KEMATIAN JANTUNG
Latar belakang: Kematian Jantung Mendadak yaitu kejadian mendadak yang
tak terduga, disebabkan oleh jantung, yang terjadi kurang dari 1 jam sesudah onset
gejala pada seseorang tanpa suatu kondisi fatal sebelumnya atau tidak mengalami
suatu gejala 24 jam sebelum ditemukan meninggal dunia.
Objektif: Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan karakteristik dari
kematian jantung mendadak di Brasov country, Romania (400.000 warga )
berdasar data-data otopsi departemen forensik lokal.
Metode: Penelitian dilakukan secara restrospektif meninjau sejumlah 7.200
laporan otopsi antara tahun 2001 dan 2015 untuk mengidentifikasi kasus kematian
jantung mendadak. Data termasuk pemicu kematian, demografi, lokasi kejadian,
penyakit yang diketahui sebelumnya, serta komorbiditas kejiwaan.
Hasil: Dari 7.200 otopsi yang dilakukan selama periode 15 tahun, kami
mengeksklusi 276 kasus dengan data yang tidak lengkap. Sisanya ada 6.924
kasus termasuk 3.000 otopsi (43,3%) sebab kematian akibat tindak kekerasan:
kecelakaan, bunuh diri, dan pembunuhan. Kasus kematian tanpa kekerasan yaitu
3.924 kasus (56,7%). Dari 3924 kematian tanpa kekerasan ini , berdasar
data departemen forensik, kami mengidentifikasi 1.085 kasus kematian jantung
mendadak (749 laki-laki [69%]; usia rata-rata, 56 ± 17,4 tahun).
Kesimpulan: Kematian mendadak dengan etiologi jantung masih menjadi
pemicu utama tidak terduganya akhir kehidupan di sebagian besar kasus yang
diotopsi selama masa penelitian.
Kematian jantung mendadak yaitu kejadian tak terduga dari pemicu
jantung yang mempengaruhi jutaan kasus setiap tahun memiliki dampak buruk
pada keluarga dan warga . Hal ini merupakan masalah kesehatan
warga utama di seluruh dunia yang berdampak besar secara sosial dan
ekonomi. Definisi yang paling banyak digunakan menyatakan bahwa kematian
jantung mendadak merupakan kejadian alami yang terjadi dalam waktu kurang
dari 1 jam sejak dimulainya gejala pada individu tanpa suatu kondisi yang
berpotensi fatal. Tingkat kelangsungan hidup rata-rata yaitu 10,6%, dan
kelangsungan hidup dengan fungsi neurologis yang baik yaitu 8,3%. Hampir
satu dari tiga korban memiliki saksi saat kejadian. Dalam kelompok usia 1-40
tahun, kematian jantung mendadak, kematian mendadak noncardiak, dan
kematian mendadak yang tidak dapat dijelaskan angka kejadiannya berbeda
menurut usia. sebab kejadian penyakit arteri koroner prematur meningkat secara
bertahap seiring bertambahnya usia, proporsi pemicu jantung lainnya pada
kematian mendadak mungkin lebih tinggi pada kelompok usia lebih rendah.
Sindrom aritmia primer terutama terjadi pada anak-anak sebagai penyabab
kematian mendadak, sedangkan kardiomiopati biasanya terjadi pada usia dewasa
muda.
Kematian jantung mendadak diperkirakan terjadi antara 180 dan 400 kasus
per tahun di Amerika Serikat, namun di Romania, masih belum diketahui.
Artiikel-artikel yang telah diterbitkan sebelumnya menunjukkan bahwa
pria dengan usia antara 50 dan 69 tahun merupakan yang paling terpengaruh.
Epidemiologi kematian jantung mendadak berkorelasi erat dengan penyakit
jantung koroner (PJK), dan 80% korban memiliki PJK. Faktor risiko paling umum
yang sangat meningkatkan risiko kematian jantung mendadak yaitu hipertensi
arterial sistemik, diabetes, dan merokok. Pada individu muda, diagnosis yang
paling banyak ditemukan pada otopsi yaitu kardiomiopati hipertrofik, anomali
arteri koroner, dan displasia aritmogeik pada ventrikel kanan. Kami sebelumny
telah melakukan penelitian yang menggambarkan insidensi kematian jantung
mendadak dan pemicu kematian pada penderita skizofrenia. Hasil otopsi
menunjukkan bahwa kematian mendadak pada skizofrenia disebabkan oleh
kelainan struktural kardiovaskular, pernafasan, dan neurologis, dan sebagian besar
kasus disebabkan oleh infark miokard akut. pemicu utama kematian mendadak
pada demensia yaitu infark miokard (25,5%) pada kasus dengan kematian
mendadak yang takterduga berdasar temuan otopsi. Otopsi sangat penting
untuk mengidentifikasi pemicu kematian jantung mendadak pada korban.
Mengetahui pemicu kematian jantung mendadak sangat penting sebab
penelitian sebelumnya menemukan sindrom aritmia herediter pada hampir
separuh kerabat yang memiliki hubungan darah, sehingga diduga menjadi
pemicu kematian dan mengidentifikasi keluarga yang masih bertahan yang
berisiko mengalami hal serupa.
Informasi lebih lanjut diperlukan untuk lebih meningkatkan alat stratifikasi
dan strategi pencegahan di masa depan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk
menggambarkan karakteristik kematian jantung mendadak di Brasov county,
Rumania, selama periode 15 tahun sesuai dengan hasil otopsi pada 6.424 kasus.
Brasov yaitu salah satu kota terpenting di Rumania dengan populasi
heterogen termasuk etnis Rumania, Jerman, dan Hungaria. Jumlah warga di
wilayah ini sekitar 400.000 jiwa dengan tingkat urbanisasi yang tinggi
dibandingkan dengan wilayah lainnya di negara ini.
Departemen forensik lokal bertanggung jawab atas otopsi korban kematian
kekerasan dan tanpa kekerasan yang dirujuk dari dinas kesehatan kota atau oleh
pihak berwenang saat ada permintaan otopsi untuk mengklarifikasi pemicu
kematian.
Dalam penelitian ini, dilakukan penilaian laporan otopsi yang dilakukan oleh
departemen forensik lokal antara 1 Januari 2001, dan 31 Desember 2015. Untuk
kriteria inklusi yaitu menetapkan kematian mendadak yang tak terduga sebagai
kematian tak terduga dalam waktu 1 jam dari onset gejala atau, pada kondisi kasus
yang tidak disaksikan, seperti kematian seseorang yang terakhir terlihat hidup dan
berfungsi baik 24 jam sebelum kematian. Data dikumpulkan dari Departemen
Forensik Kabupaten Brasov berdasar sertifikat pendaftaran dan kematian dan
termasuk pemicu kematian, demografi, komorbiditas (kondisi medis dan
penyakit kejiwaan jika diketahui), waktu dan tempat kejadian, manuver resusitasi,
dan konsentrasi alkohol darah. Kasus dieksklusi jika pemicu kematian berasal
dari etiologi lain (cerebrovascular accidents, emboli paru, atau asma),
pembunuhan, atau bunuh diri, atau jika data tidak lengkap. Studi ini telah disetujui
oleh komite etik institusi.
Pelaksanaan Otopsi
Di Brasov County, Rumania, semua otopsi dilakukan di Departemen Forensik
Brasov country saat pemeriksaan mayat tidak menunjukkan adanya pemicu
yang pasti atau mengungkapkan cara kematian. Selama otopsi forensik, semua
organ diperiksa secara menyeluruh dan pemeriksaan toksikologi dilakukan pada
kasus kematian mendadak yang takterduga yang tidak dapat dijelskan baik pada
remaja maupun dewasa. Data ditulis dalam registri yang ditunjuk dan kemudian
diarsipkan di tempat-tempat khusus.
Analisis Statistik
Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS 20.0. Data kontinyu
disajikan sebagai mean ± standar deviasi, sedangkan variabel kategori dinyatakan
sebagai jumlah dan/atau persentase. Uji t sampel independen dilakukan untuk data
kontinyu. Uji Χ2 untuk tabel 2 x 2 digunakan untuk membandingkan signifikansi
untuk data kategori. Nilai P 2-tailed kurang dari 0,05 dianggap signifikan secara
statistik.
Kasus-Kasus Otopsi
Kasus yang diotopsi pada tahun 2001 hingga 2015 yaitu sejumlah 7.200 kasus
yang dilakukan di Departemen Forensik Brasov country. Untuk tujuan penelitian
ini, peneliti mengeksklusi 276 kasus dengan data yang tidak lengkap. Dari 6.924
otopsi, peneliti menemukan 3.000 kasus dengan kematian kekerasan (68%
kecelakaan, 23% kasus bunuh diri, dan pembunuhan 9%), 2.340 laki-laki (78%)
dengan usia rata-rata 44,1 ± 13,4 tahun. Sisanya 3.924 kasus ini yaitu
kematian tanpa kekerasan, 2.708 laki-laki (69%) dengan usia rata-rata 58,7 ± 16,4
tahun. Peneliti menyadari bahwa jumlah otopsi yang dilakukan untuk kasus
kekerasan sekitar 200 kasus dalam setahun, dan ada kecenderungan menurun
sejak tahun 2011 hingga saat ini (Gambar 1).
Gambar 1. Jumlah otopsi pada kasus kekerasan dan tanpa kekerasan antara tahun 2001 dan 2015.
