturunkan 
sebab  mutasi terjadi di sel ovum atau sel sperma. Pewarisan sifat menjadi masalah yang 
serius ketika gen-gen yang diwariskan memicu  kelainan atau penyakit hereditas yang 
memicu  cacat atau kematian. 

 

berdasar   saat  terjadinya,  kelainan  genetik  dapat  diturunkan  timbul  saat
embriogenesis, maupun  timbul setelah dilahirkan.1 Kelainan-kelainan genetik ini mengikuti pola
penurunan sifat  Mendel  dan  dapat  diwariskan melalui  autosom maupun kromosom sex (sex
linkage).1
Kelainan  yang  diwariskan  melalui  autosom  dibedakan  menjadi  2  yaitu  penurunan
autosom dominan  dan  resesif.3 Banyak  karakteristik  manusia  yang  berpengaruh  buruk  yang
disebabkan  oleh  gen  homozigot  resesif.  Sementara  itu,  ada   pula  kelainan  genetik  yang
diwarisi  secara  dominan  seperti  penyakit  polidaktili.  Sedangkan,  kelainan  yang  diwariskan
melalui kromosom seks juga dapat dibedakan menjadi 2 yaitu: yang terangkai kromosom X dan
yang terangkai kromosom Y.1,2
Anamnesis
Anamnesis yang dilakukan pada kelainan genetika
a. Keluhan Utama
i. Apakah kelainannya dari lahir atau  baru saja muncul?
b. Anak keberapa?
c. Apakah saudaranya mengalami cacat bawaan?
d. Apakah kedua orang tua bayi mengalami cacat bawaan?
e. Apakah dari keluarga orang tua bayi yang mengalami cacat bawaan?
f. Klo ada siapa?
g. Bagaimana waktu kehamilannya?
h. Berapa usia ibu saat hamil?
i. Pada saat hamil apakah ibu pernah mengntrol kehamilannya?
j. Pada saat control kehamilan apakah pada janin ada terlihat kelianan? Kalau ada 
terlihat pada trimester keberapa?
k. Apakah pada saat hamil ibu ada merokok atau mengkonsumsi alkohol?
l. Apakah pada saat kehamilan ada mengalami infeksi?
m. Apakah ada terpapar radiasi pada saat kehamilan?
n. Apakah pada saat hamil ada mengkonsumsi obat”an?
o. Apakah konsumsi obat dibawah pengawasan dokter?
p. Apakah keluarga tersebut ada memelihara binatang seperi kucing?
q. Bagaimana saat melahirkan apa ada kesulitan atau komplikasi?
Kelainan Genetika
Kelainan genetika yaitu  sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan oleh satu atau
lebih gen yang memicu  sebuah kondisi yang mencakup berbagai tingkat dalam rangkaian
proses  penerjemahan  informasi  (ekspresi  gen)  genetik  dari  suatu  organisme  (Ishak,  2010).
Kelainan dan Penyakit genetik merupakan  penyimpangan dari sifat umum atau sifat rata – rata
manusia,  serta  merupakan  penyakit  yang  muncul  karena  tidak  berfungsinya  faktor  –  faktor
genetik yang mengatur struktur dan fungsi fisiologi tubuh manusia.3
berdasar  sifat alelnya maka kelainan dan penyakit genetik dapat digolongkan sebagai
berikut :
1. Kelainan dan penyakit genetik yang disebabkan faktor alel dominan autosomal
2. Kelainan dan penyakit genetik yang disebabkan faktor alel resesif autosomal
3. Kelainan dan penyakit genetik yang disebabkan alel tertaut dengan kromosom seks / kelamin
4. Kelainan dan penyakit geetik yang disebabkan oleh pengaruh aberasi kromosom.4
I. Kromosom 
1. Kelainan Numerik : Perubahan pada jumlah kromosom 
A. SET KROMOSOM (PLOIDITAS)
1. Euploid 
  Triploid 
  ð  Tambahan kromosom paternal. 
        Pada kelainan plasenta à Hydatiiform moles (mola).
  ð  Tambahan kromosom maternal 
             à abortus spontan  pada awal kehamilan.
   Tetraploid à diduga kegagalan pada cleavage zigot.
