Kopi yaitu minuman terkemuka di seluruh dunia setelah air mineral. Manfaat dan risikonya
masih menjadi kontroversi dikarenakan bukti yang tersedia dapat diandalkan untuk mendukung
potensi mempromosikan kesehatan. Minum kopi dikaitkan dengan manfaat kesehatan dan
energi, seperti hidup lebih lama dan mengurangi risiko banyak penyakit. Namun, akrilamida
terbentuk sebagai produk sampingan saat biji kopi dipanggang. Tingkat akrilamida dalam kopi
instan memiliki dua kali dibandingkan dengan kopi panggang. Badan Internasional untuk
Penelitian Kanker (IARC) telah mengklasifikasikan akrilamida sebagai ''karsinogenik pada
manusia'' meskipun efek toksikologi akrilamida masih dipelajari pada model hewan. Kandungan
akrilamida rata-rata 250 μg / kg dalam setiap 50 g kopi bubuk yang diseduh dari 6-8 gelas yang
kita minum akan terpapar akrilamida 12,5 mg. Namun, hubungan antara asupan akrilamida dan
kanker pada manusia belum terbukti. Kandungan polifenol dalam kopi yang menghambat proses
oksidasi yang berbahaya dalam tubuh, membantu melawan zat karsinogenik dalam kopi
meskipun kita masing-masing minum kopi sambil mengonsumsi akrilamida. Kopi panggang yang
diolah sendiri dan diambil tanpa gula mungkin memiliki kandungan polifenol tinggi dan tingkat
akrilamida tidak besar. Jadi, jika Anda seorang peminum kopi, buat kopi sendiri dan minum tanpa
gula.
Dua minggu yang lalu, berita gerai kopi yang digandrungi dunia Starbucks menjadi headline di
berita Reuters dan CBS news (30/03/2018)1. Berita itu menyebutkan bahwa kedai kopi ini
harus mencantumkan logo bahaya kanker dalam semua kemasan produknya jika tidak mau
dikenakan penalti.
Hakim Pengadilan Tinggi Los Angeles, Elihu Berle menyatakan bahwa Starbucks dan
perusahaan kopi lain gagal menunjukkan tidak ada risiko signifikan dari karsinogen yang
dihasilkan dalam proses roasting kopi. Akrilamida yang menjadi pembicaraan hangat 20 tahun
lalu merupakan senyawa karsinogen yang sudah diwarning oleh FAO Amerika yaitu pemicu
mengapa gerai-gerai kopi di Amerika diberi peringatan ini .
Akrilamida dan toksisitasnya
Senyawa ini berbentuk kristal putih, tidak berwarna, dan tidak berbau dengan titik leleh 84,50C
dan titik didih 125C (pada tekanan 33,3 hPa) serta berat molekul 71,08. Akrilamida merupakan
senyawa reaktif yang merupakan monomer untuk sintesis poliakrilamida yang digunakan untuk
pemurnian air.
Tahun 2002, The International Agency for Research on Cancer (IARC) telah mengklasifikasikan
akrilamida sebagai senyawa karsinogenik pada manusia (Grup 2A). Efek neurologis telah diamati
pada manusia yang terkena akrilamida. Paparan akrilamida pada dosis tidak wajar mengarah ke
kerusakan DNA dan efek neurologis serta kelainan reproduksi pada binatang pengerat. Aksi
karsinogenik pada hewan pengerat telah dijelaskan, tetapi karsinogenesis pada manusia belum
dibuktikan dalam studi epidemiologi.
Meskipun begitu, perlu diwaspadai bahwa senyawa ini sangat reaktif pemicu kanker pada
manusia. Hal ini dikarenakan akrilamida dimetabolisme sebagai gisidamida dalam tubuh yang
merupakan senyawa reaktif dengan adanya senyawa epoksida berikatan rangkap. Gugus
epoksida ini telah diketahui merupakan senyawa reaktif karsinogen dalam tubuh.
Akrilamida dalam makanan
Mekanisme terbentuknya akrilamida dalam makanan secara pasti belum dapat diketahui, namun
diperkirakan mekanismenya melalui reaksi antara karbohidrat dan berbagai asam amino yang
terdapat dalam makanan atau dikenal dengan rekasi Maillard. Beberapa kemungkinan
pembentukan akrilamida yang telah diuji melalui berbagi penelitian yaitu :
• Pembentukan akrilamida dari asparagin melalui mekanisme reaksi Maillard.
• Melalui reaksi akrolein dengan ammonia dari asam-asam amino bebas.
• Melalui reaksi antara asam akrilat dengan ammonia dari asam-asam amino bebas.
• Reaksi-reaksi kompleks yang melibatkan asam amino. Bahan makanan tinggi karbohidrat
yang diolah dengan pemanasan pada suhu tinggi seperti kentang goreng, keripik kentang, pop
corn, dan keripik pisang dilaporkan mengandung jumlah akrilamida yang cukup tinggi.
The Swedish National Food Authority bersama University of Stockholm menyatakan bahwa
dalam makanan mengandung akrilamida mikrogram per kilogram hingga milligram per kilogram.
Akrilamida diketahui sebagai salah satu komponen asam rokok 2.
Seperti dilaporkan penelitian kami sebelumnya, akrilamida ditemukan dalam tempe dan pisang
goreng pada suhu titik asap berbagai minyak goreng dengan kadar sekitar 0,15-0,6 mg/kg
dengan penggorengan minyak kelapa menjadi kontribusi terbesar terbentuknya akrilamida 3.
