Pensejajaran Sequence.





































Perkembangan teknologi informasi dalam berbagai bidang ilmu telah 

mengembangkan bidang ilmu yang bersangkutan. Berbagai kajian baru 

muncul sejalan dengan perkembangan teknologi informasi. Aplikasi teknologi 

informasi dalam bidang biologi molekuler telah melahirkan bidang ilmu 

Bioinformatika. Kajian Bioinformatika ini tak lepas dari perkembangan biologi 

molekul modern yang ditandai dengan kemampuan manusia untuk 

memahami genom yaitu infomasi genetic yang menentukan sifat setiap 

makhluk hidup yang disandi dalam bentuk pita molekul DNA (Asam 

Deoksiribonukleat). Kemampuan untuk memahami dan memanipulasi kode 

genetic DNA ini sangat didukung oleh teknologi informasi melalui perangkat 

lunak maupun keras. 

Kelahiran Bioinformatika modern tak lepas dari perkembangan 

bioteknologi di era tahun 70-an, dimana seorang ilmuwan Amerika Serikat 

melakukan inovasi dalam mengembangkan teknologi DNA rekombinan. 

Berkat penemuan ini lahirlah perusahaan bioteknologi pertama didunia, yaitu 

Genentech di AS, yang kemudian memperoduksi protein hormone insulin dan 

bakteri yang dibutuhkan oleh penderita diabetes. Selama ini insulin hanya bias 

didapatkan dalam jumlah sangat terbatas dari organ pankreas sapi. 

Bioteknologi modern ditandai dengan kemampuan pada manipulasi 

DNA. Rantai/sekuen DNA yang mengkode protein disebut gen. Gen 

ditranskripsikan menjadi mRNA, kemudian mRNA ditranslasikan menjadi 

protein. Protein sebagai produk akhir bertugas menunjang seluruh proses 

kehidupan, antara lain sebagai katalis reaksi biokimia dalam tubuh (disebut 

enzim), berperan serta dalam sistem pertahanan tubuh melawan virus, parasit 

dan lain-lain (disebut antibodi), menyusun struktur tubuh dari ujung kaki 

(otot terbentuk dari protein actin, myosin, dan sebagainya) sampai ujung 

rambut (rambut tersusun dari protein keratin), dan lain-lain. Arus informasi, 

DNA -> RNA -> Protein, inilah yang disebut sentral dogma dalam biologi 

molekul. 

Sekuen DNA satu organisme, yaitu pada sejenis virus yang memiliki 

kurang lebih 5.000 nukleotida/molekul DNA atau sekitar 11 gen, berhasil 

dibaca secara menyeluruh pada tahun 1977. Sekuen seluruh DNA manusia 

terdiri dari 3 milyar nukleotida yang menyusun 100.000 gen dapat dipetakan 

dalam waktu 3 tahun. Saat ini terdapat milyaran data nukleotida yang 

tersimpan dalam database DNA, GenBank di AS yang didirikan tahun 1982. Di 

negara kita , ada Lembaga Biologi Molekul Eijkman yang terletak di Jakarta. 

Desakan kebutuhan untuk mengumpulkan, menyimpan dan menganalisa data-

data biologis dari database DNA, RNA maupun protein inilah yang semakin 

memacu perkembangan kajian Bioinformatika. 

  

 

Pada bagian pendahuluan kita telah diberikan gambaran sekilas 

mengenai perkembangan dan apa yang dapat diberikan oleh Bioinformatika. 

Bagian berikut ini akan membahas lebih detail tentang Bioinformatika.  

Bioinformatika yaitu  ilmu yang mempelajari penerapan teknik 

komputational untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis. Bidang 

ini mencangkup penerapan metod-metode matematika, statistika dan 

informatika untuk memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan 

memakai  sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan 

dengannya. Contoh topic utama bidang ini meliputi basis data untuk 

mengelola informasi biologis, pensejajaran sekuens (sequence alignment), 

prediksi struktur untuk meramalkan bentuk struktur protein maupun 

struktur seunder RNA, analisis filogenetik, dan analisis ekspresi gen.  

Secara umum, Bioinformatika dapat digambarkan sebagai: segala bentuk 

pemakaian  komputer dalam menangani informasi-informasi biologi. Dalam 

prakteknya, definisi yang dipakai  oleh kebanyakan orang bersifat lebih 

terperinci. Bioinformatika menurut kebanyakan orang yaitu  satu sinonim 

dari komputasi biologi molekul (pemakaian  komputer dalam menandai 

karakterisasi dari komponen-komponen molekul dari makhluk hidup). 

Sebagian besar ahli Biologi mengistilahkan mereka sedang 

melakukan Bioinformatika’ ketika mereka sedang memakai  komputer 

untuk menyimpan, melihat atau mengambil data, menganalisa atau 

memprediksi komposisi atau struktur dari biomolekul. Ketika kemampuan 

komputer menjadi semakin tinggi maka proses yang dilakukan dalam 

Bioinformatika dapat ditambah dengan melakukan simulasi. Yang 

termasuk biomolekul diantaranya yaitu  materi genetik dari manusia --

asam nukleat--dan produk dari gen manusia, yaitu protein. Hal-hal 

diataslah yang merupakan bahasan utama dari Bioinformatika "klasik", 

terutama berurusan dengan analisis sekuen (sequence analysis). 

Definisi Bioinformatika menurut Fredj Tekaia dari Institut Pasteur 

[TEKAIA2004] yaitu : "metode matematika, statistik dan komputasi yang 

bertujuan untuk menyelesaikan masalah-masalah biologi dengan 

memakai  sekuen DNA dan asam amino dan informasi-informasi yang 

terkait dengannya." 

Dari sudut pandang Matematika, sebagian besar molekul biologi 

mempunyai sifat yang menarik, yaitu molekul-molekul ini  yaitu  

polymer; rantai-rantai yang tersusun rapi dari modul-modul molekul yang 

lebih sederhana, yang disebut monomer. Monomer dapat dianalogikan 

sebagai bagian dari bangunan, dimana meskipun bagianbagian ini  

berbeda warna dan bentuk, namun semua memiliki ketebalan yang sama 

dan cara yang sama untuk dihubungkan antara yang satu dengan yang lain.  

Monomer yang dapat dikombinasi dalam satu rantai ada dalam satu 

kelas umum yang sama, namun tiap jenis monomer dalam kelas ini  

mempunyai karakteristik masing-masing yang terdefinisi dengan baik.  

Beberapa molekul-molekul monomer dapat digabungkan bersama 

membentuk sebuah entitas yang berukuran lebih besar, yang disebut 

macromolecule. Macromolecule dapat mempunyai informasi isi tertentu 

yang menarik dan sifat-sifat kimia tertentu. 

Berdasarkan skema di atas, monomer-monomer tertentu dalam 

macromolecule dari DNA dapat diperlakukan secara komputasi sebagai 

huruf-huruf dari alfabet, yang diletakkan dalam sebuah aturan yang telah 

diprogram sebelumnya untuk membawa pesan atau melakukan kerja di 

dalam sel. Proses yang diterangkan di atas terjadi pada tingkat molekul di 

dalam sel. Salah satu cara untuk mempelajari proses ini  selain 

dengan mengamati dalam laboratorium biologi yang sangat khusus yaitu  

dengan memakai  Bioinformatika sesuai dengan definisi "klasik" yang 

telah disebutkan di atas. 

Salah satu pencapaian besar dalam metode Bioinformatika yaitu  

selesainya proyek pemetaan genom manusia (Human Genome Project). 

Selesainya proyek raksasa ini  menyebabkan bentuk dan prioritas 

dari riset dan penerapan Bioinformatika berubah. Secara umum dapat 

dikatakan bahwa proyek ini  membawa perubahan besar pada sistem 

hidup kita, sehingga sering disebutkan terutama oleh ahli biologi bahwa 

kita saat ini berada di masa pascagenom. 

Selesainya proyek pemetaan genom manusia ini membawa beberapa 

perubahan bagi Bioinformatika, diantaranya: 

Setelah memiliki beberapa genom yang utuh maka kita dapat 

mencari perbedaan dan persamaan di antara gen-gen dari spesies yang 

berbeda. Dari studi perbandingan antara gen-gen ini  dapat ditarik 

kesimpulan tertentu mengenai spesies-spesies dan secara umum 

mengenai evolusi. Jenis cabang ilmu ini sering disebut sebagai 

perbandingan genom (comparative genomics). 

Sekarang ada teknologi yang didisain untuk mengukur jumlah relatif 

dari kopi/cetakan sebuah pesan genetik (level dari ekspresi genetik) pada 

beberapa tingkatan yang berbeda pada perkembangan atau penyakit atau 

pada jaringan yang berbeda. Teknologi ini , contohnya seperti DNA 

microarrays akan semakin penting. 

Akibat yang lain, secara langsung, yaitu  cara dalam skala besar 

untuk mengidentifikasi fungsi-fungsi dan keterkaitan dari gen (contohnya 

metode yeast twohybrid) akan semakin tumbuh secara signifikan dan 

bersamanya akan mengikuti Bioinformatika yang berkaitan langsung 

dengan kerja fungsi genom (functional genomics). 

Akan ada perubahan besar dalam penekanan dari gen itu sendiri ke 

hasil-hasil dari gen. Yang pada akhirnya akan menuntun ke: usaha untuk 

mengkatalogkan semua aktivitas dan karakteristik interaksi antara semua 

hasil-hasil dari gen (pada manusia) yang disebut proteomics; usaha untuk 

mengkristalisasi dan memprediksikan struktur-struktur dari semua 

protein (pada manusia) yang disebut structural genomics. 

Apa yang disebut orang sebagai research informatics atau medical 

informatics, manajemen dari semua data eksperimen biomedik yang 

berkaitan dengan molekul atau pasien tertentu mulai dari spektroskop 

massal, hingga ke efek samping klini akan berubah dari semula hanya 

merupakan kepentingan bagi mereka yang bekerja di perusahaan obat-

obatan dan bagian TI Rumah Sakit akan menjadi jalur utama dari biologi 

molekul dan biologi sel, dan berubah jalur dari komersial dan klinikal ke 

arah akademis. 

Dari uraian di atas terlihat bahwa Bioinformatika sangat 

mempengaruhi kehidupan manusia, terutama untuk mencapai kehidupan 

yang lebih baik. pemakaian  komputer yang notabene merupakan salah 

satu keahlian utama dari orang yang bergerak dalam TI merupakan salah 

satu unsur utama dalam Bioinformatika, baik dalam Bioinformatika 

"klasik" maupun Bioinformatika "baru". 

 

1. Biophysics 

 

Biologi molekul sendiri merupakan pengembangan yang lahir 

dari biophysics. Biophysics yaitu  sebuah bidang interdisipliner yang 

mengaplikasikan teknik-teknik dari ilmu Fisika untuk memahami 

struktur dan fungsi biologi (British Biophysical Society). 

 

2. Computational Biology 

 

Computational biology merupakan bagian dari Bioinformatika 

(dalam arti yang paling luas) yang paling dekat dengan bidang Biologi 

umum klasik. Fokus dari computational biology yaitu  gerak evolusi, 

populasi, dan biologi teoritis daripada biomedis dalam molekul dan sel. 

Tak dapat dielakkan bahwa Biologi Molekul cukup penting dalam 

computational biology, namun itu bukanlah inti dari disiplin ilmu ini. 

Pada penerapan computational biology, model-model statistika untuk 

fenomena biologi lebih disukai dipakai dibandingkan dengan model 

sebenarnya. Dalam beberapa hal cara ini  cukup baik mengingat 

pada kasus tertentu eksperimen langsung pada fenomena biologi 

cukup sulit. 

Tidak semua dari computational biology merupakan 

Bioinformatika, seperti contohnya Model Matematika bukan 

merupakan Bioinformatika, bahkan meskipun dikaitkan dengan 

masalah biologi. 

 

 

3. Medical Informatics 

 

Menurut Aamir Zakaria [ZAKARIA2004] Pengertian dari medical 

informatics yaitu  "sebuah disiplin ilmu yang baru yang didefinisikan 

sebagai pembelajaran, penemuan, dan implementasi dari struktur dan 

algoritma untuk meningkatkan komunikasi, pengertian dan 

manajemen informasi medis." Medical informatics lebih 

memperhatikan struktur dan algoritma untuk pengolahan data medis, 

dibandingkan dengan data itu sendiri. Disiplin ilmu ini, untuk alasan 

praktis, kemungkinan besar berkaitan dengan data-data yang 

didapatkan pada level biologi yang lebih "rumit" yaitu informasi dari 

sistem-sistem superselular, tepat pada level populasi di mana sebagian 

besar dari Bioinformatika lebih memperhatikan informasi dari sistem 

dan struktur biomolekul dan selular. 

