Gagal ginjal

 





Di negara maju, penyakit kronik tidak menular (cronic non-communicable diseases) 

terutama penyakit kardiovaskuler, hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal kronik, sudah 

menggantikan penyakit menular (communicable diseases) sebagai masalah kesehatan masyarakat 

utama. 

Ginjal merupakan organ penting yang berfungsi sebagai filtrat untuk menjaga komposisi 

darah dari limbah, mengendalikan keseimbangan cairan dalam tubuh, menjaga keseimbangan 

elektrolit tetap stabil, memproduksi hormon dan enzim yang membantu dalam mengendalikan 

tekanan darah, membuat sel darah merah serta mempertahankan PH normal dalam tubuh. 

Apabila ginjal tidak berfungsi secara normal maka akan memicu  penyakit gagal ginjal. 

Ada dua jenis gagal ginjal yaitu akut dan kronis. Gagal Ginjal Akut (GGA) memiliki 

onset mendadak, dan berpotensi reversibel dan biasanya disebabkan oleh peristiwa yang 

mengarah pada kerusakan ginjal seperti dehidrasi, kehilangan banyak darah ketika operasi besar, 

cedera, dan penggunaan obat-obatan yang tidak sesuai dosis. sedang  gagal ginjal kronis 

(GGK) berlangsung secara perlahan setidaknya tiga bulan dan memicu  gagal ginjal 

permamen biasanya disebabkan oleh penyakit jangka panjang seperti hipertensi dan diabetes. 

Gagal ginjal kronik menjadi masalah besar dunia sebab  sulit disembuhkan.  

Gagal ginjal kronik menjadi masalah besar dunia sebab  sulit disembuhkan.Gagal Ginjal 

Kronik tersebut memicu  gangguan fungsi ginjal yang progresif dan tidak dapat pulih 

kembali, dimana tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal memelihara 

keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga pasien akan tetap menderita penyakit tersebut, tidak 

bisa disembuhkan dan memerlukan pengobatan 

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan dunia dengan prevalensi dan 

insidensi yang meningkat, dan prognosis yang buruk. Prevalensi PGK meningkat seiring 

meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut dan kejadian penyakit diabetes melitus 

sertahipertensi. Sekitar 1 dari 10 populasi global mengalami PGK pada stadium 

tertentu.Hasilsystematic review danmetaanalysisyang dilakukanoleh Hill et al, 2016, 

mendapatkanprevalensi global PGK sebesar 13,4%. Menurut ESRD Patients (End-Stage Renal 

Disease) padatahun 2011 sebanyak 2,786,000 orang, tahun 2012 sebanyak 3.018.860 orang 

dantahun 2013 sebanyak 3.200.000 orang. Dari data 

tersebutdisimpulkanadanyapeningkatanangkakesakitanpasiengagalginjalkronistiaptahunnyasebes

arsebesar 6 (Fresenius, 2013).Padatahun 2010,hasilGlobal Burden of Disease, PGK 

merupakanpemicu kematianperingkat ke-27 di duniatahun 1990 danmeningkatmenjadiurutan 

ke-18 padatahun 2010. 

Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO, 2004) memperlihatkan yang menderita 

gagal ginjal baik akut maupun kronik mencapai 50% sedang  yang diketahui dan 

mendapatkan pengobatan hanya 25% dan 12,5% yang terobati dengan baik. Prevalensi gagal 

ginjal di negara kita   tercatat mencapai 31,7% dari populasi pada usia 18 tahun keatas (Riskesdas, 

2007). negara kita  termasuk negara dengan tingkat penderita gagal ginjal cukup tinggi.  

Di negara kita  angkakejadiangagalginjalkronisberdasarkan data 

darihasilRisetKesehatanDasar (Riskesdas) padatahun 

2013beberapafaktorrisikopenyakitginjalyaituhipertensi, diabetes 

melitusdanobesitas.Populasiumur ≥ 15 tahun yang terdiagnosisgagalginjalkronissebesar0,2%. 

Angkainilebihrendahdibandingkanprevalensi PGK di negara-negara lain. 

HasilRiskesdas 2013 jugamenunjukkanprevalensimeningkatseiringdenganbertambahnyaumur, 

denganpeningkatantajampadakelompokumur 35-44 tahundibandingkankelompokumur 25-

34tahun.Prevalensipadalaki-laki (0,3%) lebihtinggidariperempuan (0,2%), 

prevalensilebihtinggiterjadipadamasyarakatpedesaan (0,3%), tidakbersekolah (0,4%), 

pekerjaanwiraswasta, petani/nelayan/buruh (0,3%). Provinsidenganprevalensitertinggi di 

negara kita  yaitu  Sulawesi Tengah sebesar 0,5%, diikuti Aceh, Gorontalo, dan Sulawesi Utara 

masing-masing 0,4%. 