Adanya asam amino glisin dan asparagin dalam makanan akan berperan besar terbentuknya
akrilamida pada suhu penggorengan yang bereaksi dengan karbohirat. Oleh karena itu, kentang
goreng atau yang dikenal french fries sebagai makanan yang diindikasikan mengandung
akrilamida tinggi jika suhu tidak dikendalikan karena makanan ini mangandung asam amino
ini .
Bagaimana dalam kopi?
Pada tahun 2013, Mojska dan Gielecińska4 menganalisis 42 sampel kopi, termasuk 11 kopi
instan dan 3 kopi kopi substitusi (biji-bijian selain kopi) dan mereka menemukan bahwa dalam
kopi instan memiliki 100% lebih banyak akrilamida (358 mg/kg) daripada kopi panggang segar,
sementara kopi substitusi memiliki 300% lebih banyak yaitu 818 mg/kg.
Akrilamida yaitu molekul polar dan terekstraksi sangat efisien dengan air panas. Penelitian lain
menyebutkan bahwa kopi panggang atau kopi bubuk, dan kopi instan di AS kandungannya
masing mulai 45-374 mg/kg dan169-539 mg/kg .
16
Kopi disiapkan olehpenambahan air panas lalu disaring. Dengan demikian, perhitungan
kandungan akrilamida per gelas kopi sangat penting diperhatikan. Sebagai contoh jika
diasumsikan kandungan akrilamida rata-rata 250 mg/kg dalam setiap 50 g kopi bubuk yang
diseduh maka 6-8 gelas yang kita minum akan akan terpapar acrylamide 12,5 mg. Tentu kadar
ini lebih besar dari kadar akrilamida dalam makanan disebutkan di atas. Hasil kajian di atas juga
menyatakan bahwa kadar akrilamida memuncak pada awal proses pemanasan dan kemudian
menurun. Biji kopi berwarna lebih terang memiliki lebih banyak akrilamida daripada yang lebih
gelap yang dipanggang lebih lama.
Apakah sebaiknya kita mengurangi atau bahkan berhenti minum kopi?
Meskipun, bukti bahwa akrilamida menyebabkan kenker pada manusia masih dikaji, namun tetap
kita harus waspada. Apakah sudah ada bukti bahwa minum kopi menyebabkan kanker?
Hingga saat ini, belum ada kajian bahwa peminum kopi mengidap resiko kanker lebih tinggu
bahkan sebaliknya memnum kopi justru menurunkan resiko kanker seperti yang dinyatakan oleh
Wierjska. Menurutnya, kandungan polifenol dalam kopi yang menghambat proses oksidasi yang
berbahaya dalam tubuh, membantu melawan zat karisnogenik dalam kopi ini meskipun
setiap kita minum kopi sekaligus mengkonsumsi akrilamida 5. Contoh lain, seseorang meminum
kopi 2 gelas sehari akan menurunkan resiko kanker hati hingga 40 % . Minum kopi juga terkait
bermanfaat untuk kesehatan lainnya, seperti hidup lebih lama dan mengurangi risiko banyak
penyakit.
Guenther dkk mengulas kajian-kajian tentang bagaimana langkah mengurangi akrilamida dalam
kopi. Namun, tidak ada langkah konkrit untuk menurunkan akrilamida dalam kopi. Kajian ini
menyebutkan bahwa waktu pemanggan kopi tidak berbanding lurus dengan kadar akrilamida.
Dari berbagai sumber yang dihimpun, tidak ada yang menyarankan peminum kopi disarankan
mengurangi konsumsinya bahkan berhenti. Hal ini sangat beralasan, karena penelitian tentang
efek minum kopi tanpa gula terhadap kesehatan sangat signifikan.
Minum kopi yang sehat
Menghindari akrilamida sepenuhnya tidak mungkin. Saat ini kita lebih baik mengonsumsi lebih
sedikit akrilamida daripada tingkat paparan maksimum yang direkomendasikan oleh Otoritas
Keamanan Makanan Eropa yaitu 0,17 mg/kg berat badan. Meskipun tidak mungkin untuk
membeli kopi yang benar-benar bebas dari akrilamida, industri kopi bekerja pada solusi praktis
untuk mengurangi kehadirannya.
Mengingat potensi manfaat kopi bagi kesehatan, tentu baik kiranya bagi maniak kopi tidak
berhenti meminum kopi namun lebih bijak memilih proses pembuatan kopi. Oleh karena itu,
meminum kopi yang sehat tentu lebih disarankan. Berdasarkan kajian di atas, jelas bahwa kopi
instan memiliki kandungan akrilamida tertinggi, kajian lainnya kopi instan campur gula (sukrosa)
memiliki kandungan akrilamida yang tertinggi, karena akrilamida akan terpicu dengan hadirnya
gula. Kandungan tertinggi juga terjadi pada kopi instan yang mengandung gula dan krim yang
terindikasi memiliki aspargin. Kopi panggang yang diolah sendiri dan diminum tanpa gula
dimungkinkan memiliki kandungan akrilamida tidak besar. Jadi, jika anda manik kopi, buatlah
kopi racikan sendiri dan minumlah tanpa gula.
Kopi merupakan minuman
yang kepopulerannya telah mendunia
sejak zaman dahulu. Kata kopi berasal
dari bahasa Arab : qahwah قه&&وة yg
berarti kapabilitas, lantaran terhadap
awalnya kopi diperlukan sbg makanan
berenergi tinggi. Kata qahwah
kembali mengalami perubahan jadi
kahveh yg berasal dari bahasa Turki
& seterusnya beralih lagi jadi koffie
dalam bahasa Belanda. Pemakaian
kata coffe cepat diserap ke dalam
bahasa Indonesia jadi kata kopi yg
dikenal waktu ini.
