Tampilkan postingan dengan label Kopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kopi. Tampilkan semua postingan

Kopi

 




Kopi yaitu  minuman terkemuka di seluruh dunia setelah air mineral. Manfaat dan risikonya

masih menjadi kontroversi dikarenakan bukti yang tersedia dapat diandalkan untuk mendukung

potensi mempromosikan kesehatan. Minum kopi dikaitkan dengan manfaat kesehatan dan

energi, seperti hidup lebih lama dan mengurangi risiko banyak penyakit. Namun, akrilamida

terbentuk sebagai produk sampingan saat  biji kopi dipanggang. Tingkat akrilamida dalam kopi

instan memiliki dua kali dibandingkan dengan kopi panggang. Badan Internasional untuk

Penelitian Kanker (IARC) telah mengklasifikasikan akrilamida sebagai ''karsinogenik pada

manusia'' meskipun efek toksikologi akrilamida masih dipelajari pada model hewan. Kandungan

akrilamida rata-rata 250 μg / kg dalam setiap 50 g kopi bubuk yang diseduh dari 6-8 gelas yang

kita minum akan terpapar akrilamida 12,5 mg. Namun, hubungan antara asupan akrilamida dan

kanker pada manusia belum terbukti. Kandungan polifenol dalam kopi yang menghambat proses

oksidasi yang berbahaya dalam tubuh, membantu melawan zat karsinogenik dalam kopi

meskipun kita masing-masing minum kopi sambil mengonsumsi akrilamida. Kopi panggang yang

diolah sendiri dan diambil tanpa gula mungkin memiliki kandungan polifenol tinggi dan tingkat

akrilamida tidak besar. Jadi, jika Anda seorang peminum kopi, buat kopi sendiri dan minum tanpa

gula.


Dua minggu yang lalu, berita gerai kopi yang digandrungi dunia Starbucks menjadi headline di

berita Reuters dan CBS news (30/03/2018)1. Berita itu menyebutkan bahwa kedai kopi ini 

harus mencantumkan logo bahaya kanker dalam semua kemasan produknya jika tidak mau

dikenakan penalti.

Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles, Elihu Berle menyatakan bahwa Starbucks dan

perusahaan kopi lain gagal menunjukkan tidak ada risiko signifikan dari karsinogen yang

dihasilkan dalam proses roasting kopi. Akrilamida yang menjadi pembicaraan hangat 20 tahun

lalu merupakan senyawa karsinogen yang sudah diwarning oleh FAO Amerika yaitu  pemicu 

mengapa gerai-gerai kopi di Amerika diberi peringatan ini .

Akrilamida dan toksisitasnya

Senyawa ini berbentuk kristal putih, tidak berwarna, dan tidak berbau dengan titik leleh 84,50C

dan titik didih 125C (pada tekanan 33,3 hPa) serta berat molekul 71,08. Akrilamida merupakan

senyawa reaktif yang merupakan monomer untuk sintesis poliakrilamida yang digunakan untuk

pemurnian air.


Tahun 2002, The International Agency for Research on Cancer (IARC) telah mengklasifikasikan

akrilamida sebagai senyawa karsinogenik pada manusia (Grup 2A). Efek neurologis telah diamati

pada manusia yang terkena akrilamida. Paparan akrilamida pada dosis tidak wajar mengarah ke

kerusakan DNA dan efek neurologis serta kelainan reproduksi pada binatang pengerat. Aksi

karsinogenik pada hewan pengerat telah dijelaskan, tetapi karsinogenesis pada manusia belum

dibuktikan dalam studi epidemiologi.

Meskipun begitu, perlu diwaspadai bahwa senyawa ini sangat reaktif pemicu  kanker pada

manusia. Hal ini dikarenakan akrilamida dimetabolisme sebagai gisidamida dalam tubuh yang

merupakan senyawa reaktif dengan adanya senyawa epoksida berikatan rangkap. Gugus

epoksida ini telah diketahui merupakan senyawa reaktif karsinogen dalam tubuh.

Akrilamida dalam makanan

Mekanisme terbentuknya akrilamida dalam makanan secara pasti belum dapat diketahui, namun

diperkirakan mekanismenya melalui reaksi antara karbohidrat dan berbagai asam amino yang

terdapat dalam makanan atau dikenal dengan rekasi Maillard. Beberapa kemungkinan

pembentukan akrilamida yang telah diuji melalui berbagi penelitian yaitu :

• Pembentukan akrilamida dari asparagin melalui mekanisme reaksi Maillard.

• Melalui reaksi akrolein dengan ammonia dari asam-asam amino bebas.

• Melalui reaksi antara asam akrilat dengan ammonia dari asam-asam amino bebas.

• Reaksi-reaksi kompleks yang melibatkan asam amino. Bahan makanan tinggi karbohidrat

yang diolah dengan pemanasan pada suhu tinggi seperti kentang goreng, keripik kentang, pop

corn, dan keripik pisang dilaporkan mengandung jumlah akrilamida yang cukup tinggi.

The Swedish National Food Authority bersama University of Stockholm menyatakan bahwa

dalam makanan mengandung akrilamida mikrogram per kilogram hingga milligram per kilogram.

Akrilamida diketahui sebagai salah satu komponen asam rokok 2.

Seperti dilaporkan penelitian kami sebelumnya, akrilamida ditemukan dalam tempe dan pisang

goreng pada suhu titik asap berbagai minyak goreng dengan kadar sekitar 0,15-0,6 mg/kg

dengan penggorengan minyak kelapa menjadi kontribusi terbesar terbentuknya akrilamida 3.