Kasus-Kasus Kematian Jantung Mendadak
Otopsi pada kasus kematian tanpa kekerasan menunjukkan ada 1.085
kasus dengan kematian jantung mendadak, 749 laki-laki (69%) dengan usia rata-
rata 56 ± 17,4 tahun dan 336 warga dengan usia rata-rata 62 ± 13,4 (P <0,01).
Rata-rata jumlah kematian jantung mendadak yaitu 72,33 kasus per tahun,
dengan 66 kasus pada tahun 2001 (jumlah terendah) dan 80 kasus di tahun 2008
(jumlah tertinggi). ada 2 periode dengan peningkatan jumlah otopsi pada
kasus tanpa kekerasan: 2002 sampai 2005 dan 2010 sampai 2015 (Gambar 2).
Gambar 2. Jumlah otopsi kasus tanpa kekerasan anatara tahun 2001 dan 2015.
Kejadian kematian jantung mendadak yaitu 16 dari 100.000 warga .
berdasar kelompok usia, ada 634 otopsi (58,5%) yang dilakukan pada
kelompok usia antara 50 dan 69 tahun. Sebagian besar laki-laki dengan kematian
jantung mendadak (536 kasus) terjadi pada kelompok usia 40 hingga 69 tahun
(71,5%), dan 219 warga terjadi pada kelompok usia 60 hingga 89 tahun
(65,1%). Distribusi kematian jantung mendadak yang berkaitan dengan usia
disajikan pada Gambar 3.
Gambar 3. Distribusi kematian jantung mendadak terkait usia
10
pemicu Kematian
pemicu kematian yang ditemukan saat otopsi pada kasus kematian jantung
mendadak yaitu penyakit jantung koroner (PJK) sebanyak 635 (58,5%) dari
1.085 kasus diikuti oleh kardiomiopati hipertrofik (7%, 77/1085), Arrhythmogenic
Right Ventricular Cardiomyopathy (ARMP) (6%, 65/1085), dan miokarditis (3%,
37/1085). Kasus lain termasuk diseksi aorta, penyakit katup, cacat bawaan, dan
tumor. pemicu kematian yang tidak dapat dijelaskan atau tidak meyakinkan
sesudah diotopsi ada pada 229 (13,5%) dari 1.085 kasus.
Pada kelompok anak-anak (usia, 1-18 tahun), peneliti menemunkan 37 kasus
dengan kematian jantung mendadak yang diotopsi antara tahun 2001 hingga 2015,
23 laki-laki (62,1%), 30 kasus pada dekade pertama kehidupan dan 7 kasus pada
dekade kedua kehidupan. Dari 37 kasus ini , peneliti mengidentifikasi
kesimpulan pemicu kematian pada kasus-kasus ini yaitu tidak dapat
dijelaskan sejumlah 9% kasus. pemicu kematian pada kelompok anak disajikan
pada Tabel 1.
Individu dengan kematian jantung mendadak lebih dari 20% memiliki risiko
kardiovaskular: riwayat hipertensi (56,1%), diabetes (28%), merokok (22%),
obesitas (13%), dan penyalahgunaan alkohol (11%) (Tabel 2).
Tabel 1. pemicu kematian pada 37 kasus otopsi pada anak-anak dengan kematian jantung
mendadak.
Tabel 2. Faktor risiko kematian jantung mendadak
Lokasi Kematian
Kematian jantung mendadak pada 2.200 kasus, 56,1% terjadi di rumah; 1.339
kasus (34,1%) kematian terjadi di ruang gawat darurat (disebut kematian saat
kedatangan di gawat darurat). Dalam 237 kasus (6,0%), individu ini
ditemukan tewas. Pada sisa kasus (3,8%), kematian terjadi selama aktivitas fisik
berat (mengangkat atau mengurangi berat badan) atau olahraga (sepak bola,
mendaki, ski, dan bersepeda).
Resusitasi Kardiopulmonal
Secara keseluruhan, 2.145 (54,6%) dari 3.924 pasien mendapat manuver
resusitasi jantung paru-paru (RJP). Kurang dari 1% kasus, pemberitahuan khusus
untuk " do not resuscitate " tersedia. Di Brasov County, layanan ambulan publik
diwajibkan mengirim petugas terlatih dan perlengkapan yang lengkap untuk setiap
permintaan yang dilakukan melalui layanan panggilan 112. Perbaikan sistem
kesehatan, dengan jumlah ambulan yang lebih banyak di pelayanan publik dan
juga perusahaan ambulan swasta dan ruang gawat darurat baru di rumah sakit
umum dan swasta, dapat tercermin dari peningkatan jumlah RJP sejak 2009 yang
mencapai persentase tertinggi (59,6%) pada tahun 2015. Jumlah pasien yang
selamat sesudah serangan jantung di luar rumah masih sangat rendah (kurang dari
2%).
E. DISKUSI
Penelitian ini merupakan studi pertama yang mencirikan berbagai aspek
yang berkaitan dengan kematian jantung mendadak di Rumania. Temuan utama
yaitu tingginya tingkat kematian jantung mendadak pada kelompok kematian
tanpa kekerasan. Kematian jantung mendadak terkait jenis kelamin, ditemukan
rasio laki-laki banding warga yaitu 69:31. Tidak ada perubahan besar dalam
pola selama ini. Laporan sebelumnya menunjukkan perbandingan pria dengan
wanita yaitu 75:25. Pada penelitian baru-baru ini menunjukkan perbandiangn jenis
Ikelamin yang dilaporkan yaitu 60:40. Isiden kematian jantung mendadak yaitu
16 dari 100.000 warga , dan penelitian sebelumnya melaporkan angka kejadian
yaitu antara 2 dari 100.000 dan 40 dari 100.000 tergantung pada usia, jenis
kelamin, dan status ekonomi negara ini . Di Amerika Serikat, insiden tahunan
kematian jantung mendadak selama latihan yaitu 1 dari 200.000 sampai 1 dari
250.000 kasus pada orang muda yang sehat.
Penyakit jantung koroner bertanggung jawab atas sebagian besar kasus
kematian jantung mendadak (58,5%), diikuti oleh kardiomiopati hipertrofik (7% ),
ARVC (6%), dan miokarditis (3%). Penelitian sebelumnya telah menunjukkan
bahwa lebih dari 75% kasus kematian jantung mendadak berkorelasi dengan PJK
yang ada sebelumnya. Dari kasus ini , 10%-15% teridentifikasi lesi yang
sesuai untuk penyakit miokardiak seperti kardiomiopati hipertrofik, kardiomiopati
dilatasi idiopatik, displasia aritmogen ventrikel kanan, atau penyakit miokard
infiltratif.
Terlepas dari kenyataan bahwa penemuan peneliti diperoleh sesudah
penelitian retrospektif, peneliti menemukan faktor risiko penting seperti diabetes,
merokok, obesitas, dan dislipidemia. Salah satu studi yang paling penting
menunjukkan bahwa usia, hipertensi, hipertrofi ventrikel kiri, blok konduksi
intraventrikular, peningkatan kadar kolesterol serum, intoleransi glukosa,
penurunan kapasitas vital, merokok, berat relatif, dan denyut jantung
mengidentifikasi individu yang berisiko mengalami kematian jantung mendadak.
Menurut studi Framingham, insiden tahunan kematian jantung mendadak
meningkat dari 13/1000 orang yang tidak merokok menjadi hampir 2,5 kali lipat
bagi orang-orang yang merokok lebih dari 20 batang rokok per hari.
Peneliti menemukan peningkatan jumlah RJP, dari tahun ke tahun, selama
masa studi di Brasov County. Pada sebagian besar kasus, pasien dengan kematian
jantung mendadak berada di rumah saat kejadian terjadi, jadi saat kritis untuk
intervensi dalam banyak kasus terlampaui. Meskipun memperbaiki praktik
resusitasi, dalam artikel yang baru-baru ini diterbitkan tentang topik ini, peneliti
menemukan tingkat kelangsungan hidup bagi mereka yang mengalami serangan
jantung di luar rumah yaitu 5%-10%. Dalam banyak kasus, sesudah resusitasi
yang berhasil, orang-orang yang selamat mengalami gangguan neurologis berat.
Dalam studi Maastricht, 80% kasus henti jantung terjadi di rumah dan
40% tidak disaksikan, dengan kemungkinan RJP berhasil yang rendah. Penelitian
ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, ini yaitu penelitian retrospektif,
dan beberapa data spesifik kurang mengenai kejadian seperti profil faktor risiko
kematian jantung mendadak yang lengkap, deskripsi manifestasi klinis yang lebih
baik yang dipresentasikan oleh korban sebelum kematian dalam kasus yang
disaksikan, dan prosedur RJP yang dilakukan atau protokol otopsi, pernyataan
kerabat, dan status sosial ekonomi.
Keterbatasan kedua yaitu kemungkinan tidak adanya keseluruhan kasus
kematian mendadak dari otopsi (batasan agama dan budaya, usia ekstrim, salah
tafsir kematian di rumah sakit, pasien dari daerah pedesaan, dll).
Kekuatan penelitian ini, terlepas dari keterbatasan, yaitu evaluasi jumlah
kasus yang tinggi selama periode yang signifikan (15 tahun) di wilayah dengan
populasi heterogen, yang membuat hasilnya bermanfaat untuk bagian penting
Eropa Timur.
Kematian jantung mendadak terjadi sekitar lebih dari 25% dari semua
kematian tanpa kekerasan di komunitas urban Rumania. berdasar laporan
otopsi, kami menemukan bahwa penyakit jantung koroner (coronary artery
disease, CAD) yaitu pemicu kematian paling sering; Pria lebih rentan dalam
dekade keenam kehidupan. Kejadian sering terjadi di rumah, dan manuver
resusitasi jantung paru dilakukan di lebih dari separuh kasus. Strategi pencegahan
diperlukan untuk menurunkan masalah kesehatan utama ini sebab berdampak
besar secara emosional, sosial, dan ekonomi.