Masalahgagalginjalkronik di negara kita  merupakanmasalahkesehatanmasyarakat yang 

serius, khususnyabagi orang yang menderitapenyakit diabetes ataupunhipertensi yang 

tidakterkontrolsebab merupakanprevalensipemicu gagalginjal yang 

cukupbesar.Meskipunhipertensiataupun diabetes 

yaitu penyakitkronisdantidakakansembuhakantetapiuntukmeminimalisirkeadaansemakinparah 

agar tidakterjadigagalginjalmakadiperlukanpencegahanterhadappenyakitgagalginjalkronis. 

Berdasarkanuraiandiatasmakakitasebagaipetugaskesehatankhususnyaperawatsebaiknyamel

akukanpendidikankesehatankepada orang yang 

beresikoterhadappenyakitgagalginjalkronisuntukmemberikanpenjelasanmengenaipencegahangag

alginjalkronissedinimungkin. 

 

SATUAN ACARA PENYULUHAN 

 

Pokok bahasan : Pencegahan terhadap gagal ginjal 

Sub pokok bahasan : 1. Pengertian penyakit gagal ginjal  

2. pemicu  penyakit gagal ginjal  

3. Faktor resiko penyakit gagal ginjal  

4. Gejala penyakit gagal ginjal  

5. Komplikasi penyakit gagal ginjal  

6. Pencegahan penyakit gagal ginjal  

Sasaran : Penderita penyakit hipertensi di Kecamatan Karang Tengah 

Hari/Tanggal : Senin, 20 September 2017 

Alokasi waktu : 60 menit 

Tempat : Puskesmas Kecamatan Karang Tengah  

 

1. Tujuan Instruksional Umum (TIU) 

Setelah diberikannya penyuluhan diharapkan penderita penyakit 

hipertensi yang berobat di Puskesmas Kecamatan Karang Tengah mengetahui 

tentang penyakit gagal ginjal serta cara penanganan dan pencegahannya. 

2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK) 

Setelah diberikannya penyuluhan diharapkan peserta dapat: 

a. Menjelaskan pengertian penyakit gagal ginjal 

b. Menjelaskan pemicu  penyakit gagal ginjal  

c. Menjelaskan faktor resiko penyakit gagal ginjal  

d. Menjelaskan gejala penyakit gagal ginjal  

e. Menjelaskan komplikasi penyakit gagal ginjal  

f. Menjelaskan pencegahan penyakit gagal ginjal 

3. Materi 

(terlampir) 

 

 

4. Strategi Pelaksanaan 

1. Persiapan 

a. Survey karakter dan lokasi sasaran. 

b. Koordinasi dengan pihak penyedia tempat. 

c. Menyiapkan sarana dan prasarana penunjang penyuluhan. 

2. Pelaksanaan 

No Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Waktu 

1 Tahap Pembukaan 

1.1 Moderator membuka 

acara dan memberi salam. 

1.2 Perkenalan. 

Menjawab salam dan 

mendengarkan. 

Mendengar dan 

memperhatikan. 

5 menit 

2 Tahap Apersepsi 

2.1 Menanyakan 

pengetahuan peserta 

tentang penyakit gagal 

ginjal kronis 

Memperhatikan dan 

menjawab pertanyaan. 

5 menit 

3 Tahap Informasi 

3.1 Memberikan 

informasi tentang topik 

yang akan disampaikan. 

3.2 Menjelaskan tujuan 

penyuluhan. 

3.3 Melakukan kontrak  

Mendengar dan 

memperhatikan. 

 

 

Mendengar dan 

memperhatikan. 

5 menit 

4 Tahap Penyuluhan  35 

menit 

 

4.1 Menjelaskan materi 

penyuluhan : 

a. Pengertian penyakit 

gagal ginjal  

b. pemicu  penyakit 

gagal ginjal  

c. Faktor resiko penyakit 

gagal ginjal  

d. Gejala penyakit gagal 

ginjal  

e. Komplikasi penyakit 

gagal ginjal  

f. Pencegahan penyakit 

gagal ginjal 

4.2 Memberikan 

kesempatan bertanya. 

Mendengar dan 

memperhatikan. 

 

 

Bertanya, mendengar dan 

memperhatikan. 

5 Tahap Penutup 

5.1 Penyaji mengajukan 

beberapa pertanyaan 

secara lisan untuk 

mengevaluasi tingkat 

pemahaman peserta 

tentang materi yang telah 

diberikan. 

5.2 Penyaji 

menyimpulkan materi 

tentang pencegahan 

penyakit gagal ginjal  

Menjawab pertanyaan. 

 

 

 

 

Mendengar dan 

memperhatikan 

 

Mendengar dan menjawab 

10 

menit 

 

5.3 Moderator menutup 

acara dan mengucapkan 

salam. 

salam. 

4 Sarana penunjang 

a. Metode  

Metode yang digunakan dalam penyuluhan ini yaitu  : 

a) Ceramah 

b) Tanya jawab 

b. Media  

a) Satuan Acara Penyuluhan (SAP) 

b) Flipchart 

c) Leaflet 

5 Evaluasi 

1. Struktur  

a. Ruang kondusif untuk kegiatan. 

b. Peralatan memadai dan berfungsi. 

c. Media dan materi tersedia dan memadai. 