Adanya asam amino glisin dan asparagin dalam makanan akan berperan besar terbentuknya

akrilamida pada suhu penggorengan yang bereaksi dengan karbohirat. Oleh karena itu, kentang

goreng atau yang dikenal french fries sebagai makanan yang diindikasikan mengandung

akrilamida tinggi jika suhu tidak dikendalikan karena makanan ini mangandung asam amino

ini .

Bagaimana dalam kopi?

Pada tahun 2013, Mojska dan Gielecińska4 menganalisis 42 sampel kopi, termasuk 11 kopi

instan dan 3 kopi kopi substitusi (biji-bijian selain kopi) dan mereka menemukan bahwa dalam

kopi instan memiliki 100% lebih banyak akrilamida (358 mg/kg) daripada kopi panggang segar,

sementara kopi substitusi memiliki 300% lebih banyak yaitu 818 mg/kg.

Akrilamida yaitu  molekul polar dan terekstraksi sangat efisien dengan air panas. Penelitian lain

menyebutkan bahwa kopi panggang atau kopi bubuk, dan kopi instan di AS kandungannya

masing mulai 45-374 mg/kg dan169-539 mg/kg .

16

Kopi disiapkan olehpenambahan air panas lalu disaring. Dengan demikian, perhitungan

kandungan akrilamida per gelas kopi sangat penting diperhatikan. Sebagai contoh jika

diasumsikan kandungan akrilamida rata-rata 250 mg/kg dalam setiap 50 g kopi bubuk yang

diseduh maka 6-8 gelas yang kita minum akan akan terpapar acrylamide 12,5 mg. Tentu kadar

ini lebih besar dari kadar akrilamida dalam makanan disebutkan di atas. Hasil kajian di atas juga

menyatakan bahwa kadar akrilamida memuncak pada awal proses pemanasan dan kemudian

menurun. Biji kopi berwarna lebih terang memiliki lebih banyak akrilamida daripada yang lebih

gelap yang dipanggang lebih lama.

Apakah sebaiknya kita mengurangi atau bahkan berhenti minum kopi?

Meskipun, bukti bahwa akrilamida menyebabkan kenker pada manusia masih dikaji, namun tetap

kita harus waspada. Apakah sudah ada bukti bahwa minum kopi menyebabkan kanker?

Hingga saat ini, belum ada kajian bahwa peminum kopi mengidap resiko kanker lebih tinggu

bahkan sebaliknya memnum kopi justru menurunkan resiko kanker seperti yang dinyatakan oleh

Wierjska. Menurutnya, kandungan polifenol dalam kopi yang menghambat proses oksidasi yang

berbahaya dalam tubuh, membantu melawan zat karisnogenik dalam kopi ini  meskipun

setiap kita minum kopi sekaligus mengkonsumsi akrilamida 5. Contoh lain, seseorang meminum

kopi 2 gelas sehari akan menurunkan resiko kanker hati hingga 40 % . Minum kopi juga terkait

bermanfaat untuk kesehatan lainnya, seperti hidup lebih lama dan mengurangi risiko banyak

penyakit.

Guenther dkk mengulas kajian-kajian tentang bagaimana langkah mengurangi akrilamida dalam

kopi. Namun, tidak ada langkah konkrit untuk menurunkan akrilamida dalam kopi. Kajian ini

menyebutkan bahwa waktu pemanggan kopi tidak berbanding lurus dengan kadar akrilamida.

Dari berbagai sumber yang dihimpun, tidak ada yang menyarankan peminum kopi disarankan

mengurangi konsumsinya bahkan berhenti. Hal ini sangat beralasan, karena penelitian tentang

efek minum kopi tanpa gula terhadap kesehatan sangat signifikan.

Minum kopi yang sehat

Menghindari akrilamida sepenuhnya tidak mungkin. Saat ini kita lebih baik mengonsumsi lebih

sedikit akrilamida daripada tingkat paparan maksimum yang direkomendasikan oleh Otoritas

Keamanan Makanan Eropa yaitu 0,17 mg/kg berat badan. Meskipun tidak mungkin untuk

membeli kopi yang benar-benar bebas dari akrilamida, industri kopi bekerja pada solusi praktis

untuk mengurangi kehadirannya.

Mengingat potensi manfaat kopi bagi kesehatan, tentu baik kiranya bagi maniak kopi tidak

berhenti meminum kopi namun lebih bijak memilih proses pembuatan kopi. Oleh karena itu,

meminum kopi yang sehat tentu lebih disarankan. Berdasarkan kajian di atas, jelas bahwa kopi

instan memiliki kandungan akrilamida tertinggi, kajian lainnya kopi instan campur gula (sukrosa)

memiliki kandungan akrilamida yang tertinggi, karena akrilamida akan terpicu dengan hadirnya

gula. Kandungan tertinggi juga terjadi pada kopi instan yang mengandung gula dan krim yang

terindikasi memiliki aspargin. Kopi panggang yang diolah sendiri dan diminum tanpa gula

dimungkinkan memiliki kandungan akrilamida tidak besar. Jadi, jika anda manik kopi, buatlah

kopi racikan sendiri dan minumlah tanpa gula.