KEMATIAN YANG MENDADAK
Sudden Infant Death Syndrome yaitu suatu kematian yang mendadak dan tidak terduga
pada bayi yang tampaknya sehat. Bayi mengalami SIDS dan hampir selalu saat mereka
sedang tidur.SIDS jarang terjadi sebelum umur 1 bulan, insidensi puncak SIDS terjadi
pada usia 2-4 bulan, 95% dari semua kasus SIDS terjadi pada umur 6 bulan dan terjadi di
seluruh dunia.
Kematian bayi mendadak tidak terduga dan dengan alasan yang tetap tidak jelas, bahkan
sesudah otopsi,merupakan sara kematian paling utama pada tahun pertama kehidupan
sesudah masa neonatus.
2. pemicu
pemicu SIDS masih belum diketahui jelas. Namun, bukti statistik menunjukkan ada
kaitannya dengan beberapa faktor pemicu SIDS, yaitu sebagai berikut:
a. Sumbatan jalan napas
Terjadi jika jalan napas yang normal menyempit secara otomatis saat tidur,
penyempitan ini memicu jeda singkat dalam bernapas disebut obstruktif apnea,
mekanisme lain yang memicu obstruksi yaitu spasme laring, yang mengacu
pada kontraksi tiba-tiba otot laring, saat ini terjadi oksigen terlambat memasuki
paru-paru dan ini dapat mengakibatkan tidak cukupnya oksigen untuk jantung dan otak
sehingga bisa berakibat fatal.
b. Asfiksia atau mati lemas
dipicu oleh ketidakmampuan untuk bernapas, kondisi ini memicu
kurangnya oksigen dalam tubuh dan memicu kematian, Asfiksia dapat
dipicu oleh tersedak, penyempitan daerah dada atau perut, tercekik. Dan
menghirup gas beracun. Biasanya benda-benda yang berkaitan dengan Asfiksia seperti
kantong plastic, bantal lembut dan bahan yang lembut seperti boneka binatang, benda-
benda ini dapat menyumbat mulut dan lubang hidung sehingga memicu sesak
napas. pemicu yang sering terjadi pada bayi yaitu sesak napas yang tidak disengaja
dan tercekik saat di tempat tidur.
c. Bayi lahir prematur atau BBLR
Bayi premature berisiko 50% lebih besar mengalami SIDS sebab seluruh system
organ tubuhnya terutama paru-paru belum mencapai pematangan yang cukup,
sehingga belum siap berfungsi menopang kehidupan diluar rahim atau belum bekerja
dengan sempurna, sangat disarankan untuk menjalani perawatan bayi di incubator.
d. Posisi tidur bayi tengkurap
Posisi tidur tengkurap dapat meningkatkan kemungkinan penutupan jalan napas.
e. Ibu perokok/terpapar asap rokok
Banyaknya volume karbondioksida yang di hisap oleh bayi peroko pasif ini menjadi
faktor pemicu meningkatnya gangguan pada system pernapasan yang memicu
bayi meninggal mendadak.
f. Tidur bersama orang tua
Risiko kematian bayi bisa berkurang jika bayi tidur sekamar dengan orang tuanya
sebab dapat memudahkan orang tua memantau bayi tersebut, namun jika bayi tidur
pada tempat atau ranjang yang sama, maka risiko terjadi kematian bayi bisa meningkat
sebab dipicu adanya lebih banyak permukaan yang empuk atau lunak sehingga
dapat mengganggu bayi dalam bernapas atau terhimpit oleh orang tua saat tidur.
g. Suhu yang meningkat
Penting untuk selalu memerhatikan suhu ruangan atau kamar bayi saat tidur agar
tidak terlalu panas ataupun dingin. Serta selalu sesuaikan pemakaian baju bayi dengan
suhu kamar.
3. GEJALA
Tidak ada gejala yang mendahului terjadinya SIDS, akan tetapi kita bisa mencegah.
4. DIAGNOSA
SIDS didiagnosis jika seorang bayi yang tampaknya sehat tiba-tiba meninggal dan hasil
otopsi tidak menunjukkan adanya pemicu kematian yang jelas. Semakin banyak bukti
bahwa bayi dengan resiko SIDS memiliki cacat fisiologik sebelum lahir. Pada
neonatus dapat di temukan nilai apgar yang rendah dan abnormalitas control respirasi,
denyut jantung dan suhu tubuh, serta dapat pula mengalami retardasi pertumbuhan pasca
natal. SIDS didiagnosis jika seorang bayi yang tampaknya sehat tiba-tiba meninggal dan
hasil otopsi tidak menunjukkan adanya pemicu kematian yang jelas.
5. PENGOBATAN
Pengobatan diberikan untuk orang tua yang berduka khususnya untuk ibu.
a. Berikan konseling pada orang tua dan tekankan bahwa mereka tidak bersalah atas
kematian bayinya.
b. Dorong orang tua untuk mengekspresikan rasa bersalahnya.
c. Gunakan keterampilan mendengar yang terapeutik atau baik untuk membantu orang
tua dalam masa berduka.
d. Berikan privasi yang cukup bagi orang tua untuk menyendiri dengan anak.
6. PENCEGAHAN
Angka kejadian SIDS telah menurun secara berarti (hampir mendekati 50%) sejak para
orang tua dianjurkan untuk menidurkan bayinya dalam posisi terlentang atau miring
(terutama ke kanan).
a. Posisikan tidur bayi terlentang
Selalu letakkan bayi Anda dalam posisi terlentang saat ia sedang tidur, walaupun
saat tidur siang. Posisi ini yaitu posisi yang paling aman bagi bayi yang sehat untuk
mengurangi risiko SIDS.
b. Jangan pernah menengkurapkan bayi secara sengaja saat bayi tersebut belum
waktunya untuk bisa tengkurap sendiri secara alami.
c. Gunakan kasur atau matras yang rata dan tidak terlalu empuk. Penelitian
menyimpulkan bahwa risiko SIDS akan meningkat drastis apabila bayi diletakkan di
atas kasur yang terlalu empuk, sofa, bantalan sofa, kasur air, bulu domba atau
permukaan lembut lainnya.
d. Pastikan wajah dan kepala bayi Anda tidak tertutup oleh apapun selama dia tidur.
Jauhkan selimut dan kain penutup apapun dari hidung dan mulut bayi Anda.
e. Jauhkan bayi dari asap rokok
Jangan biarkan siapapun merokok di sekitar bayi Anda khususnya Anda sendiri.
Hentikan kebiasaan merokok pada masa kehamilan maupun kelahiran bayi Anda
dan pastikan orang di sekitar si bayi tidak ada yang merokok.
f. Perhatikan suhu ruangan
Jangan biarkan bayi Anda kepanasan atau kegerahan selama dia tidur. Buat dia tetap
hangat tetapi jangan terlalu panas atau gerah. Kamar bayi sebaiknya berada pada
suhu yang nyaman bagi orang dewasa. Selimut yang terlalu tebal dan berlapis-lapis
bisa membuat bayi Anda terlalu kepanasan.
g. Room sharing
Temani bayi Anda saat ia tidur. Orang tua tidak dianjurkan untuk tidur bersama
bayi dalam tempat tidur yang sama sebab akan meningkatkan risiko terhimpit,
upayakn bayi memiliki tempat tidur sendiri, namun tetap dengaan orang tua.
Penentuan pemicu dan cara kematian telah diakui selama
beberapa dekade terakhir sebagai suatu tujuan klasik dari otopsi
forensik. Meskipun tidak baru, tujuan lain muncul baru-baru ini dari
konflik etnis dan genosida yang sama pentingnya dengan tujuan
pertama, yaitu identifikasi korban. Dengan demikian, pemicu
kematian dan identifikasi pada dasarnya dua tujuan utama dari otopsi
medikolegal.1
Cara kematian (dikenal di negara-negara Latin sebagai "etiologi
medikolegal," di mana hal itu dianggap sebagai tujuan otopsi lain)
bertujuan untuk membedakan kematian sebab kecelakaan, bunuh diri,
pembunuhan, atau kematian yang belum ditentukan. Mengikuti cara
berpikir di atas, cara kematian bisa jadi akibat dari banyak sebab dan
mekanisme kematian. Contoh klasik yaitu salah satu luka tembak
(pemicu kematian), yang bisa diklasifikasikan sebagai empat
perilaku kematian: pembunuhan (seseorang yang menembak korban),
bunuh diri (tembakan dilakukan sendiri), kecelakaan (tembakan tidak
sengaja), dan belum ditentukan (tidak ada saksi kejadian, dan otopsi
gagal untuk mengklarifikasi cara kematian). Mekanisme kematian bisa
berupa syok hipovolemik sebab perdarahan atau,jika orang ini
bertahan, komplikasi tromboembolik atau infeksi, seperti
bronkopneumonia atau peritonitis, bisa terjadi. 1
pemicu dan cara penentuan kematian seringkali menyiratkan
analisis laboratorium dan (selalu) informasi tentang keadaan kematian
yang dapat ditentukan oleh laporan kejadian polisi atau pihak
berwenang lainnya atau jika ahli patologi yaitu orang yang
memulihkan tubuh dari situs ini tidak selalu sederhana dan mudah
sebab pernyataan patologinya tidak jarang bertentangan dengan
laporan kejadian atau cerita polisi tentang kasus ini. Apalagi keluarga
jarang menerima bunuh diri sebagai pemicu kematian. Itulah
mengapa ahli patologi harus mempelajari setiap kasus dengan
seksama, harus mendapat informasi yang baik tentang kejadian seputar
korban, dan mendokumentasikan penyelidikan dengan hati-hati untuk
menghasilkan keputusan akhir. Secara luar biasa, pemicu alami
kematian bisa dianggap sebagai pembunuhan. 1,2
Kadang-kadang, cara kematian dapat dinyatakan tanpa penentuan
pemicu kematian. Dalam bunuh diri didokumentasikan dilakukan
oleh seorang perawat yang disuntik dirinya dengan produk anestesi,
racun itu tidak terdeteksi oleh analisis laboratorium. Makroskopi dan
histologi juga tidak spesifik. Namun, keadaan yang begitu jelas-jarum
suntik yang ditemukan di lengan, botol kosong di keranjang sampah,
dan perpisahan surat-yang bunuh diri diperintah. 1,2
II. KLASIFIKASI
Ada beberapa prinsip umum yang dapat memandu penentuan
klasifikasi cara kematian untuk keperluan sertifikat kematian. Hal ini
penting untuk mengenali bahwa sertifikat kematian memiliki kegunaan
yang unik yang mendikte satu set khusus dari pedoman klasifikasi cara
kematian. 2
a. Ada pengecualian untuk setiap “aturan,” tapi setiap aturan berlaku
sebagian besar waktu. Oleh sebab itu, aturan dapat diubah atau
rusak dalam keadaan luar biasa tapi bisa, dan harus diikuti
sebagian besar waktu.
