Obat china 1

 



Obat herbal Cina telah mendunia turun temurun.

Cina merupakan sumber dari obat herbal terbesar di dunia. Pengetahuan tentang herbal dan

bagaimana pertama kali herbal dikenal di Cina sudah ada di sejarah tertulis dan menyebar

dari mulut ke mulut warga  Cina.

Kembali  pada abad 11 sebelum masehi,  dimana Cina masih terbagi atas beberapa dinasti,

ditemukan  sebuah dokumen dari  buku di  zaman  dinasti  Zhou yang menyebutkan adanya

proses  untuk  mendinginkan  tubuh  seseorang  yang  hangat  dan  sebaliknya.  Serta  catatan

tentang penambahan 5 rasa pada obat.

Dijelaskan dalam eastday.com, tanda-tanda ini juga ditemukan pada zaman dinasti Tang di

tahun 618 masehi sampai 907 masehi. Sebuah buku berisi 850 jenis herbal lengkap dengan

gambar menjadi bukti bahwa herbal sudah dikenal baik oleh peradaban zaman itu.

Dilanjutkan oleh seorang tabib pada zaman dinasti Ming yang mengumpulkan semua sumber

dan membuat sebuah buku berisikan 1.892 tipe herbal dan jamu dan dianggap sebagai buku

terlengkap dan terbesar dalam sejarah dokumentasi obat herbal.

Mungkin dunia harus berterima kasih kepada Cina atas sumbangan terhadap obat herbalnya.

sebab  sampai zaman yang telah berkembang seperti sekarang, telah tercatat ada 5.767 jenis

obat di kamus besar obat herbal.

Sejarah Perkembangan Obat Herbal negara kita 

Sejak ribuan tahun lalu pengobatan tradisional asli negara kita  telah ada dan dengan masuknya

pengaruh  Hindu , Budha , dari India , China , Kristen dari negara barat Spanyol, Portugis dan

Islam yang masuk melalui pedagang dari Gujarat dan Turki semakin memperkaya budaya

pengobatan tradisional negara kita . Bukti sejarah dapat ditemukan melalui peninggalan berupa

prasasti ,  relief candi , alat-alat pembuat jamu , naskah kesusasteraan (karya tulis) , dan lain

sebagainya.

1. Bukti sejarah ini ditunjukkan dengan penemuan  prasasti  tujuh Yupa pada abad 5 M di

Kalimantan Timur, yang bertuliskan huruf Palawa memakai  bahasa Sanskerta. Diduga

warga  negara kita  sudah mengenal ilmu meracik dan minum minuman jamu.

2. Bukti lain sejarah tertua dalam pemanfaatan ramuan tumbuhan obat dapat disaksikan ukir-

ukiran  relief  pada  Candi  Borobudur  yang  dibangun  pada  tahun  772  M,  Prambanan,

Penataran, Sukuh dan Tegalwangi. Diperlihatkan pada relief candi Borobudur berbagai jenis

tanaman obat endemik yang sudah dipakai warga  sekitar candi pada saat itu, beserta

peracikan, minum jamu, perawatan kesehatan tubuh luar dan dalam .

3. Kitab yang berisi tentang tata cara pengobatan dan jenis-jenis obat tradisional

4. Pada tahun 991-1016 M, perumusan obat dan ekstraksi dari tanaman ditulis pada daun

kelapa atau lontar, misalnya seperti Lontar Usada di Bali, dan Lontar Pabbura di Sulawesi

Selatan. Beberapa dokumen tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa negara kita  maupun

bahasa asing.

5.  Pada  masa  kerajaan-kerajaan  di  negara kita ,  pengetahuan  mengenai  formulasi  obat  dari

bahan alami juga telah dibukukan, misalnya Bab kawruh jampi Jawi oleh keraton Surakarta

yang dipublikasikan pada tahun 1858 dan terdiri dari 1734 formulasi herbal

Seiring dengan perkembangan jaman, maka bentuk pembuatan jamu sudah dikemas secara

modern.  Era  ini  dimulai  pada  awal  abad  20  dengan  munculnya  pabrik  Jamu  di  bumi

Nusantara seperti ”Jamu Iboe” tahun 1910 di Surabaya, ”Jamoe cap Djago” tahun 1918 di