 

4. Chemiformatics 

  

Cheminformatics yaitu  kombinasi dari sintesis kimia, 

penyaringan biologis, dan pendekatan data mining yang dipakai  

untuk penemuan dan pengembangan obat (Cambridge Healthech 

Institute's Sixth Annual Cheminformatics conference). Pengertian 

disiplin ilmu yang disebutkan di atas lebih merupakan identifikasi dari 

salah satu aktivitas yang paling populer dibandingkan dengan berbagai 

bidang studi yang mungkin ada di bawah bidang ini. 

Salah satu contoh penemuan obat yang paling sukses sepanjang 

sejarah yaitu  penisilin, dapat menggambarkan cara untuk 

menemukan dan mengembangkan obat-obatan hingga sekarang 

meskipun terlihat aneh. Cara untuk menemukan dan mengembangkan 

obat yaitu  hasil dari kesempatan, observasi, dan banyak proses kimia 

yang intensif dan lambat. Sampai beberapa waktu yang lalu, disain obat 

dianggap harus selalu memakai  kerja yang intensif, proses uji dan 

gagal (trial error process). 

Kemungkinan pemakaian  TI untuk merencanakan secara cerdas 

dan dengan mengotomatiskan proses-proses yang terkait dengan 

sintesis kimiawi dari komponen-komponen pengobatan merupakan 

suatu prospek yang sangat menarik bagi ahli kimia dan ahli biokimia. 

Penghargaan untuk menghasilkan obat yang dapat dipasarkan secara 

lebih cepat sangatlah besar, sehingga target inilah yang merupakan inti 

dari cheminformatics. 

Ruang lingkup akademis dari cheminformatics ini sangat luas. 

Contoh bidang minatnya antara lain: Synthesis Planning, Reaction and 

Structure Retrieval, 3-D Structure Retrieval, Modelling, Computational 

Chemistry, Visualisation Tools and Utilities. 

 

5. Genomics 

 

Genomics yaitu  bidang ilmu yang ada sebelum selesainya 

sekuen genom, kecuali dalam bentuk yang paling kasar. Genomics 

yaitu  setiap usaha untuk menganalisa atau membandingkan seluruh 

komplemen genetik dari satu spesies atau lebih. Secara logis tentu saja 

mungkin untuk membandingkan genom-genom dengan 

membandingkan kurang lebih suatu himpunan bagian dari gen di 

dalam genom yang representatif.  

 

6. Mathematical Biology 

 

Mathematical biology lebih mudah dibedakan dengan 

Bioinformatika daripada computational biology dengan Bioinformatika. 

Mathematical biology juga menangani masalah-masalah biologi, namun 

metode yang dipakai  untuk menangani masalah ini  tidak perlu 

secara numerik dan tidak perlu diimplementasikan dalam software 

maupun hardware. Bahkan metode yang dipakai tidak perlu 

"menyelesaikan" masalah apapun; dalam mathematical biology bisa 

dianggap beralasan untuk mempublikasikan sebuah hasil yang hanya 

menyatakan bahwa suatu masalah biologi berada pada kelas umum 

tertentu. 

Menurut Alex Kasman [KASMAN2004] Secara umum 

mathematical biology melingkupi semua ketertarikan teoritis yang 

tidak perlu merupakan sesuatu yang beralgoritma, dan tidak perlu 

dalam bentuk molekul, dan tidak perlu berguna dalam menganalisis 

data yang terkumpul. 

 

7. Proteomics 

 

Istilah proteomics pertama kali dipakai  untuk 

menggambarkan himpunan dari protein-protein yang tersusun 

(encoded) oleh genom. Ilmu yang mempelajari proteome, yang disebut 

proteomics, pada saat ini tidak hanya memperhatikan semua protein di 

dalam sel yang diberikan, namun  juga himpunan dari semua bentuk 

isoform dan modifikasi dari semua protein, interaksi diantaranya, 

deskripsi struktural dari proteinprotein dan kompleks-kompleks orde 

tingkat tinggi dari protein, dan mengenai masalah ini  hampir 

semua pasca genom. 

Michael J. Dunn [DUNN2004], Pemimpin Redaksi dari Proteomics 

mendefiniskan kata "proteome" sebagai: "The PROTEin complement of 

the genOME". Dan mendefinisikan proteomics berkaitan dengan: "studi 

kuantitatif dan kualitatif dari ekspresi gen di level dari protein-protein 

fungsional itu sendiri". Yaitu: "sebuah antarmuka antara biokimia 

protein dengan biologi molekul". 

Mengkarakterisasi sebanyak puluhan ribu protein-protein yang 

dinyatakan dalam sebuah tipe sel yang diberikan pada waktu tertentu 

apakah untuk mengukur berat molekul atau nilai-nilai isoelektrik 

protein-protein ini  melibatkan tempat penyimpanan dan 

perbandingan dari data yang memiliki jumlah yang sangat besar, tak 

terhindarkan lagi akan memerlukan Bioinformatika. 

 

8. Pharmacogenetics 

 

Pharmacogenomics yaitu  aplikasi dari pendekatan genomik dan 

teknologi pada identifikasi dari target-target obat. Contohnya meliputi 

menjaring semua genom untuk penerima yang potensial dengan 

memakai  cara Bioinformatika, atau dengan menyelidiki bentuk 

pola dari ekspresi gen di dalam baik patogen maupun induk selama 

terjadinya infeksi, atau maupun dengan memeriksa karakteristik pola-

pola ekspresi yang ditemukan dalam tumor atau contoh dari pasien 

untuk kepentingan diagnose (kemungkinan untuk mengejar target 

potensial terapi kanker). 

Istilah pharmacogenomics dipakai  lebih untuk urusan yang 

lebih "trivial" namun  dapat diargumentasikan lebih berguna dari 

 

aplikasi pendekatan Bioinformatika pada pengkatalogan dan 

pemrosesan informasi yang berkaitan dengan ilmu Farmasi dan 

Genetika, untuk contohnya yaitu  pengumpulan informasi pasien 

dalam database. 

 

1.3 Teknologi dan Penerapan Bioinformatika 

 

1. Program-program Bioinformatika 

 

Sehari-harinya bionformatika dikerjakan dengan memakai  

program pencari sekuen (sequence search) seperti BLAST, program 

analisa sekuen (sequence analysis) seperti EMBOSS dan paket Staden, 

program prediksi struktur seperti THREADER atau PHD atau program 

imaging/modelling seperti RasMol dan WHATIF. Contoh-contoh di atas 

memperlihatkan bahwa telah banyak program pendukung yang mudah di 

akses dan dipelajari untuk memakai  Bioinformatika 

 

2. Teknologi Bioinformatika Secara Umum 

 

Pada saat ini banyak pekerjaan Bioinformatika berkaitan dengan 

teknologi database. pemakaian  database ini meliputi baik tempat 

penyimpanan database "umum" seperti GenBank atau PDB maupun 

database "pribadi", seperti yang dipakai  oleh grup riset yang terlibat 

dalam proyek pemetaan gen atau database yang dimiliki oleh perusahaan-

perusahaan bioteknologi. Konsumen dari data Bioinformatika 

memakai  platform jenis komputer dalam kisaran: mulai dari mesin 

UNIX yang lebih canggih dan kuat yang dimiliki oleh pengembang dan 

kolektor hingga ke mesin Mac yang lebih bersahabat yang sering 

ditemukan menempati laboratorium ahli biologi yang tidak suka 

komputer. 

Database dari sekuen data yang ada dapat dipakai  untuk 

mengidentifikasi homolog pada molekul baru yang telah dikuatkan dan 

disekuenkan di laboratorium. Dari satu nenek moyang mempunyai sifat-

sifat yang sama, atau homology, dapat menjadi indikator yang sangat kuat 

di dalam Bioinformatika. 

Setelah informasi dari database diperoleh, langkah berikutnya yaitu  

menganalisa data. Pencarian database umumnya berdasarkan pada hasil 

10 

 

alignment / pensejajaran sekuen, baik sekuen DNA maupun protein. 

Kegunaan dari pencarian ini yaitu  ketika mendapatkan suatu sekuen 

DNA/protein yang belum diketahui fungsinya maka dengan 

membandingkannya dengan yang ada dalam database bisa diperkirakan 

fungsi daripadanya. Salah satu perangkat lunak pencari database yang 

paling berhasil dan bias dikatakan menjadi standar sekarang yaitu  BLAST 

(Basic Local Alignment Search Tool) yang merupakan program pencarian 

kesamaan yang didisain untuk mengeksplorasi semua database sekuen 

yang diminta, baik itu berupa DNA atau protein. Program BLAST juga 

dapat dipakai  untuk mendeteksi hubungan di antara sekuen yang hanya 

berbagi daerah tertentu yang memiliki kesamaan. Di bawah ini diberikan 

contoh beberapa alamat situs yang berguna untuk bidang biologi molekul 

dan genetika: 

 

Deskripsi Alamat 

National Center for 

Biotechnology 

Information 

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/ 

GenBank (NIH Genetic 

Sequence 

Database) 

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/Web/Genbank/index/html 

European Molecular 

Biology 

Laboratory Nucleotide 

Sequence 

http://www.ebi.ac.uk/ebi_docs/embl_db.html 

Protein Information 

Resource 

http://www.nbrf.georgetown.edu/pir 

Protein Data Bank http://www.pdb.bnl.gov/ 

Restriction Enzyme 

Database 

http://www.neb.com/rebase/rebase.html 

National Center for 

Genome 

Research (NCGR) 

http://www.ncgr.org/gpi/ 

GeneMark http://www.dixie.biology.gatech.edu/GeneMark/eukhmm.cgi 

Biotechnology 

Industry 

Organization (BIO) 

http://www.bio.org 

 

Data yang memerlukan analisa Bioinformatika dan mendapat banyak 

perhatian saat ini yaitu  data hasil DNA chip. Dengan perangkat ini dapat 

diketahui kuantitas dan kualitas transkripsi satu gen sehingga bias 

11 

 

menunjukkan gen-gen apa saja yang aktif terhadap perlakuan tertentu, 

misalnya timbulnya kanker, dan lain-lain. 

 

1.4 Kondisi dan Penerapan Bioinformatika di negara kita  

 

1. Kondisi Bioinformatika di negara kita  

 

Di negara kita , Bioinformatika masih belum dikenal oleh masyarakat 

luas. Hal ini dapat dimaklumi karena pemakaian  komputer sebagai alat 

bantu belum merupakan budaya. Bahkan di kalangan peneliti sendiri, 

barangkali hanya para peneliti biologi molekul yang sedikit banyak 

mengikuti perkembangannya karena keharusan memakai  perangkat-

perangkat Bioinformatika untuk analisa data. Sementara di kalangan TI 

masih kurang mendapat perhatian. 

Ketersediaan database dasar (DNA, protein) yang bersifat 

terbuka/gratis merupakan peluang besar untuk menggali informasi 

berharga daripadanya. Database genom manusia sudah disepakati akan 

bersifat terbuka untuk seluruh kalangan, sehingga dapat digali/diketahui 

kandidat-kandidat gen yang memiliki potensi kedokteran/farmasi. Dari 

sinilah negara kita  dapat ikut berperan mengembangkan Bioinformatika. 

Kerjasama antara peneliti bioteknologi yang memahami makna biologis 

data ini  dengan praktisi TI seperti programmer, dan sebagainya akan 

sangat berperan dalam kemajuan Bioinformatika negara kita  nantinya. 