Kopi  merupakan  minuman
yang kepopulerannya telah mendunia
sejak zaman dahulu. Kata kopi berasal
dari  bahasa  Arab  : qahwah قه&&وة   yg
berarti  kapabilitas,  lantaran  terhadap
awalnya kopi diperlukan sbg makanan
berenergi  tinggi.  Kata  qahwah
kembali  mengalami  perubahan  jadi
kahveh yg berasal  dari  bahasa Turki
& seterusnya beralih  lagi  jadi  koffie
dalam  bahasa  Belanda.  Pemakaian
kata  coffe  cepat  diserap  ke  dalam
bahasa  Indonesia  jadi  kata  kopi  yg
dikenal waktu ini.
Menurut  para  ahli  kesehatan,
kopi  mengandung  senyawa  kafein
berbentuk kristal  yang memiliki  rasa
pahit  dan  bekerja  menghasilkan
psikotonik  yang  kuat  dan  diuretik
ringan. Selain terkandung dalam kopi,
kafein  juga  terkandung  dalam  teh.
Bagi  beberapa  orang  minum segelas
kopi  pada  waktu  pagi  hari  akan
membuat  tubuh  bersemangat  ketika
menjalani  aktivitas  sepanjang  hari,
minuman  kopi  telah  menjadi  bagian
penting  di  kehidupan  orang  banyak,
orang  yang  telah  terbiasa  meminum
kopi,  tanpa  minum  kopi  hidupnya
akan  terasa  kurang  bersemangat.
Namun  pada  sebagian  orang  akan
berpikir  bahwa  kopi  itu  adalah
minuman yang kurang sehat. Ya, kopi
memang  tidak  baik  untuk  kesehatan
jika diminum secara berlebihan dalam
jangka  waktu  panjang.  Namun,  jika
dikonsumsi  dalam  jumlah  sedang,
tidak lebih dari empat cangkir sehari,
kopi sebenarnya minuman yang aman
yang  bahkan  mungkin  menawarkan
beberapa manfaat kesehatan.
Sebelum  membahas  tentang
manfaat dan bahaya atau dampak kopi
bagi  kesehatan  tubuh,  alangkah
baiknya  mebahas  tentang  kandungan
unsur  kimia  yang  ada   pada  biji
kopi diantaranya :
a. Kafein
b. Trigoneline
c. Protein dan Asam Amino
d. Karbohidrat
e. Asam  Alifatik  (  asam
karboksilat )
f. Asam Klorogenat
g. Lemak dan Turunannya
h. Glikosida
i. Mineral
j. Komponen Volatil
Setelah  mengetahui
kandungan  yang  ada   pada  biji
kopi  ini ,  berikut  adalah  efek
positif atau manfaat dan juga dampak
negatif atau bahaya sebagai hasil dari
konsumsi kopi. Diawali dari beberapa
efek positifnya adalah :
1. Menghindari stres dan putus asa
Sesuai  penelitian,  dilaporkan
bahwa mengkonsumsi  tak lebih dari
2  cangkir  kopi  dalam  satu  hari
memberikan  efek  kesegaran,  oleh
karenanya  rasa  jengkel  dan  juga
benci  sirna  karenanya.  Di  samping
itu,  aroma  kopi  dipercaya  memiliki
peranan  dalam  mengurangi  stress
sebab  memicu  aktivitas  gen  untuk
melindungi sel-sel saraf.
2. Menurunkan  risiko  alzheimer  dan
Parkinson
Beberapa  studi  memaparkan
bahwa  mengkonsumsi  kopi  dapat
membantu  berkonsentrasi,  sehingga
secara  otomatis  penyakit
neurodegenerative  juga  tidak  akan
mudah  menjangkiti.    Dari  segi
kesehatan,  hal  itu  memberikan  efek
bagus  pula  dalam  mencegah
datangnya  penyakit  Alzheimer  dan
parkinson.  Alzheimer  merupakan
jenis penyakit penurunan fungsi saraf
otak  yang  kompleks  dan  progresif,
yaitu  keadaan  daya  ingat  seseorang
yang merosot yang kadangkala para
pengidapnya  tlupa  mengurus  diri
sendiri.  Sedangkan parkinson adalah
penyakit  degeneratif  syaraf bernama
latin paralysis agitans, yang pertama
ditemukan  tahun  1817  oleh  Dr.
James Parkinson
3. Menjaga kesehatan hati (liver)
Selain diyakini mampu mencegah
penyakit  kanker,  mengonsumsi  kopi
secara  teratur  juga  mampu
meningkatkan  kesehatan  hati,  bai
mencegah  gagal  hati  ataupun
mencegah sirosis hati.
4. Meredakan sakit kepala
Kandungan kafein yang ada 
dalam  kopi  mampu  membantu
menghilangkan  rasa  sakit  pada
kepala  karena memiliki  kemampuan
yang  tak  jauh  beda  dengan  aspirin,
midol,  ataupun  excedrin.  Oleh
karenanya  taki  sedikit  obat  sakit
kepala juga menyertakan keberadaan
kafein di dalamnya.
5. Menangkal kanker kulit
Sebagaimana  yang  telah  disebut
dalam mencegah penyakit hati,  kopi
yang  mengandung  kafein  juga
mampu  menurukan  orang  terkena
resiko kanker kulit.
6. Mampu melawan depresi
Para  ahli  ada  yang  menemukan
bahwa melawan sekaligus mengobati
depresi  salah  satunya  bisa  dengan
cara  meminum  kopi,  hal  ini
dikarenakan  kandungan  kopi  dapat
membantu  menimbulkan  rasa  ceria
dan semangat juga terpacu darinyal.
5
7. Menurunkan risiko diabetes
Kandungan  kromium  dan
magnesium yang terdapa dalam kopi
memberikan manfaat istimewa, yaitu
untuk  membantu  menekan  resiko
diabetes,  hanya  saja  hal  yang  tetap
wajib  diperhatikan  di  sini  adalah
jumlah  penggunaan  gula  pada
seduhan kopinya.
8. Membantu menurunkan berat badan
Mungkin  hal  ini  serupa  dengan
langkah  menempuh  diet,  pasalnya
mengonsumsi kopi ternyata juga bisa
membantu kita dalam menekan nafsu
makan. Ketika nafsu makan ditekan,
secara  tidak  langsung  berat  badan
kita juga tak akan terpicu naik akibat
dari makanan. Namun pertimbangkan
lebih  lanjut  dalam  mengambil
langkah  ini,  sebab  ketika  sudah
berlarut-larut  bukan  tidak  mungkin
efek negatif berwujud sakit mag akan
timbul.
9. Anti oksidan
Kafein  yang  terkandung  dalam
kopi  berfungsi  efektif  sebagai
“antioksidan”  yaitu  substansi  yang
diperlukan  tubuh  untuk  menetralisir
dan  mencegah  kerusakan  yang
ditimbulkan  oleh  radikal  bebas
terhadap  sel  normal,  protein,  dan
lemak.
Setelah  kita  mengetahui  efek
positif  dari  mengonsumsi  kopi,
sekarang kita bahas efek negatif apa
saja  yang  ditimbulkan  dari
mengkonsumsi  kopi  diantaranya
yaitu :
1. Peningkatan Asam Lambung
Walaupun  kopi  memiliki
banyak manfaat, kopi dikenal
dapat  meningkatkan
kegelisahan.Dosis  konsumsi
yang terlalu banyak tidak bisa
diterima  semua  orang.Selain
itu,  tingkat  keasaman  kopi
yang tinggi dapat merangsang
pengeluaran  asam  lambung
berlebih.
2. Peningkatan Detak jantung
Kafein sebagai kandungan
utama  kopi  bersifat  stimulan
yang  mencandu.Kafein
mempengaruhi  sistem
7
kardiovaskuler  seperti
peningkatan  detak  jantung
dan  tekanan  darah.Dampak
negatif itu muncul bila Anda
mengkonsumsinya  secara
berlebihan.Bagi  kebanyakan
orang,  minum  dua  sampai
tiga  cangkir  kopi  tidak
memberikan  dampak negatif.
Meminum  kopi  dengan
frekuensi  lebih  dari  itu  bisa
menimbulkan  jantung
berdebar-debar,  sulit  tidur,
kepala  pusing  dan  gangguan
lainnya. Oleh karena itu, bagi
mereka  yang  mengkonsumsi
kopi  agar  tidak  mengantuk-
misalnya  karena  kekurangan
tidur  disarankan  agar
konsumsinya  disebar
sepanjang hari.
3. Gangguan pencernaan
Sesuatu  yang  berlebih
tentu menimbulkan efek tidak
baik,  termasuk  di  dalamnya
adalah  mengonsumsi  kopi,
karena  jika  tak  dikontrol
8
senyawa yang  terkandung  di
dalam  kopi  bisa  merusak
lapisan lambung dan memicu
berbagai  gangguan
pencernaan.  Selain itu kafein
pada kopi juga meningkatkan
kandungan   asam  sehingga
bukan  tidak  mungkin  diare
ataupun  sembelit  akan
muncul  akibat
mengkonsumsinya.
4. Melemahkan  daya  tahan
tubuh
Kandungan  kafein  dalam
kopi memiliki sifat menyerap
vitamin, mineral, serta cairan
dalam  tubuh.Hal  ini  dapat
memicu   daya  tahan
tubuh  kita  menjadi
lemah.Oleh  sebab  itu
biasakan  minum  air  putih
setelah  kita  mengkonsumsi
kopi.
5. Gelisah
Terlalu  sering
mengkonsumsi  kopi  justru
akan  membuat  kita  jadi