Semarang  dan  seterusnya  hingga  sekarang  tercatat  di  BPOM ada  1024 lebih  perusahaan

dengan  berbagai  skala  yang  memproduksi  lebih  dari  10.000  macam  produk,  mulai  dari

godogan, serbuk, pil  sampai kapsul yang digunakan untuk perawatan tubuh, pemeliharaan

kesehatan, meningkatkan kebugaran, maupun pengobatan penyakit, mulai dari  produk yang

dipasarkan  di  sekitar  lingkungan  rumah  sampai  di  eksport  ke  manca  negara.  Saat  ini,

diperkirakan ada 80% penduduk negara kita  yang pernah memakai  produk olahan dari

herbal berupa jamu .Berdasarkan bukti-bukti sejarah di atas maka Pemerintah dalam hal ini

Departemen  Kesehatan  Republik  negara kita   melalui  UU  Nomor  23  tahun  1992  yang

disempurnakan  dengan  UU  Nomor  36  Tahun  2008  tentang  Kesehatan  memberi 

penjelasan bagaimana menyehatkan warga  berdasarkan  pengobatan secara tradisional

memanfaatkan  tanaman  obat,  mineral,  sarian  galenik,  dan  biota  asli  negara kita   dan

melalui Badan  Pengawasan  Obat  dan  Makanan  (BPOM).  Sebagai  badan  yang

mengawasi  dan  mengatur  semua  produk  obat  dari  bahan  alam  yang  di  konsumsi

warga , BPOM telah menyusun berbagai aturan untuk diterapkan oleh para pengusaha

industri obat herbal.

Pengertian kampo

  Kampo  berasal  dari kata kan (han) artinya cina masa lampau dan po (fang) artinya

teknik. Di artikan dalam bahasa inggris memiliki arti teknik pengobatan cina lampau. Nama

ini telah ada sejak abad ke 18, saat  pengobatan Belanda dipanggil (rampo = teknik belanda)

telah  diperkenalkan  untuk  mencirikan  pengobatan  kampo  dan  telah  tersebar  untuk

pengobatan umum.

Kampo  awalnya  mengacu  pada  keseluruhan  pengobatan  tradisional  cina.Namun

selama  berabad-abad  telah  dipraktekan  di  jepang  untuk  pengobatan  herbal,yang

mengembangkan sistem unik dari diagnosis dan pengobatanya.Jadi, meskipun banyak dari

fitur asli TCM dan Kampo yaitu  sama, yaitu  dua bentuk obat.Namun  ada menyimpang

lebih  selama  bertahun-tahun,  terutama  sesudah   Perang  Dunia  II.  Di  Cina,  TCM  yaitu 

dibentuk dan  diatur  oleh pemerintah  sesudah  Republik  Rakyat China didirikan. Ada  tiga

perbedaan utama antara TCM dan Kampo. Pertama, resep TCM bersifat individual di tingkat

herbal,  sementara  Kampo obat bersifat  individual pada  tingkat rumus;  kedua, pola resep

disederhanakan  dalam Kampo obat-obatan; dan  ketiga,  temuan  perut ini  penting  untuk

membuat diagnosa dalam Kampo kedokteran. Meskipun diagnosis perut yang   dijelaskan

dalam Hang Lung Shan itu, tidak  dihargai di tradisional  Cina dan Korea kedokteran. Di

Jepang, diagnosis  perut yaitu  unik yang dikembangkan dan digunakan secara luas. Selain

itu,bentuk pengobatanya juga  berbeda  dimana terletak pada formula ramuan dari  bumbu

utamanya. 

Ada  tiga  prinsip  dalam  pengobatan  Kampo yaitu  kesederhanaan,  pencegahan  dan

keselamatan. Kampo terdiri dari obat herbal 365 yang masuk dalam tiga kategori. Satu, solusi

yang  paling  bernilai  tinggi  yaitu   penyakit  yang  paling  aman  dan  mencegahnya.Resep

memiliki  efek  samping  sedikit,  jika  ada,  dan  dimaksudkan  untuk  penggunaan  jangka

panjang. Kelas kedua obat yang akan digunakan sesudah  suatu penyakit atau masalah medis

dan  dimaksudkan  untuk  merevitalisasi  tubuh  dan  mencegah  terulangnya  masalah

kesehatan. Tingkat terendah dari obat memperlakukan penyakit akut atau kronis dan hanya

digunakan untuk interval pendek sebab  efek samping toksik potensi mereka. Menariknya,

obat-obatan allopathic Barat kebanyakan termasuk dalam kategori ini.