 

2. Penerapan Bioinformatika di negara kita  

 

Sebagai kajian yang masih baru, negara kita  seharusnya berperan aktif 

dalam mengembangkan Bioinformatika ini. Paling tidak, sebagai tempat 

tinggal lebih dari 300 suku bangsa yang berbeda akan menjadi sumber 

genom, karena besarnya variasi genetiknya. Belum lagi variasi species 

flora maupun fauna yang berlimpah. Memang ada sejumlah pakar yang 

telah mengikuti perkembangan Bioinformatika ini, misalnya para peneliti 

dalam Lembaga Biologi Molekul Eijkman. Mereka cukup berperan aktif 

dalam memanfaatkan kajian Bioinformatika. Bahkan, lembaga ini telah 

memberikan beberapa sumbangan cukup berarti, antara lain: Deteksi 

kelainan janin, penembangan vaksin hepatitis B rekombinan, meringankan 

kelumpuhan dengan rekayasa RNA. 

 NCBI (National Center for Biotechnology Information) 

 

NCBI merupakan server yang memuat data base tentang informasi 

kesehatan dan bioteknologi. Data base terus menerus di update sesuai dengan 

penemuan-penemuan terkini yang menyangkut DNA, Protein, Senyawa aktif 

dan taksonomi. Disamping data base, NCBI juga menyediakan berbagai macam 

software untuk analisis DNA, protein 3D, pencarian primer, pencarian 

conserve domain dan lain sebagainya. NCBI merupakan salah satu bank data 

gen, protein dan literature khususnya dibidang kesehatan yang terlengkap dan 

di acu oleh para peneliti didunia. Situs NCBI dapat diakses pada : 

www.ncbi.nlm.nih.gov . 

 

 

 

Gambar 2.1 Halaman utama NCBI 

 

 

 

NCBI (National Center for Biotechnology 

Information) 


 

DNA dan Protein 

 

Deoxyribonucleic acid (DNA) yaitu  polimer asam nukleat yang tersusun 

secara sistematis dan merupakan pembawa informasi genetik yang 

diturunkan kepada keturunannya. Informasi genetik disusun dalam bentuk 

kodon yang berupa tiga pasang basa nukelotida 

Secara struktural, DNA merupakan polimer nukleotida, di mana setiap 

nukelotida tersusun atas gula deoksiribosa, fosfat, dan basa. Polimer ini  

membentuk struktur dua untai heliks ganda yang disatukan oleh ikatan 

hydrogen antara basa-basa yang ada. Terdapat empat basa dalam DNA, yaitu 

adenin (A), sitosin (C), guanin (G), dan timin (T). Adenin akan membentuk dua 

ikatan hydrogen dengan timin, sedangkan guanin akan membentuk tiga ikatan 

hidrogen dengan sitosin. Kombinasi jumlah dan susunan yang terbentuk 

antara ikatan-ikatan basa ini memungkinkan setiap indvidu memiliki cetak 

biru genetik yang spesifik dibandingkan organisme lain 

Protein yaitu  molekul penyusun tubuh kita yang terbesar setelah air. Hal 

ini mengindikasikan pentingnya protein dalam menopang seluruh proses 

kehidupan dalam tubuh. Dalam kenyataannya, memang kode genetik yang 

tesimpan dalam rantaian DNA dipakai  untuk membuat protein, kapan, 

dimana dan seberapa banyak. Protein berfungsi sebagai penyimpan dan 

pengantar seperti hemoglobin yang memberikan warna merah pada sel darah 

merah kita, bertugas mengikat oksigen dan membawanya ke bagian tubuh 

yang memerlukan. Selain itu juga menjadi penyusun tubuh, "dari ujung 

rambut sampai ujung kaki", misalnya keratin di rambut yang banyak 

mengandung asam amino Cysteine sehingga menyebabkan bau yang khas bila 

rambut terbakar karena banyaknya kandungan atom sulfur di dalamnya, 

sampai kepada protein-protein penyusun otot kita seperti actin, myosin, titin, 

dsb. Kita dapat membaca teks ini juga antara lain berkat protein yang bernama 

rhodopsin, yaitu protein di dalam sel retina mata kita yang merubah photon 

cahaya menjadi sinyal kimia untuk diteruskan ke otak. Masih banyak lagi 

fungsi protein seperti hormon, antibodi dalam sistem kekebalan tubuh, dll. 

 

Cara mengetahui gambar protein tertentu misalnya Struktur protein Ular 

(snake). Langkah – langkahnya sebagai berikut:  

1) Klik https://www.ncbi.nlm.nih.gov/ 

2) Pilih Structure pada menu All Databases, 

 

3) Ketik snake pada kolom kosong di samping structure. Klik search. 

 

 

4) Pilih salah satu data dari hasil pencarian, disini kami 

memakai  nomor 1 

 

5)  Klik View in iCn3D

 

Maka akan muncul sebagai berikut 

 

6) Klik Style > Proteins > Ribbon dan klik Remove surface 

15 

 

7) Untuk side chains, nucleotides, chemicals, ions, water, pilih opsi 

Hide 

 

 

8) Maka muncul output  seperti berikut] 

 

 

 

 

2.3 Database and Software 

 

NCBI memiliki database dan software (analysis tools) yang sering 

dipakai  untuk analisis sebagai berikut: 

 

1. Entrez 

 

Entrez merupakan sistem pencarian informasi dalam NCBI yang 

menyediakan akses terintegrasi untuk melakukan sekuensing, pemetaan 

(mapping), taksonomi dan data struktural. Entrez juga menyediakan 

gambaran grafis untuk mapping sekuen dan kromosom. Ciri khas dan 

16 

 

keunggulan Entrez yaitu  kemampuan untuk pencarian informasi terkait 

sekuen, struktur dan referensi. Literatur jurnal yang tersedia dapat diakses 

melalui PubMed. PubMed merupakan alat penghubung pencarian di web 

yang menyediakan akses ke lebih dari 11 juta sitasi jurnal di MEDLINE. 

Entrez Gene adapat diakses pada www.ncbi.nlm.nih.gov/gene .  

 

 

Gambar 2.2 Entrez Gene 

 

2. Nucleotide Database 

 

Database nukleotida merupakan suatu koleksi sekuen dari beberapa 

sumber, termasuk diantaranya GenBank, Reference Sequence (RefSeq), 

Third Party Annotation (TPA) dan Protein Data Bank (PDB). GenBank 

merupakan database sekuen genetik dari NIH (National Institutes of 

Health), berupa koleksi sekuen DNA yang dapat diketahui oleh publik. 

Database GenBank dibiayai dan didistribusikan oleh NCBI. Data sekuen 

dikirim ke GenBank oleh peneliti dari seluruh dunia.  


 

Gambar 2.3 GenBank Overview 

 

3. BLAST 

 

BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) merupakan suatu 

program untuk pencarian kemiripan sekuen (sequence similarity) dan 

merupakan alat dalam identifikasi gen dan karakter genetik. Blast dapat 

melakukan pencarian sekuen melalui perbandingan dengan database DNA 

dalam waktu singkat (kurang dari 15 detik). Keterangan lengkap mengenai 

program BLAST dapat dilihat pada : 

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/blast/producttable.shtml dan BLAST dapat 

diakses melalui https://blast.ncbi.nlm.nih.gov/Blast.cgi.   

 

Gambar 2.4 Halaman utama BLAST 

Ada 5 program utama dalam BLAST, yaitu :  

18 

 

a) nucleotide blast (blastn) : membandingkan suatu sekuen nukleotida 

meragukan (query sequence) yang kita miliki dengan database sekuen 

nukleotida.  

b) protein blast (blastp) : membandingkan suatu sekuen asam amino yang 

kita miliki dengan database sekuen protein.  

c) blastx : membandingkan produk translasi konsep 6‐frame sebuah 

sekuen nukleotida (translated nucleotide) yang kita miliki dengan 

database sekuen protein.  

d) tblastn : membandingkan suatu sekuen protein yang kita miliki dengan 

database sekuen nukleotida yang secara dinamis ditranslasi pada 

semua pembacaan 6 frame.  

e) tblastx : membandingkan suatu translasi 6 frame dari nukleotida.  

 

Gambaran mengenai program BLAST dapat dilihat pada gambar berikut ini 

:  

 

 

Gambar 2.5 Gambaran program utama BLAST 

 

Disini akan diberikan contoh untuk memakai  program utama BLAST 

yaitu nucleotide blast (blastn)  dan blastp.  

19 

 

Langkah-langkah analisis memakai  nucleotide blast (blastn) 

 

Blastn dapat dipakai  untuk mengidentifikasi suatu sekuen nukleotida 

meragukan (query sequence) yang kita miliki dengan database nukleotida, 

sehingga output yang didapat berupa identitas nukleotida ini , antara lain 

nama gen dan spesies penghasil dari sekuen lengkapnya. 

 

1. Buka situs NCBI www.ncbi.nlm.nih.gov. 

2. Pilih tool ”BLAST”, akan muncul tampilan pilihan program BLAST.  

Untuk mencari gen suatu sekuen nukleotida dari database nukleotida 

pilih ”nucleotide blast” (blastn).  

 

 

 

 

3. Setelah tampilan muncul, entri sekuen nukleotida (query) yang akan 

dicari; pilih setting pencarian dari database ”others” (jika belum 

diketahui spesiesnya); pilih program ”megablast”; klik ”BLAST” untuk 

memulai proses searching.  

Pada latihan/contoh dipakai  sekuen nukleotida DNA berikut ini :  

 

ATGTTCCCTGAAAAGTTCCTTTGGGGTGTGGCACAATCGGGTTTTCAGTT

TGAAATGGGGGATAAACTCAGGAGGAATATTGACACTAACACTGATTGGT

GGCACTGGGTAAGGGATAAGACAAATATAGAGAAAGGCCTCGTTAGTGGA

GATCTTCCCGAGGAGGGGATTAACAATTACGAGCTTTATGAGAAGGACCA

TGAGATTGCAAGAAAGCTGGGTCTTAATGCTTACAGAATAGGCATAGAGT

GGAGCAGAATATTCCCATGGCCAACGACATTTATTGATGTTGATTATAGC

TATAATGAATCATATAACCTTATAGAAGATGTAAAGATCACCAAGGACAC

TTTGGAGGAGTTAGATGAGATCGCCAACAAGAGGGAGGTGGCCTACTATA

20 

 

GGTCAGTCATAAACAGCCTGAGGAGCAAGGGGTTTAAGGTTATAGTTAAT

CTAAATCACTTCACCCTTCCATATTGGTTGCATGATCCCATTGAGGCTAG

GGAGAGGGCGTTAACTAATAAGAGGAACGGCTGGGTTAAC  

 

4. Hasil searching / pencarian akan didapat tampilan seperti berikut :  

 

 

 

 

 

 

5. Hasil blast umumnya akan menghasilkan lebih dari satu sekuen yang 

bersesuaian. Pilih hasil dengan skor paling tinggi dan query coverage 

mendekati 100%.  

21 

 

 

 

 

6. Klik “Accession” gen terpilih (hasil blastn) untuk keterangan lebih 

lanjut, (nucleotide origin dan CDS‐nya).  

 

 

 

22 

 

 

7. Klik “Distance tree of results” Apabila ingin mengetahui phylogenetic 

tree antar sekuen yang didapatkan. Sebelum melakukan analisis ini, 

harus dipilih database sekuen yang akan dibandingkan.  

 

 

 

Langkah-langkah analisis memakai  blastp 

 

Blastp dapat dipakai  untuk mencari protein homolog dari protein yang kita 

miliki.  

 

1. Buka situs www.ncbi.nlm.nih.gov  

23 

 

2. Pilih tool ”BLAST”. Untuk mencari protein homolog dari query asam amino 

gunakan ”protein blast” (blastp)  

3. Setelah tampilan muncul, entri sekuen protein (query) yang akan dicari; 

pilih seting pencarian dari database (jika membatasi hanya ingin mencari 

pada spesies tertentu, ketik nama organisme); pilih program ”blastp”; klik 

”BLAST” untuk memulai proses searching.  

 

Pada latihan / contoh dipakai  query sekuen protein berikut ini :  

mfpekflwgv aqsgfqfemg dklrrnidtn tdwwhwvrdk tniekglvsg dlpeeginny  

elyekdheia rklglnayri giewsrifpw pttfidvdys ynesynlied vkitkdtlee  

ldeiankrev ayyrsvinsl rskgfkvivn lnhftlpywl hdpiearera ltnkrngwvn  

prtviefaky aayiaykfgd ivdmwstfne pmvvvelgyl apysgfppgv lnpeaaklai  

 

 

 

 

4. Hasil searching akan didapat tampilan seperti berikut:  

 

24 

 

 

 

 

 

5. Hasil blast akan menghasilkan lebih dari satu sekuen yang bersesuaian. 

Pilih hasil dengan skor paling tinggi. Dengan meng‐klik referensi akan 

didapat keterangan lebih lanjut tentang protein ini .  