gelisah,  jantung  berdebar-
debar,  serta  tangan  gemetar.
Bahkan  terjadi  mual  dan
muntah-muntah.
6. Hipertensi
Senyawa  dalam  kopi
dapat memicu  tekanan
darah meningkat.Hal  ini  bisa
memicu   hipertensi
atau  lebih  dikenal  tekanan
darah  tinggi.Kopi  adalah
makanan  penyebab  darah
tinggi cepat naik yang sangat
mematikan  untuk  penderita
hipertensi.
7. Kemandulan
Mengkonsumsi  kopi
secara  berlebih  dan  atau
dibarengi  minum  alkohol
dapat  mempengaruhi
kesuburan wanita.Dah hal ini
bisa  memicu 
kemandulan.
8. Risiko  Kanker  kandung
kemih dan ovarium
Menurut  Physicians
Commitee  For  Responsible
Medicine  dalam  Healthy
Eating for Life to Prevent and
Treat Cancer mengungkapkan
bahwa  kopi  dapat
mempengaruhi DNA dan juga
meningkatkan  resiko  terkena
kanker  kandung  kemih  dan
ovarium.
9. Osteoporosis
Dapat  meningkatkan
resiko  tulang  keropos
(osteoporosis)  terutama  bagi
wanita  yang telah  menginjak
masa menopause.
10. Merusak Gigi 
Kopi  dapat
memicu   gangguan
pada  gigi,  yaitu  gigi
berlubang  dan  menyebabkan
gigi  kuning,  serta
memicu   timbulnya
karang gigi.
11. Tubuh berkeringat
Kafein  juga  dapat
memicu   tubuh  cepat
berkeringat  dan  perut  terasa
panas  akibat  keluarnya asam
gastrat dari tubuh kita.
12. Pembesaran pembuluh darah
Minum  kopi  juga
berdampak  pada  pembesaran
pembuluh  darah  atau  lebih
dikenal dengan vasolidasi.
13. Terkena Diabetes 
Penelitian  yang  dilalukan
oleh  American  Diabates
Association  membuktikan
bahwa  kafein  mampu
merusak metabolisme glukosa
pada  penderita  diabetes  tipe
2. Jadi, bagi Anda yang sudah
terkena penyakit diabetes tipe
2  sebaiknya  hindari
mengonsumsi  kafein  jika
tidak  ingin  memiliki  kadar
gula darah yang tinggi.
14. Insomia 
Bisa  dipastikan  hampir
semua orang mengetahui atau
bahkan  mengalami  hal  ini.
Kafein  yang  terkandung
12
dalam  kopi  bisa
menyebabkan gangguan tidur,
seperti  insomnia.  Namun,
bagi  kaum  millenials,  tak
sedikit  dari  mereka  yang
bukannya  menghindari
masalah  ini ,  tapi  justru
malah  dimanfaatkan  untuk
produktivitas kerja mereka. 
15. Pencernaan terganggu  
Ternyata  kafein  yang
terkandung  dalam  kopi  juga
dapat  mempengaruhi
pencernaan.  Terlalu  sering
minum  kopi  bisa
menyebabkan  sakit  perut,
apalagi  kalau  perut  masih
dalam keadaan kosong.
Jadi  intinya  dalam
pembahasan  diatas  adalah  meminum
kopi  itu  sendiri  mempunyai  manfaat
yang  baik  untuk  tubuh  kita  apabila
dikonsumsi sesuai dengan dosis yang
pas dan tidak berlebihan. Namun jika
anda  terbiasa  mengkonsumsi  kopi
secara  berlebihan  akan  ada  banyak
bahaya yang dituimbulkan. Sebaiknya
mulai  mengurangi  dan
mempertimbangkan  dosis  asupan
kafein yang dianjurkan yaitu 200-300
mg per hari. Jika memang ingin tetap
sehat,  hindari  asupan  kafein  yang
terlalu  banyak.karena  sesuatu  yang
berlebihan  itu  memang  tidak  baik
untuk tubuh.