b. Ada “aturan” dasar, umum untuk mengklasifikasikan cara
kematian.
- Natural death / Kematian alami yaitu cara kematian sebab
semata-mata atau hampir benar-benar penyakit dan / atau
proses penuaan
- Unnatural Death / Kematian tidak alami1,2
1. Accidental death / Kecelakaan terjadi saat cedera atau
keracunan memicu kematian dan hanya sedikit atau
tidak ada bukti bahwa luka atau keracunan terjadi dengan
maksud untuk menyakiti atau memicu kematian.
Intinya, hasil fatal itu tidak disengaja.
2. Suicide / Bunuh diri diakibatkan oleh luka atau keracunan
akibat tindakan yang disengaja dan ditimbulkan sendiri
yang dilakukan untuk menyakiti diri sendiri atau
memicu kematian seseorang.
3. Homicide / Pembunuhan terjadi saat kematian diakibatkan
oleh tindakan kehendak yang dilakukan oleh orang lain
untuk menimbulkan ketakutan, bahaya, atau kematian.
Niat untuk memicu kematian yaitu unsur yang
umum namun tidak diperlukan untuk klasifikasi sebagai
pembunuhan (lebih di bawah). Perlu ditekankan bahwa
klasifikasi Pembunuhan untuk tujuan sertifikasi kematian
yaitu istilah "netral" dan tidak menunjukkan atau
menyiratkan maksud kriminal, yang tetap merupakan
wewenang di dalam ranah proses hukum.
- Undetermined / Tidak dapat ditentukan yaitu klasifikasi yang
digunakan bila informasi yang menunjuk pada satu cara
kematian tidak lebih menjurus daripada satu atau lebih perilaku
lainnya dalam pertimbangan menyeluruh dari semua informasi
yang ada. Secara umum, ketika kematian melibatkan
kombinasi proses alami dan faktor eksternal seperti cedera atau
keracunan, preferensi diberikan pada cara kematian non-alami
(non natural manner of death). 1,2
III. PENENTUAN CARA KEMATIAN
1. Natural Death / Kematian Alami
Porsi penting dari kematian diselidiki oleh para ahli
kedokteran forensik melibatkan penyakit alami, yang paling umum
yaitu penyakit kardiovaskular. Proses penyakit alami mengubah
cara tubuh bereaksi terhadap dan perbaikan dari cedera. Semakin
tua seseorang, semakin besar kemungkinan bahwa penyakit alami
memiliki peran dalam kematian. Konsep ini dapat bekerja secara
terbalik. Satu keliru dapat mengasumsikan bahwa sebab orang
ini masih muda, penyakit alami bukan merupakan faktor
dalam kematian. 2,3
Banyak orang memiliki penyakit alami tidak diketahui atau
tidak terdiagnosis yang memanifestasikan secara tiba-tiba,
kematian tak terduga. Sebuah sejarah umum dalam kasus ini yaitu
bahwa “ia tidak melihat dokter di tahun” atau “ia tidak percaya
pada dokter.” Hasilnya yaitu bahwa dokter pertama yang ia lihat
yaitu ahli kedokteran forensik, yang mendiagnosa apa yang
merupakan penyakit alami diobati seperti penyakit kardiovaskular.
“Kematian mendadak” yaitu istilah yang digunakan sering dalam
penyelidikan kematian tetapi maknanya bisa ambigu. Dalam
beberapa situasi, kematian benar-benar dapat menjadi seketika,
seperti dengan emboli paru masif. Pada orang lain, seperti infark
miokard, kematian bisa seketika, atau mengambil menit untuk jam
atau lebih. kematian jantung mendadak yaitu tiba-tiba, kematian
tak terduga dari pemicu jantung dalam waktu satu jam dari
timbulnya gejala . Investigasi kematian alami
mungkin tidak akan sangat menarik untuk beberapa tapi bisa
menarik dan bermanfaat. Sebagai contoh, Wagner (2009)
melaporkan bahwa ia menemukan sebuah aneurisma aorta seorang
gadis berusia 14 tahun yang meninggal mendadak saat berjalan.
Mengetahui kondisi ini menjadi genetik, sebuah studi dari 12
anggota keluarga menunjukkan kelainan yang sama dalam tiga,
sehingga menjaga orang-orang nasib yang sama seperti relatif
mereka. 2
2. Unnatural death / Kematian Tidak Alami
a. Homicide / Pembunuhan
Homicide / Pembunuhan terjadi saat kematian
diakibatkan oleh tindakan kehendak yang dilakukan oleh
orang lain untuk menimbulkan ketakutan, bahaya, atau
kematian. Niat untuk memicu kematian yaitu unsur
yang umum namun tidak diperlukan untuk klasifikasi
sebagai pembunuhan (lebih di bawah). 1
b. Suicide / Bunuh Diri
Temuan bunuh diri sebagai cara kematian dapat
memengaruhi keluarga secara berbeda. Bunuh diri
membawa stigma pada nama keluarga. Akibatnya,
pengajuan keberatan sering diajukan saat bunuh diri
didokumentasikan di sertifikat kematian. Selain itu, temuan
bunuh diri dapat memengaruhi pembayaran asuransi jiwa,
sebab kebanyakan asuransi menyingkirkan bunuh diri
dalam dua tahun pertama setelah dikeluarkannya kebijakan
ini untuk mencegah keuntungan dari kematian
seseorang
Penyelidik kematian yang berpengalaman akan
mengenali beberapa ramuan di tempat kejadian. Sebuah
kantong plastik, sebuah band karet besar biasa memegang
tas itu di tempat, dan obat-obatan atau alkohol sering
ditemukan dalam adegan bunuh diri. Dalam bukunya Final
Exit, Derek Humphry menggambarkan secara rinci
bagaimana seseorang dapat mengambil nyawanya sendiri
dengan menggunakan peralatan dan prosedur yang
dijelaskan di sini ,mengamati kejadian
kematian ini sering dalam banyak adegan bunuh diri yang
dia selidiki. Dia sering menemukan buku Final Exit di
dekat bodi, menunjukkan bahwa orang yang meninggal
memakai sebagai referensi untuk tindakan terakhir
bunuh diri. 1,3
Menggantung (hanging) yaitu salah satu metode
yang paling sering dipilih untuk bunuh diri, namun juga
bisa disebabkan oleh rekayasa pembunuh (Vieira et al,
1988;. Sauvageau, 2009). Untuk menentukan pemicu
kematian pada kasus gantung, sementara mayat masih di
tempat kematian dan dalam posisi ditangguhkan,
penyelidikan rinci harus dilakukan oleh tim termasuk ahli
kedokteran forensik. Bukti lebih lanjut dari adegan
kematian penyelidikan, pernyataan dari para saksi, adanya
catatan bunuh diri, dan otopsi temuan dapat semua bantuan
untuk menentukan apakah korban bertanggung jawab atas
kematian nya sendiri. 1-4
Pengikatan kedua pergelangan tangan dalam kasus
gantung jarang terjadi, tetapi mungkin tidak menunjukkan
pembunuhan, asalkan gantung pengikat tidak bisa
dikenakan sendiri. Pada kesan pertama, tubuh yang
digantung ditemukan dengan tangan terikat bersama-sama
akan memberi kesan pembunuhan tetapi beberapa orang
bunuh diri mencoba untuk menghindari diselamatkan oleh
orang lain atau diri mereka sendiri. Penutupan mulut
dengan kantong plastik atau syal dianggap digunakan untuk
mencegah korban memanggil bantuan selama gantung diri.
Mengikat kedua tangan dan penutupan mulut
dianggap sebagai tindakan pencegahan yang diambil oleh
korban untuk mencegah perubahan pikiran dan indikasi
tekad mereka untuk meninggal melalui dengan bunuh diri.