Fitur  penting  lainnya  dari  metodologi  diagnostik  Kampo  yaitu   yang  mencakup

analisis  konstitusi  pribadi  seseorang  yaitu  bagaimana  alam  individu  yang  mendasari

seseorang predisposes satu masalah kesehatan dan pengobatan khusus. Hari ini pengobatan

Barat mulai paralel pendekatan ini dengan pengujian genetik, sebab  kebanyakan dokter yang

melihat keluar atas cakrawala memprediksi bahwa pengobatan Barat akan menjadi lebih dan

lebih disesuaikan - berdasarkan makeup genetik pribadi individu.

Praktisi  Kampo  memberi   perhatian  khusus  kepada  pasien  mereka  yaitu

mendengar, melihat, bertanya dan berdebar. Perhatian cermat mereka untuk keluhan pasien

membantu  praktisioner  memahami  bagaimana  individu  menanggapi

ketidakseimbangan.Sama seperti pendekatan integratif kontemporer saat ini untuk kesehatan,

obat Kampo yaitu  berpusat pada pasien. Fokusnya yaitu  bukan pada penyakit ini, namun 

lebih pada mengobati pasien dan mempromosikan kesejahteraan, menilai fit tepat antara pola

gejala dan resep Kampo.

Jadi Kampo obat tidak berfokus pada penyebab, mencari infeksi, kanker, dan penyakit

lainnya. Tujuannya yaitu  untuk mengembalikan tubuh untuk menyeimbangkan didasarkan

pada premis bahwa tubuh yang sehat dengan sirkulasi yang terbaik tanpa hambatan. Penyakit

yaitu   ketidakseimbangan  yang  dihasilkan  dari  interaksi  antara  konstitusi  seseorang  dan

lingkungan, baik eksternal dan internal, yang membentuk konteks kehidupan orang tersebut.

• Ada 3 perbedaan utama antara TCM dan kampo :

1. Peresepan TCM dibedakan dari herbalnya, sedangkan pengobatan kampo dibedakan

berdasarkan formulanya. 

2. Pola resep disederhanakan di pengobatan Kampo 

3. Penemuan pada  bagian abdominal  yaitu   penting  untuk membuat  diagnosa dalam

pengobatan kampo 

pengantar

Banyak  obat  Kampo  dan  ramuan  Oriental  telah  digunakan  untuk  pengobatan  penyakit

menular  sebab   beberapa  alasan,  seperti  latar  belakang  genetik,  alasan  ekonomi,  efek

samping yang lebih sedikit,  dan sebagainya. Bab ini menjelaskan obat-obatan Kampo dan

ramuan Oriental terkait yang efektif atau menjanjikan dalam pengobatan penyakit menular di

tingkat klinis dan / atau dalam model hewan. Selain itu, obat-obatan Kampo yang efektif diuji

secara in vitro dalam studi sel  yang dikultur  juga termasuk dalam bab ini.  Setiap bagian

dikategorikan oleh penyakit menular dan sesuai dengan popularitas obat Kampo.

Infeksi Virus Influenza

Infeksi  virus  influenza  memicu  epidemi  tahunan  dan  pandemi  berulang  yang

berdampak serius pada kesehatan warga  dan ekonomi global. Agen antiinfluenza seperti

oseltamivir  dan  zanamivir  telah  sangat  efektif,  namun   virus  yang  resisten  neuraminidase

sebab   mutasi  neuraminidase  kumulatif  telah  ditemukan  dan  obat  ini  dapat  mahal  untuk  negara-negara  berpenghasilan  rendah.

Beberapa obat Kampo telah diusulkan sebagai obat komplementer dan alternatif yang efektif

terhadap infeksi virus dengan merangsang sistem kekebalan tubuh inang atau secara langsung

bertindak terhadap pertumbuhan virus.