 Pengaruh : Daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk 
watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. 
   Minuman : Sesuatu yang diminum 
   Kopi : Tumbuhan yang banyak ditanam di Asia – Afrika, buahnya digoreng dan ditunbuk halus 
– halus dijadikan bahan pencampur minuman, Coffea 
   Kesehatan : Keadaan (hal) sehat ; kebaikan keadaan (badan dsb) 
Di era globalisasi ini, kebanyakan orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, baik 
urusan pribadi maupun urusan pekerjaan, jika telah menyangkut urusan pekerjaan kebanyakan dari 
mereka tidak menghiraukan waktu, apalagi dengan tugas-tugas atau pekerjaan yang belum 
terselesaikan, mereka akan rela tidak tidur sehingga waktu istirahat mereka terganggu dan yang 
sering dilakukan yaitu  membawa makanan ringan dan minuman sebagai teman dalam 
menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai itu. 
Minuman kopi yaitu  salah satu yang banyak diminati selain menghangatkan badan, kopi juga 
sebagai penghilang rasa kantuk dan agar lebih giat beraktivitas. 
Kebanyakan dari mereka memang sudah mengetahui kopi dapat dijadikan sebagai penghilang 
rasa kantuk dan membuat tubuh selalu siaga, namun mereka tidak mengetahui bahaya kopi terhadap 
kesehatan bila dikonsunsi secara terus menerus dan tidak teratur. 
Hal inilah yang membuat penulis tergerak untuk meneliti bahaya kopi ini  terhadap 
kesehatan.ini didasari fakta yang ada bahwa tidak semua orang mengetahui bahaya kopi terhadap 
kesehatan bila dikonsumsi secara terus menerus. 
 
Diduga adanya pengaruh kopi bila dikonsumsi secara terus menerus terhadap kesehatan ! 
 