2. Aneuploid 
  Monosomi à umumnya letal, kecuali monosomi 
                          kromosom X à 45, X (sindrom Turner)
   Trisomi
ð Trisomi 21 à Sindrom Down
ð Trisomi 18 à Sindrom Edward
ð Trisomi 13 à Sindrom Patau .5
B. KROMOSOM AUTOSOM
1. Trisomi 21 (Sindrom Down) (47,XX/XY + 21)
  Insidensi Kelahiran 1 : 700
  Fenotip : 
   Retardasi mental, IQ : 25 – 50
   Jarak mata lebar (hipertelorisme)
   Hidung datar dengan pangkal pipi 
   Tangan/jari pendek, ada  simian crease
  Ada kelainan jantung.5
Variasi sindrom down :
1. Robertsonian Translocation 
    ð 4% dari kasus sindrom Down,
    ð memiliki  46 kromosom, kromosom 21q bertranslokasi
        ke kromosom 14/akrosentrik. 
    ð Konstitusi kromosomnya  46, XX/XY, rob(14;21),+ 21; 
        atau translokasi 21q21q (46,XX/XY, rob(21q;21q).6
2.  Mozaik Sindrom  Down
     ð Mempuyai kromosom mosaik 
         (sebagian 46 dan sebagian lagi 47)
C. Kromosom Seks 
1. Kelainan Struktur : Delesi, adisi, atau gabungan 
2. Kelainan Mosaik : Kromosom tidak merata di sel tubuh 
    ð Pada sel berbeda, berbeda materi genetiknya .6
2. Trisomi 13 (47, XX/XY + 13) (Sindrom Patau) 
   Insidensi Kelahiran : 1 : 20.000 
   Fenotip :
   Bibir sumbing/bercelah 
   Malformasi sistem saraf pusat (retardasi mental berat)
   Retardasi pertumbuhan 
   Low set ears 
   Memiliki garis simian
  Kelainan jantung bawaan.6
3. Trisomi 18 (Sindrom Edward) (47, XX/XY +18)
   Insidensi Kelahiran 1 : 8.000 
   Sering dijumpai pada jaringan abortus 
   Fenotip  
   Retardasi mental
   Malformasi kongenital multi organ
   Dagu kecil dan mulut segitiga 
   Low set ears
   Daya hidup rendah, maksimal 2 bulan 
  (90% < 6 bulan). 6
C. KELAINAN KROMOSOM SEKS 
Genotip Jenis kelamin Kelainan 
  XY Laki-laki          - 
  XX Wanita          - 
  XXY Laki-laki          Sindrom Klinefelter
  XYY Laki-laki          Sindrom super male
  XO Wanita          Sindrom Turner
  XXX Wanita          Sindrom superfemale.7
1. SINDROM KLINEFELTER
  Kariotip umumnya 47,XXY
   Kromatin X dan Y Positif (+)
   Insiden ð 1 : 600 bayi laki-laki lahir hidup (USA)
   Fenotip :
  Postur tubuh tinggi kurus (>170 cm), tungkai kaki panjang 
  Gynecomastia 
  Testis kecil, dengan biopsi : 
     ð Hialinisasi tubulus seminiferus, tidak ada sp’genesis, 
         azoospermia, sel Leydig sedikit 
  Libido menurun (hypogonadism) 
  Steril/infertil (Ciri seks sekunder tidak berkembang)
  IQ biasanya rendah (Retardasi mental).
  Beberapa pasien dijumpai gangguan kesulitan belajar.
   Aspek penurunan ð ND pada oogenesis atau sp’genesis 
   Varian : 48,XXXY; mosaik 46,XY/47,XXY atau 46,XY/48,XXXY.7
2. SINDROM TURNER
 Kariotip umumnya 45,X0.
 Kromatin seks (X dan Y) negatif (-)
 Insiden ð 1 : 2.500 kelompok perempuan 
 Fenotip :
a.  Postur tubuh pendek (130 cm)
b.  Webbed neck, edema pada kaki
c.  Cubitus vagus 
d.  Dada rata, mamae (-)
e.  Coartation aorta dan defek skeletal
f.  Genitalia eksterna infantil 
g.  Klitoris hipertrofi 
h.  Rambut axilla dan pubis (-)
i.  Streak gonads, Ovarium dysgenesis, amenore primer, steril 
j.  IQ : normal (< rata-rata normal).
 Aspek penurunan ð ND selama oogenesis Meiosis I 
 Varian – Mosaik : 45,X/46,XX (15%); 45,X/47,XXX; dll .7,8
3. SINDROM Y-GANDA
 Kariotip umumnya 47,XYY
 Kromatin X (-) dan Y (++)
 Insiden ð 1 : 1.000 kelompok laki-laki 
 Fenotip :