Selain itu, pemasangan bahan lembut sebagai bantalan
pengikat dianggap sebagai upaya untuk mengurangi rasa
nyeri 1-4
Dalam beberapa budaya, buku-buku agama dan
temuan menunjukkan berdoa sebelum bunuh diri dapat
ditemukan di tempat kejadian kematian.) melaporkan bahwa dalam menyelidiki kasus
kematian medikolegal diyakini asal bunuh diri, bukti yang
menunjukkan bahwa tindakan ini dilakukan oleh korban,
adanya catatan bunuh diri di tempat kematian, dan riwayat
upaya bunuh diri sebelumnya, penemuan rambut ketiak dan
kemaluan yang telah dicukur pada pemeriksaan luar tubuh
korban, yang beragama iman Islam, juga dapat dianggap
sebagai fitur bunuh diri. 1-3
Tindakan bunuh diri yang dilakukan di tempat-
tempat terbuka untuk umum dapat sangat traumatis bagi
saksi ). Selain itu, mereka dianggap lebih layak
diberitakan daripada yang terjadi di rumah, dan pelaporan
media yang dapat mendorong bunuh diri lebih lanjut
Disarankan bahwa
hampir sepertiga dari semua kasus bunuh diri terjadi di
tempat umum
Asosiasi jembatan dan bangunan tinggi dengan
bunuh diri dengan melompat terkenal, tapi banyak tempat-
tempat umum lainnya menawarkan sarana atau kesempatan
untuk bunuh diri. Gantung diri, keracunan knalpot mobil,
dan pembakaran melibatkan persiapan yang rumit dan
memerlukan pengasingan. Untuk kematian ini, hutan dan
taman mobil pedesaan terpencil memberi kesempatan
yang sempurna Wells yaitu sebuah
wilayah yang lebih disukai untuk bunuh diri, yang
merupakan salah satu alasan mengapa individu dapat
melompat ke dalam sumur, terlepas dari apakah ada air atau
tidak. Sebuah bunuh diri sebab tenggelam, meskipun
terlihat pada semua kelompok umur, tampaknya menjadi
metode yang disukai untuk orang lanjut usia
b. Incidental / Kecelakaan
Penyelidikan mengevaluasi bukti, biasanya
langsung, bagaimana kecelakaan itu terjadi. Ini yaitu
beberapa jenis adegan kecelakaan: 1,4
- Auto Kecelakaan - Sebuah kecelakaan mobil adegan
investigasi dapat mencakup rekonstruksi kecelakaan
jika kewajiban dalam sengketa. Sebuah diagram
penyidik dan foto-foto adegan kecelakaan mobil dan
mengevaluasi beberapa faktor, termasuk poin dari
dampak terhadap kendaraan, tanda selip, kondisi
jalan dan keterangan saksi.
- Api - Foto-foto penyidik, diagram dan memeriksa
tempat kejadian. Orang yang pertama kali
menemukan api dan personil api berpartisipasi
diwawancarai. Bukti fisik dapat dikumpulkan untuk
pemeriksaan lebih lanjut. Sebuah laporan dapat
disusun tentang kesimpulan penyidik.
- Slip dan Jatuh - Jika pelindung tergelincir dan jatuh,
slip dan jatuh investigasi lokasi kecelakaan biasanya
dimulai dengan salah satu karyawan dari
pembentukan. Apa jenis jatuh terjadi? Apakah ada
cacat dalam tanah atau lantai? Apakah ada kondisi
berbahaya? Berapa lama kondisi ini terkena? Foto-
foto adegan dapat diambil, dan saksi yang tersedia,
termasuk karyawan toko atau manajer,
diwawancarai.
Kadang-kadang sulit untuk menentukan cara
dan pemicu kematian, jika rinci adegan kematian
penyelidikan tidak dilakukan. Dalam kasus yang
dilaporkan oleh Demirci et al. (2008b), kematian
seorang laki-laki usia 30 tahun yaitu sebab
penggorokan leher. Mereka melaporkan bahwa
meskipun pemotongan di leher awalnya menunjukkan
pembunuhan, ditemukan telah terjadi sebagai akibat
dari kecelakaan di tempat kerja setelah adegan kematian
penyelidikan dan otopsi. Kasus ini menekankan
pentingnya pemeriksaan adegan insiden dan otopsi
dalam menentukan asal kasus serupa kematian akibat
sengatan listrik.4
Ahli kedokteran forensik harus mengunjungi
adegan kematian sebelum otopsi jika mungkin
Karbon monoksida (CO) yaitu gas tidak
berwarna dan tidak berbau, dan lebih ringan dari udara.
Ini yaitu produk pembakaran tidak sempurna
hidrokarbon. Sekitar 600 kematian disengaja sebab
keracunan CO dilaporkan setiap tahun di Amerika
Serikat. CO biasanya memicu kematian disengaja,
sebab itu yaitu murni dan tidak berbau
Karbon monoksida dapat memengaruhi mesin
kendaraan yang bergerak, biasanya sebab sistem
pembuangan yang rusak yang memungkinkan gas
meresap melalui lantai atau sekat mesin ke interior.
Jarang angin kencang bisa meniup gas buang luar
melalui pintu terbuka van atau truk. pemicu lainnya
yaitu kebocoran penukar panas pada kendaraan yang
menggunakan suplai udara langsung dari sekitar
manifold knalpot untuk memberi pemanas
penumpang
c. Undetermined
Undetermined / Tidak dapat ditentukan yaitu klasifikasi
yang digunakan bila informasi yang menunjuk pada satu cara
kematian tidak lebih menjurus daripada satu atau lebih perilaku
lainnya dalam pertimbangan menyeluruh dari semua informasi
yang ada. Secara umum, ketika kematian melibatkan kombinasi
proses alami dan faktor eksternal seperti cedera atau keracunan,
preferensi diberikan pada cara kematian non-alami (non natural
manner of death). 1-4
IV. SUDDEN DEATH (MATI MENDADAK)
Terminologi kematian mendadak dibatasi pada suatu kematian
alamiah yang terjadi tanpa diduga dan terjadi secara mendadak,
mensinonimkan kematian mendadak dengan terminologi ”sudden
natural unexpected death”. Kematian alamiah di sini berarti kematian
hanya disebabkan oleh penyakit bukan aibat trauma atau racun. 5
Definisi WHO untuk kematian mendadak yaitu kematian yang
terjadi pada 24 jam sejak gejala-gejala timbul, namun pada kasus-
kasus forensik, sebagian besar kematian terjadi dalam hitungan menit
atau bahkan detik sejak gejala pertama timbul. Kematian mendadak
tidak selalu tidak diduga, dan kematian yang tak diduga tidak selalu
terjadi mendadak, namun amat sering keduanya ada bersamaan pada
suatu kasus. 5
Penentuan sebab kematian menjadi penting berlangganan dengan
kepentingan hukum, perubahan statusnya almarhum dan keluarganya,
serta hak dan kewajiban yang timbul dari meninggalnya orangutan
ini . Autopsi sebagai suatu jalan penentuan sebab kematian
merupakan pilihan solusi saat berhadapan dengan suatu kematian
mendadak. 5,6
a. Penggolongan kematian alamiah
Kematian alamiah dapat dibagi menjadi doa kategori yaitu: 5,7
1. Kematian yang terjadi dimana ada saksi mata dan keadaan dimana
faktor fisik dan emosi mungkin memainkan peran, juga dapat terjadi
saat aktivitas fisik, dimana cara mati dapat lebih mudah diterangkan
atau kematian ini terjadi selama perawatan/pengobatan yang
dilakukan oleh dokter ( Attendaned Physician).
2. Keadaan dimana mayat ditemukan dalam keadaan yang lebih
mencurigakan seringnya diakibatkan TKP nya atau pada saat orang
ini meninggal tidak dalam perawatan atau pengobatan dokter
(unattendaned physician), terdapat kemungkinan hadirnya saksi-
saksi yang mungkin ikut bertanggung jawab terhadap terjadinya
kematian.
Pada kematian alamiah kategori pertama, kematian alamiah dapat
dengan lebih mudah ditegakkan, dan kepentingan dilakukannya autopsi
menjadi lebih kecil. Pada kematian alamiah kategori kedua, sebab
kematian harus benar-benar ditentukan agar cara kematian dapat
ditentukan dan kematian alamiah dan tidak wajar sedapat mungkin
ditentukan dengan cara apakah mengejar ketertinggalan atau racun ikut
berperan hearts memicu kematian.6
Pada kematian alamiah kategori kedua, sebab keadaan yang lebih
mencurigakan, polisi akan mengadakan penyidikan dan membuat surat
permintaan negara visum et repertum. Pada keadaan penyanyi hasil
temuan pemeriksaan akan dituangkan hearts visum et repertum, dan
persetujuan keluarga akan menjadi prioritas yang lebih randah dari
kepentingan penegakan hukum.6
b. Aspek medikolegal natural mendadak kematian
Pada tindak pidana pembunuhan, pelaku biasanya akan melakukan
suatu tindakan/usaha agar tindak kejahatan yang dilakukanya tidak
diketahui baik oleh keluarga, masyarakat dan yang pasti yaitu pihak
penyiidik (polisi) , salah satu modus operandus yang bisa dilakukan
yaitu dengan cara membawa jenazah ini ke rumah sakit dengan
alasan kecelakaan atau meninggal di perjalanan ketika menuju
kerumah sakit (Death On Arrival) dimana sebelumnya almarhum
mengalami serangan suatu penyakit (natural sudden death).