   Tumbuhan kopi ditemukan oleh seorang Sufi Ali Bin Omar dari Yaman. Ia merebus kopi 
sebagai obat penyakit kulit dan obat-obatan lainnya. Sehingga pada waktu itu kopi mendapat tempat 
terhormat di kalangan warga  negeri itu. Dari khasiat kopi ini  akhirnya membawa 
kemakmuran bagi pemilik-pemilik kebun kopi, pengusaha kedai kopi, pedagang kopi, eksportir kopi, 
dan pemerintah di berbagai belahan dunia tanaman minuman beraroma khas itu ditanam. 
Secangkir kopi bagi penggemarnya yaitu  sebuah awal dari segalanya. Bukan berlebihan atau 
mengada-ada, tapi memang faktanya demikian. Dalam sehari mungkin penggemar kopi bisa 
menghabiskan bergelas-gelas kopi, pagi, siang, sore, dan malam hari. 
Kurang nikmat atau bahkan kurang afdol rasanya sebelum meneguk secangkir kopi sebelum 
memulai aktivitas kita. Sebagai penggemar kopi, kita sering sekali mendengar banyak orang 
membicarakan tentang efek negatif dari mengkonsumsi kafein  
Kafein (C8H10N4O2), pertama kali diekstrasi dari kopi pada tahun 1821, yaitu  alkaloid, 
merupakan senyawa trimethylxanthine, bekerja mirip amphetamines dengan efek sedang yang 
menurut Linder, penulis buku Nutritional Biochemistry and Metabolism, berperan melalui 
penghambatan fosdodistere, menyebabkan peningkatan level cyclic-nucleotida, yang selanjutnya 
memengaruhi sistem saraf pusat. Dalam dosis berlebihan (antara 250-750 mg atau 2-7 cangkir kopi) 
dapat menimbulkan kegelisahan, mual, sakit kepala, otot tegang, gangguan tidur, dan palpitasi jantung 
(jantung berdebar), terkadang juga anoreksia. Sementara jika dosisnya lebih tinggi lagi (di atas 750 
mg), akan muncul berbagai gangguan emosi dan indra, utamanya pendengaran dan penglihatan  
Namun, sisi negatif kafein tak hanya bakal terasa sesegera itu saja. Serangkaian penelitian telah 
mengintip efek jangka panjangnya. Dalam Reader’s Digest edisi Desember 1994, yang mengutip 
laporan penelitian yang dibiayai The US National Institute of Child Health and Human Development 
and The US National Institute on Drug Abuse, memberitakan bahwa wanita yang mengonsumsi 300 
mg kafein setiap harinya memiliki kesempatan 27 persen lebih rendah untuk hamil dibandingkan 
mereka yang terbebas darinya. Meski mekanismenya belum diketahui pasti, sebuah hipotesis 
mengatakan, kemungkinan substansi ini dapat menurunkan level hormon, semisal estrogen hingga 
memengaruhi ovulasi. Selain kopi, bahan lain yang memilikinya dapat dilihat pada tabel.  
Kandungan Kafein dalam Beberapa Minuman 
Minuman Kandungan Kafein 
(dalam setiap cangkir/sajian) 
• Kopi kental • 125-150 mg 
• Teh tubruk • 80-125 mg 
• Teh (dalam sajian biasa) • 50-80 mg 
• Teh (sajian encer) • 20-50 mg 
• Kopi instant • 35-75 mg 
• Kopi dekafein • 3 mg 
• Cola, diet atau reguler • 30-46 mg/354 ml 
• Cokelat kue • 25-35 mg/28,3 gr 
• Gula-gula susu coklat • 6 mg/28,3 gr 
• Cocoa (minuman cokelat) • 5/177 ml 
 
Situasi lainnya diungkap oleh Physicians Medicine dalam Healhty Eating for Life to Prevent and 
treat Cancer. Walau kaitan antara kopi dan risiko terkena kanker belum jelas, beberapa studi 
memperkirakan kemungkinan kopi memengaruhi DNA dan meningkatkan risiko terkena kanker 
kandung kemih dan ovarian. Selain itu, minum kopi yang sangat panas dapat memberi efek kerusakan 
pada sel dalam mulut dan kerongkongan, yang jika dilakukan berulang kali dapat mencetuskan 
kanker pada bagian ini . 
 
Demikian halnya laporan para peneliti dari Harvard School of Public Helath, sebagaimana 
dicatat Balch dan Stengler dalam Presciption for Natural Cures. Walau menyisakan tanda tanya ihwal 
kejadiannya, mereka menemukan, wanita yang mengonsumsi 5-7 gr kafein per bulan (setara dengan 
dua cangkir kopi per hari) memiliki kemungkinan dua kali lipat terkena endometriosis daripada yang 
tidak mengonsumsi kafein. 
Begitu pun dalam hal kepiawaian kafein “menendang” kalsium melalui urine, yang selanjutnya 
memerosotkan kekuatan tulang, menjadikannya gampang patah. Studi Harvard mendapati, pada 
wanita pascamenopause yang mengonsumsi banyak kafein (lebih dari enam cangkir kopi per hari), 
risiko menderita patah tunggal pinggul tiga kali lebih tinggi daripada yang tidak. 
 
  
Sebuah penelitian ilimiah yang di lakukan para pakar di Amerika Serikat menyebutkan bahwa 
kopi kemungkinan besar memberikan efek positif bagi kesehatan lebih besar dari pada 
mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran. 
Para ilmuwan menghitung jumlah kandungan anti-oksidan (zat anti unsur radikal bebas) pada 
lebih dari 100 jenis makanan termasuk sayur-sayuran, buah-buahan, kacang, aneka bumbu, minyak 
dan minuman. Hasil penemuan ini  kemudian dikombinasi dengan data yang ada di Departemen 
Pertanian AS dan sumbangan dari setiap jenis bagi pola makan rata-rata di Amerika. 
Kopi terbukti merupakan sumber anti-oksidan terbesar dari setiap kali dan tingkat konsumsi 
yang kemudian diikuti teh hitam, pisang, kacang-kacangan kering, dan jagung. 
"Orang Amerika memperoleh sumber anti-oksidan dari konsumsi kopi dibandingkan dari jenis 
makanan atau minuman lainnya dan sejauh ini tak ada jenis makanan atau minuman yang menyamai 
kopi," kata kepala tim peneliti Professor Joe Vison dari Scranton University di Pensylvania. Baik kopi 
berkafein atau bebas kafein keduanya memberikan sumbangan anti-oksidan sama tingkatnya. Badan 
pengamat pasar Mintel mencatat perilaku minum kopi di Inggris yang menyebutkan tingkat konsumsi 
kopi lebih rendah dibanding di Amerika Serikat, tercatat hanya 47 persen orang Inggris yang secara 
teratur meminum kopi instan atau kopi bubuk. 

nti-oksidan membantu tubuh membuang zat-zat radikal berbahaya bagi tubuh, molekul 
perusak yang merusak sel-sel serta DNA (cetak biru dari sel terkecil mahluk hidup). Zat anti unsur 
radikal bebas ini berkaitan dengan sejumlah keuntungan dan manfaat bagi kesehatan termasuk 
melindungi seseorang dari terkena penyakit kanker atau jantung.  
Hasil penelitian ini  memperlihatkan kopi dapat mengurangi risiko terkena kanker hati 
dan usus, diabetes type II serta terkena penyakit Parkinson. Namun Vinson menyarankan agar 
konsumsi kopi tetap pada tingkat sedang yaitu satu atau dua cangkir setiap harinya. 
   B erikut ini beberapa manfaat yang bisa dinikmati para penggemar kopi : 
• Kafein yang terkandung didalam kopi yaitu  zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat 
menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai 
trimetilsantin. Selain pada kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola, 
coklat, minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan. 
 
• Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi 15 
menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan 
presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat 
pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon 
dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.  
 
• Kafein mencegah gigi berlubang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat sesaat 
setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat, permen rasa buah atau sepotong 
roti manis. Joe Vinson, PhD. dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang 
terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi 
berlubang. 
 
• Kafein mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam 
kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Menurut 
Seimur Diamond, M.D., dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam 
kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Jadi, 
sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman 
berkafein. 
 
• Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang 
menghubungkan kerongkongan dengan paru. 
 
• Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di 
perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama. 
 
• Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik. 
 
• Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko 
terkena pengeroposan tulang (osteoporosis). 
 
• Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang 
banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan 
konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum 
kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka 
yang minum kopi tanpa kafein. 
 
• Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel 
DNA. 
 
• Kafein juga melindungi jantung dan kanker. 
 
• Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Seseorang yang 
minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding 
dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Demikian simpulan sebuah riset skala besar 
yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS. 
 
• Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Sebuah riset 
menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih 
banyak daripada pria penikmat kopi. 
   Baik bagi pecandu narkoba 
Menurut analisis kedokteran, dalam kopi terdapat sejenis senyawa kimia xantin. Derivat 
senyawa ini meliputi kafein, teofilin, dan teobromin. Namun, kopi hanya mengandung kafein. 
Sedangkan teofilin terdapat dalam teh, sementara teobromin dalam coklat. 
Kafein ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak), sistem 
pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab itu tidak heran setiap minum kopi 
dalam jumlah wajar (1 - 3 cangkir), tubuh kita terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak 
mudah lelah atau pun mengantuk. Dampak positif ini menyebabkan orang sulit terlepas dari 
kebiasaan minum kopi. 
Kafein acap kali juga dijadikan salah satu bahan pelengkap pada obat sakit kepala. Pasalnya, 
kafein memiliki kemampuan mempersempit pembuluh darah ke otak (vasokonstriksi) sehingga 
pelebaran pembuluh darah di daerah otak yang merupakan penyebab sakit kepala bisa ditanggulangi. 
Bahkan, senyawa xantin dalam dosis rendah mampu merangsang susunan saraf yang sedang depresi, 
misalnya akibat penyalahgunaan narkoba atau kecanduan alkohol. Sehingga muncul pendapat bahwa 
kafein dapat memperbaiki fungsi mental penderita yang keracunan alkohol. 
Lebih jauh, kafein ternyata dapat menetralisasi asam lemak dalam darah. 
   Kopi Tak Selalu Buruk Untuk Kesehatan 
Kopi biasanya tidak dianjurkan sebagai konsumsi yang menyehatkan, tetapi baru-baru ini 
sejumlah penelitian membuktikan bahwa kopi dapat berperan sebagai minuman yang menyehatkan. 
Para peneliti telah menemukan sejumlah bukti kuat bahwa kopi dapat mereduksi beberapa resiko 
penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung, dan sirosis hati.  
Kopi mengandung antioksidan yang membantu mengendalikan kerusakan sel yang berperan 
dalam perkembangan suatu penyakit. Kopi juga merupakan sumber asam klorogenik, yang 
diperlihatkan pada percobaan hewan yang menurunkan kadar gula. 
Kafein, mungkin komponen kopi yang paling terkenal, yang memiliki peranan kecil, menurut 
studi memperlihatkan kopi yang terdekafeinasi sendiri ditemukan efek mengurangi resiko diatas. 
Sejumlah besar kopi terutama membantu dalam pencegahan diabetes. Di dalam laporan data statistik 
dari berbagai penelitian, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi 6 cangkir 
kopi per hari memiliki 28 persen mengurangi resiko diabetes dibandingkan orang-orang yang 
mengkonsumsi dua cangkir atau kurang. Pada orang-orang yang mengkonsumsi lebih dari 6 cangkir 
memiliki pengurangan resiko sebesar 35%. 
Seperti halnya pada komponen anti-inflamasi yang dapat menjelaskan mengapa kopi terlihat 
menurunkan resiko penyakit sirosis terkait-alkohol dan kanker hati. Efek ini diobservasi pada 1992. 
Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan oleh The Archives of Internal Medicine, yang telah 
dibenarkan penemuannya. 
Kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan secara perlahan meningkatkan kadar asam 
amino homosistein, memungkinkan meningkatkan faktor resiko terhadap penyakit jantung. 
Oleh sebab itu, efek positif kopi didapatkan pada orang-orang yang memang menikmati kopi 
dan mereka tidak terlalu takut akan efek negatif kopi terhadap kesehatan.  
B. Dampak Negatif Kopi 
   Mengganggu kesuburan 
Minum kopi terlalu banyak bisa pula mengurangi kesuburan wanita, apalagi kalau 
dikombinasikan dengan alkohol. Bagi wanita usia menopause, minum kopi dalam jumlah banyak bisa 
menambah risiko kekeroposan tulang (osteoporosis). 
 