a.  Postur tubuh tinggi (>180 cm)
b.  Raut muka asimetris 
c.  Telinga cenderung lebih panjang 
d.  2-4% dalam LP dan Mental Hospital
e.  Tingkah laku eksplosif, hiperaktif, agresif, dan psikopat 
f.  Perkembangan seks normal, testosteron normal
g.  IQ  90 (10-15 < rata-rata normal)
 Aspek penurunan ð ND pada sp’genesis meiosis II  
 Varian - Mosaik : 47,XYY/47,XXY  atau 47,XYY/49,XXXYY.9
4. SINDROM X-GANDA
 Kariotip umumnya 47,XXX.
 Fenotip :
a.  Postur tubuh tinggi.
b.  Beberapa pasien mengalami kesulitan belajar.
c.  Infertil 
d.  Beberapa psikopatologi, antisosial sangat jarang.
e.  IQ : rendah (< rata-rata normal).
f.  Kromatin X : positif ganda; kromatin Y : negatif.
g.  Umumnya akibat ND meiosis I (M I) maternal
h.  Variasi kariotip: 47,XXX atau 48,XXXX atau 49,XXXXX.9
5. SINDROM XX (LAKI-LAKI 46,XX)
 Kariotip 46, XX
 Insidens 1 : 20.000 bayi laki 
 1:25 laki-laki kromatin positif 
 Fenotip :
a. Fenotip laki-laki 
b. Testis mengalami hialinisasi 
c. Kelainan pada meiosis sehingga terjadi pindah silang (crossing over) gen Testis 
determining Factor (TDF) dari kromosom-Y ke kromosom-X.9
2. KELAINAN STRUKTUR
1. Delesi (del)
2.  Duplikasi (dup)
3.  Translokasi (t)
4.  Disentrik (dic)
5.  Insersi (ins) 
6.  Inversi (inv)
7.  Isokromosom (I)
8.  Kromosom cincin/ring (r) .10
1. SINDROM CRI DU CHAT
 Le Jeune et al. (1963/64)
 Delesi (denovo) lengan pendek kromosom 5 (5p-, reg 14-15). 
 Sering menimbulkan kematian bayi 
 Insidensi relatif jarang ð 1 : 50.000 kelahiran 
 Fenotip :
a.  Microcephaly 
b.  Moonlike face 
c.  Mulut kecil (mandibula) dan melebar 
d.  Hipertelorisme 
e.  Hidung lebar berbentuk lempeng 
f.  Low set ear
g.  Retardasi mental berat, IQ < 35
h.  Dapat hidup mencapai dewasa.8 
2. SINDROM DE GROUCHY (18p-)
 De Grouchi 1963 (18p-) 
 Delesi (denovo) lengan pendek kromosom 18 (18p-)    
 Fenotip :
a.  Berat lahir <  normal
b.  Wajah bulat  
c.  Low set ear
d.  Mulut melebar 
e.  Retardasi mental
f.  Dapat hidup mencapai dewasa 
g.  Carries dentis .10
3. SINDROM DE GROUCHY (18q-)
 De Grouchi 1964 (18q-) 
 Delesi (denovo) lengan panjang kromosom 18 (18q-). 
 Fenotip :
a.  Berat lahir <  normal
b.  Low set ear
c.  Retardasi mental
d.  Dapat hidup mencapai dewasa 
e.  Letak mata dalam 
f.  Hipertelorisme 
g.  Carries dentis.10
4. SINDROM RING KROMOSOM 18 (18r)
 Kromosom membentuk cincin (Ring; 18r). 
 Fenotip :
a.  Berat lahir <  normal
b.  Low set ear
c.  Retardasi mental
d.  Letak mata dalam 
e.  Hipertelorisme 
f.  Kelainan jantung bawaan 
g. Microcephaly.10
5. SINDROM AZZOSPERMIA (AZF a,b,c)
  Aberasi struktur kromosom seks 
     ð Delesi lengan panjang kromosom Y
   DAZ (Delete Azoospermia Factor)
   Azoospermia Factor .10
3. KELAINAN MOZAIK: kromosom tidak merata pada seluruh tubuh
HUKUM MENDEL
Hukum I Mendel juga disebut hukum segresi atau pemisahan gel sealel.
• Generasi 1
• P1 fenotip :    tanaman berbunga ungu × tanaman berbunga putih 
          genotip :                  UU                                     uu 
          gamet  :                    U                                       u 
                                                     100% Uu 
     F1                                       tanaman akan berbunga ungu 
     Generasi 2     
     P2 fenotip :     tanaman berbunga ungu × tanaman berbunga ungu             
          