2. Proses 

a. Ketepatan waktu pelaksanaan. 

b. Penyuluhan kesehatan tentang pencegahan penyakit gagal ginjal 

kronis 

c. Interaksi selama proses penyuluhan 

3. Hasil 

Peserta penyuluhan dapat memahami apa yang disampaikan dan 

mampu menjawab pertanyaan yang diberikan penyuluh. 

Jenis tes  : pertanyaan secara lisan 

Butir soal : 5 soal 

1. Jelaskan pengertian penyakit gagal ginjal! 

2. Jelaskan penularan penyakit gagal ginjal! 

3. Jelaskan 3 gejala penyakit gagal ginjal! 

 

4. Jelaskan komplikasi penyakit gagal ginjal! 

5. Jelaskan pencegahan penyakit gagal ginjal! 

 

 

 

Materi gagal ginjal  

1. Pengertian gagal ginjal 

Penyakit gagal ginjal yaitu  suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal 

mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali 

dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan 

cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi 

urin. Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin 

buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana 

fungsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis gagal ginjal yaitu 

gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis (Anonim, 2010). 

GGA yaitu  sindrom klinis dimana ginjal tidak lagi mengsekresi produk-

produk limbah metabolisme. Biasanya sebab  hiperfusi ginjal sindrom ini biasa 

berakibat azotemia (uremia), yaitu akumulasi produk limbah nitrogen dalam darah 

dan aliguria dimana haluaran urine kurang dari 400 ml / 24 jam (Tambayong, 

2000). GGA dikenal dengan Acute Renal Fallure (ARF) yaitu  sekumpulan 

gejala yang memicu  disfungsi ginjal secara mendadak 

Gagal ginjal kronis (GGK) merupakan gangguan fungsi ginjal yang progresif 

dan irreversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan 

metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga terjadi uremia. 

). Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan perkembangan 

gagal ginjal yang progresif dan lambat biasanya berlangsung beberapa tahun 

Menurut The Kidney Disease Quality Initiative (NKF-K/DOQI), dikatakan 

gagal ginjal kronik apabila memiliki salah satu kriteria berikut : 

Kerusakan ginjal ≥ 3 bulan, dimana terdapat abnormalitas struktur atau fungsi 

ginjal dengan atau tanpa penurunan GFR, yang dimanifestasikan oleh satu atau 

beberapa gejala berikut: 

   Abnormalitas komposisi darah atau urin 

   kelainan patologi (ada pertanda kerusakan ginjal) 

   Abnormalitas biopsi ginjal  

The Kidney Disease Outcomes Quality Initiative (K/DOQI) menyatakan 

gagal ginjal kronik terjadi apabila berlaku kerusakan jaringan ginjal atau 

menurunnya glomerulus filtration rate (GFR) kurang dari 60 Ml/min/1.73 m2 

2. pemicu  gagal ginjal 

Sampai saat ini para praktisi klinik masih membagi etiologi gagal ginjal akut 

dengan tiga kategori meliputi : 


 

a.    Prarenal 

Kondisi prarenal yaitu  masalah aliran darah akibat hipoperpusi ginjal dan 

turunnya laju filtrasi glomeruls. Gagal ginjal akut Prerenal merupakan kelainan 

fungsional, tanpa adanya kelainan histologik atau morfologik pada nefron. Namun 

bila hipoperfusi ginjal tidak segera diperbaiki, akan memicu  terjadinya 

nekrosis tubulat akut (NTA). Kondisi ini meliputi hal-hal sebagai berikut : 

1)Hipovolemik (perdarahan postpartum, luka bakar, kehilangan cairan dari 

gastrointestinal pankreatitis, pemakaian diuretik yang berlebih). 

2)Fasodilatasi (sepsis atau anafilaksis). 

3)Penurunan curah jantung (disaritmia, infark miokard, gagal jantung, syok 

kardioenik dn emboli paru). 

4)Obstruksi pembuluh darah ginjal bilateral (emboli, trombosis). 

b.    Renal 

Pada tipe ini Gagal Ginjal Akut timbul akibat kerusakan jaringan ginjal. 

Kerusakan dapat terjadi pada glomeruli atau tubuli sehingga faal ginjal langsung 

terganggu. Dapat pula terjadi sebab  hipoperfusi prarenal yang tak teratasi 

sehingga memicu  iskemia, serta nekrosis jaringan ginjal Prosesnya dapat 

berlangsung cepat dan mendadak, atau dapat juga berlangsung perlahan–lahan dan 

akhirnya mencapai stadium uremia. Kelainan di ginjal ini dapat merupakan 

kelanjutan dari hipoperfusi prarenal dan iskemia kemudian memicu  nekrosis 

jaringan ginjal. Beberapa pemicu  kelainan ini adala : 

1)Koagulasi intravaskuler, seperti pada sindrom hemolitik uremik, renjatan sepsis 

dan renjatan hemoragik.   

2)Glomerulopati (akut) seperti glomerulonefritis akut pasca sreptococcus, lupus 

nefritis, penolakan akut atau krisis donor ginjal. 