 

 

25 

 

 

6. Klik “Distance tree of results” pada bagian akhir apabila ingin 

mengetahui phylogenetic tree antar protein yang didapatkan. Sebelum 

melakukan analisis ini, harus dipilih database protein yang akan 

dibandingkan.  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

26 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.1 Pendahuluan 

Dalam bioinformatika, Sequence Alignment (SA) yaitu  suatu cara 

untuk mencocokkan sequence DNA, RNA atau protein untuk mengetahui 

tingkat kemiripan. Jika panjang antara sequences yang dibandingkan tidak 

sama maka dapat diberikan gaps atau yang disebut  dengan area di dalam 

grafik untuk mengisi kekosongan.  

Penyejajaran sekuens (sequence alignment) dapat diartikan juga 

proses penyusunan/pengaturan dua atau lebih sekuens sehingga persamaan 

sekuens-sekuens ini  tampak nyata. Hasil dari proses ini  juga 

disebut sebagai sequence alignment atau alignment saja. Baris sekuens dalam 

suatu alignment diberi sisipan (umumnya dengan tanda "–") sedemikian rupa 

sehingga kolom-kolomnya memuat karakter yang identik atau sama di antara 

sekuens-sekuens ini . Berikut yaitu  contoh alignment DNA dari dua 

sekuens pendek DNA yang berbeda, "ccatcaac" dan "caatgggcaac" (tanda "|" 

menunjukkan kecocokan atau match di antara kedua sekuens). 

 ccat---caac 

 |   |           |       

 caatgggcaac 

Sequence alignment merupakan metode dasar dalam analisis sekuens. 

Metode ini dipakai  untuk mempelajari evolusi sekuens-sekuens dari 

leluhur yang sama (common ancestor). Ketidakcocokan (mismatch) dalam 

alignment diasosiasikan dengan proses mutasi, sedangkan kesenjangan (gap, 

tanda "–") diasosiasikan dengan proses insersi atau delesi. Sequence alignment 

memberikan hipotesis atas proses evolusi yang terjadi dalam sekuens-sekuens 

ini . Misalnya, kedua sekuens dalam contoh alignment di atas bisa jadi 

berevolusi dari sekuens yang sama "ccatgggcaac". Dalam kaitannya dengan hal 

ini, alignment juga dapat menunjukkan posisi-posisi yang dipertahankan 

(conserved) selama evolusi dalam sekuens-sekuens protein, yang 

menunjukkan bahwa posisi-posisi ini  bisa jadi penting bagi struktur atau 

fungsi protein ini . 

Bab 

Analisis Pensejajaran Sekuens 

27 

 

Selain itu, sequence alignment juga dipakai  untuk mencari sekuens 

yang mirip atau sama dalam basis data sekuens. BLAST yaitu  salah satu 

metode alignment yang sering dipakai  dalam penelusuran basis data 

sekuens. BLAST memakai  algoritma heuristik dalam penyusunan 

alignment. 

Secara umum, dalam sequences alignment dikenal 2 jenis, yaitu Global 

Alignment (membandingkan 1 rangkaian sequences secara penuh) dan Local 

Alignment (hanya mencari subsequences yang mirip) yang akan dijelaskan 

dibawah ini. 

 

3.2 Jenis – jenis Pensejajaran Sequence 

1. Local Alignment  

 yaitu  Urutan yang diduga memiliki kesamaan atau bahkan urutan 

yang berbeda dapat dibandingkan dengan metode penyelarasan lokal. Ia 

menemukan daerah lokal dengan tingkat kemiripan yang tinggi.  

Perataan lokal meluruskan substring dari urutan kueri ke substring 

dari urutan target. Substring dapat berupa salah satu atau kedua urutan; 

jika semua keduanya dimasukkan maka pelurusan lokal juga bersifat 

global. Perataan lokal didefinisikan dengan memaksimalkan skor 

penyejajaran, sehingga menghapus kolom dari salah satu ujung akan 

mengurangi skor, dan menambahkan kolom lebih lanjut di kedua ujung 

juga akan mengurangi skor. Misalnya, pertimbangkan keselarasan protein 

global ini. 

 

2. Global  Alignment 

yaitu  Urutan terkait erat yang memiliki panjang yang sama sangat 

tepat untuk penyelarasan global. Di sini, penyelarasan dilakukan dari awal 

hingga akhir dari urutan untuk menemukan keselarasan terbaik yang 

mungkin Sebuah rumus atau serangkaian langkah untuk memecahkan 

masalah dikembangkan oleh Saul B. Needleman dan Christian D. Wunsch 

pada tahun 1970, yang merupakan algoritma pemrograman dinamis 

untuk penyelarasan urutan. Pemrograman dinamis memecahkan masalah 

asli dengan membagi masalah menjadi masalah sub independen yang 

lebih kecil. Teknik-teknik ini dipakai  dalam berbagai aspek ilmu 

komputer. Algoritma ini menjelaskan keselarasan urutan global untuk 

menyelaraskan urutan nukleotida atau protein.  

 

28 

 

Berikut perbandingan antara local dan global sequence alignment 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GLOBAL SEQUENCE ALIGNMENT LOCAL SEQUENCE ALIGNMENT 

Dalam  pensejajaran global, dilakukan upaya 

untuk mensejajarkan seluruh urutan (ujung 

ke ujung keselarasan). 

Menemukan daerah lokal dengan 

tingkat tertinggi kesamaan antara dua 

urutan. 

Perataan global mengandung semua huruf 

dari keduanya urutan pertanyaan dan target. 

Pensejajaran lokal meluruskan 

substring pertanyaan urutan ke 

substring dari urutan target. 

Jika dua urutan memiliki kurang lebih sama 

panjang dan sangat mirip, mereka cocok 

untuk penyelarasan global. 

Setiap dua urutan dapat disejajarkan 

secara lokal sebagai pensejajaran lokal 

menemukan barisan-barisan dengan 

tingkat tinggi  cocok tanpa 

mempertimbangkan penyelarasan sisa 

bagian urutan. 

Cocok untuk menyelaraskan dua yang terkait 

erat urutan. 

Cocok untuk mensejajarkan urutan yang 

lebih berbeda atau  terkait urutan jauh. 

Keberpihakan global biasanya dilakukan 

untuk membandingkan gen homolog seperti 

membandingkan dua gen dengan fungsi yang 

sama (pada manusia vs. tikus) atau 

membandingkan dua protein dengan fungsi 

serupa. 

dipakai  untuk mencari tahu pola-

pola yang diawetkan dalam  urutan DNA 

atau domain atau motif yang  diawetkan 

menjadi dua 

protein.   

Teknik pensejajaran global umum yaitu  

Algoritma Needleman-Wunsch 

Metode pensejajaran lokal umum yaitu  

Smith–Algoritma Waterman. 

Contoh alat pensejajaran Global: 

➢ EMBOSS Needle 

➢ Needleman-Wunsch Global Align 

➢ Nucleotide Sequences (Specialized 

➢ BLAST)  

Contoh alat  pensejajaran Lokal: 

➢ BLAST 

➢ EMBOSS Water 

➢ LALIGN 

29 

 

3.3 Metode –metode Pensejajaran Sequence 

Untuk membandingkan 2 sekuens yang paling dikenal ada 3 metode, yaitu 

 

1. Metode Dot-Matrixs 

 

Merupakan metode yang paling mudah. sekuens yang dicocokkan 

dibuatkan sebuah matrix dimana kolom dan baris mereprentasikan 

masing sekuens. Jika ada yang sama (match) maka diberi simbol 

(dot/titik). Sequences yang berkorelasi akan terlihat membentuk garis di 

diagonal utama. Secara visual dapat dilihat fitur dari sekuens yang 

dibandingkan (insertions, deletions, repeats, or inverted repeats).  

Masalah dari metode ini adanya noise serta sulit mengekstrak fitur 

posisi kecocokan antara dua sekuens. 

 

2. Metode Dynamic programming 

 

Metode ini dapat diterapkan untuk mencari Global Alignment maupun 

Local Alignment dari 2 sekuens. Metode yang terkenal yaitu  Algoritma 

Needleman-Wunsch (Global) dan Smith-Waterman (Local).  Needleman-

Wunsch merupakan metode pertama yang menerapkan Dynamic 

Programming dalam Sequence Alignment sedangkan Smith-Waterman 

memodifikasi metode dari Needleman-Wunsch untuk mencari Local 

Alignment. Dynamic Programming sangat optimal untuk mencari 

kecocokan antara 2 sekuens dan dapat diperluas untuk lebih dari 2 

sekuens. Metode ini sangat lambat untuk sekuens yang sangat panjang. 

 

3. Words Method 

 

Dikenal juga sebagai k-tuple methods, merupakan metode heuristic 

dimana tidak menjamin hasilnya optimal namun  lebih efisien dibandingkan 

Dynamic Programming. Sering dipakai untuk pencarian dalam database 

dengan ukuran yang sangat besar (FASTA, BLAST) 

 

Metode-Metode Multiple Sequence Alignment 

Dari perbandingan antara 2 sekuens, kemudian berkembang menjadi 

Multiple Sequence Alignment (MSA), yaitu lebih dari 2 sekuens yang 

30 

 

dibandingkan. Salah satu tujuannya yaitu  untuk merekonstruksi 

phylogenetic tree atau untuk mengetahui tingkat kekerabatan spesies. 

 

Untuk MSA juga ada 3 metode yang terkenal, yaitu 

1. Dynamic Programming 

Secara teori, metode ini dapat mencocokkan banyak sekuens namun  

sangat “mahal” dalam segi kompleksitas dan memori. Sama seperti 

Dynamic Programming yang dijelaskan untuk 2 sekuens, algoritma 

yang terkenal yaitu  Needleman-Wunsch dan Smith-Waterman. 

 

2. Progressive Alignment 

Cara kerjanya yaitu  mencocokkan sekuens yang terdekat 

kemudian menambahkan sequence berikutnya sehingga terbentuk 

tree. Initial tree untuk mencocokkan memakai metode yang mirip 

dengan FASTA. Contoh metode ini yaitu  Clustal W dan T-Coffee 

Metode ini sangat cepat, namun ketika sudah terbentuk tree tidak bisa 

menyisipkan sekuens yang terbaru yang lebih mendekati 

kemiripannya. Sehingga keakuratannya tergantung dari inisialisasi 

awal. 

 

3. Metode Iterasi 

Metode ini mencoba memperbaiki kelemahan dari metode 

Progressive yang tergantung dari inisialisasi. Metode iterasi mencoba 

mengoptimalkan berdasarkan fungsi scoring dan dapat mencocokkan 

ulang (realigning) subset sequence. Metode ini sangat lambat dan 

hasilnya tergantung probabilitas karena didasari stokastik. Contohya 

yaitu  Hidden Markov Models dan Algoritma Genetik. 

 

3.4 Pensejajaran Sequence Online 

 

1. Cara mendapatkan data di NCBI 

 

Sekuen yang diperoleh dari hasil penelitian di laboratorium dapat 

dianalisis dengan data serupa yang telah dipublikasikan sebelumnya di 

gen bank. Salah satu bentuk analisis yang dapat dilakukan misalnya 

yaitu  analisis penyejajaran. Analisis pensejajaran dapat dipakai  untuk 

membandingkan dua sekuen atau lebih. Program yang dipakai  untuk 

31 

 

analisis penyejajaran yaitu program BLAST (Basic Local Allignment 

Search Tools). Program ini dapat diakses melalui website National Center 

for Biotechnology Information at The National Library of Medicine in 

Washington, DC (http://www.ncbi.nlm.nih.gov/BLAST) 

Berikut merupakan langkah-langkah untuk mencari dan 

mendapatkan data dari genbank, misalnya untuk mencari sekuen insulin 

(INS) 

  

1. Ketikkan http://www.ncbi.nlm.nih.gov  pada location bar pencarian 

 

 

  

2. Pilih preferensi pencarian yang dipakai  (pada contoh ini dipilih 

nucleotide) dan ketikkan juga molekul yang ingin dicari sebagai kata 

kunci pencarian (pada contoh ini diketikkan INS) dan klik search 

 

 

 

32 

 

3. Muncul hasil pencarian nucleotide untuk INS insulin. Selanjutnya klik 

INS insulin    

 

 

 

4. Berdasarkan pulihan ini  maka akan diperoleh tampilan sebagai 

berikut 

 

 

5. Pada tampilan ini  discroll ke bawah maka akan diperoleh 

tampilan berikut. Terdapat beberapa kode yaitu NM dan NP.  Kode NM 

menunjukkan kode untuk memperoleh informasi mengenai 

nukleotida, sedangkan NP menunjukkan kode untuk memperoleh 

informasi mengenai protein. 