genotip :               Uu                          Uu
          gamet  :                U                                               U 
                                        u                                             u   
• F2        UU
        75%  Uu            tanaman anakan berbunga ungu 
                 Uu 
       25% uu              tanaman anakan berbunga putih 
 
    Induk disebut parental,sedangkan anakan disebut filial.Induk pada generasi pertama 
disebut parental 1 (P1).anakan pada generasi pertama disebut filial 1 (F1),dan seterusnya.9
HUKUM MENDEL II
Hukum Mendel II disebut juga the Mendelian law of independent assortment atau 
penggabungan gen secara bebas.
• Generasi 1
          P1 fenotip :   tanaman berbiji bulat × tanaman berbiji keriput  
                      berwarna kuning           berwarna hijau 
               genotip:                 BBKK                           bbkk 
               gamet  :                   BK                                 bk 
           F1                                         100% BbKk 
                                               tanaman berbiji bulat,berwarna kuning 
    Generasi 2
          P2   fenotip :   tanaman berbiji bulat × tanaman berbiji bulat 
                                        berwarna kuning              berwarna kuning 
                 genotip:               BbKk                               BbKk 
                 gamet  :          BK,Bk,bK,bk                  BK,Bk,bK,bk .10
HEREDITAS HUKUM MENDEL
Pewarisan gen autosomal dominan:
 Gen autosomal yang dominan,tidak pandang sifat yang ditentukanya,normal atau 
abnormal,akan memperlihatkan pola pemindahan yang karaktristik dari semua gen 
autosomal yang dominan, Contoh:polydactly,thalassemia.
Pewarisan gen autosomal resesif:
Suatu sifat keturunan yang di tentukan oleh sebuah genresesif pada autosom akan terlihat 
bilamana mendapat gen dari kedua orangtuanya.biasanya kedua orangtuanya yaitu  
heterozigot dan terlihat normal, Contoh:matabiru,tay-sachs.

 


Penyakit genetik atau kelainan genetik yaitu  sebuah kondisi yang disebabkan oleh kelainan 

oleh satu atau lebih gen yang memicu  sebuah kondisi fenotipe klinis. Beberapa pemicu  

penyakit genetik antara lain:

  Ketidaknormalan jumlah kromosom seperti dalam sindrom Down (adanya ekstra kromosom 

21) dan sindrom Klinefelter (laki-laki dengan 2 kromosom X).

  Mutasi gen berulang yang dapat memicu  sindrom X rapuh atau penyakit Huntington.

  Gen rusak yang diturunkan dari orang tua. Dalam kasus ini, penyakit genetik juga dikenal 

dengan istilah penyakit keturunan . Kondisi ini terjadi saat  individu lahir dari dua individu 

sehat pembawa gen rusak ini , namun  dapat juga terjadi saat  gen yang rusak ini  

merupakan gen yang dominan.

A. Pengelompokan penyakit genetik

1. Penyakit autosomal dominan

a. Sindrom Jacobs (47, XYY atau 44A + XYY)

Penderita memiliki  44 Autosom dan 3 kromosom kelamin (XYY), dengan ciri – ciri 

pria bertubuh normal, berperawakan tinggi, bersifat antisosial, perilaku kasar dan 

agresif, wajah menakutkan, memperlihatkan watak kriminal, IQ dibawah normal.

b. Sindrom Klinefelter (47, XXY atau 44A + XXY)

Penderita memiliki  44 Autosom dan 3 kromosom kelamin (XXY). Penderita berjenis 

kelamin laki – laki namun  cenderung bersifat kewanitaan, testis mengecil dan mandul, 

payudara membesar, dada sempit, pinggul lebar, rambut badan tidak tumbuh, tubuhnya 

cenderung tinggi (lengan dan kakinya panjang), mental terbelakang.