Menurut para ahli kesehatan,
kopi mengandung senyawa kafein
berbentuk kristal yang memiliki rasa
pahit dan bekerja menghasilkan
psikotonik yang kuat dan diuretik
ringan. Selain terkandung dalam kopi,
kafein juga terkandung dalam teh.
Bagi beberapa orang minum segelas
kopi pada waktu pagi hari akan
membuat tubuh bersemangat ketika
menjalani aktivitas sepanjang hari,
minuman kopi telah menjadi bagian
penting di kehidupan orang banyak,
orang yang telah terbiasa meminum
kopi, tanpa minum kopi hidupnya
akan terasa kurang bersemangat.
Namun pada sebagian orang akan
berpikir bahwa kopi itu adalah
minuman yang kurang sehat. Ya, kopi
memang tidak baik untuk kesehatan
jika diminum secara berlebihan dalam
jangka waktu panjang. Namun, jika
dikonsumsi dalam jumlah sedang,
tidak lebih dari empat cangkir sehari,
kopi sebenarnya minuman yang aman
yang bahkan mungkin menawarkan
beberapa manfaat kesehatan.
Sebelum membahas tentang
manfaat dan bahaya atau dampak kopi
bagi kesehatan tubuh, alangkah
baiknya mebahas tentang kandungan
unsur kimia yang ada pada biji
kopi diantaranya :
a. Kafein
b. Trigoneline
c. Protein dan Asam Amino
d. Karbohidrat
e. Asam Alifatik ( asam
karboksilat )
f. Asam Klorogenat
g. Lemak dan Turunannya
h. Glikosida
i. Mineral
j. Komponen Volatil
Setelah mengetahui
kandungan yang ada pada biji
kopi ini , berikut adalah efek
positif atau manfaat dan juga dampak
negatif atau bahaya sebagai hasil dari
konsumsi kopi. Diawali dari beberapa
efek positifnya adalah :
1. Menghindari stres dan putus asa
Sesuai penelitian, dilaporkan
bahwa mengkonsumsi tak lebih dari
2 cangkir kopi dalam satu hari
memberikan efek kesegaran, oleh
karenanya rasa jengkel dan juga
benci sirna karenanya. Di samping
itu, aroma kopi dipercaya memiliki
peranan dalam mengurangi stress
sebab memicu aktivitas gen untuk
melindungi sel-sel saraf.
2. Menurunkan risiko alzheimer dan
Parkinson
Beberapa studi memaparkan
bahwa mengkonsumsi kopi dapat
membantu berkonsentrasi, sehingga
secara otomatis penyakit
neurodegenerative juga tidak akan
mudah menjangkiti. Dari segi
kesehatan, hal itu memberikan efek
bagus pula dalam mencegah
datangnya penyakit Alzheimer dan
parkinson. Alzheimer merupakan
jenis penyakit penurunan fungsi saraf
otak yang kompleks dan progresif,
yaitu keadaan daya ingat seseorang
yang merosot yang kadangkala para
pengidapnya tlupa mengurus diri
sendiri. Sedangkan parkinson adalah
penyakit degeneratif syaraf bernama
latin paralysis agitans, yang pertama
ditemukan tahun 1817 oleh Dr.
James Parkinson
3. Menjaga kesehatan hati (liver)
Selain diyakini mampu mencegah
penyakit kanker, mengonsumsi kopi
secara teratur juga mampu
meningkatkan kesehatan hati, bai
mencegah gagal hati ataupun
mencegah sirosis hati.
4. Meredakan sakit kepala
Kandungan kafein yang ada
dalam kopi mampu membantu
menghilangkan rasa sakit pada
kepala karena memiliki kemampuan
yang tak jauh beda dengan aspirin,
midol, ataupun excedrin. Oleh
karenanya taki sedikit obat sakit
kepala juga menyertakan keberadaan
kafein di dalamnya.
5. Menangkal kanker kulit
Sebagaimana yang telah disebut
dalam mencegah penyakit hati, kopi
yang mengandung kafein juga
mampu menurukan orang terkena
resiko kanker kulit.
6. Mampu melawan depresi
Para ahli ada yang menemukan
bahwa melawan sekaligus mengobati
depresi salah satunya bisa dengan
cara meminum kopi, hal ini
dikarenakan kandungan kopi dapat
membantu menimbulkan rasa ceria
dan semangat juga terpacu darinyal.
5
7. Menurunkan risiko diabetes
Kandungan kromium dan
magnesium yang terdapa dalam kopi
memberikan manfaat istimewa, yaitu
untuk membantu menekan resiko
diabetes, hanya saja hal yang tetap
wajib diperhatikan di sini adalah
jumlah penggunaan gula pada
seduhan kopinya.
8. Membantu menurunkan berat badan
Mungkin hal ini serupa dengan
langkah menempuh diet, pasalnya
mengonsumsi kopi ternyata juga bisa
membantu kita dalam menekan nafsu
makan. Ketika nafsu makan ditekan,
secara tidak langsung berat badan
kita juga tak akan terpicu naik akibat
dari makanan. Namun pertimbangkan
lebih lanjut dalam mengambil
langkah ini, sebab ketika sudah
berlarut-larut bukan tidak mungkin
efek negatif berwujud sakit mag akan
timbul.
9. Anti oksidan
Kafein yang terkandung dalam
kopi berfungsi efektif sebagai
“antioksidan” yaitu substansi yang
diperlukan tubuh untuk menetralisir
dan mencegah kerusakan yang
ditimbulkan oleh radikal bebas
terhadap sel normal, protein, dan
lemak.