Pada kondisi diatas, dokter sebagai seorang profesional yang
mempunyai kewenangan untuk memberi surat keterangan kematian
harus bersikap sangat hati-hati dalam mengeluarkan dan
menandatangani surat kematian pada kasus kematian mendadak
(sudden death) sebab dikhawatirkan kematian ini setelah
diselidiki oleh pihak penyidik merupakan kematian yang terjadi akibat
suatu tindak pidana. Kesalahan prosedur atau kecerobohan yang dokter
lakukan dapat mengakibatkan dokter yang membuat dan
menandatangani surat kematian ini dapat terkena sangsi hukuman
pidana. Ada beberapa prinsip secara garis besar harus diketahui oleh
dokter berhubungan dengan kematian mendadak akibat penyakit
yaitu:Apakah pada pemeriksaan luar jenazah terdapat adanya tanda-
tanda mengejar ketertinggalan yang signifikan dan dapat diprediksi
dapat memicu kematian?
1. Apakah pada pemeriksaan luar jenazah terdapat adanya tanda-tanda
kekerasan yang signifikan dan dapat diprediksi dapat memicu
kematian ?
2. Apakah pada pemeriksaan luar terdapat adanya tanda-tanda yang
mengarah pada keracunan ?
3. Apakah almarhum merupakan pasien (Contoh: Penyakit jantung
koroner) yang rutin datang berobat ke tempat praktek atau
poliklinik di rumah sakit ?
4. Apakah almarhum mempunyai penyakit kronis tetapi bukan
merupakan penyakit tersering pemicu natural sudden death ?
Adanya kecurigaan atau kecenderungan pada kematian yang tidak
wajar berdasarkan kriteria ini , maka dokter yang bersangkutan harus
melaporkan kematian ini ditunjukan kepada penyidik (polisi) dan
tidak mengeluarkan surat kematian.
c. Lesi pemicu
Lesi yang dapat memicu kematian alamiah yang mendadak
beroperasi garis besar terdiri dari 3 golongan: 7,8
1. Grup terbesar yaitu lesi yang diakibatkan oleh proses penyakit yang
berjalan perlahan atau insidental berulang yang merusak organ vital
tanpa menimbulkan suatu gejala renjatan akut sampai terjadi suatu
penghentian fungsi fungsi organ vital yang tiba-tiba. Salah satu contoh
yang memucat baik untuk review golongan penyanyi yaitu kematian
mendadak akibat penyakit jantung koroner.
2. Terjadinya ruptur pembuluh darah yang mendadak dan tak terduga,
yang diikuti dengan perdarahan yang berakibat fatal. Contoh golongan
penyanyi yaitu pecahnya aneurisma aorta dengan perdarahan ke
hearts perikardial kantung atau pecahnya aneurisma pada sirkulus
willisi yang memicu subdural perdarahan.
3. Golongan ketiga mencakup infeksi laten atau infeksi hebat yang
perjalanan penyakitnya berkembang tanpa menunjukkan gejala yang
nyata atau bermakna sampai terjadi kematian. Contohnya yaitu
endokarditis bakterial atau obstruksi mendadak usus sebab volvulus.
Pengenalan sebab kematian pada kasus kematian mendadak
beroperasi mendasar yaitu proses interpretasi yang mencakup deteksi
perubahan patologis yang ditemukan beroperasi anatomis, patologi
anatomi, bakteriologis dan kimiawi serta seleksi lesi yang ditemukan yang
dianggap mematikan bagi korban.
Berdasarkan sistem tubuh, lesi yang memicu kematian
mendadak dapat dibagi 2:7,8
1. Penyakit jantung dan pembuluh darah
a. Penyumbatan arteri koroner.
b. Lesi miokard, katup jantung, endokardium dan perikardium
c. Penyakit jantung kongenital
d. Lesi aorta
2. Penyakit respirasi
a. Lesi yang memicu asfiksia
b. Perdarahan dari jalan nafas
c. Pneumotoraks
d. Infeksi paru
3. Penyakit otak dan lesi intrakranial lain
4. Penyakit saluran cerna dan urogenital
a. Perdarahan saluran cerna
b. Perdarahan intra-abdomen
c. Syok
d. Infeksi peritoneum
e. Lesi urogenital
5. Lain-lain
Penyakit jantung dan pembuluh darah yaitu pemicu terbanyak yang
terdeteksi dalam kematian mendadak, memicu kematian 300.000 sampai
400.000 setahun di Amerika.1,3,6,9
1. Penyakit Arteri Koroner
Arteri koroner yaitu pembuluh darah yang memberi makan
jantung, sehingga kerusakan pada arteri koroner akan sangat
mempengaruhi kinerja dan kelangsungan hidup jantung. Stenosis dari
koroner oleh ateroma sangat sering terjadi, konsekuensinya terjadi
pengurangan aliran darah ke otot jantung yang dapat memicu
kematian dengan berbagai cara.1,4
2. Insufisiensi koroner akibat penyempitan lumen utama yang
mengakibatkan iskemia kronik dan hipoksia dari otot-otot jantung di
bawah stenosis. Otot jantung yang mengalami hipoksia mudah
memicu aritmia dan fibrilasi ventrikel, terutama pada adanya
beban stress seperti olahraga atau emosi.
3. Komplikasi dari ateroma dapat memperburuk stenosis koroner dan
kematian otot jantung yang mengikutinya. Plak ateroma ulseratif
dapat pecah atau hancur, mengisi sebagian atau seluruh pembuluh
darah dengan kolesterol, lemak dan debris fibrosa. Pecahan ini akan
terbaca ke arah distal pembuluh darah dan pada percabangan
pembuluh darah menyumbat pembuluh darah dan memicu
multipel mini-infark. Bagian endotel dari plak yang hancur dapat
bertindak seperti katup dan menutup total pembuluh darah.
Komplikasi lain yaitu perdarahan sub-intima yang terjadi pada
plak, membesarkannya secara tiba-tiba dan menutup lumen
pembuluh darah.
4. Miokard infark, terjadi ketika stenosis berat terjadi atau terjadi oklusi
total dari pembuluh darah, bila pembuluh darah kolateral di tempat
bersangkutan tidak cukup memberi darah pada daerah yang
bersangkutan. Infark umumnya baru terjadi bila lumen tertutup lebih
dari atau sama dengan 70%.
5. Lesi pada sistem konduksi jantung. Efek dari infark yang besar
yaitu mengurangi fungsi jantung sebab kegagalan pompa dan otot
yang mati tidak dapat berkontraksi atau memicu aritmia dan
fibrilasi ventrikel. Infark yang dapat dilihat dengan mata secara
makroskopik tidak terjadi saat kematian mendadak, sebab perlu
beberapa jam agar oklusi jantung menjadi jelas. Tapi efek fatal dari
infark dapat terjadi pada setiap saat setelah otot menjadi iskemik.
Infark miokard yang ruptur dapat memicu kematian
mendadak sebab hemoperkardium dan tamponade jantung. Keadaan
ini umumnya terjadi pada wanita tua, yang mempunyai miokardium
yang rapuh, namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada semua
orang. Keadaan ini cenderung terjadi dua atau tiga hari setelah onset
infark dan bagian otot yang infark menjadi lunak. Ruptur terkadang
terjadi pada septum interventrikuler, memicu ”left-right shunt”
pada jantung.
Fibrosis miokard, terjadi ketika infark miokard menyembuh
sebab miokardium tidak dapat berprofilerasi. Sebuah daerah fibrosis
yang besar di ventrikel kiri dapat kemudian membengkak sebab
tekanan yang tinggi selama sistole membentuk aneurisma jantung
yang mengurangi fungsi jantung.
Ruptur otot papilaris, dapat terjadi sebab infark dan
nekrosis. Keadaan ini memungkinkan katup mitral mengalami prolaps
dengan gejala insufisiensi mitral dan bahkan kematian.
AWET MUDA
Semua cewek udah pasti pengen terlihat cantik. Bahkan sebagian
cewek rela melakukan apa aja supaya penampilan mereka terlihat
selalu menawan.
Menjadi cantik itu mudah, kamu bisa menggunakan berbagai trik make
up yang bisa saja kalian pelajari di Youtube. Yang susah adalah
menjaga kecantikan kamu agar awet hingga hari tua kelak.
Bagi cewek yang mengandalkan wajah dan kecantikan sebagai salah
satu sumber penghasilan.
Seperti artis misalnya, memiliki wajah yang awet muda itu sangat
penting sehingga nggak jarang mereka rela merogoh kocek ratusan
juta untuk botox dan perawatan kecantikan lainnya. Nah, bagaimana
dengan kalian yang punya modal pas-pasan?
Padahal menjadi tua adalah proses alami yang sudah pasti dialami
oleh semua makhluk hidup. Namun proses alami ini tergantung
kepada banyak hal, mulai dari riwayat kesehatan dan gaya hidup
kalian.
Jika kalian mampu merawat tubuh dengan baik dan baik dalam
mengelola stres, maka proses penuaan dini menjadi melambat.
Bahkan membantu mencegah berbagai masalah yang sering terjadi
seiring bertambahnya usia.
Ternyata punya wajah awet muda itu nggak harus selalu dengan
budget mahal, kamu bisa mencoba 10 cara ini untuk mendapatkan
wajah yang awet muda.
Beri Waktu Rileksasi Bagi Tubuh Dan Pikiran
Penelitian yang dilakukan baru-baru ini
berhasil menunjukkan bahwa stress
ternyata dapat memicu perubahan
fisik dalam tubuh yang dapat mempercepat
penuaan.
Kenaikan hormon adrenalin dan juga
kortisol ternyata dapat memicu
tekanan darah meningkat dan jantung
berdetak lebih cepat.