 

33 

 

  

6. Diklik link FASTA untuk memperoleh sekuen nukleotida dari INS 

dalam bentuk FASTA 

 

7. Apabila diklik kode NM dan Gen Bank, maka akan diperoleh informasi 

mengenai sekuen nukleotida, sebagai berikut 

 

34 

 

 

2. Persejajaran Sequence Online 

 

1. Ketik NCBI pada search google dan masuk website NCBI 

2. Carilah jenis makhluk hidup dengan mempunyai kemiripan pada keduanya 

untuk di sejajarkan 

3. Misalnya membandingkan snake dengan caterpillar. 

4. Pada NCBI kita bisa isi all database sesuai yang kita ingin cari, misalnya 

kita ganti nucleotide. 

 

5. Kemudian sebelah kotak all database kita isi sesuai jenis makhluk hidup 

yang kita ingin sejajarkan. 

• Snake 

 

• Caterpillar  

 

 

6. Setelah kita search kita ambil salah satu data dari beberapa yang muncul. 

• Snake 

 

35 

 

 

• Caterpillar  

 

7. Kemudian klik FASTA  

• Snake 

 

• Caterpillar 

 

 

8. Copy kode FASTA 

• Snake 

GCTTCTTATATGAAATGTTTGAAAGAAAGTAAATAATGAAATCACAGAACTCACAAA

TAGAATGATAATACTTTGGTCTCTAATCGTGCATCTTCAATTGACATGCTTGCATTT

AATCCTGCAGACTCCAAATCTTGAGGCTCTCGATGCCCTTGAAATAATCAACTACCAG

ACCACCAAGTACACAATCCCCGAAGTTTGGAAAGAGCAGCCAGTGGCGACCATTGGC

GAGGACGTGGATGATCAGGACACCGAAGATGAGGAAAGCTATCTGAAGTTCGGCGAC

GATGCGGAGGTTAGGACTTCGGTTTCGGAAGGACTTCACGAAGGTGCCTTCTGCCGG

CGGAGCTTCGATGGCCGGAGTGGATACTGCATCCTGGCCTATCAGTGCCTCCACGTCA

TTCGAGAGTATCGGGTGCATGGCACCCGCATCGACATCTGCACCCATCGCAACAATGT

CCCTGTCATCTGTTGTCCATTGGCGGACAAGCATGTGCTGGCTCAGCGCATAAGTGCC

ACCAAATGTCAGGAGTACAATGCTGCCGCCAGAAGGCTTCACTTGACGGACACCGGA

CGCACATTCTCCGGGAAGCAGTGTGTGCCCAGTGTTCCCCTGATAGTCGGTGGAACCC

CCACTCGACACGGACTCTTCCCTCACATGGCTGCCTTAGGATGGACGCAGGGTAGTGG

CTCCAAGGATCAAGATATAAAATGGGGCTGTGGAGGCGCCCTGGTTAGCGAACTGTA

TGTCCTGACCGCTGCCCACTGTGCCACCTCTGCAAACCACCGGACATGGTTCGCTTGG

GCGCCCGCCAGTTGAACGAGACCAGCGCGACCCAGCAGGACATCAAGATCCTCATCAT

CGTGCTGCATCCGAAGTACAGATCCTCGGCATATTACCACGATATTG 

CCCTGCTCAAGCTGACCAGAAGGGTCAAGTTCTCGGAGCAGGTGCGTCCTGCTTGCCT

GTGGCAACTGCCGGAGCTCCAGATACCCACTGTGGTGGCCGCCGGTTGGGGACGCACC

36 

 

GAGTTCCTGGGCGCCAAATCGAATGCCCTGCGCCAGGTGGACCTGGACGTAGTCCCAC

AAATGACCTGCAAGCAGATCTATCGCAAGGAGCGACGTCTGCCCAGGGGAATCATCG

AGGGGCAGTTCTGTGCGGGATATTTGCCAGGCGGCAGGGACACCTGCCAGGGTGACT

CCGGCGGTCCCATTCATGCCCTGCTGCCGGAATACAACTGCGTGGCCTTCGTGGTGGG

CATCACCTCGTTTGGAAAATTCTGTGCGGCTCCCAATGCCCCAGGAGTTTACACCAGG

CTATATAGCTACCTGGATTGGATTGAGAAGATTGCCTTCAAGCAGCACTAGTTTCAT

TTTATTTTATTTATTAAATATGCTTTTT 

 

• Caterpillar 

ATGGAGCTCAGCCGAGTGGGAGACAACATAGGTTCCCCAGGGTCAGTCCTGGCTCTG

TATTCACAACTTCTGGCTGCAAACACAGACTCCACGAGGAAGCAAGAGGTGTGGACA

GACAGAGAGACATGCCTGGCCTACAGTGTTGGCTCCCCAGCTGAGCAGGTGAAAGCC

CTTGTGGATCTGCTGGCTGGGAAGGGCAGTCAGCTGCTACAAGTCCGGGACAAAATG

CCAGACTCCCCACTAGGATCCCAGAGCAATGAGTCAAGGATACCGAAGCACTCTGAG

GCTCTGCTGAGCAGGGTGGGAAATGACCCAGAACTGGGCAGCCCCTCACACCGGCTGG

CCAGCCTCATGCTGGTCGAGGGCCTGACAGACCTGCAGCTAAAGGAGCATGACTTCAC

ACAGGTGGAGGCCACGCGTGGGGTCTGGCACCCTGCCAGAGTTATCACCCTGGACAGG

CTCTTCCTGCCTCTGTCCCGGGTATCCATCCCACCTCGAGTCTCTCTCACCATTGGAG

TGGCTGGTGTGGGCAAGACCACGCTAGTGAGGCATTTTGTTCATTGCTGGGCCAGAG

GACAGGTGGGCAAGGGCTTCTCACGGGTTCTGCCCTTGACCTTTCGGGATCTCAACAC

CTATGAGAAACTGTCTGCAGACAGACTCATCCAATCCATCTTCTCAAGCATTGGGGA

AGCTAGTCTGGTGGCCACAGCCCCAGACAGAGTCCTCCTGGTCCTGGATGGCTTGGAT

GAGTGTAAGACACCCCTGGAATTCTCCAATACCATGGCCTGCTCAGACCCAAAGAAG

GAGATCCAGGTAGACCACCTGATCACTAACATCATCCGAGGCAACCTCTTTCCAGAA

ATTTCTGTCTGGATCACCTCCCGGCCCAGTGCTGCTGGTCAGATCCCTG 

GGGGCCTAGTGGACCGGATGACTGAGATTCGGGGCCTTACTGAGGAAGAGATCAAAG

TGTGTCTGGAGCAGATGTTTCCTGAGGAGCAGAACCTCTTAGGTCAGGTCCTTAGTC

AAGTGCAGGCCAACAGGGCTCTGTATCTGATGTGCACTGTACCAGCCTTTTGTAGGC

TCACGGGGCTGGCTCTGGGTCACTTGTATCGCACCAGGCTGGCCGTCCAAGACATAGA

GCTGCCATTGCCTCAGACCCTGTGTGAGCTCTACTCTTGGTACTTTAGGATGGCTCTT

GGTGGGGAGGGCCAGGATAAGGAAAAGGTAAGTCCTAGGATCAAGCAGGTGACCCAG

GGAGCTCGCAAAATGGTGGGGACATTGGGCCGCCTGGCCTTCCATGGGCTGGTCAAG

AAGAAATACGTGTTTTATGAACAAGACATGAAGGCATTTGGAGTGGACCTCGCTCTG

TTGCAGAACACTCTGTGCAGCTGTCTCCTGCAGCGGGAAGAGACCCTGGCCTCCTCTG

TAGCTTACTGCTTCATTCACCTGTCTCTGCAAGAATTTGTGGCAGCTACATATTACTA

TAGTGCATCCAAGAGGGCCATCTTTGACCTCTTCACCGAGAGTGGCATGTCCTGGCCC

AGACTGGGTTTCCTCGCCCATTTCAGGTGTGCAGCCCAGCGGGCCACACAAGCTAAGG

ATGGAAGGCTGGATGTGTTTCTGCGCTTCCTCTCTGGCCTCTTGTCCCCAAGGGTCAA

TACTCTGCTGGCCGGCTCCCTGTTGTCCCAAGGCGAGCATCAGAGCTACCGGGACCAG

GTGGCTGAGGTCCTACAAGGCTTCCTTCATCCTGACGCTGCAGTCTGTGCACGTGCCA

TCAATGTCTTGTACTGCCTAAGTGAGCTGCGGCACACAGAACTGGC 

CTGCAGTGTGGAGGAGGCCATGCGGAGTGGGACCTTGGCTGGGATGACCAGCCCCTC

ACACCGCACTGCTCTGGCCTACCTCCTGCAGATGTCTGACATCTGCTCCCCAGAGGCT

GACTTCTCCCTGTGTCTCAGCCAGCATGTCCTCCAGAGCCTGCTGCCCCAGCTGCTCT

ATTGTCAAAGCCTCAGGCTGGACAACAACCAGTTCCAGGACCCTGTGATGGAGTTGC

TGGGCAGCGTGCTGAGTGGGAAGGACTGTCGCATTCGAAAGATCAGCCTGGCTGAGA

ATCAGATTGGTAACAAAGGAGCCAAAGCCCTGGCCAGATCCCTCCTGGTTAACAGAA

GCCTCATCACACTGGACCTCCGGAGTAACAGCATTGGACCACCGGGGGCTAAGGCTTT

GGCCGATGCTCTGAAGATAAACCGAACGCTAACTTCTCTAAGCCTCCAAAGCAACGT

GATCAAGGATGACGGTGTCATGTGCGTGGCTGAGGCCCTGGTCTCCAACCAGACCATC

TCCATGCTACAGCTACAGAAGAACTTAATTGGGCTCATAGGAGCCCAGCAGATGGCA

37 

 

GATGCCCTGAAGCAGAACAGGAGCCTGAAAGCACTCATGTTTTCCAGTAATACCATT

GGCGACAGAGGTGCCATAGCCCTGGCTGAGGCCCTGAAGGTGAACCAGATCCTGGAG

AACTTAGACCTACAGAGCAATTCCATCAGTGACATGGGAGTGACGGTGCTGATGCGA

GCCCTCTGCAGTAACCAGACACTCTCCAGTCTCAACTTACAGGAGAATGCCATAGGGG

ATGAAGGAGCTTCCTCAGTGGCTGGCGCACTGAAGGTGAACACAACCCTCATTGCTC

TCTACTTACGAGGAAACGACGTTGGGGCAGCTGGAGCCAAGGCCTTGGCA 

AATGCTTTAAAGTTAAACTCCAGTCTCCGAAGACTCAATCTCCAGGAGAACTCACTG

GGGATGGATGGGGCCATATTTGTTGCCTCTGCACTGTCTGAGAACCACGGGTCTCCAC

ATGACCCAACTCAAAAGAACATAAGACAAGATAATGACAGTGTTCCTGCCCTGCACA

CTCACATGGCTGGCACCATCAGTCTCTGCAGTGTTCCTGCCCTGCACACTCACACGGA

TGTTACCATCAGTCTCTGTAGTGTTCCTGCCCTGCACACTCCCATGGCTGGCACCATG

AGTCTCTGCAGTGTTCCTGCCCTGCACACTCACATGGCTGGCACCATCAGTCTCTGTA

GTGTTCCTGCCCTGCACACTCCCATGGCTGGCACCATCAGTCTCTGCAGTGTTCCTGC

CCTGCACACTCACACGGTTGGCACCATCAGTCTCTGCAGTGTTCCTGCCCTGCACACT

CACATGGATGTCACCATCAGTCTCTGTAGTGTTCCTGCCCTGCACACTCCCATGGCTG

GCACCATCAGTCTCTGTAGTGTTCCTGCCCTGCACACTCCCATGGCTGGCACCATCAG

TCTCTGCAGTGTTCCTGCCCTGCACACTCACACGGTTGGCACCATCAGTCTCTGCAGT

GTTCCTGCCCTGCACACTCCCATGGCTGGCACCATCAGTCTCTGCAGTGTTCCTGCCC

TGCACACTCCCATGGCTGGCACCATCAGTCTCTGTAGTGTTCCTGCCCTGCACACTCC

CATGGCTGGCACCATCAGTCTCTGTAGTGTTCCTGCCCTGCACACTCCCATGGCTGGC

ACCATCAGTCTCTGTAGTGTTCCTGCCCTGCACACTCATACAGCTGGCACCAGTCTCT

GCAGACTTCAAGCCCACTAA 

 

9. Pilih BLAST pada popular resources 

 

 

 

 

38 

 

10. Akan tampil menu BLAST kemudian pilih Global Align pada Specialized 

Seraches seperti berikut 

 

 

11. Masukkan data kode fasta 

 

 

12. Setelah terisi kode fasta kemudian klik Align 

39 

 

 

 

13. Hasil pensejajaran kode FASTA Snake dan Caterpillar dengan 

memakai  BLAST. 