Setelah kita mengetahui efek
positif dari mengonsumsi kopi,
sekarang kita bahas efek negatif apa
saja yang ditimbulkan dari
mengkonsumsi kopi diantaranya
yaitu :
1. Peningkatan Asam Lambung
Walaupun kopi memiliki
banyak manfaat, kopi dikenal
dapat meningkatkan
kegelisahan.Dosis konsumsi
yang terlalu banyak tidak bisa
diterima semua orang.Selain
itu, tingkat keasaman kopi
yang tinggi dapat merangsang
pengeluaran asam lambung
berlebih.
2. Peningkatan Detak jantung
Kafein sebagai kandungan
utama kopi bersifat stimulan
yang mencandu.Kafein
mempengaruhi sistem
7
kardiovaskuler seperti
peningkatan detak jantung
dan tekanan darah.Dampak
negatif itu muncul bila Anda
mengkonsumsinya secara
berlebihan.Bagi kebanyakan
orang, minum dua sampai
tiga cangkir kopi tidak
memberikan dampak negatif.
Meminum kopi dengan
frekuensi lebih dari itu bisa
menimbulkan jantung
berdebar-debar, sulit tidur,
kepala pusing dan gangguan
lainnya. Oleh karena itu, bagi
mereka yang mengkonsumsi
kopi agar tidak mengantuk-
misalnya karena kekurangan
tidur disarankan agar
konsumsinya disebar
sepanjang hari.
3. Gangguan pencernaan
Sesuatu yang berlebih
tentu menimbulkan efek tidak
baik, termasuk di dalamnya
adalah mengonsumsi kopi,
karena jika tak dikontrol
8
senyawa yang terkandung di
dalam kopi bisa merusak
lapisan lambung dan memicu
berbagai gangguan
pencernaan. Selain itu kafein
pada kopi juga meningkatkan
kandungan asam sehingga
bukan tidak mungkin diare
ataupun sembelit akan
muncul akibat
mengkonsumsinya.
4. Melemahkan daya tahan
tubuh
Kandungan kafein dalam
kopi memiliki sifat menyerap
vitamin, mineral, serta cairan
dalam tubuh.Hal ini dapat
memicu daya tahan
tubuh kita menjadi
lemah.Oleh sebab itu
biasakan minum air putih
setelah kita mengkonsumsi
kopi.
5. Gelisah
Terlalu sering
mengkonsumsi kopi justru
akan membuat kita jadi
gelisah, jantung berdebar-
debar, serta tangan gemetar.
Bahkan terjadi mual dan
muntah-muntah.
6. Hipertensi
Senyawa dalam kopi
dapat memicu tekanan
darah meningkat.Hal ini bisa
memicu hipertensi
atau lebih dikenal tekanan
darah tinggi.Kopi adalah
makanan penyebab darah
tinggi cepat naik yang sangat
mematikan untuk penderita
hipertensi.
7. Kemandulan
Mengkonsumsi kopi
secara berlebih dan atau
dibarengi minum alkohol
dapat mempengaruhi
kesuburan wanita.Dah hal ini
bisa memicu
kemandulan.
8. Risiko Kanker kandung
kemih dan ovarium
Menurut Physicians
Commitee For Responsible
Medicine dalam Healthy
Eating for Life to Prevent and
Treat Cancer mengungkapkan
bahwa kopi dapat
mempengaruhi DNA dan juga
meningkatkan resiko terkena
kanker kandung kemih dan
ovarium.
9. Osteoporosis
Dapat meningkatkan
resiko tulang keropos
(osteoporosis) terutama bagi
wanita yang telah menginjak
masa menopause.
10. Merusak Gigi
Kopi dapat
memicu gangguan
pada gigi, yaitu gigi
berlubang dan menyebabkan
gigi kuning, serta
memicu timbulnya
karang gigi.
11. Tubuh berkeringat
Kafein juga dapat
memicu tubuh cepat
berkeringat dan perut terasa
panas akibat keluarnya asam
gastrat dari tubuh kita.
12. Pembesaran pembuluh darah
Minum kopi juga
berdampak pada pembesaran
pembuluh darah atau lebih
dikenal dengan vasolidasi.
13. Terkena Diabetes
Penelitian yang dilalukan
oleh American Diabates
Association membuktikan
bahwa kafein mampu
merusak metabolisme glukosa
pada penderita diabetes tipe
2. Jadi, bagi Anda yang sudah
terkena penyakit diabetes tipe
2 sebaiknya hindari
mengonsumsi kafein jika
tidak ingin memiliki kadar
gula darah yang tinggi.
14. Insomia
Bisa dipastikan hampir
semua orang mengetahui atau
bahkan mengalami hal ini.
Kafein yang terkandung
12
dalam kopi bisa
menyebabkan gangguan tidur,
seperti insomnia. Namun,
bagi kaum millenials, tak
sedikit dari mereka yang
bukannya menghindari
masalah ini , tapi justru
malah dimanfaatkan untuk
produktivitas kerja mereka.
15. Pencernaan terganggu
Ternyata kafein yang
terkandung dalam kopi juga
dapat mempengaruhi
pencernaan. Terlalu sering
minum kopi bisa
menyebabkan sakit perut,
apalagi kalau perut masih
dalam keadaan kosong.