Kebiasaan minum kopi acap kali memunculkan efek "kecanduan" baik secara psikologis 
maupun fisiologis. Ciri umum ketergantungan kopi antara lain: 
1. Rasa letih atau lelah,  
2. Tak bersemangat 
3. Mengantuk kalau sehari saja tidak minum kopi.  
Yang wajar yaitu  mengonsumsi kopi sebanyak 85 - 200 mg atau 1 - 3 cangkir kopi. Namun, 
minum kopi di atas 250 mg sekaligus dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti:  
1. Jantung berdebar 
2. Gelisah 
3. Insomnia (sulit tidur) 
4. Gugup, tremor (tangan bergetar) 
5. Mual sampai muntah-muntah. 
o Minum kopi juga berbahaya bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi)  
Karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu, kopi juga 
bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran 
kalau tak lama sehabis mengkonsumsi kopi kandung kencing cepat penuh. 
 
Pada dosis sedang, kafein menaikkan produksi asam lambung yang berlangsung lama, sehingga 
dapat memperbesar risiko penyakit lambung, tukak lambung, atau tukak usus halus. Jadi para 
penderita kelemahan lambung hendaknya menghindari konsumsi kopi.  
 
   Penyakit jantung dan arteriosklerosis 
Masalah dampak kopi kasar atau tidak disaring (unfiltered) ini dipelajari oleh sejumlah peneliti 
di Belanda. Mereka mengamati tingginya kadar homosistein dalam darah pecandu kopi. Homosistein 
merupakan substansi yang terbentuk dari metionin, yakni suatu asam amino esensial yang terbentuk 
pada saat tubuh mengeluarkan protein. Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan 
risiko penyakit jantung. 
Meskipun belum jelas bagaimana persisnya asam amino esensial mengganggu jantung, sudah 
terbukti bahwa zat ini  sering kali menyebabkan timbulnya luka di berbagai lapisan dalam 
pembuluh darah arteri dan selanjutnya menjadi tempat menumpuknya asam lemak dan kalsium. 
Timbunan ini bisa mengakibatkan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (arteriosklerosis). 
   Menurut Beberapa Ahli 
 
Menurut Dr. Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein dibutuhkan tubuh untuk berbagai reaksi 
biokimia, terutama dalam proses perubahan metionin menjadi sistationin dan berperan dalam 
membentuk propionil-koA (substansi yang beperan dalam metabolisme lemak dan karbohidrat), 
asalkan kadarnya tidak tinggi. Kadar normalnya, 7 - 22 ug mol/L. 
Seorang peneliti Belanda menambahkan, dua minggu setelah setiap hari minum enam cangkir 
kopi, konsentrasi homosistein seseorang naik 10% dari angka normal. Begitu juga kadar kolesterol 
dan trigliserida. Namun, kenaikan ini tidak permanen. Bila kopi dihentikan dan keadaan tubuh sehat, 
kelebihan homosistein dapat secara alami normal kembali. Selain dengan mengurangi kafein, 
kenaikan kadar homosistein dapat pula dicegah dengan mengurangi konsumsi protein hewani yang 
banyak mengandung metionin. 
Bila dalam sehari minum 1,360 g kopi kasar (sekitar 6 - 7 cangkir), diperkirakan risiko untuk terkena 
serangan jantung atau stroke naik 10%. Selain itu kadar vitamin B6 bisa berkurang sampai 21%. 

Secangkir kopi bagi penggemarnya yaitu  sebuah awal dari segalanya. Bukan berlebihan atau 
mengada-ada, tapi memang faktanya demikian. Dalam sehari mungkin penggemar kopi bisa 
menghabiskan bergelas-gelas kopi, pagi, siang, sore, dan malam hari. 
Sering sekali mendengar banyak orang membicarakan tentang efek negatif dari mengkonsumsi 
kafein, sisi negatif kafein tak hanya bakal terasa sesegera itu saja. Serangkaian penelitian telah 
mengintip efek jangka panjangnya. 
Kafein (C8H10N4O2), pertama kali diekstrasi dari kopi pada tahun 1821, yaitu  alkaloid, 
merupakan senyawa trimethylxanthine, bekerja mirip amphetamines dengan efek sedang yang 
menurut Linder, penulis buku Nutritional Biochemistry and Metabolism, berperan melalui 
penghambatan fosdodistere, menyebabkan peningkatan level cyclic-nucleotida, yang selanjutnya 
memengaruhi sistem saraf pusat. Dalam dosis berlebihan (antara 250-750 mg atau 2-7 cangkir kopi) 
dapat menimbulkan kegelisahan, mual, sakit kepala, otot tegang, gangguan tidur, dan palpitasi jantung 
(jantung berdebar), terkadang juga anoreksia. Sementara jika dosisnya lebih tinggi lagi (di atas 750 
mg), akan muncul berbagai gangguan emosi dan indra, utamanya pendengaran dan penglihatan  
 atas dasar itu alangkah baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi 
penyakit jantung. Kalau pun harus minum kopi, untuk kita sebaiknya hanya 1 - 3 cangkir sehari 
(standar untuk orang Eropa 3 - 5 cangkir). Itu pun tidak pada saat menjelang tidur. Kopi bisa 
digantikan segelas air jeruk, sayuran hijau, disertai konsumsi vitamin B6 dan B12. Jenis-jenis 
makanan dan minuman ini tidak mengandung seng dan kafein tapi tinggi mineral, vitamin 
serta asam folat.