 

Plot of lcl|Query_220947 vs lcl|Query_220949 

 

 

 

 

 

40 

 

 

 

Pada gambar ini  terdapat hasil pensejajaran antara kode 

FASTA snake dan caterpillar menghasilkan kemiripan 30%. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

41 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.1 Definisi Mutasi 

Mutasi merupakan perubahan urutan basa nukleotika pada DNA 

maupun kromosom. Tahun 1901, Hugo De Vries memperkenalkan isilah 

“mutasi” yang didefinisikan sebagai perubahan informasi pada gen. 

Selanjutnya, H.J. Muller melihat bahwa peristiwa mutasi spontan dapat dipicu 

dari paparan sinar rontgen pada Drosophilla. Penelitian tentang mutasi terus 

berkembang, terkait jenis mutasi hingga teknik-teknik untuk menganalisis 

terjadinya mutasi. Mutasi berasal dari kata Mutatus (bahasa latin) yang 

artinya yaitu  perubahan. mutasi didefenisikan sebagai perubahan materi 

genetic (DNA) yang dapat diwariskan secara genetis keketurunannya. Istilah 

mutasi petama kali dipakai  oleh Hugo de Vries, untuk mengemukakan 

adanya perubahan fenotipe yang mendadak  pada bunga Oenothera 

lamarckiana  dan bersifat menurun. Ternyata perubahan ini  terjadi 

karena adanya penyimpangan dari kromosomnya. Seth wright juga 

melaporkan peristiwa mutasi pada domba jenis Ancon yang berkaki pendek 

dan bersifat menurun. Penelitian ilmiah tentang mutasi dilakukan pula oleh 

Morgan (1910) dengan memakai  Drosophila melanogaster (lalat buah). 

Akhirnya murid Morgan yang bernama Herman Yoseph Muller berhasil dalam 

percobaannya terhadap lalat buah, yaitu menemukan mutasi buatan dengan 

memakai  sinar X (Anonim, 2009). 

Mutasi yaitu  perubahan pada materi genetik suatu makhluk yang 

terjadi secara tiba-tiba, acak, dan merupakan dasar bagi sumber variasi 

organisme hidup yang bersifat terwariskan (heritable). Mutasi juga dapat 

diartikan sebagai perubahan struktural atau komposisi genom suatu jasad 

yang dapat terjadi karena faktor luar(mutagen) atau karena kesalahan 

replikasi. Peristiwa terjadinya mutasi disebut mutagenesis. Makhluk hidup 

yang mengalami mutasi disebut mutan dan factor penyebab mutasi disebut 

mutagen (mutagenic agent). Perubahan urutan nukleotida yang menyebabkan 

protein yang dihasilkan tidak dapat berfungsi baik dalam sel dan sel tidak 

Bab 

Mutasi 

42 

 

mampu mentolerir inaktifnya protein ini , maka akan menyebabkan 

kematian (lethal mutation). Mutasi dapat mempengaruhi DNA maupun 

kromosom. DNA dapat dipengaruhi pada saat sintesis 

DNA (replikasi). Pada saat ini  factor mutagenic mempengarugi pasangan 

basa nukleutida sehingga tidak berpasangan dengan basa nukleutida yang 

seharusnya (mismatch). Misalnya triplet DNA cetakan yaitu  TTA. Namun 

karena adanya mutagen menyebabkan DNA polymerase memasangkan A 

dengan C, bukan dengan T. Untuk lebih jelasnya mekanisme mutasi dapat 

dilihat pada gambar di bawah ini: 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2 Jenis mutasi 

1. Mutasi Kromosom (Gross Mutation)  

Mutasi kromosom merupakan perubahan urutan sekuens gen karena 

terjadi perubahan pada level kromosom. Mutasi kromosom berdampak 

pada berubahnya struktur dan/atau jumlah kromosom dalam individu. 

Perubahan struktur kromosom dapat terjadi abrasi kromosom yang 

melalui proses delesi, inversi, duplikasi, dan translokasi. 

1) Aberasi kromosom yaitu  perubahan yang terjadi pada jumlah atau 

susunan kromosom dalam sel yang diakibatkan adanya kehilangan, 

pengaturan kembali bahan genetik ataupun duplikasi. Translokasi 

43 

 

ialah mutasi yang mengalami pertukaran segmen kromosom ke 

kromosom non homolog. Macam-macam translokasi antara lain 

sebagai berikut. 

1. Translokasi homozigot (resiprok) Translokasi homo zigot ialah 

translokasi yang mengalami pertukaran segmen kedua kromosom 

homolog dengan segmen kedua kromosom non homolog. 

2. Translokasi heterozigot (non resiprok) Translokasi heterozigot ialah 

translokasi yang hanya mengalami pertukaran satu segmen 

kromosom ke satu segmen kromosom nonhomolog. 

3. Translokasi Robertson Translokasi Robertson ialah translokasi yang 

terjadi karena penggabungan dua kromosom akrosentrik menjadi 

satu kromosom metasentrik, maka disebut juga fusion 

(penggabungan). Translokasi terjadi apabila dua benang kromosom 

patah setelah terkena energi radiasi, kemudian patahan benang 

kromosom bergabung kembali dengan cara baru. Patahan 

kromosom yang satu berpindah atau bertukar pada kromosom yang 

lain sehingga terbentuk kromosom baru yang berbeda dengan 

kromosom aslinya. Translokasi dapat terjadi baik di dalam satu 

kromosom (intrachromosome) maupun antar kromosom 

(interchromosome). Translokasi sering mengarah pada 

ketidakseimbangan gamet sehingga dapat menyebabkan 

kemandulan (sterility) karena terbentuknya chromatids dengan 

duplikasi dan penghapusan. Alhasil, pemasangan dan pemisahan 

gamet jadi tidak teratur sehingga kondisi ini menyebabkan 

terbentuknya tanaman aneuploidi. Translokasi dilaporkan telah 

terjadi pada tanaman Aegilops umbellulata dan Triticum aestivum 

yang menghasilkan mutan tanaman tahan penyakit. 

4. Inversi ialah mutasi yang mengalami perubahan letak gen-gen, 

karena selama meiosis kromosom terpilin dan terjadi kiasma. 

Inversi terjadi karena kromosom patah dua kali secara simultan 

setelah terkena energi radiasi dan segmen yang patah ini  

berotasi 180o dan menyatu kembali. Kejadian bila centromere 

berada pada bagian kromosom yang terinversi disebut pericentric, 

sedangkan bila centromere berada di luar kromosom yang terinversi 

disebut paracentric. Inversi pericentric berhubungan dengan 

duplikasi atau penghapusan chromatid yang dapat menyebabkan 

44 

 

aborsi gamet atau pengurangan frequensi rekombinasi gamet. 

Perubahan ini akan ditandai dengan adanya aborsi tepung sari atau 

biji tanaman, seperti dilaporkan terjadi pada tanaman jagung dan 

barley. Inversi dapat terjadi secara spontan atau diinduksi dengan 

bahan mutagen, dan dilaporkan bahwa sterilitas biji tanaman 

heterosigot dijumpai lebih rendah pada kejadian inversi daripada 

translokasi.  

Macam-macam inversi antara lain sebagai berikut. 

a. Inversi parasentrik; teriadi pada kromosom yang tidak 

bersentromer. 

b. lnversi perisentrik; terjadi pada kromosom yang bersentromer. 

5. Isokromosom ialah mutasi kromosom yang terjadi pada waktu 

menduplikasikan diri, pembelahan sentromernya mengalami 

perubahan arah pembelahan sehingga terbentuklah dua kromosom 

yang masing – masing berlengan identik (sama). Dilihat dari 

pembelahan sentromer maka isokromosom disebut juga fision, jadi 

peristiwanya berlawanan dengan translokasi Robertson (fusion) 

yang mengalami penggabungan. 

6. Katenasi ialah mutasi kromosom yang terjadi pada dua kromosom 

non homolog yang pada waktu membelah menjadi empat 

kromosom, salinq bertemu ujung-ujungnya sehingga membentuk 

lingkaran.  

 

 Duplikasi gen ataupun duplikasi kromosom atau amplifikasi 

gen merupakan kejadian bergandanya (duplikasi) suatu daerah bagian 

DNA yang mengandung gen. Ia dapat terjadi sebagai kesalahan pada 

rekombinasi homolog, kejadian retrotransposisi, ataupun duplikasi 

keseluruhan kromosom. Kopi kedua dari gen ini seringkali terbebas 

dari tekanan seleksi, yakni bahwa mutasi ini tidak memiliki efek 

merugikan pada organisme inang. Oleh karenanya, gen ini bermutasi 

lebih cepat dari generasi ke generasi organisme. Duplikasi merupakan 

lawan dari delesi. Duplikasi terjadi akibat dari suatu kejadian yang 

disebut sebagai pindah silang. Ini terjadi semasa meiosis antara 

kromosom homolog yang salah jajar. Peluang hal ini terjadi yaitu  

berupa fungsi derajat perkongsian elemen berulang antara dua 

kromosom. Produk rekombinasi yaitu  duplikasi pada daerah 

pertukaran dan delesi timbalbalik. 

45 

 

 

Sebuah skema bagian kromosom sebelum dan sesudah kejadian 

duplikasi 

Delesi, yaitu pengurangan satu atau lebih pasangan nukleotida pada 

suatu gen. seperti tampak pada gambar di bawah ini: 

 

Inversi ialah mutasi yang mengalami perubahan letak gen-gen, karena 

selama meiosis kromosom terpilin dan terjadi kiasma. Inversi terjadi 

karena kromosom patah dua kali secara simultan setelah terkena energi 

radiasi dan segmen yang patah ini  berotasi 180o dan menyatu 

kembali. Kejadian bila centromere berada pada bagian kromosom yang 

terinversi disebut pericentric, sedangkan bila centromere berada di luar 

kromosom yang terinversi disebut paracentric. Inversi pericentric 

berhubungan dengan duplikasi atau penghapusan chromatid yang dapat 

menyebabkan aborsi gamet atau pengurangan frequensi rekombinasi 

gamet. Perubahan ini akan ditandai dengan adanya aborsi tepung sari 

atau biji tanaman, seperti dilaporkan terjadi pada tanaman jagung dan 

46 

 

barley. Inversi dapat terjadi secara spontan atau diinduksi dengan bahan 

mutagen, dan dilaporkan bahwa sterilitas biji tanaman heterosigot 

dijumpai lebih rendah pada kejadian inversi daripada translokasi.  

Macam-macam inversi antara lain sebagai berikut. 

a) Inversi parasentrik; teriadi pada kromosom yang tidak bersentromer. 

b) lnversi perisentrik; terjadi pada kromosom yang bersentromer. 

 

Perubahan jumlah kromosom dalam makhluk hidup dapat dibedakan 

menjadi 

dua, yaitu: 

a. Euploidi  

Euploidi merupakan mutasi kromosom yang menyebabkan perubahan 

set kromosom dalam tubuh individu. Individu normal yaitu  individu 

diploid (2n). Manusia normal memiliki 46 kromosom (2n=46). 