Jadi intinya dalam
pembahasan diatas adalah meminum
kopi itu sendiri mempunyai manfaat
yang baik untuk tubuh kita apabila
dikonsumsi sesuai dengan dosis yang
pas dan tidak berlebihan. Namun jika
anda terbiasa mengkonsumsi kopi
secara berlebihan akan ada banyak
bahaya yang dituimbulkan. Sebaiknya
mulai mengurangi dan
mempertimbangkan dosis asupan
kafein yang dianjurkan yaitu 200-300
mg per hari. Jika memang ingin tetap
sehat, hindari asupan kafein yang
terlalu banyak.karena sesuatu yang
berlebihan itu memang tidak baik
untuk tubuh.
Pengaruh : Daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk
watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang.
Minuman : Sesuatu yang diminum
Kopi : Tumbuhan yang banyak ditanam di Asia – Afrika, buahnya digoreng dan ditunbuk halus
– halus dijadikan bahan pencampur minuman, Coffea
Kesehatan : Keadaan (hal) sehat ; kebaikan keadaan (badan dsb)
Di era globalisasi ini, kebanyakan orang sibuk dengan urusan mereka masing-masing, baik
urusan pribadi maupun urusan pekerjaan, jika telah menyangkut urusan pekerjaan kebanyakan dari
mereka tidak menghiraukan waktu, apalagi dengan tugas-tugas atau pekerjaan yang belum
terselesaikan, mereka akan rela tidak tidur sehingga waktu istirahat mereka terganggu dan yang
sering dilakukan yaitu membawa makanan ringan dan minuman sebagai teman dalam
menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai itu.
Minuman kopi yaitu salah satu yang banyak diminati selain menghangatkan badan, kopi juga
sebagai penghilang rasa kantuk dan agar lebih giat beraktivitas.
Kebanyakan dari mereka memang sudah mengetahui kopi dapat dijadikan sebagai penghilang
rasa kantuk dan membuat tubuh selalu siaga, namun mereka tidak mengetahui bahaya kopi terhadap
kesehatan bila dikonsunsi secara terus menerus dan tidak teratur.
Hal inilah yang membuat penulis tergerak untuk meneliti bahaya kopi ini terhadap
kesehatan.ini didasari fakta yang ada bahwa tidak semua orang mengetahui bahaya kopi terhadap
kesehatan bila dikonsumsi secara terus menerus.
Diduga adanya pengaruh kopi bila dikonsumsi secara terus menerus terhadap kesehatan !
Tumbuhan kopi ditemukan oleh seorang Sufi Ali Bin Omar dari Yaman. Ia merebus kopi
sebagai obat penyakit kulit dan obat-obatan lainnya. Sehingga pada waktu itu kopi mendapat tempat
terhormat di kalangan warga negeri itu. Dari khasiat kopi ini akhirnya membawa
kemakmuran bagi pemilik-pemilik kebun kopi, pengusaha kedai kopi, pedagang kopi, eksportir kopi,
dan pemerintah di berbagai belahan dunia tanaman minuman beraroma khas itu ditanam.
Secangkir kopi bagi penggemarnya yaitu sebuah awal dari segalanya. Bukan berlebihan atau
mengada-ada, tapi memang faktanya demikian. Dalam sehari mungkin penggemar kopi bisa
menghabiskan bergelas-gelas kopi, pagi, siang, sore, dan malam hari.
Kurang nikmat atau bahkan kurang afdol rasanya sebelum meneguk secangkir kopi sebelum
memulai aktivitas kita. Sebagai penggemar kopi, kita sering sekali mendengar banyak orang
membicarakan tentang efek negatif dari mengkonsumsi kafein
Kafein (C8H10N4O2), pertama kali diekstrasi dari kopi pada tahun 1821, yaitu alkaloid,
merupakan senyawa trimethylxanthine, bekerja mirip amphetamines dengan efek sedang yang
menurut Linder, penulis buku Nutritional Biochemistry and Metabolism, berperan melalui
penghambatan fosdodistere, menyebabkan peningkatan level cyclic-nucleotida, yang selanjutnya
memengaruhi sistem saraf pusat. Dalam dosis berlebihan (antara 250-750 mg atau 2-7 cangkir kopi)
dapat menimbulkan kegelisahan, mual, sakit kepala, otot tegang, gangguan tidur, dan palpitasi jantung
(jantung berdebar), terkadang juga anoreksia. Sementara jika dosisnya lebih tinggi lagi (di atas 750
mg), akan muncul berbagai gangguan emosi dan indra, utamanya pendengaran dan penglihatan
Namun, sisi negatif kafein tak hanya bakal terasa sesegera itu saja. Serangkaian penelitian telah
mengintip efek jangka panjangnya. Dalam Reader’s Digest edisi Desember 1994, yang mengutip
laporan penelitian yang dibiayai The US National Institute of Child Health and Human Development
and The US National Institute on Drug Abuse, memberitakan bahwa wanita yang mengonsumsi 300
mg kafein setiap harinya memiliki kesempatan 27 persen lebih rendah untuk hamil dibandingkan
mereka yang terbebas darinya. Meski mekanismenya belum diketahui pasti, sebuah hipotesis
mengatakan, kemungkinan substansi ini dapat menurunkan level hormon, semisal estrogen hingga
memengaruhi ovulasi. Selain kopi, bahan lain yang memilikinya dapat dilihat pada tabel.