c. Sindrom Turner (45, XO atau 44A + X)

Penderita memiliki  44 Autosom dan hanya 1 kromosom kelamin yaitu X. Penderita 

Sindrom Turner berkelamin wanita, namun tidak memiliki ovarium, alat kelamin bagian

dalam terlambat perkembangannya (infatil) dan tidak sempurna, steril, kedua puting 

susu berjarak melebar, payudara tidak berkembang, badan cenderung pendek (kurang 

lebih 120 cm), dada lebar , leher pendek, memiliki  gelambir pada leher, dan 

mengalami keterbelakangan mental.

d. Sindrom Cri du chat

Anak yang dilahirkan dengan delesi pada kromosom nomor 5 ini memiliki  mental 

terbelakang, memiliki kepala yang kecil dengan penampakan wajah yang tidak biasa, 

dan memiliki tangisan yang suaranya seperti suara kucing. Penderita biasanya 

meninggal saat  masih bayi atau anak – anakdan tidak dapat dilihat pada analisis 

kromosom, tapi dapat dianalisis dari family tree atau dengan pemeriksaan biokimia dan 

tes biologi molekuler.

e. Huntington

Huntington merupakan suatu penyakit karena terjadi degenerasi sistem saraf yang cepat 

dan tidak dapat balik. Penderita menggelengkan kepala pada satu arah. Huntington 

disebabkan oleh alel dominan (H). Oleh karena itu, dengan satu alel H saja semua 

individu yang heterozigot akan mendapat  Huntington. Individu normal memiliki  

alel resesif (hh).

f. Polidaktili

Polydactyly ialah terdapatnya jari tambahan pada satu atau kedua tangan / kaki. Tempat 

jari tambahan itu berbeda - beda , ada yang terdapat dekat ibu jari dan ada pula yang 

terdapat dari jari kelingking.

g. Thalasemia

Thalasemia yaitu  kelainan darah karena hemoglobin darah mudah sekali pecah. 

Penyakit ini merupakan genetik yang diturunkan jika kedua orangtuanya yaitu  

pembawa sifat (carrier). Akibat kelainan darah ini membuat anak terlihat pucat dan 

harus mendapat  transfusi darah secara teratur agar hemoglobinnya tetap normal. 

Berdasarkan hukum Mendel jika ibunya sebagai carrier, maka setiap anaknya 

berpeluang 25 persen sehat, 50 persen sebagai carrier dan 25 persen terkena thalasemia.

2. Penyakit autosomal resesif

a. Anemia sel sabit

Penyakit anemia sel sabit disebabkan oleh substitusi suatu asam amino tunggal 

dalam protein hemoglobin berisi sel sel darah merah. saat  kandungan oksigen 

darah individu yang diserang, dalam keadaan rendah (misalnya pada saat berada 

ditempat yang tinggi atau pada wktu mengalami ketegangan fisik), hemoglobin sel 

sabit akan mengubah bentuk sel – sel darah merah menjadi bentuk sabit. Individu 

yang menderita anemia sel sabit disimbolkan dengan ss. Sedangkan individu normal 

memiliki genotipe SS dan karier anemia sel sabit disimbolkan dengan Ss.

b. Albino

Kelainan terjadi karena tubuh tidak mampu membentuk enzim yang diperlukan 

untuk merubah asam amino tirosin menjadi beta-3,4-dihidroksipheylalanin untuk 

selanjutnya diubah menjadi pigmen melanin. Pembentukan enzim yang mengubah 

tirosin menjadi melanin, ditentukan oleh gen dominan A, sehingga orang normal 

memiliki  genotipe AA atau Aa, dan albino aa.