Perubahan jumlah set kromosom menyebabkan munculnya individu 

monoploid (n), triploid (3n), tetraploid (4n), dan seterusnya. Peristiwa 

euploidi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu (1) autopoliploidi, dimana 

proses poliploidisasinya dilakukan spontan, dan (2) allopoliploidi, yang 

memerlukan induksi dalam proses poliplodisasinya.  

 

b. Aneuploidi 

Aneuploidi merupakan mutasi kromosom yang menyebabkan 

perubahanjumlah kromosom dalam tubuh individu. Individu normal 

yaitu  individu diploid (2n). Manusia normal memiliki 46 kromosom 

(2n=46). Perubahan jumlah kromosom menyebabkan munculnya 

individu nullisomi (2n-2), monosomi (2n-1), trisomi (2n+1), tetrasomi 

(2n+2), dan seterusnya. 

 

2. Mutasi Gen (Point Mutation) 

Mutasi gen merupakan perubahan urutan sekuens gen karena terjadi 

perubahan pada level DNA. Mutasi DNA dapat terjadi melalui proses 

transisi, transversi, delesi, insersi,  dan duplikasi. Mutasi gen dapat 

berdampak pada terjadinya silent mutation (mutasi yang tidak 

menyebabkan perubahan asam amino), nonsense mutation (mutasi yang 

menyebabkan terbentuknya kodon STOP) dan missense mutation (mutasi 

yang menyebabkan perubahan protein). Mutasi gen dapat dibedakan 

menjadi dua, yaitu:  

47 

 

a. Pergantian Basa Nitrogen (Substitution Mutation) 

Mutasi pergantian basa nitrogen dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: 

(1) transisi, apabila basa nitrogen berganti dengan dengan basa 

nitrogen satu golongan (purin berganti dengan purin, pirimidin 

berganti dengan pirimidin), dan (2) transversi, apabila basa nitrogen 

berganti dengan dengan basa nitrogen berbeda golongan (purin 

berganti dengan pirimidin, atau sebaliknya). 

 

b. Perubahan Jumlah Basa Nitrogen (Frameshift Mutation) 

Mutasi gen yang berdampak pada perubahan jumlah basa nitrogen 

dapat terjadi melalui proses delesi (pengurangan), insersi 

(penyisipan), dan duplikasi (penggandaan) DNA. 

 

4.3 Mutasi Pada Sequence 

 

Mutasi yaitu  perubahan sequence genetik, yang merupakan 

penyebab utama perbedaan di antara organisme. Perubahan ini terjadi pada 

berbagai tingkatan, dengan konsekuensi yang sangat berbeda. 

(http://www.nature.com /scitable/topicpage/genetic-mutation-1127). Menurut 

Shen (2007), mutasi pada sequence DNA dapat diklasifikasikan menjadi 4 tipe, 

yaitu : 

a. Tipe I  

Suatu mutasi yang disebabkan oleh perubahan nukleotida, misalnya dri 

“a” menjadi “g”.  

b. Tipe II 

Suatu mutasi yang terjadi karena ada bagian nukleotida yang berubah 

urutan posisinya, misalnya bagian “accgu” berubah urutan menjadi 

“guacc”. 

c. Tipe III 

Suatu mutasi yang disebabkan oleh penyisipan segmen baru ke dalam 

sequence, misalnya penyisipan “aa” di bagian tengah pada segmen 

“gguugg” akan mengubah segmen menjadi “gguaaugg” 

d. Tipe IV 

Suatu mutasi yang terjadi  karena penghapusan segmen nukleotida pada 

sequence, misalnya menghapus nukleotida “ag” dari segmen “acaguua” 

sehingga segmen berubah menjadi “acuua”. 

48 

 

Pada mutasi tipe I dan tipe II, posisi dari semua nukleotida tidak mengalami 

perubahan maka mutasi ini disebut mutasi subtitusi. Sedangkan untuk mutasi 

tipe III dan tipe IV yang bisa mengubah posisi nukleotida, maka disebut 

sebagai mutasi pemindahan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

49 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.1 Bioinformatika sebagai Teknologi Sekuensing Terbaru 

Pada masa sekarang ini hingga satu dekade ke depan, para peneliti akan 

dihadapkan pada tantangan penyimpanan, pengolahan dan analisis data besar 

(big data) yang dihasilkan dari teknologi Next-Generation Sequencing (NGS). 

Analisis sekuen genom memakai  pendekatan NGS merupakan proses 

konversi dari materi biologis belum bermakna (sampel DNA atau RNA) 

menjadi kode informasi (kode biner dan kode basa nukleotida) dan 

diterjemahkan menjadi informasi biologis bermakna. Bioinformatika terlibat 

secara nyata dan memiliki peran sangat penting dalam rangka mempermudah 

setiap tahapan analisis NGS. 

 

Bioinformatika merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari teknologi 

sekuensing generasi baru atau yang sering disebut Next-Generation 

Sequencing (NGS). Pada masa sekarang ini hingga satu dekade ke depan, para 

peneliti akan dihadapkan pada tantangan penyimpanan, pengolahan dan 

analisis data besar (big data) yang dihasilkan dari teknologi NGS. Setidaknya, 

empat tahapan wajib dilakukan dalam analisis sekuen nukleotida 

memakai  platform NGS yaitu (1) pemanggilan basa (base calling) pasca 

sekuensing, (2) penjajaran dan penggabungan sekuen (assembly), (3) anotasi 

sekuen (annotation), dan (4) integrasi data bioinformatika menjadi data 

biologis (data integration). 

Bab 

Penelitian Pesejajaran Sequence di negara kita  

50 

 

Pertama, analisis pemanggilan basa (base calling) pada potongan pendek 

sekuen (100-500 pasangan basa) yang disebut reads pasca prosesi sekuensing 

genom atau transkrip dilakukan memakai  piranti lunak berbasis modul 

perintah (Command Line Interface, CLI). Kedua, contig dan scaffold disusun 

memakai  penjajaran dan penggabungan (assembly) sekuen nukleotida 

pendek ini . Contig dan scaffold merupakan bentuk gabungan reads yang 

umumnya memiliki panjang ratusan hingga ratusan ribu pasang basa. Ketiga, 

anotasi dan visualisasi sekuen contig dan scaffold kemudian dilakukan 

memakai  piranti lunak berbasis grafis (Graphical Processing Unit, GPU) 

seperti BLAST2GO. Keempat, keseluruhan analisis bioinformatika dari 

platform NGS seperti GO (Gene Ontology), KEGG (Kyoto Encyclopedia of Genes 

and Genomes) hingga DGE (Differential Gene Expression) diintegrasi menjadi 

satu luaran informasi yang koheren serta memberikan makna biologis. Saat 

ini, beberapa tool bioinformatika untuk analisis data NGS tersedia secara 

daring dan tidak dipungut biaya, seperti Galaxy (https://usegalaxy.org/) dan 

Genomic tools (http://molbiol-tools.ca/Genomics.htm). 

Analisis bioinformatika terlibat bahkan sejak sekuen nukleotida mentah 

(raw nucleotide sequence) dihasilkan dari mesin sekuensing seperti Illumina, 

SFF, HDF5, CG atau SOLID). Proses sekuensing sendiri mendeteksi basa-basa 

nukleotida dan mengubahnya secara komputasi menjadi data reads. Sistem 

format FASTQ dipakai  untuk mengukur kualitas dari sekuen reads yang 

dihasilkan. Pengukuran ini  pada dasarnya yaitu  memberikan penilaian 

apakah basa yang terbaca akurat atau tidak. Data dalam bentuk FASTQ sukar 

untuk dipakai  pada peneliti di laboratorium karena data berukuran besar 

dan masih berbentuk kode angka dan karakter, bukan dalam bentuk kode 

basa nukleotida. Oleh sebab itu, data FASTQ pada umumnya dikonversi 

menjadi bentuk kompak yang disebut SAM (Sequence Alignment Map) dan 

kemudian lebih dikompres menjadi BAM (Binary Alignment Map). 

Penjajaran sekuen reads untuk membentuknya menjadi sekuen yang lebih 

panjang berupa contig dan/atau scaffold dapat dilakukan dengan dua 

pendekatan berbasis bioinformatika yaitu (1) pemetaan komparatif 

(comparative mapping) dimana sekuen reads disejajarkan dengan sekuen 

genom referensi (reference genome) dan (2) penggabungan sekuen dengan 

memanfaatkan sekuen reads yang saling tumpang tindih (overlapping reads). 

Pendekatan kedua ini  lebih dikenal sebagai de novo assembly. Saat ini, 

berbagai genom referensi telah tersedia untuk spesies baik hewan dan 

tanaman. Umumnya, para peneliti yang melakukan pendekatan de novo 

assembly akan tetap membandingkan dan mengkonfirmasi sekuen mereka 

memakai  referensi genom yang telah ada baik pada spesies yang sama 

maupun pada spesies terdekat. Dalam mengkonfirmasi hasil assembly secara 

manual, para peneliti memakai  piranti lunak seperti Tablet® untuk 

memvisualisasikan sekuen contig atau scaffold mereka. 

51 

 

Pada tahapan berikutnya, bioinformatika dibutuhkan lebih spesifik dalam 

menganotasi, mengubah dan menerjemahkan sekuen nuleotida menjadi 

informasi genomika tingkat tinggi seperti menentukan daerah penyandi 

protein (coding sequence, CDS), daerah yang tidak menyandi protein (non 

coding), bentuk isoform sekuen mRNA, sinyal peptida, dan elemen repetitif 

(repeat elements). Pada organisme eukariotik yang memiliki struktur genom 

lebih kompleks dibanding organisme prokatiotik, anotasi genom menjadi lebih 

sulit dan menantang. Analisis pada genom yang lebih kompleks umumnya 

dilakukan memakai  rangkaian proses anotasi yang disebut GAP (genome 

annotation pipeline). Pada basis data publik, The NCBI Eukaryotic Genome 

Annotation Pipeline tersedia untuk genom eukariotik 

(http://www.ncbi.nlm.nih.gov/genome/annotation_euk/process/). GAP 

ini  terdiri dari langkah pertama berupa identifikasi dan mengeliminasi 

elemen genom repetitif (mikrosatelit, retrotransposon dan transposon) 

memakai  RepeatMasker, Censor atau WindowMasker. Langkah pertama 

ini  penting untuk menyaring sekuen repetitif yang dapat mengganggu 

analisis BLAST dalam anotasi sekuen penyandi protein. Langkah berikutnya 

dari GAP yaitu  anotasi transkrip, penjajaran protein/domain, prediksi model 

gen, penamaan gen dan lokus, dan pemberian GeneID. 

Analisis bioinformatika tingkat lanjut pada NGS harus menghasilkan 

makna biologis dari sekuen genom. Salah satu analisis tingkat lanjut ini  

yaitu  GO (Gene Ontology). GO menyediakan terminologi dari gen, interaksi 

protein-protein yang terlibat sebagai komponen seluler, fungsi molekuler dan 

proses biologis terkait. Dalam sejarahnya, analisis GO dimulai hanya dari basis 

data dari tiga organisme model yaitu FlyBase (Drosophila), the Saccharomyces 

Genome Database (SGD) and the Mouse Genome Database (MGD). Saat ini, 

Konsorsium Kontributor GO telah terbentuk dan terus menambahkan basis 

data baru dari organisme yang genomnya baru disekuen. Daftar contributor 

GO ini  dapat diakses melalui tautan: http://geneontology.org/page/go-

consortium-contributors-list. Selain GO, analisis ontologi serupa juga 

disediakan oleh beberapa provider yang berbeda seperti: the Open Biological 

and Biomedical Ontologies (OBBO), Reactome, DAVID, and the KEGG (Kyoto 

Encyclopedia of Genes and Genomes) Pathway database. 

Pada akhirnya, analisis sekuen genom memakai  pendekatan NGS 

merupakan proses konversi dari materi biologis belum bermakna (sampel 

DNA atau RNA) menjadi kode informasi (kode biner dan kode basa 

nukleotida) dan diterjemahkan menjadi informasi biologis bermakna. 

Bioinformatika terlibat secara nyata dan memiliki peran sangat penting dalam 

rangka mempermudah setiap tahapan analisis NGS. Bioinformatika 

terintegrasi dalam NGS telah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam rangka 

memberikan makna biologis pada sekuen. 