Kandungan Kafein dalam Beberapa Minuman
Minuman Kandungan Kafein
(dalam setiap cangkir/sajian)
• Kopi kental • 125-150 mg
• Teh tubruk • 80-125 mg
• Teh (dalam sajian biasa) • 50-80 mg
• Teh (sajian encer) • 20-50 mg
• Kopi instant • 35-75 mg
• Kopi dekafein • 3 mg
• Cola, diet atau reguler • 30-46 mg/354 ml
• Cokelat kue • 25-35 mg/28,3 gr
• Gula-gula susu coklat • 6 mg/28,3 gr
• Cocoa (minuman cokelat) • 5/177 ml
Situasi lainnya diungkap oleh Physicians Medicine dalam Healhty Eating for Life to Prevent and
treat Cancer. Walau kaitan antara kopi dan risiko terkena kanker belum jelas, beberapa studi
memperkirakan kemungkinan kopi memengaruhi DNA dan meningkatkan risiko terkena kanker
kandung kemih dan ovarian. Selain itu, minum kopi yang sangat panas dapat memberi efek kerusakan
pada sel dalam mulut dan kerongkongan, yang jika dilakukan berulang kali dapat mencetuskan
kanker pada bagian ini .
Demikian halnya laporan para peneliti dari Harvard School of Public Helath, sebagaimana
dicatat Balch dan Stengler dalam Presciption for Natural Cures. Walau menyisakan tanda tanya ihwal
kejadiannya, mereka menemukan, wanita yang mengonsumsi 5-7 gr kafein per bulan (setara dengan
dua cangkir kopi per hari) memiliki kemungkinan dua kali lipat terkena endometriosis daripada yang
tidak mengonsumsi kafein.
Begitu pun dalam hal kepiawaian kafein “menendang” kalsium melalui urine, yang selanjutnya
memerosotkan kekuatan tulang, menjadikannya gampang patah. Studi Harvard mendapati, pada
wanita pascamenopause yang mengonsumsi banyak kafein (lebih dari enam cangkir kopi per hari),
risiko menderita patah tunggal pinggul tiga kali lebih tinggi daripada yang tidak.
Sebuah penelitian ilimiah yang di lakukan para pakar di Amerika Serikat menyebutkan bahwa
kopi kemungkinan besar memberikan efek positif bagi kesehatan lebih besar dari pada
mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran.
Para ilmuwan menghitung jumlah kandungan anti-oksidan (zat anti unsur radikal bebas) pada
lebih dari 100 jenis makanan termasuk sayur-sayuran, buah-buahan, kacang, aneka bumbu, minyak
dan minuman. Hasil penemuan ini kemudian dikombinasi dengan data yang ada di Departemen
Pertanian AS dan sumbangan dari setiap jenis bagi pola makan rata-rata di Amerika.
Kopi terbukti merupakan sumber anti-oksidan terbesar dari setiap kali dan tingkat konsumsi
yang kemudian diikuti teh hitam, pisang, kacang-kacangan kering, dan jagung.
"Orang Amerika memperoleh sumber anti-oksidan dari konsumsi kopi dibandingkan dari jenis
makanan atau minuman lainnya dan sejauh ini tak ada jenis makanan atau minuman yang menyamai
kopi," kata kepala tim peneliti Professor Joe Vison dari Scranton University di Pensylvania. Baik kopi
berkafein atau bebas kafein keduanya memberikan sumbangan anti-oksidan sama tingkatnya. Badan
pengamat pasar Mintel mencatat perilaku minum kopi di Inggris yang menyebutkan tingkat konsumsi
kopi lebih rendah dibanding di Amerika Serikat, tercatat hanya 47 persen orang Inggris yang secara
teratur meminum kopi instan atau kopi bubuk.
nti-oksidan membantu tubuh membuang zat-zat radikal berbahaya bagi tubuh, molekul
perusak yang merusak sel-sel serta DNA (cetak biru dari sel terkecil mahluk hidup). Zat anti unsur
radikal bebas ini berkaitan dengan sejumlah keuntungan dan manfaat bagi kesehatan termasuk
melindungi seseorang dari terkena penyakit kanker atau jantung.
Hasil penelitian ini memperlihatkan kopi dapat mengurangi risiko terkena kanker hati
dan usus, diabetes type II serta terkena penyakit Parkinson. Namun Vinson menyarankan agar
konsumsi kopi tetap pada tingkat sedang yaitu satu atau dua cangkir setiap harinya.
B erikut ini beberapa manfaat yang bisa dinikmati para penggemar kopi :
• Kafein yang terkandung didalam kopi yaitu zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat
menstimulasi otak dan sistem saraf. Kafein tergolong jenis alkaloid yang juga dikenal sebagai
trimetilsantin. Selain pada kopi, kafein juga banyak ditemukan dalam minuman teh, cola,
coklat, minuman berenergi (energy drink), cokelat, maupun obat-obatan.
• Kafein membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat. Cobalah mengkonsumsi kopi 15
menit atau 30 menit sebelum Anda melakukan wawancara pekerjaan atau memberikan
presentasi pada atasan. Hasilnya mungkin akan cukup lumayan, karena kafein yang terdapat
pada kopi atau teh terbukti mampu memberikan ’sinyal’ pada otak untuk lebih cepat merespon
dan dengan tangkas mengolah memori pada otak.
• Kafein mencegah gigi berlubang. Cobalah untuk meminum secangkir kopi hangat sesaat
setelah Anda mengkonsumsi cookies, cake coklat yang lezat, permen rasa buah atau sepotong
roti manis. Joe Vinson, PhD. dari University of Scranton menjelaskan bahwa kafein yang
terdapat dalam minuman ini ternyata sangat tangguh memberantas bakteri penyebab gigi
berlubang.