3)Penyakit neoplastik akut seperti leukemia, limfoma, dan tumor lain yang 

langsung menginfiltrasi ginjal dan memicu  kerusakan. 

4)Nekrosis ginjal akut misal nekrosis tubulus akut akibat renjatan dan iskemia 

lama, nefrotoksin (kloroform, sublimat, insektisida organik), hemoglobinuria dan 

mioglobinuria. 

5)Pielonefritis akut (jarang memicu  gagal ginjal akut) tapi umumnya 

pielonefritis kronik berulang baik sebagai penyakit primer maupun sebagai 

komplikasi kelainan struktural memicu  kehilangan faal ginjal secara 

progresif. 

6)Glomerulonefritis kronik dengan kehilangan fungsi progresif. 

c.    Pascarenal / Postrenal 

GGA pascarenal yaitu  suatu keadaan dimana pembentukan urin cukup, namun 

alirannya dalam saluran kemih terhambat. Etiologi pascarenal terutama obstruksi 

aliran urine pada bagian distal ginjal, ciri unik ginjal pasca renal yaitu  terjadinya 

11 

 

anuria, yang tidak terjadi pada gagal renal atau pre-renal. Kondisi yang umum 

yaitu  sebagai berikut : 

1)Obstruksi muara vesika urinaria: hipertropi prostat< karsinoma 

2)Obstruksi ureter bilateral oleh obstruksi batu saluran kemih, bekuan darah atau 

sumbatan dari tumor 

 pemicu  gagal ginjal kronik cukup banyak tetapi untuk keperluan klinis 

dapat dibagi dalam 3 kelompok : 

1. Idiopatik : tidak diketahui pemicu nya 

2. Kerusakan parenkim ginjal (kerusakan jaringan ginjal yang terdiri dari 

korteks dan medulla) : 

a. Penyakit Ginjal Primer :  

   Glomerulonefritis : kerusakan yang terjadi pada glomerulus 

sehingga bisa memicu  protein atau pun darah dalam urin 

   Pielonefritis : infeksi pada ginjal sebab  adanya bakteri atau 

virus yang menginfeksi urin dan mencapai ginjal dengan 

melalui ureter atau dari aliran darah. Walaupun banyak bakteri 

dan virus yang memicu  pielonefritis, tetapi bakteri paling 

umum yaitu  Escherichia coli. 

   Ginjal polikistik yaitu  kelainan ginjal yang ditandai dengan 

pembentukan kista non kanker yang merusak fungsi ginjal dan 

akhirnya memicu  gagal ginjal total, biasa disingkat PKD 

(Polycystic Kidney Disease). 

   TBC ginjal yaitu  penyakit infeksi di mana ginjal yang 

terkena tuberkulum bacillus (bakteri pemicu  TBC) yang 

biasanya disebabkan penyebaran hematogen baik dari 

tuberkulosis paru maupun tulang. 

b. Penyakit Ginjal Sekunder:  

   Nefritis lupus : peradangan pada ginjal sebab  penyakit SLE 

   Nefropati : kerusakan pada ginjal  

   Poliarteritis nodasa : merupakan suatu penyakit dimana bagian 

dari arteri-arteri berukuran sedang mengalami peradangan dan 

kerusakan, dan memicu  berkurangnya pengaliran darah 

ke organ-organ yang diperdarahinya. Penyakit ini sering 

berakibat fatal jika tidak diobati dengan tepat. 

   Sclerosis sistemik progresif : penyakit pada jaringan ikat yang 

tidak diketahui pemicu nya yang ditandai oleh fibrosis kulit 

dan organ visceral serta kelainan mikrovaskuler. Penyakit ini 

berhubungan dengan adanya antibodi anti nuklear spesifik, 

terutama anti-sentromer dan anti sklero-70 (anti-Scl-70) 


 

   Gout : pengaruh asam urat terhadap peningkatan stress 

oksidatif dan pengaktifan sistem renin-angiotensin, dimana hal 

tersebut akan memicu disfungsi endothel dan vasokontriksi 

pembuluh perifer sehingga dapat terjadi hipertensi. 

   DM : kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pasien 

diabetes bisa memicu kerusakan glomerulus. Kondisi ini jika 

dibiarkan terus bisa memicu  ginjal kehilangan 

kemampuan menyaring darah sehingga terjadi gagal ginjal. 

   Hipertensi : hipertensi yaitu  pemicu  gagal ginjal stadium 

lanjut nomor dua terbanyak setelah diabetes. (peningkatan 

pembuluh darah  tekanan arteri ginjal meningkat  

kerusakan nefron  suplai darah ke ginjal turun  GFR turun 

 aliran darah berhenti membuang limah dan cairan esktra 

dari tubuh  gagal ginjal. 

c. Penyakit ginjal obstruktif  

   Pembesaran prostat : akan memberikan tekanan yang akan 

melemahkan kemampuan kandung kemih sehingga kandung 

kemih akan kesulitan mengosongkan air kemih lama kelamaan 

aliran urin yang terhambat ini bisa memicu  gagal ginjal. 