52 

 

5.2 Penelitian Analisis Sequence Protein 

 

Pensejajaran Sequence Protein memakai  Algoritma Smith Waterman 

Dua aspek penting dalam algoritma Smith Waterman ini, antara lain: 

a. Menghitung nilai pada tabel dua dimensi 

Algoritma Smith Waterman menmbahkan 0 ketika menghitung 𝑠(𝑖, 𝑗) sehingga 

skor negatif tidak akan pernah terjadi pada Algoritma ini. Keuntungannya akan 

memperjelas lintasan backward. 

 𝑠(𝑖, 𝑗) = max {

0

𝑠(𝑖 − 1, 𝑗 − 1) + 𝑠(𝑥𝑖 , 𝑦𝑖)

𝑠(𝑖 − 1, 𝑗) − 𝑑

𝑠(𝑖, 𝑗 − 1) − 𝑑

 

 

b. Algoritma Traceback 

Titik awal dan akhir dari metode backtrace pada Algoritma Smith Waterman 

dipilih elemen dengan skor maksimal. Titik akhirnya yaitu  elemen pertama 

dengan nilai 0 pada proses backtrace. Titik awal dengan skor maksimal akan 

menjamin skor maksimal pada alignment sequence lokal, dan titik akhirnya 

yaitu  elemen pertama dengan nilai 0 menjamin bahwa bagian ini  tidak 

terlampaui. Bagian yang berhubungan dengan lintasan backward merupakan 

bagian yang memiliki skor penalti minimum. 

 

Pada pensejajaran ini dipakai  19 sample data sequence protein virus zika, 

4 sample data sequence protein pasien terinfeksi virus dengue type 1, type 2, type 

3, dan type 4 yang berasal dari negara kita . Dari keseluruhan sampel virus zika 

ini , diambil 1 sequence virus dari negara kita  (Jambi) dan disejajarkan dengan 

sequence virus dengue dari masing-masing type, yang juga diambil dari negara kita . 

Selanjutnya dicari perbedaan antar sequence, persamaan kedua sequence dan 

prosentasenya, durasi waktu, dan mutasi yang terjadi. Proses dikerjakan secara 

statis karena sequence yang disejajarkan hanya 4 sequence dengue dengan 1 

sequence zika.  

Data sequence virus dengue yang diambil secara online di genbank, 

database gen terbesar di dunia milik pemerintah Amerika Serikat. Adapun 

pengambilannya dengan mengakses National Center for Biotechnology 

Information (NCBI, www.ncbi.nlm.nih.gov). Selanjutnya diambil sequence 

masing-masing virus dan disimpan kode FASTAnya dalam format txt. Adapun data 

sequence ditunjukkan oleh tabel 1 dan 2 berikut.   

 

53 

 

Tabel 1 Data sequence protein pasien terinfeksi virus dengue 

No 

Access 

Code 

Type 

Sequence 

Length 

Date of Sample 

Collection 

Explanation 

1 AHG06327 1 3392 15-02-2008 

Dengue virus 1 isolate Makassar-

0398, complete genom 

2 AHG06364 2 3391 05-04-2010 

Dengue virus 2 isolate Makassar-

WS80, complete genom 

3 AHG06376 3 3390 22-03-2010 

Dengue virus 3 isolate Makassar-

WS78, complete genom 

4 AHG06382 4 3387 30-04-2008 

Dengue virus 4 isolate Makassar- 

2007, complete genom 

 

Tabel 2 Data sequence protein pasien terinfeksi virus Zika 

No Access Code 

Sequence 

Length 

Country 

Date of Sample 

Collection 

Explanation 

1 KM078936 976 Easter Island  Chili 1 Maret 2014 Partial cds 

2 KJ873160 893 New Caledonia 3 April 2014 Partial cds 

3 KJ776791 10.807 French Polinesia 28 Nov 2013 Complete genom 

4 KM851039 789 Thailand 19 Juli 2014 Partial cds 

5 KF993678 10.141 Canada 19 Feb 2013 Partial cds 

6 AMK 49492 383 negara kita  (Jambi) 30 Des 2014 Partial cds 

7 JN860885 10.269 Cambodia 2010 Partial cds 

8 EU545988 10.272 Yap Micronesia Juni 2010 Complete cds 

9 KM851038 789 Philippines 9 Mei 2012 Partial cds 

10 HQ234499 10.269 Malaysia 1966 

Partial cds; 

host: Aedes 

Aegypti 

11 

MR766 

/ABY86749 

255 EI 2015 Partial cds 

12 

AY632535 / 

AAV34151.

10.794 Uganda 1947 

Complete cds; 

Host: sentinel 

monkey 

13 KF268948 10.788 

Central African 

Republic 

1976 

Complete cds; 

Host: aedes 

Africanus 

14 KF383091 708 Senegal 2001 Partial cds 

15 HQ234500 10.251 Nigeria 1968 Partial cds 

16 KF383084 708 Senegal 1991 Partial cds 

17 HQ234501 10.269 Senegal 1984 Partial cds 

18 KF383113 708 Cote de Ivoire 1980 Partial cds 

19 DQ859064 10.290 South Africa - 

Complete cds; 

Spondweni virus 

54 

 

Dengan memakai  algoritma Smith Waterman, pensejajaran antara virus zika 

dengan virus Dengue ditunjukkan pada table 3 berikut. 

 

Table 3. Matlab Berdasarkan Algoritma Smith Waterman  

Sequence 

Similarity/ 

Dissimilarity 

Percentace (%) 

Duration 

(s) 

DEN-V Type ZIK-V Sim Diss Sim Diss  

AHG06327 1 AMK49492 273 108 71.4660 28.27 0.062 

AHG06364 2 AMK49492 272 108 71.0183 28.20 0.094 

AHG06376 3 AMK49492 274 107 71.5405 27.94 0.359 

AHG06382 4 AMK49492 271 110 70.7572 28.72 0.156 

 

Berdasarkan keluaran empat pensejajaran, dan dibandingkan dengan Basic Search 

Alignment Search Tool (BLAST), yaitu sebuah program untuk membandingkan 

urutan nukleotida atau protein ke database urutan dan menghitung signifikansi 

statistik dari dua urutan kecocokan ditunjukkan pada tabel 4 berikut. 

 

Tabel 4. Perbandingan Matlab and BLAST  

Sequence Sequence length Identical value Duration (s) 

DEN-V Type ZIK-V DEN-

ZIK-V Matlab BLAST Matlab BLAST 

AHG06327 1 AMK49

492 

3392 383 71,466 % 71 % 0,062 12,16 

AHG06364 2 AMK49

492 

3391 383 71,0183% 71 % 0,094 11,27 

AHG06376 3 AMK49

492 

3390 383 71,5405% 71 % 0,359 6,58 

AHG06382 4 AMK49

492 

3387 383 70,7572% 71 % 0,156 10,68 

 

Dari tabel 4 di atas, dapat diketahui bahwa output pensejajaran sequence virus Zika 

dan virus Dengue pada simulasi matlab memiliki nilai lebih lebih akurat daripada 

output BLAST. Terbukti dengan tingkat keakuratan output simulasi matlab sampai 

4 angka desimal, sedangkan BLAST hanya menampilkan 2 angka signifikan dan 

juga durasi waktu komputasi pada simulasi matlab lebih pendek dari waktu 

komputasi pada BLAST (Pradana & Amiroch, 2018). 

 

 

 

 

55 

 

5. Pohon Filogenetik Penyebaran Virus Zika Jambi  

 

Analisis Penyebaran Virus Zika berdasarkan output MUSCLE 

Sebelum dikonstruksi pohon filogenetik, masing-masing sequence 

disejajarkan terlebih dahulu. Dari 19 data yang diperoleh, ternyata jenis datanya 

tidak sama, beberapa memakai  data protein, beberapa data DNA. Sehingga 

untuk keseragaman, sebagian besar data DNA diubah menjadi data protein dan 

diakses mengikuti penamaan sequence proteinnya. Sehingga data protein 

keseluruhan sequence virus Zika ini  ditunjukkan tabel 5 berikut. 

 

Tabel 5. Kode akses protein yang dipakai  sebagai data 

No Kode semula 

 

Kode akses 

Protein 

Panjang 

seq. (bp) 

Negara 

Tanggal 

pengumpulan 

sampel 

1 KM078936 

AJD79008 

976 

Easter Island  

Chili 

1 Maret 2014  

2 KJ873160 

AJA40023 

893 

New 

Caledonia 

3 April 2014 

3 KJ776791 

AHZ13508 

10.807 

French 

Polinesia 

28 Nov 2013 

4 KM851039 AKH87423 789 Thailand 19 Juli 2014 

5 KF993678 AHL37808 10.141 Canada 19 Feb 2013 

6 AMK 49492 

AMK49492 

383 

negara kita  

(Jambi) 

30 Des 2014 

7 JN860885 AFD30972 10.269 Cambodia 2010 

8 EU545988 

ACD75819 

10.272 

Yap 

Micronesia 

Juni 2010 

9 KM851038 AKH87424 789 Philippines 9 Mei 2012 

10 HQ234499 AEN75264 10.269 Malaysia 1966 

11 

MR766 

/ABY86749 

ABY86749 

255 EI 2015 

12 

AY632535 / 

AAV34151.1 

AAV34151 

10.794 Uganda 1947 

13 KF268948 

 

AHF43978 10.788 

Central 

African 

Republic 

1976 

14 KF383091 AHL43476 708 Senegal 2001 

15 HQ234500 AEN75265 10.251 Nigeria 1968 

16 KF383084 AHL43469 708 Senegal 1991 

17 HQ234501 AEN75266 10.269 Senegal 1984 

56 

 

18 KF383113 AHL43498 708 Cote de Ivoire 1980 

19 DQ859064 ABI54480 10.290 South Africa - 

 

Dari output CLUSTALW2 diperoleh matriks prosentase identik pada masing-

masing sequence seperti berikut ini. 

 

 Matrix nilai identik dari 14 sequence 

 

  

Terlihat bahwa nilai identiknya tinggi sekali. Hal itu menunjukkan bahwa 

tingkat kemiripan sequence satu dengan yang lain sangatlah tinggi. Beberapa 

sequence menunjukkan kemiripan 100% seperti pada sequence 5 dan sequence 12, 

sequence 6 dengan sequence 11,12,13, dan seterusnya (Pradana & Amiroch, 2018). 

Untuk pohon filogenetik bentukan MUSCLE tampak pada gambar 1 berikut. 

 

 

57 

 

 

Gambar 1.  Pohon filogenetik hasil output program MUSCLE 

 

Berdasarkan gambar 4.5 ini , diketahui bahwa virus Zika terpisah 

menjadi dua cluster. Untuk lebih jelasnya dibentuk tabel 6 berikut. 

 

Tabel 6.  Cluster I  penyebaran Virus Zika 

No. Kode akses Nama daerah 

1 ABI54480 South Africa 

2 AJD79008 Easter Island Chili 

3 AJA40023 New Caledonia 

4 AKH87424 Philipina 

5 ACD75819 Yap Micronesia 

6 AKH87423 Thailand 

7 AFD30972 Cambodia 

8 AMK49492 negara kita  (Jambi) 

 

Karena sebagian besar penyebaran virus pada cluster I ini berada di Asia, maka 

disebut “Cluster Asia”. Nampak pada pohon filogenetik penyebaran hingga ke 

negara kita  yang pertama kali berasal dari Afrika Selatan, menyebar ke pulau Chili, 

Caledonia, Philipina, Yap Micronesia, Thailand, Cambodia, dan akhirnya sampai 

ke negara kita  (Pradana & Amiroch, 2018). Sedangkan untuk cluster kedua, daerah 

penyebarannya ditabelkan sebagai berikut: 

Tabel 7.  Cluster II  penyebaran Virus Zika 

No. Kode akses Nama daerah 

1 AHL43476 Senegal 

2 ABY86749 El-Salvador 

3 AHL43498 Cote de Ivoire 

4 AHL43469 Senegal 

5 AEN75266 Senegal 

6 AEN75265 Nigeria 

7 AHF49783 Central African Republic 

8 AAV34151 Uganda 

9 AEN75264 Malaysia 

10 AHZ13508 French Polinesia 

 

58 

 

Dari cluster II pada tabel 7 ini , sebagian besar berada pada daerah Afrika, 

sehingga cluster kedua disebut “Cluster Africa”.