Hari-hari yang kita jalani dapat
memicu stress dalam hidup kita entah
itu sebab pekerjaan, soal keuangan,
kemacetan dan juga polusi kota
meningkatkan adrenalin dan kortisol yang
mengganggu kesehatan fisik dan emosional
kita.
Buat Kalian Yang Sudah merasa jenuh
dan otak sering lelah ketika berpikir
tentang pekerjaan.
Maka usahakan untuk melakukan
relaksasi atau sekedar berlibur bersama
keluarga dan bercanda untuk melepas
penat kalian.
Tentu Saja Ada. Dan Cara yang paling efektif untuk melepaskan stress atau
beban pikiran adalah dengan bermeditasi. What to do??
Sekali atau dua kali sehari, selama 10 sampai 20 menit kamu duduk di tempat
yang tenang.
Tutup mata kamu, rilekskan otot, kepala, leher, dan bahu, kemudian tarik napas
dalam-dalam dan katakan pada diri sendiri “all is well”.
Apakah Ada Cara Lainnya ?
Ulang-ulang kata-kata ini sampai pikiran kamu merasa tenang.
Rasakan ritme organ tubuh yang bekerja dalam tubuh.
Ucapkan terima kasih pada diri sendiri yang selama ini sudah berjuang
keras dalam hidup.
Dengan Begitu, Kamu Akan merasakan luapan rasa bahagia mengalahkan
beban pikiran mu.
Jika semula pikiran mu rasanya berat, penuh dan pekat ,maka mulai
sekarang akan hilang bersama dengan hembusan nafasmu.
Stress dalam pekerjaan dan juga rutinitas
sehari-hari inilah yang ternyata memicu
timbulnya masalah kulit.
sebab segala hal yang dapat membuat pikiran
kita berada dalam tekanan ternyata nggak baik
buat kulit.
Pola tidur yang tidak teratur dan jam tidur yang
kurang ternyata dapat memicu sel-sel
kulit tidak dapat regenerasi dengan maksimal.
Kalau kamu pengen awet muda, tidur cukup
adalah salah satu hal yang wajib kamu lakukan.
Tidurlah 8 jam dalam sehari.
Ini akan membantu proses regenerasi kulit
secara sempurna dan menjaga kekenyalan
kulit.
Mencukupi kebutuhan tidur setiap hari juga merupakan kunci agar bisa
awet muda.
Pasalnya tidur memberikan banyak pengaruh yang signifikan pada tubuh
Anda, baik itu dari fisik maupun mental Anda.
Tidur 7-8 jam tiap hari dibutuhkan kulit agar tetap sehat dan tidak lekas
keriput.
Meski demikian, terlalu banyak tidur justru juga tidak baik dan malah
bisa mempercepat proses rusaknya sel kulit.
TIDUR CUKUP
Salah satu cara terpenting sebagai kunci sukses awet muda adalah
dengan melakukan aktivitas fisik.
Bergerak secara aktif melalui kebiasaan olahraga membuat Anda bisa
memperlambat proses penuaan alami sekaligus menjadi lebih sehat
di usia senja.
Tidak hanya itu, olahraga pun bisa jadi kunci sukses menjaga
kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Hal ini terjadi sebab olahraga menjaga sirkulasi darah dan
metabolisme tubuh.
Agar tetap teratur sehingga jantung, otot, tulang, serta organ-organ
tubuh lainnya tetap sehat.
Olahraga juga terbukti mampu mengurangi risiko penyakit
jantung, gangguan tidur, depresi. Meningkatkan daya ingat dan
kekuatan tulang yang lebih baik. Sehingga mengurangi kemungkinan
Anda untuk mati muda.
Selain membantu
mengembalikan daya
ingat, ternyata olahraga
juga membantu
menjaga keremajaan
dan kesehatan kulit
kamu.
Olahraga yang
melibatkan seluruh
anggota tubuh misalnya
yoga, pilates, dan lain-
lain.
Olahraga itu sangat penting untuk menjaga
kesehatan, membantu menurunkan berat
badan, menjaga kelenturan otot, membangun
tulang, memperbaiki suasana hati dan
membantu berpikir jernih.
Olahraga ini bisa membuat kulit kamu tampak lebih cerah sebab
olahraga ini dapat meningkatkan tekanan darah dan mendorong asupan
darah ke kulit.
Ini berarti kulit memiliki asupan oksigen dan nutrisi yang lebih banyak.
Setidaknya lakukan yoga minimal 2 kali dalam satu minggu atau
berolahragalah setidaknya 10 menit setiap harinya.
Tubuh kita sebagian besar terdiri dari air. Oleh
sebab itu penting sekali untuk menjaga
asupan air dalam tubuh dengan banyak
minum air putih.
Dengan banyak konsumsi air putih setidaknya
8 gelas setiap harinya, bisa membantu
menjaga kelembapan kulit kamu.
Air putih juga sangat bermanfaat untuk
membantu menyeimbangkan sistem getah
bening dalam tubuh Anda.
Satu gelas air putih di pagi hari
ternyata sangat efektif untuk
membersihkan racun dari dalam tubuh
dengan cara mengeluarkannya melalui
keringat dan urin.
Selain itu, peremajaan otot dan sel-sel
darah juga dapat terbarui dengan
rutin meminum segelas air putih di
pagi hari.
l
Mengkonsumsi banyak air putih akan membuat asupan air dalam kulit
tercukupi. Sehingga membuat kulit tidak mengendur, tetap elastis, dan
tampak lebih cerah.
Jadi kalau kamu pengen punya kulit yang awet muda, jangan malas minum air
putih ya girls.
Pada saat getah bening dalam tubuh seimbang, maka getah bening ini
akan bekerja secara optimal.
Hal ini dapat membantu tubuh melawan infeksi yang dapat mengganggu
kesehatan tubuh.
Oleh sebab itu, konsumsi air putih sangat efektif untuk membanti menjaga
keseimbangan tubuh.
Salah satu buah yang mengandung banyak sekali vitamin C adalah buah
Delima. Mengkonsumsi buah delima dapat membantu melindungi kulit dari
kerusakan akibat sinar UV.
Selain itu buah ini juga dapat menurunkan kolesterol dan tekanan darah,
menunda aterosklerosis, dan dapat membantu mengurangi risiko penyakit
Alzheimer.
Mengkonsumsi Buah
Yang Mengandung Vitamin C
Selain buah delima, ada Goji Berry
buah asli Tibet yang menawarkan
vitamin C 500 kali lebih banyak dari
jeruk dan sangat kaya akan
antioksidan.
Buah ini juga dipercaya memiliki
kandungan anti aging yang bagus
untuk menjaga kesehatan kulit.
Jika kedua buah ini sulit untuk
ditemukan, kamu bisa
mengkonsumsi jeruk lemon.
Salah satu manfaat vitamin C dimuat dalam studi berjudul Dietary Nutrient Intakes
and Skin-aging Appearance among Middle Aged American Women.
Kajian ini dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition vol. 86 dan
melibatkan sekitar 4.000 responden wanita di Amerika Serikat.
Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tingginya konsumsi vitamin C berhubungan
dengan kulit yang kencang, tidak kering, dan absennya garis-garis halus.
NEXTSKIN Advanced Day Cream merupakan krim wajah yang khusus digunakan
pada pagi atau siang hari.
Krim wajah ini diformulasikan secara khusus dengan menggunakan bahan-bahan
yang aman digunakan untuk kulit wajah Anda
Vitamin C yang ada di dalam Nextskin Advanced Day Cream membantu menjaga
elastisitas dan kelembaban kulit kamu.
Bahan aktifnya juga melindungi kulit wajah kamu dari paparan sinar matahari secara
langsung.
Diane Kruger yang
merupakan salah satu artis
tercantik di Hollywood
menyatakan bahwa rahasia
dirinya terlihat awet muda
adalah rajin membersihkan
kulit.
Membersihkan kulit di sini
maksudnya jangan sampai
menggunakan make up saat
tidur.
Jangan sepelekan manfaat krim malam. Krim
malam mengandung bahan-bahan restoratif yang
kuar dan teksturnya lebih baik dibanding pelembap
harian.
Mereka juga tidak mengandung SPF yang tidak
diperlukan saat Anda tidur.
Make up yang menempel di wajah terlalu lama ternyata dapat memicu
pori-pori kulit tersumbat sehingga memicu timbulnya masalah kulit dan juga
jerawat.
Sebelum beranjak tidur, maka bersihkan make up dengan susu pembersih, jika
kalian merasa bahwa pembersih saja belum cukup maka sebaiknya gunakan
facial foam untuk membersihkan kotoran dari wajah kalian hingga benar bersih.
Perlu kamu ketahui bahwa pada saat tidur, maka kulit mengalami regenerasi.
Ole sebab itu, selain memastikan bahwa kulit kalian dalam keadaan bersih
maka gunakanlah krim malam untuk membantu mempercepat regenerasi sel-
sel kulit.
NEXTSKIN Ultra Night Cream ini kaya akan vitamin B3, yang banyak memiliki
manfaat untuk kesehatan kulit wajah. Beberapa manfaatnya adalah untuk
meningkatkan elastisitas kulit, menjaga kelembapan kulit dan menjaga kecerahan
kulit wajah sehingga wajah kamu tetap awet muda.
Kemudian, vitamin ini juga mencegah hiperpigmentasi pada kulit wajah akibat
paparan sinar UV.
Hiperpigmentasi sendiri merupakan kondisi kulit dimana warna kulit menjadi lebih
gelap. Warna gelap ini , disebab kan adanya peningkatan zat melanin dalam
tubuh. Zat melanin sendiri merupakan zat yang bertanggung jawab untuk pewarnaan
kulit (pigmen).