   Batu saluran kemih : Batu ginjal juga dapat memicu  

sumbatan total bila batu kemudian tidak dapat melewati 

saluran kemih. Sumbatan batu ginjal ini dapat meningkatkan 

tekanan dalam ginjal, memicu  kerusakan pada ginjal 

yang dapat memicu  gagal ginjal akut, komplikasi batu 

ginjal dan bila berlanjut, dapat menjadi gagal ginjal kronik. 

   Refluks ureter : aliran urin yang abnormal dari kandung kemih 

kembali ke tabung (ureter) yang menghubungkan ginjal 

dengan kandung kemih. Normalnya, urin hanya mengalir turun 

dari ginjal ke kandung kemih. Refluks ureteral biasanya 

didiagnosis pada bayi dan anak-anak. Gangguan tersebut 

meningkatkan risiko infeksi saluran kemih, jika tidak diobati 

dapat memicu  kerusakan ginjal bahkan bisa 

memicu  gagal ginjal. 

3. FaktorResiko 

Umur, Jenis Kelamin, Pekerjaan, Merokok, Minuman Suplemen Energi, 

Konsumsi Kopi, Hipertensi , DiabetesMelitus, Obesitas. 

   pemicu  penyakit ginjal yang lain Keracunan dan trauma, misalnya terkena pukulan 

berat langsung pada ginjal, dapat memicu  penyakit ginjal. Beberapa obat, 

termasuk obat tanpa resep, dapat meracuni ginjal bila sering dipakai selama jangka 

 

waktu yang panjang. Produk yang menggabungkan aspirin, asetaminofen, dan obat lain 

misalnya ibuprofen ditemukan paling berbahaya untuk ginjal. Bila kita sering memakai 

obat penawar nyeri, sebaiknya kita membahas dengan dokter untuk memastikan bahwa 

tidak beresiko untuk ginjal kita. Preparat lingkungan dan okupasi yang telah 

menunjukkan dampak dalam gagal ginjal kronis termasuk timah, kadmium, merkuri, dan 

kromium.  

   Faktor pemicu  penyakit gagal ginjal lainnya juga yaitu  sebab  penyakit ginjal 

obstruktif misalnya yaitu  pembesaran prostat, batu saluran kemih dan juga refluks 

yang terjadi pada ureter. Tanda dan gejala Gagal Ginjal Kronik  

-Gangguan pada Kulit  

Kulit berwarna pucat, mudah lecet, rapuh, kering, timbulnya bintik-bintik hitam dan 

gatal akibat uremik atau pengendapan kalsium pada kulit. hal tersebut merupakan 

gejala-gejala pada penyakit gagal ginjal kronik. Gejala adanya penyakit lain Ginjal kronik 

merupakan tahapan kedua dari gangguan ginjal yang disebabkan oleh beberapa 

serangan dari penyakit seperti diabetes mellitus, tekanan darah tinggi atau hipertensi 

batu ginjal, atau yang diakibatkan dari efek samping konsumsi obat-obatan yang 

mengandung racun atau efek samping pada fungsi ginjal.  

-Hematologi  

Anemia merupakan gejala yang hampir selalu ada dalam gagal ginjal kronik. Apabila 

terdapat penurunan fungsi ginjal tanpa di sertai anemia perlu dipikirkan apakah suatu 

gagal ginjal akut atau gagal ginjal kronik sering disertai polistemi. Hemolisis merupakan 

sering timbul anemia. Akan tetapi setelah anemia pada gagal ginjal kronik sering disertai 

pendarahan akibat dari gangguan fungsi trombosit atau dapat pula disertai 

trombositopeni. Fungsi leukosit maupun limposit dapat pula terganggu sehingga 

pertahanan seluler terganggu, sehingga pada penderita gagal ginjal kronik mudah 

terinteksi oleh sebab  imunitas yang menurun.  

-Adanya sistem syaraf otot  

Bagi penderita sering mengeluh tungkai bawah selalu bergerak-gerak (restlesslessleg 

syndrome) kadang terasa sangat terbakar pada kaki, gagguan syaraf dapat pula berupa 

kelemmahan, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, tremor, dan kejang sampai 

penurunan kesadaran atau mengalami koma. 

 

4. Gejala 

Berikut yaitu  gejala-gejala penting yang berkaitan dengan menurunnya daya 

kerja ginjal yang berpotensi menjadi penyakit gagal ginjal :  


 

   Penimbunan Sampah Dalam Darah Hal ini ditandai dengan kelelahan, sekujur 

tubuh terasa sakit-sakitan, gatal, kram, mudah lupa, susah tidur, mual-mual, 

tidak ada nafsu makan, daya tahan tubuh terhadap infeksi sangat berkurang.  

   Masalah Keseimbangan Cairan Penimbunan cairan dengan tanda-tanda 

pergelangan kaki dan juga wajah membengkak. Sebaliknya, pengeringan cairan 

bisa ditandai dengan mata yang sangat cekung, mulut kering, hampir tidak ada 

lendir dalam mulut.  