Shoseiryuto

Shoseiryuto  digunakan  untuk  gejala  seperti  pilek,  batuk,  rinitis  alergi,  bronkitis,  dan

sebagainya  .  Telah  dilaporkan  bahwa  shoseiryuto  memiliki  aktivitas

antiinfluenza in vivo. Pertama kali  dijelaskan bahwa replikasi  virus di rongga hidung dan

penyebaran virus ke paru-paru secara efisien dihambat pada infeksi intranasal dengan strain

influenza yang diadaptasi oleh tikus, A / PR / 8/34, pada tikus BAL / c saat  shoseiryuto

diberikan secara oral   Shoseiryuto meningkatkan antibodi  IgA

antivirus dalam pencucian hidung dan bronchoalveolar pada tikus yang terinfeksi. Itu tidak

merangsang induksi tipe I interferon (IFN) dalam penelitian ini 

Namun,  penelitian  in  vitro  lainnya  dengan  garis  sel  manusia  telah  menyarankan  bahwa

shoseiryuto menunjukkan penghambatan virus lain yang dimediasi  oleh IFN tipe I seperti

cytomegalovirus manusia yang kebal ganciclovir  dan virus syncytial

pernapasan  manusia  .  Mengenai  infeksi  virus  influenza,  belum  ada

laporan tentang efek penghambatan pada pertumbuhan virus oleh shoseiryuto dalam sistem

sel  yang  dikultur.  Aktivitas  antiinfluenza  dari  shoseiryuto  kemungkinan  besar  melalui

aktivitas seperti adjuvant imunostimulatif namun  tidak bertindak langsung pada virus dalam

kasus  apa  pun.  Oleh  sebab   itu,  diusulkan bahwa shoseiryuto  berguna untuk pengobatan

infeksi virus influenza dengan riwayat infeksi virus influenza dan / atau sebagai pembantu

vaksin influenza  Faktanya, kelompok

yang sama mengeksplorasi bahan aktif dalam shoseiryuto dan menguji aktivitas pembantu

flu.  Pemberian  oral  salah  satu  bahan,  asam  pinellic,  ke  tikus  dengan  vaksin  influenza

hemagglutinin  (HA)  meningkatkan  antibodi  antiviral  IgA  dalam  pencucian  hidung  dan

bronchoalveolar, menunjukkan bahwa asam pinellic dapat memberi  bahan pembantu oral

yang aman dan ampuh untuk vaksin HA influenza hidung 

Juzentaihoto

Keterlibatan aktivitas ajuvan dari obat Kampo lain juga telah diselidiki untuk subyek manusia

yang berada dalam kelompok berisiko tinggi  untuk infeksi influenza.  Juzentaihoto yaitu 

obat Kampo yang secara tradisional digunakan untuk pasien dengan anemia, anoreksia, atau

kelelahan  dan  juga  memiliki  kemampuan  untuk  mempercepat  pemulihan  dari  cedera

hematopoietik yang disebabkan oleh radiasi dan obat antikanker mitomycin C  Aktivitas  ajuvan influenza juzentaihoto  diuji  memakai  91 subjek dengan usia

minimum 65 tahun dengan mengukur titer antibodi sesudah  vaksinasi influenza .  Investigasi  menunjukkan  peningkatan  yang  signifikan  dalam  titer  inhibisi

hemaglutinasi terhadap A / Victoria / 210/2009 (H3N2) di antara strain vaksin yang diuji, A /

California / 7/2009 (H1N1), H3N2, dan B / Brisbane / 60/2008. Namun, mekanisme yang

mendasari  spesifisitas  juzentaihoto  untuk  strain  H3N2 masih  harus  ditemukan,  meskipun

sebuah penelitian telah melaporkan bahwa juzentaihoto merangsang respon IFN-α dengan

mempengaruhi faktor transkripsi yang bertanggung jawab, IRF-3/7 

Hochuekkito

Obat  Kampo  antiinfluenza  yang  memengaruhi  produksi  sitokin  dan  antimikroba  telah

dilaporkan.  Hochuekkito  yaitu   obat  Kampo  yang  digunakan  untuk  mengobati  kondisi

fungsional  seperti  kelelahan  umum,  keadaan  terganggu,  dan  gangguan  motilitas

gastrointestinal (Yanagihara et al., 2013). Hochuekkito diberikan secara oral sebelum, pada

hari,  atau  sesudah   infeksi  virus  influenza  ditemukan  meningkatkan  tingkat  kelangsungan

hidup, menekan pertumbuhan virus dalam cairan lavage bronchoalveolar, dan menghambat

indeks paru-paru pada tikus. Pemberian hochuekkito pada tikus meningkatkan konsentrasi

IFN-α  dalam  cairan  lavage  bronchoalveolar  dan  mengurangi  sitokin  inflamasi  seperti

interleukin