Ciri-ciri penyakit albino

1. memiliki  kulit dan rambut abnormal yaitu berwarna putih susu atau putih pucat

2. Memiliki iris merah muda atau biru dengan pupil merah (tidak semua)

3. Hilangnya pigmen melanin pada mata,kulit,dan rambut (atau lebih jarang hanya 

ada mata)

4. Rabun jauh dan rabun dekat yang sangat ekstrim

Gejala penyakit albino

Penderita penyakit ini akan mengalami gejala pada rambut, kulit atau iris mata 

yang berwarna putih. Selain itu penderita juga akan mengalami gangguan 

penglihatan. Penderita juga akan mengalami rasa takut jika terkena sinar matahari 

hingga mudah terkena luka bakar.

c. Phenylketonuria

Phenylketonuria merupakan suatu penyakit keturunan yang disebabkan oleh 

ketidakberesan metabolisme, dimana penderita tidak mampu melakukan 

metabolisme fenilalanin dengan normal. Gejala penyakit ditandai dengan 

bertimbunnya asam amino dalam darah yang banyak terbuang melalui urin, mental 

terbelakang (IQ 30), rambut putih, mata kebiruan (produksi melanin kurang baik), 

bentuk tubuh khas seperti orang psychotic, gerakan menyentak – nyentak dan bau 

tubuh apak. Bayi yang menderita phenylketonuria mengandung kadar fenilalanin 

yang tinggi di dalam darah dan jaringan, karena tidak memiliki enzim phenylalanin 

hidroxylase, yang mengubah fenilalanin menjadi tirosin. Asam phenylpiruvatpun 

meningkat, diekskresi melalui urin dan keringat, sehingga tubuh berbau apak. 

Penderita memiliki  genotip phph (homozigot resesif). Orang normal memiliki  

genotip PhPh (homozigot dominan) dan Phph (heterozigot).

B. Kelainan pada Kromosom Kelamin

1. Buta Warna

Buta warna yaitu  suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut 

mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis. 

Buta warna merupakan kelainan genetik / bawaan yang diturunkan dari orang tua 

kepada anaknya, kelainan ini sering juga disebaut sex linked, karena kelainan ini 

dibawa oleh kromosom X. Artinya kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. 

Hal inilah yang membedakan antara penderita buta warna pada laki dan wanita. 

Seorang wanita terdapat istilah ‘pembawa sifat’ hal ini menujukkan ada satu kromosom

X yang membawa sifat buta warna. Wanita dengan pembawa sifat, secara fisik tidak 

mengalami kelalinan buta warna sebagaimana wanita normal pada umumnya. namun  

wanita dengan pembawa sifat berpotensi menurunkan faktor buta warna kepada 

anaknya kelak. Apabila pada kedua kromosom X mengandung faktor buta warna maka 

seorang wanita tsb menderita buta warna.

Saraf sel di retina terdiri atas sel batang yang peka terhadap hitam dan putih, serta sel 

kerucut yang peka terhadap warna lainnya. Buta warna terjadi saat  syaraf reseptor 

cahaya di retina mengalami perubahan, terutama sel kerucut.

pemicu  penyakit buta warna

1. Bawaan lahir.

2. Kurangnya jumlah sel pada retina yang biasanya merupakan keadaan yang 

diwariskan orang tua ke anaknya, mengakibatkan perbedaan daya tangkap warna 

dibanding orang lain.

3. Masalah medis semisal glaucoma, katarak hingga diabetes juga dapat menimbulkan

kondisi sulit mencerna ragam warna.

4. Dampak penuaan.

2. Down Sindron

Down sindrom merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada 

berkas q22 gen SLC5A3, yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang 

cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan 

mental ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Karena 

ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, 

hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid maka sering juga dikenal 

Ciri-ciri penyakit down sindrom

1. Mata yang memiliki kemiringan ke atas, celah miring, lipatan kulit epicanthic di 

sudut bagian dalam, dan bintik-bintik putih di iris

2.  Rendah tonus otot

3. Kecil bertubuh pendek dan leher

4. Datar hidung jembatan

5.  Single, dalam lipatan di bagian tengah telapak tangan

6. Menonjol lidah

7. Besar ruang antara kaki besar dan kedua

8. Sebuah alur tunggal fleksi jari kelima

3. Hemofilia

Hemofilia yaitu  salah satu penyakit turunan akibat kekurangan faktor pembeku darah

8 atau 9. Perintah pembekuan darah ini terdapat di kromosom X, sehingga penderita 

hemofilia kebanyakan yaitu  kaum laki-laki. Karena itu sebagian besar perempuan 

sebagai carrier saja. Penyakit ini sulit dicegah karena setiap anak mengandung satu 

kromosom seks dari ibu dan satu kromosom seks dari ayah, karenanya penyakit ini 

selalu dimulai sejak anak-anak.