   Gangguan Hormon Dengan berkurangnya daya kerja ginjal bisa memicu  

ginjal menghasilkan lebih banyak hormon atau ekstra hormon. Akibatnya, akan 

menambah hormon tekanan darah. Sebaliknya, hormon-hormon yang lain 

menjadi berkurang produksinya. Hal ini memicu  tubuh kekurangan darah, 

lelah dan juga tulang rapuh.  

 

5. Komplikasi gagal ginjal kronis 

Komplikasi yang mungkin terjadi pada gagal ginjal kronis 

menurut Kowalak dkk, 2011: 564, meliputi: 

1. Anemia 

Pada GGK, anemia terjadi sebab  berkurangnya produksi hormon 

eritropoeitin (EPO) akibat berkurangnya massa sel-sel tubulus ginjal. 

Hormon ini diperlukan oleh sumsum tulang  untuk 

merangsang  pembentukan sel-sel darah merah dalam jumlah yang cukup 

untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika eritropoietin 

berkurang,  maka sel-sel darah merah yang terbentuk pun akan berkurang, 

sehingga timbullah anemia. 

Faktor lain yang juga berperan dalam terjadinya anemia yaitu  : 

   kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, karnitin 

   penghambat eritropoietin (peradangan, hiperparatiroidisme) 

   perdarahan 

   umur sel darah merah yang memendek (misalnya pada anemia 

hemolitik, anemia sickle cell/anemia bulan sabit) 

2. Neoropati perifer (kerusakan saraf) 

Beberapa penyakit metabolik lainnya mempunyai kaitan yang erat 

dengan neuropati perifer. Uremia atau gagal ginjal kronik, mempunyai 

resiko 10-90% mengembangkan gejala neuropati, dan mungkin terdapat 

kaitan antara gagal hati dan neuropati perifer.Terakumulasinya lemak di 

dalam pembuluh darah (aterosklerosis) dapat memutus suplai darah 

 

kepada saraf perifer  tertentu. Tanpa oksigen dan nutrisi, saraf  tersebut 

perlahan akan mati. 

3. Komplikasi kardiopulmoner 

Penderita GGK juga berisiko mengalami gagal jantung 

atau  penyakit jantung iskemik. Gagal jantung yaitu suatu  keadaan 

dimana jantung tidak dapat memompa darah dalam jumlah yang memadai 

ke seluruh tubuh. Jantung tetap bekerja tetapi kekuatan memompa atau 

daya tampungnya berkurang. 

Gagal  jantung  pada GGK biasanya didahului oleh anemia. Jika 

tidak diobati, anemia pada GGK bisa memicu  masalah yang serius. 

Jumlah sel darah merah yang rendah akan memicu jantung sehingga 

jantung bekerja lebih keras. Hal ini memicu  pelebaran bilik jantung 

kiri yang disebut LVH (left ventricular hypertrophy). Lama kelamaan, otot 

jantung akan melemah dan tidak mampu memompa darah sebagaimana 

mestinya sehingga terjadilah gagal jantung. Hal ini dikenal dengan nama 

sindrom kardiorenal. 

4. Komplikasi GI 

Dapat berupa anoreksia, nausea, muntah yang dihubungkan dengan 

terbentuknya zat toksik (amoniak, metal guanidin) akibat metabolisme 

protein yang terganggu oleh bakteri usus sering pula faktor uremikum 

akibat bau amoniak dari mulut. Sehingga terkristalisasi dari keringat dan 

membentuk serbuk putih di kulit (bekuan uremik). Beberapa penderita 

merasakan gatal di seluruh tubuh. Disamping itu sering timbul stomatitis. 

Gastritis erosif hampir dijumpai pada 90% kasus GGK, bahkan 

kemungkinan terjadi ulkus peptikum dan kolitis uremik. 

5. Disfungsi seksual 

Gangguan sistem endokrin yang terjadi pada GGK memicu  

berkurangnya produksi hormon testosteron. Hormon ini diperlukan untuk 

menghasilkan sperma (spermatogenesis), merangsang libido dan untuk 

fungsi seksual yang normal. Selain itu, secara emosional penderita GGK 

juga mengalami perubahan emosi. Perasaan cemas, khawatir dan depresi 

dapat memicu  terkurasnya energi, berkurangnya kemampuan dan 

hilangnya keinginan untuk melakukan berbagai aktivitas, termasuk 

aktivitas seksual. 

6. Defek skeletal 


 

Kelainan tulang pada GGK yang terjadi akibat gangguan 

metabolisme mineral disebut sebagai osteodistrofi renal. Pada keadaan ini, 

ginjal gagal mempertahankan keseimbangan kadar kalsium dan fosfat 

dalam darah. Jika kadar fosfat dan kalsium dalam darah sangat tinggi 

(hasil kali kadar kalsium dan fosfat mencapai > 70 mg/dL) maka selain 

demineralisasi tulang, pada GGK akan terjadi pengendapan garam kalsium 

fosfat di berbagai jaringan lunak (kalsifikasi metastatik). 

Mineral yang membangun dan memperkuat tulang yaitu  kalsium. 