• Kafein mengurangi derita sakit kepala. Penelitian menemukan kafein yang terdapat dalam
kopi atau teh (dalam jumlah tertentu) sanggup menolong mengobati sakit kepala. Menurut
Seimur Diamond, M.D., dari Chicago’s Diamond Headache Clinic. Penderita migrain dalam
kategori ringan dapat disembuhkan dengan secangkir kopi pekat atau secangkir black tea. Jadi,
sebelum mengkonsumsi obat cobalah dulu sembuhkan sakit kepala Anda dengan minuman
berkafein.
• Kafein bisa melegakan napas penderita asma dengan cara melebarkan saluran bronkial yang
menghubungkan kerongkongan dengan paru.
• Kafein dapat membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, di
perkirakan karena kafein membuat “bahan bakar” yang dipakai otot lebih lama.
• Kafein bisa meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik.
• Perempuan yang minum dua cangkir kopi atau lebih per hari dapat mengurangi risiko
terkena pengeroposan tulang (osteoporosis).
• Kopi dapat meningkatkan penampilan mental dan memori karena kopi dapat merangsang
banyak daerah dalam otak yang dapat mengatur tetap terjaga, rangsangan, mood dan
konsentrasi. Penelitian di Universitas Arizona ditemukan bahwa orang dewasa yang minum
kopi sebelum test memori menunjukkan perkembangan yang signifikan dibanding mereka
yang minum kopi tanpa kafein.
• Kafein dapat menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel
DNA.
• Kafein juga melindungi jantung dan kanker.
• Untuk mengurangi risiko pengidapan diabetes mulailah meminum kopi. Seseorang yang
minum kopi lebih dari enam cangkir sehari berisiko rendah terserang diabetes dibanding
dengan orang yang tidak minum kopi sama sekali. Demikian simpulan sebuah riset skala besar
yang dilakukan pada 80 ribu orang selama 18 tahun di AS.
• Parkinson jarang ditemukan pada orang yang minum kopi secara teratur. Sebuah riset
menyimpulkan penyakit ini justru ditemukan pada pria yang tidak minum kopi tiga kali lebih
banyak daripada pria penikmat kopi.
Baik bagi pecandu narkoba
Menurut analisis kedokteran, dalam kopi terdapat sejenis senyawa kimia xantin. Derivat
senyawa ini meliputi kafein, teofilin, dan teobromin. Namun, kopi hanya mengandung kafein.
Sedangkan teofilin terdapat dalam teh, sementara teobromin dalam coklat.
Kafein ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak), sistem
pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab itu tidak heran setiap minum kopi
dalam jumlah wajar (1 - 3 cangkir), tubuh kita terasa segar, bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak
mudah lelah atau pun mengantuk. Dampak positif ini menyebabkan orang sulit terlepas dari
kebiasaan minum kopi.
Kafein acap kali juga dijadikan salah satu bahan pelengkap pada obat sakit kepala. Pasalnya,
kafein memiliki kemampuan mempersempit pembuluh darah ke otak (vasokonstriksi) sehingga
pelebaran pembuluh darah di daerah otak yang merupakan penyebab sakit kepala bisa ditanggulangi.
Bahkan, senyawa xantin dalam dosis rendah mampu merangsang susunan saraf yang sedang depresi,
misalnya akibat penyalahgunaan narkoba atau kecanduan alkohol. Sehingga muncul pendapat bahwa
kafein dapat memperbaiki fungsi mental penderita yang keracunan alkohol.
Lebih jauh, kafein ternyata dapat menetralisasi asam lemak dalam darah.
Kopi Tak Selalu Buruk Untuk Kesehatan
Kopi biasanya tidak dianjurkan sebagai konsumsi yang menyehatkan, tetapi baru-baru ini
sejumlah penelitian membuktikan bahwa kopi dapat berperan sebagai minuman yang menyehatkan.
Para peneliti telah menemukan sejumlah bukti kuat bahwa kopi dapat mereduksi beberapa resiko
penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung, dan sirosis hati.
Kopi mengandung antioksidan yang membantu mengendalikan kerusakan sel yang berperan
dalam perkembangan suatu penyakit. Kopi juga merupakan sumber asam klorogenik, yang
diperlihatkan pada percobaan hewan yang menurunkan kadar gula.
Kafein, mungkin komponen kopi yang paling terkenal, yang memiliki peranan kecil, menurut
studi memperlihatkan kopi yang terdekafeinasi sendiri ditemukan efek mengurangi resiko diatas.
Sejumlah besar kopi terutama membantu dalam pencegahan diabetes. Di dalam laporan data statistik
dari berbagai penelitian, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi 6 cangkir
kopi per hari memiliki 28 persen mengurangi resiko diabetes dibandingkan orang-orang yang
mengkonsumsi dua cangkir atau kurang. Pada orang-orang yang mengkonsumsi lebih dari 6 cangkir
memiliki pengurangan resiko sebesar 35%.
Seperti halnya pada komponen anti-inflamasi yang dapat menjelaskan mengapa kopi terlihat
menurunkan resiko penyakit sirosis terkait-alkohol dan kanker hati. Efek ini diobservasi pada 1992.
Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan oleh The Archives of Internal Medicine, yang telah
dibenarkan penemuannya.
Kafein dapat meningkatkan tekanan darah dan secara perlahan meningkatkan kadar asam
amino homosistein, memungkinkan meningkatkan faktor resiko terhadap penyakit jantung.
Oleh sebab itu, efek positif kopi didapatkan pada orang-orang yang memang menikmati kopi
dan mereka tidak terlalu takut akan efek negatif kopi terhadap kesehatan.
B. Dampak Negatif Kopi
Mengganggu kesuburan
Minum kopi terlalu banyak bisa pula mengurangi kesuburan wanita, apalagi kalau
dikombinasikan dengan alkohol. Bagi wanita usia menopause, minum kopi dalam jumlah banyak bisa
menambah risiko kekeroposan tulang (osteoporosis).