Meningkatnya zat melanin ini paling umum disebabkan sebab efek buruk sinar
matahari.
Nah, dengan kandungan vitamin pada NEXTSKIN Ultra Night Cream ini zat melanin
pada tubuh akan diseimbangkan sehingga warna kulit menjadi normal kembali.
18Title of Ebook
Teh Hijau baru-baru ini disebut sebagai tumbuhan ajaib sebab
kandungannya memiliki banyak sekali khasiat untuk kesehatan.
Antara lain membantu mencegah kandung kemih, penyakit usus, dan
kanker paru-paru.
Selain itu green tea juga mengandung 30-40 persen polyphenol, dimana
jumlah ini jauh lebih besar dari pada jumlah kandungan teh pada
umumnya.
Konsumsi Teh Hijau
>>>Polyphenol merupakan
senyawa yang memiliki
antioksidan tinggi sehingga
mampu menangkal radikal
bebas pemicu kerutan pada
kulit.
Dengan mengkonsumsi green
tea dapat membantu
memperlambat penuaan
pada kulit terutama di
negara tropis kaya akan
polusi ini.<<<<
Teh hijau kaya akan antioksidan, sehingga teh
hijau mempunyai banyak manfaat bagi
kesehatan dan kecantikan tubuh.
Selain itu, teh hijau juga mempunyai kandungan
vitamin, saponin, theophyline, theobromine dan
lainnya.
Yang dapat membantu melawan infeksi dan
membantu menjaga agar suhu tubuh tetap
optimal.
Manfaat teh hijau bagi kecantikan adalah untuk
memperlambat proses penuaan, mencegah
keriput, mencegah kanker, melindungi kulit dari
sinar matahari, mengatasi jerawat, dan lain-lain.
Kamu dapat mencoba menggunakan teh hijau
dengan 2 cara, yaitu dengan cara diminum dan
dengan menggunakan ampas teh hijau.
Ada banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk menjaga kesehatan kulit
kalian. Salah satu cara yang dapat kalian lakukan agar terhindar dari
masalah penuaan dini adalah dengan menggunakan pelembab kulit secara
teratur setiap pagi.
Cara yang satu ini membantu menutrisi kulit kering, penyebab sel kulit
menjadi lekas menua dan juga keriput.
Pada umumnya kulit yang kering disebabkan sebab sering terkena paparan
sinar matahari.
8. Melakukan Perawatan Kulit
Oleh sebab itu, jangan lupa untuk
menggunakan pelembab yang mengandung
SPF agar kulit kalian terhindar dari paparan
sinar matahari.
Selain bermanfaat untuk melembabkan kulit,
kandungan yang ada di dalam pelembab
membantu melindungi kulit dan juga kanker
akibat paparan sinar matahari yang berlebihan.
Selain memilih pelembab yang tepat, kalian
juga dapat memakai paket perawatan anti
aging yang benar-benar terbukti membantu
mencegah masalah penuaan ataupun
membantu menjaga kulit wajah kalian tetap
awet muda.
Agar kelembaban kulit tetap terjaga dan selalu sehat,
pastikan untuk memilih pelembab yang tepat bagi
kulit Anda.
Jika Anda menggunakan pelembab berupa kosmetik,
pastikan bahwa kosmetik ini cocok dengan kulit
Anda. Disarankan,
Anda menggunakan pelembab alami agar kecantikan
kulit terjamin. Pelembab alami bisa dari minyak
zaitun, minyak kelapa dan sejenisnya.
___________________
22Title of Ebook
Kalian suka makanan atau minuman manis? Ternyata makanan dan minuman
yag manis di mulut ini tidaklah manis di kulit.
Mengkonsumsi banyak makanan dan minuman manis dapat mempengaruhi
kadar kolagen dalam tubuh.
Sehingga memicu kulit kalian menjadi kendur dan tidak sehat lagi.
Persentase yang tepat untuk mengkonsumsi makanan manis adalah 20%,
sedangkan 80% sisanya adalah makanan sehat yang kaya serat dan vitamin.
9. Mengurangi Konsumsi Gula
Konsumsi gula berlebih dan makanan sarat
gula memicu proses glikasi dimana
mengikat molekul gula dengan protein hadir
dalam aliran darah.
Sebuah bagian dari proses ini adalah produksi
AGEs (Advanced Glycation End Products),
yang sifatnya beracun dan memicu
lingkaran hitam, kerutan pada wajah, kantong
mata kendur, dan diabetes.
Selain itu menimbulkan kerusakan sel, kapiler
darah yang rusak, kulit berjerawat, dan kulit
kendur, yang semuanya adalah tanda-tanda
penuaan.
Tingginya kadar gula dalam tubuh bisa mengganggu
keseimbangan bakteri di dalam perut yang memicu
timbulnya jerawat di wajah, bahu juga dada.
Hal itu terjadi sebab gula meningkatkan produksi
hormon insulin, yang menstimulasi produksi kortisol,
yakni hormon yang dilepaskan ketika seseorang
stres. Hormon ini memicu pembuluh darah di sekitar
wajah menyempit, dan dalam jangka panjang bisa
membuat pergantian sel, termasuk sel kulit
melambat yang mengakibatkan kulit kusam.
Oleh sebab itu, jika kamu menginginkan wajah yang tetap awet sehat, maka jauhilah
makanan atau minuman yang terlalu banyak mengandung gula.
Sudah banyak skin care yang menambahkan lidah buaya pada produknya
sebab manfaat dari lidah buaya.
Tentu saja penggunaan lidah buaya alami baik bagi kulit. Tanaman yang satu
ini efektif untuk mengobati jerawat dan mengatasi produksi minyak berlebih
pada kulit.
Namun, selain itu asam malat pada gel di dalam tanaman lidah buaya dapat
meningkatkan elatisitas kulit dan mengurangi keriput dan garis halus tanda
penuaan.
10. Gunakan Masker Lidah Buaya
10 Cara Untuk Tetap Awet Muda
25Title of Ebook
Kandungan seng juga dapat meningkatkan
keremajaan kulit dengan mengecilkan pori-pori.
Kamu bisa langsung mengambil gel dari dalam
lidah buaya untuk dioleskan pada wajah.
Pijat selama 10 menit dan tinggalkan selama
20 menit sebelum dibilas dengan air hangat.
Salah satu tanda penuaan dini adalah timbulnya
bercak gelap.
Dan hebatnya, lidah buaya ini membantu mengatasi
bercak hitam yang ada di wajah kalian.
Jika wajah Anda memiliki bercak-bercak gelap, lidah
buaya juga akan membantu menyamarkannya secara
berkala.
Kandungan vitamin C dan vitamin E di dalamnya akan
mencerahkan kembali kulit yang ternoda flek hitam.
Tanaman lidah buaya sangat bermanfaat untuk kecantikan kulit wajah disebab kan
mengandung tinggi anti-oksidan penting, termasuk beta karoten, vitamin C dan E
yang berguna meningkatkan elastisitas alami kulit sekaligus menjaganya tetap
terhidrasi.
Menggunakan lidah buaya secara rutin sebagai masker kulit wajah dapat membantu
anda menghilangkan kerutan yang menjadi tanda-tanda umum penuaan.
Bagian tubuh yang pertama kali dilihat adalah wajah. Oleh sebab itu
memiliki kulit wajah yang putih, bersih dan bersinar tentu saja
impian bagi setiap wanita.
Apalagi jika kulit wajah yang tampak sinar yang tampak alami lebih
cemerlang dan tentu saja kalian akan tampil lebih percaya diri.
Kulit yang tampak lebih bersinar tanpa awet muda menjadi dambaan
bagi para wanita. Dapatkan kulit awet muda dengan beberapa cara
diatas.
Demikianlah ebook yang dapat kita bagi untuk kalian. Oleh sebab
itu, jika kalian merasa ebook ini bermanfaat untuk kalian, maka
share ebook ini kepada sahabat cantik kalian. Tunggu ebook kita
selanjutnya ya cantik
Level Pencegahan Penyakit
(Primordial, Primer, Sekunder, Tersier)
1. Pencegahan Primordial
• Mempertahankan gaya hidup yang sudah ada dan benar dalam
warga .
• Penyediaan makanan dan air yang bebas dari kontaminasi patogen.
• Melakukan modifikasi, penyesuaian terhadap resiko yang ada atau
berlangsung dalam warga , misal memodifikasi perilaku yaitu dengan
mencuci tangan sebelum makan, tidak BAB di sembarang tempat, dll.
• Memerangi kemiskinan, sehingga kesehatan lingkungan dapat diperbaiki
dan penyakit dapat dicegah. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi
pelayanan dasar air bersih, sanitasi, pemukiman, makanan yang saniter,
dan lain-lain.
2. Pencegahan Primer
• Promosi kesehatan warga , misalnya memberikan promosi kesehatan
atau penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran warga .
• Pencegahan khusus, yaitu pencegahan keterpaparan dan pemberian
kemopreventif, misalnya meningkatkan daya tahan tubuh yang meliputi
perbaikan status gizi, status kesehatan umum, pemberian imunisasi,
pemberian ASI.
3. Pencegahan Sekunder
• Diagnosis dini, misalnya dengan melakukan screening.
• Langsung mencari pengobatan yang tepat.
4. Pencegahan Tersier
Usaha rehabilitasi untuk mencegah terjadinya akibat samping dari penyembuhan
penyakit, pencegahan dan penanggulangan penyakit agar tidak menular.