Jika kadar kalsium di dalam darah terlalu rendah, maka 4 kelenjar kecil di 

daerah leher – yaitu kelenjar paratiroid – akan melepaskan hormon 

paratiroid. Hormon ini akan menarik kalsium dari tulang supaya kadar 

kalsium dalam darah meningkat. Jika jumlah hormon paratiroid dalam 

darah terus meningkat, maka akan semakin banyak kalsium yang diambil 

dari tulang sehingga akhirnya tulang mengalami demineralisasi dan 

menjadi rapuh. 

Kadar kalsium dalam darah juga ditentukan oleh fosfat. Ginjal 

yang sehat bertugas membuang kelebihan fosfat dari darah. Jika ginjal 

gagal berfungsi, maka kadar fosfat dalam darah dapat meningkat dan 

memicu  kadar kalsium dalam darah menurun sehingga semakin 

banyak kalsium yang diambil dari tulang untuk mengkompensasi kadar 

fosfat yang tinggi dan tulang menjadi rapuh. 

Ginjal yang sehat menghasilkan kalsitriol, suatu bentuk aktif 

vitamin D, yang bertugas  membantu menyerap kalsium dari makanan ke 

dalam tulang dan darah. Jika kadar kalsitriol turun sangat rendah maka 

penyerapan kalsium dari makanan juga terganggu, akibatnya kadar 

hormon paratiroid akan meningkat dan merangsang pengambilan kalsium 

dari tulang. Kalsitriol dan hormon paratiroid bekerja sama untuk menjaga 

keseimbangan kalsium dan kesehatan tulang. 

7. Pencegahan gagal ginjal kronik 

Upaya pencegahan terhadap penyakit ginjal kronik sebaiknya 

sudah mulai  dilakukan pada stadium dini penyakit ginjal kronik. 

Berbagai upaya pencegahan pada penyakit ginjal dan kardiovaskular 

yaitu :  

   Pengobatan terhadap hipertensi 


 

Peningkatan tekanan dan regangan yang kronik pada 

arteriol dan glomeruli diyakini dapat memicu  sklerosis pada 

pembuluh darah glomeruli atau yang sering disebut degan 

glomerulosklerosis. Penurunan jumlah nefron akan  

memicu  proses adaptif, yaitu meningkatnya aliran darah, 

peningkatan LFG (Laju Filtrasi Glomerulus) dan peningkatan 

keluaran urin di dalam nefron yang masih bertahan. Proses ini 

melibatkan hipertrofi  dan vasodilatasi nefron serta perubahan 

fungsional yang menurunkan tahanan vaskular dan reabsorbsi 

tubulus di dalam nefron yang masih bertahan. Perubahan fungsi 

ginjal dalam waktu yang lama dapat memicu  kerusakan 

lebih lanjut pada nefron yang ada. Lesi-lesi sklerotik yang 

terbentuk semakin banyak sehingga dapat memicu  obliterasi 

glomerulus, yang memicu  penurunan fungsi ginjal lebih 

lanjut 

   Pengendalian gula darah, lemak darah, dan anemia melalui pola 

makan yang baik 

Nefropati diabetik timbul akibat dari kadar glukosa yang 

tinggi memicu  terjadinya glikosilasi protein membran 

basalis, sehingga terjadi  penebalan selaput membran basalis, dan 

terjadi pula penumpukkan zat serupa glikoprotein membran 

basalis pada mesangium sehingga lambat laun kapiler-kapiler 

glomerulus terdesak, dan aliran darah terganggu yang dapat 

memicu  glomerulosklerosis dan hipertrofi nefron. Perlu 

dilakukan skrining setiap 6bulan melalui metode pemeriksaan  

urin untuk melihat apakah masih terdapat mikroalbuminuria. 

Tingginya ekskesi albumin atau protein dalam urin selanjutnya 

akan menjadi petunjuk tingkatan kerusakan ginjal. Jika  sudah 

terjadi gangguan faal ginjal yang kemudian menjadi kegagalan 

faal ginjal atau disebut gagal ginjal. 


 

Pola makan sehat penting untuk menurunkan kadar 

kolesterol dalam darah dan menjaga tekanan darah tetap normal. 

Kedua kondisi ini penting untuk mencegah terjadinya penyakit 

ginjal kronis. Mengkonsumsi makanan berimbang meliputi 

banyak sayuran dan buah segar. Selain itu, kontrol kadar 

kolesterol dengan menghindari makanan kaya lemak jenuh tinggi 

seperti goreng-gorengan, mentega, keju, kue, biskuit, serta 

makanan-makanan yang mengandung minyak kelapa atau minyak 

sawit. Sebaliknya, Selain itu, terlalu banyak garam juga akan 

meningkatkan tekanan darah. Penting untuk membatasi konsumsi 

garam tidak lebih dari 6 gram sehari yang setara dengan satu 

sendok teh penuh. 

   Peningkatan aktivitas fisik 

Naiknya tekanan darah dan risiko berkembangnya GGK 

dapat diminimalkan dengan olahraga teratur. Penderita disarankan 

untuk menjalankan aktivitas aerobik dengan intensitas menengah 

seperti bersepeda atau jalan cepat selama setidaknya 150 menit tiap 

minggu. 