Kebiasaan minum kopi acap kali memunculkan efek "kecanduan" baik secara psikologis
maupun fisiologis. Ciri umum ketergantungan kopi antara lain:
1. Rasa letih atau lelah,
2. Tak bersemangat
3. Mengantuk kalau sehari saja tidak minum kopi.
Yang wajar yaitu mengonsumsi kopi sebanyak 85 - 200 mg atau 1 - 3 cangkir kopi. Namun,
minum kopi di atas 250 mg sekaligus dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti:
1. Jantung berdebar
2. Gelisah
3. Insomnia (sulit tidur)
4. Gugup, tremor (tangan bergetar)
5. Mual sampai muntah-muntah.
o Minum kopi juga berbahaya bagi penderita hipertensi (tekanan darah tinggi)
Karena senyawa kafein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu, kopi juga
bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran
kalau tak lama sehabis mengkonsumsi kopi kandung kencing cepat penuh.
Pada dosis sedang, kafein menaikkan produksi asam lambung yang berlangsung lama, sehingga
dapat memperbesar risiko penyakit lambung, tukak lambung, atau tukak usus halus. Jadi para
penderita kelemahan lambung hendaknya menghindari konsumsi kopi.
Penyakit jantung dan arteriosklerosis
Masalah dampak kopi kasar atau tidak disaring (unfiltered) ini dipelajari oleh sejumlah peneliti
di Belanda. Mereka mengamati tingginya kadar homosistein dalam darah pecandu kopi. Homosistein
merupakan substansi yang terbentuk dari metionin, yakni suatu asam amino esensial yang terbentuk
pada saat tubuh mengeluarkan protein. Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan
risiko penyakit jantung.
Meskipun belum jelas bagaimana persisnya asam amino esensial mengganggu jantung, sudah
terbukti bahwa zat ini sering kali menyebabkan timbulnya luka di berbagai lapisan dalam
pembuluh darah arteri dan selanjutnya menjadi tempat menumpuknya asam lemak dan kalsium.
Timbunan ini bisa mengakibatkan pengerasan dinding pembuluh darah arteri (arteriosklerosis).
Menurut Beberapa Ahli
Menurut Dr. Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein dibutuhkan tubuh untuk berbagai reaksi
biokimia, terutama dalam proses perubahan metionin menjadi sistationin dan berperan dalam
membentuk propionil-koA (substansi yang beperan dalam metabolisme lemak dan karbohidrat),
asalkan kadarnya tidak tinggi. Kadar normalnya, 7 - 22 ug mol/L.
Seorang peneliti Belanda menambahkan, dua minggu setelah setiap hari minum enam cangkir
kopi, konsentrasi homosistein seseorang naik 10% dari angka normal. Begitu juga kadar kolesterol
dan trigliserida. Namun, kenaikan ini tidak permanen. Bila kopi dihentikan dan keadaan tubuh sehat,
kelebihan homosistein dapat secara alami normal kembali. Selain dengan mengurangi kafein,
kenaikan kadar homosistein dapat pula dicegah dengan mengurangi konsumsi protein hewani yang
banyak mengandung metionin.
Bila dalam sehari minum 1,360 g kopi kasar (sekitar 6 - 7 cangkir), diperkirakan risiko untuk terkena
serangan jantung atau stroke naik 10%. Selain itu kadar vitamin B6 bisa berkurang sampai 21%.
Secangkir kopi bagi penggemarnya yaitu sebuah awal dari segalanya. Bukan berlebihan atau
mengada-ada, tapi memang faktanya demikian. Dalam sehari mungkin penggemar kopi bisa
menghabiskan bergelas-gelas kopi, pagi, siang, sore, dan malam hari.
Sering sekali mendengar banyak orang membicarakan tentang efek negatif dari mengkonsumsi
kafein, sisi negatif kafein tak hanya bakal terasa sesegera itu saja. Serangkaian penelitian telah
mengintip efek jangka panjangnya.
Kafein (C8H10N4O2), pertama kali diekstrasi dari kopi pada tahun 1821, yaitu alkaloid,
merupakan senyawa trimethylxanthine, bekerja mirip amphetamines dengan efek sedang yang
menurut Linder, penulis buku Nutritional Biochemistry and Metabolism, berperan melalui
penghambatan fosdodistere, menyebabkan peningkatan level cyclic-nucleotida, yang selanjutnya
memengaruhi sistem saraf pusat. Dalam dosis berlebihan (antara 250-750 mg atau 2-7 cangkir kopi)
dapat menimbulkan kegelisahan, mual, sakit kepala, otot tegang, gangguan tidur, dan palpitasi jantung
(jantung berdebar), terkadang juga anoreksia. Sementara jika dosisnya lebih tinggi lagi (di atas 750
mg), akan muncul berbagai gangguan emosi dan indra, utamanya pendengaran dan penglihatan
atas dasar itu alangkah baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi mereka yang berisiko tinggi
penyakit jantung. Kalau pun harus minum kopi, untuk kita sebaiknya hanya 1 - 3 cangkir sehari
(standar untuk orang Eropa 3 - 5 cangkir). Itu pun tidak pada saat menjelang tidur. Kopi bisa
digantikan segelas air jeruk, sayuran hijau, disertai konsumsi vitamin B6 dan B12. Jenis-jenis
makanan dan minuman ini tidak mengandung seng dan kafein tapi tinggi mineral, vitamin
serta asam folat.