   Obat penghambat sistem renin angiotensin seperti penghambat 

ACE (angiotensin converting enzyme) dan penyekat reseptor 

angiotensin telah terbukti dapat mencegah dan menghambat 

proteinuria dan penurunan fungsi ginjal. 

 

 


Perkembangan zaman juga tak bisa menghindarkan kesibukan masyarakat 

baik perkotaan maupun pedesaan. Hal ini mempengaruhi masyarakat tidak

peduli akan kesehatannya, termasuk mengenai penyakit Gagal ginjal 

kronik ini. Penatalaksanaan gagal ginjal kronik yaitu dengan mengurangi 

minum, operasi dan cuci darah ( hemoliadisa ).

SAP tentang Gagal Ginjal Kronik, akan membahas tentang pengertian apa 

itu Gagal Ginjal Kronik, etiologi/penyebab, manifestasi klinik, cara 

pencegahan dan petalaksanaannya. 

1. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan mengenai Gagal Ginjal Kronik (GGK)

selama 15 menit, seluruh penduduk Perumahan Vila Dago agar dapat 

memahami mengenai gagal ginjal kronik.

2

2. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti pendidikan kesehatan mengenai gagal ginjal kronik 

selama 15 menit, penduduk mampu memahami dan menjelaskan:

1. Pengertian GGK

2. Etiologi GGK

3. Manifestasi klinik GGK

4. Pencegahan GGK

5. Penatalaksanaan GGK

B. Kisi-kisi Materi

1. Pengertian GGK

2. Etiologi GGK

3. Manifestasi klinik GGK

4. Pencegahan GGK

5. Penatalaksanaan GGK

C. Media

 LCD

 Powerpoint

 Meja

 Kursi

D. Metode

 Ceramah

 Tanya jawab

 Peragaan ( stimulasi )

3

E. Rencana Pelaksanaan

N

O

Kegiatan Pendidikan Kesehatan Waktu Kegiatan Klien

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Member Salam

Memperkenalkan diri

Memberikan penjelasan tentang 

Gagal ginjal kronik

Memberikan kesempatan kepada 

penduduk untuk bertanya

Memberi jawaban atas pertanyaan

yang diajukan

Menyimpulkan hasil penyuluhan 

dan evaluasi

0,5 menit

1 menit

5 menit

1 menit

1,5 menit

1 menit

1. Klien kembali 

menyapa sapa tersebut

2. Klien Memperhatikan

3. Klien menndengarkan 

penjelasan yang diberikan

4. Klien mengajukan 

pertanyaan

5. Klien mendengarkan 

jawaban yang diberikan

6. Klien mendengarkan 

dengan baik

F. SETTING TEMPAT

4

Keterangan :

NS : Naeasumber

P : Peserta

NS

P P

P P

G. Evaluasi

1. Peserta dapat menjelaskan sekilas pengertian Gagal Ginjal Kronik

2. Peserta dapat menyebutkan hal-hal yang menyebabkan terjadinya 

Gagal Ginjal Kronik

3. Peserta dapat menyebutkan kembali tanda dan gejala Gagal Ginjall 

Kronik

4. Peserta dapat menyebutkan apa  saja pencegahannya

5. Peserta dapat memahami penatalaksanaan dari Gahgal Ginjal Kronik

5

Lampiran Materi

Gagal Ginjal Kronik

Pengertian Gagal Ginjal Kronik 

Etiologi

Manifestasi Klinis

Cara Pencegahan 

Penatalaksanaan

I. Metode dan Tteknik Penyuluhan

1. Ceramah dan tanya jawab

2. Dengan alat bantu media powerpoint

II. Materi Penyuluhan

MEMAHAMI GINJAL KRONIK

1. Pengertian

Gagal ginjal kronik (penyakit ginjal tahap akhir) adalah gangguan fungsi 

ginjal yang menahun dan tidak bisa kembali ke semula atau irreversible.

2. Etiologi

 Penyebab dari gagal ginjal kronis antara lain:

 Tekanan darah tinggi 

 Kencing manis 

 Batu ginjal 

 Penggunaan obat dalam jangka waktu yang lama

6

3. Manifestasi Klinis

 Lemas 

 Kurang  nafsu makan

 lelah 

 mual, muntah 

 Bengkak/edema

 kencing berkurang  

 sesak napas

 pucat/anemi 

4. Pencegahan

 Olahraga  

 Berhenti merokok 

 Kurangi makanan berlemak 

 Banyak mengkonsumsi air putih 

 Kontrol gula darah dan tekanan darah

5. Penatalaksanaan

 Cuci darah 

 Kurangi minum

 Operasi ( transplantasi ginjal )

6. Evaluasi

1. Apa pengertian Gagal ginjal kronik ?

2. Apa saja etiologinya ?

3. Apa saja tanda dan gejalanya ?

4. Apa saja pencegahan dan penatalaksanaanya ?

7

7. Hasil Evaluasi

Penduduk mengerti dan memahami dengan semua yang telah disampaikan

mengenai Gagal ginjal kronik